Your SlideShare is downloading. ×
0
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
qada dan qadar
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

qada dan qadar

1,418

Published on

menjelaskan tentang qada dan qadar

menjelaskan tentang qada dan qadar

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,418
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
109
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. NAMA KELOMPOK • • • • • • ANIKA ISWANDINI (03) ANIS RIYANTO (04) DESHINTA PUTRI KINASIH (09) IMROATUL MUFIDAH (21) REZZA LUTVIANA SURYAHADI (30) RINA ROHMAWATI (31)
  • 2. BERIMAN KEPADA QADA DAN QADAR
  • 3. PENGERTIAN IMAN KEPADA QADA DAN QADAR TANDA-TANDA BERIMAN KEPADA QADA DAN QADAR HIKMAH BERIMAN KEPADA QADA DAN QADAR
  • 4. PENGERTIAN IMAN KEPADA QADA DAN QADAR KESIMPULANNYA: Iman kepada qada dan qadar adalah percaya bahwa segala apa yang terjadi dialam semesta ini merupakan kehendak dan ketentuan ALLAH SWT • Iman adalah keyakinan yang diyakini didalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dilaksanakan dengan amal perbuatan. Qadar artinya menurut bahasa berarti ukuran.Qadar artinya terjadi penciptaan sesuai dengan ukuran atau timbangan yang telah ditentuan sebelumnya. Qada menurut bahasa artinya Ketetapan.Qada‟artinya ketatapan Allah swt kepada setiap mahluk-Nya yang bersifat Azali. Azali Artinya ketetapan itu sudah ada sebelumnya keberadaan atau kelahiran mahluk.
  • 5. Qada dan qadar biasa dikenal dengan sebutan taqdir Allah swt. Taqdir muallaq Taqdir mubrom
  • 6. Taqdir muallaq yaitu qada dan qadarnya Allah yang masih digantungkan pada usaha atau ikhtiar manusia. Suatu contoh seseorang ingin kaya, pintar, sehat dan lain lain ini harus melalui proses usaha untuk mencapai tujuan tersebut. Sesuatu yang tidak mungkin semuanya itu diperoleh tanpa adanya ikhtiar. Contoh seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian. Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekalikali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Q.S Ar-Ra‟d ayat 11)
  • 7. Taqdir mubrom yaitu qada dan qadarnya Allah swt yang sudah tidak dapat diubah lagi oleh manusia, walau ada ikhtiar dan tawakkal. Contoh. Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit , atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih dan sebagainya. Artinya : “Dan tiap-tiap umat memiliki. Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya”. (QS. Surat Al- A‟raf : 34)
  • 8. "…Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku." [Al-Ahzab/33:38] Ucapan „Antarah: Wahai tetumbuhan, ke mana aku akan lari dari kematian jika Rabb-ku di langit telah menentukannya [6] Takdir-takdir berlaku atas jarum yang menancap dan tidaklah jarum berjalan melainkan dengan takdir. Lalu dia mengucapkan sya‟ir milik Umru-ul Qais: Kesengsaraan pada dua kesengsaraan telah tertuliskan [12] “…Dan engkau beriman kepada qadar, yang baik maupun yang buruk… .” [As-Sunnah:1]
  • 9. TANDA-TANDA BERIMAN KEPADA QADA DAN QADAR 1. Menyadari sepenuh hati bahwa apa yang diperoleh dan dialami manusia di dunia adalah ketentuan dan kehendak Allah yang telah tertulis di Laut Mahfuz. Allah berfirman: Artinya: “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasannya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu” (Q.S. AtTalaq : 12)
  • 10. 2. Menyadari bahwa segala nikmat dan cobaan adalah ujian dari Allah. Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al-Anbiya‟ : 35)
  • 11. 3. Menyadari bahwa ia tidak akan mengetahui apa yang akan menimpa dirinya cobaan atau nikmat, maka kewajiban manusia adalah : Ikhtiar (Berusaha) Tawakal (Berserah Diri)
  • 12. Ikhtiar (Berusaha) Terdapat dua takdir yaitu takdir yang musayyar (hamba tidak ada ikhtiyar di dalamnya), dan takdir yang mukhoyyar (yang di dalamnya hamba diharuskan berikhtiyar dan disediakan balasan atas ikhtiyarnya itu). Walaupun Allah telah menentukan segala sesuatu, namun manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada diri kita, oleh sebab itu kita harus berikhtiar. Dalam hal ini Allah berfirman : “Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.” (Al anbiya:23)
  • 13. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. Ar Ra’du:11 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Al Hasyr:18
  • 14. Tawakal (Berserah Diri) Tawakal bagi seorang muslim ialah perbuatan, dan harapan dengan disertai hati yang tenang, jiwa yang tenteram dan keyakinan yang kuat bahwa apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi, dan Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik. Dalam hal ini Allah berfirman : “Jikalau kau bersungguh-sungguh akan melakukan sesuatu, berserahlah kepada Allah.” “Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya At Thalaq:3
  • 15. Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”. (Q.S. Ali-Imran: 159)
  • 16. HIKMAH BERIMAN KEPADA QADA DAN QADAR Dengan mengimani qadha dan qadar, kita dapat mengambil beberapa hikmah, antara lain : 1. Dapat membangkitkan semangat dalam bekerja dan berusaha, serta memberikan dorongan untuk memperoleh kehidupan yang layak di dunia ini. 2. Tidak membuat sombong atau takabur, karena ia yakin kemampuan manusia sangat terbatas, sedang kekuasaan Allah Maha Tinggi. 3. Memberikan pelajaran kepada manusia bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini berjalan sesuai dengan ketentuan dan kehendak Allah SWT. 4. mempunyai keberanian dan ketabahan dalam setiap usaha serta tidak takut menghadapi resiko, karena ia yakin bahwa semua itu tudak terlepas dari takdir Allah SWT. 5. Selalu merasa rela menerimasetiap yang terjadi pada dirinya, karena ia mengerti bahwa semua berasal dari Allah SWT. Dan akan dikembalikan kepadanya , sebagai man firman Allah SWT yang artinya : (yaitu) orang orang yang apabila di timpa musibah, mereka mengucapkan : bahwasanya kami ini bagi (kepunyaan) Allah, kami semua ini pasti kembali lagi kepadaNya .(QS.Al Baqarah :156)

×