• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Slide Tesis sidang- Stiami
 

Slide Tesis sidang- Stiami

on

  • 542 views

 

Statistics

Views

Total Views
542
Views on SlideShare
542
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
11
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Slide Tesis sidang- Stiami Slide Tesis sidang- Stiami Presentation Transcript

    • PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI DAN MANAJEMEN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI KECAMATAN PARUNG KABUPATEN BOGOR Oleh: ANTONIUS SULISTIANTO MIA-0804040005
    • PERMASALAHAN LATAR BELAKANG IDENTIFIKASI LINGKUP : Masih belum maksimalnya Kualitas pelayanan yang terjadi di Kecamatan Parung yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, setidaknya faktor-faktor tersebut utamanya menyangkut pegawai dan lingkungan organisasi secara keseluruhan Seberapa besar pengaruh : 1. Jumlah pegawai 2. Komitmen Organisasi 3. Sikap berorientasi perubahan 4. Disiplin kerja 5. Kompetensi pegawai 6. Penghayatan budaya organisasi 7. Kualitas SDM 8. Motivasi 9. Koordinasi 10.Kepemimpinan 11.Kondisi Iklim organisasi 12.Manajemen Teknologi Informasi KUALITAS PELAYANAN 1. Kompetensi Pegawai 2. Manajemen Teknologi Informasi Kualitas Pelayanan
    • RUMUSAN DAN TUJUAN RUMUSAN TUJUAN 1. Seberapa besar pengaruh Kompetensi Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung? 2. Seberapa besar pengaruh Manajemen Teknologi Informasi terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung? 3. Seberapa besar pengaruh Kompetensi Pegawai dan Manajemen Teknologi Informasi secara simultan terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung Untuk menganalisis : 1. Besarnya pengaruh Kompetensi Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung 2. Besarnya pengaruh Manajemen Teknologi Informasi terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung 3. Besarnya pengaruh Kompetensi Pegawai dan Manajemen Teknologi Informasi secara simultan terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung
    • Kajian Teori dan Hipotesis 1. KOMPETENSI : “Kemampuan yang dilandasi oleh keterampilan dan pengetahuan yang didukung oleh sikap kerja serta penerapannya dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan mengacu pada persyaratan kerja yang ditetapkan untuk menghasilkan kinerja yang superior”. (Gordon dalam Sutrisno ,2011:203) 2. MANAJEMEN TEKNOLOGI INFORMASI : “Tata kelola organisasi yang menggunakan perlengkapan teknologi berupa perangkat keras dan perangkat lunak dalam proses pengolahan data menjadi informasi”. (Sholihin, 2010, 489) 3. KUALITAS PELAYANAN : “Ukuran seberapa baik layanan yang diberikan oleh organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen”. (Tangkilisan, 2007:215) 1. Kompetensi pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di Kec. Parung Kab. Bogor; 2. Manajemen Teknologi Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di Kec. Parung Kab. Bogor; 3. Kompetensi pegawai dan Manajemen Teknologi Informasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Pelayanan di Kec. Parung Kab. Bogor. Kajian Teori Hipotesis
    • No. Variabel Dimensi Indikator 1 Kompetensi (Gordon dalam Sutrisno (2011: 204-205) Pengetahuan Pemahaman Kemampuan Nilai Sikap Minat Identifikasi, Pembelajaran Karakteristik, Kondisi Efektif, Efisien Kejujuran, Demokratis Reaksi, Perasaan Perubahan, Tugas 2. Manajemen Teknologi Informasi (Sholihin (2010: 489) Terkoneksi Efisien Terintegrasi Perangkat, Jaringan, On-line Cepat, Mudah, Kesalahan Data base , Komunikasi, Hubungan, Informasi 3. Kualitas Pelayanan (Tangkilisan, 2007: 216-217) Bukti langsung (tangibles) Keandalan (reliability) Daya tanggap (responsiveness) Jaminan (assurance) Empati (empathy) Sarana fisik, Penampilan personel, Sarana komunikasi Segera, Akurat, Memuaskan Cepat Sigap Pengetahuan, Kemampuan Kesopanan, Dapat dipercaya Komunikasi, Perhatian, Pemahaman Operasionalisasi Penelitian
    • POPULASI DAN SAMPEL N n = 1+N.e² 86 n = = 71 1+(86x0,05²) Rumus SLOVIN : No. Uraian Populasi Sampel 1 Pegawai Kecamatan 26 (26 : 86) x 71 = 21.47 = 21 2 Masyarakat yang dilayani 60 (60 : 86) x 71 = 49.53 = 50 86 71
    • Hasil Penelitian Hipotesis 1 (x1-y) • x1y (+) yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana ry1 = 0.533; nilai koefisien determinasi sederhana ry1 2 = 0.284; dan model persamaan regresi sederhana Ŷ = 30.616 + 0.514X1. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (5.235 > 1.995) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05). • Kompetensi Pegawai memiliki hubungan positif kategori sedang dengan kualitas pelayanan, yang secara individual mempengaruhi 28,4% variasi kualitas pelayanan. Sisanya sebesar 71,6% adalah faktor lain. Hipotesis 2 (x2-y) • x2y (+) ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana ry2 = 0.488; nilai koefisien determinasi sederhana ry2 2 = 0.238; dan model persamaan regresi sederhana Ŷ = 33.421 + 0.549X2. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (4.639 > 1.995) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05) • Manajemen TI memiliki hubungan positif kategori sedang dengan kualitas pelayanan, yang secara individual mempengaruhi 23,8% variasi kualitas pelayanan. Sisanya sebesar 76,2% adalah faktor lain. Hipotesis 3 (x1+x2 – y) • x1+x2  y (+) ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi ganda ry.12 = 0.623; koefisien determinasi ganda ry.12 2 = 0.388; dan model persamaan regresi ganda Ŷ = 22.362 + 0.399X1 + 0.387X2. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai Fhitung > Ftabel (21.584 > 3.13) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05) • Kompetensi Pegawai dan Manajemen TI secara bersama-sama memiliki hubungan positif kategori kuat dengan kualitas pelayanan, yang secara bersama-sama mempengaruhi 38,8% var kualitas pelayanan sedangkan sisanya 61,2 % oleh faktor lain.
    • Kesimpulan Terdapat pengaruh (+) dan signifikan : 1. Kompetensi Pegawai dgn Kualitas Pelayanan  makin tinggi kompetensi pegawai, makin tinggi pula kualitas pelayanan; 2. Manajemen TI dgn Kualitas Pelayanan  makin baik manajemen TI maka makin baik pula kualitas pelayanan; 3. Kompetensi Pegawai dan Manajemen TI secara bersama-sama dgn Kualitas Pelayanan  semakin tinggi kompetensi pegawai dan manajemen TI, semakin lebih baik kualitas pelayanan. KESIMPULAN
    • SEKIAN &TERIMA KASIH
    • Kesimpulan dan Saran Terdapat pengaruh (+) dan signifikan : 1. Kompetensi Pegawai dgn Kualitas Pelayanan  makin tinggi kompetensi pegawai, makin tinggi pula kualitas pelayanan; 2. Manajemen TI dgn Kualitas Pelayanan  makin baik manajemen TI maka makin baik pula kualitas pelayanan; 3. Kompetensi Pegawai dan Manajemen TI secara bersama- sama dgn Kualitas Pelayanan  semakin tinggi kompetensi pegawai dan manajemen TI, semakin lebih baik kualitas pelayanan. 1. Sekretaris Daerah  mendorong SKPD terkait kompetensi dgn diklat & menambah sarpras TI 2. Pimpinan Kecamatan  mengupayakan kompetensi pegawai & manajemen TI  kualitas pelayanan lebih baik. 3. Peningkatan x1 & x2 secara bersama-sama dengan prioritas x1 4. Penelitian lanjutan  uji variabel lain yang potensi pengaruhnya lebih kuat KESIMPULAN SARAN
    • Hasil Penelitian • Kompetensi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas pelayanan yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana y1 = 0.533; nilai koefisien determinasi sederhana y1 2 = 0.284; dan model persamaan regresi sederhana Ŷ = 30.616 + 0.514X1. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (5.235 > 1.995) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05). • Makin baik kompetensi pegawai maka makin baik pula kualitas pelayanan sebaliknya makin rendah kompetensi pegawai maka makin buruk pula kualitas pelayanan. • Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Efendy (2010), Zuamah (2007), Tobing (2009), dan Darmawan (2009). • Ketika pegawai pelayanan memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja sesuai persyaratan organisasi maka pelayanan menjadi lebih baik. Sebaliknya ketika keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja kurang baik maka kualitas pelayanan juga akan makin tidak baik.
    • Hasil Penelitian (2) • Manajemen teknologi informasi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas pelayanan ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sederhana y2 = 0.488; nilai koefisien determinasi sederhana y2 2 = 0.238; dan model persamaan regresi sederhana Ŷ = 33.421 + 0.549X2. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai thitung > ttabel (4.639 > 1.995) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05) • Makin baik manajemen teknologi informasi maka makin baik pula kualitas pelayanan sebaliknya makin buruk manajemen teknologi informasi maka makin buruk pula kualitas pelayanan. • Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yanuarni (2010). • Manajemen teknologi informasi yang makin baik ditandai dengan tersedianya perangkat yang lengkap, terkoneksi, efisien dan terintegrasi membantu tugas pegawai dalam bekerja sehingga kinerjanya akan semakin baki, sebaliknya jika hardware dan sofware yang digunakan untuk mengelola teknologi informasi tidak memadai dan pegawai yang menggunakan hardware dan software tidak menguasai dengan baik maka kualitas pelayanan akan menjadi buruk.
    • Hasil Penelitian (3) • Kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi secara bersama-sama berpepngaruh positif terhadap kualitas pelayanan ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi ganda y.12 = 0.623; koefisien determinasi ganda y.12 2 = 0.388; dan model persamaan regresi ganda Ŷ = 22.362 + 0.399X1 + 0.387X2. • Pengaruh tersebut signifikan karena nilai Fhitung > Ftabel (21.584 > 3.13) dan atau Sig. < (0.000 < 0.05) • Makin tinggi kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi maka makin baik pula kualitas pelayanan sebaliknya makin rendah kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi maka makin buruk pula kualitas pelayanan. • Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan Efendy (2010), Zuamah (2007), Tobing (2009), dan Darmawan (2009) maupun Yanuarni (2010). • Keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja pegawai yang sesuai persyaratan organisasi didukung teknologi informasi yang terkoneksi, efisien dan terintegrasi membuat kualitas pelayanan menjadi lebih baik. Sebaliknya tidak adanya keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja yang baik ditambah tidak tersedianya hardware dan software yang memadai akan membuat kualitas pelayanan menjadi buruk.
    • Kajian Teori Kompetensi : 1. Simamora (2004:92), 14 jenis keahlian, pengetahuan & kemampuan 2. Sutrisno (2011:203), 14  kemampuan, keterampilan, pengetahuan 3. Rivai (2009:422), 14 karakteristik dasar individu, unjuk kerja superior 4. Hartanto (2009:429), 15 karakteristik, kinerja efektif Manajemen Teknologi Informasi : 1. Rochaety, Setyowati dan Ridwan Z (2011:6), 22  manajemen 2. William dan Sawyer (2003) TI= komputasi, jalur komunikasi, data, suara 3. Suwatno dan Priansa (2011:330), 23SIM, sub sistem utama SI, berbasis komputer 4. Solihin (2010:489), 28pengembangan sistem, dukungan teknis, op data pusat lahta
    • Kajian Teori Kualitas Pelayanan : 1. Latunreng (2010:151), 31pelayanan, aktivitas, kebutuhan, kepuasan 2. Moenir (2002:27),31pelayanan, kegiatan, proses, rutin, berkesinambungan 3. Simamora (2001:180), 32tingkat keunggulan, pengendalian, keinginan pelanggan 4. Hidayat (2007:3,), 32ukuran, jasa pelayanan, memuaskan, konsumen 5. Tangkilisan (2007:215)persepsi pelanggan, superioritas layanan, akumulasi kepuasan, pelanggan
    • Hasil Penelitian Hipotesis 1 (x1-y) • T hitung 5,235, T tabel 1.995 T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima. • Untuk mengetahui besarnya pengaruh x1-y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial sebagai berikut Y = 30.616 + 0.514X1 Setiap variabel X1 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y (kualitas pelayanan). • Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar 28,4%. Sisanya sebesar 71,6% adalah faktor lain. Hipotesis 2 (x2-y) • T hitung 4,639. T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima. • Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2-Y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial sebagai berikut Y = 33.421 + 0.549 X2 Setiap variabel X2 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y (kualitas pelayanan). • Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar 23,8%. Sisanya sebesar 76,2% adalah faktor lain. Hipotesis 3 (x1+x2 – y) • Setiap X1 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,339 dengan catatan X2 konstan. • Setiap X2 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,387 dengan X1 konstan. • Untuk mengetahui pengaruh bersama X1 dan X2 terhadap kompetensi dan manajemen teknologi informasi dilakukan uji determinasi regresi berganda Y = 22,362 + 0,339 X1 + 0,387 X2 sehingga didapatkan nilai sebesar 38,8% sedangkan sisanya oleh faktor lain.
    • Hasil Penelitian Hipotesis 3 Setiap X1 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,339 dengan catatan X2 konstan. Setiap X2 bergerak 1 angka menyebabkan perubahan terhadap Y sebesar 0,387 dengan X1 konstan. Untuk mengetahui pengaruh bersama X1 dan X2 terhadap kompetensi dan manajemen teknologi informasi dilakukan uji determinasi regresi berganda Y = 22,362 + 0,339 X1 + 0,387 X2 sehingga didapatkan nilai sebesar 38,8% sedangkan sisanya oleh faktor lain.
    • Kesimpulan a. Kompetensi pegawai memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di kecamatan Parung kabupaten Bogor b. Manajemen teknologi informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di kecamatan Parung kabupaten Bogor c. Kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di kecamatan Parung kabupaten Bogor
    • Saran a. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor selaku pimpinan staf pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor senantiasa dapat terus mendorong SKPD terkait untuk terus meningkatkan Kompetensi pegawainya melalui pendidikan dan pelatihan, serta menambah sarana dan prasarana Teknologi Informasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat serta tercapainya Pelayanan Prima. b. Pimpinan kecamatan Parung kabupaten Bogor hendaknya mengupayakan peningkatan kompetensi pegawai dan manajemen teknologi informasi agar kualitas pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik. d. Peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan dengan menguji faktor lain yang belum diteliti karena masih banyak faktor lain yang potensi pengaruhnya lebih kuat.
    • Kualitas Pelayanan Kualitas pelayanan adalah ukuran seberapa baik layanan yang diberikan oleh organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. No. Variabel Dimensi Indikator 3 Kualitas Pelayanan (Tangkilisan, 2007: 216-217) Bukti langsung (tangibles) Keandalan (reliability) Daya tanggap (responsiveness) Jaminan (assurance) Empati (empathy) Sarana fisik, Penampilan personel, Sarana komunikasi Segera, Akurat, Memuaskan Cepat Sigap Pengetahuan, Kemampuan Kesopanan, Dapat dipercaya Komunikasi, Perhatian, Pemahaman
    • Populasi dan Sampel Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kecamatan Parung Kabupatan Bogor yang berjumlah 26 orang dan rata-rata masyarakat yang dilayani dalam satu bulan sebanyak 60 orang sehingga populasi dalam penelitian ini sebanyak 86 orang. No. Uraian Populasi Sampel 1 Pegawai Kecamatan 26 (26 : 86) x 71 = 21.47 = 21 2 Masyarakat yang dilayani 60 (60 : 86) x 71 = 49.53 = 50 86 71
    • Hasil Penelitian Hipotesis 1 T hitung 5,235. T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima. Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1-Y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial sebagai berikut Y = 30.616 + 0.514X1 Setiap variabel X1 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y (kualitas pelayanan). Untuk mengetahui besarnya pengaruh X1 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar 28,4%. Sisanya sebesar 71,6% adalah faktor lain. Hipotesis 2 T hitung 4,639. T hitung > T tabel, sehingga H1 diterima. Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2-Y dilakukan dengan uji persamaan regresi parsial sebagai berikut Y = 33.421 + 0.549 X2 Setiap variabel X2 naik satu tingkat maka akan berpengaruh terhadap peningkatan variabel Y (kualitas pelayanan). Untuk mengetahui besarnya pengaruh X2 terhadap Y di dapat melalui uji determinasi sebesar 23,8%. Sisanya sebesar 76,2% adalah faktor lain.