• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Renungan Kalbu
 

Renungan Kalbu

on

  • 1,179 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,179
Views on SlideShare
1,179
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
15
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Renungan Kalbu Renungan Kalbu Document Transcript

    • RENUNGAN : PELAJARAN HIDUP Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik. Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik. Ibu menjawab: “Mengapa? Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah. Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur. Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku. Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja. Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya? Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana . Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat. Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat. Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja. Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.” Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja. RENUNGAN HIDUP Hidup kita cuma di dalam 3 hari: 1. Semalam : Sudah menjadi sejarah 2. Hari ini : Apa yang sedang kita lakukan 3. Esok : Hari yang belum pasti Hisablah hari pertama semoga hari yang kedua kita lebih baik dari hari yang pertama. Jangan mengharap hari yang ketiga kerana mungkin ajal kita pada hari yang kedua. Hidup cuma dalam 2 nafas: 1. Nafas Naik 2. Nafas Turun
    • Hargailah Nafas yang naik kerana udara yang disedut adalah pemberian Allah secara percuma dan carilah keredhaanNya dalam menggunakannya. Bertaubatlah dalam Nafas yang kedua kerana mungkin nafas itu yang terakhir keluar dari tubuh bersama Nyawa dan Roh untuk meninggalkan dunia yang fana ini. Hidup yang abadi cuma ada 2 tempat: 1. Kekal di dalam neraka 2. Kekal di dalam syurga Ingatlah kecelakaan neraka itu amat mengerikan dan kita hanya diyakinkan oleh keyakinan kita kepada rukun IMAN. Rukun Iman itu pula ada 6 dan hilang salah satu darinya maka hilanglah ia. Kelazatan dan kesejahteraan syurga itu maha HEBAT. Tidak terduga oleh fikiran kita dan untuk mendapatkannya terjemahkan rukun ISLAM yang 5 itu dan puncaknya adalah SHOLAT… Amat sukar untuk dipercayai bagi yang ingin ke SYURGA tetapi tidak bersolat, umpama seorang yang mau menaiki kapal terbang tetapi tidak mempunyai BOARDING PASS. Dan mereka yang sengaja melalaikan solat, umpama mengeposkan sepucuk surat tanpa melekatkan setem apabila ditanya bagaimana surat itu akan sampai pada penerimanya…lalu dia pun berkata setemnya akan dihantar kemudian. Ada 2 penyelesaian dalam hal ini : 1. Dia mungkin didenda 2. Segala suratnya masuk tong sampah. Oleh itu, tidakkah kita semestinya bersyukur atas segala nikmat yang Allah kurniakan kepada kita…. Sekurangkurangnya Allah telah beri udara secara percuma untuk kita berzikir mengingati Allah setiap detik dan ketika, hinggalah kita kembali kepada Allah dalam keadaan jiwa yang tenang…lalu masuk kedalam syurga dalam keadaan kita redha dan Allah meredhai. SURAT DARI SEORANG IBU UNTUK MENANTU LAKI-LAKINYA WAHAI MENANTUKU: aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu dan engkau sebagai menantuku. bila engkau membaca pesan ini semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat dihadapanmu. WAHAI MENANTUKU: bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi imam dunia akherat untuk putriku. bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke surga. WAHAI MENANTUKU: bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, bukankah menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang, begitu yang seharusnya. WAHAI MENANTUKU: diajarkan kepadamu oleh Nabi bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari. bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa tentram dan aman. maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya. WAHAI MENANTUKU: engkau suami yang dipilih Tuhan untuk putriku, bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. bukankah engkau menikahinya atas nama Tuhanmu maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Tuhan. WAHAI MENANTUKU:
    • sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya, maka selamatkanlah istrimu dari dosa yang lebih besar. bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan menjaga jalan surga untuk bisa di lalui oleh yang harus kau bawa serta. WAHAI MENANTUKU: engkau di ijinkan menghukum istrimu sewajarnya namun janganlah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka. janganlah menghardiknya dengan kata-kata kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia juga adalah pakaianmu... Inilah Wanita-Wanita yang Membuat Resah Para Bidadari-Bidadari Surga Karena Kemuliaannya Dari Abu Hurairah Radhiyallahu „Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu „Alaihi wa Salam bersabda: “Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkannya, ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkanlah kebaikan kepada para wanita.” (HR. Al-Bukhari) Wanita adalah sebuah maha karya Allah. Dibalik kelembutannya ada kekuatan yang dapat menggerakkan sebuah laju peradaban. Islam dengan segala kemuliaannya telah berhasil meletakkan dengan ideal posisi kaum wanita dalam gempita kehidupan. Dan fakta sejarah pun mengungkapnya dengan elok, bahwa di setiap keberhasilan orang-orang besar selalu ada wanita-wanita kuat di belakangnya. Tapi, tidak semua wanita berkenan menempati posisi-posisi itu. Dengan hadirnya racun-racun demokrasi, omong kosong HAM atau bualan feminisme, wanita telah kehilangan karakter-karakter dasar kemanusiaannya. Fungsi-fungsi wanita telah terdistorsi dari letak fitrahnya. Namun, di tengah kerusakan pemahaman yang semakin kuat, ada sebagian wanita yang tetap menjunjung tinggi martabat mereka. Memelihara nilai-nilai kefitrahan mereka sebagai seorang hamba. Pengorbanan dan perjuangan telah menjadikan para wanita-wanita ini bak bidadari-bidadari surga yang Allah segerakan kehadirannya. Inilah wanita-wanita yang membuat resah para bidadari-bidadari Surga karena kemuliaannya. Menerbitkan cemburu di ufuk hati para bidadari Surga. 1. Ibu: Oase Cinta Yang Takkan Kering “Makan malamlah bersama Ibumu hingga ia senang. Hal itu lebih aku senangi daripada haji sunnah yang kamu kerjakan.” (Al-Hasan bin Amr Rahimahullahu) Hijrah bukan semata keputusan ideologis-teologis, lebih jauh hijrah adalah sebuah keputusan psikologis, terlebih dalam konteks di saat kita dalam posisi seorang anak. Dan hal inilah yang dirasakan oleh seorang sahabat Rasulullah Shallallahu „Alaihi wa Sallam. Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiyallahu „Anhu seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shallallahu „Alaihi wa Sallam, “Aku berjanji setia kepadamu wahai Rasulullah untuk berhijrah. Tetapi aku meninggalkan orang tuaku dalam keadaan terus menangis.” Ucap lelaki itu. Maka Rasulullah Shallallahu „Alaihi wa Sallam menjawab,“Pulanglah kepada keduanya. Buatlah keduanya tertawa, sebagaimana kau telah membuatnya menangis.” (HR. Muslim) Ibu, adalah representasi bidadari surga yang paling terang. Hatinya adalah oase cinta kehidupan yang menyejukkan, airnya bening dan tak pernah menemui kekeringan. Kasih sayang dan pelukannya adalah hembus angin kedamaian. Jasa-jasanya takkan pernah dapat terbilang, sekalipun dengan formula-formula canggih matematika atau fisika modern. Imam Bukhari dalam Shahih Al Adabul Mufrad No.9 meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu „Anhuma, bahwa suatu hari Abdullah bin Umar Radhiyallahu „Anhuma melihat seorang menggendong Ibunya untuk tawaf di Ka‟bah dan ke mana saja sang Ibu menginginkan. Kemudian orang tersebut bertanya, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku?”, “Belum, setetes pun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu „Anhuma.
    • Pada kisah lain yang diceritakan Abul Faraj Rahimahullahu. Sesungguhnya seorang laki-laki datang kepada Umar lalu berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai ibu yang sudah tua renta. Dia tidak menunaikan keperluannya kecuali punggungku yang menjadi tanggungannya. Apakah aku sudah membuatnya ridha dan bisa berpaling darinya? Apakah aku sudah menunaikan kewajiban kepadanya?” Umar Radhiyallahu „Anhu menjawab, “Belum”. “Bukankah aku telah membawanya dengan punggungku dan aku merelakan hal itu untuknya.” tukas lelaki itu. “Tapi, dia telah melakukannya dan dia berharap agar engkau hidup dan tetap berada di pangkuannya. Sebaliknya, engkau melakukannya dan berharap untuk segera berpisah dengannya,” tegas Umar Radhiyallahu „Anhu, sehingga membuat orang itu tak lagi sanggup mengeluarkan kata-kata. Sebesar apapun pengorbanan yang kita berikan pada Ibu, se-zarah pun tak akan dapat menggantikan pengorbanan yang diberikan ibu kepada kita. Dengan memahami bahwa bakti dan pengorbanan kita tak akan pernah bisa membalas kebaikan ibu, semoga bisa menyadarkan kita untuk selalu memahami dan menyelami keinginannya. Di dunia ini, tak akan pernah kita temukan cinta kasih seindah cinta kasih seorang Ibu. Tentang hal ini dengan apik Imam Adz Dzahabi rahimahullahu menguraikan, “Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan yang serasa sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dia telah menyusuimu dengan air susunya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dia bersihkan kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan, dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang panjang. Dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu, dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka ia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras. Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlaq yang tidak baik. Dia selalu mendoakanmu agar mendapat petunjuk, baik di dalam sunyi maupun ditempat terbuka. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan ia haus. Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu. Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat. Begitu berat rasanya bagimu memeliharanya, padahal itu urusan yang mudah…” Ibu, benar-benar bidadari Surga yang Allah turunkan dengan segera. Maka, sampaikanlah kepadanya betapa kita mencintainya, dan berterima kasihlah atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya kepada kita. Semoga Allah mengampuni dosanya, memberkahi usianya, dan mengumpulkan kita kembali dalam surgaNya. Ibu, Poros Awal Peradaban “Karir terbaik seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga” (Mario Teguh) Anak yang unggul hanya akan lahir dari ibu yang unggul. Maka, sudah semestinya tidak layak lagi ada pandangan bahwa menjadi Ibu rumah tangga adalah sebuah tindakan pengekangan bagi para wanita untuk mengembangkan potensi-potensinya. Adalah para penganut feminisme, menggugat secara serampangan pembagian wilayah tanggung jawab antara kaum pria dan wanita. Para feminis beranggapan wilayah kerja wanita yang lebih cenderung pada ranah private adalah bentuk ketidakadilan terhadap kaum wanita. Lebih jauh mereka beranggapan melalui keikutsertaan wanita pada ranah publik dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas kaum wanita. Benarkah demikian? Saya selalu ingat apa yang dikatakan ibu saya, “Perempuan bagiannya di rumah, sedang laki-laki di luar rumah.” Sepintas terdengar sangat diskriminatif. Tapi, makin lama saya makin paham bahwa inilah yang dimaksud Job Descpription. Layaknya sebuah organisasi, keluarga pun mutlak memiliki job description. Dan hal yang harus kita pahami adalah tidak ada yang menjamin seorang yang memiliki wilayah kerja di sektor publik akan memiliki kemuliaan dan kualitas lebih baik dari seorang ibu yang memiliki wilayah tanggungjawab pada sektor privat. Karena semua kemuliaan mutlak hanya akan dipetik dari ketaqwaan dan ketaatan pada Allah Subhanahu wa Ta‟ala.Semoga kita dapat renungkan apa yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam QS. An-Nisaa‟ ayat 32, “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” Ibu, sebagai seorang „manajer‟ rumah tangga adalah sebuah entitas terpenting dalam konteks pembentukan sebuah generasi. Tanpa seorang ibu yang berkualitas takkan lahir para manusia-manusia berkualitas. Ibulah, madrasah peradaban yang paling awal. Dari para ibulah cetak biru sebuah poros peradaban ditentukan. Kesungguhan para ibu men-tarbiyah keturunannya adalah langkah nyata rekonsiliasi sebuah bangsa. Dan kerja-kerja macam ini,
    • bahkan para bidadari surga pun belum tentu mampu melakukannya. Dengan kesungguhan inilah, bahkan para bidadari pun akan mencemburuinya. 2. Wanita Shalihah: Pesona Di atas Pesona Ia mutiara terindah dunia Bunga terharum sepanjang masa Ada cahaya di wajahnya, Betapa indah pesonanya Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya Kelak, ia menjadi bidadari surga, Terindah dari yang ada (Hanan) Ya, bidadari surga yang Allah segerakan berikutnya adalah wanita shalihah. Konteks tulisan ini sama sekali bukan tentang fisik. Kita hanya akan membahas hal-hal substansial yang bernama kesalehan. Untuk itu, cukuplah dialog penuh „ibrah antara Ummu Salamah Radhiyallahu „Anha dan Rasulullah Shallallahu „Alaihi wa Sallamyang didokumentasikan oleh Imam Ath-Thabrani sebagai pecut penyemangat, pengobar ruh kesalehan. Ummu Salamah Radhiyallahu „Anha berkata, “Wahai Rasulullah, Shallallahu „Alaihi wa Sallam jelaskanlah kepadaku firman Subhanahu wa Ta‟ala tentang bidadari-bidadari yang bermata jelita.” (QS. Ad-Dukhan: 54) Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.” Aku berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, “Laksana mutiara yang tersimpan baik.” (AlWaqi‟ah: 23) Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.” Aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, “Di dalam surga-surga itu ada bidadaribidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahman: 70) Beliau menjawab, “Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.” Aku berkata lagi, “Jelaskan kepadaku firman Allah, “Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik.” (Ash-Shaffat: 49) Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.” Aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, Penuh cinta lagi sebaya umurnya” (AlWaqi‟ah: 37) Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”• Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli” Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.” Aku bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga? Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaqnya paling bagus, lalu dia berkata, “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaqnya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya”. Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.” Keshalihan dan akhlaq baiklah sumber kemuliaan, semoga kita dapat meraihnya. Aamiin. RENUNGAN UNTUK KAUM WANITA Bismillah.. Semoga bisa diambil manfaatnya oleh saudari-saudari muslimahku.. (KISAH) Sore itu,, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.
    • “Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “Mbak kerja di mana?”, entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga. “Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati. “Kenapa?” tanyaku lagi. Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas. Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum. Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat. “Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing . Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendiri lah”. Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk di luar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.” Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya. “Anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan umi ridho”, begitu katanya. Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya “Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara. “Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua, dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja . Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.” Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan. “Kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat. “anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membanguni saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu
    • rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho. Ya Allah…. Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku. Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku.. Subhanallah.. Semoga pekerjaan, harta tak pernah menghalangimu untuk tidak menerima pinangan dari laki-laki yang baik agamanya. 100 Kata untuk Kalian #1 : Bila CINTA belum datang padamu, maka bersabarlah…. karena TUHAN menyiapkan banyak CINTA untukmu .. #2 : TUHAN, telah kupasrahkan hatiku hanya kepadamu…. dan izinkanlah pasangan hidup ku yang telah engkau anugerahkan kepadaku untuk dijaganya sepenuh hatinya. #3 : wahai engkau calon pendamping hidupku, mintalah kepada Tuhan ku dan kedua orang tua ku untuk memiliki aku seutuhnya…. sesungguhnya restu mereka adalah masa depan kita :) #4 : JANGANLAH kamu memanfaatkan orang yang sekarang mencintai dan kamu cintai saat ini.. sungguh, betapa beruntungnya engkau bersamanya… karena masih banyak orang yang menginkan posisimu bersamanya :) #5: KEHIDUPAN ini terkadang menyenangkan, dan terkadang melelahkan… karena itu, kamu harus IKHLAS menjalaninya …. #6 : wahai engkau sang mantan… semua masih teringat didalam hati akan kenangan2 indah saat kita bersama… dan semua akan menjadi pelajaran bagi kita masing2…. :) #7 : PERSAHABATAN itu INDAH, CINTA juga INDAH, Namun terkadang keindahan itu banyak sekali disalah gunakan …. :) #8 : aku adalah aku, dan kalian adalah aku… karena kita adalah PERSAHABATAN #9 : TUHAN. terima kasih karena engkau telah memperkenalkan aku dengannya.. karena perkenalan aku dengan nya akan ku jaga sampai akhir hayat .. :) #10 : Jangan pernah takut mencoba hal-hal yang baru… dan jangan pernah menyesal karena telah mencoba nya…. karena tidak ada yang indah secara abadi .. :) #11 : engkau adalah inspirasi bagiku, karena banyak sekali untaian kata yang terlahir darimu… wahai kekasih hatiku :) #12 : HATIKU telah memilihmu, dan semoga engkau memilihku juga sebagai pasangan hidup mu . :* #13 : BATU BESAR dalam hidup itu untuk kita singkirkan…. ia akan menjadi sandungan dalam hidup kita, bila kita tidak menyingkirkannya .. :)
    • #14 : Jangan pernah takut untuk datang kepadaku wahai kekasihku, tuangkanlah semua airmata mu di pelukanku…. aku akan selalu menjaga hati ini,, dan menjaga cinta kita berdua . :) #15 : Jangan pernah takut untuk mengungkapkan kesalahanmu dalam sholat mu…. sungguh, ALLAH SWT sudah tahu sebelum kamu mengungkapkannya…. dan sungguh, ALLAH SWT maha pemberi ampunan :) #16 : Tulislah apa yang kamu rasakan hari ini, agar engkau dapat menceritakan nya kepada anak dan cucumu… sungguh, itu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan :) #17 : Ketika engkau hadir dalam hidup ku karena tidak ada lagi orang2 yang peduli terhadapmu…. ingatlah, bahwa aku adalah sahabat mu, bukan pelarianmu :) #18 : TUHAN, maafkan kami yang sering lalai dalam menjalankan ibadah… kehidupan yang telah engkau berikan telah membuatku menjadi tegar dalam menghadapi berbagai masalah yang ada :) #19 : TUHAN memang maha adil, ketika cinta membuat airmata, maka TUHAN memberikanku sahabat yang meletakkan senyuman :) #20 : Perjalanan hidup ini terkadang melelahkan….. istirahatlah, namun jangan menyerah…! #21: IBU, doa ku hanya satu : “semoga aku dapat memberikanmu selalu senyuman dan menjadikan hari2 kita bermakna” #22 : Berfikir lebih baik, daripada harus menjadikannya sebagai penyesalan :) #23 : semoga kelak aku (sebagai laki-laki) dapat menafkahi keluarga ku dengan halal. dan memberikan kebahagiaan untuk mereka dunia akhirat secara halal. :) #24 : semoga sebuah kritikan itu dapat kita terima dengan lapang dada.. dan menjadikannya sebagai cerminan dalam hidup kita :) #25 : sebuah hati yang tak pernah membenci, sebuah senyuman yang tak pernah pudar… jangan pernah lupakan itu wahai SAHABAT :) #26 : JADILAH DIRI SENDIRI, DAN JANGAN MENYESALI APA YANG TELAH ENGKAU PERBUAT :) #27 : berpacaran adalah sebuah proses perkenalan dalam sebuah hubungan…. jadi, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin :) #28 : Alm. AYAH. aku berjanji kepadamu, bahwa aku akan menjaga IBU sebaik mungkin…. #29 : mungkin aku tidak dapat memberikan engkau emas yang banyak, dan harta kekayaan yg banyak… tetapi aku akan memberikan kejujuran dalam hubungan kita dan cinta yang setulusnya :) #30 : orang hebat itu bukan orang yg bisa membeli rumah mewah atau lainnya, tetapi bermanfaat untuk dirinya dan orang banyak :) #31 : SAHABAT, banyak yg telah kita lewati… dan semua akan menjadi kenangan yg indah dalam hidup kita :) #32 : kasihan mereka yang hidup serba berkurangan… mengakibatkan banyak dari mereka yang menyopet dan meminta-minta dijalanan :( #33 : Tak apalah mereka membenciku, yang terpenting aku tidak membenci kalian :) #34 : Berfikirlah positif didalam segala hal….. #35 : Setiap langkah kakiku berjalan, ku temukan banyak cerita … suka, duka… karena itu… aku mempelajarinya melalui gerak tubuh mereka :) #36 : JUJUR LEBIH BAIK DARIPADA MENUTUPI KEBOHONGAN DENGAN KEBOHONGAN! #37 : mencintai kekuranganmu adalah kebahagiaan untukku…. semoga engkau juga demikian :)
    • #38 : memang aku bukanlah yang terbaik, namun aku akan memberikan yang terbaik untuk kamu :) #39 : orang pintar itu bukan bisa matematika ataupun fisika…. tetapi ia bisa menjada perasaan orang lain yang ada disekitar nya.. :) #40 : Menulis adalah sebuah pesan hati yang indah… menyentuh perasaan, dan menjadikan hati sebagai inspirasi… Itulah aku! #41 : kemarin adalah kenangan, hari ini adalah keindahan, dan esok adalah misteri… Berdoa: agar esok lebih indah dari hari ini, amin. #42 : Ya Allah Ya Tuhan Kami, jadikanlah kami orang-orang yang bermanfaat untuk orang banyak,, agar kami dapat selalu memberikan senyuman untuk mereka. :) #43 : Bukankan kamu seorang anak, yang masih muda… dan masih ber-enerjik…. maka : bahagiakanlah kedua orang tua mua, selagi bisa :) #44 : aku rasakan kehangatan hati yang tulus mencintaiku… karena itu aku menjadikanmu sebagai kekasih hatiku :) #45 : Semua akan indah pada waktunya,,, maka bersabarlah.. dan jangan pernah menyerah .. :) #46 : jangan menyerah dengan keadaan, semua hanyalah bersifat sementara… tidak ada yang abadi. :) #47 : Jadilah orang yang luar bisa, tampa harus menyakiti banyak orang :) #48 : Jangan menutupi apa yang ada dalam dirimu… sungguh, setiap orang itu mempunyai talenta dan kelebihan masing-masing :) #49 : jangan pernah menyerah, bila permainan itu belum selesai :) #50 : Hanya aku berharap dalam diriku: aku akan selalu bisa memberikan orang2 disamping ku sejuta kebahagiaan.. :) #51 : awali semua kegiatan dengan niat yang tulus… sungguh, semua akan sia-sia bila kamu tidak tulus :) #52 : cintailah ia sepenuh hatimu, dan bahagiakan ia setulus-tulusnya…. maka keihklasan kamu pun akan terbayar manis… :) #53 : JOMBLO mungkina akan membuatmu kesepian, namun berhubungan dengan orang yg salah… akan membuatmu terpuruk… :) #54 : BUNDA, doa kan aku agar aku dapat memenuhi cita-citamu…. semua akan indah karena doa mu, BUNDA :) #55 : aku sedang menulis apa yang aku rasakan… dan aku bagikan ke yang lain akan cerita indah itu… agar semua dapat merasakan apa yang aku rasakan.. :) #56 : Tuhan, jangan biarkan hati ini berpaling darimu…. sungguh, aku hanya manusia biasa yang mencari keridho‟an mu :) #57 : cerita cinta kita tidak akan pernah habis, kita bersama, kita menangis, dan kita tertawa… SAHABAT #58 : kalian memang hebat… dapat memberikan aku senyuman.. dikala hati ku resah dan tak menentu :) #59 : Inspirasi ku terlahir dari curhat2 kalian … terima kasih semua… karena kalian inspirasi itu timbul… #60 : terima kasih kalian telah mendidik aku.. dan karena kalian ,, aku tahu akan makna kehidupan… ibu dan ayah.. ! #61: maka terlahirlah aku ke dunia dengan penuh harapan dari kedua orang tua,,,, aku tidak akan mengecewakannya..!
    • #62: Tidak akan pernah lelah aku untuk menulis… karena aku dapatkan kepuasan batin saat mengungkapkannya di atas kertas ini… :) #63: bila kamu merasa kesepian… datanglah,, karena aku selalu ada untuk kalian. SAHABAT :) #64 : Berlarilah dan berpaculah dengan waktu… sungguh, ilmu itu tidak akan pernah habis untuk mu.. untuk mu yang mau mencari dan belajar :) #65 : Bidadariku, datanglah.. karena ada rindu yang mengebu… ingin rasanya aku memelukmu.. hingga terlelap nanti… dan membawamu didalam mimpi indah :) #66: bilanglah kepada orang tua mu,,, bahwa cintamu tidak dapat dipaksakan… dan bilanglah pada orang tuamu, bahwa kamu mencintai diriku,… #67 : Angin, bawalah rasa rindu ini dan sampaikanlah kepadanya…. sungguh, rasa ini tidak dapat aku bendung.. :( #68 : sebuah kisah yang tak pernah habis,,, yang mengambarkan tentang perjalanan hidup kita… menjadi saksi akan kebersamaan kita.. :) #69 : ketika aku sekolah dahulu, guruku mengajariku akan sebuah kepastian… kepastian dari ilmu-ilmu yang dahsyat…. sungguh, mereka adalah orang-orang yang hebat . :) #70 : selamat datang para sahabat.. sungguh, aku akan menyambut mu sepenuh hatiku… dan kita akan berbagi bersama :) #71 : apa kamu mengamati. bahwa pohon itu mempunyai gerakan, yang seakan-akan ia memberikan sebuah isyarat kepada kita untuk menjaga nya dan melestarikannya,… :) #72 : kebahagiaan yang sesungguh nya itu dari hasil berusaha… bukan dari mencela… :) #73 : Jika itu memang yang terbaik untukmu… maka pergilah, tinggalkan aku dalam kesakitan ini… aku akan merelakan semua… :) #74 : Berikanlah yang terbaik, untuk yang terbaik, dan berbuat yang terbaik,…. :) #75 : TUHAN, berikanlah kebahagiaan untuk mereka yang mencercaku… dan maafkanlah tingkah laku mereka… sungguh, aku meng-ikhlaskan semua nya.. :) #76 : Jangan menyalahkan orang lain.. bila berlum mengkoreksi diri sendiri .. :) #77 : aku bukanlah ingin mencari masalah, tetapi aku hanya ingin menjalin persahabatan denganmu :) #78 : Nikmati kehidupan tampa harus menyakiti orang lain… hati seseorang sangatlah berharga..!!! #79 : yang indah hanya sementara, yang abadi itu kenangan :) #80 : semua manusia berhak untuk bahagia…. sekarang tinggal dari diri sendiri, bagaimana mau meraih nya.. :) #81 : apakah seorang play itu bisa beralasan mencari yang terbaik… TIDAK, karena ia menyakiti banyak perasaan perempuan.. :) #82 : Tuhan tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan,, semua sama,.. semua berhak untuk mendapatkan kebahagiaan…. terkadang kita saja yang kurang mensyukurinya :) #83 : raihlah semua cita-cita mu dengan cara yang halal, dan cinta yang besar :) #84 : pelangi itu indah, bila kita lihat di sore hari… namun keindahan PERSAHABATAN itu bisa kita rasakan selamanya, bila kita sudah menghargai nya.. :) #85 : Senangnya. bila kamu disamping aku… berbagi cerita, dan memaknai kehidupan penuh cita dan cinta :) #86 : sebuah kata bukanlah ungkapan dari CINTA, tetapi perbuatan yang baik… :)
    • #87 : pantaskah aku mengharapkan cinta nya… sedangkan aku suka melalaikan ibadah :( #88 : Jangan engkau jadikan aku sebagai pelarianmu… dan jangan engkau ucapkan cinta palsu . :) #89 : aku tidak mengenal mu karena itu kita ditakdirkan untuk saling mengenal… :) #90 : malam telah larut… jangan biarkan dingin itu menjadi pencekam malam mu… semoga orang yang kamu cintai menjadi selimut malam mu.. :) #91 : Aku akan menjadi seorang anak manusia yang dibanggakan… walau aku terkadang berfikir: apa aku bisa…!? AKU HARUS YAKIN…!!! #92 : Malam ini aku merasa kedinginan… untunglah ada kalian… yang dapat mengusir kegalauan ku… :) #93 : jangan pernah mengakhiri persahabatan , atau kalian akan menyesalinya.. :) #94 : pikirkanlah hal2 yang kreatif dan edukatif.. sungguh, itu akan membawa keberuntungan bagimu. :) #95 : bintang malam telah berkilau nan jauh…. ketika aku melihat kegelapan, maka sang bintang mengkilaukan cahaya nya… karena aku yakin: ia adalah sahabat terbaik ku dikala kesendirian.. :) #96 : kata-kataku bukanlah harapan, tetapi sebuah cermin dalam kehidupan kita../ :) #97 : Malam ini ku berdoa: agar esok tidak ada lagi sahabat2 ku yang tersakiti hatinya.. amin :) #98 : kupanjatkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan aku hidup dihari ini, dan semoga hari esok masih ada kesempatan.. :) #99 : sebuah penantian panjang (kesabaran) akan mendapatkan hasil yang indah.. :) #100 : Maka inilah sebuah akhir dari kata ku malam ini : “… MILIKILAH SEBUAH HATI YANG TAK PERNAH MEMBENCI, SEBUAH SENYUMAN YANG TAK PERNAH PUDAR, DAN PERSAHABATAN YANG TAK PERNAH BERAKHIR … “ Sebelum Tidur – Jangan Tidur Sebelum…. Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, iaitu : 1. Sebelum khatam Al Qur‟an, 2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir, 3. Sebelum para muslim meredhai kamu, 4. Sebelum kau laksanakan haji dan umrah.. “Bertanya Aisyah : “Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?” Rasulullah SAW tersenyum dan bersabda : “Jika engkau tidur bacalah : 1. Al-Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur‟an. 2. Membaca selawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat. 3. Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredhai kamu. 4. Dan, perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah Haji dan Umrah” Segelas Susu
    • Seorang anak lelaki miskis yang kelaparan dan tidak memiliki uang. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk meminta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorang gadis muda. "Bolehkah saya meminta segelas air?" pinta anak lelaki itu. Dia urung meminta makanan. Tapi sang gadis tahu bahwa anak ini pasti lapar. Maka, ia membawa segelas besar susu. "Berapa harga segelas susu ini?" tanya anak lelaki itu. "Ibu mengajarkan kepada saya untuk jangan meminta bayaran atas perbuatan baik kami," jawab si gadis. “Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam," balas anak lelaki itu setelah menghabiskan susu tersebut. Belasan tahun berlalu. Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa. Suatu hari dia di-diagnosa mempunyai penyakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar di mana terdapat dokter spesialis. Dokter terkenal di rumah sakit itu dipanggil untuk memeriksanya. Saat mendengar nama kota asal wanita itu terbersit pancaran aneh di mata sang dokter. Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersebut. Seketika dia mengenali wanita itu. <p>Your browser does not support iframes.</p> Setelah melalui perjuangan panjang akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Menjelang kepulangannya, wanita itu pun menerima amplop berisi tagihan rumah sakit. Wajahnya pucat ketakutan karena dia yakin tidak akan mampu membayar. Meski dicicil seumur hidup sekalipun. Tangannya gemetar ia membuka amplop itu. Di pojok atas tagihan itu dia menemukan sebuah catatan: “TELAH DIBAYAR LUNAS DENGAN SEGELAS SUSU.” ditandatangani oleh anak lelaki miskin tersebut. Jangan ragu berbuat baik dan jangan mengharap balasan. Pada akhirnya buah kebaikan akan selalu mengikuti kita. We will harvest what we plant. (Cerita ini disadur dari buku pengalaman Dr. Howard Kelly dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS) Tipe Manakah Anda? Ini adalah sebuah cerita tentang pentingnya berpikir positif jika menghadapi masalah. Suatu ketika seorang anak perempuan mengeluh pada ayahnya bahwa hidupnya sangat susah dan dia tidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Ia merasa lelah menghadapi sulitnya hidup yang dijalaninya dan tampaknya masalah selalu datang bertubi-tubi, selesai satu masalah, datang masalah yang lain lagi. Sang ayah yang seorang koki kemudian mengajaknya ke dapur. Ia mengambil tiga buah panci dan mengisinya dengan air serta meletakkannya di atas api. Setelah ketiga panci mulai mendidih ia meletakkan sebuah kentang ke
    • dalam panci pertama, telur pada paci ke dua dan biji kopi di panci ke tiga. Sang ayah kemudian duduk dan diam menunggu tanpa mengucap satu katapun pada putrinya. Putrinya yang tak sabar dengan apa yang dilakukan ayahnya mengeluh, tampak gusar dan gelisah sambil bertanya dalam hatinya, "apa yang akan dilakukan ayah?" Setelah kurang lebih dua puluh menit berlalu, sang ayah mematikan kompor. Dia mengambil kentang dari panci dan meletakkannya dalam mangkok. Lalu mengambil telur dan meletakkanya dalam mangkuk yang lain. Dia kemudian menyendok kopi dan menuangkannya dalam sebuah cangkir. Pandangan sang ayah beralih pada putrinya dan ia bertanya, "Putriku, apa yang kamu lihat?" "Kentang, telur dan kopi," jawab putrinya dengan terburu-buru dan setengah hati. "Lihat lebih dekat", kata sang ayah, "cobalah untuk menyentuhnya." Dia melakukan dan menyadari bahwa kentangnya telah berubah menjadi lembut. Sang ayah kemudian memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah mengupas kulitnya, ia mengamati telur rebus. Akhirnya, sang ayah memintanya untuk mencicipi kopi dalam gelas dan tercium aroma yang harum dan membuat anak perempuan tersebut tersenyum pada ayahnya. "Ayah, apa artinya ini semua?" tanyanya. <p>Your browser does not support iframes.</p> Sang ayah kemudian menjelaskan bahwa kentang, telur dan biji kopi memiliki masing-masing menghadapi kesulitan pada air mendidih. Namun, masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Kentang yang keras saat dimasukkan tetapi dalam air mendidih, menjadi lunak dan lembut. Telur itu rapuh, dengan kulit luar tipis yang melindungi cairan di dalamnya saat dimasukkan ke dalam air mendidih bagian dalam telur menjadi keras. Namun, biji kopi yang unik. Setelah mereka terkena air mendidih, biji tersebut mengubah warna air dan menciptakan sesuatu yang baru. "Yang manakah dirimu?" tanya ayah pada putrinya. "Ketika kesulitan menderamu, bagaimana kamu menyikapinya? Apakah kamu seperti sebuah kentang, telur, atau kopi?" Dalam kehidupan, banyak hal terjadi di sekitar kita. Tetapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi dalam diri kita. Tipe yang manakah Anda? Ketika datang sebuah masalah (dan akan datang masalah yang lain lagi) bagaimana kita bereaksi? Apakah problema yang datang akan membuat kita lemah, keras hati atau menyebabkan kita berubah menjadi sesuatu yang berharga? Sebuah pelajaran berharga: "Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang Anda temukan, itu adalah sesuatu yang Anda buat." Kutipan Inspiratif: "Senyum dalam kenikmatan, senyum kesakitan, Tersenyumlah saat kesulitan mendera seperti hujan, Senyum ketika seseorang menyakiti Anda, Tersenyumlah karena seseorang pasti peduli pada Anda." Saling Mencintai Karena Allah
    • Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya .. sambil menangis isteri berkata, " Inilah janji kami sebagai suami isteri... Jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu..." Dari luar kamar jenasah rumah sakit, seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya... ustadz tersebut kemudian bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya. Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa, "Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayang padamu... Wahai suamiku... Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menyatukan kita di akhirat nanti..." Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata... "Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami... semoga Allah beri pahala untukmu wahai suamiku..." Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata... "Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku..., semoga Allah beri pahala yang berlipat-berganda untukmu wahai suamiku ..." <p>Your browser does not support iframes.</p> Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata... "Dengan kaki ini engkau keluar rumah mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku... semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda..." Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata... "Terima kasih suamiku... karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia... dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu... dan aku sebagai seorang istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu..." Subhanallah... Indahnya saling mencintai karena Allah... meskipun terpisah sementara di dunia tiada sesal karena yakin bahwa Allah akan mempersatukan kembali di akhirat. Semoga Allah merahmati setiap pasangan suami-istri dan keluarga yang saling sayang-menyayangi dan mencintai karena Allah Ta'ala, aamiin yaa rabbal alamien. Istriku Tidak Cantik Istriku tidak cantik, standar dan biasa saja. Aku juga sadar bahwa dia tidak cantik tapi tidak buruk dan kalau bersanding denganku maka aku nampak lebih rupawan dari dia. Badannya kecil ada dibawah dadaku, juga kulitnya agak hitam, lebih putih kulitku, satu lagi kakinya agak pincang, yang kanan lebih kecil sedikit daripada yang kiri.
    • Aku menyadarinya ketika aku sudah menikahinya, namun aku sadar bahwa aku telah memilih dia dengan ikhlas dihatiku, kan aku yang memilih, bukan dia yang memaksa, dan walau istriku tidak cantik, namun aku mencintainya. Allah taburkan rasa cinta itu ketika malam pertama aku bersamanya. Dimataku dia tetap tidak cantik, namun aku nyaman bila melihat senyumannya. Dia selalu menerima apa adanya aku, sempat aku pulang tidak bawa gaji seperti yang dijanjikan di lembar penerimaan karyawan bahwa gajiku tertera 4 juta sekian-sekian, namun karena aku selalu terlambat dan juga sering bolos lantaran mengantar si kecil ke rumah sakit dan juga si sulung ke sekolah maka hampir 40 % gajiku dipotong. Subhanallah dia tidak bersungut, malah segera bersiap menukar menu makanan dengan yang lebih sederhana dan bersikeras meminjam komputer butut kami untuk menulis artikel yang dikirimkannya ke beberapa majalah yang terkadang satu atau dua artikel ditayangkan, dan baginya itu sudah Alhamdulillah bisa menambah sambung susu anakku. <p>Your browser does not support iframes.</p> Istriku tidak cantik, namun aku ingat, banyak sekali sumber daya alam yang buruk bahkan legam dan membuat tangan kotor namun tetap dicari, diburu dan dipertahankan orang, seperti batubara. Istriku mungkin bukan emas, dia mungkin batubara, keberadaannya selalu menghangatkan hatiku dan selalu membuatku tidak merasakan resah. Aku membayangkan bila aku menyimpan batubara satu kilo dirumahku dibandingkan dengan menyimpan emas satu kilo dirumahku, maka aku tidak akan dapat berjaga semalaman bila emas yang kusimpan. Namun bila batubara yang ku simpan, aku masih punya izzah ada barang yang ku simpan yang cukup berharga, namun aku tetap dapat tidur nyenyak dengannya. Bayangkan bila istriku sangat cantik, mungkin aku tidak akan tenang membayangkan dia ke pasar dilirik semua lelaki, membayangkan dia sms-an dengan bekas pacar-pacarnya dulu, membayangkan mungkin dia bosan padaku. Akh.. aku bersyukur istriku tidak cantik sehingga aku bisa tidur nyenyak walau banyak nyamuk sekalipun. Istriku tidak cantik, namun dia adalah istri terbaik untukku. Pesanku: aku selalu melihat sisi baik dari istriku yang membuatku merasa sama dan nyaman dengannya. belajar dari sebuah pensil… 17 12 2010 Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.” “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi. Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu.
    • Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.” “Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsipprinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil. “Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan ALLAH, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”. “Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”. “Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.. “Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”. “Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda / goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah berhati-hati dan sadar terhadap semua tindakanmu”. http://ceritainspirasi-arif.blogspot.com/2009/12/belajar-dari-pensil.html semoga dapat bermanfaat… Comments : 3 Comments » Tags: cerita bijak untuk renungan, kisah, manusia cerdas, Story of life... Categories : Story of life... Cintaku disegala sisi.. 31 10 2010 Kebiasaan kita, khususnya aku, akan timbul rasa suka atau simpati karena seseorang mempunyai sisi baik. Sisi baik yang menyenangkan rasa, membuatku bisa bersyukur berjumpa pada seseorang. Misalnya istriku saat ini. Cinta tumbuh dan berkembang karena melihat karakternya yang lembut dan bersahaja, dan gampang menolong orang lain yang kesusahan. Akhirnya aku pun bertekat untuk mempersuntingnya untuk jadi pendamping hidupku. Membayangkan sebuah rumah tangga yang penuh saling perhatian dan tentu saja cinta yang menjadi pilar kekokohan persatuan kami.
    • Itu lah impianku. Tapi, impian tidak lah memang harus sama dengan kenyataan. Ternyata banyak hal yang belum aku ketahui tentang istriku ini. Sisi baik yang membuatku terpikat pada awalnya, ternyata bagaikan satu buah sisi mata uang receh. Ternyata dia pun punya sisi yang lainnya, yang tak pernah aku bayangkan. Satu dua hari pernikahan kami, aku pun kembali pulang ke orang tuaku. Tak kuat dengan apa yang belum dibukakannya kepadaku. Ternyata dia adalah janda kembang di kampungnya. Aku tak tahu, karena tak ada sedikit pun informasi darinya atau pun dari pihak lain. Bukan aku mempermasalahkan tentang statusnya yang janda, tapi yang sangat aku sayangkan setelah ijab kabul dilakukan baru lah aku tahu, siapa sebenarnya istriku tersebut. Pengantin baru seharusnya adalah masa indah yang patut di kenang, ternyata aku harus bergulat dengan egoisme tentang harga diri seorang laki-laki yang merasa di bohongi. Sakit, itulah yang aku rasakan. Beruntung aku mempunyai kedua orang tua yang berpandangan luas tentang hidup. Beliau mengatakan bahwa ini adalah takdir yang harus aku jalani dalam hdiupku. Memang ini cobaan ku, karena aku terlahir dengan sifat yang sangat penyabar. Ternyata memang Allah memberikan ujian sesuai dengan tingkatan iman kita. Mereka tak ingin aku menceraikan istriku dengan alasan apapun. Aku pun patuh pada nasehat mereka. Setelah mulai membuka diri untuk berdamai dengan hati, maka aku pun berusaha untuk belajar menerima istriku dengan status yang disembunyikannya tersebut. Tapi ternyata itu adalah awal dari sifat yang lainnya, yang tak pernah aku temui selama ini. Ternyata perangai terhadap kedua orang tuanya berbanding terbalik dengan diriku. Aku yang tak pernah bersuara keras apalagi membentak kedua orang tuaku, ternyata istriku malah sebaliknya. Aku pun terhenyak kembali. Belum lagi lidahnya setajam silet, yang gampang sekali mengeluarkan kata yang dapat melukai seseorang seumur hidupnya. Aku sangat terpukul. Ternyata yang nampak di mataku sebuah kebaikan, ternyata di iringi dengan banyak kemungkaran yang tak pernah terbayangkan. Istri yang aku kawini karena aku sangat mencintainya, ternyata adalah sebuah ujian untuk aku jalani seumur hidupku hingga kini. Ujian yang tak mungkin aku lepas, karena aku telah berjanji kepada kedua orang tuaku untuk tidak akan pernah menceraikannya sampai ajal merengut nyawaku. Sebuah pertahanan yang sangat kuat harus aku tanamkan, kemana aku harus bersandar bila aku tidak memulangkannya kepada penentu “Takdir”ku, Ilahi Robbi. Setelah beberapa tahun perkawinan kami, hingga dikarunia dua anak yang lahirnya berdekatan, aku dan istriku masih sering kali bertengkar sengit dan kadang membuat anak-anak kami ketakutan. Aku yang tadinya bukanlah tipe pemarah dan gampang mengeluarkan kata makian, ternyata beberapa tahun bersama istriku aku telah berubah menjadi seseorang yang sebenarnya tidak aku sukai. Aku bukanlah aku yang dulu, yang selalu takut melukai lawan bicaraku. Ternyata istriku dengan tabiatnya yang banyak di luar perkiraanku, mengubahku menjadi seorang pemarah dan pemaki. Walau pun itu hanya aku lakukan padanya. Tapi sungguh aku sering menangis, di kala istriku tidur. Dan munajat panjang ku di malam dingin, seringkali membuatku terpekur. “Mengapa aku jadi begini?”. Banyak do‟a yang telah keluar dari bibir ini. Banyak ustadz yang aku datangi untuk merubah prilaku istriku, ternyata semuanya tidak ada kelihatan hasilnya. Istriku masih dengan sifat bawaannya, padahal dia rajin shalat. Aku sangat kecewa dan hampir putus asa. Kemudian Allah memberikan hidayah ke dalam hatiku. Rasa ku yang dulunya kelam, ternyata dapat menangkap cahaya Ilahi. Cahaya yang membuatku dapat melihat apa yang sesungguhnya ada di hadapanku kini. Padahal kedua orang tua ku dulunya sebelum meninggal telah menyampaikannya, tapi ternyata setelah perkawinan kami menginjak dua belas tahun aku dapat memahami semua kejadian ini. Cintaku ada karena melihat perangai baiknya, sebelum aku mempersuntingnya. Ternyata dalam cinta yang kita genggam bukan hanya harus memiliki satu sisi. Sisi buruk apa pun yang di miliki pasangan kita adalah sebuah anugerah bagi kita. Kita harus mampu menerima keburukan, sebagaimana kita menerima kebaikannya. Cinta kepada sesuatu tidak harus banyak menuntut, tapi bagaimana sesuatu yang tidak menyenangkan mata dan hati, dapat kita ambil untuk di pelajari kemudian untuk di petik hikmahnya. Seperti bagaiaimana kuatnya kemauan Rasulullah Saw untuk mengIslamkan pamannya Abu Thalib, ternyata beliau tak mampu. Begitu pula aku yang hanya manusia biasa. Istriku hingga kini adalah tempatku belajar untuk sabar dan berusaha memahami bagaimana sifat dan karakternya saat ini. Dia tidak terlalu bersalah, karena aku menyadari itu adalah hasil didikan dari lingkungannya, baik dari kedua orang tuanya maupun dari keluarga besarnya.
    • Jadi di umur yang tidak bisa dikatakan muda lagi dan kedua anak kami yang telah menyelesaikan pendidikannya, membuatku lebih tenang dalam mengisi sisa-sisa hidupku ini. Aku merasakan sebuah ketenangan dan penerimaan total atas semua dua sisi sifat istriku yang aku cintai itu dengan sangat sadar. Sadar bahwa memang hidup di dunia ini, akan selalu ada cobaan. Kita tak bisa merasakan sebuah nikmat bila kita selalu mempermasalahkan sesuatu yang kurang. Baik pada pasangan hidup kita, anak-anak kita atau orang-orang yang selalu bersifat kurang terpuji terhadap kita. Intinya adalah menyikapi semua hal dengan lapang dada dan sadar semuanya adalah skenario Allah Swt. Karena sebuah kebaikan tentu lah hal yang menyenangkan yang tak perlu kita persoalkan. Bila kita menyukai seseorang karena kebaikannya, maka bersiaplah untuk pula menerima sifatnya yang tidak kita sangka, yang bila kita permasalahkan akan betul-betul menjadi masalah. Saat ini yang aku kejar adalah sisa umurku yang tidak lama lagi, bila di sandingkan dengan umurnya Rasulullah. Maka oleh itu lah aku sangat bersyukur, karena sesuatu yang tadinya aku anggap sebuah beban ternyata adalah bentuk kasih sayang dari Allah Swt. Dengan memberikan sebuah pembelajaran dan didikan bertahun-tahun yang harus sangat payah harus ku emban, ternyata berbuah manis untuk ku petik di masa tua ini. Jadi hidup ini memang sebuah perjalanan rohani yang harus selalu kita gali hikmahnya, agar semua yang kita temui dalam perjalanan singkat di dunia ini merupakan sebuah kesadaran. Sadar bahwa semuanya adalah kehendak-Nya. Karena bagaimana pun banyak ilmu yang telah kita pelajari, atau banyak buku yang telah kita baca, semuanya itu tidak akan berfaedah bila rasa ikhlas tidak ada dalam jiwa kita. Tiada daya dan upaya melainkan semuanya datangnya dari Allah Subhanahu wata‟ala.. (Tulisan ini merupakan kisah perjalanan hidup seorang lelaki yang mungkin dapat di petik hikmahnya. Amin) Sengata, 2 Nopember 2009 Halimah Taslima Forum LIngkar Pena ( FLP ) Cab. Sengata Comments : Leave a Comment » Tags: cerita bijak untuk renungan, ikhlas, Kecerdasan Emosi, keteguhan, ketulusan hati, kisah Categories : Story of life... 2 sepeda, satu langit… 13 08 2010 Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Jati Bening. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak mereka yang paling sepi. Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar. Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. Kalau sang pembeli ingin nasi kuning itu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus, dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan pada sang pelanggan.
    • Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam. Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurut punggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengan sigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya. Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial. Sangat standar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membeli nasi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya. Tapi lebih karena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir. Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan, mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yang tidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakan suaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkan memberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan. Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun. Hingga hari ini, sudah 10 tahun saya lewati tempat itu, mereka masih tetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikap sama. Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkan di saat susah. Jika Anda berkunjung ke Bekasi, Anda bisa mampir ke jalan raya komplek Jati Bening Indah. Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana. Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejak pukul 07.00 hingga siang hari (mungkin sekitar 11.00, karena saya pernah ke kantor jam 11.00, mereka sudah tidak ada). Jujur, nasi kuning mereka sangat standar & tidak selengkap gerobak nasi kuning lain di sekeliling mereka. Namun, cinta kasih mereka membuat makanan yang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitu tulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, mereka tetap saling menguatkan. Sebuah kisah cinta yang luar biasa. Mungkinkah kita bisa seperti mereka? Semoga Allah melimpahkan rahmat buat kita semua. Amien. Renungan Islam Manusia hanyalah pengendara di atas punggung usianya. Digulung hari demi hari, bulan, dan tahun tanpa terasa. Nafas kita terus berjalan seiring jalannya Waktu, setia menuntun kita ke pintu kematian.. Sebenarnya dunialah yang makin kita jauhi dan liang kuburlah yang makin kita dekati. Satu hari berlalu, berarti satu hari pula berkurang umur kita. Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita. Karena itu, jika hari berlalu tapi tiada Kebaikan dan Kebajikan yang kita lakukan maka akan keringlah batin kita. Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidaklah harus tua. Jangan terperdaya dengan badan sehat, karena syarat untuk mati tidak pula harus sakit. Teruslah berbuat baik... berkata baik...! Kritisi semua yang tidak baik. Walau tak banyak orang yang mengenalimu, tapi kebaikan dan kebajikan yang kita lakukanlah yang akan menuntun kita pada kebahagiaan, dan akan dikenang oleh mereka yang kita tinggalkan... ******************************************************************************************** *********** *Setiap Manusia ada Bahagiannya*
    • JANGAN KITA KELUHKAN MASALAH YANG MENIMPA... kerana.. setiap sesuatu ada sebab dan hikmahnya.. ajarkan diri agar menjadi seorang yang meredhai ketentuanNya.. ingatlah.. setiap manusia mempunyai bahagian mereka tersendiri.. baik yang susah atau pun yang senang.. makanya.. hadirkan lah diri selalu dengan Maha pencipta.. PELAJARILAH CARA TERBAIK MENJADI INSAN YANG SOLEH WA MUSLEH sekian.. slmt beramal ******************************************************************************* *Masa Silam* Masa silamku mengajar aku bertatih melawan godaan, Masa silamku membuat aku kenal diri ini, Masa silamku membuat aku kenal erti sahabat, teman dan lawan, Masa silamku menjadikan aku cukup dewasa tika ini, Masa silamku adalah guru terbaikku. Masa silam adalah tempat paling jauh bagi manusia. Kau, aku dan kita semua bukan semulia junjungan besar yang maksum dari dosa, Pasti pernah terpalit calar hitam di masa silam nan lalu.... *************************************************************************** *ALLAH bersama kita *
    • jangan pernah kita merasa putus asa.. kerana ujian ALLAH itu untuk keimanan kita terhadapnya.. berbanggalah kerana dengan ujian itulah tanda Allah sayang kepada kita.. jika merasa sendiri.. ALLAH telah berpesan kepada kita bahawa.... sesunguhnya Dia bersama dengan hambanya.. mengapa kita ragu lagi.. sedangkan surat CINTAnya untuk kita telah DIA utuskan kepada kekasihnya,, dan kini, surat cinta itu ada pada kita.. maka bukalah.. ********************************************************************************* menadah tangan dengan niat bermunajat dan mengadu padaNya satu kehebatan dikau telah lakukan.. sujud merendah diri kepada Nya 1 perhambaan dikau kepadaNya.. dikau mengagumi kecantikan, keindahan yang diciptakanNya.. katakan SUBHANALLAH pada setiap inci yang dikau perlihatkan... semuanya dari pada DIA.. siapakah DIA? ALLAH. ALLAH.. ALLAH.. DIA yang menurunkan AL-QURAN kepada MUHAMMAD untuk dijadikan panduan hidup setiap ummahnya..
    • AL-QURAN yang suci.. di ajarkan kita pelbagai bentuk syariat, akhlak, muamalat.. semuanya indah... ALLAHUAKBAR.. jadi.. mengadulah setiap masalah mu kepadaNya... DIA maha mendengar... DIA maha pengasih.. menangisah kepadanya... sahabat.. jadi keluhkan permasalahan mu.. ujian yang didatangkan penuh dengan hikmah dariNya.. UNTUK.. menguji keimananmu kepada ALLAHU RABBI... ********************************************************************************* *Kadang-Kadang* ✿◠‿◠♥ Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memberi komen.. Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam menegur.. Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memberi nasihat.. Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memprotes.. Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam persetujuan.. tapi.. Biarlah DIAM kita mereka faham artinya.. Biarlah DIAM kita mereka terkesan maknanya.. Biarlah DIAM kita mereka maklum maksudnya.. Biarlah DIAM kita mereka terima tujuannya.. kerana.. DIAM kita mungkin disalah tafsir DIAM kita mungkin mengundang syak wasangka DIAM kita mungkin disilap terjemah.. DIAM kita mungkin tidak membawa apa-apa maksud.. maka.. jika kita merasakan DIAM itu terbaik.. seharusnya kita DIAM.. namun seandainya DIAM kita bukanlah sesuatu yang bijak.. berkatalah sehingga mereka DIAM… ✿◠‿◠♥
    • ******************************************************************************** *Peringatan Untuk Kita* Ada orang study SEDIKIT, tapi dapat BANYAK = ANUGERAH ada org 'study' BANYAK, tapi dapat SEDIKIT = UJIAN ~ILMU akan melekat pada HATI yg bersih~ -waktu exam cmne, study lah kuat mana pun, kewajipan FARDHU AIN jgn tinggal.. -SOLAT jangan dilengah-lengahkan.. -Jgn pula, dalam mencari keBERKATan belajar, kita membuat perkara yg DIA murka.. Timbul pulak soalan, kenapa ada org TAK SOLAT,tapi dia CEMERLANG dlm akademik? Jawapannya: ISTIDRAJ (nikmat kesenangan,kejayaan,kekayaan dan kemewahan diberikan oleh Allah kpd manusia yang mana tidak diredhaiNYA, untuk menyesatkannya lagi). "Ya Allah,penuhilah dada kami dengan cahaya iman dan ilmu ******************************************************************************** *RENUNGKAN* "LIFE MUST GOES ON !!!... EVEN THOUGH WHATEVER HAPPEN... WE MUST FACE IT... DUGAAN ITU DTGNYE DR ALLAH... SO, ALLAH KNOWS WHAT IS THE BEST FOR US"... ❤ ✿ Aku meminta kpd ALLAH setangkai bunga segar, DIA beri kaktus berduri.. Aku minta kupu-kupu, diberiNya ulat berbulu.. Aku sedih & kecewa.. ❤ ✿ Namun kemudian, kaktus itu brbunga indah sekali.. dan ulat itu pun mnjd kupu-kupu yg sangat cantik.. Itulah jalan ALLAH, indah pd masaNya!.. ❤ ✿ ALLAH tidak memberi apa yang kita harapkn.. tp, Dia memberi apa yang kita perlukn.. Kadang kala kita selalu berasa sedih dan kecewa.. akan tetapi, jauh di atas sana, Dia sedang mengatur yg terbaik dalam kehidupan kita.. ❤ ✿ ~*:: Bercinta Sampai Ke Syurga ::*~ ✿ ************************************************************************************ Orang-orang Yang Didoakan Oleh Para Malaikat Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat : 1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa „Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37) 2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya „Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia‟" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469) 3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
    • Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra‟ bin „Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130) 4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf). Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272) 5. Para malaikat mengucapkan „Amin‟ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca „ghairil maghdhuubi „alaihim waladh dhaalinn‟, maka ucapkanlah oleh kalian „aamiin‟, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782) 6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, „Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini) 7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan „ashar secara berjama‟ah. Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat „ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat „ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, „Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?‟, mereka menjawab, „Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir) 8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata „aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan‟" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda‟ ra., Shahih Muslim no. 2733) 9. Orang - orang yang berinfak. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, „Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak‟. Dan lainnya berkata, „Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit‟" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010) 10. Orang yang sedang makan sahur. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang sedang makan sahur" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519) 11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari „Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")
    • 12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343) Sisa Umur Kita Tiba-tiba saja terfikir suatu hal, yaitu umur manusia. Saya bertanya pada diri saya sendiri, bagaimana kalo saya tahu bahwa umur saya hanya sampai umur 25 tahun, atau 35 tahun, atau 5 hari lagi. saya terpikir banyak hal yang akan saya lakukan. Saya tertarik untuk berbagi kisah ini pada saudara2 pembaca blog ini. semoga kita bisa diskusi dan mendapat banyak manfaat. jika anda tahu sisa umur anda tinggal 1 tahun, apa saja yang akan anda lakukan untuk mengisi sisa umur itu? mungkin sebagian akan menjawab: bersenang-senang jalan-jalan ke tempat indah yang belum didatangi makan sepuasnya setiap hari segera nikah dll mungkin sebagian orang yang lain memilih: memperbanyak ibadah shalat dan dzikir memperbanyak sedekah memperbanyak silaturahim bekerja lebih giat memberikan hak keluarga dan orang-orang disekitarnya dll kenapa dua kelompok kegiatan tersebut begitu berbeda dan seolah bertolak belakang? Saudaraku, salah satu hikmah besar dirahasiakannya bilangan umur kita adalah agar kita tidak tahu kapan kita mati. ketika kita tidak tahu kapan kita akan mati, pada dasarnya kita akan merasa setiap saat bisa jadi ajal kita, maka kita akan selalu berhati-hati dengan tindakan kita. Kita tidak akan tahu kapan kita akan mati. apakah saat remaja? ataukah saat kita sudah tua? dan kita tidak tahu kapan pastinya kita akan mati. apakah hari ini? atau besok? dan kita tidak tahu bagaimana kita akan mati. apakah saat tidur? apakah saat berkendaraan? ataukah ketika kita sedang membaca Al Quran? Seandainya ALLAH menghendaki semua manusia mengetahui kapan ia mati, dimana ia mati, dan kapan ia mati, akankah kehidupan dunia ini dihiasi kebaikan demi kebaikan? saya rasa tidak.
    • kemungkinan yang bisa kita bayangkan: sedikit manusia selalu menghiasi umur dengan ibadah lebih banyak manusia terus menerus berbuat dosa hingga akhir hayatnya jauh lebih banyak lagi manusia terus berbuat dosa hingga sedikit sisa umurnya ia bertaubat Saya rasa jenis ketiga akan mendominasi isi dunia. orang-orang seperti ini selalu berfikir bahwa masih ada waktu untuk bertaubat. Dalam kondisi seperti ini, bisa jadi dunia ini didominasi kejahatan dan kriminalitas, maksiat, hedonis, dan sejenisnya. Maka segala puji bagi ALLAH Yang Maha Sempurna perhitungannya. ALLAH sangat memahami betapa manusia senantiasa berada antara kecenderungan yang baik dan yang buruk (QS Asy-Syams: 8), maka ia menyelamatkan manusia dari fitrahnya tersebut, dengan jalan menjadikan umur sebagai hal ghaib yang tidak diketahui manusia. untuk apa? agar manusia selalu berhati-hati dalam hidupnya, dan agar manusia selalu berada dalam kebaikan. Cemaskan 5 hal ini diambil dari nasehat Hasan Basri yang mengajak kita untuk merenungi 5 hal yang paling pantas untuk selalu kita cemaskan. antara lain: 1. Ibadah kita Adakah ibadah kita selama ini cukup pantas untuk diterima Allah SWT. Ataukah jangan-jangan shalat yang begitu banyak kita kerjakan itu hanyalah gerakan tanpa makna. Dan ataukah puasa dan amal kita hanyalah penghias hasrat semata. Bukankah misi hidup manusia didunia adalah beribadah pada ALLAH? lalu apa gunanya kita jika semua ibadah kita tidak diterima oleh ALLAH. Selayaknya kita selalu meminta pada ALLAH untuk memperbaiki ibadah kita dan terus menjaga niat kita hanya untukNya. 2. Dosa-dosa kita Sudah berapa banyak dosa yang kita lakukan selama kita hidup? Segala yang besar berasal dari yang kecil. kadang kita tertipu oleh dosa-dosa kecil. merasa dosa kecil tidaklah terlalu besar dampaknya. padahal semua yang besar berasal dari yang kecil. Bagaimana jika ibadah kita yang pas-pasan senantiasa dikikis oleh dosa yang membesar? Semoga ALLAH senantiasa menjaga kita dari dosa kecil dan besar. 3. Surga dan Neraka Surga dan neraka adalah konsekuensi dan keniscayaans hidup manusia setelah hari perhitungan. Hanya ada dua tempat itulah tempat kita kembali nanti. Sudahkah kita tahu betapa dasyatnya siksa neraka? dan sudahkah kita yakin akan kenikmatan surga?
    • Sudahkah kita pantas memasuki surga? dan sudahkah kita yakin bisa terhindar dari siksa neraka? Semoga tempat kembali kita adalah tempat terbaik disisi ALLAH SWT 4. Masa lalu dan masa depan Masa lalu adalah pelajaran berharga yang harus kita ingat baik-baik. sedangkan masa depan adalah sesuatu yang tidak pernah kita ketahui. Untuk itu, setiap hari kita diingatkan oleh ALLAH melalui setiap shalat kita untuk senantiasa diberikan petunjuk menapaki jalan yang lurus. 5. Keridloan Allah atas semua tindakan kita Dari semua hal yang kita lakukan dahulu, sekarang maupun yang akan datang, adakah kita yakin bahwa semua itu mendatangkan ridlo ALLAH? ataukah hanya hal sekedarnya yang tidak ada nilainya, atau bahkan membawa murka ALLAH? kita perlu senantiasa memperhatikan apa yang sedang dan kita lakukan. bisa jadi hal kecil yang kita lakukan dapat membawa nilai besar disisi ALLAH. baik itu nilai kebaikan, maupun nilai keburukan. Sedikit renungan semoga bermanfaat. Menolong diri sendiri dengan “menolong” ALLAH Teringat sebuah ayat motivasi luar biasa, “Wahai orang-orang yang beriman! jika kamu menolong (agama) ALLAH, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad: 7) Adakah yang merasa berat menjalankan amanah? adakah yang merasa terlalu lelah untuk melangkah? adakah yang ragu pada pertolongan ALLAH? jika kita membaca ayat diatas lalu mempertanyakan, “apakah benar semua orang yang menolong agama ALLAH akan ditolongNya?” maka kita perlu mengingat kembali kisah-kisah sarat mujizat yang telah membuktikan betapa luar biasa ALLAH membantu hambaNya yang berjuang untuk agamanya, sebagian diantaranya: - Musa as, saat ALLAH membukakan jalan keluar ketika beliau bersama umat dikejar bala tentara fir‟aun. disaat ada kekhawatiran akan keselamatan umatnya, disaat itulah ALLAH menurunkan bantuan luar biasa yang tidak pernah terjadi sebelum dan sesudahnya, ALLAH membelah lautan merah untuk jalan. dan akhirnya beliau as beserta umatnya selamat. Sedangkan fir‟aun dan pasukannya yang terus mengejar akhirnya ditimpa air laut. - Ibrahim as, disaat ALLAH menyelamatkan beliau dari siksaan api yang siap memanggang beliau. - Muhammad saw, disaat para malaikat turun ke bumi dan menjadi bagian dari pasukan mujahid melawan kaum
    • quraisy. Pasukan muslim yang hanya 314 orang berhasil menumbangkan kesombongan kaum kafir yang berjumlah seribu orang dengan semua tokoh kaum musyrikin. - Yunus as, yang diselamatkan ALLAH dari perut ikan paus. Dan begitu banyak kisah lain yang menjadi bukti nyata betapa ALLAH menurunkan bantuanNya pada hambahambaNya yang berjuang membela agamaNya. Keikhlasan dan totalitas perjuangan mereka telah menyentuh kehendak ALLAH untuk menurunkan bantuanNya. Sungguh, tiada keraguan atas apa yang dijanjikan ALLAH pada umat manusia. pertanyaannya kemudian adalah: masihkah kita ragu? masihkah kita enggan? sudahkah kita menunaikan kehormatan hidup kita sebagai pembela (agama) ALLAH? Semoga kita senantiasa diistiqomahkan dalam jalan kebenaran. aamiin… Siapapun kita yang menjalani aktivitas dakwah Ilallah, Siapapun kita yang senantiasa menjalani rutinitas hidup untuk mencari keridloan ALLAH, Siapapun kita yang senantiasa berjuang untuk pertemuannya dengan ALLAH, katakan ” BISMILLAHI ALLAHUAKBAR ! “, lalu biarkan ALLAH membantu kita dengan kuasaNya. Sabar Menyikapi Musibah Seorang ulama mendapat ujian hebat dalam hidupnya. Saat itu beberapa saudara mengunjungi beliau untuk menghibur. Dalam kesempatan tersebut, dengan tenang beliau berkata: “Aku telah membuat obat dengan 6 resep”. Yang lain lalu bertanya, “apa itu?”. beliau menjawab: 1. Percaya pada ALLAH 2. Aku tahu segala sesuatu yang ditakdirkan pasti terjadi 3. Kesabaran adalah hal terbaik yang musti dilakukan oleh orang yang sedang dalam ujian ALLAH. 4. Bila aku tidak dapat bersikap sabar, apalagi yang bisa aku lakukan, karena kesedihan tidak akan pernah bisa
    • menolong diriku. 5. Bisa jadi aku tertimpa sesuatu yang lebih buruk dari ini. 6. Dari waktu ke waktu aku hanya menikmati kegembiraan. SUBHANALLAH.. Betapa indahnya urusan kaum muslim itu. Jika ia mendapat nikmat ia besyukur, itu terbaik baginya. jika ditimpa musibah ia bersabar, itu yang terbaik baginya. Saudaraku, selalu ada hikmah dibalik musibah. Dan selalu ada balasan dari tiap kesabaran. Mari senantiasa berbaik sangka pada ALLAH, karena sungguh, ALLAH lah yang paling mencintai kita. CintaNya tidak hanya lewat suka dan tawa kita, tapi juga lewat musibah dan bencana. Dan yakinlah, ALLAH yang menguasai segalanya tidak akan zalim pada umatNya. “kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” ( QS. 23:62 ) “karena sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” ( QS 94: 5-6 ) Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: Allah swt telah berfirman: “Aku adalah tergantung dalam zhan (prasangka) hamba-Ku kepada-Ku. Sesungguh-nya Aku selalu beserta hamba-Ku selagi dia berdzikir kepada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim). Segala puji bagi ALLAH, semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar. Selalu Ada Kemudahan Setiap manusia pasti mempunyai masalah. Sering kali kita dihadapkan dengan ujian hidup. Ada yang begitu berat untuk dihadapi, ada yang begitu ringan untuk diselesaikan. Tapi satu hal yang perlu kita sadari, semua orang pasti mendapatkan ujian. semua orang menghadapi masalahnya masing-masing. Yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah seberapa cerdas menyikapinya, seberapa siap menghadapinya, dan seberapa cantik menyelesaikannya. mari merenungi isyarat dari ALLAH; “Apakah kamu mengira kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan sehingga berkatanya rasul dan orang-orang beriman bersamanya:”Bilakah datangnya pertolongan ALLAH?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan ALLAH itu amat dekat.” (QS. 2:214)
    • Saudaraku, mari kuatkan keyakinan kita terhadap pertolongan ALLAH. Dan dengan ijinNya, pancaran cahaya akan membantu kita menjalani semua ujian dengan berkah, hingga semua masalah dapat berakhir dengan indah. mari kembali merenungi ayat cinta dariNya, “kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” ( QS. 23:62 ) “karena sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” ( QS 94: 5-6 ) “…Barang siapa bertaqwa kepada ALLAH niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada ALLAH niscaya ALLAH akan mencukupkannya…” ( QS 65: 2-3 ) Tidakkah kita melihat pertolongan yang dijanjikan ALLAH pada seluruh umatNya? ada 5 tipe manusia yang hidupnya selalu menderita: Manusia yang mengira bahwa hidup ini selalu mulus. Manusia yang mengira bahwa dia akan selalu menghadapi peristiwa yang diharapkan. Manusia yang mengira bahwa dia akan selalu dicintai orang lain. Manusia yang terlalu mencintai sesuatu. manusia yang tidak bergantung pada ALLAH SWT. Untuk itu, jika kita ingin hidup bahagia, kita harus mempunyai kesiapan: Siap menjalani hidup yang berliku-liku, penuh hambatan dan gangguan. Siap menjalani peristiwa yang tidak diharapkan. Siap dibenci orang. Siap untuk tidak terlalu mencintai benda atau manusia lainnya. Siap menggantungkan semua hanya pada ALLAH SWT saja. Saudaraku, Sudahkah kita siap?
    • Kisah hidup Nabi Muhammad SAW untuk renungan kita semua: Pedang Nabi Muhammad SAW 1) Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullahmenampalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga mahupun untuk dijual. 2) Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina 'Aisyah menceritakan "Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. 3) Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang." 4) Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya Khumaira?" (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang bererti 'Wahai yang kemerah-merahan') Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum ada apa-apa wahai Rasulullah." Rasulullah lantas berkata, "Jika begitu aku puasa saja hari ini." tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya. 5) Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami memukulisterinya. Rasulullah menegur, "Mengapa engkau memukulisterimu?" Lantas soalan itu dijawab dengan agak gementar, "Isteriku sangat keras kepala. Sudah diberi nasihat dia tetap degil, jadi aku pukul dia." "Aku tidak bertanya alasanmu," sahut Nabi s. a. w. "Akumenanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?" 6) Pernah baginda bersabda, "sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya." Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menjejaskan kedudukannya sebagai pemimpin umat.
    • 7) Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat,pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang, "Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?" "Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sihat dan segar." "Ya Rasulullah...mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergeselan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit..." desak Umar penuh cemas. Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda. "Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?" Lalu baginda menjawab dengan lembut, "Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak." 8) Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor. 9) Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencing si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu. 10) Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah sebati dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ke tuanan. 11) Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai mahupun dalam keseorangan. 12) Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. 13) Fizikalnya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi.Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah, "Ya Rasulullah, bukankah engaku telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?" Jawab baginda dengan lunak, "Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur."
    • Renungan Kehidupan Ketika burung hidup, ia makan semut. Ketika burung mati, semut makan burung. Jadi, waktu berputar kapan saja. Maka jangan MERENDAHKAN siapapun dalam hidup ini. Sepatutnyalah kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena SIAPA mereka, tetapi karena siapakah DIRI kita sendiri. Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita..... Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon. Jadi, Satu pikiran negatif dapat MEMBAKAR semua pikiran positif. Sebuah kapal dibuat untuk berada di tengah lautan & bukan hanya diam di dermaga. Manusia dilahirkan untuk mengarungi kehidupan & bukan menunggu kehidupan ini berakhir. Mengarungi kehidupan akan banyak ombak & mungkin badai yg akan dihadapi tetapi itulah seni dari kehidupan.Terus kembangkan layar & nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan. Jangan takut jatuh & salah, setiap kesalahan yg dilakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian. Jangan sesali & mengulanginya. Sesalilah jika tidak berubah. Mendung bukan untuk membuat langit jadi gelap tetapi untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan. Luka bukan untuk menyiksa tetapi untuk menyadarkan bahwa kita hanyalah ”Manusia Biasa” Indahnya kehidupan, bukan terletak dari banyaknya harta tetapi pada bagaimana menyikapi KEHIDUPAN ini dengan penuh syukur. Hidup adalah PERUBAHAN pola pikir yg POSITIF untuk membawa kita ke kehidupan yg lebih baik dan lebih dewasa, bukan sekedar menjadi tua. Kisah Renungan – Pak Tua Dan Kereta Api Posted on May 29, 2013 by admin Assalamualaikum dan Salam Sejahtera Untuk Pembaca. Pernahkah anda mendengar cerita Pak Tua dan kereta api? Makna yang terkandung dalam cerita ini melekat dengan kehidupan kita sehari-hari, akan tetapi sering kali kita lupakan begitu saja. Jika anda belum pernah mendengarnya, maka inilah ceritanya… Suatu ketika, seorang pak tua dengan penampilan yang cukup berwibawa masuk ke gerabak sebuah kereta api. Pak tua tersebut terlihat cukup tua dan berwibawa hingga siapa saja yang melihatnya pasti menaruh hormat kepadanya. Seperti penumpang lainnya, pak tua tentu mencari tempat duduk yang sesuai untuknya kerana kereta api akan bergerak sebentar lagi. Dia telusuri deretan bangku demi bangku untuk mencari tempat duduk yang kosong. Pertama kali dia melalui bangku yang diduduki anak-anak yang asyik bermain-main "Assalamu‟alaikum?", sapanya. "Wa‟alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang atuk…", jawab mereka. "Maaf anak-anak, adakah tempat duduk yang kosong untuk atuk?" tanya pak tua tersebut.
    • "Oh… sayang sekali tuk, sebenarnya kami nak membantu atuk dengan senang hati kerana atuk adalah orang yang kami patut hormati. Akan tetapi kami ni anak-anak yang gemar bermain, kami khuatir jika atuk akan terganggu dengan kegaduhan kami di dalam perjalanan, atuk cari tempat duduk lain la ye…", jawab mereka. Maka pak tua pun pindah ke deretan bangku berikutnya… di situ dia mendapati muda-mudi yang sedang asyik berpacaran. Mereka duduk berduaan dengan mesra sambil sesekali melantunkan bait-bait puisi yang romantis… "Assalaamu‟alaikum?", sapanya. "Wa‟alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh, selamat datang atuk, ada yang boleh kami bantu?" kata mereka. "Hmm… maaf adik-adik, adakah tempat kosong untuk atuk?" tanya pak tua. "Ohh, tentu ada… akan tetapi sebagaimana yang atuk lihat, kami adalah anak-anak muda yang sedang asyik memadu cinta… kami khuatir atuk akan merasa risih melihat kami bermesraan di dalam perjalanan. Rasanya, lebih baik atuk mencari tempat duduk lain saja…" jawab mereka. Pak tua pun melanjutkan perjalanannya menyusuri gerabak kereta api tersebut hingga dia sampai di deretan kerusi yang ditempati oleh para pengusaha. Mereka sedang asyik membicarakan projek-projek besar yang sedang atau akan mereka laksanakan. Sambil membentangkan kertas kerja mereka terlibat dalam pembicaraan serius… "Assalamu‟alaikum warahmatullahi wa barakatuh!" kata pak tua. "Oh.. Wa‟alaikumussalaam warahmatullaahi wa barakaatuh… Ada apa Pakcik?" jawab mereka. "Maaf, bolehkah encik2 beranjak sedikit untuk memberiku tempat duduk?" pinta pak tua tersebut. "Pakcik, sebenarnya kami berbesar hati menerima pakcik di sini… akan tetapi pakcik lihat sendiri kami sibuk membicarakan bisnes dan usaha kami. Kami khuatir pakcik akan terganggu dengan kesibukan kami selama di perjalanan nanti… jadi, sebaiknya pakcik cari tempat lain saja", jawab mereka. Demikianlah, pak tua terus berjalan terhuyung-huyung di tengah gerabak kereta api untuk mencari tempat duduk. Demikian seterusnya, tiap kali dia melewati sederetan tempat duduk selalu ada saja alasan mereka untuk menolaknya. Mereka memang menghargai pak tua itu mengingatkan usianya yang telah lanjut dan pancaran wibawanya, akan tetapi di hujung-hujungnya mereka tidak juga memberinya tempat. Akhirnya, setelah menyusuri gerabak dari hujung, tibalah pak tua di deretan kerusi terakhir… Nampak di situ sebuah keluarga duduk bersama. Seorang ayah dengan baju jubah dan kopiahnya, si ibu dengan tudung labuh dan busana muslimahnya dan dua orang anak mereka yang masih kecil namun sopan-sopan. Melihat pak tua yang nampak agak kepenatan itu, spontan si ayah berkata: "Assalaamu‟alaikum pakcik, ada yang boleh kami bantu?" "Wa‟alaikumussalaam warahmatullahi wa barakaatuh, oh terima kasih banyak…", sahut pak tua. (Belum lagi pak tua mengutarakan hajatnya, lelaki tersebut telah pun menegur): "Muhammad, mari kamu duduk sama abi di sini, dan Ahmad, kamu beranjak ke sebelah sana… biar pak tua duduk di sampingmu", kata Sang Ayah kepada kedua anaknya. Mereka pun segera menuruti perintah ayahnya dan memberikan tempat duduk kepada pak tua. Alangkah bahagianya pak tua menerima budi baik seperti itu. Bukan saja senang mendapat tempat duduk, akan tetapi dia lebih bahagia kerana merasa dihormati dan dihargai oleh mereka. Kepenatannya mencari tempat duduk selama ini hilang begitu saja kerana mendapat tempat selesa tersebut. Priiiit!!! Bunyi wisel tanda kereta api segera berangkat terdengar, dan perjalanan pun dimulakan. Seperti biasa, dalam perjalanan kereta tersebut singgah di beberapa stesen sebelum berhenti di tempat tujuan. Dan tiap kali kereta tersebut berhenti, selalu ada penjual makanan yang menawarkan dagangannya kepada para penumpang. ketika berhenti di stesen pertama, terdengar suara seorang penjual yang menawarkan berbagai makanan ringan, maka pak tua memanggilnya. Ketika orang tersebut datang, pak tua berkata kepada keluarga yang duduk bersamanya: "Ayuh, ambil apa saja yang kalian inginkan.. jangan malu-malu". Maka mereka pun memesan semua makanan yang mereka suka.. lalu pak tua mengeluarkan dompetnya dan membayar semuanya. Seluruh penumpang terpana melihat kejadian tersebut. Mereka berbisik: "Wah, kaya juga orang tua itu.." Tak lama kemudian, penjual bahagian makan2 pula melewati.. seperti biasa, mereka menawarkan menu-menu spesial seperti nasi dagang, nasi goreng, ayam goreng dan sebagainya. Pak tua memanggilnya dan menawarkan kepada keluarga tadi untuk memesan apa saja yang mereka inginkan.. lalu membayar seluruhnya. Maka para penumpang lainnya makin hairan dengan pemandangan tersebut, dan mereka mulai menyesali perbuatan mereka yang menolak pak tua untuk duduk bersama mereka sebelumnya.
    • Beberapa jam kemudian, kereta api tadi singgah di stesen berikutnya. Maka terdengarlah suara penjaja coklat yang menawarkan jualannnya. Maka dia pun dipanggil oleh pak tua dan untuk kali ketiganya dia menawarkan kepada keluarga tersebut untuk memilih coklat apa yang mereka inginkan. Setelah masing-masing mengambilnya, pak tua mengeluarkan dompetnya dan membayar seluruhnya. Para penumpang hairan dengan pemandangan tersebut dan makin menyesal. Akhirnya, setelah menempuh beberapa jam perjalanan, tibalah kereta api di stesen tujuan.. namun, ada suatu hal yang tidak biasanya terjadi di sana. Para penumpang menyaksikan ada konvoi besar yang menyambut kedatangan kereta tersebut. Mereka melihat para pejabat dan sejumlah pasukan siap siaga di kanan dan kiri gerabak kereta api. Lalu ketika kereta api berhenti, masuklah seorang lelaki dengan pakaian kebesaran dengan dikawal oleh beberapa orang memeriksa bangku kereta api satu persatu. Betapa terkejutnya para penumpang ketika mendapati bahawa orang itu adalah orang kenamaan yang khusus datang untuk menjemput tetamu kehormatnya. Namun, mereka lebih terkejut lagi ketika tahu bahawa tetamu kehormat tersebut adalah pak tua yang duduk di akhir gerabak, yang awalnya mereka tolak untuk duduk bersama mereka. Seelah menghampiri pak tua, lelaki kenamaan itu terus memeluknya erat-erat dan menyalaminya dengan hangat. Dia pun menawarkan agar pak tua dijemput dengan kereta peribadinya untuk dihantar ke istana dan mendapat jamuan spesial!! Pak tua menerimanya dengan senang hati, namun dengan syarat keluarga yang duduk bersamanya juga mendapat layanan yang sama. lelaki kenamaan itu pun menerima permintaan pak tua dengan senang hati, dan saat itulah para penumpang yang ada di gerabak tadi menyesal yang amat sangat atas penolakan mereka.. mereka berharap andai saja mereka membiarkan pak tua tersebut duduk bersama mereka dan menghentikan sejenak kesibukan mereka untuk memberinya perhatian, atau meluangkan sedikit waktu dan tempat agar pak tua tadi dapat duduk bersama mereka… tapi sayang, semuanya telah terlambat dan perjalanan telah berakhir.. yang tersisa hanyalah penyesalan demi penyesalan. _______________________________________________ Jadi, kalian pasti boleh meneka siapa pak tua tersebut? Benar.. dialah AGAMA ISLAM.. yang selama ini kita hargai dan kita hormati akan tetapi sering kali kita kesampingkan dalam hidup ini. Ketika nilai-nilai agama hendak ditanamkan ke dalam diri anak-anak, kita menolaknya dengan alasan: "Kan mereka masih kecil.. biarlah mereka bebas bermain, bebas berpakaian, dan lain-lain.. belum saatnya mereka disuruh menjadi orang „alim". Dan akhirnya masa kanak-kanak terlewatkan begitu saja. Kemudian ketika mereka beranjak dewasa kita pun menolaknya dengan alasan: "Kasihan kalau remaja harus dikekang dengan aturan agama, tidak boleh bebas bergaul dan berteman.. atau,, biarlah mereka menikmati masa muda terlebih dahulu.. dan semisalnya", maka masa remaja itu pun terlewatkan juga. Kemudian ketika mereka telah beranjak dewasa dan mulai tersibukkan dengan berbagai pekerjaan, lalu datang „tawaran‟ untuk menerapkan agama dalam kehidupan mereka, suara sumbang tersebut kembali terdengar.. "amboi, kami sekarang tengah sibuk mengurus perusahaan, projek, bisnes dan lain2.. kami tidak ada waktu untuk mempelajari Islam dan menerapkannya…nanti2lah". Akhirnya umur pun berlalu dengan cepat tanpa mereka sedari dan tibalah masing-masing di stesen akhir.. tempat mereka menuai hasil dari yang selama ini mereka usahakan.. ajal mereka telah habis dan kesempatan itu telah berlalu. Mereka hanya boleh menyesal dan menyesal menyaksikan orang-orang yang selama ini mereka anggap „kolot‟, „bajet alim‟ dan sebagainya yang menerapkan ajaran agama, mereka hanya boleh iri hati menyaksikan besarnya penghargaan yang diberikan atas kesediaan mereka untuk bersama pak tua (baca: Islam) ketika orang-orang menolaknya.. dan ternyata itu semua membuahkan hasil yang tak diduga. Kenikmatan selama perjalanan (baca : dunia) dan kebahagiaan di stesen akhir tujuan (baca: akhirat).. Demikianlah, semoga para pembaca terinspirasi dengan kisah pak tua ini. Kisah Renungan, Tak Ada orang yang sempurna Posted by Said Arsyad at Jumat, Desember 07, 2012
    • Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya berlangsung sangat megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai. Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..." Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir... "Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia. "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu". Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun
    • dari pribadimu yang kudapatkan kurang..." Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis... Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk. Mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna. Subhanallah.. --------------Jika Anda tersentuh dengan Kisah di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih. Pemenang Kehidupan 102 Votes Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?” Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.” “Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel. “Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.” Sahabat, Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.
    • Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik. “Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat. Cerita Inspirasi Islam : Bosan Hidup Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji, “Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.” Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.” “Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.” Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Ustad meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.” Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.
    • Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita. “Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustad. “Tidak Ustad, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustad. “Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?” “Ya, memang saya sudah bosan hidup.” “Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.” Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustad yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Tapi ustadz yang satu ini aneh. malah Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betulbetul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati. Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Ustad edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.” Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”
    • hare ar Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.” Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya? ” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini “. Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustad yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah ustad tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali. Apa yg terjadi memb, melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustad langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustad pun berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok.. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kepasrahan, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan. percayalah .. Allah bersama kita.” Lalu Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustad, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini …… BERSIKAPLAH SEBAGAIMANA ENGKAU INGIN DISIKAPI! admin | 5 Juli 2013 | 0 Comments
    • hare ar Perlakukan dan sikapilah orang lain, kelompok lain, organisasi lain, jamaah lain, gerakan lain, atau penganut madzhab lain, sebagaimana engkau, kelompok, organisasi, jamaah, gerakan atau madzhabmu, ingin diperlakukan dan disikapi! Serta janganlah memperlakukan dan menyikapi orang lain, kelompok lain, organisasi lain, jamaah lain, gerakan lain atau pengikut madzhab lain, dengan perlakuan dan penyikapan yang tidak engkau inginkan serta tidak engkau sukai untuk dirimu, kelompokmu, organisasimu, jamaahmu, gerakanmu atau madzhabmu! Tanpa sadar seringkali kita menyikapi dan memperlakukan orang lain atau kelompok lain dengan penyikapan dan perlakuan tertentu, dimana kita sendiri sangat tidak siap dan tidak suka seandainya disikapi dan diperlakukan dengan cara yang sama atau serupa. Dan jelas sekali bahwa, itu merupakan salah satu bentuk ketidak adilan sikap. Maka, cobalah menempatkan dirimu atau kelompokmu pada posisi orang atau kelompok yang hendak engkau sikapi, niscaya sikapmu terhadapnya akan tepat dan proporsional! Baginda Sayyiduna Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda dalam hadits terkenal (yang artinya): “Tidaklah beriman (sempurna iman) seseorang di antara kamu sampai ia menyukai untuk saudaranya apa-apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri” (HR. Muttafaq „alaih dari Anas bin Malik radhiyallahu „anhu). Sekadar mengingatkan saja bahwa, kaidah diatas adalah salah satu poin penting dalam cara menyikapi fenomena keragaman madzhab, golongan, kelompok, organisasi, jamaah atau gerakan dakwah Islam, yang selama ini senantiasa coba saya serukan, ajakkan dan dakwahkan! Karena saya yakin bahwa, inilah yang sedang dibutuhkan oleh Ummat saat ini, dari setiap elemen lintas madzhab, di tengah bermacam-macam perbedaan kelompok dan berbagai-bagai keragaman golongan. - See more at: http://inspirasiislami.com/index.php/2013/07/bersikaplah-sebagaimana-engkau-ingindisikapi/#sthash.jSd4T9xX.dpuf PUJIAN + SANJUNGAN = KEBINASAAN admin | 2 Juli 2012 | 0 Comments
    • Ilustrasi dari Inet Saudaraku… Jika kita memiliki prestasi yang baik di hadapan manusia atau kelebihan dan keunggulan lain di mata mereka. Baik itu di bidang ubudiyah, ilmu pengetahuan, kelebihan fisik, ketajaman akal pikiran, kemudahan dalam usaha dan bisnis, kelancaran dalam komunikasi dan yang seirama dengan itu. Maka pada saat itu, pujilah Allah swt dan agungkan Dia dan kembalikan segala kemudahan, keluasan dan berbagai warna anugerah kepada-Nya. Jangan kita biarkan setan memperdaya kita lewat lisan orang-orang di sekitar kita. Dengan pujian, sanjungan, dan julukan menggiurkan yang dialamatkan kepada kita. Nafi‟ pernah menceritakan bahwa ada seseorang datang menemui Ibnu Umar ra seraya berkata, “Ya khairannas wa ya ibna khairinnas”, wahai manusia terbaik dan putera manusia terbaik.” Ibnu Umar berkata: , . “Aku bukanlah orang terbaik dari manusia dan bukan pula putera manusia terbaik. Tetapi aku hanyalah salah seorang dari hamba Allah swt, yang mengharap kucuran rahmat-Nya dan takut kepada azab-Nya. Demi Allah, tidaklah kalian terus menerus menyanjung seseorang sehingga kalian membinasakannya.” (Mawa‟izh as shahabah, Shalih Ahmad al Syami). Saudaraku.. Siswa teladan, mahasiswa berprestasi, anak cerdas dan santun, karyawan rendah hati, ulama panutan, ustadz favorit, pendidik yang membumi, pejabat yang merakyat, pemain terbaik, mertua pilihan, orang tua kebanggaan, menantu idola, Yusuf-nya zaman ini, pengusaha sukses, petani jujur dan seterusnya. Itu sekadar contoh dari pujian, sanjungan dan gelar yang mungkin pernah orang sematkan kepada kita. Yang apabila kita salah dalam mensikapinya, akan menjadi bencana bagi kita. Di dunia kini. Terlebih di akherat sana. Dan sejarah telah mencatat, bahwa tidak sedikit orang yang terpuruk dengan segudang prestasi yang pernah diraihnya lantaran tersanjung dengan pujian dan julukan baik yang disematkan orang kepadanya. Bila kita meraih sebuah kesuksesan, berada di puncak prestasi, kemenangan datang menyapa kita, maka kita kembalikan seluruhnya kepada Allah swt. Kita bertasbih memuji kebesaran-Nya dan beristighfar kepada-Nya. “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.” An Nashr: 1-3. Saudaraku.. Sungguh kita telah terpedaya, jika kita terlena dengan pujian dan sanjungan dari manusia. Yang lebih buruk dari itu adalah jika kita beribadah, beraktifitas, belajar, berjuang, bekerja dan beramal baik, hanya untuk mendapat pujian, sanjungan, tempat dan meraih penghargaan dari manusia. Wal „iyadzubillah. Dan yang terpenting, kita tak perlu sungkan untuk mengingatkan orang yang biasa memuji kebaikan kita di hadapan kita. Sebab hal itu merupakan awal dari kebinasaan kita dan juga dirinya sendiri.
    • Ibnu Umar setelah dipuji setinggi langit, dia justru menyadarkan orang yang memujinya perihal hakikat dirinya sebagai seorang abdi Allah. Yang berusaha untuk selalu mendapat kucuran rahmat dan menghadirkan neraka di depan mata. Rasulullah saw mengajari kita do‟a, saat kita mendapat pujian dan sanjungan dari orang lain: “Ya Allah, janganlah Engkau hukum diriku karena apa yang mereka katakan, ampunilah aku terhadap apa yang tidak mereka ketahui (tentang diriku), dan jadikanlah diriku lebih baik daripada apa yang mereka kira.” H.R; Bukhari dalam kitab “Al adabul mufrad”. Sedangkan dalam riwayat Baihaqi, disebutkan: “Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari sangkaan mereka, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui tentang diriku, dan janganlah Engkau hukum diriku karena apa yang mereka katakan.” Saudaraku.. Mari kita selalu membentengi diri kita dengan do‟a dan munajat kepada-Nya. Dengan pertolongan-Nya kita menjadi kuat dalam kelemahan. Menjadi semangat dalam kelesuan. Menjadi sabar dalam ujian. Dan tentunya menjadi tak terlena dalam pujian dan tidak tersanjung dalam sanjungan. Sudahkah kita hafal dan terbiasa membaca do‟a di atas saat dipuji dan disanjung oleh orang lain?. Wallahu a‟lam bishawab. - See more at: http://inspirasiislami.com/index.php/2012/07/pujian-sanjungan-kebinasaan/#sthash.1nijkXD4.dpuf BELAJAR DARI RUMPUT Belajar dari Rumput – Rumput merupakan benda yang tidak asing bagi kita bukan? Ia mudah kita dapati dimana saja, bahkan ia kerap tumbuh di sekitar tempat tinggal kita. Coba pandangi rerumputan nan hijau itu. Mungkin kita pernah bertanya untuk apa Allah SWT. Menciptakanya. Allah tidak pernah menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia, sebagaimana dalam firman-Nya:
    • “(yaitu) orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari api neraka”. (QS. Ali-Imran: 191) Coba kembali kita perhatikan rumput-rumput itu dan renungkan. Ia sangat bermanfaat bagi makhluk lain terutama bagi hewan seperti kambing, kerbau dan sapi. Itulah rumput hadirnya memberikan kehidupan pada makhluk lainnya, termasuk juga pada kita manusia. Bayangkan alangkah gersangnya taman-taman tanpa adanya rumput yang hijau. Belajar dari rumput. Ia adalah satu dari sekian makhluk yang Allah ciptakan di bumi demi keseimbangan ekosistem kehidupan. Apalah jadinya bumi ini tanpa adanya rumput? Tentu akan ada makhluk yang merasa kehilangan bahkan mati, karena rumput itu sendiri adalah sumber kehidupan bagi mereka. Lalu bagaimana dengan kita? Allah menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan keindahan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Tentulah kita berbeda dengan rumput. Rumput saja mampu memberikan kontribusi yang besar bagi lingkungan dan penduduk bumi. Manusia bukanlah rumput, nah kontribusi apa yang dapat kita berikan untuk lingkungan sebagai makhluk pilihan yang Allah lebihkan dari makhluk lainnya dengan akal dan hati. Allah SWT. Berfirman: “ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma‟ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…” (QS. Ali-Imran: 110) Manusia jauh lebih sempurna dari makhluk lain juga dari rumput, dengan demikian sebuah keniscayaan bagi kita agar lebih bermanfaat dalam berbagai lini kehidupan, mengajak kepada amal ma‟ruf dan mencegah kemungkaran. Mari kita bercermin apa yang telah kita lakukan untuk orang lain?, orang tua, keluarga, sanak saudara, sahabat, tetanggga. Masyarakat, Kendatipun itu adalah perbuatan kebaikan terkecil sekalipun. Berbuatlah, walau perbuatan baik itu hanya akan dikenang oleh orang-orang terdekat dengan kita. Karena sejarah tidak harus diukir dengan suatu hal yang besar dan mahal. Setidaknya sejarah kehidupan pernah mencatat bahwa pernah hidup yang namanya si fulan atau fulanah, ia sangat bermanfaat bagi orang lain. Kehadirannya dirindukan dan kepergiannya ditangisi. Mari kita ukir sejarah itu, selagi hayat dikandung badan dan semasih waktu menjadi milik kita. Mari belajar dari rumput, ia saja mampu menghadirkan senyum pada makhluk lain. Bagaimana dengan kita??? Karena semua yang ada di bumi ini adalah ensiklopedia terlengkap yang Allah berikan agar kita mengambil pelajaran darinya. 13.08 | Posted by Admin Renungan Kalbu
    • Penulis: Jalaluddin Rakhmat, penerbit: Rosda Bandung,September 2001. Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka.Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu.Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya." Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu. "Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya." Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw? Di kutip dari buku : "Rindu Rosul - Meraih cinta ilahi melalui syafaat Nabi Saw" hal 31-33 ALANGKAH TENANG NYA HATI Jika memilih maaf dari dendam.. Jika memilih cinta dari benci.. Jika memilih senyum dari amarah.. Jika memilih syukur dari kufur.. Jika memilih taqwa dari putus asa.. Jika memilih sopan dari hinaan.. Jika memilih diam dari banyak bicara.. Jika memilih sabar dari kesombongan.. Sahabat : Apa pun pilihan yang kamu tentukan.. Jalaupun itu suatu hal yang menyakitkan..
    • Jangan pernah larut dalam penyesalan.. Selagi kamu masih bisa melihat mentari.. Dan merasakan semilirnya angin dalam hati.. Selalu ada harapan untuk memulai kembali.. Segala yang telah hilang, pupus dan hancur dengan langkah baru yang lebih baik.. tetap Semangat Sahabat ... CUKUP DIAM SAJA Ketika engkau Sudah Jujur, namun Sering di dustai, maka CUKUP DIAM SAJA, tak perlu membalasnya dengan keburukan Ketika engkau Sudah Setia, namun sering di kecewakan, maka CUKUP DIAM SAJA, tak perlu membalasnya dengan sebuah kekecwaan. Namun Jika dengan DIAM membuat hatimu lebih Tersiksa, maka Katakanlah kepadanya dengan Sebaikbaiknya dan Sejujur-jujurnya Jika ingin menangis.. Menangislah.. Cucurkanlah Air matamu di dunia yang Nyata ini... Dan jangan memendam air matamu di dalam Hatimu.. Karena Tangisan dalam Hati Sangat Sulit untuk mengobatinya Dan Harus percaya dan di yakini, Bahwa Sebesar apapun Rasa sakit itu, pasti Suatu saat nanti Allah SWT akan menggantikannya dengan Sebuah kebahagiaan yang terindah.. ____________