Otomasi perpustakaan dan open source software

4,352 views
4,148 views

Published on

Otomasi Perpustakaan dengan menggunakan open source software maupun propietary software

Published in: Education, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,352
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
111
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Otomasi perpustakaan dan open source software

  1. 1. Otomasi Perpustakaan dan Open Source Software Oleh: Kusnandar,S.Sos. NIP 132 243 730
  2. 2. <ul><li>&quot; Libraries and open source software are a natural fit. Both promote learning and understanding through the dissemination of information. “ </li></ul><ul><li>(Jeremy Frumkin, metadata librarian at the University of Arizona Library.) </li></ul>
  3. 3. Dasar Pemikiran <ul><li>Perpustakaan adalah lembaga sosial dimana ilmu pengetahuan serta informasi yang dikelolanya didistribusikan secara “gratis”. Disisi lain tuntutan layanan yang optimal membutuhkan teknologi informasi. Namun demikian, pada umumnya teknologi informasi untuk perpustakaan banyak yang harus dibayar mahal, misalnya NCI-Bookman. Namun dengan adanya perkembangan software open source, maka kebutuhan pengembangan otomasi perpustakaan dapat dipenuhi. </li></ul>
  4. 4. Otomasi Perpustakaan? <ul><li>proses penerapan teknologi informasi (perangkat lunak dan perangkat keras) di lingkungan perpustakaan untuk meningkatkan kinerja kegiatan perpustakaan mulai dari pengadaan, pengolahan, penyimpanan, sampai dengan pelayanan atau sirkulasi. </li></ul>
  5. 5. Open Source Software? <ul><li>perangkat lunak yang sumber programnya (rumus) tersedia bagi siapapun secara bebas untuk dilihat, dimodifikasi, dan diadaptasi. </li></ul><ul><li>Open source software berbeda dengan freeware dalam pengertian umum. Sebuah software yang didistribusikan secara gratis (freeware) belum tentu dapat dilakukan modifikasi terhadap software tersebut, tetapi open source software sudah pasti diperoleh secara gratis dan dapat dilakukan modifikasi terhadapnya. </li></ul>
  6. 6. Beberapa contoh: <ul><li>CDS/ISIS ( www.unesco.org/isis ) adalah software untuk perpustakaan yang dikembangkan oleh UNESCO sejak akhir tahun 1960. Versi windows mulai dikembangkan yaitu: WinISIS pada tahun 1985. </li></ul><ul><li>PhpMyLibrary ( www.phpmylibrary.org ) merupakan aplikasi otomasi perpustakaan untuk kegiatan katalogisasi, sirkulasi. Program ini menggunakan standar USMARC. </li></ul><ul><li>Koha ( www.koha.org ) </li></ul><ul><li>OpenBiblio ( http://obiblio.sourceforge.net ) </li></ul>
  7. 7. Contoh WinISIS
  8. 8. Contoh PhpMyLibrary
  9. 9. Perbandingan …
  10. 10. What next? <ul><li>PHP  bahasa pemrograman untuk web </li></ul><ul><li>MySQL  database relasional </li></ul><ul><li>Apache  Web Server Service </li></ul>Karena pada umumnya open source adalah berbasis linux maka beberapa hal yang perlu dipahami:
  11. 11. Apa yang utama? <ul><li>Secara sederhana, Kita hanya perlu banyak mengetahui tentang software open source yang umum digunakan dalam otomasi perpustakaan </li></ul><ul><li>Namun, terlebih lagi urusan Kita sebetulnya adalah tentang bagaimana membuat design datanya  metadata </li></ul>
  12. 12. Selesai Terima Kasih

×