Power Point

6,546 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,546
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
73
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Power Point

  1. 1. DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS KURIKULUM PEMBELAJARAN <ul><li>NAMA : ANISA OKTANIA UTAMI </li></ul><ul><li>TK : II A (LANJUTAN) </li></ul><ul><li>PRODI : PENDIDIKAN EKONOMI </li></ul>
  2. 2. BAB I MODEL SISTEM PENYAMPAIAN KURIKULUM 2004 A. Pengertian. Model penyampaian kurikulum merupakan suatu upaya untuk menyebarluaskan secara terprogram tentang kurikulum 2004. Penyebaran ini mencakup cara penyebaran yang dapat dilakukan serta hal-hal yang akan disebarkan dengan meliputi : Latar belakang, landasan, struktur program, standar kompetensi, penilaian berbasis kelas, kegiatan belajar mengajar, pengelolaan kurikulum disekolah, dan pengembangan silabus. Penyampaian kurikulum bertujuan agar para Pembina pendidikan mulai dari tingkat pusat sampai daerah, masyarakat dan orang tua mempunyai pemahaman yang sama dengan para guru sebagai pelaksana kurikulum dilapangan.
  3. 3. <ul><li>B. Peran dan tanggungjawab lembaga kependidikan dalam penyampaian kurikulum 2004 </li></ul><ul><li>Dalam penyampaian kurikulum sesuai dengan wewenang dan lingkup kerja masing-masing yaitu: </li></ul><ul><li>Departemen pendidikan Nasional (tingkat Pusat) </li></ul><ul><ul><li>Memberikan pelayanan kepada tim dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota tim perekayasa kurikulum didaerah. </li></ul></ul><ul><li>Dinas pendidikan provinsi </li></ul><ul><ul><li>Menjadi fasilitator pembentukan, pelatihan dan pembinaan dan sosoialisasi dan pelatihan pada tingkat kabupaten/kota. </li></ul></ul><ul><li>Dinas pendidikan kabupaten/kota </li></ul><ul><ul><li>Mengusahakan tersedianya sumber dan pelatihan secara mandiri atau memohon bantuan dinas kabupaten/kota. </li></ul></ul><ul><li>Sekolah </li></ul><ul><ul><li>Memahami konsep dan gagasan KBK. </li></ul></ul><ul><ul><li>Melaksakan sosialisasi dan pelatihan secara mandiri atau memohon bantuan dinas kabupaten/kota. </li></ul></ul>
  4. 4. <ul><li>C. Model sistem penyampaian Kurikulum 2004 </li></ul><ul><li>Informasi mengenai KBK tidaklah mudah untuk disampaikan dan pemahamannya membutuhkan waktu yang relatif lama. Model penyampaian KBK yaitu dimulai dari tingkat pusat yang dilaksanakan pusat kurikulum, Ditjen Dikdasmen atau Pusat Pelatihan dan Penataran Guru (PPPG). </li></ul>
  5. 5. BAB II MODEL PELATIHAN KURIKULUM 2004 <ul><li>Model sosialisai dan pelatihan kurikulum 2004 dikelompokan dalam tiga kelompok utama yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Tingkat pemula adalah sosialisasi dan pelatihan bagi peserta yang belum pernah menerima penjelasan secara konprehensif tentang kurikulum 2004. </li></ul></ul><ul><ul><li>Tingkat menengah adalah sosialisasi dan pelatihan bagi peserta yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kurikulum 2004 dengan mengharapkan adanya penjelasan untuk masing-masing mata pelajaran. </li></ul></ul><ul><ul><li>Tingkat lanjut adalah sosialisasi dan pelatihan bagi peserta yang akan melaksanakan kurikulum 2004 sehingga memerlukan pelatihan untuk penjabaran kurikulum sampai pada tingkat penyusunan silabus untuk masina-masing mata pelajaran. </li></ul></ul>
  6. 6. <ul><li>Penyaji atau penatar dalam kegiatan ini diharapkan adalah pelatih yang memiliki pangalaman dan pelatihan tentang kurikulum 2004. Peserta atau petatar pada kegiatan ini diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk dapat menatarkan kembali pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya, mengingat bahwa pelatihan yang dapat dilaksanakn oleh pusat tidak akn mampu menjangkau semua sekolah dan semua guru yang akan melaksanakan kurikulum 2004. </li></ul>
  7. 7. BAB III SUMBER PENGETAHUAN TENTANG BELAJAR <ul><li>  </li></ul><ul><li>A. Pengalaman empiris </li></ul><ul><li>Pengalaman empiris adalah peribahasa atau maksim yang sering berasal dari pengalaman yang luas. Contohnya : mengajar adalah salah satu kiat dan dilakukan secara professional. </li></ul><ul><li>B. Filsafat </li></ul><ul><li>Dimyati (1994;32) menyebutkan bahwa terdapat enam jenis materi ilmu yang dikembangkan, yaitu: </li></ul><ul><ul><li>Ide abstrak </li></ul></ul><ul><ul><li>Benda fisit </li></ul></ul><ul><ul><li>Jasad hidup </li></ul></ul><ul><ul><li>Gejala rohani </li></ul></ul><ul><ul><li>Peristiwa social </li></ul></ul><ul><ul><li>Proses tanda </li></ul></ul><ul><li>Filsafat merupakan system kepercayaan yang tersusun berdasarkan pertimbangan nalar dan mantik. </li></ul><ul><li>Filsafat ialah seperangkat koheren dan nilai-nilai yang memberikan suatu kerangka guna memahami hubungan antar bangsa, manusia, dan alam semesta. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>C. Penelitian Empiris </li></ul><ul><li>Penelitian empiris adalah suatu penyelidikan secara sisitematis, terkontrol, empiris, dan krisis mengenai proposisi-proposisi hipotesis tentang hubungan yang diperkirakan ada antara gejala-gejala ilmiah (Ardhana, 1987 : 3) </li></ul><ul><li>Penelitian empiris mempunyai tiga ciri pokok yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Penelitian yang bersifat sistematis dan terkontrol, berdasarkan cara kerjanya pada metode induktif dan deduktif. </li></ul></ul><ul><ul><li>Penelitian yang yang empiris, artinya dalam menguji kesahihan, penelitian yang berpaling pada pengalaman. </li></ul></ul><ul><ul><li>Penelitian yang mengoreksi diri sendiri. </li></ul></ul><ul><li>D. Teori </li></ul><ul><li>Teori adalah seperangkat proposisi yang di dalamnyamemuat tentang ide, konsep, prosedur dan prinsip yang terdiri dari satu/lebih variable yang saling berhubungan satu sama lainnya dan dapat dipelajari, dianalisis dan diuji serta dibuktikan kebenarannya (Hamzah Uno 2003 : 26) </li></ul>
  9. 9. BAB VI TEORI BELAJAR DAN PENGARUHNYA PADA PERKEMBANGAN TINGKAH LAKU MANUSIA   <ul><li>A . Aliran Behavioristik </li></ul><ul><li>Aliran behavioristik adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respons, (pandangan belajar menurut aliran behavioristik) </li></ul><ul><li>Para ahli yang banyak berkarya dalam aliran ini antara lain : </li></ul><ul><ul><li>Thorndike </li></ul></ul><ul><ul><li>Watson </li></ul></ul><ul><ul><li>Clark hull </li></ul></ul><ul><ul><li>Edwin Guthrie </li></ul></ul><ul><ul><li>Skinner </li></ul></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>B. Aliran kognitif </li></ul><ul><li>Teori belajar kognitif merupakan suatu teori belajar yang lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar. </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>C. Aliran teori humanistic </li></ul><ul><li>Teori jenis ketiga adalah teori humanistic, penganut teori ini proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Dari ke-empat teori belajar , teori humanistic inilah yang paling abstrak, yang paling mendekati dunia filsafat dari pada dunia pendidikan. </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>D. Aliran sibernetik </li></ul><ul><li>  </li></ul>
  10. 10. BAB V TIGA ALTERNATIF PENDEKATAN PEMBELAJARAN DITINJAU DARI SUDUT PANDANG PSIKOLOGI   <ul><li>A. Pendekatan prilaku </li></ul><ul><li>aplikasi teori-teori belajar dan psikologi yang mempersyaratkan perubahan prerilaku yang diamati/teramati dan dapat diukur. </li></ul><ul><li>B. Pendekatan kognitif </li></ul><ul><li>Menurut ahli kognitif, belajar merupakan proses internal yang tidak dapat diamatisecara langsung. </li></ul><ul><li>C. Pendekatan terapan </li></ul><ul><li>Pendekatan terapan dikembangkan justru berpijak pada hasil analisis kebutuhan lapangan, sehubungan desakan masyarakat yang segera untuk meningkatkan output lembaga pendidikan tinggi. </li></ul>
  11. 11. BAB VI PEMBELAJARAN EMOSIONAL DAN KAITANNYA DENAGN KEPRIBADIAN <ul><li>A. Pembelajaran Emosional </li></ul><ul><li>Dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan emosional, perhatian atau perkembangan intelektual anak dianggap penting. Emosi adalah perilaku yang utama/terutama dipengaruhi oleh tanggapan mendalam yang terkondisikan. (Silverman 1986). </li></ul><ul><li>Beberapa tipe emosi adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><ul><li>Emosi yang digolongkan kedalam senang atu tidak senang. </li></ul></ul><ul><ul><li>Senang. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sedih. </li></ul></ul><ul><ul><li>Marah. </li></ul></ul><ul><ul><li>Takut. </li></ul></ul><ul><li>B. Pengaruh perkembangan moral terhadap pembelajaran emosional </li></ul><ul><li>Perkembangan emosional pada anak juga akan berjalan dengan perkembangan moral. Menurut Hurlock perilaku moral ada tiga, yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Perilaku moral yang sesuai dengan kelompok social. </li></ul></ul><ul><ul><li>Perilaku tak moral </li></ul></ul><ul><ul><li>Perilaku amoral. </li></ul></ul>
  12. 12. <ul><li>C. Pengaruh perkembangan social terhadap pengaruh pembelajaran emosional </li></ul><ul><li>Berkenaan dengan perkembangan social bahwa keberadaan anak dalam kehidupan social dapat dilihat dua hal yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Anak yang memiliki sifat introvert. </li></ul></ul><ul><ul><li>Anak yang bersifat ekstrovert. </li></ul></ul><ul><li>D. Implikasi Emosi </li></ul><ul><ul><li>Keperluan penelitian dan pengembangan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Keperluan praktis. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kegunaan lain. </li></ul></ul>
  13. 13. BAB VII MENDESAIN PEMBELAJARAN BERDASARKAN KOMPETEN <ul><li>KEMAMPUAN GURU DALAM MENDESAIN PELAJARAN </li></ul><ul><li>Spenser and spenser mendefinisikan kemampuan sebagai karakteristik yang menonjol dari seorang individu yang berhubungan dengan kinerja afektif dan atau superior dalam suatu pekerjaan/situasi. </li></ul><ul><li>Lima karakteristik kompetensi menurut spenser and spenser : </li></ul><ul><ul><li>motip </li></ul></ul><ul><ul><li>Sifat </li></ul></ul><ul><ul><li>Konsep diri </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengetahuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Keterampilan </li></ul></ul><ul><li>Kompetensi guru merupakan gambaran hakikat dari perilaku guru atau tenaga kependidikan yang tampak sangat berarti. Nana Sudjana membagi kompetensi guru menjadi tiga bagian, yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Kompetensi bidang kognitif </li></ul></ul><ul><ul><li>Kompetensi bidang sikap </li></ul></ul><ul><ul><li>Kompetensi perilaku </li></ul></ul>
  14. 14. <ul><li>B. Perencanaan pembelajaran </li></ul><ul><li>Pembelajaran menurut D. egeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Inti dari desain pembelajaran ysng dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. </li></ul><ul><ul><li>Perbaikan kualitas pembelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembelajaran dirancang dengan pendekatan sistem </li></ul></ul><ul><ul><li>Desain pembelajaran mengacu pada bagaimana seseorang belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Desain pembelajaran diacukan pada siswa perorangan </li></ul></ul><ul><ul><li>Desain pembelajaran harus diacukan pada tujuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Desain pembelajaran diarahkan pada kemudahan belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Desain pembelajaran melibatkan variabel pembelajaran </li></ul></ul>
  15. 15. <ul><li>C. Langkah-langkah mendesain pembelajaran </li></ul><ul><ul><li>Mengindentifikasi tujuan umum pembelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Melakukan analisis pembelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengindentifiksi tingkah laku masukan dan karakteristik mahasiswa </li></ul></ul><ul><ul><li>Merumuskan tujuan performasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengembangkan strategi pembelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengembangkan dan memilih material pembelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif </li></ul></ul><ul><ul><li>Merevisi bahan pembelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif </li></ul></ul>
  16. 16. BAB VIII PENINGKATAN KWALITAS KETERAMPILAN MENGAJAR <ul><li>Keterampilan memberi penguatan </li></ul><ul><li>Merupakan keterampilan yang arahnya untuk memberikan dorongan, tanggapan atau hadiah bagi siswa agar dalam mengikuti pelajaran merasa dihormati dan diperhatikan. </li></ul><ul><li>Keterampilan memberi penguatan bertujuan untuk : </li></ul><ul><ul><li>Meningkatkan perhatian siswa </li></ul></ul><ul><ul><li>Melancarkan proses belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Membangkitkan motivasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengontrol sikap </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengembangkan diri sendiri dalam belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengarahkan pada cara berfikir baik </li></ul></ul><ul><li>B. Keterampilan bertanya </li></ul><ul><ul><li>Keterampilan dasar </li></ul></ul><ul><ul><li>Keterampilan lanjutan </li></ul></ul><ul><ul><li>Keterampilan menggunakan variasi </li></ul></ul>
  17. 17. <ul><li>C. Keterampilan menjelaskan </li></ul><ul><li>Memberikan penjelasan merupakan salah satu aspek yang penting dalam perbuatan guru. </li></ul><ul><li>D. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran </li></ul><ul><li>Bertujuan untuk : </li></ul><ul><ul><li>Menimbulkan perhatian dan motivasi siswa terhadap tugas yang akan dihadapi </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengetahui batas-batas tugas </li></ul></ul><ul><ul><li>Siswa dapat mengetahui pendekatan apa yang akan dilakukan </li></ul></ul>
  18. 18. BAB IX GAYA BELAJAR DAN GAYA KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN <ul><li>Gaya belajar dalam pembelajaran </li></ul><ul><ul><li>Gaya belajar visual </li></ul></ul><ul><ul><li>Gaya belajar auditory Learners </li></ul></ul><ul><ul><li>Gaya belajar tactual Learners </li></ul></ul><ul><li>B. Tujuan gaya belajar efektif </li></ul><ul><ul><li>Bermain dengan kata </li></ul></ul><ul><ul><li>Bermain dengan pertanyaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Bermain dengan gambar </li></ul></ul><ul><ul><li>Bermain dengan musik </li></ul></ul><ul><ul><li>Bermain dengan bergerak </li></ul></ul><ul><ul><li>Bermain dengan bersosialisasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Bermain dengan kesendirian </li></ul></ul><ul><li>C. Gaya kognitif dalam pembelajaran </li></ul><ul><li>Gaya kognitif adalah salah satu variabel kondisi belajar yang menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merencanakan pembelajaran </li></ul>
  19. 19. BAB X OBSERVATION LEARNING <ul><li>Belajar dari pengamatan </li></ul><ul><li>Pengamat dapat mempelajari keterampilan kognitif, efektif atau psikomotor. </li></ul><ul><ul><li>Terhadap model dapat menguatkan/melemahkan berbagai halangan </li></ul></ul><ul><ul><li>Dapat bertindak sebagai penganjur umum </li></ul></ul><ul><li>Proses belajar lewat pengamatan terhadap model </li></ul><ul><ul><li>Memberikan perhatian </li></ul></ul><ul><ul><li>Model yang menarik </li></ul></ul><ul><ul><li>Menyimpan dalam ingatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Vicarious emotion </li></ul></ul><ul><ul><li>Atribut model </li></ul></ul>
  20. 20. <ul><li>Judul Buku : 1. Model Sistem Penyampaian </li></ul><ul><li>Kurikulum 2004 </li></ul><ul><li>2. Orientasi Baru Dalam Psikologi </li></ul><ul><li>Pembelajaran </li></ul><ul><li>Pengarang : 1. Pusat Kurikulum , Balitbang </li></ul><ul><li>Depdiknas 2003 </li></ul><ul><li>2. Dr Hamzah B.Uno,M.Pd </li></ul><ul><li>Penerbit : 1. Indonesia.pusat kurikulum, badan penelitian dan pengembangan Departemen Pendidikan Nasional </li></ul><ul><li> 2. Bumi aksara </li></ul><ul><li>Halaman Buku : 1. 25 hal </li></ul><ul><li>2. 232 hal </li></ul>

×