Chapter ii 9

924
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
924
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
23
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Chapter ii 9

  1. 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Uraian Teoritis2.1.1 Defenisi Kepemimpinan Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin. Istilah pemimpin digunakandalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengankemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara. Dalam bahasaIndonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelpor, pembina,panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu;karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilankepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Menurut Kartono (2006:10), kepemimpinan merupakan kekuatanaspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampumempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadiconform dengan keinginan pemimpin.. Sedangkan menurut Robbin (2003:163),Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi suatu kelompok kearahpencapaian tujuan. Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dalammenentukan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan,mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya (Rivai, 2005:2).Kepemimpinan telah didefinisikan sebagai proses mempengaruhi aktivitasseseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Dalam Universitas Sumatera Utara
  2. 2. esensinya, kepemimpinan merupakan upaya pencapaian tujuan dengan danmelalui orang-orang. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwakepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi bawahan atau kelompok untukbekerja sama mencapai tujuan organisasi atau kelompok. Pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan memiliki gaya atau tipekepemimpinan yang berbeda-beda. Masing-masing gaya atau tipe kepemimpinandapat dipastikan akan mengakibatkan dampak yang berbeda kepada parakaryawan atau bawahannya. Namun, yang patut diperhatikan oleh setiappemimpin adalah gaya atau tipe kepemimpinannya harus dapat memajukanorganisasi atau perusahaan yang dipimpinnya, bukan sebaliknya.2.1.2 Gaya Kepemimpinan Menurut Thoha (2003), gaya kepemimpinan merupakan norma perilakuyang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhiorang lain seperti yang ia lihat. Menurut Winardi (2000:78), gaya kepemimpinanadalah suatu pendekatan yang digunakan untuk memahami suksesnyakepemimpinan dalam hubungan mana kita memusatkan perhatian pada apa yangdilakukan oleh pemimpin tersebut. Menurut Rivai (2002:122) ada tiga macam gaya kepemimpinan yangmempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai, yaitu :1. Gaya Kepemimpinan Otoriter Universitas Sumatera Utara
  3. 3. Kepemimpinan otoriter disebut juga kepemimpinan direktif atau diktator. Pemimpin memberikan instruksi kepada bawahan, menjelaskan apa yang harus dikerjakan, selanjutnya karyawan menjalankan tugasnya sesuai dengan yang diperintahkan oleh atasan. Gaya kepemimpinan ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi.2. Gaya Kepemimpinan Demokratis Gaya kepemimpinan ini ditandai oleh adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Dalam gaya kepemimpinan ini, ada kerjasama antara atasan dengan bawahan. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.3. Gaya Kepemimpinan Bebas Gaya kepemimpinan ini memberikan kekuasaan penuh pada bawahan, struktur organisasi bersifat longgar, pemimpin bersifat pasif. Peran utama pimpinan adalah menyediakan materi pendukung dan berpartisipasi jika diminta bawahan. Ralph White dan Ronald Lippitt (dalam Winardi, 2000: 79)mengemukakan skema tiga macam gaya kepemimpinan sebagai berikut: Tabel 2.1 Tiga Macam Gaya Kepemimpinan Universitas Sumatera Utara
  4. 4. LAISSEZ-FAIRE OTORITER DEMOKRATIS (BEBAS) 1. Semua determinasi 1. Semua “policies” 1. Kebebasan lengkap “policy” merupakan bahan untuk keputusan pembahasan kelompok kelompok atau dan keputusan individual dengan kelompok yang minimum partisipasi dirangsang dan dibantu pemimpin. oleh pemimpin. 2. Teknik-teknik dan 2. Perspektif aktivitas 2. Macam-macam langkan-langkah dicapai selama diskusi bahan disediakan aktivitas ditentukan berlangsung. oleh pemimpin, oleh pejabat satu Dilukiskan langkah- yang dengan jelas persatu, hingga langkah umum kea rah mengatakan bahwa langkah-langkan tujuan kelompok dan bahwa ia akan mendatang senantiasa apabila diperlukan menyediakan tidak pasti. nasihat teknis, maka keterangan apabila pemimpin ada permintaan. Ia menyarankan dua atau tidak turut lebih banyak prosedur- mengambil bagian prosedur alternatif dalam diskusi yang dapat dipilih. kelompok. 3. Pemimpin biasanya 3. Para anggota bebas 3. Pemimpin tidak mendikte tugas untuk bekerja dengan berpartisipasi sama pekerjaan khusus dan siapa yang mereka sekali. teman sekerja setiap kehendaki dan anggota. pembagian tugas terserah pada kelompok. 4. “Dominator” 4. Pemimpin bersifat 4. Komentar spontan cenderung bersikap objektif dalam pujian yang tidak frekuen pribadi dalam pujian dan kritiknya dan ia atas aktivitas- dan kritik pekerjaan berusaha untuk aktivitas anggota setiap anggota; ia menjadi anggota dan ia tidak tidak turut serta dalam kelompok secara berusaha sama partisipasi kelompok mental, tanpa sekali untuk menilai secara aktif kecuali terlampau banyak atau mengatur apabila ia memberikan melakukan pekerjaan kejadian-kejadian. demonstrasi. tersebut.Sumber: Winardi (2000:79) Universitas Sumatera Utara
  5. 5. 2.1.3 Kinerja Karyawan Menurut Suryadi Prawirosentono (dalam Widodo, 2005 : 78) kinerjaadalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orangdalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidakmelanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika. Gomes (dalam mangkunegara, 2006 : 9) mengemukakan definisi kinerjakaryawan sebagai “ungkapan seperti output, efisiensi serta efektivitas seringdihubungkan dengan produktivitas”. Selanjutnya, Mangkunegara (2000 : 67)mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dankuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnyasesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawanadalah hasil kerja yang dicapai seseorang karyawan sesuai dengan wewenang atautanggung jawab masing-masing karyawan selama periode waktu tertentu. Kinerja individu perorangan (individual performance) dan organisasi(organizational performance) memiliki keterkaitan yang sangat erat. Tercapainyatujuan organisasi tidak bisa dilepaskan dari sumber daya yang dimiliki olehorganisasi yang digerakkan atau dijalankan oleh sekelompok orang yang berperanaktif sebagai pelaku dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Menurut Mangkunegara (2005: 14), kinerja (performance) dipengaruhioleh tiga faktor: Universitas Sumatera Utara
  6. 6. a) Faktor individual yang terdiri dari kemampuan dan keahlian, latar belakang, dan demografi. b) Faktor psikologis yang terdiri dari persepsi, attitude (sikap), personality (kepribadian), pembelajaran, dan motivasi. c) Faktor organisasi yang terdiri dari sumber daya, kepemimpinan, penghargaan, struktur, dan job design2.1.4 Indikator Kinerja Karyawan Mangkunegara (2000 : 67) mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalahhasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawandalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikankepadanya. Indikator yang dipergunakan di dalam melakukan penilaian kinerjakaryawan menurut Prawirosentono (2000: 236) sebagai berikut: a) Quantity of work yaitu jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode yang ditentukan. b) Quality of work yaitu kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat- syarat kesesuaian dan kesiapannya. c) Job Knowledge yaitu luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilannya. d) Creativeness yaitu keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul. Universitas Sumatera Utara
  7. 7. e) Cooperation yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain atau sesama anggota organisasi. f) Dependability yaitu kesadaran untuk dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja. g) Initiative yaitu semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggungjawabnya. h) Personal qualities yaitu menyangkut keperibadian, kepemimpinan, keramahtamahan dan integritas pribadi. i) Efektivitas dan efisiensi yaitu menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik- baiknya dan mempergunakan waktu yang efisien.2.2 Penelitian terdahulu Lastiar (2008) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh GayaKepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Pada PT. Indosat, Tbk. DivisiRegional Wilayah Barat Medan”. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkanbahwa Koefisien Determinasi (R Square) sebesar 0.654. Untuk regresi bergandamenggunakan Adjusted R Square yang disesuaikan dengan jumlah variabelindependen yang digunakan dalam penelitian yaitu 0.428 yang berarti 42,8 %variasi variabel terikat (Motivasi Kerja) mampu dijelaskan oleh variabelindependen gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan otoriter, dangaya kepemimpinan laissez faire dan 57,2 % lagi dipengaruhi oleh variabel lainyang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini. Berdasarkan pengujian hipotesisdengan uji Fhitung sebesar 9,988 dan Ftabel sebesar 4,08 sehingga Fhitung > Universitas Sumatera Utara
  8. 8. Ftabel (9,988 > 4,08) pada α = 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabelgaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan otoriter, dan gayakepemimpinan laissez faire secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasikerja pegawai pada PT. Indosat, Tbk. Divisi Regional Wilayah Barat Medan. Padauji t, variabel gaya kepemimpinan demokratis berpengaruh positif dan signifikanterhadap motivasi kerja pegawai. Ulfa (2010) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh PerilakuKepemimpinan Situasional Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. BankSyariah Bukopin Bukopin Cabang Medan Jl. S.Parman No.77 Medan). Dari hasilpenelitian tersebut, menunjukkan bahwa: Hasil penghitungan koefisien korelasiproduct moment sebesar 0,830 bernilai positif, hal ini memperlihatkan bahwakoefisien korelasi yang diperoleh adalah positif. Hal ini berarti ada hubunganantara perilaku kepemimpinan situasional terhadap kinerja karyawan pada PTBank Syariah Bukopin Cabang Medan. Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan Lastiar (2008) denganpenelitian ini sendiri adalah, penelitian yang dilakukan Lastiar (2008) bertujuanuntuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan di dalam organisasi terhadapmotivasi, sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gayakepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya, yang membedakanpenelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Ulfa (2010) adalah,penelitian yang dilakukan Ulfa (2010) adalah untuk mengetahui pengaruh gayakepemimpinan situasional terhadap kinerja karyawan. Penelitian Ulfa (2010)memnggunaka gaya kepemimpinan situasional sebagai variabel X, sedangkan Universitas Sumatera Utara
  9. 9. penelitian ini menggunakan gaya kepemimpinan yang terdiri dari 3 dimensi yaitugaya kepemimpinan otoriter, demokratis, dan kendali bebas sebagai variabel X,dan kinerja karyawan sebagai variabel Y.2.3 Kerangka Konseptual Menurut Rivai (2002:122) ada tiga macam gaya kepemimpinan yangmempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai, yaitu : GayaKepemimpinan Otoriter, disebut juga kepemimpinan direktif atau diktator. Gayakepemimpinan ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapaikeputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang palingdiuntungkan dalam organisasi. Gaya Kepemimpinan Demokratis, ditandai olehadanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatanpengambilan keputusan yang kooperatif. Dibawah kepemimpinan demokratisbawahan cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutukerja dan dapat mengarahkan diri sendiri. Gaya Kepemimpinan Kendali Bebasyaitu memberikan kekuasaan penuh pada bawahan, struktur organisasi bersifatlonggar, pemimpin bersifat pasif. Peran utama pimpinan adalah menyediakanmateri pendukung dan berpartisipasi jika diminta bawahan. Untuk menunjang keberhasilan manajemen dibutuhkan seorang pemimpinyang dapat melaksanakan tugas dan fungsi manajemen. Seorang pemimpin yangbaik harus dapat memberikan motivasi agar dapat mencapai produktivitas kerjadan meningkatkan kinerja bawahannya. Dapat dikatakan bahwa kepemimpinanlahyang memainkan peranan yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi Universitas Sumatera Utara
  10. 10. dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya terutama terlihat dalam kinerjapara pegawainya (Siagian, 2003:3). Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapaioleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2000 : 67). Kinerja merupakancatatan outcome yang dihasilkan dari suatu pekerjaan atau kegiatan tertentuselama satu periode waktu tertentu. Berdasarkan Pernyataan tersebut, makakerangka konseptual penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Gaya Kepemimpinan - Kepemimpinan Otoriter (X1) Kinerja Karyawan (Y) - Kepemimpinan Demokrasi (X2) - Kepemimpinan Bebas (X3)Sumber : Rivai (2002) , Mangkunegara (2000); (diolah) Gambar 2.2 Kerangka Konseptual2.4 HIPOTESIS Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalahpenelitian. Adapun hipotesis yang penulis kemukakan berdasarkan perumusanmasalah dan kerangka konseptual diatas adalah : “Gaya kepemimpinanberpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Altrak1978 Cabang Medan” Universitas Sumatera Utara

×