Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Tugas jurnal bhs indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Tugas jurnal bhs indonesia

  • 1,609 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,609
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
21
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA<br />ISSN 0001-9035 Terbit : 01 September 2010 <br />PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGINSTALL MICROSOFT WINDOWS XP.2, MICROSOFT OFFICE 2003, ADOBE READER 7.0, ANTI VIRSI ANSAV DENGAN PENDEKATAN ANEKA SUMBER BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION SISWA KELAS XI TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI DI SMK NEGERI 2 KOTA BEKASI<br />Bambang Dharmaputra<br />Dosen Universitas Indonesia Program Studi Bahasa Indonesia<br />Karseno<br />Alumni Angkatan 2010 Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika<br />Andi Irawan Sulistyo<br />Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer <br />Noreg 5235109034<br />ABSTRAK<br />Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah memperbaiki hasil belajar siswa (1) Peningkatan aktivitas belajar, (2) Peningkatan minat belajar dan (3) Peningkatan kemampuan merakit komputer dengan pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation. Metodologi penelitian ini menggunakan PTK karena terjadi perubahan hasil belajar yang rendah di kelas XI Teknik Elektronika Industri . Dari hasil raport tersebut KKM=60 dengan ini dapat diperbaiki menjadi 75. <br />Group Investigation ialah penemuan yang dilakukan secara berkelompok: Siswa secara berkelopmpok mengalami dan melakukan percobaan dengan aktif yang ada secara kooperatif berisi penemuan kemudian di presentasikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan aktivitas belajar, minat belajar dan kemampuan menginstall sistem operasi komputer dan beberapa software.<br /> Penulis<br /> (Andi Irawan S)<br />Kata Kunci: Menginstall, Group Investigation<br />BAB I<br />Latar Belakang<br />Pencapaian kemampuan merakit komputer siswa kelas 11 Teknik Elektronika Industri 3 (XI TEI 3) di SMK Negeri 2 Kota Bekasi dari hasil raport rata-rata tergolong rendah yaitu hanya 60. Nilai ini dibawah kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 75. Rendahnya pencapaian kompetensi belajar siswa disebabkan kurangnya aktivitas belajar dan minat belajar siswa dalam pembelajaran.<br />Untuk itu diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi yang tidak mengharuskan siswa menghafal kata-kata, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksikan di benak mereka sendiri. Pemilihan strategi pembelaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar, minat belajar dan pencapaian peningkatan kemampuan merakit komputer.<br />Dalam proses belajar, anak belajar dari aneka sumber belajar, pengalaman sendiri, mengkonstruksikan pengetahuan, keterampilan kemudian member makna pada pengetahuan itu. Melalui proses belajar yang mengalami sendiri, menemukan sendiri, secara kelompok seperti bermain, maka anak menjadi senang, sehingga tumbuhlah aktivitas belajar, minat belajar dan peningkatan kemampuan, khususnya belajar Kompetensi Merakit Komputer. Berdasarkan kenyataan diatas maka kami melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Peningkatan Kemampuan Merakit Komputer dengan Pendekatan Aneka Sumber Belajar Melalui Model Pembelajaran Group Investigation Kelas XI Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 2 Kota Bekasi.<br />Perumusan Masalah<br />Latar belakang masalah dalam penulisan ini adalah:<br />
    • Apakah siswa dapat menginstall Sistem Operasi pada komputer dalam hal ini Microsoft Windows XP dengan pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation?
    • 2. Apakah siswa dapat menginstall Aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office 2003 dengan pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation?
    • 3. Apakah siswa dapat menginstall beberapa aplikasi pendukung pada komputer seperti Adobe Reader ver. 7.0 dan Antivirus Ansav dengan pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation?
    Tujuan dan Kegunaan Penelitian<br />
    • Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui seberapa tinggi peningkatan kemampuan Menginstall Microsoft Windows XP.2, Microsoft Office 2003, Adobe Reader 7.0, Anti Virus Ansav dengan pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation.
    • 4. Kegunaan bagi siswa adalah mampu menjadikan siswa lebih menguasai software, tidak hanya mengetahui bagaimana cara mengoperasikannya saja.
    Model Pembelajaran Group Investigation<br />Model adalah representasi realitas yang disajikan dengan suatu derajat struktur dan urutan. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU Sisdiknas). Usaha sengaja, terarah dan bertujuan oleh seseorang atau sekelompok orang (termasuk guru dan penulis buku pelajaran) agar orang lain ( termasuk peserta didik), dapat memperoleh pengalaman yang bermakna. Usaha ini merupakan kegiatan yang berpusat pada kepentingan peserta didik.<br />Group investigation adalah penemuan yang dilakukan secara berkelompok. Siswa secara berkelompok mengalami dan melakukan percobaan dengan aktif yang memungkinkannya menemukan prinsip. <br />Langkah-langkah pembelajaran Group Investigation:<br />Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen.<br />Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok.<br />Guru memanggil ketua-ketua untuk materi tugas.<br />Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan.<br />Setelah selasai diskusi, melalui juru bicara, ketua mempresentasikan hasil pembahasan kelompok.<br />Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus member kesimpulan.<br />Evaluasi.<br />Penutup.<br />NOK1K2K3K4K5K6K7K81KD.4 ID.1 Menginstall Microsoft Windows XP.22KD.4 ID.2 Menginstall Microsoft Office 20033KD.4 ID.3 Menginstall Adobe Reader 7.04KD.4 ID.4 Menginstall Ansav Antivirus<br />Tabel Pembagian tugas Kelompok<br />Pada intinya semua kelompok mendapatkan tugas yang sama pada tahapan siklus. Model pembelajaran Group Investigation ini membantu guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata, siswa membuat hubungan antara kemampuan yang dimiliki dengan penerepannya dalam praktikum pembelajaran mereka. Dengan model pembelajaran ini kemampuan belajar siswa meningkat dan hasil pembelajarannya diharapkan lebih bermakna bagi siswa.<br />Pemanfaat Internet Dalam Pembelajaran<br />Secara umum internet adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan berbagai mesin komputer dan jaringan-jaringan komputer diseluruh dunia. Mesin komputer dapat berupa server, PC, handphone dan PDA. Prinsip kerja internet, sebuah komputer dapat terhubung dengan komputer lain dalam sebuah jaringan, yang disebut network. Jaringan komputer – jaringan komputer juga dapat saling terhubung membentuk sebuah jaringan yang kompleks yang disebut sebagai internet. Mereka terhubung baik melalui kabel, saluran telepon, serat optik, satelit, frekuensi saluran handphone, serta media apa saja yang dapat dialiri data. Lalu bagaimana komputer anda dapat terhubung ke internet? Salah satu caranya adalah memanfaatkan layana dari perusahaan penyedia akses internet, yang disebut dengan ISP (Internet Service Provider). Dengan adanya ISP, maka komputer dapat berhubungan dan bertukar data dengan komp-uter lain diseluruh dunia.<br />Selanjutnya bagaimana sebuah komputer dapat berkomunikasi dengan komputer lain, tanpa berbenturan. Seluruh jaringan dalam intenet menggunakan satandar protokol yang memungkinkan beragam jaringan komputer dan komputer yang berbeda dapat berkomunikasi. Protokol ini disebut dengan TCP/IP (Transmission Control Protokol/Internet Protokol). TCP/IP juga berguna sebagai cara standar untuk mempakekan dan mengalamatkan data komputer (sinyal elektronik) sehingga data tersebut dapat terkirim ke komputer lain dengan cepat tanpa hilang atau rusak.<br />Banyak manfaat yang didapat dalam internet dari semua bidang seperti bisnis, akademis, pemerintahan, organisasi dan sebagainya. E-Learning atau belajar secara elektronik, kini telah menjadi tren dalam dunia pendidikan. Browser merupakan software yang diinstall oleh komputer client, berfungsi sebagai menterjemahkan tag-tag HTML menjadi halaman web. Browser yang sering digunakan biasanya Internet Explorer, Mozila Firefox, Netscape Navigato, dll. Browser dapat membalik dan membuka halaman web yang kita telusuri dan dapat pula membuka berbagai jenis media didalam web seperti, teks, video, animasi, suara.<br />Model Penelitian Tindakan<br />Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian tindakan dengan bagan yang berbeda, namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan dan (4) Refleksi. Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut :<br />
    • Menyusun rancangan tindakan (Planing)
    Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Penelitian tindakan yang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang mengamati proses jalannya tindakan. Istilah untuk cara ini adalah penelitian kalaborasi. Dalam penelitian kalaborasi, pihak yang melakukan tindakan adalah guru itu sendiri, sedangkan yang diminta melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses tindakan adalah peneliti, bukan guru yang sedang melakukan tindakan. Kalaborasi juga bias dilakukan oleh dua orang guru, yang dengan cara bergantian mengamati. Ketika sedang mengajar, dia adalah seorang guru, ketika sedang mengamati, dia adalah seorang peneliti. <br />
    • Pelaksanaan tindakan (Acting)
    Tahap ke-2 dari penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas. Perlu diingat bahwa dalam tahap ke 2 ini pelaksana ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku wajar, tidak dibuat-buat.<br />
    • Pengamatan (Observing)
    Tahap ke-3 yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan pengamat. Ketika guru tersebut sedang melakukan tindakan, karena hatinya menyatu dengan kegiatan. Oleh karena itu kepada guru pelaksana yang berstatus sebagai pengamat agar melakukan “pengamatan balik” terhadap apa yang terjadi ketika tindakan berlangsung. Sambil melakukan pengamatan balik ini, guru pelaksana mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya.<br />
    • Refleksi (Reflecting)
    Tahap ke-4 merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Istilah refleksi berasal dari kata bahasa Inggris reflection, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia pemantulan. Istilah refleksi disini sama dengan “memantul” seperti halnya memancar dan menatap kena kaca, dalam hal ini guru pelaksana sedang memantulkan pengalamannya pada peneliti yang baru saja mengamati kegiatannya dalam tindakan. Inilah inti dari penelitian tindakan, yaitu ketika guru pelaku tindakan siap mengatakan kepada peneliti pengamat tentang hal-hal yang dirasakan sudah berjalan baik dan bagaimana yang belum. Dengan kata lain guru pelaksana sedang melakukan evaluasi diri. Dengan kata lain guru tersebut melihat dirinya kembali melakukan “dialog” untuk menemukan hal-hal yang sudah dirasakan memuaskan hati karena sudah sesuai dengan rancangan dan secara cermat mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki.<br />2.1.6 Mean (Rata-rata)<br />Menurut Sugiyono (2007) Mean merupakan teknik penjumlahan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Rata-rata (Mean) ini didapat dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok itu, kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada dengan jumlah individu yang ada dengan kelompok tersebut. Hal ini dapat dirumuskan seperti rumus berikut :<br />Me=Xin Dimana : Me : Mean (Rata-rata)<br /> : Epsilon (Baca jumlah)<br /> Xi : Nilai X ke i sampai ke n<br /> n : Jumlah individu<br />2.1.7 Spesifikasi Minimal Hardware<br />Spesifikasi minimal hardware adalah persyaratan minimal yang harus dipenuhi untuk di instalasi sistem operasi, windows xp 2.<br />
    • Super VGA 800 X 600
    • 5. CD ROM 32 X speed
    • 6. Prosesor Pentium II 233 Mhz
    • 7. Hardisk 2 GB
    • 8. Memori 128 MB
    <br />Kerangka Berpikir<br />Penelitian tindakan kelas ini memperbaiki hasil belajar, tuntutan silabus dan RPP dengan KKM 75. Pada siklus 1. Mengidentifikasi spesifikasi minimal hardware komputer, 2. Merakit perangkat keras komputer. Untuk itu diperlukan pendekatan dan model pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa meningkatkan aktivitas, minat belajar dan kemampuan merakit komputer serta dibutuhkan lembar evaluasi, angket, observasi untuk mengetahui kondisi peningkatan.<br />Berdasarkan rendahnya pencapaian kemampuan merakit komputer kemudian dilaksanakan penelitian tindakan kelas di 11 Teknik Elektronika Industri 3 (XI TEI 3) SMK Negeri 2 Kota Bekasi dengan prosedur atau siklus : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Setelah lembar evaluasi, angket, observasi terkumpul kembali, dilakukan analisis hasil penelitian dan pembahasan antara kerangka teoritis dengan data siswa yang diperoleh melalui prosedur / siklus, sehingga dapat diperoleh kesimpulan dan saran dari penelitian ini.<br />Pembahasan<br />Fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan aktivitas, minat dan kemampuan merakit komputer dalam pembagian kelompok dan tugas-tugas dengan pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation kompetensi merakit komputer di kelas 11 Teknik Elektronika Industri 3 SMK Negeri 2 Kota Bekasi agar tercipta siswa yang aktif, berminat dan berkemampuan serta berdampak pada hasil belajar yang meningkat. Dari hasil analisis yang diperoleh aktivitas dan minat siswa pada siklus I belum begitu nampak adapun hasilnya bahwa siswa yang aktif dalam pembelajaran sebesar 67,5, berminat sebesar 65,54. Hal ini dimungkinkan karena guru dan siswa belum terbiasa menggunakan pendekatan aneka sumber belajar dalam pembelajaran sehingga banyak siswa yang masih melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak relevan yang berdampak pada hasil yang kurang memuaskan.<br />Untuk evaluasi dilaksanakan setelah berakhirnya pembelajaran, dilaksanakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan merakit komputer. Dari hasil aktivitas dan minat siswa dan saran guru mitra serta hasil evaluasi belajar, ternyata masih jauh dari harapan. Maka peneliti menyadari kekurangan-kekurangan pada pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan aneka sumber belajar, kekurangan tersebut harus diperbaiki agar pada siklus berikutnya hasil lebih baik. Adapun kekurangan yang ada pada peneliti antara lain : (1) peneliti hendaknya memberikan motivasi yang lebih kepada siswa. (2) peneliti hendaknya membimbing dan memperhatikan siswa terutama saat mengerjakan penugasan. (3) Efektivitas penggunaan waktu harus diperhatikan. <br />Dari kekurangan pada siklus I ini peneliti memperbaiki dalam hal : (1) memberikan motivasi yang lebih, (2) membimbing dan memperhatikan saat mengerjakan penugasan, (3) penggunaan waktu yang baik.<br />Kesimpulan<br />Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan dengan pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation yang telah dilaksanakan di kelas XI Teknik Elektronika Industri SMK Negeri 2 Kota Bekasi, peneliti mendapatkan beberapa kesimpulan dari hasil pembahasan yang telah dilakukan, yaitu sebagai berikut :<br />
    • Pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi spesifikasi minimal hardware komputer dengan ketuntasan uji kompetensi siklus I sebesar 62,5%. Nilai rata-rata pada siklus I sebesar 72,92 kategori “Belum Tuntas”.
    • 9. Pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan kemampuan merakit perangkat keras komputer dengan ketuntasan uji kompetensi siklus II meningkat sebesar 70,8%. Nilai rata-rata pada siklus II meningkat sebesar 75 kategori “Tuntas”.
    Saran<br />Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I dengan pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation yang telah dilaksanakan di kelas XI Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 2 Kota Bekasi, maka penulis menyampaikan saran bagi pembaca yang ingin menerapkan pendekatan dan model pembelajaran ini adalah :<br />
    • Hendaknya sebelum melakukan penelitian guru peneliti memperkaya pemahaman tentang pendekatan aneka sumber belajar melalui model pembelajaran group investigation.
    • 10. Sebaiknya guru menempatkan siswa dalam kelompok yang heterogen berdasarkan nilai akademi siswa, sehingga siswa yang kurang aktif akan mencapai ketuntasan belajar dibantu siswa yang kurang aktif akan mencapai ketuntasan belajar dibantu siswa yang lebih aktif dalam kelompoknya.
    • 11. Hendaknya guru memperhatikan setiap anggota kelompok yang tidak hadir saat pembelajaran berlangsung, kemudian menginstruksikan anggota kelompok yang hadir untuk menginformasikan materi pelajaran untuk dipelajari di rumah.
    • 12. Hendaknya piranti pendukung yang digunakan dalam melaksanakan praktikum tersedia di setiap kelompok dan dapat dijumpai dengan mudah di sekitar lingkungan siswa.