Modul I aplikasi 3“PENETAPAN KADAR VITAMIN C DALAM TABLET SECARA       IODIMETRI DENGAN POTENSIOMETRI”                 DIS...
PENDAHULUANpotensial electrode indikator tidak dapat dihitung secarasendirian akan tetapi harus menggabungkan elektroda– e...
TUJUAN• mampu menetapkan kadar senyawa  vitamin C secara potensiometri serta  mampu mengolah data titrasi  potensiometri m...
PROSEDUR RESMILebih kurang 400mg asam askorbat di timbangsecara seksamaDilarutkan dalam campuran yang terdiri atas100ml ai...
CARA KERJA   Lebih kurang 400mg asam askorbat di timbang seksama  Dimasukkan dalam bekker glass di atas pengaduk magneticD...
Disiapkan 2 macam larutan dapar pH 7 dan             pH 4 aquadest Dikeringkan elektroda sebelum di pakai.Dicuci elektroda...
Titrasi dimulai dengan membukakran buret pelan – pelanDilakukan orientasi dan replikasisebanyak 3xDicatat setiap MV setiap...
DATA               HASIL PERHITUNGANV (ml)    E (MV)   ΔE           ΔV     ΔE/ΔV   Vavg    Δ2E/ ∆Vavg6,5 ml    288        ...
HASIL DAN PERHITUNGAN   Contoh salah satu perhitungan pada table              •ΔE       = E2 – E1                        =...
Contoh perhitungan TAT , kadar, dan mg tabletVolume titrasi pada TAT = 10,0 +                       =10,0 + 0,55          ...
PEMBAHASAN•     Penetapan kadar vitamin C kali ini menggunakan  metode iodometri. Dasar dari metode ini adalah  mereduksi ...
• Sementara sampel disiapkan, dilakukan  kalibrasi terhadap potensiometer. Setelah  selesai preparasi sampel kalibrasi, di...
• Saat orientasi, penambahan larutan titran (Iodium  0,0980 N) dilakukan 0,5 ml sekali dan dicatat  potensialnya sampai me...
• Dari perhitungan, dapat ditentukan kadar  %b/b dan kadar mg/tablet. Secara teoritis,  kadar vitamin C yang terkandung da...
KESIMPULAN• Analisis vitamin C dengan metode Iodometri menggunakan  larutan baku Iodium 0,0980 N.• Titrasi vitamin C denga...
DAFTAR PUSTAKA•   Anonim, 1979, Farmakope Indonesia edisi III, DepKes RI, Jakarta.•   Gandjar, 2007, Kimia Analisis Farmas...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

PENETAPAN KADAR VITAMIN C DENGAN POTENSIOMETRI

7,027

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,027
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
176
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • AI- G.2
  • PENETAPAN KADAR VITAMIN C DENGAN POTENSIOMETRI

    1. 1. Modul I aplikasi 3“PENETAPAN KADAR VITAMIN C DALAM TABLET SECARA IODIMETRI DENGAN POTENSIOMETRI” DISUSUN OLEH: 1.AHMAD RIFQY KURNIA (K100110140) 2.ANNIE RAHMATILLAH (K100110155) 3.AMIRA (K100110156) 4.ANGGRIANA ARISTYA (K100110162)
    2. 2. PENDAHULUANpotensial electrode indikator tidak dapat dihitung secarasendirian akan tetapi harus menggabungkan elektroda– elektroda indicator dengan elektroda pembanding( electrode referens )yang mempunyai harga potensialyang tetap selama pengukuran. Elektroda pembandingyang diambil sebagai bahan baku internasional adalahelektroda hidrogen beku. Harga potensial ini di tetapkansebesar nol pada keadaan baku yakni pada konsentrasi[H+] 1M tekanan gas H2 1atm dan suhu 25oC,sementara gaya gerak listrik atau elekromotive forcediukur dengan bantuan potensiometer yang sesuai yangbiasanya dipakai degan peralatan elektronik (voltmeterbertransitor).
    3. 3. TUJUAN• mampu menetapkan kadar senyawa vitamin C secara potensiometri serta mampu mengolah data titrasi potensiometri menggunakan kurva turunan pertama sampai kedua.
    4. 4. PROSEDUR RESMILebih kurang 400mg asam askorbat di timbangsecara seksamaDilarutkan dalam campuran yang terdiri atas100ml air bebas karbon dioksida dan 25 mlasam sulfat encerLarutan di titrasi segera dengan iodium 0,1Nmenggunakan indikator KI sampai terbentukwarna biru tetap.
    5. 5. CARA KERJA Lebih kurang 400mg asam askorbat di timbang seksama Dimasukkan dalam bekker glass di atas pengaduk magneticDilarutkan dalam camuran 100ml air bebas CO 2 dan 25 ml H2SO4 encer Pengaduk magnetic dijalankan (tanpa pemanasan ) dengan kecepatan sedang
    6. 6. Disiapkan 2 macam larutan dapar pH 7 dan pH 4 aquadest Dikeringkan elektroda sebelum di pakai.Dicuci elektroda dengan aquadest 3x dan di lap dengan tissue Dipasang alat potensiometri dengan bantuan statif dan klem hingga elektroda tercelup dalam larutan titrat
    7. 7. Titrasi dimulai dengan membukakran buret pelan – pelanDilakukan orientasi dan replikasisebanyak 3xDicatat setiap MV setiappenambahan 0,5 ml larutan titrandan untuk relplikasi setiappenambahan 0,1ml volume titran
    8. 8. DATA HASIL PERHITUNGANV (ml) E (MV) ΔE ΔV ΔE/ΔV Vavg Δ2E/ ∆Vavg6,5 ml 288 -5 0,5µl -10 6,75 327,0 ml 283 3 0,5µl 6 7,25 -687,5 ml 286 -14 0,5µl -28 7,75 408,0 ml 272 -4 0,5µl -8 8,25 128,5 ml 268 -1 0,5µl -2 8,75 -49,0 ml 267 -2 0,5µl -4 9,25 2689,5 ml 269 65 0,5µl 130 9,7510,0 ml 334 -220 10 0,5µl 20 10,25
    9. 9. HASIL DAN PERHITUNGAN Contoh salah satu perhitungan pada table •ΔE = E2 – E1 = 283 - 288 = -5 • ΔV = V2 – V1 = 7,0 – 6,5 = 0,5 • ΔE/ΔV = -5/0,5 = -10 • Vavg = 7,0 + 6,5 2 = 6,75 = 32
    10. 10. Contoh perhitungan TAT , kadar, dan mg tabletVolume titrasi pada TAT = 10,0 + =10,0 + 0,55 =10,55Kadar b/b = = 63,54% b/bMg/tablet = 63,54% b/b x 143,5 = 91,08 mg/tablet
    11. 11. PEMBAHASAN• Penetapan kadar vitamin C kali ini menggunakan metode iodometri. Dasar dari metode ini adalah mereduksi asam askorbat dan menggunakan larutan baku Iodium 0,1 N.• Langkah kerja yang pertama adalah preparasi sampel yaitu dengan menimbang tablet vitamin C dan digerus halus. Dan dimasukkan ke dalam beker gelas yang bersih agar tidak terkontaminasi oleh zat-zat pengotor yang dapat mempengaruhi proses analisis. Setelah itu, dilarutkan dalam campuran 100 ml aquades dan 25 ml H2SO4 encer dan diaduk dengan batang pengaduk.
    12. 12. • Sementara sampel disiapkan, dilakukan kalibrasi terhadap potensiometer. Setelah selesai preparasi sampel kalibrasi, dimulailah melakukan titrasi dengan larutan baku Iodium tepatnya 0,0980 yang sebelumnya potensiometer ORP dipasang dengan bantuan statif dan klem hingga elektrodanya tercelup ke dalam larutan asam askorbat (vitamin C) yang berperan sebagai titrat. Namun, pemasangan elektroda harus hati- hati dan tidak boleh menyentuh dasar beker glass agar indikatornya tidak rusak.
    13. 13. • Saat orientasi, penambahan larutan titran (Iodium 0,0980 N) dilakukan 0,5 ml sekali dan dicatat potensialnya sampai menunjukkan kenaikan yang tajam dan penambahan pun dilakukan hingga titik keenam setelah mencapai puncak kenaikan potensial. Tercatat saat penambahan 10,0 ml titran, potensiometer menunjukkan angka 334 mV, padahal saat penambahan sebelumnya, masih 269 mV. Sehingga, didapatkan data potensiometer mengalami kenaikan yang tajam saat penambahan 10,0 ml titran.• Proses yang sama juga dilakukan untuk replikasi 1, 2, ataupun 3. Hanya saja, saat orientasi, dilakukan pencatatan nilai potensial saat penambahan 0,5 ml titran, namun untuk replikasi, pencatatan nilai potensial dilakukan saat penambahan 0,1 ml titran.
    14. 14. • Dari perhitungan, dapat ditentukan kadar %b/b dan kadar mg/tablet. Secara teoritis, kadar vitamin C yang terkandung dalam setiap tablet adalah 100 mg. Hasil kami tidak sesuai dengan hal tersebut, sehingga kami menganalisa kesalahan-kesalahan yang ada saat analisis. Kemungkinan besar terjadi ketidak telitian saat pembacaan potensial dan masih ada zat yang tersisa pada kertas perkamen saat pemindahan ke beker gelas.
    15. 15. KESIMPULAN• Analisis vitamin C dengan metode Iodometri menggunakan larutan baku Iodium 0,0980 N.• Titrasi vitamin C dengan titran Iodium 0,0980 N dilakukan secara manual, namun memakai potensiometer ORP untuk menentukan potensialnya.• Kadar vitamin C: – Orientasi : 63,54 % b/b dan 91,08 mg/tablet – Replikasi 1 :89,75 %b/b dan 128,6 mg/tablet – Replikasi 2 :87,71 % b/b dan 128,6 mg/tablet – Replikasi 3 :79%b/b dan 113,20 mg/tablet
    16. 16. DAFTAR PUSTAKA• Anonim, 1979, Farmakope Indonesia edisi III, DepKes RI, Jakarta.• Gandjar, 2007, Kimia Analisis Farmasi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.• Hamdani,S, 2012, Diktat Praktikum Kimia Analisis, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Bandung.• Sudjadi, 2008, Analisis Kualitatif Obat, Gajah Mada University press, Yogyakarta.• Rheza, D, 2011. Sumber: http://google.com/laporan-resmi-pdtk-1.pdf diakses pada tanggal 12 September 2012.
    1. A particular slide catching your eye?

      Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

    ×