TUGAS
STRUKTUR DATA

Nama
Nim
Jurusan
Kelas

: Apriady
: C1255201020
: Teknik Informatika
:A
BAB I
1. PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Matriks adalah sekumpulan informasi yang setiap individu elemennya diarahkan
de...
1.2. Tujuan
Tujuan materi ini di pelajari adalah sebagai berikut:
1. Untuk dapat mengetahui cara mendeklarasikan suatu pro...
BAB II
2. PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian Matriks

Matriks adalah sekumpulan informasi yang setiap individu elemennya terdefi...
2.2.

Pendeklarasian Matriks

Berikut ini adalah beberapa pendeklarasian mengenai matriks:
1. Sebagai nama peubah.
DEKLARA...
ALGORITMA:
i1
while i ≤ Nbar do
j1
while j ≤ Nkol do
proses (M[i, j])
jj+1
endwhile
ii+1
endwhile

c. Pemrosesan dengan me...
2.4.

Program Matriks Dalam Pascal

Ini adalah contoh program yang dapat di coba dan di jalankan di dalam Turbo Pascal (TP...
Lanjutan Program . . .

writeln('Proses perkalian');
y := y + 1;
for i := 1 to m[1] do begin
x := 2;
for j := 1 to n[2] do...
Hasil Output Program di atas :
2. Program untuk menampilkan Matriks:

programMenampilkan_Angka_Matriks;
useswincrt;
var
kolom_1,kolom_2,kolom_3,kolom_4,k...
Hasil Output Program di atas:

2.5.

Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Matriks

Keuntungan struktur data matriks :
1. Pal...
BAB III
3. PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dengan mempelajari tentang matriks maka kita dapat mengetahui definisi dari matriks it...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas2

222 views

Published on

tugas struktur data semester 2

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
222
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas2

  1. 1. TUGAS STRUKTUR DATA Nama Nim Jurusan Kelas : Apriady : C1255201020 : Teknik Informatika :A
  2. 2. BAB I 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Matriks adalah sekumpulan informasi yang setiap individu elemennya diarahkan denganmenggunakan dua buah indeks (yang biasanya dikonotasikan dengan baris dan kolom). Elemen dari tipe terstruktur seperti larik dapat distrukturkan lagi. Sebuah larik yang setiap elemennya adalah larik lagi disebut sebagai matriks (matrix). Matriks telah dikenal secara luas dalam berbagai ilmu, terutama dalam bidang matematika. Sering dikatakan bahwa matriks adalah tabel atau array berdimensi 2.Tetapi patut di perhatikan,bahwa pengertian “dimensi 2”, “baris dan kolom” adalah dalam pemikiran kita.Pengaturan letak elemen matriks dalam memori komputer selalu tetap sebagai deretan sel “linier”.Pengertian 2 dimensi ini hanya untuk mempermudah pemrograman dalam mendesain programnya.Maka matriks adalah salah satu contoh struktur data “lojik”. Contoh : untuk matriks 3 x 4 sebagai berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Dapat disimpan secara linier dan kontigu dengan dua alternatif sebagai berikut : a. Perbaris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 b. Perkolom 1 5 9 2 6 10 3 7 11 4 8 12 Banyaknya baris dan banyaknya kolom biasanya disebut sebagai ukuran matriks. Contoh : matriks berukuran 4 x 5 mempunyai baris sebanyak 4 dam kolom sebanyak 5,sehingga dapat menyimpan 20 elemen.Ada beberapa bahasa pemrograman yang meminta ukuran matriks pada pendefinisian,ada yang meminta penomoran minimum dan maksimum dari baris dan kolom.Pada notasi algoritmik yang kita pakai,cara kedua yang akan di pakai,sebab ukuran matriks dapat di dedukasi dari penomoran. Matriks adalah struktur data yang statik,yaitu ukuran maksimum memorinya di tentukan dari awal.Batas indeks baris dan kolom harus terdefinisi dengan pasti saat dideklarasikan dan tak dapat di ubah-ubah.Seringkali dalam persoalan semacam ini,kita memesan memory secara “berlebihan” untuk alasan terjaminnya memory yang tersedia,dan hanya memakai sebagian saja.Biasanya memori yang di pakai (selanjutnya disebut efektif) adalah yang “kiri atas” seperti ilustrasi sebagai berikut,dimana pada saat deklarasi,memori maksimum yang di sediakan adalah 10 x 10,dan hanya akan di pakai untuk 3 x 4.
  3. 3. 1.2. Tujuan Tujuan materi ini di pelajari adalah sebagai berikut: 1. Untuk dapat mengetahui cara mendeklarasikan suatu program matriks. 2. Untuk dapat mengetahui cara menjalankan program dalam operasi matriks. 3. Untuk dapat mengetahui cara mendeklarasikan matriks di dalam teks algoritma yang ditulis di dalam bagian deklarasi. 4. Sebagai salah satu Tugas Mandiri Struktur Data.
  4. 4. BAB II 2. PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Matriks Matriks adalah sekumpulan informasi yang setiap individu elemennya terdefinisi berdasarkan dua buah indeks (yang biasanya dikonotasikan dengan baris dan kolom). Setiap elemen matriks dapat diakses secara langsung jika kedua indeks diketahui, danindeksnya harus bertype yang mempunyai keterurutan (suksesor), misalnya integer. Matriks adalah struktur data dengan memori internal. Struktur ini praktis untuk dipakai tetapi memakan memori! (Matriks integer 100 x 100 memakan 10000 xtempat penyimpanan integer). Sering dikatakan bahwa matriks adalah tabel atau array berdimensi 2. Tetapi patut diperhatikan, bahwa pengertian "dimensi 2", "baris dan kolom" adalah dalampemikiran kita. Pengaturan letak elemen matriks dalam memori komputer selalu tetapsebagai deretan sel "linier". Pengertian 2 dimensi ini hanya untuk mempermudahpemrogram dalam mendesain programnya. Maka matriks adalah salah satu contoh struktur data "lojik",misalanya mengisi elemen matriks yang baris ke 2 dan kolom ke 1 dengan nilai 100,maka cara mengisinya adalah A(2,1) 100.Contoh matriks bernama A dengan ukuran 2 x 3 (yang memiliki indeks baris 2 dan indeks kolom 3) : Elemen Matriks : A[1,1], A[1,2], A[1,3], A[2,1], A[2,2], A[2,3] Indeks baris dari Matriks A : 1, 2 Indeks kolom dari Matriks : 1, 2, 3 Mengisi elemen Matriks : A[2,1] 100
  5. 5. 2.2. Pendeklarasian Matriks Berikut ini adalah beberapa pendeklarasian mengenai matriks: 1. Sebagai nama peubah. DEKLARASI A : array [1..5, 1..4] of integer 2. Sebagai tipe DEKLARASI type Aaa : array[1..5, 1..4] of integer A : Aaa 3. Mendefinisikan ukuran maksimum matriks sebagai sebuah konstanta DEKLARASI const NbarisMaks = 20 const NkolomMaks = 20 A : array [1..NbarisMaks, 1..NKolomMaks] of integer 2.3. Pemrosesan Matriks dan Contoh Algoritmanya a. Pemrosesan dengan menggunakan for procedure ProsesMatriks1(input M : MatriksInt, input Nbar, Nkol : integer) {Pemrosesan elemen matriks M[1..Nbar, 1..Nkol] per baris per kolom.} {K.Awal : Matriks M sudah terdefinisi elemen-elemennya.} {K.Akhir : Setiap elemen matriks M telah diproses.} DEKLARASI i : integer j : integer ALGORITMA: for i 1 to Nbar do for j 1 to Nkol do Proses(M[i, j]) endfor endfor b. Pemrosesan dengan menggunakan while procedure ProsesMatriks2(input M : MatriksInt, input Nbar, Nkol : integer) {Pemrosesan elemen matriks M[1..Nbar, 1..Nkol] per baris per kolom.} {K.Awal : Matriks M sudah terdefinisi elemen-elemennya.} {K.Akhir : Setiap elemen matriks M telah diproses.} DEKLARASI i : integer j : integer
  6. 6. ALGORITMA: i1 while i ≤ Nbar do j1 while j ≤ Nkol do proses (M[i, j]) jj+1 endwhile ii+1 endwhile c. Pemrosesan dengan menggunakan repeat – until procedure ProsesMatriks3(input M : MatriksInt, input Nbar, Nkol : integer) {Pemrosesan elemen matriks M[1..Nbar, 1..Nkol] per baris per kolom.} {K.Awal : Matriks M sudah terdefinisi elemen-elemennya.} {K.Akhir : Setiap elemen matriks M telah diproses.} DEKLARASI i : integer j : integer ALGORITMA: i1 repeat j1 repeat proses (M[i, j]) jj+1 until j>Nkol ii+1 until i > Nbar
  7. 7. 2.4. Program Matriks Dalam Pascal Ini adalah contoh program yang dapat di coba dan di jalankan di dalam Turbo Pascal (TPW 1.5). 1. Program perkalian 2 (dua) Matriks : program perkalian_2_matriks; useswincrt; var M1 : array[1..20, 1..20] of longint; M2 : array[1..20, 1..20] of longint; M3 : array[1..20, 1..20] of longint; n : array[1..2] of integer; m : array[1..2] of integer; i, j, x, y, k, l : integer; begin clrscr; for k := 1 to 2 do begin write('Banyakbarismatrikske-', k, ' : '); readln(m[k]); write('Banyakkolommatrikske-', k, ' : '); readln(n[k]); end; if (n[1] <> m[2]) then writeln('Tidakbisadikalikan!') else begin writeln('Matrikspertama : '); y := 6; for i := 1 to m[1] do begin x := 8; for j := 1 to n[1] do begin gotoxy(x,y); readln(M1[i,j]); x := x + 8; end; y := y + 1; end; writeln('Matrikskedua : '); y := y + 1; for i := 1 to m[2] do begin x := 8; for j := 1 to n[2] do begin gotoxy(x,y); readln(M2[i,j]); x := x + 8; end; y := y + 1; end;
  8. 8. Lanjutan Program . . . writeln('Proses perkalian'); y := y + 1; for i := 1 to m[1] do begin x := 2; for j := 1 to n[2] do begin M3[i,j] := 0; for l := 1 to n[1] do begin; M3[i,j] := M3[i,j] + (M1[i,l] * M2[l,j]); gotoxy(x,y); write(M1[i,l], ' . ', M2[l,j]); if l < n[1] then begin write(' + '); end; x := x + 12; end; x := x + 15; end; y := y + 1; end; y := y + 1; for i := 1 to m[1] do begin x := 2; for j := 1 to n[2] do begin for l := 1 to n[1] do begin; gotoxy(x,y); write(M1[i,l] * M2[l,j]); if l < n[1] then begin write(' + '); end; x := x + 12; end; x := x + 15; end; y := y + 1; end; writeln; writeln('PerkalianMatriks : '); for i := 1 to m[1] do begin for j := 1 to n[2] do write(M3[i,j]:8); writeln; end; end; readln; end.
  9. 9. Hasil Output Program di atas :
  10. 10. 2. Program untuk menampilkan Matriks: programMenampilkan_Angka_Matriks; useswincrt; var kolom_1,kolom_2,kolom_3,kolom_4,kolom_5:array[1..10]of integer; n,i:integer; baca_t : char; begin gotoxy(25,2);writeln(' PROGRAM MATRIKS TAMPILAN'); gotoxy(25,3);writeln('=========================='); gotoxy(25,4);writeln(' Input AngkaDibawahIni'); gotoxy(25,5);writeln(' -------------------------'); gotoxy(25,6);writeln(' 0 0 0 0 1'); gotoxy(25,7);writeln(' 0 0 0 1 0'); gotoxy(25,8);writeln(' 0 0 1 0 0'); gotoxy(25,9);writeln(' 0 1 0 0 0'); gotoxy(25,10);writeln(' 1 0 0 0 0'); gotoxy(25,12);write(' Input JumlahOrdo : ' );readln(n); for i:= 1 to n do begin writeln; write('Input Angka 1 : ');readln(kolom_1[i]); write('Input Angka 2 : ');readln(kolom_2[i]); write('Input Angka 3 : ');readln(kolom_3[i]); write('Input Angka 4 : ');readln(kolom_4[i]); write('Input Angka 5 : ');readln(kolom_5[i]); end; writeln; clrscr; writeln(' Output Angka yang di Input'); writeln(' ****************************'); writeln; for i:= 1 to n do begin writeln(kolom_1[i]:32,kolom_2[i]:4,kolom_3[i]:4,kolom_4[i]:4,kolo m_5[i]:4); end; writeln;writeln; writeln('Press Any Key To Close Program'); baca_t :=readkey; donewincrt; end.
  11. 11. Hasil Output Program di atas: 2.5. Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Matriks Keuntungan struktur data matriks : 1. Paling mudah di operasikan 2. Ekonomis dalam pemakaian memory,bila semua elemen terisi 3. Akses ke setiap elemen memerlukan waktu yang sama Kerugiannya : 1. Memboroskan tempat jika banyak elemen yang tidak digunakan.
  12. 12. BAB III 3. PENUTUP 3.1. Kesimpulan Dengan mempelajari tentang matriks maka kita dapat mengetahui definisi dari matriks itu sendiri, dapat mendeklarasikan matriks, mengetahui proses matriks, mengetahui keuntungan dan kerugian menggunakan matriks serta mampu membuat algoritma dan program yang menggunakan matriks.

×