CURRICULUM VITAECURRICULUM VITAE
NAMA : Drs. H. AGUNG MAKBUL, SH, MH
TTGL : CIREBON, 06 MEI 1964
PANGKAT.NRP : KBP. 640507...
Pengertian NegosiasiPengertian Negosiasi
 Berasal dr kt latin “Negotior” (melakukan bisnis), yakniBerasal dr kt latin “Ne...
Dua Paradigma Dasar DalamDua Paradigma Dasar Dalam
NegosiasiNegosiasi
- Distributive bargaining : win and close.Distributi...
LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG
 Pada kenyataanya, negosiasi adalah inti manajemen.Pada kenyataanya, negosiasi adalah inti m...
Empat Elemen Kunci NegosiasiEmpat Elemen Kunci Negosiasi
 Peningkatan ketergantungan antara paraPeningkatan ketergantunga...
Tahap – Tahap Dalam NegosiasiTahap – Tahap Dalam Negosiasi
 Preparation (Persiapan)Preparation (Persiapan)
 Evaluation o...
Faktor-Faktor Yang MempengaruhiFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi
NegosiasiNegosiasi
 Hambatan : Rasa takut thd penolakanHam...
Perhatikan 14 Hukum NegosiasiPerhatikan 14 Hukum Negosiasi
 Kristalisasikan visi andaKristalisasikan visi anda
 Persiapa...
Peta Konflik Dalam NegosiasiPeta Konflik Dalam Negosiasi
 Konflik akan terjadi ketika salah satu pihak ingin menangKonfli...
Tehnik dan Metode StrategiTehnik dan Metode Strategi
NegosiasiNegosiasi
 3 kebiasaan dlm strategi negosiasi yaitu : 1. A3...
Tiga unsur penting dalamTiga unsur penting dalam
NegosiasiNegosiasi
 Negosiasi sebagai tindakan bersamaNegosiasi sebagai ...
Cari alternatif terbaik (Best Alternative NegosiatedCari alternatif terbaik (Best Alternative Negosiated
Agreement-BATNA-R...
Beberapa guidelines dlmBeberapa guidelines dlm
bernegosiasibernegosiasi
 Menentukan tuntutan / permintaan akan tetapiMene...
Taktik Negosiasi Dalam SituasiTaktik Negosiasi Dalam Situasi
TertentuTertentu
 Situasi “Kalah-Menang” : Jelaskan dgn tega...
Situasi “ Menang-Menang” : IsyaratkanSituasi “ Menang-Menang” : Isyaratkan
bahwa tujuannya win-win; Mula-mulabahwa tujuann...
AKTOR-AKTOR KONFLIK DANAKTOR-AKTOR KONFLIK DAN
NEGOSIATORNEGOSIATOR
R. Gourly dalam buku Negotiation and BargainingR. Gour...
Sifat Negosiator IdealSifat Negosiator Ideal
 Mendengar dgn hati-hati, jgn agresif, pengetahuan luas,Mendengar dgn hati-h...
Kunci karakteristik negosiator dariKunci karakteristik negosiator dari
beberapa negarabeberapa negara
 pengetahuan; Meras...
Perencanaan; Menghasilkan pengetahuan
; ketertarikan; Mudah menyesuaikan &
cerdas
Brazilia : Trampil dlm persiapan &
peren...
Perbedaan Budaya Dlm NegosiasiPerbedaan Budaya Dlm Negosiasi
Indonesia ada 500 bahasa daerah, demikian jgIndonesia ada 500...
Ciri-Ciri Manajer MultibudayaCiri-Ciri Manajer Multibudaya
► Berpikir melampaui persepsi lokal dan ubahBerpikir melampaui ...
 Hidup yg barudan belum biasaHidup yg barudan belum biasa
 Menyambut baik serta memperlancarMenyambut baik serta memperl...
SOSIALISASI HASIL NEGOSIASI,SOSIALISASI HASIL NEGOSIASI,
PEMBANGUNAN PRANATA SOSIAL,PEMBANGUNAN PRANATA SOSIAL,
HUKUM, DEM...
196399273 negosiasi materi
196399273 negosiasi materi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

196399273 negosiasi materi

327

Published on

data

Published in: Art & Photos
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
327
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

196399273 negosiasi materi

  1. 1. CURRICULUM VITAECURRICULUM VITAE NAMA : Drs. H. AGUNG MAKBUL, SH, MH TTGL : CIREBON, 06 MEI 1964 PANGKAT.NRP : KBP. 64050737 JABATAN : WIDYA ISWARA SESPIM POLRI DIKMUM : S1 & S2 DIKPOL : AKPOL TH 87, PTIK TH 95, SESPIM TH 2002 DIKJUR : PA PJR LANTAS TH. 1990 BRIMOB TH. 1993, SOSPOL ABRI 1995 SUSMADYA LANTAS 2002 SUSJAB KAPOLRES 2003 SUSJEMEN MODERN 20071. PAMAPTA I POLRES ACEH TENGAH 19 871. PAMAPTA I POLRES ACEH TENGAH 19 87 2. KAPOLSEK KOTA TAKEGON POLRES ACEH TENGAH 19882. KAPOLSEK KOTA TAKEGON POLRES ACEH TENGAH 1988 3. KASAT LANTAS POLRES PIDIE 19913. KASAT LANTAS POLRES PIDIE 1991 4. KASAT SABHARA POLRESTA BANDA ACEH 19924. KASAT SABHARA POLRESTA BANDA ACEH 1992 5. KAPUSKODAL OPS POLRESTA BANDA ACEH 19935. KAPUSKODAL OPS POLRESTA BANDA ACEH 1993 6. KANIT PJR POLDA SUMSEL 19956. KANIT PJR POLDA SUMSEL 1995 7. KASUBDIT PRASJAL DIT LANTAS POLDA SUMSEL 19967. KASUBDIT PRASJAL DIT LANTAS POLDA SUMSEL 1996 8. KAPOLSEK ILIR BARAT POLTABES PALEMBANG 19968. KAPOLSEK ILIR BARAT POLTABES PALEMBANG 1996 9. KAPOLSEK ILIR TIMUR POLTABES PALEMBANG 19979. KAPOLSEK ILIR TIMUR POLTABES PALEMBANG 1997 10. WAKA POLRES BELITUNG (SUMSEL) 199710. WAKA POLRES BELITUNG (SUMSEL) 1997 11. WAKAPOLRES OKI (SUMSEL) 199911. WAKAPOLRES OKI (SUMSEL) 1999 12. KABAG SABHARA POLDA SUMSEL 200012. KABAG SABHARA POLDA SUMSEL 2000 13. KABAG REGIDENT DITLANTAS POLDA PAPUA 200213. KABAG REGIDENT DITLANTAS POLDA PAPUA 2002 14. KAPOLRES JAYA WIJAYA POLDA PAPUA 200314. KAPOLRES JAYA WIJAYA POLDA PAPUA 2003 15. SESLEM PUSDIK LANTAS LEMDIKLAT POLRI 200615. SESLEM PUSDIK LANTAS LEMDIKLAT POLRI 2006 PENGALAMAN DINAS :
  2. 2. Pengertian NegosiasiPengertian Negosiasi  Berasal dr kt latin “Negotior” (melakukan bisnis), yakniBerasal dr kt latin “Negotior” (melakukan bisnis), yakni menekuni pekerjaan dan berusaha memenuhimenekuni pekerjaan dan berusaha memenuhi kepentingan, yg berarti berinteraksi dgn pekerjaan dankepentingan, yg berarti berinteraksi dgn pekerjaan dan kepentingan orang lain.kepentingan orang lain.  Negosiasi tidak terlepas dari kegiatan diskusi, yangNegosiasi tidak terlepas dari kegiatan diskusi, yang bentuknya adalah sbb : Diskusi yg bentuknya negosiasibentuknya adalah sbb : Diskusi yg bentuknya negosiasi seharusnya berakhir dgn kesepakatan yg jelas. Diskusiseharusnya berakhir dgn kesepakatan yg jelas. Diskusi yg bentuknya penyelesaian masalah seharusnyayg bentuknya penyelesaian masalah seharusnya berakhir dgn solusi. Diskusi yg bentuknya pengumumanberakhir dgn solusi. Diskusi yg bentuknya pengumuman berakhir dg pertanyaan, apakah sudah paham semua.berakhir dg pertanyaan, apakah sudah paham semua.
  3. 3. Dua Paradigma Dasar DalamDua Paradigma Dasar Dalam NegosiasiNegosiasi - Distributive bargaining : win and close.Distributive bargaining : win and close. Misalnya tawar menawar dalamMisalnya tawar menawar dalam pengkajianpengkajian - Integrative Bargaining : Win-winIntegrative Bargaining : Win-win misal negosiasi antara buruh denganmisal negosiasi antara buruh dengan majikanmajikan
  4. 4. LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG  Pada kenyataanya, negosiasi adalah inti manajemen.Pada kenyataanya, negosiasi adalah inti manajemen. Tanpa negosiasi, bisnis dan tugas pemerintahan tdkTanpa negosiasi, bisnis dan tugas pemerintahan tdk akan berjalan dan tidak ada dinamikanya.akan berjalan dan tidak ada dinamikanya.  Negosiasi sebetulnya kegiatan pemecahan konflik antaraNegosiasi sebetulnya kegiatan pemecahan konflik antara dua pihak atau lebih, dan biasanya dilakukan dgndua pihak atau lebih, dan biasanya dilakukan dgn melalui pertukaran konsesi/ kemudahan.melalui pertukaran konsesi/ kemudahan.  Negosiasi adalah proses dari adanya dua atau lebihNegosiasi adalah proses dari adanya dua atau lebih pihak yg menggunakan tawar menawar untukpihak yg menggunakan tawar menawar untuk menyatukan perbedaan masing-masing pihak ygmenyatukan perbedaan masing-masing pihak yg bernegosiasi.bernegosiasi.
  5. 5. Empat Elemen Kunci NegosiasiEmpat Elemen Kunci Negosiasi  Peningkatan ketergantungan antara paraPeningkatan ketergantungan antara para pihak.pihak.  Memahami konflik antara para pihakMemahami konflik antara para pihak  Kesempatan berinteraksi antara paraKesempatan berinteraksi antara para pihakpihak  Kemungkinan adanya kesepakatanKemungkinan adanya kesepakatan
  6. 6. Tahap – Tahap Dalam NegosiasiTahap – Tahap Dalam Negosiasi  Preparation (Persiapan)Preparation (Persiapan)  Evaluation of alternative (evaluasiEvaluation of alternative (evaluasi berbagai kemungkinan)berbagai kemungkinan)  Identifying interest (identifikasi berbagaiIdentifying interest (identifikasi berbagai kepentingan)kepentingan)  Making Trade-off and Creating Joint gainsMaking Trade-off and Creating Joint gains (Membuat pertukaran dan menciptakan(Membuat pertukaran dan menciptakan keuntungan bersama)keuntungan bersama)
  7. 7. Faktor-Faktor Yang MempengaruhiFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi NegosiasiNegosiasi  Hambatan : Rasa takut thd penolakanHambatan : Rasa takut thd penolakan pribadi; rasa takut tdk disukai; perasaanpribadi; rasa takut tdk disukai; perasaan bahwa mencoba menegosiasikan sesuaibahwa mencoba menegosiasikan sesuai perjanjianyg lebih baik adalah perbuatanperjanjianyg lebih baik adalah perbuatan yg tdk baik; Perasaan bahwa kalau kitayg tdk baik; Perasaan bahwa kalau kita terbuka mengenai posisi kita, murah hatiterbuka mengenai posisi kita, murah hati dan kooperatif, kita akan diperlakukan dgndan kooperatif, kita akan diperlakukan dgn cara yang sama; rasa takut gagal ygcara yang sama; rasa takut gagal yg alamiah.alamiah.
  8. 8. Perhatikan 14 Hukum NegosiasiPerhatikan 14 Hukum Negosiasi  Kristalisasikan visi andaKristalisasikan visi anda  Persiapan segala sesuatunya terlebih duluPersiapan segala sesuatunya terlebih dulu  Ajukan pertanyaanAjukan pertanyaan  MendengarMendengar  Tentukan target untuk setiap kesepakatanTentukan target untuk setiap kesepakatan  Targetkan aspirasi anda setinggi mungkinTargetkan aspirasi anda setinggi mungkin  Kembangkan pilihan-pilihan & strategiKembangkan pilihan-pilihan & strategi  Pikirkan layaknya seekor DolphinPikirkan layaknya seekor Dolphin  Jujur dan adilJujur dan adil  Jangan pernah menerima tawaran pertamaJangan pernah menerima tawaran pertama  Rundingkan dgn kekuatan/ kuasa jika memungkinkanRundingkan dgn kekuatan/ kuasa jika memungkinkan  Temukan apa yang diinginkan oleh pihak lawanTemukan apa yang diinginkan oleh pihak lawan  Kooperatif dan bersahabatKooperatif dan bersahabat  Gunakan kekuatan kompetisiGunakan kekuatan kompetisi
  9. 9. Peta Konflik Dalam NegosiasiPeta Konflik Dalam Negosiasi  Konflik akan terjadi ketika salah satu pihak ingin menangKonflik akan terjadi ketika salah satu pihak ingin menang atau memaksakan kehendak. Terjadinya peperanganatau memaksakan kehendak. Terjadinya peperangan antara negara terjadi akibat negosiasi yang gagal danantara negara terjadi akibat negosiasi yang gagal dan adanya upaya paksa salah satu pihakadanya upaya paksa salah satu pihak  Perang adalah kepanjangan dari negosiasi, situasi pascaPerang adalah kepanjangan dari negosiasi, situasi pasca perang akan memunculkan negosiasi baru.perang akan memunculkan negosiasi baru.  Dalam masalah perdagangan juga terjadi trik dumpingDalam masalah perdagangan juga terjadi trik dumping untuk menjatuhkan produk lawan, biasanya merekauntuk menjatuhkan produk lawan, biasanya mereka akan melakukan pendekatan hingga gugatan diakan melakukan pendekatan hingga gugatan di pengadilanpengadilan
  10. 10. Tehnik dan Metode StrategiTehnik dan Metode Strategi NegosiasiNegosiasi  3 kebiasaan dlm strategi negosiasi yaitu : 1. A3 kebiasaan dlm strategi negosiasi yaitu : 1. A Competitive Strategy (mengutamakanCompetitive Strategy (mengutamakan pencapaian tujuan dgn mengorbankan tujuanpencapaian tujuan dgn mengorbankan tujuan pihak lain, tipe distributive bargaining, I win youpihak lain, tipe distributive bargaining, I win you lose); 2. A Collaborative Strategy (Tipe :lose); 2. A Collaborative Strategy (Tipe : Integrative bargaining, Apa jalan terbaik bagiIntegrative bargaining, Apa jalan terbaik bagi kedua belah pihak); 3. A Subordinating Strategykedua belah pihak); 3. A Subordinating Strategy (tipe distributive bargaining, “you win, I lose)(tipe distributive bargaining, “you win, I lose)
  11. 11. Tiga unsur penting dalamTiga unsur penting dalam NegosiasiNegosiasi  Negosiasi sebagai tindakan bersamaNegosiasi sebagai tindakan bersama (misalnya perang melawan teroris)(misalnya perang melawan teroris)  Negosiasi sebagai suatu alat (misalnya,Negosiasi sebagai suatu alat (misalnya, alat penekan perang/ perlucutan senjata)alat penekan perang/ perlucutan senjata)  Negosiasi untuk mengajukan kepentinganNegosiasi untuk mengajukan kepentingan (misalnya WTO)(misalnya WTO)
  12. 12. Cari alternatif terbaik (Best Alternative NegosiatedCari alternatif terbaik (Best Alternative Negosiated Agreement-BATNA-Roger Fisher and Bill Ury)Agreement-BATNA-Roger Fisher and Bill Ury) Buat prioritas seluruh kepentingan kita (danBuat prioritas seluruh kepentingan kita (dan mereka), yaitu apa yang kita dan mereka jaga danmereka), yaitu apa yang kita dan mereka jaga dan dipertaruhkandipertaruhkan a.I. :a.I. : 1.1.Yang dpt dinilai dan yg tidakYang dpt dinilai dan yg tidak 2.2. obyektif dan subyektifobyektif dan subyektif 3.3. hubungan dan substansifhubungan dan substansif 4.4.Individu dan organisasiIndividu dan organisasi 5.5.Jangka panjang dan jangka pendekJangka panjang dan jangka pendek 6.6.Kepentingan sendiri dan kepentingan bersamaKepentingan sendiri dan kepentingan bersama
  13. 13. Beberapa guidelines dlmBeberapa guidelines dlm bernegosiasibernegosiasi  Menentukan tuntutan / permintaan akan tetapiMenentukan tuntutan / permintaan akan tetapi tidak melampaui batastidak melampaui batas  Mendorong adanya kompromi tanpa mengalahMendorong adanya kompromi tanpa mengalah  Menggunakan persepsi rasional yg mendukungMenggunakan persepsi rasional yg mendukung posisi andaposisi anda  Jangan tamakJangan tamak  Jangan mempermalukan pihak lain /mitra kitaJangan mempermalukan pihak lain /mitra kita
  14. 14. Taktik Negosiasi Dalam SituasiTaktik Negosiasi Dalam Situasi TertentuTertentu  Situasi “Kalah-Menang” : Jelaskan dgn tegas komitmenSituasi “Kalah-Menang” : Jelaskan dgn tegas komitmen mutlak utk mencapai apa yg diinginkan; sebutkan apamutlak utk mencapai apa yg diinginkan; sebutkan apa akibatnya jika tdk memperolehnya; Memberi jalan keluarakibatnya jika tdk memperolehnya; Memberi jalan keluar utk menyelamatkan komitmennya bila merekautk menyelamatkan komitmennya bila mereka melakukannya; Memberikan jalan keluar utkmelakukannya; Memberikan jalan keluar utk menyelamatkan muka pihak lain dgn menawarkanmenyelamatkan muka pihak lain dgn menawarkan konsesikonsesi  Cara bertahan : Jika posisi sama kuat, kerja keras lbhCara bertahan : Jika posisi sama kuat, kerja keras lbh awal dan kemukakan bantahan tanpa emosi; cari infoawal dan kemukakan bantahan tanpa emosi; cari info posisi masing-masing; cari tahu mengapa para pihakposisi masing-masing; cari tahu mengapa para pihak bertahan; tekankan akibat jika gagalbertahan; tekankan akibat jika gagal
  15. 15. Situasi “ Menang-Menang” : IsyaratkanSituasi “ Menang-Menang” : Isyaratkan bahwa tujuannya win-win; Mula-mulabahwa tujuannya win-win; Mula-mula kenali masalahnya bukan pemecahannya;kenali masalahnya bukan pemecahannya; Bangun saling percaya dan saling hormatiBangun saling percaya dan saling hormati (Tangani masalah dg potensi terbesar(Tangani masalah dg potensi terbesar untuk Win-win; bagilah infountuk Win-win; bagilah info selangkahdemi selangkah secara hati-selangkahdemi selangkah secara hati- hati; Beri hadiah untuk isyarat positif pihakhati; Beri hadiah untuk isyarat positif pihak lain; Hindari sikap bertahan, berilain; Hindari sikap bertahan, beri persetujuan selama iklimnya sesuai; Jikapersetujuan selama iklimnya sesuai; Jika mungkin hindari pendekatan legalistikmungkin hindari pendekatan legalistik atau pendekatan berdasarkan perjanjianatau pendekatan berdasarkan perjanjian
  16. 16. AKTOR-AKTOR KONFLIK DANAKTOR-AKTOR KONFLIK DAN NEGOSIATORNEGOSIATOR R. Gourly dalam buku Negotiation and BargainingR. Gourly dalam buku Negotiation and Bargaining Management Decision 1987– beberapa tipeManagement Decision 1987– beberapa tipe Negosiator : 1. The Aggressive-Opener NegotiatorNegosiator : 1. The Aggressive-Opener Negotiator (Memotong kata sebelum selesai, menyindir); 2.(Memotong kata sebelum selesai, menyindir); 2. The Long-Pause Negotiator (Mendengarkan pihakThe Long-Pause Negotiator (Mendengarkan pihak lain, memberi kesempatan berpikir); 3. Thelain, memberi kesempatan berpikir); 3. The Mocking Neg (Senang melecehkan namunMocking Neg (Senang melecehkan namun menyesal); The Cloak-of Reasonablesness Negmenyesal); The Cloak-of Reasonablesness Neg (Mudah setuju peroleh teman/kepercayaan lawan);(Mudah setuju peroleh teman/kepercayaan lawan); Devide and Conguer Neg (membuat keputusanDevide and Conguer Neg (membuat keputusan diantara oposisi, lebih serang organisasinya), Billydiantara oposisi, lebih serang organisasinya), Billy Bunter Neg (Pura-pura bodoh agar lawan bukaBunter Neg (Pura-pura bodoh agar lawan buka informasi)informasi)
  17. 17. Sifat Negosiator IdealSifat Negosiator Ideal  Mendengar dgn hati-hati, jgn agresif, pengetahuan luas,Mendengar dgn hati-hati, jgn agresif, pengetahuan luas, PD; Pintaer, tapi jgn tunjukkan kepintarannya; MemilikiPD; Pintaer, tapi jgn tunjukkan kepintarannya; Memiliki Tujuan ambisius; Tidak pernah menyerah tanpaTujuan ambisius; Tidak pernah menyerah tanpa memperoleh suatu keuntungan balik; Menyerahmemperoleh suatu keuntungan balik; Menyerah perlahan-lahan, dgn kewenangan terbatas; Mencariperlahan-lahan, dgn kewenangan terbatas; Mencari konsesi yg tdk mahal utk ditukar dgn yg berharga;konsesi yg tdk mahal utk ditukar dgn yg berharga; Mempunyai kredibilitas dan rasa hormat; memiliki empatiMempunyai kredibilitas dan rasa hormat; memiliki empati dgn pihak lain; Memiliki pikiran yg tangkas dandgn pihak lain; Memiliki pikiran yg tangkas dan kemampuan berkosentrasi; Memiliki kemampuankemampuan berkosentrasi; Memiliki kemampuan berpikir jernih dibawah tekananberpikir jernih dibawah tekanan
  18. 18. Kunci karakteristik negosiator dariKunci karakteristik negosiator dari beberapa negarabeberapa negara  pengetahuan; Merasa kuat dan luar biasa; Tuluspengetahuan; Merasa kuat dan luar biasa; Tulus  Jepang : Berdedikasi pada Amerika : Trampilan dlmJepang : Berdedikasi pada Amerika : Trampilan dlm persiapan & perencanaan; Berpikir dgn tekanan; Mudahpersiapan & perencanaan; Berpikir dgn tekanan; Mudah menyesuaikan diri & cerdas; Menyaakan dgn lisan;menyesuaikan diri & cerdas; Menyaakan dgn lisan; Menghasilkan pekerjaan; Merasa kuat & luar biasa;Menghasilkan pekerjaan; Merasa kuat & luar biasa; Menghormati kemerdekaan & yakin; Tulus; TrampilMenghormati kemerdekaan & yakin; Tulus; Trampil mendengarkan; Berpandangan luas; Menyatakanmendengarkan; Berpandangan luas; Menyatakan dengan lisandengan lisan  Taiwan : Tekun & berketetapan hati; HormatiTaiwan : Tekun & berketetapan hati; Hormati kemenangan & yakin; Trampil dlm persiapan dankemenangan & yakin; Trampil dlm persiapan dan
  19. 19. Perencanaan; Menghasilkan pengetahuan ; ketertarikan; Mudah menyesuaikan & cerdas Brazilia : Trampil dlm persiapan & perencanaan; berpikir dgn tekanan; Mudah menyesuaikan & cerdas; Menyatakan dgn lisan; Menghasilkan pengetahuan; Merasa kuat luar biasa; bersaing Diambil dari pendapat Prof. John Graham 1983, School of Business Administration, University of Southern California
  20. 20. Perbedaan Budaya Dlm NegosiasiPerbedaan Budaya Dlm Negosiasi Indonesia ada 500 bahasa daerah, demikian jgIndonesia ada 500 bahasa daerah, demikian jg antara negara tp bukan penghalang negosiasi,antara negara tp bukan penghalang negosiasi, tetapi justru tantangan dan bahan pertimbangantetapi justru tantangan dan bahan pertimbangan Dalam persiapan negosiasi, masalah budaya,Dalam persiapan negosiasi, masalah budaya, bahasa, dan ungkapan hendaknya menjadibahasa, dan ungkapan hendaknya menjadi perhatian seriusperhatian serius Pada budaya bangsa tertentu suap dpt diterima,Pada budaya bangsa tertentu suap dpt diterima, tetapi bangsa lain sangat tabu/haramtetapi bangsa lain sangat tabu/haram Misalnya Kunjungan Delegasi RRC SebuahMisalnya Kunjungan Delegasi RRC Sebuah Perusahaan (mungkin cari lokal distributor);Perusahaan (mungkin cari lokal distributor); bangun hub dgn manajemen; belajar kemajuanbangun hub dgn manajemen; belajar kemajuan teknologi atau penghargaan)teknologi atau penghargaan)
  21. 21. Ciri-Ciri Manajer MultibudayaCiri-Ciri Manajer Multibudaya ► Berpikir melampaui persepsi lokal dan ubahBerpikir melampaui persepsi lokal dan ubah pandangan lazim menjadi pandangan positif thdpandangan lazim menjadi pandangan positif thd orang lainorang lain ► Siap berganti dgn pemikiran baru, sementaraSiap berganti dgn pemikiran baru, sementara menyingkirkan perangkat pemikiran lama;menyingkirkan perangkat pemikiran lama; ► Cipakan kembali pengandaian-pengandaian,Cipakan kembali pengandaian-pengandaian, norma-norma dan praktek budaya yg didasarkannorma-norma dan praktek budaya yg didasarkan pandangan dan pengalaman barupandangan dan pengalaman baru ► Memprogram kembali peta & bangunan mentalMemprogram kembali peta & bangunan mental merekamereka ► Siap menyesuaikan diri dgn lingkungan dan gayaSiap menyesuaikan diri dgn lingkungan dan gaya
  22. 22.  Hidup yg barudan belum biasaHidup yg barudan belum biasa  Menyambut baik serta memperlancarMenyambut baik serta memperlancar pengalaman lintas bangsapengalaman lintas bangsa  Mendapatkan kemampuan & kecakapan multiMendapatkan kemampuan & kecakapan multi budaya termasuk bahasa asingbudaya termasuk bahasa asing  Bekerja efektif dlm lingkungan multi nasional/Bekerja efektif dlm lingkungan multi nasional/ multi budayamulti budaya  Menciptakan sinergi budaya kapan saja danMenciptakan sinergi budaya kapan saja dan dimana sajadimana saja  Memimpin kesempatan dan usaha transMemimpin kesempatan dan usaha trans nasionalnasional  Menciptakan skenario masa depan yg optimistikMenciptakan skenario masa depan yg optimistik dan yg dpt dilakukandan yg dpt dilakukan
  23. 23. SOSIALISASI HASIL NEGOSIASI,SOSIALISASI HASIL NEGOSIASI, PEMBANGUNAN PRANATA SOSIAL,PEMBANGUNAN PRANATA SOSIAL, HUKUM, DEMOKRASI & BUDAYAHUKUM, DEMOKRASI & BUDAYA  Perjanjian internasional, akan dituangkan dlmPerjanjian internasional, akan dituangkan dlm traktat penerimaan oleh suatu negara, dantraktat penerimaan oleh suatu negara, dan mengikat para penandatangan disosialisasikanmengikat para penandatangan disosialisasikan melalui undang-undangmelalui undang-undang  Di era demokrasi seperti sekarang masihDi era demokrasi seperti sekarang masih dimungkinkan keberatan penandatanganandimungkinkan keberatan penandatanganan traktat melalui yudicial review di Mahkamahtraktat melalui yudicial review di Mahkamah KonstitusiKonstitusi  Budaya bangsa Indonesia sudah mulai keras,Budaya bangsa Indonesia sudah mulai keras, jika negosiasi gagal maka menurunkan massajika negosiasi gagal maka menurunkan massa dan anarkis, ini harus dicegahdan anarkis, ini harus dicegah
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×