Sistem sosial budaya indonesia diktat

14,804
-1

Published on

Describe about culture and system of Indonesia in Communication Perspectif

Published in: Education
6 Comments
15 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
14,804
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
6
Likes
15
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sistem sosial budaya indonesia diktat

  1. 1. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 DIKTAT SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA OLEH: ANGEL PURWANTI S.SOS., M.I.Kom NANA JUANA S.Sos UNIVERSITAS PUTERA BATAM
  2. 2. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telahmemberikan Rahmat dan Anugerah-Nya yang begitu besar sehingga diktat mata kuliahSistem Sosial Budaya Indonesia ini dapat berjalan dan terselesaikan dengan baik. Diktat ini dimaksudkan untuk memenuhi sebahagian syarat-syarat atau sebagaisatu kewajiban staf pengajar dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi danpengabdian ini memenuhi Tri Dharma pada Universitas Putera Batam. Diktat ini ditujukan untuk Mahasiswa Universitas Putera Batam, khususnya jurusan Sosial sepertiprodi Komunikasi, prodi Hukum dan prodi Ilmu Administrasi Negara. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan diktat ini terdapatbanyak kekurangan, untuk itu mohon masukannya agar diktat ini terlihatsempurna. Batam, 28 Mei 2010 Penulis
  3. 3. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 PERSEMBAHAN “Selalu ada Kesempatan jika ada Kemauan” -UnAuthor-
  4. 4. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 DAFTAR ISIHALAMAN PERSEMBAHANKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENGENALAN ILMU DAN SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA 1.1 Definisi ilmu 1.2 Sifat-sifat Ilmu 1.3 Mengapa Ilmu Hadir? 1.4 Bagaimanakah Manusia Mendapatkan Ilmu 1.5 Dengan apa manusia memperoleh memelihara dan meningkatkan ilmu 1.6 Tiga pendapat mengenai pendefinisian ilmu dan pengetahuan 1.7 Sistem Sosial Budaya IndonesiaBAB II KAITAN SSBI DENGAN SOSIOLOGI DAN ATROPOLOGI 2.1 Pengertian Sosiologi 2.2 Definisi Antropologi 2.3 Pengertian Sistem 2.4 Pengertian Sistem Sosial Budaya
  5. 5. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 2.5 Sistem Sosial Budaya IndonesiaBAB III KEDUDUKAN BUDAYA DAN SENI DALAM MASYARAKAT 3.1 Pengertian Budaya dan Kebudayaan 3.2 Unsur-unsur Kebudayaan 3.3 Wujud Kebudayaan 3.4 Kebudayaan Sebagai Peradaban 3.5 Sistem KebudayaanBAB IV KOMPONEN KEBUDAYAAN 4.1 Dua Komponen Kebudayaan 4.2 Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial 4.3 Bahasa dan Sistem Kepercayaan 4.5 Proses Sosial dan Agen SosialBAB V NORMA-NORMA DALAM MASYARAKAT 5.1 Elemen-elemen Masyarakat 5.2 Norma-norma Dalam Masyarakat 5.3 Lembaga Sosial 5.4 Group SosialBAB VI RELATIVISME BUDAYA DAN PERUBAHAN SOSIAL 6.1 Relativisme Budaya
  6. 6. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 6.2 Perubahan Sosial Budaya 6.3 Penetrasi Budya 6.4 Kebudayaan Sebagai Mekanisme Stabilisasi 6.5 Perilaku Menyimpang 6.6 Asimilasi 6.7 Akulturasi 6.8 NilaiBAB VII SISTEM SOSIAL DALAM PROSES SOSIAL 7.1 Unsur-unsur Sistem dan Proses Sosial 7.2 Sistem Nilai dan Stratifikasi Sosial 7.3 Interaksi-Komunikasi SosialBAB VIII KEPEMIMPINAN DALAM MASYARAKAT 8.1 Sekilas Tentang Kepemimpinan 8.2 Pengertian kepemimpinan 8.3 Teori Lahirnya Kepemimpinan 8.4 Tipe-tipe Pemimpin 8.5 Sifat-sifat Pemimpin Yang BaikBAB IX MOBILITAS SOSIAL 9.1 Pengertian Mobilitas Sosial 9.2 Cara-cara Melakukan Mobilitas Sosial 9.3 Lima Bentuk Mobilitas Sosial
  7. 7. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 9.4 Faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial 9.5 Saluran Dan Dampak Mobilitas Sosial 9.6 Dampak Mobilitas SosialBAB X NORMA SOSIAL DAN PERILAKU KOMUNIKASI 10.1 Pengertian Kontrol Sosial 10.2 Gerakan Reformasi 10.3 Sarana Kontrol Sosial 10.4 Pesan Moral Kontrol Sosial 10.5 Jenis dan Macam-macam NormaBAB XI PERAN KOMUNIKASI DALAM PROSES SOSIAL 11.1 Komunikasi Sebagai Proses Perubahan 11.2 Hakikat Komunikasi Sebagai Proses Sosial 11.3 Komunikasi dan Perubahan Sosial 11.4 Komunikasi Sebagai Proses Sosial 11.5 Komunikasi sebagai Proses budaya 11.6 Unsur Budaya Didalam Proses Komunikasi 11.7 Komunikasi Didalam Sistem Politik 11.8 Komunikasi Sebagai Proses PolitikBAB XII PERAN MEDIA LOKAL DALAM MASYARAKAT MULTIBUDAYA 12.1 Budaya Lokal dan Kehidupan Bermasyarakat
  8. 8. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 12.2 Film dan Budaya Lokal 12.3 Kendala Penyebaran Informasi di IndonesiaBAB XIII KEPEMIMPINAN MASYARAKAT ADAT 13.1 Kepemimpinan Masyarakat Adat 13.2 Konsep Kepemimpinan Tradisional 13.3 Perubahan Pola Kepemimpinan Masyarakat Adat 13.4 Pola KepemimpinanDAFTAR GAMBARDAFTAR PUSTAKA
  9. 9. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 DAFTAR GAMBAR 1. Gambar 1. Belajar 2. Gambar 2. Peta Wilayah Indonesia 3. Gambar 3. Skema Sistem 4. Gambar 4. Tari Pendet, berasal dari Bali 5. Gambar 5. Olah Raga, Bentuk dari komunikasi Sosia 6. Gambar 6. Sukarno, Pemimpin Berkharismatik 7. Gambar 7. Facebook, Contoh Dari Kontrol Sosial
  10. 10. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 BAB I PENGENALAN ILMU DAN SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA1.1 DEFINISI ILMU a) AsianBrain.com Content Team Definisi Ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukumsebab-akibat dalam suatu golongan masalah yang sama sifatnya, baik menurutkedudukannya (apabila dilihat dari luar), maupun menurut hubungannya (jikadilihat dari dalam). b) Mohammad Hatta: Definisi ilmu dapat dimaknai sebagai akumulasi pengetahuan yangdisistematisasikan---Suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruhdunia empiris. Ilmu dapat diamati panca indera manusia---Suatu caramenganalisis yang mengizinkan kepada para ahlinya untuk menyatakan -suatuproposisi dalam bentuk: "jika,...maka..." c) Harsojo (Guru Besar Antropolog, Universitas Pajajaran) Definisi ilmu bergantung pada cara kerja indera-indera masing-masingindividu dalam menyerap pengetahuan dan juga cara berpikir setiap individudalam memproses pengetahuan yang diperolehnya. Selain itu juga, definisi ilmubisa berlandaskan aktivitas yang dilakukan ilmu itu sendiri. Kita dapat melihat halitu melalui metode yang digunakannya.1.2 SIFAT-SIFAT ILMU Dari definisi yang diungkapkan Mohammad Hatta dan Harjono di atas,kita dapat melihat bahwa sifat-sifat ilmu merupakan kumpulan pengetahuanmengenai suatu bidang tertentu yang mencakup:.  Berdiri secara satu kesatuan,
  11. 11. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10  Tersusun secara sistematis,  Ada dasar pembenarannya (ada penjelasan yang dapat dipertanggung jawabkan disertai sebab-sebabnya yang meliputi fakta dan data),  Mendapat legalitas bahwa ilmu tersebut hasil pengkajian atau riset.  Communicable, ilmu dapat ditransfer kepada orang lain sehingga dapat dimengerti dan dipahami maknanya.  Universal, ilmu tidak terbatas ruang dan waktu sehingga dapat berlaku di mana saja dan kapan saja di seluruh alam semesta ini.  Berkembang, ilmu sebaiknya mampu mendorong pengetahuan- pengatahuan dan penemuan-penemuan baru. Sehingga, manusia mampu menciptakan pemikiran-pemikiran yang lebih berkembang dari sebelumnya. Dari penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa tidak semua pengetahuandikategorikan ilmu. Sebab, definisi pengetahuan itu sendiri sebagai berikut:Segala sesuatu yang datang sebagai hasil dari aktivitas panca indera untukmengetahui, yaitu terungkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak adakeraguan terhadapnya, sedangkan ilmu menghendaki lebih jauh, luas, dan dalamdari pengetahuan.1.3 MENGAPA ILMU HADIR? Pada hakekatnya, manusia memiliki keingintahuan pada setiap hal yangada maupun yang sedang terjadi di sekitarnya. Sebab, banyak sekali sisi-sisikehidupan yang menjadi pertanyaan dalam dirinya. Oleh sebab itulah, timbulpengetahuan (yang suatu saat) setelah melalui beberapa proses beranjak menjadiilmu1.4 BAGAIMANAKAH MANUSIA MENDAPATKAN ILMU?
  12. 12. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sempurna, yaitudilengkapi dengan seperangkat akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran inilah,manusia mendapatkan ilmu, seperti ilmu pengetahuan sosial, ilmu pertanian, ilmupendidikan, ilmu kesehatan, dan lain-lain. Akal dan pikiran memroses setiappengetahuan yang diserap oleh indera-indera yang dimiliki manusia.1.5 DENGAN APA MANUSIA MEMPEROLEH, MEMELIHARA, DAN MENINGKATKAN ILMU? Pengetahuan kaidah berpikir atau logika merupakan sarana untukmemperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu. Jadi, ilmu tidak hanya diam disatu tempat atau di satu keadaan. Ilmu pun dapat berkembang sesuai denganperkembangan cara berpikir manusia. Gambar 1. Belajar1.6 TIGA PENDAPAT MENGENAI PENDEFINISIAN ILMU DAN PENGETAHUAN: Pengetahuan itu tidak bisa didefinisikan, karena pengetahuan itu bersifatgamblang dan aksiomatik. Dan pendefinisian bagi perkara-perkara yang gamblangdan aksiomatik adalah hal yang mustahil (yakni akan terjadi daur atau lingkaransetan). Untuk menegaskan kegamblangan ilmu dan pengetahuan itu bisa berpijakpada beberapa hal: i. Pengetahuan itu sendiri merupakan perkara-perkara kejiwaan dan kefitraan. Dan Setiap perkara kefitraan dan kejiwaan itu bersifat aksiomatik dan badihi. ii. Pengetahuan yang mutlak bersumber dari pengetahuan yang khusus dan terbatas seperti pengetahuan manusia pada wujudnya sendiri yang bersifat
  13. 13. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 aksiomatik. Dan pengetahuan yang berasal dari hal-hal yang aksiomatik adalah juga bersifat aksiomatik dan gamblang. iii. Apabila pengetahuan itu bisa didefinisikan, maka akan berkonsekuensi pada kemustahilan pengetahuan manusia terhadap realitas bahwa “ia mengetahui sesuatu”, yakni pengetahuan manusia itu sendiri pertama-tama harus didefinisikan, barulah kemudian ia memahami bahwa dirinya memiliki pengetahuan terhadap sesuatu. Hal ini mustahil, karena keberadaan pengetahuan bagi manusia adalahbersifat fitri dan pengetahuan kepada perkara fitrawi ialah hal yang mungkin,yakni tidak butuh kepada definisi sebelumnya. Dengan demikian, ilmu manusia,tanpa pendefinisian sebelumnya, kepada realitas bahwa “ia memahami sesuatu”ialah bersifat mungkin. Pengetahuan manusia bahwa “ia mengetahui sesuatu” adalah ilmukepada “hubungan zatnya dengan ilmu”, dan ilmu kepada “hubungan suatuperkara kepada perkara lain” ialah bergantung atas ilmu pada salah satu darisubjek dan predikatnya. Pengetahuan itu bisa didefinisikan, namun sangat sulit. Pengetahuan itu mudah didefinisikan. Di sini kami tidak akan menyebutkan semua definisi yang telah digagasdan dirumuskan oleh para filosof dan teolog muslim. Untuk lebih luasnyawawasan dalam pembahasan definisi ilmu dan pengetahuan silahkan merujukpada kitab-kitab filsafat dalam bab pengetahuan. Di bawah ini kami hanya akanmenyebutkan beberapa definisi yang mayoritas diterima oleh kalangan filosof:a) Pengetahuan didefinisikan sebagai pencerminan objek-objek eksternal di alam pikiran. Dalam kitab klasik ilmu logika, pengetahuan itu didefinisikan sebagai suatu gambaran objek-objek eksternal yang hadir dalam pikiran manusia. Definisi ini juga disepakati oleh sebelas orang filosof dan ilmuwan Rusia.b) Pengetahuan didefinisikan sebagai sejenis kesatuan wujud antara ‘âqil (intelligent) dan ma’qûl (intellected)
  14. 14. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10c) Pengetahuan didefinisikan sebagai kehadiran sesuatu yang nonmateri pada maujud yang nonmateri (jiwa) jugad) Pengetahuan didefinisikan sebagai “keyakinan pasti” yang sesuai dengan realitas eskternale) Pengetahuan adalah sesuatu yang menyatu dengan perbuatan (dan sangat mungkin perbuatan yang terpancar dari pengetahuan itu adalah lebih kuat dan lebih pasti)f) Pengetahuan merupakan hubungan khusus yang terwujud antara subjek (‘âlim) dan objek-objek eksternal (ma’lûm)g) Pengetahuan diartikan sebagai kehadiran bayangan dari objek-objek eksternal di alam pikiranh) Pengetahuan didefinisikan sebagai cahaya dan kehadirani) Pengetahuan didefinsikan sebagai “wujud itu sendiri”j) Pengetahuan didefinisikan sebagai kehadiran objek pengetahuan (ma’lûm) pada subjek yang mengetahui (‘âlim)k) Pengetahuan didefinisikan sebagai “keyakinan tetap” yang sesuai dengan realitas1.7 SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Sistem Sosial Budaya Indonesia mendeskripsikan tentang pengertianSistem Sosial Budaya, pengertian pranata sosial, budaya dan masyarakatIndonesia, karakter dan pendekatan sistem sosial budaya, karakter masyarakat,pluralisme sebagai realitas objektif masyarakat Indonesia, faktor-faktor penentuSistem Sosial Budaya Indonesia. Ditelaah pula teori-teori teori-teori sistem sosial budaya, realitas hubungansistem sosial budaya dengan lingkungan, pengaruh adat istiadat dan kebudayaanterhadap struktur sosial Indonesia. Pada sisi lain, dalam kuliah Sistem sosial
  15. 15. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10budaya sekaligus menyoroti keragaman (kemajemukan) suku bangsa dan agamadalam masyarakat Indonesia. Tentu kondisi plural tidak terlepas dari ma-salah perbedaan, pertentangan,perselisihan dan konflik yang dihadapi bangsa Indonesia se-bagai negaraberkembang. Sistem sosial dan budaya demikian terwujud dalam strukturmasyarakat yang unik, di mana integrasi nasional justeru ditentukan oleh interaksidan kohesi antar kera-gaman sosial budaya. Meskipun tak sedikit pula perkembangan pluralisme menimbulkanmasalah yang mengancam in-tegrasi nasional, namum ada strategi interaksi dankomunikasi sosial budaya untuk memelihara, me-revitalisasi dan mengentaskandisintegritas. Ada pula kaitan kajian sosial budaya dengan per-kembangan strukturorganisasi dan kepartaian di Indonesia, yang nampak kian menembus maknademokratis tanpa batas. Dalam perkembangannya seiring dengan kema-juan teknologi yangsemakin canggih, kebudayaan atau budaya Indonesia semakin tidak di per-ha-tikan keberadaanya, bahkan belakangan ini ba-nyak sekali budaya Indonesia yangdiklaim oleh pihak lain, lantaran mereka tahu kalau pe-miliknya kurang peduli.Padahal Indonesia ada-lah Negara yang kaya, subur dan seharusnya ju-gamakmur, termasuk kemakmuran budaya dan etnis yang beranekaragam. Dari sudut pandang Sistem Sosial dan Budaya di Indonesia, padakenyataannya dalam kurun waktu yang singkat telah banyak unsur-unsur budayayang terlepas dari bingkainya, terjadi pengikisan makna budaya di mana-manadan telah terjadi penyimpangan-penyimpangan dari kemurnian Sistem Sosial danBudaya Indonesia. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tek-nologi,khususnya teknologi informasi dan ko-munikasi, ternyata telah memperlancar arusma-suknya budaya asing yang tak terkendali. Dalam kondisi terbuka tanpa filter, tanpa prinsip yang kuat, rendahnyasosialisasi, tanpa peme-liharaan nilai-nilai budaya, dan rendahnya kepe-dulianterhadap pelestarian budaya nasional, maka budaya bangsa ini akan tergilas dan
  16. 16. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10punah. Bukan bangsa lain yang harus dipersalahkan, akan tetapi bangsa sendiriyang tidak menjaga nilai-nilai luhur kebudayaannya. Jika kondisi ini dibiarkan berlanjut, maka bangsa Indonesia akankehilangan jatidirinya sebagai negara yang kaya raya akan budayanya. Olehkarena itu, pentingnya mengikuti mata kuliah sistem sosial dan budaya Indonesiaini agar generasi muda dapat mengenal, mengetahui dan memahami lebih dalamtentang pentingnya melestarikan ciri khas budaya bangsa ini. Setelah mengikutimatakuliah Sistem Sosial Bu-daya Indonesia ini, mahasiswa mampu menge-naldan mengidentifikasi berbagai masalah yang timbul di dalam proses pembangunandi Indo-nesia. Paling tidak secara umum mengeta-hui dan memahami bahwa Indonesiamempu-nyai paling banyak ragam budaya dengan pen-duduk yang terdiri dariberbagai suku bangsa/ etnis. Kekayaan budaya dan suku bangsa meru-pakan salahsatu kebanggaan Indonesia, oleh ka-rena itu agar tak luntur oleh infiltrasi budayaasing, maka anak bangsa ini amat perlu me-mahaminya dengan mempelajari danmema-hami sistem sosial budaya Indonesia. Gambar 2. Peta Wilayah Indonesia
  17. 17. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 BAB II KAITAN SSBI DENGAN SOSIOLOGI & ANTROPOLOGI2.1 PENGERTIAN SOSIOLOGI Sosiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu kata socius dan logos, di mana sociusmemiliki arti kawan/teman dan logos berarti kata atau berbicara. Beberapa ahli memilikibeberapa definisi antara lain 1. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial,termasuk perubahan-perubahan sosial. 2. Emile Durkheim Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yangmengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di manafakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu. 3. Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balikantara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejalamoral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balikantara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmuyang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain. 4. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proseskemasyarakatan yang bersifat stabil. 5. Paul B. Horton Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompokdan produk kehidupan kelompok tersebut.
  18. 18. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 102.2 DEFINISI ANTROPOLOGI Antropologi berasal dari kata Yunani, anthropos yang berarti "manusia" atau"orang", dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagaimakhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Beberapa ahli mengungkapkan pendapatnya ,antara lain : a) David Hunter: Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia. b) Koentjaraningrat: Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan. c) William A. Haviland: Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. d) Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.2.3 PENGERTIAN SISTEM Sistem berasal dari bahasa Latin dan Yunani, istilah "sistem" diartikan sebagaimenggabungkan untuk mendirikan, untuk menempatkan bersama. Jadi, Sistem adalahkumpulan elemen berhubungan yang merupakan suatu kesatuan. Sistem adalah Suatu
  19. 19. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.System is an organized scheme or method (Sistem adalah kumpulan skema ataumetode). Gambar 3. Skema Sistem2.4 PENGERTIAN SOSIAL BUDAYA Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yangmerupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yangberkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebutculture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisadiartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadangditerjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Beberapa ahli memiliki pendapattentang suatu budaya, seperti : a) Andreas Eppink: kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
  20. 20. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 b) Edward B. Tylor: kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontakdengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnyastruktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.2.5 SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Sistem Sosial Budaya Indonesia mendeskripsikan tentang pengertian SistemSosial Budaya, pengertian pranata sosial, budaya dan masyarakat Indonesia, karakterdan pendekatan sistem sosial budaya, karakter masyarakat, pluralisme sebagai realitasobjektif masyarakat Indonesia, faktor-faktor penentu Sistem Sosial Budaya Indonesia.Ditelaah pula teori-teori teori-teori sistem sosial budaya, realitas hubungan sistem sosialbudaya dengan lingkungan, pengaruh adat istiadat dan kebudayaan terhadap struktursosial Indonesia. Pada sisi lain, dalam kuliah Sistem sosial budaya sekaligus menyoroti keragaman(kemajemukan) suku bangsa dan agama dalam masyarakat Indonesia. Tentu kondisiplural tidak terlepas dari masalah perbedaan, pertentangan, perselisihan dan konflik yangdihadapi bangsa Indonesia sebagai negara berkembang. Sistem sosial dan budayademikian terwujud dalam struktur masyarakat yang unik, di mana integrasi nasionaljusteru ditentukan oleh interaksi dan kohesi antar keragaman sosial budaya. Meskipun tak sedikit pula perkembangan pluralisme menimbulkan masalah yangmengancam integrasi nasional, namum ada strategi interaksi dan komunikasi sosialbudaya untuk memelihara, merevitalisasi dan mengentaskan disintegritas. Ada pula kaitankajian sosial budaya dengan perkembangan struktur organisasi dan kepartaian diIndonesia, yang nampak kian menembus makna demokratis tanpa batas.
  21. 21. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 Dalam perkembangannya seiring dengan kemajuan teknologi yang semakincanggih, kebudayaan atau budaya Indonesia semakin tidak di perhatikan keberadaanya,bahkan belakangan ini banyak sekali budaya Indonesia yang diklaim oleh pihak lain,lantaran mereka tahu kalau pemiliknya kurang peduli. Padahal Indonesia adalah Negarayang kaya, subur dan seharusnya juga makmur, termasuk kemakmuran budaya dan etnisyang beranekaragam. Dari sudut pandang Sistem Sosial dan Budaya di Indonesia, pada kenyataannyadalam kurun waktu yang singkat telah banyak unsur-unsur budaya yang terlepas daribingkainya, terjadi pengikisan makna budaya di mana-mana dan telah terjadipenyimpangan-penyimpangan dari kemurnian Sistem Sosial dan Budaya Indonesia. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologiinformasi dan komunikasi, ternyata telah memperlancar arus masuknya budaya asingyang tak terkendali. Dalam kondisi terbuka tanpa filter, tanpa prinsip yang kuat,rendahnya sosialisasi, tanpa pemeliharaan nilai-nilai budaya, dan rendahnya kepedulianterhadap pelestarian budaya nasional, maka budaya bangsa ini akan tergilas dan punah. Bukan bangsa lain yang harus dipersalahkan, akan tetapi bangsa sendiri yangtidak menjaga nilai-nilai luhur kebudayaannya. Jika kondisi ini dibiarkan berlanjut, makabangsa Indonesia akan kehilangan jatidirinya sebagai negara yang kaya raya akanbudayanya. Oleh karena itu, pentingnya mengikuti mata kuliah sistem sosial dan budayaIndonesia ini agar generasi muda dapat mengenal, mengetahui dan memahami lebihdalam tentang pentingnya melestarikan ciri khas budaya bangsa ini. Dengan mempelajarinya mata kuliah Sistem Sosial Budaya Indonesia ini,mahasiswa diharapkan mampu mengenal dan mengidentifikasi berbagai masalah yangtimbul di dalam proses pembangunan di Indonesia. Paling tidak secara umum mengetahuidan memahami bahwa Indonesia mempunyai paling banyak ragam budaya denganpenduduk yang terdiri dari berbagai suku bangsa/etnis. Kekayaan budaya dan sukubangsa merupakan salah satu kebanggaan Indonesia, oleh karena itu agar tak luntur olehinfiltrasi budaya asing, maka anak bangsa ini amat perlu memahaminya denganmempelajari dan memahami sistem sosial budaya Indonesia.***
  22. 22. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 BAB III KEDUDUKAN BUDAYA DAN SENI DI DALAM MASYARAKAT3.1 PENGERTIAN BUDAYA DAN KEBUDAYAAN3.1.1 Pengertian Budaya Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki artimengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurutSoerjanto Poespowardojo1993). Menurut The American Herritage Dictionary mengartikan kebudayaan adalahsebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial,seni, agama, kelembagaan, dan semua hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatukelompok manusia. Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistemgagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yangdijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.3.1.2 Pengertian kebudayaan Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovitsdan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalammasyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilahuntuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satugenerasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. MenurutAndreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,normasosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain,tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatumasyarakat. Menurut EDWARD BURNETT TYLOR, kebudayaan merupakan keseluruhanyang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
  23. 23. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorangsebagai anggota masyarakat. Menurut SELO SUMARDJAN dan SOELAIMAN SOEMARDI, kebudayaanadalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaanadalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ideatau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan olehmanusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yangbersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalammelangsungkan kehidupan bermasyarakat.3.2 UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atauunsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut: a) Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu: 1. Alat-alat teknologi 2. Sistem ekonomi 3. Keluarga 4. Kekuasaan politik
  24. 24. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 b) Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: 1. Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya. 2. Organisasi ekonomi. 3. Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama). 4. Organisasi kekuatan (politik)3.3 WUJUD KEBUDAYAAN Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan,aktivitas, dan artefak. 1. Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide,gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidakdapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau dialam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan merekaitu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangandan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. 2. Aktivitas (Tindakan) Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusiadalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosialini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak,serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adattata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamatidan didokumentasikan. 3. Artefak (Karya) Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas,perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal
  25. 25. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketigawujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujudkebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagaicontoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas)dan karya (artefak) manusia.3.4 KEBUDAYAAN SEBAGAI PERADABAN Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan diEropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikanadanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yangdijajahnya. Mereka menganggap kebudayaan sebagai "peradaban" sebagai lawan katadari "alam". Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapatdiperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh Edgar Degas. Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang"elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musikklasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yangmengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musikyang "berkelas", elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagaimusik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalahorang yang sudah "berkebudayaan". Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya adakebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu danmenjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorangyang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebutsebagai orang yang "tidak berkebudayaan"; bukan sebagai orang "dari kebudayaan yanglain." Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam," dan para pengamatseringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untukmenekan pemikiran "manusia alami" (human nature).
  26. 26. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antaraberkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dantidak berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalamansebagai perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan danmenyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakanoleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami"(natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan. Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antarakebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggapbahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalahsama - masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapatdiperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kulturpopuler (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yangdiproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.3.5 SISTEM KEBUDAYAAN Menurut Koentjoroningrat (1986), kebudayaan dibagi ke dalam tiga sistem,pertama sistem budaya yang lazim disebut adat-istiadat, kedua sistem sosial di manamerupakan suatu rangkaian tindakan yang berpola dari manusia. Ketiga, sistem teknologisebagai modal peralatan manusia untuk menyambung keterbatasan jasmaniahnya. Berdasarkan konteks budaya, ragam kesenian terjadi disebabkan adanya sejarahdari zaman ke zaman. Jenis-jenis kesenian tertentu mempunyai kelompok pendukungyang memiliki fungsi berbeda. Adanya perubahan fungsi dapat menimbulkan perubahanyang hasil-hasil seninya disebabkan oleh dinamika masyarakat, kreativitas, dan polatingkah laku dalam konteks kemasyarakatan. Koentjoroningrat mengatakan, Kebudayaan Nasional Indonesia adalah hasilkarya putera Indonesia dari suku bangsa manapun asalnya, yang penting khas danbermutu sehingga sebagian besar orang Indonesia bisa mengidentifikasikan diri danmerasa bangga dengan karyanya.Kebudayaan Indonesia adalah satu kondisi majemukkarena ia bermodalkan berbagai kebudayaan, yang berkembang menurut tuntutansejarahnya sendiri-sendiri. Pengalaman serta kemampuan daerah itu memberikan jawaban
  27. 27. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10terhadap masing-masing tantangan yang member bentuk kesenian, yang merupakanbagian dari kebudayaan. Apa-apa saja yang menggambarkan kebudayaan, misalnya ciri khas : a. Rumah adat Daerah yang berbeda satu dengan daerah lainnya, sebagai contoh cirri khas rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan rumah adat di Sumatera dan rumah adat Hooi berbentuk panggung. b. Alat musik Di setiap daerah pun berbeda dengan alat musik di daerah lainnya. Jika dilihat dari perbedaan jenis bentuk serta motif ragam hiasnya beberapa alat musik sudah dikenal di berbagai wilayah, pengetahuan kita bertambah setelah mengetahui alat musik seperti Grantang, Tifa dan Sampe. c. Seni Tari, Seperti tari Saman dari Aceh dan tari Merak dari Jawa Barat. Gambar 4. Tari Pendet, berasal dari Bali d. Kriya ragam hias Dengan motif-motif tradisional, dan batik yang sangat beragam dari daerah tertentu, dibuat di atas media kain, dan kayu.
  28. 28. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 e. Properti Kesenian. Kesenian Indonesia memiliki beragam-ragam bentuk selain seni musik, seni tari, seni teater, kesenian wayang golek dan topeng merupakan ragam kesenian yang kita miliki. Wayang golek adalah salah satu bentuk seni pertunjukan teater yang menggunakan media wayang, sedangkan topeng adalah bentuk seni pertunjukan tari yang menggunakan topeng untuk pendukung. f. Pakaian Daerah. Setiap propinsi memiliki kesenian, pakaian dan benda seni yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. g. Benda Seni. Karya seni yang tidak dapat dihitung ragamnya, merupakan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Benda seni atau souvenir yang terbuat dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi ciri khas daerah Yogyakarta, karya seni dapat menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata. Kesenian khas yang mempunyai nilai-nilai filosofi misalnya kesenian Ondel- ondel dianggap sebagai boneka raksasa mempunyai nilai filosofi sebagai pelindung untuk menolak bala, nilai filosofi dari kesenian Reog Ponorogo mempunyai nilai kepahlawanan yakni rombongan tentara kerajaan Bantarangin (Ponorogo) yang akan melamar putrid Kediri dapat diartikan Ponorogo menjadi pahlawan dari serangan ancaman musuh, selain hal-hal tersebut, adat istiadat, agama, mata pencaharian, system kekerabatan dan system kemasyarakatan, makanan khas, juga merupakan bagian dari kebudayaan. h. Adat Istiadat. Setiap suku mempunyai adata istiadat masing-masing seperti suku Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut Rambu Tuka. Di Bali adalah adat istiadat Ngaben. Ngaben adalah upacara pembakaran mayat, khususnya oleh mereka yang beragama Hindu, dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melalui tindik di daun telinga. Tak sembarangan orang bisa menindik diri hanya pemimpin suku
  29. 29. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 atau panglima perang yang mengenakan tindik di kuping, sedangkan kaum wanita Dayak menggunakan anting-anting pemberat untuk memperbesar daun telinga, menurut kepercayaan mereka, semakin besar pelebaran lubang daun telinga semakin cantik, dan semakin tinggi status sosialnya di masyarakat***
  30. 30. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 BAB IV KOMPONEN KEBUDAYAAN YANG HIDUP DALAM MASYARAKAT INDONESIA4.1 Dua Komponen Kebudayaan Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satutidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujudkebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya(artefak) manusia. Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas duakomponen utama: (Honingmann—Koentjaraningrat 2003:74) 1. Kebudayaan Material Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata,konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkandari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya.Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang,stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci. 2. Kebudayaan Nonmaterial Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan darigenerasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tariantradisional. Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain:Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi). Teknologi merupakan salah satukomponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi,memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalamcara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasakeindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
  31. 31. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidupdari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut jugasistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu: 1. Alat-alat produktif 2. Senjata 3. Wadah 4. Alat-alat menyalakan api 5. Makanan 6. Pakaian 7. Tempat berlindung dan perumahan 8. Alat-alat transportasi Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya: 1. Berburu dan meramu 2. Beternak 3. Bercocok tanam di ladang 4.Menangkap ikan (Sistem kekerabatan dan organisasi social)4.2 Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial.Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat
  32. 32. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan.Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memilikihubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik,paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Dalam kajian sosiologi-antropologi, adabeberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar.Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti,keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral. Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk olehmasyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yangberfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosialuntuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.4.3 Bahasa dan Sistem Kepercayaan4.3.1 Bahasa Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuksaling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan(bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawanbicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adatistiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinyadengan segala bentuk masyarakat. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum danfungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi,berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkanfungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulansehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untukmengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
  33. 33. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 104.3.2 Sistem Kepercayaan Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalammenguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan,muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang jugamengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu,baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan darireligi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengankebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare,yang berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalamsejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi danAgama) mendefinisikan Agama sebagai berikut: ... sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpulbersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan halyang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkankebahagiaan sejati. Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agamaKristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkandalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi. Agama jugamempengaruhi kesenian.4.3.3 Agama Samawi Tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam, sering dikelompokkan sebagaiagama Samawi atau agama Abrahamik. Ketiga agama tersebut memiliki sejumlah tradisiyang sama namun juga perbedaan-perbedaan yang mendasar dalam inti ajarannya.Ketiganya telah memberikan pengaruh yang besar dalam kebudayaan manusia diberbagai belahan dunia.
  34. 34. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 a) Yahudi adalah salah satu agama, yang jika tidak disebut sebagai yang pertama, adalah agama monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. Terdapat nilai-nilai dan sejarah umat Yahudi yang juga direferensikan dalam agama Abrahamik lainnya, seperti Kristen dan Islam. Saat ini umat Yahudi berjumlah lebih dari 13 juta jiwa. b) Kristen (Protestan dan Katolik) adalah agama yang banyak mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1.700 tahun terakhir. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf Kristen semacam St. Thomas Aquinas dan Erasmus. Saat ini diperkirakan terdapat antara 1,5 s.d. 2,1 milyar pemeluk agama Kristen di seluruh dunia. c) Islam memiliki nilai-nilai dan norma agama yang banyak mempengaruhi kebudayaan Timur Tengah dan Afrika Utara, dan sebagian wilayah Asia Tenggara. Saat ini terdapat lebih dari 1,5 milyar pemeluk agama Islam di dunia. (Agama dan filosofi dari Timur)4.3.4 Agni, dewa api agama Hindu Agama dan filosofi seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia.Agama dan filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China, dan menyebar disepanjang benua Asia melalui difusi kebudayaan dan migrasi. Hinduisme adalah sumberdari Buddhisme, cabang Mahāyāna yang menyebar di sepanjang utara dan timur Indiasampai Tibet, China, Mongolia, Jepang, Korea dan China selatan sampai Vietnam.Theravāda Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara, termasuk Sri Lanka, bagianbarat laut China, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand.4.3.5 Agama Tradisional Agama tradisional, atau terkadang disebut sebagai "agama nenek moyang",dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia, Afrika, dan Amerika. Pengaruh merekacukup besar; mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkanmenjadi agama negara, seperti misalnya agama Shinto. Seperti kebanyakan agamalainnya, agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di
  35. 35. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10saat bermasalah, tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untukkebahagiaan manusia itu sendiri.4.4 Proses Sosial dan Agen Sosialisasi4.4.1 Proses Sosial Lawang, Robert M.Z. (1985--Proses sosialisasi adalah proses mempelajarinorma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkanpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial. Dengan kata lain, Proses sosialisasiadalah suatu tahapan tahapan dalam pembentukan sikap atau perilaku seorang anaksesuai dengan perilaku atau norma norma dalam kelompok atau keluarga. Proses Sosialisasi Dibagi Menjadi Dua Macam 1. Proses Sosialisasi Primer Proses sosialisasi yang terjadi di lingkungan keluarga. Dalam proses ini diharapkan banyak ditanamkan perilaku positif pada anak anak agar mereka tumbuh dengan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan harapan masyarakat 2. Proses Sosialisi Sekunder Proses sosialisasi yang terjadi di luar lingkungan keluarga dan dapat berlangsung selama hidup seseorang.4.4.2 Agen Sosialisasi Dalam proses sosialisasi, terdapat pihak-pihak yang berfungsi sebagai pelaksanaproses sosialisasi atau yang serimg disebut sebagai agen sosialisasi. Ada 4 agensosialisasi sebagaimana yang disebutkan Fuller dan Jacobs yaitu: 1. Keluarga Sejak seorang anak lahir, keluarga merupakan lingkungan pertama seorang anak memulai proses sosialisasinya, yakni berinteraksi dengan ayah, ibu, dan
  36. 36. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 saudara kandungnya (keluarga inti) maupun dengan kakek, nenek , sepupu paman, bibi, dan lainnya (keluarga luas). Peranan yang paling penting di dalam proses sosialisasi adalah orang tua. Karena melalui orang tua, untuk pertama kalinya seorang anak diberi pendidikan tentang dasar-dasar bersosialisasi. Peranan keluarga juga sangat penting karena mendidik seorang anak menjadi individu yang siap bersosialisasi di luar keluarga. 2. Teman Bermain Seiring dengan bertambahnya usia, lingkungan berinteraksi seorang anakpun semakin luas. Tidak hanya di lingkungan keluarga, teman bermain juga merupakan media sosialisasi di luar lingkungan keluarga. Pada agen sosialisasi ini, seorang anak dapat berinteraksi dengan lingkungan sebayanya, yang cenderung memiliki kesamaan minat atau kepentingan, sehinga kemudian teman bermain dapat berkembang menjadi suatu hubungan yang bersahabat 3. Sekolah Agen sosialisasi yang dikenal seorang anak selain keluarga dan teman sebaya adalah sekolah. Sekolah bisa juga dikatakan sebagai rumah kedua bagi seorang anak, yang mempunyai peranan penting sebagai sarana belajar untuk seorang anak. Guru merupakan agen sosialisasi di sekolah yang berperan penting terhadap pembentukan kepribadian seorang anak. 4. Media Massa Agen sosialisasi media massa dapat berupa media cetak yaitu (koran, majalah, brosur, dan sebagainya) . Selain media cetak, juga terdapat media elektronik seperti: Radio, film, internet, televisi, dan sejenisnya.4.4.3 Pola Sosialisasi Menurut para ahli sosiologi, terdapat dua pola sosialisasi yaitu pola sosialisasiyang bersifat represif dan partisipartoris. a) Pola sosialisasi yang bersifat (represif socialization) 1. Pemberian sanksi atau hukuman terhadap kesalahan.
  37. 37. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 2. Pemberian materi sebagai hukuman atau imbalan 3. Penekanan pada kepatuhan seorang anak terhadap orang tua 4. Komunikasi yang berjalan satu arah, fisik, dan berisi perintah 5. Pusat atau fokus terletak pada orang tua dan keinginan orang tua b) Pola sosialisasi yang bersifat partisipatoris (participatory socialization) 1. Hukuman dan imbalan yang bersifat simbolis 2. Pemberian imbalan ketika anak berperilaku baik 3. Kebebasan yang di berikan anak 4. Komunikasi berjalan dua arah 5. Pusat atau fokus terletrak pada anak dan keperluan anak. ****
  38. 38. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 BAB V NORMA-NORMA DALAM MASYARAKAT5.1 Elemen-elemen Masyarakat Istilah masyarakat yang paling mendasar untuk sosiologi. Hal ini berasal dari kataLatin socius yang berarti teman atau persahabatan. Persahabatan berarti keramahan.Menurut George Simmel adalah unsur keramahan yang mendefinisikan esensi sejati darimasyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa manusia selalu hidup di perusahaan oranglain. Manusia adalah hewan sosial kata Aristoteles berabad-abad yang lalu. Kita bisamendefinisikan masyarakat sebagai sekelompok orang yang memiliki kebudayaan umum,menempati wilayah teritorial tertentu dan merasa diri merupakan entitas yang bersatu danberbeda. Ini adalah interaksi bersama dan interrelations individu dan kelompok. Minimum mengacu pada koleksi orang di wilayah geografis. Tiga elemenpengertian masyarakat: 1. Masyarakat dapat dianggap sebagai kumpulan orang dengan struktur sosial tertentu, ada, oleh karena itu, koleksi yang tidak masyarakat. Gagasan tersebut sering menyamakan masyarakat dengan masyarakat pedesaan atau pra-industri dan mungkin, di samping itu, memperlakukan masyarakat perkotaan atau industri sebagai positif destruktif. 2. Rasa memiliki atau semangat masyarakat. 3. Semua kegiatan sehari-hari masyarakat, bekerja dan bekerja non, berlangsung dalam wilayah geografis yang mandiri.Rekening yang berbeda-beda masyarakat akan berisi salah satu atau semua unsur-unsur tambahan. Karakteristik masyarakat sebagai berikut: 1. Wilayah 5. Tutup dan hubungan informal
  39. 39. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 2. Mutuality Pemberian pertolongan 6. Nilai-nilai dan keyakinan 3. Organized interaksi 7. Feeling Kelompok kuat perasaan 4. Budaya kesamaan Talcott Parsons mendefinisikan masyarakat sebagai kolektivitas anggota yangberbagi wilayah teritorial umum sebagai dasar operasi mereka untuk kegiatan sehari-hari.Menurut masyarakat Tonnies didefinisikan sebagai jenis alami organik dari kelompoksosial yang anggotanya terikat oleh rasa memiliki, diciptakan dari kontak sehari-hari yangmencakup seluruh jajaran aktivitas manusia. Dia telah disajikan gambar yang ideal-khas bentuk asosiasi sosial yang kontrassifat solidaritas dari hubungan sosial di masyarakat dengan skala besar dan hubunganpribadi berpikir menjadi ciri masyarakat industrialisasi. Kingsley Davis mendefinisikansebagai kelompok teritorial terkecil yang dapat merangkul semua aspek kehidupan sosial.Untuk komunitas Karl Mannheim adalah setiap lingkaran orang-orang yang hidupbersama dan milik bersama dalam sedemikian rupa sehingga mereka tidak berbagi iniatau itu saja tetapi seluruh set kepentingan.5.2 Norma-Norma dalam Masyarakat Norma yang ditetapkan, baik tersirat maupun tersurat, dan berlaku di dalammasyarakat adalah berupa tata aturan atau peraturan yang mengikat kelompok individudalam suatu daerah atau wilayah dan berlangsung dalam kurun waktu tertentu untukmengendalikan (controlling) tingkah laku yang dianggap baik. Dalam definisi laindisebutkan bahwa norma-norma merupakan aturan atau rambu-rambu yang membatasikelompok masyarakat dalam bertingkah laku, agar tidak menyimpang dari kebenaran,batas kepatutan atau etika pergaulan, dan aturan yang telah ditetapkan dalam peraturanatau hukum negara. Norma juga bisa berisikan tentang aturan atau kaidah yang dipakaisebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu, atau ukuran yang dapat dipakai untukmemperbandingkan sesuatu.
  40. 40. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 Norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat, khususnya di Indonesia, diantaranya adalah: 1. Norma agama, adalah aturan atau tatanan tindakan manusia dalam pergaulan dengan sesamanya, agar tidak menyimpang dari kebenaran, 2. Norma sosial, adalah konsep yang mengatur dan mengikat manusia agar bertindak baik dalam pergaulan dengan sesamanya, 3. Norma susila, adalah konsep yang mengatur tindakan manusia dalam pergaulan sehari-hari, dan 4. Norma adat atau etika pergaulan yang berlaku setempat maupun internasional, serta norma-norma yang tidak tertulis lainnya, namun berlaku umum (culture). Begitu pula dengan norma atau hukum yang diterapkan oleh masyarakat, meliputihukum agama (syariat agama), hukum negara dengan segala bentuk produk hukumlainnya, dan hukum alam atau hukum rimba. Namun, perlu diingat, menurut HerySantoso seorang peneliti dan psikoterapis,3) sekaligus penulis dengan nama pena HSHarding, disebutkan bahwa perilaku menyimpang yang "keluar" dari norma-normakepatutan itu tidak berlaku hanya dibebankan kepada individu saja, melainkan bisa sajaterjadi pada kelompok masyarakat itu sendiri. Misal sesuatu yang telah terlanjur "salahkaprah". Sedangkan orang-orang yang tetap berpegang teguh pada norma disebuttindakan yang bersifat normatif.5.2.1 Norma Tidak Tertulis Norma tidak tertulis adalah aturan main yang tidak tampak jelas produkhukumnya dan siapa yang membuatnya, namun berlaku dalam pergaulan antar individu ditengah pergaulan masyarakat baik di perkotaan (kota besar) maupun di daerah pelosokpedesaan, seperti hukum adat yang humanis dan lugu, polos, atau begitu sederhana,namun mengikat yang tiada pandang bulu siapa pelakunya. Contoh kasus: Pada kelompok masyarakat tertentu tidak akan dengan mudahnyadapat menerima atau menghilangkan ingatan dari dalam diri mereka tentang masa lalu
  41. 41. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10seseorang yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma, agama, negara dan hukumyang berlaku. Di mana, mereka seolah-olah tidak dapat melegitimasi perubahan sikap dansifat seseorang yang bisa berubah secara spontan. Misalnya, mantan seorang napi yang secara tiba-tiba dan dalam waktu sekejabberubah menjadi seorang Mubaligh atau ahli Zikir. Sebaliknya masyarakat umum telahterlanjur melegitimasi suatu kebenaran yang salah kaprah. Di mana mereka tidak dapatdengan mudah menerima atau percaya begitu saja kalau seseorang pada hari sebelumnyaadalah pemain judi, tetapi saat keesokan malamnya menjadi seorang Imam dalam suatuMajelis Zikir di Masjid maupun Musholla.5.2.3 Norma Tertulis Norma tertulis adalah peraturan atau aturan main yang tampak jelas bentukproduk hukum (legalistas)-nya dan siapa pembuatnya, di antaranya yaitu; 1. Negara berupa norma, aturan protokoler, undang-undang, dan peraturan perundang-undangan lainnya sebagai produk hukum negara, dan 2. Agama atau syariat Agama, adalah berupa kaidah-kaidah yang diturunkan langsung oleh Allah Tuhan Yang Esa melalui para Nabi dan Rasul-Nya.5.2.4 4 Macam Norma Dalam Masyarakat 1. Cara (usage)-- Cara adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus. Contoh: cara makan yang wajar dan baik apabila tidak mengeluarkan suara seperti hewan. 2. Kebiasaan (Folkways)--Kebiasaan merupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas, dianggap baik dan benar. Contoh: Memberi hadiah kepada orang-orang yang berprestasi dalam suatu kegiatan atau kedudukan, memakai baju yang bagus pada waktu pesta.
  42. 42. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 3. Tata kelakuan (Mores)-- Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Dalam tata kelakuan terdapat unsur memaksa atau melarang suatu perbuatan. Contoh: Melarang pembunuhan, pemerkosaan, atau menikahi saudara kandung. 4. Adat istiadat (Custom)--Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya.5.2.5 Kode Etik Kode etik adalah tatanan etika yang disepakati oleh suatu kelompok masyarakattertentu. Contoh: kode etik jurnalistik, kode etik perwira, kode etik kedokteran. Kode etikumumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsiyang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.5.2.6 Norma Sosial Norma-norma sosial tumbuh dari nilai sosial dan keduanya berfungsi untukmembedakan perilaku sosial manusia dari spesies lainnya. Pentingnya belajar dalamperilaku bervariasi dari spesies ke spesies dan berhubungan erat dengan proseskomunikasi. Hanya manusia mampu komunikasi simbolis yang rumit dan penataanperilaku mereka dalam hal preferensi abstrak yang kita sebut nilai-nilai. Norma adalahalat melalui mana nilai-nilai yang disajikan dalam perilaku. Norma umum merupakan aturan-aturan dan peraturan yang hidup dalamkelompok. Atau mungkin karena kata-kata, aturan dan peraturan, panggilan ke pikiransemacam daftar formal, kita bisa lihat norma sebagai standar perilaku kelompok. Untuksementara beberapa yang sesuai standar perilaku di masyarakat kebanyakan ditulis,banyak dari mereka yang tidak formal. Banyak belajar, informal, dalam interaksi denganorang lain dan diwariskan "demikian dari generasi ke generasi.
  43. 43. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 Istilah "norma" mencakup rentang yang sangat luas, sehingga seluruh jajaranperilaku mungkin termasuk didalamnya. Sosiolog telah menawarkan definisi sebagaiberikut. Norma-norma sosial adalah aturan yang dikembangkan oleh sekelompok orangyang menentukan bagaimana orang harus, mungkin, tidak boleh, dan tidak harus bersikapdalam berbagai situasi. "Mei" dalam definisi norma menunjukkan bahwa, di kebanyakan kelompok, adaberbagai perilaku di mana individu diberikan pilihan yang cukup. Anak perempuannegara-negara Barat dapat memilih untuk mengenakan gaun atau halters dan celana jins.Pemakaman dapat diadakan dengan atau tanpa bunga, dengan peti mati terbuka atautertutup, dengan atau tanpa partisipasi agama, dan sebagainya. Sisa dari definisi, termasuk perilaku harus-bukan dan harus-tidak, mungkintidak memerlukan ilustrasi panjang karena contoh tersebut tersirat dalam apa yang telahdikatakan. Kita tidak harus bersendawa di depan umum, membuang sampah di jalan,jalankan tanda-tanda berhenti, atau berbohong. Kita tidak harus membunuh orang lainatau melakukan hubungan seksual dengan adik seseorang atau saudara.5.3 Lembaga Sosial Sebuah lembaga sosial kompleks, terintegrasi seperangkat norma-norma sosialyang diselenggarakan di sekitar pelestarian nilai sosial dasar. Sosiolog tidakmendefinisikan lembaga dengan cara yang sama seperti halnya orang di jalan. Orangcenderung menggunakan istilah "lembaga" sangat longgar, untuk gereja-gereja, rumahsakit, penjara, dan banyak hal lainnya sebagai lembaga. Sosiolog sering berpandangan bahwa lembaga "istilah" untuk menggambarkansistem normatif yang beroperasi di lima bidang dasar kehidupan, yang dapat ditunjuksebagai lembaga utama. (1) Dalam menentukan kekerabatan; (2) dalam penyediaan untukpenggunaan kekuatan yang sah, (3) dalam mengatur distribusi barang dan jasa; (4) dalamtransmisi pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan (5) dalam mengaturkami sehubungan dengan supranatural. Dalam bentuk singkat, atau sebagai konsep,kelima institusi dasar yang disebut keluarga, pemerintah, ekonomi, pendidikan danagama.
  44. 44. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 Lima lembaga utama yang ditemukan di antara semua kelompok manusia.Mereka tidak selalu seperti yang diuraikan atau yang berbeda dari satu sama lain, namundalam bentuk dasar akhirnya, mereka ada di mana-mana. Universalitas menunjukkanbahwa mereka berakar di alam manusia dan bahwa mereka sangat penting dalampengembangan dan pemeliharaan perintah. Sosiolog operasi dalam hal modelfungsionalis masyarakat telah memberikan penjelasan yang paling jelas dari fungsi yangdilayani oleh lembaga-lembaga sosial.5.4 Grup Sosial Sebuah kelompok sosial terdiri dari dua atau lebih orang-orang yang berinteraksisatu sama lain dan yang mengenali diri mereka sebagai sebuah unit sosial yang berbeda.Definisi ini cukup sederhana, tetapi memiliki implikasi yang signifikan. Seringmenyebabkan interaksi orang untuk berbagi nilai-nilai dan keyakinan. Kesamaan daninteraksi yang menyebabkan mereka untuk mengidentifikasi satu sama lain. Identifikasidan lampiran, pada gilirannya, merangsang lebih sering dan intens interaksi. Setiapkelompok memelihara solidaritas dengan semua kelompok lainnya dan jenis lain darisistem sosial. Kelompok yang paling stabil dan bertahan lama adalah unit sosial. Mereka yangpenting baik kepada anggota mereka dan masyarakat luas. Melalui perilaku yang teraturdan dapat diprediksi mendorong, kelompok membentuk fondasi yang terletak dimasyarakat. Dengan demikian, keluarga, desa, partai politik dengan serikat buruh adalahsemua kelompok sosial. Ini, perlu dicatat adalah berbeda dari kelas-kelas sosial,kelompok status atau orang banyak, yang tidak hanya struktur kurangnya tetapi yanganggotanya kurang menyadari atau bahkan tidak menyadari keberadaan kelompok. Initelah disebut kuasi-kelompok atau pengelompokan. Namun demikian, perbedaan antarakelompok-kelompok sosial dan kuasi-kelompok ini adalah cairan dan variabel sejakkuasi-kelompok yang sangat sering menimbulkan kelompok-kelompok sosial, sepertimisalnya, kelas sosial menimbulkan partai politik.****
  45. 45. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 BAB VI RELATIVESME BUDAYA DAN PERUBAHAN SOSIAL6.1 Relativisme Budaya Ini adalah metode dimana masyarakat yang berbeda atau budaya dianalisis secaraobjektif tanpa menggunakan nilai-nilai budaya satu untuk menilai nilai lain. Kita tidakmungkin memahami tindakan kelompok lain jika kita menganalisis mereka dalam halmotif dan nilai-nilai. Kita harus menafsirkan perilaku mereka dalam terang motif mereka,kebiasaan dan nilai-nilai jika kita ingin memahami mereka. Relativisme budaya berarti bahwa fungsi dan makna dari suatu sifat yang relatifterhadap setting budayanya. Sifat A adalah baik ataupun buruk pada dirinya sendiri. Itubaik atau buruk hanya dengan mengacu pada budaya di mana ia berfungsi. Pakaian yangbaik di Kutub Utara tetapi tidak di daerah tropis. Di beberapa masyarakat yang seringberburu wajah lama kelaparan menjadi lemak yang baik, melainkan memiliki nilai hidupyang nyata dan orang gemuk yang dikagumi. Dalam masyarakat kita menjadi lemak tidakhanya tidak perlu tapi dikenal tidak sehat dan lemak orang tidak dikagumi. Konsep relativisme budaya tidak berarti bahwa semua kebiasaan yang sama-samaberharga, juga tidak berarti bahwa tidak ada kebiasaan yang berbahaya. Beberapa polaperilaku dapat merugikan di mana-mana, tapi bahkan pola seperti melayani beberapatujuan dalam budaya dan masyarakat akan menderita kecuali pengganti disediakan. Titiksentral dalam relativisme budaya adalah bahwa dalam suatu ciri khusus tertentupengaturan budaya benar karena mereka bekerja dengan baik dalam menetapkan bahwameskipun sifat-sifat lainnya yang salah karena mereka akan berbenturan dengan bagian-bagian menyakitkan budaya itu.6.2 Perubahan Sosial Budaya Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontakdengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnyastruktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya
  46. 46. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat.Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu inginmengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnyamerupakan penyebab dari perubahan. Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial:1. Tekanan kerja dalam masyarakat2. Keefektifan komunikasi3. Perubahan lingkungan alam. Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkunganmasyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh,berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudianmemancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.6.3 Penetrasi Kebudayaan Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatukebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara: 1. Penetrasi Damai (Penetration Pasifique) Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknyapengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macamkebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budayamasyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkanhilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi,atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaanbaru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan CandiBorobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaanIndia.
  47. 47. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentukkebudayaan baru. Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknyasebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli. 2. Penetrasi Kekerasan (Penetration Violante) Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya,masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengankekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangandalam masyarakat. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belandayang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat diIndonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia.6.4 Kebudayaan Sebagai Mekanisme Stabilisasi Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalahsebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaandan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.(Kebudayaan di antara masyarakat). Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebutsub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilakudan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan olehbeberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama,pekerjaan, pandangan politik dan gender. Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigrandan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakattergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaanminoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifandan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa:
  48. 48. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 1. Monokulturalisme Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama. 2. Leitkultur (kebudayaan inti) Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli. 3. Melting Pot Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah. 4. Multikulturalisme Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.6.5 Perilaku Menyimpang Perilaku menyimpang secara sosiologis dan generallly dapat diartikan sebagaisetiap perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalamsudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagaibagian daripada makhluk sosial. Menurut arti bahasa yang termuat dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia(KLBI)1), perilaku menyimpang diterjemahkan sebagai tingkah laku, perbuatan, atautanggapan seseorang terhadap lingkungan yang mengacu pada norma-norma dan hukumyang ada di dalam masyarakat. Perilaku seperti itu__penyimpangan perilaku atau perilakumenyimpang__terjadi karena seseorang mengabaikan norma, aturan, atau tidak mematuhipatokan baku, berupa produk hukum baik yang tersirat maupun tersurat dan berlaku ditengah masyarakat. Sehingga perilaku (pelaku)nya sering disematkan dengan istilah-
  49. 49. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10istilah negatif, yang notabene dianggap kontraproduktif dengan aturan yang sudahditetapkan atau terdapat di dalam norma-norma maupun hukum Agama dan negara. Beberapa defenisi perilaku menyimpang, yang diajukan oleh beberapa Sosiolog,antara lain : 1. J James Vander Zanden, Perilaku meyimpang Perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. 2. J Robert M. Z. Lawang, Perilaku menyimpang Semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial (masyarakat) dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk memperbaiki hal tersebut. 3. J Bruce J. Cohen, Perilaku menyimmpang Setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (tidak bisa bersosialisasi/beradaptasi) dengan kehendak-kehendak masyarakat. 4. J Paul B. Horton, Perilaku menyimpang Setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat Perilaku menyimpang atau penyimpangan perilaku itu sendiri dapat dipetakandalam tinjauan beberapa aspek dan sudut pandang, di antaranya: 1. Seks, atau berkenaan dengan kebutuhan biologis individu maupun kelompok, perilakunya disebut sebagai penyimpangan seks atau seks menyimpang. 2. Hukum Negara dan Agama, atau hak hidup individu, atau berkenaan dengan motif seseorang dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidupnya yang esensial, perilakunya disebut dengan penyimpangan atau pelanggaran hukum dan/atau norma agama. 3. Perilaku, berkenaan dengan cara berfikir atau pandangan dan perbuatan atau tingkah laku individu yang tidak sesuai dengan etika pergaulan yang berlaku di dalam masyarakat, perilakunya disebut dengan perilaku menyimpang.
  50. 50. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 4. Keilmuan, berkenaan dengan cara berfikir (kognitif), konsep, pandangan, gagasan, dogma, teori yang diajukan ke tengah masyarakat berpengetahuan (knowledge society) dan tidak sejalan dengan hukum, ketetapan, postulat yang telah berlaku (mapan) sebelumnya, disebut dengan penyimpangan konsep atau teori.6.5.1 Bias Perilaku Perilaku menyimpang dalam konteks agama, secara ekstrem perilakunyadiberikan stempel sebagai pendosa atau orang sesat, termasuk ajaran dan faham yangdisiarkannya kepada masyarakat dianggap bertentangan dengan syariat maupun akidahagama disebut sebagai ajaran sesat. Dalam beberapa bukunya, seperti yang tercamtum di bawah, Hery Santoso (HSHarding) banyak mengungkapkan contoh-contoh kasus yang telah lama berkembang dantersembunyi di dalam kehidupan seharihari, terutama tentang perilakuperilaku yangmenyimpang di luar dari batas kelaziman dan norma-norma yang berlaku di dalammasyarakat.6.5.2 Penyimpangan Individualistik Penyimpangan perilaku yang bersifat individual atau personal (pribadi) dan tidakmenggeret pada seseorang, orang kedua, atau pihak lain di luar dirinya, dapat terjadidikarenakan adanya pengaruh dari pengalaman di masa lalunya yang kebanyakan "kurangmenyenangkan", hingga menumbuhkan rasa (sense) semacam "virus" yang keliru didalam pandangan (persepsi dan interpretasi)nya. Misalnya, perlakuan kasar yang kerap diterimanya di masa kecil (lampau) akanmembentuk karakter yang tertanam kuat dalam ingatan hingga terbawa pada saat ia telahmenginjak usia dewasa. Di mana orang itu akan berlaku "kasar" dalam urusan seks saat iatelah memasuki kehidupan berumah tangga. Tidak hanya sampai di situ saja, keadaanyang terbentuk pada dirinya akan terbawa pula dalam sifat menurun, bawaan, gnosis,kromosom dalam turunannya. Sehingga ada kemungkinan dapat timbul konflik dalam
  51. 51. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10kehidupan domestik berumah tangganya, atau dikenal dengan konflik rumah tangga yangsalah satunya terpicu oleh faktor perilaku menyimpang dalam seks pribadi orang tersebut.6.6 Asimilasi Asimilasi Istilah lagi adalah dalam penggunaan umum, yang paling seringditerapkan pada proses dimana sejumlah besar migran dari Eropa terserap ke dalampopulasi Amerika selama 19 dan bagian awal abad ke-20. Asimilasi imigran adalah satuset dramatis dan sangat terlihat dari peristiwa dan menggambarkan proses dengan baik.Ada jenis lain dari asimilasi tetapi, dan ada aspek asimilasi migran Eropa yang dapatdimasukkan dalam bentuk proposisional. Pertama, asimilasi adalah proses dua arah.Kedua, asimilasi kelompok maupun individu terjadi. Ketiga beberapa asimilasi mungkinterjadi di semua situasi interpersonal abadi. Keempat, asimilasi sering tidak lengkap danmenciptakan masalah penyesuaian bagi individu. Dan, kelima, asimilasi tidak berjalansama cepat dan sama efektif dalam semua situasi antar-kelompok. Menurut Young dan Mack, Asimilasi adalah fusi atau campuran dari duakelompok sebelumnya yang berbeda menjadi satu. Untuk Bogardus Asimilasi adalahproses sosial dimana sikap banyak orang bersatu dan dengan demikian berkembangmenjadi kelompok bersatu. Biesanz menjelaskan Asimilasi adalah proses sosial dimanaindividu atau kelompok datang untuk berbagi sentimen yang sama dan tujuan. UntukOgburh dan Nimkoff; Asimilasi adalah proses dimana individu atau kelompok yang samasekali berbeda dan diidentifikasi menjadi kepentingan mereka dan pandangan. Asimilasi adalah proses lambat dan bertahap. Butuh waktu. Misalnya, imigranmeluangkan waktu untuk mendapatkan berasimilasi dengan kelompok mayoritas.Asimilasi berkaitan dengan penyerapan dan penggabungan budaya dengan yang lain.6.7 Akulturasi Istilah ini digunakan untuk menggambarkan baik proses kontak antara budayayang berbeda dan juga kebiasaan kontak tersebut. Sebagai proses kontak antara budaya,akulturasi mungkin melibatkan interaksi sosial baik langsung atau hubungan ke budayalain melalui media komunikasi massa. Sebagai hasil dari kontak tersebut, mengacu pada
  52. 52. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10asimilasi akulturasi dengan satu kelompok budaya lain yang memodifikasi budaya yangada dan jadi identitas perubahan grup. Mungkin ada ketegangan antara lama dan budayabaru yang mengarah pada mengadaptasi dari baru serta lama.6.8 Nilai Nilai Istilah memiliki makna dalam sosiologi yang baik mirip dengan namunberbeda dari makna yang ditugaskan dalam percakapan sehari-hari. Dalam penggunaansosiologis, nilai-nilai kelompok konsepsi keinginan hal-hal yang relatif. Kadang-kadangnilai harga berarti. Tetapi konsep sosiologis nilai jauh lebih luas daripada di sini tak satupun dari obyek yang dibandingkan dapat diberi harga. Apa nilai, untuk ilustrasi, hak setiap manusia untuk martabat dibandingkandengan kebutuhan untuk meningkatkan aspek-aspek teknis pendidikan? Masalah inisecara langsung terlibat dalam desegregasi sekolah umum dan telah diperdebatkan sengit.Beberapa upaya telah dilakukan untuk memperkirakan biaya dolar dari sistem yang lamasekolah terpisah dan, baru-baru ini, telah dibuat estimasi biaya menggunakan baik hitamdan putih anak-anak untuk mengakhiri segregasi. Sebagian besar biaya sosial dari duasistem, Namun, menentang pernyataan dalam hal moneter dan kebanyakan orangmengambil posisi mereka mengenai masalah ini dalam hal keyakinan yang dipegangteguh tentang apa yang penting dalam hidup. Gagasan keyakinan yang dipegang teguh lebih ilustrasi dari konsep nilaisosiologis daripada konsep harga. Selain itu, ada empat aspek lain dari konsep nilaisosiologis. Mereka adalah: (1) nilai-nilai yang ada pada berbagai tingkat umum atauabstraksi, (2) nilai cenderung disusun secara hirarkis (3) nilai-nilai yang eksplisit danimplisit dalam berbagai derajat, dan (4) nilai-nilai yang sering bertentangan dengan satusama lain***
  53. 53. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 BAB VII SISTEM SOSIAL DALAM PROSES SOSIAL7.1 Unsur-unsur Sistem dan Proses Sosial Sistem adalah suatu kesatuan dari banyak unsur yang dapat menghasilkan outputtertentu. Sistem terbentuk oleh adanya komponen-komponen atau unsur-unsur yangberhubungan satu sama lain membentuk suatu jaringan. Masing-masing komponenmempunyai fungsi sendiri yang berbeda satu dengan lainnya. Fungsi komponen yang satudipengaruhi oleh fungsi komponen lain yang berhubungan dengannya. Kualitas output sistem tergantung pada kualitas fungsi setiap komponen. Kalausalah satu komponen tak ada atau tak berfungsi maka fungsi sistem akan terganggu atautak berfungsi sama sekali. Kelompok sebagai suatu Sistem Sosial, Kelompok : 1. Orang-orang yang saling berinteraksi. 2. Mempunyai pola perilaku : teratur, sistematis. 3. Bisa diidentifikasi bagian-bagiannya. 4. Bisa dilihat sebagai suatu sistem sosial.7.1.1 Unsur- unsur Pokok Sistem Sosial: 1) Tujuan (Goal) Segala sesuatu yang ingin dicapai Kelompok. 2) Keyakinan (Beliefs) Pengetahuan atau aspek kognitif yang dimiliki oleh sistem/Kelompok. Segala sesuatu yang dianggap benar oleh sistem/Kelompok. 3) Sentimen atau perasaan (Sentiments/Feeling) Perasaan-perasaan dan emosi (aspek affektif) yang ada dalam Sistem/Kelompok.
  54. 54. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 4) Norma (Norms) Perilaku baku (standar) yang dapat diterima oleh Sistem/ Kelompok. 5) Sanksi (Sanctions): Sistem penghargaan dan hukuman. 6) Peranan Kedudukan (Status Roles) i. Setiap kedudukan memiliki seperangkat peranan yang harus dilaksanakan oleh orang yang bersangkutan. ii.Peranan-peranan itu lalu menjadi seperangkat norma. iii.Konsep-konsep yang terkait :  role collision (tabrakan)  role incompatibility (tidak cocok/ tidak sesuai)  role confusion (membingungkan). 7) Kewenangan/Kekuasaan/ (Power/Authority): a. Kewenangan mengontrol/mengendalikan orang lain. b. Kewenangan mengambil keputusan c. Berpengaruh kepada orang lain dalam kelompok. 8) Jenjang Sosial (Social Rank) a. Kedudukan b. Prestise (gengsi) 9) Fasilitas (Facility): Wahana ataupun alat yang perlu untuk mencapai tujuan kelompok. 10) Tekanan dan Ketegangan (Stress and Strain): a. Tekanan mental b. Ketegangan jiwa. Secara teoritis Kelompok sebagai Sistem Sosial yang sehat harus memilikikesepuluh unsur pokok itu. Perlu diteliti apakah Kelompok yang dalampengamatan memang memiliki unsur-unsur pokok itu. Masing-masing unsurmerupakan perubah, yang mempunyai pengaruh pada interaksi anggota dalamkelompok, juga akan berpengaruh pada perilaku individu dan perilaku kelompok.
  55. 55. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 107.1.2 Proses Sosial (Social Process) a) Komunikasi Mutlak untuk terjadinya interaks. b) Memelihara Batas Batas antara kelompok dan diluarnya harus jelas dan dijaga dari pengaruh- pengaruh luar yang merugikan. c) Kaitan Sistemik (Systemic linkage) Setiap kelompok perlu memiliki hubungan dengan sistem sosial yang lain. 1. Untuk mendapatkan inputs untuk kelompok. 2. Untuk menyalurkan output dari kelompok. d) Pelembagaan (Institutionalization) Proses pemantapan segala sesuatu yang perlu bagi kehidupan yang baik dari kelompok, termasuk : struktur, norma, kewenangan, dll. e) Sosialisasi (Socialization) “mendidik” anggota baru agar cepat dapat menyesuaikan diri dengan kelompok, dan dapat berperilaku yang dapat diterima oleh kelompok. f) Kontrol Sosial (Social Control) Ada mekanis-me yang memantau dan mengevaluasi serta menja-tuhkan sanksi kepada anggota sistem yang menyim-pang dari norma. Proses sosial ini dapat dianalogikan dengan proses fisiologi yang terjadi padatubuh hewan dan manusia. Kalau proses ini tak ada/tak baik, maka hewan akansakit/mati. Unsur-unsur Proses Sosial itu juga merupakan variables yang kondisinya bisabaik, tetapi bisa juga kondisinya tidak baik. Sistem Sosial yang sehat (dinamis, produktif,efektif) adalah yang unsur-unsurnya berproses atau berfungsi secara baik.
  56. 56. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 Sistem Sosial yang tidak dinamis (tidak produktif, tidak efektif, dll) biasanyayang salah satu atau lebih dari unsur-unsur prosesnya tidak berfungsi secara baik, atausalah satu atau beberapa unsur pokoknya tidak dalam kondisi yang baik. Untukmeningkatkan dinamika sistem sosial bisa dilaku-kan dengan cara memperbaiki unsurpokok dan atau unsur proses sosial yang keadaannya kurang baik7.2 Sistem Nilai dan Stratifikasi Sosial Basrowi menyatakan, sistim nilai adalah nilai inti (core value) dari masyarakatyang dijunjung tinggi dan diakui oleh setiap manusia di dunia untuk berprilaku. Sistimnilai sering diasosiasikan dengan “value” dan “norms”. Menurut Giddens, “value” adalah suatu konsep yang memberikan makna danmenyediakan tuntunan untuk umat manusia sebagaimana mereka berinteraksi dalamlingkungan sosialnya. Sedangkan “norms” adalah aturan atau perilaku yangmerefleksikan atau menjelma dalam sebuah nilai budaya. “Value” dan “Norms” bekerjabersama untuk mengarahkan dan menentukan bagaimana anggota dari suatu budayaberperilaku sesuai dengan lingkungannya.(Giddens, 2004). Ibrahim (2002), menyatakan, sistim norma merupakan sejumlah norma yangterangkai dan berkaitan satu sama lain. Norma norma ini mempunyai kekuatan yangmengikat yang berbeda beda dan atas dasar kekuatan mengikatnya ini maka dikenaldengan istilah kebiasaan, tata kelakuan, dan adat istiadat7.2.1 Stratifikasi Sosial Stratifikasi Sosial berasal dari kata stratum yang berarti : strata atau lapisan.Menurut Sorokin, stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas kelas secara bertingkat (hirarkis). Dasar dan inti pelapisan dalam masyarakatadalah tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak-hak dan kewajiban-kewajibandi antara anggota anggota masyarakat. Ibrahim (2002) berpendapat bahwa pelapisan sosial merupakan prosespenempatan diri di dalam suatu lapisan (subyektif) atau menempatkan orang ke dalam
  57. 57. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10lapisan (obyektif). Secara sederhana, pelapisan sosial dalam masyarakat muncul karena“ada sesuatu yang bernilai” dibanding dengan yang lainnya. Menurut Basrowi, stratifikasisosial dalam masyarakat pada prinsipnya dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam : 1. Stratifikasi berdasarkan ekonomis 2. Stratifikasi berdasarkan politis 3. Stratifikasi berdasarkan jabatan jabatan tertentu dalam masyarakat. Ketiga dasar stratifikasi tersebut satu sama lain saling berhubungan. Dalam sistimsosial komunitas desa, mereka yang digolongkan dalam strata atas di desa adalah parapamong desa, orang kaya desa, golongan terdidik setempat, para ulama, dsb. Stratamenengah adalah orang yang tingkat ekonominya sedang, para pedagang, petani kecil,dll. Strata bawah adalah para buruh dan orang yang tidak memiliki tanah (landless)7.2.3 Bagaimana Stratifikasi Sosial Stratifikasi sosial memiliki tiga dimensi, yaitu : 1. Kekuasaan, kesempatan yang ada pada seseorang untuk melaksanakan kemauannya dalam suatu tindakan sosial. 2. Previlege, berarti hak istimewa, hak mendahului, dan hak untuk memperoleh perlakuan khusus dalam kehidupan bersama. 3. Prestise, berarti kehormatan dan harus dikaitkan dengan suatu sistim sosial tertentu. Pelapisan-pelapisan sosial mengalami perkembangan atau perubahantergantung dari kehidupan masyarakat setempat atau masyarakat lainnya dalamlingkup yang lebih luas. Ada dua sifat pelapisan sosial yang mempengaruhiperubahannya, yaitu : 1. Stratifikasi sosial yang bersifat tertutup,
  58. 58. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA Pertemuan 10 bercirikan sulitnya seseorang untuk berpindah dari satu lapisan ke lapisan lainnya. Ex. Kasta. 2. Stratifikasi sosial yang bersifat terbuka, setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berpindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan usaha berdasar kecakapan sendiri.7.2.4 Unsur-unsur lapisan dalam masyarakat: 1. Kedudukan (status) Tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. a. Ascribed status adalah status seseorang karena kelahirannya. b. Achieved status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh melalui usaha yang disengaja. c. Assigned status adalah kedudukan yang diberikan oleh orang lain 2. Peranan (role), Akan mengatur perilaku seseorang, juga dapat meramalkan perbuatan orang lain dalam batas tertentu sehingga orang yang bersangkutan akan dapat menyesuaikan perilakunya dengan perilaku orang orang dikelompoknya.7.3 Interaksi-Komunikasi Sosial7.3.1 Ciri-ciri Interaksi Sosial Interaksi sosial (Giddens, 2004) adalah suatu proses yang mana kita bertindakdan bereaksi atau memberikan respon terhadap orang-orang disekitar kita. Ciri ciriinteraksi sosial : a. Jumlah pelaku lebih dari satu orang b. Terjadinya komunikasi antara pelaku melalui kontak sosial c. Mempunyai maksud dan tujuan tertentu d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem tertentu

×