Your SlideShare is downloading. ×
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Backpackin Magz Edisi 8
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Backpackin Magz Edisi 8

207

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
207
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n Fun|Relax|LowBudgetMaret-April2011 Keindahan taman bawah lautnya menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Derawan DERAWAN PULAU PERAWAN BULOK SEREN TAUN KOMUNITAS KASKUS INDONESIAN TRAVELERs PROFIL HARLEY BAYU SASTHA FREE Magazine
  • 2. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 11 15 3 ORDINAT 3 DERAWAN PULAU PERAWAN Kepulauan Derawan telah menjadi destinasi para pelancong akhir-akhir ini. Keindahan bawah lautnya menjadi daya tarik tersendiri PANDU 11 MENUJU DERAWAN Ada dua titik pelabuhan yang melayani penyebrangan ke pulau derawan, yaitu pelabuhan tanjung batu di berau dan pelabuhan tengkayu di tarakan CATPER 15 DESEMBER MENAWAN DI DERAWAN Kepulauan derawan terletak di Kabupat- en Berau, Kalimantan Timur, kesanalah saya akan berangkat! GALERI 25 DERAWAN NAN MENAWAN BULOK 27 SEREN TAUN Tiba-tiba keramaian mewarnai kampung Sindang Barang, Bogor, Jawa Barat pada 18-23 Januari kemarin. KOMUNITAS 33 KASKUS INDONESIAN TRAVELERS PROFIL 37 HARLEY BAYU SASTHA 33 Daftar Isi
  • 3. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n PIMPINAN UMUM Khemal Nugroho khemal@backpackinmagazine.com PIMPINAN REDAKSI Ambar Arum ambar@backpackinmagazine.com EDITOR Muhammad Iqbal TIM REDAKSI Annisa M.F. Harahap Ghamal Satya Mohammad Soekarno Ibrahim Sri Anindiaty Nursastri TIM ARTISTIK Galih Permadi Kibar Desain Salman WEBMASTER Kurniawan Aji Saputra WEBSITE www.backpackinmagazine.com EMAIL redaksiezinebi@yahoo.com Redaksi menerima saran, kritik, dan artikel dari BM Readers yang bisa dikirim melalui alamat email kami. Salam Ransel, MEREKA PARA PECINTA alam bawah laut dan wisata pantai telah memasukkan Derawan dalam daftar yang harus dikunjungi. Mengapa demikian? Ada apa saja di Derawan dan bagaimana cara mencapai sana? Berapa budget-nya? Semua terjawab dalam Backpackin’ edisi ini! Sementara, dalam rangka meningkatkan kuali- tas majalah Backpackin’, mulai edisi ini kami mencoba menampilkan nuansa baru dalam majalah ini. Cover, be- berapa rubrik baru, dan tata letak pun kami coba perbaiki agar lebih menarik. Semua itu kami lakukan bukan untuk kami, namun untuk pariwisata Indonesia agar dapat maju dan berkembang! Mari dukung pariwisata Indonesia! Selamat menikmati! REDAKSI M ARET - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 2 RESENSI 41 DUARANSEL.COM EDUKASI 45 LINDUNGI TERUMBU KARANG AKSESORIS 47 KOMPOR TRANGIA VS GAS KONTRIBUTOR 51 BM EDISI 8 INTERAKSI 52 GUE NGLAKUIN KEKONYOLAN EDISI DEPAN 53 PULAU SEMPU Dari Redaksi
  • 4. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 ORDINAT DERAWANP U L A U P E R A W AN Kepulauan Derawan telah menjadi target destinasi para pelancong akhir-akhir ini. Keindahan alam bawah lautnya menjadi daya tarik tersendiri.
  • 5. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n
  • 6. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 15 KEPULAUAN YANG TERLETAK di Kabu- paten Berau, provinsi Kalimantan Timur ini terdiri dari banyak pulau-pulau kecil. Beber- apa yang populer diantaranya adalah pulau Derawan itu sendiri, pulau Kakaban, pulau Maratua, dan pulau Sanglaki. ORDINAT Oleh : Ambar Arum Foto: Maliq & Yanuar Priambodo Pemandangan Indah Dari sudut manapun di kepulauan ini, mata kita akan selalu dimanjakan den- gan penampakan yang luar biasa indah dan alami. Begitu juga pulau-pulau kecil seki- tarnya, masing-masing pulau menyimpan begitu banyak keindahan yang berhasil men- arik perhatian wisatawan baik lokal maupun asing untuk hinggap kesini. Snorkeling dan Diving Termasuk dalam salah satu spot div- ing terbaik sedunia. Terlebih dengan adanya unsting jellyfish, ubur-ubur unik tidak meny-
  • 7. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 6
  • 8. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 17 ORDINAT
  • 9. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n KONON KATANYA NAMA PU- LAU-PULAU DISINI PUNYA ARTI MASING-MASING. MISALNYA DERAWAN ITU DARI KATA PER- AWAN. MARATUA DARI KATA MERTUA. SANGALAKI DARI KATA LELAKI. DAN KAKABAN BERASAL DARI KATA KAKAK. engat. Inilah spesies satu-satunya di Indo- nesia, bahkan jarang ditemui di negara lain! Di Indonesia, ubur-ubur unik ini dapat kita temui di Pulau Kakaban dan Maratua Hewan-hewan laut langka juga bisa kita temui, seperti pari manta atau dugong. Bayangkan disana kamu dapat berenang dikelilingi ubur-ubur, juga menyelam ber- sama penyu! 8
  • 10. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 19 Penangkaran Penyu Penyu dan manusia hidup ber- dampingan disini. Kamu bisa bertemu dengan penyu dengan sangat mudah di pulau Derawan dan Sanglaki. Jaga baik-baik kebersihan dan keaslian tempat manapun yang kalian kunjungi! Juga bersikaplah sopan dan ikuti aturan. t
  • 11. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 10
  • 12. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 Jalur Udara Hanya bisa dicapai dari Balikpapan, dengan pesawat Batavia Air, Sriwijaya Air, pesawat perintis Kalstar dan Trigana Air (±1 jam perjalanan) Jalur Darat Dari Kalimantan bisa sewa mobil dengan kisaran harga 3-4 juta (pp, ter- masuk supir, kapasitas 7-9 orang) dengan waktu tempuh mencapai 22-30 jam atau bahkan bisa lebih tergantung kondisi jalan. Langsung diantar sampai pelabuhan Tan- jung Batu. MENUJU BERAU PANDU ADA DUA TITIK pelabuhan yang me- layani penyebrangan ke pulau Derawan, yaitu pelabuhan Tanjung Batu di Berau dan pelabuhan Tengkayu di Tarakan. Kita perlu menuju Berau atau Tarakan terlebih dulu. Berau dapat dicapai dengan udara maupun darat. Sedangkan Tarakan hanya melalui jalur udara. Jalur darat lebih murah namun me- makan waktu lama. Sebaliknya, jalur udara lebih mahal namun hemat waktu. Informasi berubah sewaktu-waktu, terutama mengenai harga. Jalur Udara 1. Dari Balikpapan bisa naik pesawat Bata- via Air (±1 jam perjalanan). 2. Dari Jakarta bisa naik Lion Air dan Sriwi- jaya Air. 3. Dari kota lain bisa transit dulu di Balikpa- pan kemudian naik Batavia Air. MENUJU TARAKAN 11
  • 13. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n INILAH SPESIES PALING unik disini dan satu- satunya di Indonesia, bahkan jarang ditemui di negara lain! Di Pulau Kakaban ada danau yang airnya merupakan air laut terperangkap. Ke- mudian ditambah air dari dalam tanah dan air hujan sejak sekian lama. Ubur-ubur tidak menyengat tinggal di danau tersebut. Ubur-ubur ini terjadi adanya proses evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air tanah, dimana air danau disini menjadi lebih tawar dibandingkan air laut yang ada di sekitarnya. Dampaknya pada adaptasi hewan laut di dalamnya. Karena terbatas makanan, ubur-ubur melakukan simbiosis-mutualisme dengan algae sebagai penghasil makanan. Namun karena algae membutuhkan matahari untuk menghasilkan makanan, maka ubur-ubur disini menempatkan algae pada kakinya kemudian ia berjalan terbalik. Barangkali karena perbedaan ekosistem air itulah daya sengat ubur-ubur jadi menurun atau bahkan hilang. UNSTING JELLYFISH Dari Tarakan Bandara ke pelabuhan Tengkayu mau ga mau harus naik taxi sekitar 15-20 menit. Dari Berau Bandara ke pelabuhan Tanjung Batu mau ga mau naik taxi sekitar 2–2,5 jam. MENUJU PELABUHAN Dari Tengkayu 1. Naik kapal reguler : 5-6 jam 2. Naik speedboat : 2-3 jam Dari Tanjung Batu 1. Naik kapal reguler : 1-2 jam (sekitar 400.000 pp 5 org) 2. Naik speedboat : 20-30 menit MENUJU P. DERAWAN M ARET - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 12
  • 14. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 PANDU 13 Ingat : kapal reguler memiliki waktu tempuh lebih lama ketimbang speedboat, sehingga spot yang didapat juga lebih se- dikit ketimbang speedboat. Kapasitas ka- pal reguler juga tentu lebih sedikit Kapal Reguler Biaya : Rp500.000 – 1.000.000,00 (kapasitas kurang lebih 8 orang) Speedboat Biaya : Rp 1,5 juta untuk kapasitas 5 orang (2 hari) atau Rp 7,5 – 9 juta untuk kapasitas 14 orang (3 hari) SEWA KAPAL Di Pulau Derawan dan Maratua, Rp 50.000,00 per hari. SEWA SNORKELING+FIN Warung-warung makan ada di pu- lau Derawan dan Maratua dengan harga kisaran Rp 10.000,00 – Rp 25.000,00 MAKANAN
  • 15. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 1. Supaya irit, bawa kompor dan bahan makanan sendiri. Lauk pilih yang instan tinggal dimakan dan tahan lama seperti abon, dendeng, kering tempe, dll, atau yang mudah dimasak seperti mie instan, kornet, sosis, dll. 2. Cuaca kini tidak menentu, hubungi pen- duduk lokal untuk mengetahui perkemban- gan cuaca agar dapat pemandangan ter- baik. 3. Memungkinkan untuk menginap di rumah penduduk atau memasang tenda di Derawan, namun membutuhkan ijin dulu dari penduduk setempat. TIPS Hanya pulau Derawan dan Maratua yang terdapat penginapan. Kisaran harga per malam mulai Rp 100.000,00 (De- rawan) dan Rp 150.000,00 (Maratua). PENGINAPAN Maliq (Kakaban Tour) 081254200333 email: kakaban_tour@yahoo.com FB Fan Page : Derawan Island Info Sewa mobil dari Balikpapan CV Gina Mandiri Travel. 0852 4895 3177 Penginapan di Derawan Losmen Danakan 081347733701 KONTAK PENTING
  • 16. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 CATPER b a c k p a Ck i n I M EI - A p r i l 2 0 1 115
  • 17. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n Desember Menawan di DERAWANKEPULAUAN DERAWAN TERLETAK di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kesanalah saya akan berangkat! Yang membuat saya sangat tertarik untuk menjelajah Derawan adalah spesies ubur-ubur unik yang terdapat di Pulau Kakaban, dimana ubur-ubur ini tidak menyengat! Oleh : Antho Riyanto | Foto: Antho Riyanto & Kakaban Tour M ARET - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 16
  • 18. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1
  • 19. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n GOOGLING SANA-SINI tentang Derawan dimulai sejak kepulangan saya dari trip Komodo. Dari hasil blog-walking saya tahu bahwa backpacking ke Derawan itu memang gak bener-bener backpacking karena biayan- ya mahal, kecuali kalau punya banyak waktu. Akhirnya sekitar bulan Agustus 2010, saya beli tiket Mandala Jakarta – Tarakan PP dengan harga 1,4 juta untuk tanggal 4-8 De- sember 2010. Saya pilih jalur Tarakan, karena setelah dihitung-hitung, biaya ke Derawan via Tarakan itu lebih murah dan dari segi waktu lebih efisien. Selanjutnya saya mulai mengom- pori teman-teman untuk menemani saya ke Derawan. Cuma susah juga ya cari teman buat trip high budget gini. Hehehe.. Setelah kontak semua contact person, mulailah saya posting ke berbagai milis. Bulan Oktober 2010, terkumpullah 12 anak manusia yang tertarik ke Derawan (10 orang dari Jakarta, 1 dari Surabaya, dan 1 orang dari Makasar). Namun menjelang hari H, dua peserta batal ikut. Otomatis sharing cost jadi nambah deh. Hiks.. Tapi show must go on! Jumat, 3 Desember 2010 Karena pesawat berangkat pagi- pagi banget jam 6 dan malas ngejar DAMRI pagi-pagi atau naik taksi, jadinya lima orang dari kami memutuskan untuk menginap di bandara. Untung di Terminal tiga, jadi cukup nyaman lah. Sebelumnya saya pernah juga nginep disini karena flight pagi juga. Hehe... Sabtu, 4 Desember 2010 Trip pun dimulai!! Pesawat yang semula dijadwalkan berangkat pkl 6 pagi, di-delay jadi jam 8! Huee… ini bikin plan be- rantakan! Seharusnya jam 11 sudah sampai Tarakan, jadinya jam 1 siang baru mendarat! Sampai di Tarakan, kami segera menuju pelabuhan Tengkayu, sudah janji dengan driver boat yang kami sewa disana. Tapi sebelum menempuh perjalanan panjang ke Derawan, kami sempatkan makan siang dulu. Sekitar jam 3 sore kami mulai mening- galkan Tarakan dan perjalanan arung lautan (bukan arung jeram) dimulai. Kami sampai di Derawan sekitar jam 6 sore. Alhamdulillah ombaknya tenang. Kami pun langsung unpack dan bersiap-siap untuk hopping island esok hari. SETELAH DIHITUNG-HITUNG, BIAYA KE DERAWAN VIA TARAKAN ITU LEBIH MURAH DAN DARI SEGI WAKTU LEBIH EFISIEN. 18 Foto:AnthoRiyanto Foto: Kakaban Tour
  • 20. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 Minggu, 5 Desember 2010 Jam 7.30 pagi kami memulai hopping island. Hari ini kami ke pulau Kakaban dan Maratua. Sekitar jam 8.30 tibalah kami di Kakaban. Gak sabar mau berenang bareng ubur-ubur, saya langsung jalan menyusuri tangga menuju danau tempat ubur-ubur itu bersemayam. Sampai di danau, saya jadi teringat dengan Danau Satonda di Flores. Sekilas mirip. Tanpa pikir panjang, byurr.. saya langsung nyebur ke danau! Puas berenang bareng ubur-ubur, saya langsung menuju dermaga untuk snor- keling disana. Namun tiba-tiba turun hujan! Niatnya sehabis ini mau langsung ke Marat- ua, tapi hujan mengakibatkan kabut. Kami memutuskan untuk makan siang dan nerusin snorkeling dulu sambil berfoto-foto ria. Sekitar jam 1 siang, hujan mulai reda, perjalanan kami lanjutkan menuju Maratua. Sepanjang perjalanan, kami disambut oleh CATPER 19 Foto: Antho Riyanto Foto: Kakaban Tour
  • 21. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n lumba-lumba yang menari-nari. Huaaa!! Sayangnya, sesampainya di Maratua, kami tidak diperkenankan menepi karena sedang ada banyak tamu disana. Hiks. Kata sang boat-driver, kalau mau kesana boleh saja, tapi jangan bergerombol, jalan berdua- dua aja agar tidak mencolok. Tapi kami sudah keburu malas. Jadi kami snorkeling aja disini. Na- mun tidak lama karena arus cukup kencang sehingga kami memutuskan untuk segera naik lagi ke boat. Lagi-lagi, gerombolan lumba-lumba menghampiri. Huaaa!! Perjalanan dilanjutkan ke sekitaran Derawan untuk berburu penyu. Pengen rasanya berenang bareng sama penyu. 20 Foto: Kakaban Tour Foto:AnthoRiyanto
  • 22. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 CATPER Senin, 6 Desember 2010 Jam 7.30, kami memulai hopping island. Rencananya hari ini kami ke Semama, Sanglaki dan Gosong. Perjalanan ke Semama hanya sekitar 45 menit. Disini terdapat pen- angkaran penyu. Pemandangan di pulau ini bagus buat foto-foto. Ada pasir putih, pepo- hon kelapa, pepohon bakau. mantap deh! Puas ber-narsis ria disini, kami lanjut- kan ke Sanglaki. Sepanjang perjalanan kami celingukan sana-sini, berharap menemukan manta, tapi nggak nemu, jadinya kami lang- sung ke tempat snorkeling aja deh. Setelah snorkeling, kami menepi ke pantainya. Disini kami langsung disuguhkan 21 Foto:KakabanTourFoto:AnthoRiyanto Foto: Antho Riyanto tukik-tukik yang baru menetas. Benar-benar baru menetas dari telurnya yang dipendam di pasir! Kereen!! Setelah makan siang sejenak, kami melanjutkan ke Gosong. Pencarian manta masih kami lanjutkan, dan.. ketemuuuuu!!! Kami beruntung banget, orang sana juga bilang kami beruntung, karena sebenarnya bukan lagi musimnya manta nongol. Yeayy! Dan sampai juga kami di Gosong. Hmm.. sebagaimana namanya, disini hanya terdapat gundukan pasir. Seperti biasa, mari ber-narsis ria!! Kemudian, kami lanjut ke spot snorkeling bareng penyu. Ini adalah hari terakhir kami snorkeling di Derawan. Hiks.. Foto:AnthoRiyanto
  • 23. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 22
  • 24. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 CATPER 23 Foto:KakabanTour
  • 25. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n Foto:KakabanTour Foto: Antho Riyanto Foto:KakabanTour Selasa, 7 Desember 2010 Selesai sarapan sekitar jam 9 pagi, kami mulai meninggalkan keindahan De- rawan untuk kembali ke Tarakan. Sampai di Tarakan sekitar jam 1 siang karena ombaknya sedang kurang bersahabat. Disini kami langsung tur keliling kota ditemani anggota CS di Tarakan yang bersedia jadi host kami. Senangnya.. Selamat tinggal Derawan yang menawan! t
  • 26. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 125 GALERI SNORKELING FOTO : YANUAR PRIAMBODO P E S O NA ke m olek a n Kirimkan foto koleksi kamu ke redaksi Backpackin Magazine melalui email kami redaksiezinebi@yahoo.com
  • 27. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n UBUR-UBUR FOTO : KAKABAN TOUR BINTANG LAUT FOTO : INDONESIAN TRAVELERMENIKMATITAMANBAWAHLAUT FOTO:KAKABANTOUR 26
  • 28. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 BULOK T h a n ks g i v i n g D a Y U R ANG S u n d a Tiba-tiba keramaian mewarnai kampung Sindang Barang, Bogor, Jawa Barat pada 18-23 Januari kemarin. Ternyata di sana sedang diselanggarakan upacara Seren Taun, suatu upacara dalam adat masyarakat Sunda. Upacara ini bertujuan untuk merayakan rasa syukur terhadap Nyi Pohaci (Dewi Sri) atau Tuhan YME karena telah memberikan penghidupan bagi manusia lewat alam. Oleh : Soekarno Ibrahim | Foto: Firmansyah 27
  • 29. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 28
  • 30. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 129 DALAM PENANGGALAN KALENDER Pajajaran satu bulan tidak dihitung dari banyaknya hari, tapi dihitung mulai bulan purnama sampai bulan purnama berikutnya. Sistem penanggalan ini sama seperti perhi- tungan kalender lunar atau sistem Qamari- yah (bulan) dalam Islam. Hanya yang mem- bedakannya adalah dalam penghitungan awal bulan. Dalam perjalanan sejarahnya, upacara Seren Taun ini mendapatkan banyak pengaruh termasuk dari agama Islam. Rangkaian Acara Seren Taun Hari Pertama Dimulai dari Imah Gede Kampung Budaya, para kokolot (kepala adat kampung) beserta warga melakukan tradisi ngembang atau ziarah ke makam Sang Prabu Langlang- buana dan Prabu Prenggong Jayadikusumah BULOK
  • 31. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 30 di Gunung Salak, tempat peristirahatan raja yang diyakini sebagai leluhur mereka. Di- lanjutkan dengan upacara neutepken atau pembacaan doa kepada Tuhan YME yang dipimpin oleh Sang Rama dan Kokolot Pang- giwa (kepala adat). Upacara ini dilaksanakan di tempat pabeasan (tempat menyimpan beras) di Imah Gede. Hari Kedua dan Ketiga Acara sunatan massal (sudat dalam bahasa Sunda). Acara sunatan massal ini dilaksanakan di alun-alun atau di Bale Pan- griungan. Namun sebelum disunat dilakukan upacara sawer sudat dan heleran atau arak- arakan penganten sunat keliling kampung. Hari Keempat Warga desa beserta para kokolot melakukan prosesi mengambil air yang disebut Ngungkulan atau Ngala Cai Kukulu dari tujuh mata air. Prosesi pengambilan air ini dimulai dari berkumpul di Imah Gede dan dalam perjalanan mengambil air tersebut mereka diiringi oleh alunan musik Angklung. Hari kelima Upacara sedekah kue di alun-alin Kampung Budaya. Disini para parawari (panitia) menyediakan 40 tampah aneka kue dan daging kerbau untuk disantap oleh siapa saja yang hadir. Hari ini juga dimeriah- kan berbagai pertunjukan kesenian seperti
  • 32. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 wayang golek, tatalu gamelan, dan berbagai macam kesenian Sunda lain. Hari Keenam Pagi-pagi sudah disiapkan Heleran, sebuah arak-arakan hasil bumi yang diramai- kan oleh musik tradisional dan tarian mas- sal seperti Kendang Pencak, Parebut Seeng, Angklung Gubrag, Calung, dan Reog. Dalam prosesi Heleran, hampir seluruh warga me- nyiapkan dongdang (hasil bumi yang telah disucikan dengan air suci dari ketujuh mata air dan dibentuk sedemikian rupa agar terli- hat menarik). Pawai diramaikan oleh pembawa rengkong (padi) dan berbagai bentuk dong- dang yang berbaris rapih, menunjukkan kebanggaan tiap kampung petani. Mereka meluncur menuju lapangan Leuit Ratna In- ten, yaitu enam lumbung padi yang ditujukan sebagai simbol pelaminan dalam perkawinan padi atau Majiekeun pare ayah dan pare ambu. Setelah itu, dongdang boleh diambil oleh warga dan wisatawan yang berkunjung. Orang Sunda menyebut acara ini Parebut dongdang, mirip dengan grebeg maulud di Yogyakarta. Sindang Barang sebagai Kampung Budaya Waktu paling baik untuk mengunjun- gi Sindang Barang adalah pada pertengahan Januari. Kenapa? Karena adanya upacara Seren Taun ini. Upacara Seren Taun di Sindang Ba- rang telah lama mati suri semenjak Pupuhu Entong Sumawijaya meninggal tahun 1972. Seren Taun muncul kembali pada tahun BULOK KATA SINDANG BARANG SENDIRI DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI TEMPAT UNTUK ME- NINGGALKAN KEDUNIAWIAN 31
  • 33. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 2007 bersamaan dengan peresmian Sindang Barang sebagai kampung budaya oleh Pem- prov Jawa Barat. Kampung Sindang Barang banyak memiliki peninggalan budaya yang masih dapat dijumpai hari ini. Kata Sindang Barang sendiri dapat diartikan sebagai tempat untuk meninggal- kan keduniawian (sindang: berhenti, barang: material, benda). Smpai sekarang juga ter- dapat mitos yang dipegang kuat masyarakat kampung tersebut yaitu dilarang melakukan bisnis dengan tujuan untuk kepentingan du- niawi, apalagi modalnya didapat dengan me- minjam. Semua bisnis harus dengan modal sendiri. Apabila mitos tersebut dilanggar, maka terjadi suatu hal yang merugikan orang tersebut dengan sendirinya. Pada dasarnya manusia tidak terlepas dari alam. Alam memberikan segala yang manusia butuhkan, baik itu makanan, perab- otan, maupun obat-obatan yang dibutuhkan mereka. Alam merupakan sumber penghidu- pan manusia, oleh karena itu kebudayaan manusia berakar dari unsur alam. Di masa kini pada tempat manapun di belahan bumi yang manusianya masih dekat dengan alam, pastilah terdapat suatu adat ataupun budaya yang mencerminkan rasa syukur terhadap Yang Maha Kuasa yang telah memberikan penghidupan dengan berbentuk upacara. Terkadang alam merupakan cerminan dari pekerjaan Tuhan dalam memelihara makh- lukNya. t
  • 34. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 KOMUNITAS 33
  • 35. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n Kaskus Indonesian TravelersW E A R E F A M I L Y , N O T C O M M U N I T Y Kalau dia anak muda Indonesia dan aktif di dunia maya, kemungkinan besar dia kenal Kaskus. Dan kalau kita tanya ke dia, kata apa yang paling identik sama Kaskus? Jawaban “jual beli” bakal dominan. Oleh : Muhammad Iqbal | Foto: KIT doc. 34
  • 36. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 KOMUNITAS TAPI TIDAK SELAMANYA di Kaskus itu ada jual beli. Di edisi sebelumnya, Backpackin’ sudah bercerita sebuah komunitas pehobi wisata alam. Rupanya tidak hanya satu ko- munitas jalan-jalan yang ada di Kaskus. Kali ini giliran Kaskus Indonesian Traveler (KIT) yang kita bedah. Pada awalnya, Backpackin’ bingung juga, ini kan tulisan buat rubrik komunitas, tapi jelas-jelas tagline KIT adalah: We are Family Not Community. Bukan komunitas! KIT hanya tidak mau dianggap sebagai komunitas yang musti formal. Jual beli yang identik ada di Kaskus sebagai wadah awal mereka, juga tidak mau mereka tempel di KIT. Dalam keluarga kan tidak ada jual beli. Begitulah kenapa mereka lebih memakai diksi “keluarga” daripada “komunitas”. Berawal dari Zacky Soemampouw dan teman-teman yang menggodok trip pertama ke Jogja dan Bali (sebagian lagi lanjut ke Lombok) pada 28 September 2009. Ia berhasil menghimpun 18 orang yang tidak saling kenal dari berbagai daerah (Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cirebon, Jogja, Bangka Belitung) menjadi 18 orang yang kompaknya minta ampun. Sejak itu, bola bergulir. Si A memberi cerita ke teman-temannya, yang lain juga. Trip berikutnya dibuka. Ada anggota baru. Dia cerita lagi ke temannya. Buka trip lagi. Ada anggota baru lagi. Sampai entah berapa sekarang yang aktif, sulit juga mendeteksi, JUAL BELI YANG IDENTIK ADA DI KASKUS SEBAGAI WADAH AWAL MEREKA, JUGA TIDAK MAU MEREKA TEMPEL DI KIT. 35
  • 37. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n lagian juga, apa perlu dideteksi? Yang jelas, anggotanya di grup facebook sekarang sudah lebih dari 1.500 orang. Iya, facebook, karena Kaskus diang- gap tidak sekomunikatif di facebook, jadi lapak diperluas ke facebook. Tapi bukan berarti media komunikasi KIT di Kaskus mati. Nama awal grup ini di facebook adalah Kaskus Backpacker. Tapi kemudian nama backpacker dirasa kurang mewakili, karena trip tidak selalu berjalan dengan gaya backpacker, supaya lebih umum akhirnya diganti menjadi Kaskus Indonesian Traveler. Kalau ditanya tentang perjalanan- nya, wuah, banyak banget. Sampai sekarang, event yang terdaftar di fanpage facebook berbilang 31. Itu baru event yang di atas ta- nah, belum menghitung event yang dadakan atau yang memang tidak diumumkan. Event-event yang ada itu tidak me- lulu harus ada unsur pantai, laut, goa, atau gunungnya, tapi banyak juga trip-trip seperti city tour, wisata kuliner, wisata sejarah dan budaya. Malah terkadang, KIT ikut dalam event-event fotografi, musik, atau acara- acara sosial. Jadi, luas banget memang. Beberapa event yang terbilang besar di KIT: Bali-Lombok, gathering di Puncak, Explore Cirebon sekaligus hadir di salah satu pernikahan anggota, Pulau Pramuka Kepu- lauan Seribu, jalan-jalan ke Dufan, rafting di Citarik, Pulau Sempu, Jelajah Malang, Donor Darah PMI, gathering kedua di Anyer, camp- ing di Loji Sukabumi, Buka Puasa, sahur on the road, tubing di Sukabumi, kunjungan Panti Asuhan, kunjungan ke Rumah Singgah, Baksos Merapi, dll. Fuih, banyak, kan?! t
  • 38. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 Kapan pertama kali mulai suka mendaki dan apa alasannya? Sebelum mendaki gunung sebena- rnya diawali dengan jalan-jalan ke tempat- tempat wisata seperti di Yogya dan kemping di bumi perkemahan seperti di Situ Gunung dan Cinumpang di kaki sekitar Gunung Gede; Sukamantri dan Curug Nangka di seki- tar Gunung Salak. Kemudian mulai trekking ke Gunung Puntang di Cianjur. Jadi berpetu- alang sudah dimulai saat mulai masuk kelas 1 SMP. Mendaki gunungnya sendiri sekitar kelas 2 atau 3 SMP. Senang mendaki gunung karena sebuah pengalaman Gunung apa yang paling berkesan? Gimana tuh ceritanya? Pertanyaan ini sering termasuk yang sering ditanyakan kepada saya. Jawabanya Harley Bayu Sastha SANG PENJELAJAH GUNUNG KALIAN YANG SUKA nanjak gunung, sudah nggak asing lagi dong sama yang namanya Harley B. Sastha? Berikut petikan wawancara penga- rang buku Mountain Climbing for Everybody (Panduan Pendakian Gunung Jawa Barat) ini dengan redaksi Backpackin’ : Oleh : Ambar Arum | Foto: Harley doc. PROFIL
  • 39. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n seperti yang sudah saya katakan juga kepada yang lain yaitu buat saya semua gunung yang pernah saya naiki mempunyai kesan sendiri-sendiri. Karena setiap gunung mem- punyai daya tarik, keunikan dan sejarah serta ceritanya masing-masing. Pendakian di saat dan waktu yang berbeda akan memberikan kesan tersendiri. Walaupun gunung itu di- naiki berkali-kali pasti ada saja hal baru yang akan membuat berkesan. Butuh berapa lama untuk bisa ‘hafal’ jalur dan medan di gunung se-Jawa Barat, kemu- dian bisa dijadikan buku? Saya bukan menghapal jalur, tetapi saat mendaki saya coba untuk menyatu dengan apa yang saya lihat, dengar dan rasakan selama pendakian. Itulah sebabnya kalau dibilang butuh berapa lama, menu- rut saya relatif. Untuk medan pendakian gunung di jawa barat yang dijadikan buku memang saya sebelum-sebelumnya sudah mendaki gunung-gunung tersebut beberapa kali. Tetapi dalam rangka pembuatan buku, jalur-jalur pendakian tersebut saya update kembali dencan cara melakukan pendakian ulang. Ada rencana bikin buku panduan gunung se-Jawa? Bukan hanya gunung se-Jawa, me- lainkan gunung se-Indonesia. Buku Moun- tain Climbing For Everybody merupakan buku seri pendakian gunung di Indonesia. Dan seri pertamanya memang mengangkat 9 gunung di Jawa Barat. Saat ini yang sedang dalam tahap penyelesaian buku seri kedua: gunung-gunung di Jawa Tengah & Yogya. 38M ARET - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n
  • 40. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 PROFIL 39 b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1
  • 41. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n “Menu yang paling favorit dimasak di gu- nung? Untuk makan malam biasanya senangnya nasi, sayur sop, orek tempe (pal- ing enak sih bawa yang udah jadi) ditambah telor dadar atau telor mata sapi. Minumnya milo hangat. Menu lainnya yang gak banyak waktu masaknya sop krim instan dimakan bareng roti dan buah-buahan (pear atau apel) pastinya. Target pendakian tahun ini kemana aja? Nyelesaian update data jalur gunung di Jateng yang kurang untuk buku. Untuk gu- nung yang lainnya untuk sementara ini tidak ditargetkan karena terkadang bisa mendadak sebulan, dua bulan atau malah seminggu dan dua minggu sebelumnya. Selain gunung, hobinya ngapain lagi nih? Joging, baca, nulis, termasuk nulis puisi, terus jalan-jalan sih pastinya. Soal- nya senang juga jalan-jalan ngelihat ber- bagai aktifitas budaya di daerah-daerah dan masyarakat dengan kehidupannya. “Maju terus ya untuk Back- packin’ Magazine. Terus utamakan untuk mengangkat berbagai potensi wisata yang begitu banyak di Indo- nesia,” begitu pesan Harley kepada kami. t SENANG JUGA JALAN-JALAN NGELIHAT BERBAGAI AKTIFITAS BUDAYA DI DAERAH-DAERAH -Harley Bayu Sastha-
  • 42. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 RESENSI 41 duaransel.comK AMI HAN Y A P U N Y A D U A R AN S E L D AN BA J U Y ANG K AMI PA K AI Mereka pernah merasakan sensasi badai pasir di Maho Bay, Sint Marten, Belanda, rafting bawah tanah di Goa Waitomo, lihat langsung domba pink di Selandia Baru atau nyaris ditipu di Barcelona oleh pasangan dengan kedok minta difoto. Oleh : Ambar Arum | Foto: Duaransel.com
  • 43. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n DAN YANG JELAS bukan ala koper! Mereka mencuci baju sendiri. Memilih jalan kaki berjam-jam daripada naik taksi. Mengatur rute tur sendiri ketimbang ikutan paket tur dari agen travel. Memilih melebur bersama penduduk setempat ketimbang menjaga jarak layaknya turis individualis. Sederhana saja, mereka menikmati setiap detik perjala- nan mereka. Alamnya, penduduknya, buday- anya, dan tentu makanannya. Semua berawal dari keputusan gila sepasang kekasih Dina dan Ryan pada April 2009: meninggalkan apartemen mereka di Kanada, keliling dunia hanya dengan dua ransel, dan hup! Sekarang mereka sudah di negara ke 35, dan belum berhenti. Dina sendiri berasal dari Surabaya se- dangkan Ryan dari Kanada. Awalnya peker- jaan membuat mereka jarang bertemu. Lelah dengan semua itu, mereka memilih untuk pergi bersama-sama, keliling dunia. Apa saja yang harus disiapkan? Bu- tuh uang berapa banyak? Ah, setelah banyak hal yang mereka lalui bersama, mereka sadar bahwa yang terpenting adalah keterbukaan pikiran dan selera humor tinggi. Selebihnya tidak jadi masalah, bisa kamu dapatkan se- lama diperjalanan. Mau sampai kapan berkelana, mer- eka hanya menjawab santai “dunia ini begitu luas dan misterius, dan untuk saat ini, kami belum ingin berhenti” Ikuti perjalanan mereka di duaransel. com (bahasa Indonesia) atau vagabond- quest.com (bahasa Inggris). Jangan sungkan untuk bertanya-tanya atau sekedar me- nyapa, mereka sangat ramah dan terbuka. Buktikan sendiri! t
  • 44. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 TIPS 43 D A R I S E B U AH P E NGA L AMAN Al i y a Mu a f a Being Solo Backpacker TIPS BEING SOLO backpacker ini berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan ketika menjadi backpacker, baik secara team maupun single backpacker. Agak banyak tapi saya rasa memang ini yang perlu diperhatikan dalam melakukan perjalanan. So, lets check this out : Oleh : Aliya Muafa
  • 45. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 44 1. Pastikan kamu benar-benar ingin melaku- kan perjalanan ini sendirian, 2. Pastikan tempat yang akan kamu tuju itu relatif aman dan tidak berkonflik, 3. Cari informasi sebanyak-banyaknya ten- tang tujuan wisatamu agar lebih memudah- kan kamu menikmati perjalanan wisata ini, 4. Lakukan perjalanan dimalam hari untuk menghemat sewa penginapan dan pada pagi harinya kamu bisa berwisata sepuasnya seharian, 5. bawa perbekalan makanan yang dapat menunda lapar seperti roti atau cokelat secukupnya, ini untuk menghindari kelaparan ketika dalam perjalanan bus/kereta dimana tak ada penjual makanan, 6. Bawa uang secukupnya (jangan berlebi- han) dalam bentuk cash untuk berjaga-jaga bilamana tidak menemukan ATM. Taruh uang tersebut di tempat yang aman dan (ka- lau bisa) terpisah-pisah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti kecurian, 7. Beberapa barang penting lain yang perlu dibawa : pakaian secukupnya, peta lokasi, HP dan chargernya, kamera, perlengkapan mandi dalam ukuran kecil, vitamin c dan obat-obatan pribadi, kantong plastik yang banyak, jarum dan benang untuk menjahit dalam keadaan darurat, 8. Pastikan bahwa tas yang akan kamu gu- nakan dalam kondisi baik, 9. Gunakan alas kaki yang nyaman untuk digunakan dalam waktu yang lama seperti sendal gunung atau sepatu, 10. Tanyalah harga terlebih dahulu ketika makan untuk menghindari harga yang “ditembak” sang penjual, 11. Jangan bertanya pada orang yang tidak meyakinkan seperti para calo, bertanyalah pada petugas resmi terminal atau stasiun. Selamat menikmati perjalanan ! t JANGAN BERTANYA PADA ORANG YANG TIDAK MEYA- KINKAN SEPERTI PARA CALO. BERTANYALAH PADA PETUGAS RESMI TERMINAL ATAU STASIUN
  • 46. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 EDUKASI 45 D A R I PI J A K AN S N O R K L E R Lindungi Terumbu Karang
  • 47. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 46 SEORANG SNORKLER YANG baik membi- arkan karang-karang tidak terganggu. Ikuti petunjuk sederhana mengenai bagaimana menjadi seorang snorkler yang baik berikut ini: SEBELUM BERANGKAT 1. Pilih tempat snorkeling yang ramah ling- kungan 2. Pelajari seluk-beluk terumbu karang – terumbu karang merupakan sebuah lingkun- gan yang mudah rusak. DI DALAM AIR 1. Jangan pernah sentuh karang-karang. 2. Jangan membawa makhluk yang masih hidup ataupun yang sudah mati keluar dari air terkecuali kotoran- kotoran yang tidak terdapat organisme hidup dalam kotoran tersebut. DI ATAS KAPAL Pastikan sampah-sampah disimpan dengan baik. Bawa turun sampah dari kapal untuk di buang dengan benar. DI TEPI PANTAI Hindari pembelian cindera mata yang terbuat dari karang, penyu maupun hewan- hewan laut lainnya –hal ini dapat dikategori- kan sebagai kegiatan ilegal, dan tidak ramah terhadap lingkungan. t Disadur dari : www.corel.org PASTIKAN SAMPAH-SAMPAH DIS- IMPAN DENGAN BAIK. BAWA TU- RUN SAMPAH DARI KAPAL UNTUK DI BUANG DENGAN BENAR.
  • 48. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 AKSESORIS 47 Trangia vs GasKompor gas dan kompor Trangia. Kedua jenis kompor ini populer di kalangan para backpacker. Di rubrik aksesori kali ini, redaksi Backpackin’ mencoba membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing kompor. Pada akhirnya sih, kompor apa yang sebaiknya dipakai memang tergantung pada destinasi kita. Jadi, kompor apa pilihanmu?
  • 49. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 48 PILIH TRANGIA HARLEY JAKARTA Tetap sih favorit dan lebih sering menggunakan Trangia, karena bahan bakarnya relatif lebih mudah di cari, walaupun di daerah. Namun, kadang-kadang saya juga pakai kompor gas. PILIH GAS DUNG! FACHRAN BOGOR Mending kompor gas. Trangia terlalu banyak aksesorisnya, yang kecil-kecil gitu suka ilang biasanya. Kompor gas lebih praktis, cuma bawa kompor kecil ama minimal 2 tabung. Gak ngabisin space juga di keril.” KOMPOR TRANGIA Kelebihan 1. Lebih aman di ketinggian berapapun dan di medan apapun (termasuk masak di dalam tenda). 2. Bahan bakar lebih mudah didapat. Kekurangan 1. Lebih sulit mengatur besar kecil api. 2. Lebih berat. 3. Banyak printilan yang mudah hilang kalau tidak teliti. 4. Lebih mahal pastinya. KOMPOR GAS Kelebihan 1. Lebih ringan dan praktis. 2. Tidak terlalu besar sehingga tidak meng- habiskan terlalu banyak tempat di keril. 3. Lebih mudah mengatur besar kecil api. 4. Lebih murah harganya. Kekurangan 1. Tidak tahan terpaan angin. 2. Tabung sulit dicari di beberapa tempat. 3. Tidak aman dipakai di ketinggian tertentu (diatas 3000 mdpl suka ngadat) 4. Lebih mahal pastinya.
  • 50. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 PENGANAN 49 PENGANAN T i d a k S ed a n g k a l Ber a n i d a n S u c i BUBUR MERAH PUTIH Ada sebagian penganan khas Indonesia yang dia berawal dari hasil eksplorasi bahan dasar yang melimpah di daerah tersebut seperti kerupuk sukun di Biereun (NAD), bubur sagu di Indonesia Timur, atau sate bekicot di Jawa Timur. Oleh : Amalia Pranoto
  • 51. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n 50 SEBAGIAN LAGI LEBIH suka bersibuk ria mencari dasar filosofi dari makanan tersebut, setelah mikirnya selesai, baru deh dibuat dengan pijakan filosofi itu. Macam yang begini ini jarang sekali. Bubur Merah Putih termasuk yang jarang itu. Mungkin karena bubur ini hanya disajikan di saat-saat tertentu yang itu dianggap sakral atau spesial, sehingga harus ada dasarnya kenapa begini kenapa begitu. Biasanya makanan berbahan dasar beras dan santan ini disajikan saat penyambutan kelahiran bayi, pemberian nama, pemban- gunan rumah, dan acara-acara selamatan sejenis itu. Namanya juga Bubur Merah Putih, ya tentu ada warna merah dan putihnya, itu aturan utamanya. Putihnya bubur be- rasal dari warna alami beras, sedangkan merahnya karena ada tambahan gula merah. Nah, dalam sebuah mangkok, kedua jenis bubur ini disajikan dengan susunan berlapis: merah-putih-merah atau putih-merah-putih. Dasar filosofinya beda-beda. Ada yang bilang warna putih mewakili makna asal ke- hidupan manusia yang dilahirkan dari ‘sana’. Lalu merahnya melambangkan dunia sebagai tempat manusia dilahirkan. Ada juga yang bilang merah itu melambangkan merahnya darah ibu yang dikonsumsi janin ketika masih di perut ibu. Lalu putih melambangkan air susu ibu yang dikonsumsi bayi setelah terbit ke dunia. Jadi, ternyata banyak orang yang melambangkan merah dan putih untuk hal-hal lain di luar berani dan suci. Apapun dasarnya, jangan kelamaan mikirnya ya, nanti kenyang duluan sebelum dimakan. t ADA JUGA YANG BI- LANG MERAH ITU MELAMBANGKAN MERAHNYA DARAH IBU YANG DIKON- SUMSI JANIN KETIKA MASIH DI PERUT IBU
  • 52. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 KONTRIBUTOR 51 ANTHO RIYANTO JAKARTA Sarjana lulusan Teknik Elektro Universitas Indonesia ini doyan banget snorkeling. Ceritanya bisa dibaca di rubrik catper edisi ini. MALIQ (KAKABAN TOUR) BALIKPAPAN Jagonya Derawan (www. kakabantour.com/). Maliq ini juga salah satu contoh pria yang punya pohon duit karena gak abis-abis kelilingin Indonesia. AMALIA PRANOTO JAKARTA Ga banyak bicara, tahu-tahu dia udah ada di Bedugul, atau lagi ubek-ubek pasar Klewer Solo. Disini dia nulis rubrik penganan. ALIYA MU’AFA JAKARTA Lebih dikenal sebagai ratu curug karena fanatisme nya akan air terjun. Hobi jalan- jalan, ngoceh, dan makan. Doi nyumbang tips disini. FIRMANSYAH JAKARTA Hati-hati. DSLR Firman berpotensi membuat model jadi lebih gendut dari aslinya! Hasil jepretannya bisa dilihat di rubrik bulok.. PENJAMAH INDONESIA JAKARTA Sekelompok pria yang punya mimpi untuk menjejakkan kaki ke 5 pulau besar Indonesia: Adi Pratama, Yanuar Priambodo, Ok Fachru. Abdul Kohar, dan Iqbal Harahap. Mereka banyak kasih info dan foto tentang Derawan. #PenjamahIndonesia ERLAND MAHARDIKA (INDONESIA TRAVELER) BANDUNG Admin Indonesian Traveler di FB yang biasa open trip ke pantai-pantai eksotis. Erland nyumbang foto di edisi ini. Mau jadi kontributor? Kirim tulisan ke redaksiezinebi@yahoo.com b a c k p a Ck i n I M ARET - A p r i l 2 0 1 1
  • 53. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n INTERAKSI 52 SALAH GERBONG AMRI JAKARTA TERPAKSA MALAK AMBAR JAKARTA GARA-GARA DOYAN TIDUR AGAM BOGOR Gue Nglakuin Kekonyolan!! Kita 15 anak Odong-odong Traveller mau ke Yogya naik kereta Progo. Itu kereta kan rame dan seperti biasa bangku pada didudukin. Temen gue yang cewe tapi kayak preman dengan PD negor, “Eh mas ini tempat duduk kita. Coba saya liat karcis mas! Ayo yang lain pada duduk aja disini!” Itu mas-mas jiper, mungkin karena dikeroyok 15 orang kali yah.. Eh gak taunya kita yang salah gerbong. Malu-maluiiinn.. Pernah naik bus terus baru nyadar kalo lupa bawa dompet. Akhirnya pasang muka preman, gue palakin aja anak SMP yang kebetulan lagi apes duduk disebelah gue. “Bayarin gue dong, tar gue ganti!” Dengan muka pucet tu anak ngeluarin duit. Haduh padahal gue nya udah keringet dingin! Dasar emang gue doyan tidur, pas naik kereta ekonomi mau ke Bogor gue ketiduran. Seinget gue terakhir masih sadar itu pas gue lagi di stasiun Cilebut. Eh pas bangun gue bingung, kok masih di Cilebut? Ternyata keretanya udah balik arah ke Jakarta. Ya udah gue tidur lagi aja… KENDARAAN UMUM MACAM bus kota, angkot, atau kereta api ekonomi, pasti sudah jadi santapan rutin kita-kita yang doyan berpergian. Beberapa teman disini berbagi pengalaman konyol mereka selama naik angkutan umum. Gimana dengan kamu? Buat edisi depan, Backpackin’ pengen tau nih pengalaman kalian ngerjain atau dikerjain temen seperjalanan. Lebih konyol lebih baik! Yuks segera kirim ke redaksiezinebi@yahoo.com , yang paling menarik bakal dimuat di Backpackin’ edisi depan!
  • 54. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 APA KATA MEREKA? Mangga kula aturi tindak dateng sempu menawi panjenengan pados panggenan ingkang endah Sempu, keren EDISI DEPAN
  • 55. M a r e t - a p r i l 2 0 1 1 I b a c K p a Ck i n Jangan Lewatkan Ulasan Pulau Sempu di Backpackin’ Magazine Edisi 9 Tempat ieu alus pisan, maneh kudu kadieu Sempu tu rancak bana, dun sanak sadonyo wajib kasitu, kalo indak rugi gadang Oma hai ngen...gata payah jak u sempu,asli lagak that disinan n bro! Lo pada wajib kesini!
  • 56. b a c k p a Ck i n I M a r e t - A p r i l 2 0 1 1 INDONESIAS a t u T i t i k B e l u m C u k u p U n t u k M e n g e n a l jo i n w i t h U S : www . issuu . com / backpackinmaga z ine B A C K P A C K I N M A G Z B A C K P A C K I N ’ E - M A G A Z I N E @ B A C K P A C K I N _ M A G Z
  • 57. This book was distributed courtesy of: For your own Unlimited Reading and FREE eBooks today, visit: http://www.Free-eBooks.net Share this eBook with anyone and everyone automatically by selecting any of the options below: To show your appreciation to the author and help others have wonderful reading experiences and find helpful information too, we'd be very grateful if you'd kindly post your comments for this book here. COPYRIGHT INFORMATION Free-eBooks.net respects the intellectual property of others. When a book's copyright owner submits their work to Free-eBooks.net, they are granting us permission to distribute such material. Unless otherwise stated in this book, this permission is not passed onto others. As such, redistributing this book without the copyright owner's permission can constitute copyright infringement. If you believe that your work has been used in a manner that constitutes copyright infringement, please follow our Notice and Procedure for Making Claims of Copyright Infringement as seen in our Terms of Service here: http://www.free-ebooks.net/tos.html

×