PROGRAM PASCASARJANA
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  Universitas Muhammadiyah
Surabaya
2011-2012
EV...
MATA KULIAH
EVALUASI -apriek7@gmail.com
EVALUASI PENGAJARAN
BAHASA DAN SASTRA
OLEH:
SRI APRIWATIE
EVALUASI -apriek7@gmail.com
DOSEN
PENGAMPU
Drs.DJOKO SOELOEH MARHAEN,MA
EVALUASI -apriek7@gmail.com
PENILAIAN KELAS DALAM
MATA PELAJARAN BAHASA
INDONESIA
EVALUASI -apriek7@gmail.com
PENDAHULUAN
EVALUASI -apriek7@gmail.com
EVALUASI -apriek7@gmail.com
 Pembangunan nasional di Indonesia
khususnya dalam pendidikan oleh
pemerintah telah difasilit...
 Pemerintah sesuai dengan tujuan pendidikan
secara nasional ingin membentuk manusia
yang beriman, bertakwa, dan berakhlak...
 Oleh sebab itu, pemerintah secara
sistematik mengelola sedemikian rupa
agar insan-insan yang bergerak dalam
pendidikan m...
 Guru sebagai ujung tombaknya mempunyai
fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat
strategis dalam bidang pendidikan teruta...
EVALUASI -apriek7@gmail.com
 "Guru adalah pendidik profesional dengan
tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengara...
 Oleh sebab itu, sebagai seorang guru perlu
mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan
penilaian atau evaluasi. Selain itu,...
 Bagaimana penilaian dalam pembelajaran
bahasa Indonesia? Di sini akan dikaji secara
telaah kepustakaan. Dengan kajian te...
EVALUASI -apriek7@gmail.com
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
PENILAIAN ATAU EVALUASI
EVALUASI -apriek7@gmail.com
Penilaian atau Evaluasi
 Dalam Kamus Bahasa Indonesia evaluasi adalah
penilaian (2008:403). Dari istilah tersebut dapat
d...
Dari pengertian atau definisi yang termaktub
dalam Kamus Bahasa Indonesia tersebut,
penilaian dan evaluasi itu sama artiny...
  Guba dan Lincoln
 dalam (Wina Sanjaya, 181:2005)
 Evaluasi merupakan proses memberikan
pertimbangan mengenai nilai dan ...
 Berdasarkan pendapat Guba dan Linclon dapat
diketahui bahwa evaluasi adalah berupa proses
atau pekerjaan yang bertahap, ...
Muchtar Abdul Karim
 ”Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk
memperoleh menganalisis dan menafsirkan data
tentang...
 Berdasarkan pendapat tersebut dapat
diketahui bahwa penilaian di sini tentu berupa
rangkaian kegiatan yang bertujuan
men...
 Analisis dan penafsiran data tentu
menggunakan aturan atau kaidah yang tepat.
Kegiatan tersebut terjadi dalam suatu sist...
Rusijono
 “Penilaian adalah proses penginterpretasian skor tes
dan pengambilan keputusannya. Penginterpretasian
skor adal...
 Berdasarkan pendapat tersebut, di sini penilaian
adalah proses penginterpretasian skor tes dan
pengambilan keputusannya ...
PRINSIP PENILAIAN
DAN
CARA PEMEBERIAN NILAI
EVALUASI -apriek7@gmail.com
 Muchtar Abdul Karim (1999:3)
“Ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam kegiatan
penilaian sehubungan dengan fun...
Muchtar Abdul Karim (1999:3)
Fungsi penilaian sebagai bagian dari proses belajar
mengajar, hasil kegiatan penilaian dan ev...
 Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui
bahwa penilaian mempunyai fungsi-fungsi yang
cukup signifikan. Fungsi peni...
 Bahwa dengan penilaian hasil maka peserta
didik bila telah mencapai dan melampaui
kompetensi yang diujikan maka peserta ...
 Demikian pula penilaian juga mempunyai fungsi
sebagai alat penempatan dan alat motivasi.
Bahwa dengan penilaian dapat di...
Muchtar Abdul Karim (1999:4)
Cara pemberian nilai ada dua cara yaitu :
 1.cara kuantitatif yaitu penyajian hasil penilaia...
EVALUASI -apriek7@gmail.com
 2.Cara kualitatif, yaitu penyajian hasil penilaian
dengan menggunakan bentuk pernyataan verb...
 Perlu benar-benar disadari bahwa nilai 10 (sempurna)
yang diberikan kepada siswa bukanlah cerminan
kemampuan maksimal da...
 Dari pendapat tersebut, tentu saja harus
diperhatikan bahwa dalam kegiatan penilaian
perlu disesuaikan dengan karakteris...
Penilaian Kelas
dan
Karakteristik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
EVALUASI -apriek7@gmail.com
 Aspek-aspek yang ada dalam mata pelajaran
bahasa Indonesia dalah aspek-aspek
mendengarkan, berbicara, membaca dan
menuli...
 Berdasarkan karakteristik mata pelajaran
bahasa Indonesia tersebut maka kegiatan
penilaian atau evaluasi bahasa Indonesi...
 Dengan karakteristik mata pelajaran bahasa
Indonesia yang menonjolkan keterampilan
tersebut acuan cara pemberian nilai b...
 Sebagai suatu proses, pelaksanaan penilaian
seharusnya berupa tindakan yang harus
dilakukan. Dengan demikian, penilaian
...
Depdiknas ( 2006:4)
 Penilaian kelas merupakan suatu proses yang
dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan,
penyusuna...
 Berdasarkan pendapat tersebut bahwa penilaian
berbasis kelas adalah proses penilaian yang
dilakukan secara terus-menerus...
 Antara penilaian dan pembelajaran melekat
secara penuh. Pembelajaran yang bertujuan
membentuk peserta didik terampil ses...
Abdul Majid
 Penilaian berbasis kelas menggunakan
pengertian penilaian sebagai “assessment”
yaitu kegiatan yang dilakukan...
 Dalam hal ini kegiatan penilaian oleh guru
tentu sangat diharapkan membentuk
keterampilan berbahasa dan bersastra
pesert...
 Penilaian tidak boleh menyimpang dari
kompetensi yang ingin dicapai. Dengan kata
lain, penilaian harus menjamin validita...
Rusijono
 “ Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada
prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar
peserta didik t...
EVALUASI -apriek7@gmail.com
 Dari pendapat tersebut, bahwa penilaian
mempunyai prinsip menilai prestasi siswa.
Apa yang t...
 Dalam kajian telaah kepustakaan ini,bahwa
penilaian kelas antara lain penilaian unjuk
kerja/kinerja (performance), penil...
 Namun, tidak semuanya diulas di sini karena
penulis hanya ingin mencermati kesesuaian
penilaian kelas tertentu saja yang...
 Dalam hal ini dapat diambil contoh pada
Standar Kompetensi (SK) bahasa dan sastra
Indonesia SMP kelas VII terdapat rumus...
 Karena pada kegiatan berwawancara tentu
saja melibatkan orang lain sebagai
narasumber
 misalnya pedagang,petani,pegawai...
 Teknik penilaian yang dipakai pun perlu
disesuaikan dengan karakteristik indikator,
tandar kompetensi dasar dan kompeten...
 Penilaian yang digunakan harus
mampu mengukur dan menentukan
tingkat ketercapaian kompetensi dan
sekaligus untuk menilai...
 Dapat pula disajikan contoh kompetensi
dasar (KD) yang lain yang termaktub di
dalam kurikulum pada kelas VII jenjang SMP...
 Penilaian berbasis kelas yang diperlakukan
adalah kegiatan secara individu dan
menggunakan media audio atau audiovisual
...
 Penilaian berbasis kelas di sini
mencermati keterampilan membaca,
dengan penilaian kinerja.
 Penilaian unjuk kerja atau...
 Berkaitan dengan contoh tersebut guru dapat
menyusun langkah-langkah penilaian unjuk
kera atau kinerja. Penilaian kinerj...
Abdul Majid
 Performance assessment adalah suatu
penilaian yang meminta peserta tes untuk
mendemonstrasikan dan mengaplik...
 Berdasarkan pendapat tersebut dapat
diketahui bahwa dalam penilaian kinerja
(performance assessment) siswa peserta
didik...
 Dalam penilaian kinerja ini tentu saja
yang diharapkan adalah tahap demi
tahap tindakan siswa peserta didik
dalam mengap...
 Dengan demikian guru perlu merumuskan
dan melakukan kegiatan yang harus dilalui
siswa peserta didik melalui tahapan lang...
 Kemudian dapat dilanjutkan dengan tahapan
merumuskan perilaku kemampuan-kemampuan
spesifik yang penting dan diperlukan u...
 Setelah itu, guru dapat mengurutkan kriteria
yang telah dirumuskan berdasarkan urutan
yang dapat diamati.Jika perlu, gur...
 Selain penilaian kinerja (performance assessment),
dapat pula digunakan adalah penilaian sikap dalam
proses pembelajaran...
 Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas
VII terdapat kompetensi dasar misalnya 3.3
membacakan berbagai teks perangka...
 Dalam hal ini aspek keterampilan yang ingin
dituju serta kompetensi dasarnya perlu dicermati
dengan saksama. Oleh sebab ...
EVALUASI -apriek7@gmail.com
 Kompetensi dasar-kompetensi dasar yang
mengacu kepada pembentukan nilai-nilai
sikap seyogyan...
 Sikap yang bagaimana yang dianggap mampu
mencerminkan kompetensi dasar tersebut tentu
juga perlu pengkajian yang mendala...
Klausmeier (1985)
dalam Abdul Majid
 Ada tiga model belajar dalam rangka
pembentukan sikap. Model-model ini sesuai
dengan...
 Mengamati dan meniru, pembelajaran model ini berlangsung
pengamatan dan peniruan melalui model (learning through
modelin...
 Berdasarkan pendapat tersebut perlu
digarisbawahi bahwa pembentukan sikap
siswa peserta didik ada tiga point yang
sangat...
 Untuk point yang pertama bahwa model belajar
dalam rangka pembentukan sikap dapat dari
mengamati dan meniru. Bila dalam ...
 Sedangkan untuk point yang kedua yaitu model
belajar dalam rangka pembentukan sikap dapat
dari menerima penguatan baik p...
Mukhtar dan Rusmini
 Dalam proses pembelajaran, perilaku siswa
juga sangat dipengaruhi oleh penguatan
(reinforcement) yan...
 Berdasarkan pendapat tersebut nyatalah
sekali bahwa seorang guru sangat penting
dalam membentuk nilai-nilai sikap siswa
...
Weber dan Cooper(1990)
dalam Muthar dan Rusmini
 Berkaitan dengan penguatan (reinforcement) menurut
pendapat yaitu:
 Pos...
 Extinction is the removal of a reward or decrease
the frecuencyof undesired behavior,especially
behavior that was previo...
 Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui
bahwa penguatan (reinforcement) antara lain
berupa penguatan positif,pengu...
 Sedangkan bila penguatan negatif (negative
reinforcement) yaitu apabila perilaku siswa
disertai dengan peniadaan konseku...
 Sekadar contoh untuk melengkapi uraian tersebut, di sini
diberikan contoh-contoh untuk keempat penguatan
tersebut. Misal...
 Sedangkan untuk penguatan negatif (negative
reinforcement) contohnya bahwa siswa peserta
didik mengetahui jika tidak men...
 Sedangkan untuk contoh pemadaman (extinction)
misalnya saat siswa peserta didik mengajukan saran pada
saat proses pembel...
 Hal-hal tersebut diharapkan membngun
kondisional yang ingin dituju dalam
membentuk dan memberikan nilai-nilai
sikap kepa...
 Pembelajaran akan dianggap dapat berhasil
dengan memperoleh nilai-nilai sikap. Nilai-nilai
sikap terebut dapat diambil o...
 Setelah diulas mengenai penilaian kinerja
(performance assessment) dan penilain
sikap, di sini juga ingin diulas dan dis...
Rusijono
 Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban
yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk
tulisan. Da...
 Dari pendapat tersebut dapat diketahui
bahwa ternyata tes tertulis tersebut tidak
sekadar yang biasa dikenal secara umum...
 Bahwa keterlibatan semua komponen dalam
diri siswa peserta didik dapat dijembatai
dengan tes tertulis yang kelihatannya
...
Abdul Majid
 Tes tertulis merupakan tes dalam bentuk bahan
tulisan (baik soal maupun jawabannya). Dalam
menjawab soal sis...
 Oleh sebab itu,layaklah bila penilaian kelas yang
berupa tes tulis digunakan dalam penilaian mata
pelajaran bahasa Indon...
Rusijono
 Ada dua bentuk tes tertulis,yaitu:
 Soal dengan memilih jawaban,mencakup:
pilihan ganda, dua pilihan (benar-sa...
 Penyusunan instrument penilaian tertulis perlu
dipertimbangkan hal-hal berikut:
 Materi, misalnya kesesuaian soal denga...
 Dari uraian tersebut maka dapat diketahui
bahwa tes tertulis tersebut cukup kompleks
memuat kaidah-kaidah atau aturan
pe...
PENUTUP
EVALUASI -apriek7@gmail.com
SIMPULAN DAN SARAN
 Penilaian atau evaluasi dalam pembelajaran
khususnya dalam mata pelajaran bahasa
Indonesia yang dapat...
 Dari uraian dalam pembahasan dapat diambil
simpulan bahwa penilaian kelas yang meliputi
penilaian unjuk kerja (performan...
 Namun demikian,penulis mengambil sikap
bahwa yang paling signifikann dan urgen yang
dianggap mampu menjembatani sesuai
k...
 Kiranya bila ada telaah kepustakaan yang
lain atau berikutnya tentang penilaian kelas
diharapkan telaah tersebut dapat d...
DAFTAR PUSTAKA
 Abdul Karim,|Muchtar dkk.1999.Evaluasi
Pembelajaran.(Materi Pelatihan Manajemen
Kepala SLTP Negeri/Swasta...
 Mukthar dan Rusmini.2008.Pengajaran
Remedial Teori dan Penerapannya dalam
Pembelajaran.Jakarta:PT Nimas Multima
 Peratu...
 Sugono,Dendy dkk. 2008.Kamus Bahasa
Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Tim
Penyusun Kamus Pusat Bahasa.
 Undang-undang N...
TERIMA KASIH
EVALUASI -apriek7@gmail.com
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Evaluasi -Penilaian Kelas

5,866 views
5,746 views

Published on

Penilaian berbasis kelas memperhatikan individu secara nyata.

3 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
5,866
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
150
Comments
3
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Evaluasi -Penilaian Kelas

  1. 1. PROGRAM PASCASARJANA Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia   Universitas Muhammadiyah Surabaya 2011-2012 EVALUASI -apriek7@gmail.com
  2. 2. MATA KULIAH EVALUASI -apriek7@gmail.com EVALUASI PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA
  3. 3. OLEH: SRI APRIWATIE EVALUASI -apriek7@gmail.com
  4. 4. DOSEN PENGAMPU Drs.DJOKO SOELOEH MARHAEN,MA EVALUASI -apriek7@gmail.com
  5. 5. PENILAIAN KELAS DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA EVALUASI -apriek7@gmail.com
  6. 6. PENDAHULUAN EVALUASI -apriek7@gmail.com
  7. 7. EVALUASI -apriek7@gmail.com  Pembangunan nasional di Indonesia khususnya dalam pendidikan oleh pemerintah telah difasilitasi dengan upaya-upaya yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia.
  8. 8.  Pemerintah sesuai dengan tujuan pendidikan secara nasional ingin membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 EVALUASI -apriek7@gmail.com
  9. 9.  Oleh sebab itu, pemerintah secara sistematik mengelola sedemikian rupa agar insan-insan yang bergerak dalam pendidikan mampu untuk mewujudkan tujuan tersebut. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  10. 10.  Guru sebagai ujung tombaknya mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam bidang pendidikan terutama pembelajaran.  Oleh sebab itu, guru harus mampu mengemban amanat itu. Hal ini sesuai dengan pasal satu pada Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen EVALUASI -apriek7@gmail.com
  11. 11. EVALUASI -apriek7@gmail.com  "Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah."
  12. 12.  Oleh sebab itu, sebagai seorang guru perlu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan penilaian atau evaluasi. Selain itu, guru dapat memggunakan evaluasi yang sesuai bagi peserta didiknya, dengan harapan hasil pencapaian Kriterian Ketuntasan Minimal (KKM) dapat tercapai dan atau terlampaui. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  13. 13.  Bagaimana penilaian dalam pembelajaran bahasa Indonesia? Di sini akan dikaji secara telaah kepustakaan. Dengan kajian telaah ini, diharapkan bermanfaat secara praktis sehingga penggunaan penilaian atau evaluasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia memiliki kebermaknaan. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  14. 14. EVALUASI -apriek7@gmail.com PEMBAHASAN
  15. 15. PENGERTIAN PENILAIAN ATAU EVALUASI EVALUASI -apriek7@gmail.com
  16. 16. Penilaian atau Evaluasi  Dalam Kamus Bahasa Indonesia evaluasi adalah penilaian (2008:403). Dari istilah tersebut dapat diketahui bahwa secara sederhana seorang guru harus melakukan kegiatan menilai. Kegiatan tersebut merupakan tugas yang melekat dengan kegiatan mengajar. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  17. 17. Dari pengertian atau definisi yang termaktub dalam Kamus Bahasa Indonesia tersebut, penilaian dan evaluasi itu sama artinya. Hal ini lebih memudahkan jika istilah yang dipakai di sini dalam uraian tulisan ini digunakan istilah penilaian.  Bagaimana dengan pendapat ahli mengenai pengertian penilaian? Di sini disajikan beberapa pendapat ahli tentang penilaian. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  18. 18.   Guba dan Lincoln  dalam (Wina Sanjaya, 181:2005)  Evaluasi merupakan proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan (evaluand). Sesuatu yang dipertimbangkan itu bisa berupa orang, benda, kegiatan, keadaan, atau sesuatu kesatuan tertentu.”  http://wyw1d.wordpress.com (9Desember 2009) EVALUASI -apriek7@gmail.com
  19. 19.  Berdasarkan pendapat Guba dan Linclon dapat diketahui bahwa evaluasi adalah berupa proses atau pekerjaan yang bertahap, pekerjaan yang memberi pertimbangan-pertimbangan sehingga nantinya mengerucut ke dalam suatu angka-angka atau nilai. Penilaian di sini mengenai nilai dan arti sesuatu yang ditpertimbangkan maksudnya memberi nilai bisa terhadap orang, benda, kegiatan, keadaan, atau sesuatu kesatuan tertentu. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  20. 20. Muchtar Abdul Karim  ”Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.Pengambilan keputusan yang baik, biasanya didasari dengan data-data yang akurat hasil penilaian.sedangkan evaluasi diartikan sebagai suatu serangkaian untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan efisiensi pelaksanaan suatu program (pembelajaran) (1999:1). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  21. 21.  Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa penilaian di sini tentu berupa rangkaian kegiatan yang bertujuan menganalis atau mengupas atau membedah serta menafsirkan suatu perolehan data atau hasil belajar siswa peserta didik. Kegiatan tersebut tentu melibatkan siswa peserta didik yang dinilai, sedangkan guru sebagai fasilitator karena gurulah yang memfasilitasi proses tersebut.EVALUASI -apriek7@gmail.com
  22. 22.  Analisis dan penafsiran data tentu menggunakan aturan atau kaidah yang tepat. Kegiatan tersebut terjadi dalam suatu sistem, kegiatan ini tentu saja melibatkan siswa peserta didik, guru, sekolah sebagai lembaga pemerintahan yang menaungi dan orang tua. Karena penilaian tidak bisa dipisahkan dengan pembelajaran maka hasil penilaian tersebut merupakan satu kesatuan dengan proses pembelajaran. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  23. 23. Rusijono  “Penilaian adalah proses penginterpretasian skor tes dan pengambilan keputusannya. Penginterpretasian skor adalah pemberian makna terhadap skor tes agar bisa dipahami dan dimanfaatkan hasilnya. Hasil suatu tes perlu diinterpretasikan karena hasilnya baru berupa skor mentah (raw skor). Skor mentah hanya berupa angka yang maknanya bisa diperoleh melalui penginterpretasian (2011:4) . EVALUASI -apriek7@gmail.com
  24. 24.  Berdasarkan pendapat tersebut, di sini penilaian adalah proses penginterpretasian skor tes dan pengambilan keputusannya maka penilaian tersebut adalah suatu kegiatan yang memiliki tahap demi tahap untuk memberi makna terhadap penilaian dengan diwujudnyatakan dalam angka-angka. Angka di sini masih memerlukan interpretasi berdasarkan patokan criteria yang digunakan untuk pendeskripsian kompetensi yang dicapai siswa peserta didik. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  25. 25. PRINSIP PENILAIAN DAN CARA PEMEBERIAN NILAI EVALUASI -apriek7@gmail.com
  26. 26.  Muchtar Abdul Karim (1999:3) “Ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam kegiatan penilaian sehubungan dengan fungsinya sebagai alat perbaikan kegiatan belajar mengajar, penentuan kenaikan kelas dan kelulusan,penempatan,seleksi,maupun motivasi yang meliputi prinsip berikut: 1.menyeluruh, 2.berkesinambungan, 3.berorientasi pada tujuan, 4.objektif, 5.terbuka, 6.kebermaknaan, 7.penyesuaian, 8.mendidik. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  27. 27. Muchtar Abdul Karim (1999:3) Fungsi penilaian sebagai bagian dari proses belajar mengajar, hasil kegiatan penilaian dan evaluasi dapat difungsikan sebagai: 1.acuan guna perbaikan kegiatan belajar mengajar, 2.acuan guna penentuan kenaikan kelas dan kelulusan, 3.alat seleksi, 4.alat penempatan, 5.alat motivasi EVALUASI -apriek7@gmail.com
  28. 28.  Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa penilaian mempunyai fungsi-fungsi yang cukup signifikan. Fungsi penilaian sebagai acuan perbaikan dalam kegiatan belajar dan mengajar tentu saja menuntut guru agar memberi kesempatan peserta didik melakukan kegiatan memperbaiki proses atau tahapan kegiatan belajar yang dilalui peserta didik. Bahwa di sini dianggap peserta didik belum mencapai kompetensi yang dilalui. Sedang fungsi penilaian sebagai acuan penentuan kenaikan kelas dan kelulusan, ini berkaitan sebagai penilaian hasil. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  29. 29.  Bahwa dengan penilaian hasil maka peserta didik bila telah mencapai dan melampaui kompetensi yang diujikan maka peserta didik mendapatkan laporan kemajuan pencapaian kompetensi tersebut. Selain itu, penilaian juga berfungsi untuk menyeleksi,misal pada saat proses seleksi. Contoh konkrit pada penerimaan peserta didik baru, seleksi siswa berprestasi dan banyak lagi ajang lomba yang lainnya. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  30. 30.  Demikian pula penilaian juga mempunyai fungsi sebagai alat penempatan dan alat motivasi. Bahwa dengan penilaian dapat diketahui tingkat kompetensi peserta didik. Dan penilaian akan membentuk motivasi bagi peserta didik untuk lebih berprestasi. Penilaian diharapkan mampu mendorong motivasi belajar siswa. Kegiatan yang berupa latihan dan tugas serta ulangan yang diberikan guru harus memungkinkan siswa peserta didik terus berupaya sedemikian rupa sehingga siswa peserta didik menjdikan belajar itu adalah kebutuhan yang menyenankan bukan dianggap sebagai sebuah kewajiban. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  31. 31. Muchtar Abdul Karim (1999:4) Cara pemberian nilai ada dua cara yaitu :  1.cara kuantitatif yaitu penyajian hasil penilaian dengan menggunakan angka dengan berpegang pada rentangan angka tertentu/misalnya dalam rentangan angka 0 (nol) sampai dengan 10 (sepuluh). Nilai yang diperoleh adalah 5, 6, 7, dan sebagainya, atau pada rentangan angka 0 (nol) sampai 100 (seratus) nilai yang diperoleh adalah 50, 65, 80, dan sebagainya. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  32. 32. EVALUASI -apriek7@gmail.com  2.Cara kualitatif, yaitu penyajian hasil penilaian dengan menggunakan bentuk pernyataan verbal, misalnya baik sekali, baik, cukup, kurang sekali. Cara yang sering dipergunakan dalam kegiatan penilaian dan penyajian di rapor dengan cara kuantitatif menggunakan bilangan bulat. Penyajian nilai di rapor dengan cara kuantitatif menggunakan bilangan bulat. Mengingat tujuan pendidikan nasional, perlu diberikan perhatian yang cukup pada penilaian aspek-aspek berlaku dan keterampilan yang penilainnya menggunakan cara kualitatif, hendaknya guru dibiasakan menggunakan cara ini (tes skala sikap, tes pengamatan dan sebagainya) melalui berbagai latihan mandiri.
  33. 33.  Perlu benar-benar disadari bahwa nilai 10 (sempurna) yang diberikan kepada siswa bukanlah cerminan kemampuan maksimal dari peserta didik, akan tetapi baru merupakan skor/nilai maksimal yang diraih siswa peserta didik dengan menggunakan alat ukur bersangkutan. Tidak tertutup kemungkinan siswa tersebut mampu menjawab tes/soal dengan tingkat kesukaran yang lebih tinggi dibanding tes/soal yang pernah diberikan. Oleh karena itu, nilai 10 dalam rapor bukanlah sesuatu tabu dan mustahil untuk diberikan kepada siswa. Selama kemampuannya memang menunjukkan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  34. 34.  Dari pendapat tersebut, tentu saja harus diperhatikan bahwa dalam kegiatan penilaian perlu disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran bahasa Indonesia. Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia memiliki aspek mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan ini mempunyai tujuan membentuk peserta didik memiliki keempat keterampilan tersebut dengan baik. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  35. 35. Penilaian Kelas dan Karakteristik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia EVALUASI -apriek7@gmail.com
  36. 36.  Aspek-aspek yang ada dalam mata pelajaran bahasa Indonesia dalah aspek-aspek mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek keterampilan ini mempunyai tujuan membentuk peserta didik memiliki keempat keterampilan tersebut dengan baik. Dan keempat keterampilan tersebut tidak bisa berdiri sendiri, keempatnya mempunyai hubungan yang saling terkait satu sama lain. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  37. 37.  Berdasarkan karakteristik mata pelajaran bahasa Indonesia tersebut maka kegiatan penilaian atau evaluasi bahasa Indonesia dengan teknik penilaian berbasis penilaian kelas mampu menjembatani kondisional tersebut. Penilaian berbasis kelas memiliki berbagai jenis evaluasi, baik evaluasi yang berkaitan dengan pengujian dan pengukuran tingkat kognitif menggunakan tes, maupun evaluasi terhadap perkembangan mental melalui penilaian tentang sikap, produk atau karya EVALUASI -apriek7@gmail.com
  38. 38.  Dengan karakteristik mata pelajaran bahasa Indonesia yang menonjolkan keterampilan tersebut acuan cara pemberian nilai baik kuantitatif dan kuatitatif sangat signifikan.  Karakteristik mata pelajaran bahasa Indonesia beserta penilaian mengandung pengertian bahwa penilaian tersebut adalah sebuah proses dan berhubungan dengan pemberian nilai atau arti EVALUASI -apriek7@gmail.com
  39. 39.  Sebagai suatu proses, pelaksanaan penilaian seharusnya berupa tindakan yang harus dilakukan. Dengan demikian, penilaian bukan sekadar produk atau hasil, melainkan rangkaian kegiatan. Sebagai pemberian nilai atau arti, penilaian harus menunjukkan kualitas yang dinilai. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  40. 40. Depdiknas ( 2006:4)  Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portofolio), dan penilaian diri (). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  41. 41.  Berdasarkan pendapat tersebut bahwa penilaian berbasis kelas adalah proses penilaian yang dilakukan secara terus-menerus. Penilaian dilakukan pada saat siswa melaksanakan proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, seperti di laboratorium atau lapangan. Dengan demikian kegiatan evaluasi atau penilaian bukan merupakan kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  42. 42.  Antara penilaian dan pembelajaran melekat secara penuh. Pembelajaran yang bertujuan membentuk peserta didik terampil sesuai kompetensi yang perlu dicapai oleh siswa peserta didik. Hal ini tentu saja perlu disusun oleh guru secara sistematis dan berencana serta diharapkan penilaian kelas ini mampu mengemban fungsi-fungsi sebuah penilaian. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  43. 43. Abdul Majid  Penilaian berbasis kelas menggunakan pengertian penilaian sebagai “assessment” yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan belajar mengajar. Data atau informasi dari penilaian berbasis kelas merupakan salah satu bukti yang dapat digunakan untuk mengukur suatu keberhasilan program pendidikan (2008:185). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  44. 44.  Dalam hal ini kegiatan penilaian oleh guru tentu sangat diharapkan membentuk keterampilan berbahasa dan bersastra peserta didik. Penilaian di sini tidak hanya untuk memenuhi syarat administratif saja, tetapi juga diarahkan untuk memperoleh ketercapaian kompetensi seperti yang dirumuskan pada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  45. 45.  Penilaian tidak boleh menyimpang dari kompetensi yang ingin dicapai. Dengan kata lain, penilaian harus menjamin validitas. Dengan demikian, setiap kompetensi menuntut jenis atau alat penilaian yang berbeda. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  46. 46. Rusijono  “ Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian suatu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator- indikator pencapaian hasil belajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor. Ada tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja , penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri (2011:7). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  47. 47. EVALUASI -apriek7@gmail.com  Dari pendapat tersebut, bahwa penilaian mempunyai prinsip menilai prestasi siswa. Apa yang telah dicapai siswa. pencapaian itu tetap berdasarkan indikator-indikator. Tentu saja berkaitan erat dengan kompetensi yang diinginkan. Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, kompetensi tersebut sangat mendukung siswa untuk diperlakukan dengan penilaian berbasis kelas.
  48. 48.  Dalam kajian telaah kepustakaan ini,bahwa penilaian kelas antara lain penilaian unjuk kerja/kinerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portofolio), dan penilaian diri sesuai dasar acuan yang diambil dari sumber- sumber kepustakaan tersebut di atas. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  49. 49.  Namun, tidak semuanya diulas di sini karena penulis hanya ingin mencermati kesesuaian penilaian kelas tertentu saja yang dikaitkan dengan karakteristik mata pelajaran bahasa Indonesia. Penulis membatasi dengan tiga jenis penilaian kelas yaitu penilaian unjuk kerja/kinerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  50. 50.  Dalam hal ini dapat diambil contoh pada Standar Kompetensi (SK) bahasa dan sastra Indonesia SMP kelas VII terdapat rumusan materi yang pembelajarannya dapat disiasati dilakukan di luar kelas. Pada Kompetensi Dasar 9.2 Menuliskan dengan singkat hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dalam wawancara. Mengapa bisa dilaksanakan di luar kelas? EVALUASI -apriek7@gmail.com
  51. 51.  Karena pada kegiatan berwawancara tentu saja melibatkan orang lain sebagai narasumber  misalnya pedagang,petani,pegawai atau karyawan. Oleh sebab itu, penilaian yang dilaksanakan diupayakan berpijak dan mempertimbangkan semua aspek penilaian.  Di sini tidak hanya didasarkan pada hasil akhir atau produk yang dihasilkan siswa saja. Keterlibatan dan keaktifan siswa harus dipertimbangkan selain sebuah produk sebagai hasil akhir. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  52. 52.  Teknik penilaian yang dipakai pun perlu disesuaikan dengan karakteristik indikator, tandar kompetensi dasar dan kompetensi dasar yang ingin dicapai . oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan jika satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian. Hal ini dapat terjadi karena memuat ranah (domain) kognitif, psikomotor dan afektif. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  53. 53.  Penilaian yang digunakan harus mampu mengukur dan menentukan tingkat ketercapaian kompetensi dan sekaligus untuk menilai efektivitas proses pembelajaran. Oleh sebab itu penilaian dilakukan secara efektif. Agar tujuan penilaian tercapai, guru berupaya menggunakan berbagai metode dan teknik penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik pengalaman belajar yang akan ditempuh siswa peserta didik. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  54. 54.  Dapat pula disajikan contoh kompetensi dasar (KD) yang lain yang termaktub di dalam kurikulum pada kelas VII jenjang SMP misalnya pada aspek mendengarkan, kompetensi dasarnya 1.1Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat, tentu saja alat penilaiannya disesuaikan dengan keterampilan yang ingin dibentuk. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  55. 55.  Penilaian berbasis kelas yang diperlakukan adalah kegiatan secara individu dan menggunakan media audio atau audiovisual dengan sintak pembelajaran metode pemodelan,inkuiri,tanya jawab atau penugasan. Hal ini akan berbeda perlakuan untuk kompetensi dasar yang lain, semisal aspek membaca dengan kompetensi dasar 3.3 Membacakan berbagai teks perangkat upacara dengan intonasi yang tepat.EVALUASI -apriek7@gmail.com
  56. 56.  Penilaian berbasis kelas di sini mencermati keterampilan membaca, dengan penilaian kinerja.  Penilaian unjuk kerja atau penilaian kinerja (performance assesment) menitikberatkan bahwa siswa peserta didik diharapkan mampu mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh dengan konteks yang diinginkan. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  57. 57.  Berkaitan dengan contoh tersebut guru dapat menyusun langkah-langkah penilaian unjuk kera atau kinerja. Penilaian kinerja (performance assessment) seperti yang diuraikan dalam EVALUASI -apriek7@gmail.com
  58. 58. Abdul Majid  Performance assessment adalah suatu penilaian yang meminta peserta tes untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan (2008:200). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  59. 59.  Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa dalam penilaian kinerja (performance assessment) siswa peserta didik melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan melakukan tindakan olah laku secara nyata. Siswa peserta didik bertindak sesuai langkah-langkah yang dituntut dalam kompetensi yang ingin dicapai. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  60. 60.  Dalam penilaian kinerja ini tentu saja yang diharapkan adalah tahap demi tahap tindakan siswa peserta didik dalam mengaplikasikan apa dan bagaimana yang ingin dinyatakan dalam proses pembelajaran sampai kepada hasil proses. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  61. 61.  Dengan demikian guru perlu merumuskan dan melakukan kegiatan yang harus dilalui siswa peserta didik melalui tahapan langkah- langkah penilaian kinerja (performance assessment) ini meliputi kegiata-kegiatan yaitu yang pertama guru mengidentifikasi terhadap langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir (output) yang terbaik. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  62. 62.  Kemudian dapat dilanjutkan dengan tahapan merumuskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik yang penting dan diperlukan untuk menyeesaikan tugas dan menghasilkan hasil akhir (output) yang terbaik. Tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan guru adalah merumuskan kriteria- kriteria kemampuan yang akan diukur. Kemampuan ini tidak perlu terlalu banyak dan luas karena kemampuan-kemampuan tersebut dapat diobeservasi selama proses tersebut. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  63. 63.  Setelah itu, guru dapat mengurutkan kriteria yang telah dirumuskan berdasarkan urutan yang dapat diamati.Jika perlu, guru dapat membandingkan dengan kriteria-riteria kemampuan yang dibuat sebelumnya oleh guru atau orang lain. Hal ini digunakan sebagai bandingan dan bahan yang diperlukan guru untuk menyusun penilaiaan yang valid dan akuntabel. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  64. 64.  Selain penilaian kinerja (performance assessment), dapat pula digunakan adalah penilaian sikap dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia atau bisa pula dengan penilaian kelas yang lain misalnya penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portofolio), dan penilaian diri,tinggal bagaimana guru merancangnya disesuaikan dengan aspek keterampilan yang ingin dibentuk serta dengan memperhatikan karakteristik kompetensi dasarnya. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  65. 65.  Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII terdapat kompetensi dasar misalnya 3.3 membacakan berbagai teks perangkat upacara dengan intonasi yang tepat,atau 15.1 membaca indah puisi dengan menggunakan irama, volume suara,mimik,kinestik yang sesuai dengan isi puisi, tentu akan berbeda dengan kompetensi dasar yang lainnya misalnya dapat dicermati kompetensi dasar pada kelas IX,  semisal 10.1 berpidato/berceramah/berkhotbah dengan intonasi yang tepat dan artikulasi serta volume suara yang jelas. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  66. 66.  Dalam hal ini aspek keterampilan yang ingin dituju serta kompetensi dasarnya perlu dicermati dengan saksama. Oleh sebab itu, penilaian kelas yang ingin digunakan perlu dianalisis apakah sudah sesuai atau tidak. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  67. 67. EVALUASI -apriek7@gmail.com  Kompetensi dasar-kompetensi dasar yang mengacu kepada pembentukan nilai-nilai sikap seyogyanya dapat dilaksanakan dengan menggunakan penilaian sikap. Dan tidak menutup kemungkinan dapat digunakan dengan penilaian kelas yang lain karena kompetensi dasar tersebut saling berkaitan dalam membentuk keempat keterampilan berbahasa.
  68. 68.  Sikap yang bagaimana yang dianggap mampu mencerminkan kompetensi dasar tersebut tentu juga perlu pengkajian yang mendalam. Ketercapaian kompetensi tersebut tentu saja akan berkaitan erat dengan keterampilan membaca siswa. Kompetensi ini tidak hanya sekadar membaca tetapi juga dinilai sikap siswa peserta didik dalam keterampilan membacanya atau mngkin keterampilan berbicaranya. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  69. 69. Klausmeier (1985) dalam Abdul Majid  Ada tiga model belajar dalam rangka pembentukan sikap. Model-model ini sesuai dengan kepentingan penerapan dalam dunia pendidikan. Tiga model tersebut. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  70. 70.  Mengamati dan meniru, pembelajaran model ini berlangsung pengamatan dan peniruan melalui model (learning through modeling). Tingkah laku manusia dipelajari dengan mengamati dan meniru tingkah laku atau perbuatan orang ain terutama orang-orang yang berpengaruh.  Menerima penguatan, penguatan dapat berupa ganjaran (penguatan positif) dan dapat berupa penguatan hukuman (penguatan negatif). Dalam proses pendidikan, guru atau orang tua dapat memberikan ganjaran berupa pujian atau hadiah kepada anak yang berbuat sesuai dengan nilai-nilai tertentu. Dari waktu ke waktu respon yang diberi ganjaran tersebut akan bertambah kuat.  Menerima informasi verbal, informasi tentang berbagai hal dapat diperoleh melalui lisan atau tulisan. Informasi tentang objek tertentu yang diperoleh oleh seseorang akan mempengaruhi pembentukan sikapnya terhadap objek yang bersangkutan (2008:213). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  71. 71.  Berdasarkan pendapat tersebut perlu digarisbawahi bahwa pembentukan sikap siswa peserta didik ada tiga point yang sangat penting yaitu yang pertama adalah mengaati dan meniru, yang kedua adalah menerima penguatan dan yang ketiga adalah menerima informasi verbal. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  72. 72.  Untuk point yang pertama bahwa model belajar dalam rangka pembentukan sikap dapat dari mengamati dan meniru. Bila dalam konteks mengamati dan meniru guru dapat menyiasati dengan metode pemodelan, maka harapannya seorang guru mampu menyusun rancangan penilaian kelas dengan memperhatikan model pembelajaran yang bisa mengerucut mendapatkan kepada keterampilan siswa dengan memperhatikan nilai-nilai sikap yang dikembangkan. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  73. 73.  Sedangkan untuk point yang kedua yaitu model belajar dalam rangka pembentukan sikap dapat dari menerima penguatan baik penguatan secara positif dan negatif. Hal ini memang bisa berterima karena adanya penguatan akan memotivasi siswa peserta didik untuk melakukan eksplorasi nilai-nilai sikap yang ingin dicapai. Tentu saja peranan guru sebagai fasilitator dan motivator sangat membantu. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  74. 74. Mukhtar dan Rusmini  Dalam proses pembelajaran, perilaku siswa juga sangat dipengaruhi oleh penguatan (reinforcement) yang diberikan oleh seorang guru kepada mereka(2008:69). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  75. 75.  Berdasarkan pendapat tersebut nyatalah sekali bahwa seorang guru sangat penting dalam membentuk nilai-nilai sikap siswa peserta didiknya. Guru dianggap sebagi ujung tombak sebagai pendongkrak perilaku siswa. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  76. 76. Weber dan Cooper(1990) dalam Muthar dan Rusmini  Berkaitan dengan penguatan (reinforcement) menurut pendapat yaitu:  Positive reinforcement is the introduction of a reward or a reward following desirable behavior:its effect is to increase the frecuency of a desired behavior.  Negative reinforcement (avoidance) is the removal of a punishment or another means of increasing the frecuency of desiredbehavior. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  77. 77.  Extinction is the removal of a reward or decrease the frecuencyof undesired behavior,especially behavior that was previously rewarded.  Punisment is the introduction of a punishment or the presentation of unpleasantor oversice,consequences as a result of undesirable behavior(2008:69). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  78. 78.  Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa penguatan (reinforcement) antara lain berupa penguatan positif,penguatan negative,pemadaman (extinction),hukuman (punisment).  Bahwa dalam penguatan positif ( positive reinforcement) tentu terdapat konsekuensi yang menyenangkan sehingga inilah yang mendorong terjadinya pengulangan perilaku yang diiginkan itu. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  79. 79.  Sedangkan bila penguatan negatif (negative reinforcement) yaitu apabila perilaku siswa disertai dengan peniadaan konsekuensi yang tidak meyenangkan, pemadaman (extinction) terjadi apabila tidak ada konsekuensi yang berarti bagi suatu perilaku, hukuman (punisment) terjadi apabila konsekuensi yang tidak menyenangkan menyertai perilaku tertentu. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  80. 80.  Sekadar contoh untuk melengkapi uraian tersebut, di sini diberikan contoh-contoh untuk keempat penguatan tersebut. Misalnya untuk penguatan positif ( positive reinforcement) contohnya siswa peserta didik berhasil memperoleh prestasi belajar yang tinggi, maka siwa peserta didik tersebut akan memperoleh penghargaan dari gurunya. Hal ini akan mengakibatkan bahwa siswa peserta didik merasa dihargai dan perilaku ini akan berkecenderungan siswa peserta didik tersebut ingin memperoleh lebih tinggi dan lebih baik lagi prestasi belajarnya. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  81. 81.  Sedangkan untuk penguatan negatif (negative reinforcement) contohnya bahwa siswa peserta didik mengetahui jika tidak mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, maka siswa peserta didik tersebut akan memperoleh pestasi belajar yang rendah. Hal ini dapat menjadi dorongan agar siswa peserta didik dapat belajar dengan lebih baik. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  82. 82.  Sedangkan untuk contoh pemadaman (extinction) misalnya saat siswa peserta didik mengajukan saran pada saat proses pembelajaran, tetapi guru tidak menolak atau menerima saran tersebut atau tidak pula melakukan sesuatu yang lain, maka siswa peserta didik tersebut akan tidak bergairah lagi untuk mengajukan sarannya. Sedangkan untuk hukuman (punisment) misalnya siswa peserta didik yang tidak dapat megerjakan tugas yang diberikan guru, maka guru memberikan hukuman. Hukuman ini hanya sebagai konsekuensi tidak diselesaikannya tugas tersebut. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  83. 83.  Hal-hal tersebut diharapkan membngun kondisional yang ingin dituju dalam membentuk dan memberikan nilai-nilai sikap kepada siswa peserta didik.  Selain itu, siswa peserta didik juga bisa mendapatkan informasi baik secara lisan dan tulisan. Hal ini dengan harapan bahwa informasi verbal secara lisan dan tulisan dapat menjadikan siswa tertanam nilai-nilai sikapnya melalui pembelajaran. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  84. 84.  Pembelajaran akan dianggap dapat berhasil dengan memperoleh nilai-nilai sikap. Nilai-nilai sikap terebut dapat diambil oleh siswa peserta didik dengan cara mengamati atau meniru,menerima penguatan, dan menerima informasi verbal yang kesemuanya itu masih berkaitan dengan koridor nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  85. 85.  Setelah diulas mengenai penilaian kinerja (performance assessment) dan penilain sikap, di sini juga ingin diulas dan disajikan sedikit informasi mengenai tes tertulis (paper pencil) EVALUASI -apriek7@gmail.com
  86. 86. Rusijono  Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi juga dalam bentuk yang lain seperti member tanda,mewarnai,menggambar,dan lain sebagainya (2011:11) EVALUASI -apriek7@gmail.com
  87. 87.  Dari pendapat tersebut dapat diketahui bahwa ternyata tes tertulis tersebut tidak sekadar yang biasa dikenal secara umum yaitu hanya berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda dan uraian. Bahwa dari pendapat tersebut tes tertulis (paper and pencil test ) tersebut melibatkan sesuatu hasil ide yang tertuang di kertas. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  88. 88.  Bahwa keterlibatan semua komponen dalam diri siswa peserta didik dapat dijembatai dengan tes tertulis yang kelihatannya sederhana tetapi sebenarnya juga memuat kompleksitas. Hal ini dapat ditengarai bahwa dalam rambu-rambu tes tertulis juga memiliki kaidah-kaidah yang harus dianut. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  89. 89. Abdul Majid  Tes tertulis merupakan tes dalam bentuk bahan tulisan (baik soal maupun jawabannya). Dalam menjawab soal siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk menulis kalimat jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk mewarnai,memberi tanda, menggambar grafik,diagram dan sebagainya (2008:195). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  90. 90.  Oleh sebab itu,layaklah bila penilaian kelas yang berupa tes tulis digunakan dalam penilaian mata pelajaran bahasa Indonesia. Sekadar contoh bahwa dalam kompetensi dasar yang terdapat dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IX misalnya kompetensi dasar nomor 11.2 yaitu mengubah sajian grafik , tabel, atau bagan menjadi uraian melalui kegiatan membaca intensif, kompetensi ini bisa dengan menggunakan tes tertulis sebagai penilaian kelasnya. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  91. 91. Rusijono  Ada dua bentuk tes tertulis,yaitu:  Soal dengan memilih jawaban,mencakup: pilihan ganda, dua pilihan (benar-salah),dan menjodohkan.  Soal dengan mensuplai jawaban, mncakup:isian atau melengkapi,uraian terbatas, dan uraian. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  92. 92.  Penyusunan instrument penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:  Materi, misalnya kesesuaian soal dengan kompetensi dasar dan indicator pencapaian pada kurikulum tingkat satuan pendidikan,  Kontruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas.  Bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.  Kaidah penulisan, harus berpedoman pada kaidah penulisan soal yang baku dari berbagai bentuk soal penilaian(2011:14) EVALUASI -apriek7@gmail.com
  93. 93.  Dari uraian tersebut maka dapat diketahui bahwa tes tertulis tersebut cukup kompleks memuat kaidah-kaidah atau aturan penyusunannya. Perlu dicermati bahwa di sini yang disoroti adalah teknik penyusunan dan instrument, tentu saja ada beberapa hal lain yang mungkin dan tidak menutup kemungkinan hal-hal lain tersebut yang bisa ditambahkan oleh guru sebagai penyusun tes tertulis. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  94. 94. PENUTUP EVALUASI -apriek7@gmail.com
  95. 95. SIMPULAN DAN SARAN  Penilaian atau evaluasi dalam pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yang dapat menjembatani pada pengembangan keterampilan berbahasa dan bersastra adalah penilaian berbasis kelas. Dalam penilaian berbasis kelas , pengambilan nilai ini pada umumnya bertumpu pada kegiatan proses yang membentuk keterampilan berbahasa dan bersastra. Kegiatan ini dapat berlangsung baik di dalam maupun di luar kelas. Penilaian dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan EVALUASI -apriek7@gmail.com
  96. 96.  Dari uraian dalam pembahasan dapat diambil simpulan bahwa penilaian kelas yang meliputi penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portofolio), dan penilaian diri tersebut pada umumnya dapat digunkan untuk mata pelajaran bahasa Indonesia. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  97. 97.  Namun demikian,penulis mengambil sikap bahwa yang paling signifikann dan urgen yang dianggap mampu menjembatani sesuai karakteristik mata pelajaran bahasa Indonesia maka penulis pada umumnya menggunakan penilaian unjuk kerja/kinerja (performance assessment), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  98. 98.  Kiranya bila ada telaah kepustakaan yang lain atau berikutnya tentang penilaian kelas diharapkan telaah tersebut dapat ditelaah atau diambil dari sudut atau dari aspek yang lain serta jenis penilaian kelas selain penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test). EVALUASI -apriek7@gmail.com
  99. 99. DAFTAR PUSTAKA  Abdul Karim,|Muchtar dkk.1999.Evaluasi Pembelajaran.(Materi Pelatihan Manajemen Kepala SLTP Negeri/SwastaJawa Timur).Surabaya:Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan  Depdiknas. 2006. Model Penilaian Kelas. Jakarta: Depdiknas.  Majid,Abdul.2008.Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru.Bandung: PT Remaja Rosdakarya EVALUASI -apriek7@gmail.com
  100. 100.  Mukthar dan Rusmini.2008.Pengajaran Remedial Teori dan Penerapannya dalam Pembelajaran.Jakarta:PT Nimas Multima  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan  Rusijono dkk.2011. Materi Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru –Materi 5 Asesmen. Surabaya: Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan. EVALUASI -apriek7@gmail.com
  101. 101.  Sugono,Dendy dkk. 2008.Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa.  Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  Widodo,Rahmat.2009. Penilaian Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kelas [Tersedia] http://wyw1d.wordpress.com (9Desember 2009) EVALUASI -apriek7@gmail.com
  102. 102. TERIMA KASIH EVALUASI -apriek7@gmail.com

×