Patologi veteriner blok 10

  • 220 views
Uploaded on

Berbagai ilmu patologi veteriner dasar

Berbagai ilmu patologi veteriner dasar

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
220
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
3
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PATOLOGI VETERINER TUMOR • PATOLOGI VETERINER TUMOR I (ABNORMAL GROWTH-NEOPLASTIC, TATANAMA TUMOR, ANGIOGENESIS, METASTASIS) • PATOLOGI VETERINER TUMOR II (GENESIS OF CANCER, ETIOLOGI TUMOR DAN MEKANISME DALAM MEMICU TERJADINYA TUMOR)
  • 2. PATOLOGI VETERINER TUMOR I Drh. SITARINA WIDYARINI,MP, PhD BAGIAN PATOLOGI ANATOMI FKH-UGM
  • 3. Kata Kunci Neoplasia:  Newgrowth: neoplasia  Tumour: “swelling” bengkak -- benign growth  Cancer: malignant growth  Carcinogenesis/oncogenesis: proses dari perkembangan cancer (molekuler maupun histopatologi): inisiasi, promosi dan progresi  Transformation: perubahan genetik pada sel yang diturunkan (inherited) pada sel anak (daughter cells)
  • 4. Kata Kunci Neoplasia:  Carcinogen: substansi yang dapat menyebabkan terjadinya neoplasia, aksinya melalui ikatan dengan DNA sel target  Oncogen: abnormal gen yang diekspresikan oleh neoplastic cells, derivat proto-oncogen (normal human gen): mutasi, delesi, translokasi-abnormal  Onco suppressor gene: prevent neoplasia: memicu apoptosis dan menghambat proliferasi sel
  • 5. Abnomalitas Pertumbuhan:  Non-Neoplastik  Neoplastik  Hyperplasia ------------  Hypoplasia  Hypertrophy  Atrophy  Metaplasia -------------  Agenesis/ aplasia ----- -----
  • 6. Hyperplasia vs Metaplasia:  Hyperplasia  Metaplasia • Peningkatan ukuran jaringan/organ • Peningkatan jumlah sel penyusunnya • Peningkatan mitosis • Iritasi, reversible • Melanjut ke neoplasia • Note: proliferasi • Perubahan sel dewasa satu menjadi bentuk sel dewasa yang lain • Epitel cuboid, transitional menjadi epitel squamous • Adaptasi terhadap lingkungan, reversible • Melanjut ke neoplasia • Defisiensi vit A: respiratory passage, radang kronis pada urinary bladder (stone)
  • 7. Hyperplasia:  Dapat dikacaukan dengan neoplasia  Terjadi peningkatan proliferasi sel  Secara morfologik sulit dibedakan  Dalam kondisi tertentu ---- neoplasia
  • 8. Hyperplasia vs Neoplasia  Hyperplasia  Neoplasia • Stimulus dihilangkan proses akan berhenti • Tidak merusak struktur jaringan • Proses diffuse • Stimulus dihilangkan proses jalan terus • Merusak struktur jaringan • Proses bersifat focal
  • 9. Tumour dan Cancer: Cancer Neoplasia Malignancy Tumour Benign Growth Pre-Neoplastic lesion/ Pre-Malignant lesion: hyperplasia
  • 10. Benign vs Malignant Neoplasm:  Benign • Lambat • Encapsulated • Non-metastasis • Sel diferensiasi sempurna • Sel normal • Hanya membunuh kalau mengenai organ vital  Malignant • Cepat • Invasif, metastasis • Sel diferensiasi tidak sempurna/anaplasia • Sel abnormal • Selalu mematikan -penanganan cepat
  • 11. Normal Epitel Bronkus:
  • 12. Hyperplasia Epitel Bronkus:
  • 13. Karsinoma Bronkogenik/Lung Cancer:
  • 14. Hyperplasia:
  • 15. Anaplasia:  Sel yang diferensiasi atau pembelahan atau mitosis yang tidak sempurna (anaplastic cell) • • • • • • • Variasi dalam bentuk dan ukuran Rasio nucleolus dan cytoplasma 1/1 (1:4) Multiple nucleoli Naiknya jumlah gambaran mitosis dan mitotik index Naiknya jumlah gambaran abnormal mitosis Nucleus hyperchromantic Variasi jumlah chromosome Note: hystopathology report perubahan pada sel diatas disebut sebagai atypia
  • 16. Anaplasia:
  • 17. Anaplasia: c a. b. c. hyperchomantic Multiple nucleoli Rasio inti sitoplasma 1:1 a. tripolar, mitosis 3 sel b. Hyperchomantic c. Bipolar (normal)
  • 18. Nomenclature Of Neoplasms:  Berdasar pada histogenesis dan tipe/sifat pertumbuhan dari tumor  Benign ---- akhiran oma  Malignat -- carcinoma (epithelial tissue) dan sarcoma (mesenchymal tissue)
  • 19. Nomenclature Of Neoplasms:
  • 20. Six Diabolical Superpowers Of Cancer: • • • Growth in the absence of normal GO signals Growth despite stop signals issued by neighboring cells (lost of contact inhibition) Evasion of built-in autodestruct mechanisms • • • Ability to stimulate blood vessel construction (angiogenesis) Effective immortality Metastasis
  • 21. Siklus Sel Normal (Normal Cell Cycle):  Diatur oleh functional phase dan preparation phase  Functional phase: S phase (copy DNA & replikasi DNA) dan M phase (mitosis/ duplikat kromosom antar anak-anak sel)  Preparation phase: Gap 1 (G1) persiapan replikasi dan Gap 2 (G2) persiapan mitosis
  • 22. Siklus Sel Normal (Normal Cell Cycle):  Sel yang tidak aktif membelah atau akan dikeluarkan dari siklus dimasukkan dalam GO phase/ non-cycling state  Cell cycle diatur oleh: • Intracelluler & extracelluler factor (growth factor, mitogen, antimitogen, cell contact dan nutrisi) • Proliferasi sel dalam cycle cell dikontrol oleh produk gen: tumour suppressor gen dan oncogen
  • 23. Siklus Sel Normal (Normal Cell Cycle): • Tumour suppressor gen: menghambat progresi dari cell cycle (p53 atau TP53) • Oncogen: memicu kerja cell cycle • Kematian sel dalam cycle cell: produk gen yang menghambat/ antiapoptosis (bcl2), dan memicu apoptosis (bax)
  • 24. Siklus Sel Normal (Normal Cell Cycle):
  • 25. Siklus Sel Normal (Normal Cell Cycle):
  • 26. Siklus Sel Normal (Normal Cell Cycle):
  • 27. Siklus Sel Normal (Normal Cell Cycle):
  • 28. Siklus Sel Dan Kanker:  Transformasi normal sel ke tumor sel terjadi karena mutasi gen yang mengontrol siklus sel normal  Gen p53 mengkode protein p53 normal suatu jenis zinc finger gene regulatory protein (GRP) - ditemukan dengan konsentrasi sangat rendah pada sel normal  Produk gen p53 akan menekan siklus sel G1 (hambat Cdk2-cyclin D and E)
  • 29. Siklus Sel Dan Kanker:  Anti-oncogen dari p53 -- normal siklus sel- normal sel (gen of the world)  p53 mutan atau p53 null -- fungsi tidak bekerja normal - tumor sel  Tumor sel atau malignant cell: oncogen dan antiapoptosis signal, tumour suppressor gen dan apoptosis signal
  • 30. Sel Normal vs Sel Dengan Defek Fungsi P53: * ** Note: *G1 arrest **no G1 arrest
  • 31. Lost Of Contact Inhibition:  Tumour tissue culture  Tidak menuruti stop signal dari sel tetangga
  • 32. Antiapoptosis:  Sel normal --- kerusakan genetik -- aktifkan program bunuh diri/apoptosis  Kanker sel --- kerusakan genetik - tidak aktifkan program bunuh diri - kerusakan diturunkan ke anak sel (disebut juga dengan transnform cell: heritable change has occurred in cell)
  • 33. Angiogenesis:  New vascularisation: nutrisi jaringan tumor dan berperan penting untuk metastasis  Tumour angiogenetic factor/TAF diproduksi oleh sel tumor atau sel radang seperti makrofag  Heparin-binding fibroblast growth factor (FGF): kemotaktik dan mitogenik pada endotelial sel dan memicu produksi proteolitik enzim --- penetrasi ke stroma endotel
  • 34. Angiogenesis:  TGF-alfa, TGF-beta, EGF, PDGF, VEGF  VEGF -- memicu vaskularisasi di sekitar jaringan tumor  TGF-beta -- memicu pertumbuhan edotelial sel
  • 35. Angiogenesis:
  • 36. Metastasis:  Penyebaran sel tumor dari satu organ (primer tumor) ke organ lain • Local invasion: menyebar ke jaringan/ organ sekitar (cervical cancerurinary bladder dan ureter; gastric cancerpancreas) • Lymphatic: breast cancer axillary lymph node; melanomainguinal lymph node; lung cancermediastinalis lymph node • Hematogenous: gastric cancer liver; breast cancerbone (hematogenous: liver, brain, bone lung)
  • 37. Metastasis: • Direct seeding across cavity, transcoelomic (across peritoneal cavity): ovarial carcinoma- pseudomyxoma peritonei dan omentum; colorectal cancer abdomen
  • 38. Proses Metastasis:
  • 39. Proses Metastasis:  Receptor-mediated attachment  Laminin dan fibronectin  Normal sel: high affinity laminin reseptor pada basement membrane/ membrana basalis yang dipolarisasikan pada permukaan membrane sel  Kanker sel: lebih banyak reseptor -- tersebar di seluruh membran sel
  • 40. Proses Metastasis:
  • 41. Metastasis:
  • 42. References: • “Neoplasia” General Veterinary Pathology, R.G. • • • • Thomson, Second Edition (1986) “Neoplasia” Pathologic Basis of Disease, S.L. Robbins, Third Edition (1986) “Neoplasia” Robbins Pathologic Basis of Disease, R.S. Contran, (1996) “Neoplasia” Basic Pathology, M.D.Kumar, (2003) Cancer Principles and Practice of Oncology,V.T. DeVita, (1997)
  • 43. PATOLOGI VETERINER TUMOR II Drh. SITARINA WIDYARINI,MP, PhD BAGIAN PATOLOGI ANATOMI FKH-UGM
  • 44. Genesis Of Cancer:  Somatic mutation theory • Cancer terjadi karena mutasi gen (carcinogen-- mutagen) • Pada pasien xeroderma pigmentosa/XP -- DNA excision repair enzim tidak mampu atasi mutasi untuk mencegah munculnya tumor kulit (SCC) pada pasien XP-- autosomal recessive
  • 45. Genesis Of Cancer:  Epigenetic theory • Cancer terjadi karena kegagalan diferensiasi dari sel/ penyebab diluar gen • Beberapa tumor bisa mengalami regresi (UV/chemical-induced cancer) • Beberapa tumor ganas diferensiasi sel masih terlihat nyata (well-defferentiated)/ pada kasus SCC
  • 46. Genesis Of Cancer:  Somatic mutation theory • Standard Dogma (mutasi gen -- eliminasi protein dari tumor suppressor gen dan mengaktifkan oncoprotein) • Modified Dogma (Peningkatan random mutasi pada genom dari pre-cancer cell)
  • 47. Genesis Of Cancer: • Early Instability Dogma • All Aneuploidy Dogma   - Abrasi dari kromosom-- genomic instability-- mutasi - Perubahan genetic yang bervariasi --tumor
  • 48. Penyebab Kanker:
  • 49. Viral Carcinogens:  DNA oncogenic viruses  RNA oncogenic viruses/ oncorna virus • Adenoviruses • Poxviruses • Papovaviruses/papillom a viruses • Herpesviruses • Avian leucosis • Bovine leukemia virus • Murine osteosarcoma virus
  • 50. DNA Oncogenic Viruses:
  • 51. RNA Oncogenic Viruses (Oncorna Virus):
  • 52. Viral Carcinogens:  Kasus ditemukan pada hewan maupun manusia  Pada manusia: • Infeksi Eppstein Barr Virus/ EBV (family herpes virus) --- Burkitts lymphoma, B-cell lymphoma (pada pasien infeksi HVI, dan pasien transplantasi organ), nasopharyngeal carcinoma (NPC) • Herpes simplex ---HPV-> cervical cancer
  • 53. Chemical Carcinogens:  Direct Acting Carcinogen  Procarcinogens --- metabolic activation
  • 54. Chemical Carcinogens:
  • 55. Chemical Carcinogens:
  • 56. Initiator & Promotor  INITIATOR: • Zat yang secara sendiri dapat menstimulir timbulnya cancer (DMBA, BP, AAF)  PROMOTER: • Zat yang secara sendiri tidak dapat menimbulkan cancer, tapi apabila diberikan bersama initiator dalam dosis sub-carcinogenic dapat menimbulkan cancer (hormon/DES, phorbol ester, croton oil, TPA)
  • 57. Initiator & Promotor:  Zat yang dapat beraksi sebagai initiator sekaligus promoter dalam menstimulasi cancer  Complete Carcinogens  UV, 4-nitroquinoline-1-oxide
  • 58. Chemical Carcinogens:  Metabolisme PAH • K regio • Melibatkan Mixed-function oxidase (MFOs)- suatu sistem enzim yang mengandung berbagai bentuk sitokrom P450 • Proximate carcinogen dan ultimate carcinogen (diol epoksida)
  • 59. Chemical Carcinogens:  Ikatan Kovalen DNA Sel dan Diol Epoksida PAH • Epoksida bersifat elektrofilik • Binding to DNA- adduct formation • Basa guanin --kesalahan pemilihan basa -- guanin-adenin
  • 60. Chemical Carcinogens:
  • 61. Physical Carcinogens:  UV radiation  Ionizing radiation • Atomic bombs • X-ray • Gamma rays • Particulate (alpha, beta, protons, neutron)
  • 62. Physical Carcinogens:  UVB-induced DNA damage • Cyclobutane pyrimidine dimers/CPD (most) • 6-4 photoproduct  UVA-induced DNA damage • Reactive oxygen species (singlet oxygen, superoxide dan hydroxyl radical) • Oxidised base 8-hydroxyguanosin (8-OHdG)
  • 63. References: • “Neoplasia” General Veterinary Pathology, R.G. • • • • Thomson, Second Edition (1986) Cancer Principles and Practice of Oncology,V.T. DeVita, (1997) “Neoplastic Disease and Anticancer Drug” Texbook of Pharmacology, Bowman WC. Rand MJ, (1989) “Neoplasia” Robbins Pathologic Basis of Disease, R.S. Contran, (1996) “Neoplasia” Basic Pathology, M.D.Kumar, (2003)