Presentasi makalah ilmiah endapan kromin di daerah topogalo

808 views
625 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
808
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi makalah ilmiah endapan kromin di daerah topogalo

  1. 1. Kelompok 6 Engelina Malrin K. Adenta Hadi Aranto Donny Rachman Masrani Gregorius
  2. 2. Kromit (Fe2Cr2O4) Mineral Kromit merupakan salah satu bahan galian yang sangat dibutuhkan dalam industri-industri stainless steel, gray cast iron, iron free high temperature alloys, dan chromium plating untuk perlindungan permukaan. Di dalam mineral industri, khromit diproses bergabung dengan magnesite seperti magnesia sintered, magnesia calcined dan binders seperti clay, lime, gypsum, bauxite, dan corundum. Next
  3. 3. Kromit (Fe2Cr2O4) Hasil yang diperoleh berupa bahan yang tahan terhadap tekanan, tahan terhadap perubahan temperatur, baik sebagai isolasi antara tembok bangunan terhadap asam. Biasanya persentase yang dicari adalah FeO.Cr2O3 dengan kadar Cr2O3 > 42% dan FeO <15% . Next
  4. 4. Batuan Pengendapan Kromit Endapan kromit merupakan endapan alluvial pantai berupa pasir hitam dan tanah laterit. Endapan ini terbentuk akibat dari proses desintegrasi fragmen dari konglomerat berupa batuan beku ultrabasa (peridotit, harzburgite) yang mengalami pelapukan kemudian tertransportasi oleh media air, baik oleh aliran sungai maupun arus gelombang laut sepanjang pantai sehingga membentuk endapaan alluvial pantai. Next
  5. 5. Batuan Pengendapan Kromit Pembentukan endapan kromit memiliki perbedaan genesa dibandingkan dengan mineralisasi logam lainnya. Endapan kromit sekunder terbentuk pada lingkungan permukaan bumi yang melibatkan kegiatan erosi dan pelapukan, dimana proses fisika dan kimiawi dari batuan yang menengah-basa atau batuan yang bersifat andesitic hingga basaltic yang berlangsung secara bersamaan pada saat pelapukan. Next
  6. 6. Batuan Pengendapan Kromit Pengendapan kromit oleh arus gelombang laut masih jelas teramati berlangsung hingga sekarang di bagian tertentu dataran pantai seperti di Kecamatan Bungku Barat yaitu di Daerah Topogaro dan Umpanga. Hasil pengendapan ini sebagian ditambang oleh masyarakat setempat di Daerah Umpanga. Next
  7. 7. Endapan Kromit pada daerah Topogalo Sulawesi Dataran pantai dari wilayah pantai Maburu, Desa Topogaro dan Desa Umpanga Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Bungku Provinsi Sulawesi Tengah. Sebagian besar daerah penyelidikan ditempati rawa, dan perkebunan penduduk serta lahanlahan kosong berupa ilalang yang dianggap memiliki endapan kromit. Setempat teramati bekas-bekas penggalian kromit yang dilakukan baik oleh perusahaan terdahulu maupun masyarakat setempat untuk dijual. Next
  8. 8. Endapan Kromit pada daerah Topogalo Sulawesi Keterdapatan endapan kromit di daerah Topogaro, Kabupaten Bungku Barat, Sulawesi Tengah diperkirakan merupakan endapan yang terbentuk dari akumulasi hasil desintegrasi fragmen batuan konglomerat dengan komponen batuan beku ultrabasa (peridotit, harzburgite) yang mengalami pelapukan kemudian tertransportasi oleh media air, baik oleh aliran sungai maupun arus gelombang laut sepanjang pantai sehingga membentuk endapaan alluvial pantai. Next
  9. 9. Endapan Kromit pada daerah Topogalo Sulawesi Berdasarkan hasil korelasi titik bor kearah memanjang dan melintang menunjukkan bahwa endapan pasir kerikil mengandung kromit cenderung menebal memanjang kearah barat laut dan ke arah pinggir pantai. Hal ini sesuai dengan pola pengendapan yang homogen sejajar pantai dan tegak lurus garis pantai atau searah aliran sungai-sungai yang membawa material kromit dari bagian hulu Next
  10. 10. Endapan Kromit pada daerah Topogalo Sulawesi Beberapa faktor yang menyebabkan pola sebaran lapisan pada daerah ini berbeda dengan lainnya : - Batuan induk terbentuknya endapan kromit - Faktor fisika-kimia seperti suhu, erosi dan trasportasi sungai, arus bawah laut sebagai media transportasi dan akumulasi material. - Faktor topografi/kemiringan yang berperan penting sebagai tempat akumulasi endapan kromit. Next
  11. 11. Peta Lokasi Pengeboran Topogalo, Sulawesi Tengah Penyelidikan dilakukan pemboran 31 titik bor untuk mengetahui kedalaman sedimen dalam hal ini pasir sampai menembus batuan dasar menggunakan jenis alat bor ”doormer” dan ”ivan” dengan casing 2.5 Ǿ inchi. Pemetaan dipermukaan untuk mengetahui sebaran endapan kromit didaerah ini. Titik bor ditentukan dengan cara mengukur koordinat menggunakan GPS (Global Positioning System), tali dan kompas. Next
  12. 12. Peta Lokasi Pengeboran Topogalo, Sulawesi Tengah Arah persebaran kromit dari 31 titik pengeboran membuktikan bahwa kandungan kromit yang terdapat , semakin ke arah Barat Daya semakin memiliki kandungan yang tinggi. Dan semakin ke pesisir pantai ketebalan lapisan kromit semakin besar dibanding dengan ketebalan pada daerah yang jauh dari pantai. Next
  13. 13. Proses Konsentrat Dulang Berdasarkan hasil analisis laboratorium terhadap contoh konsentrat hasil dulang yang diambil selama kegiatan pemboran, data yang diperoleh adalah: - Kandungan mineral kromit (Fe2Cr2O4) dalam konsentrat dulang berdasarkan analisis mineralogi butir berkisar dari 12,1% hingga 30%. - Kandungan mineral kromit dalam endapan pasir sebagai hasil analisis mineralogi butir dengan memperhitungkan volume endapan berkisar dari 1,05 kg/m3 hingga 114,19 kg/m3 Next
  14. 14. Proses Pengeringan Conto Proses Pengeringan conto yang dilakukan dengan cara pemanasan untuk dapat mengukur berat konsentrat. Sehingga pengukuran MD (Magnetite Degree) dapat dilakukan : MD = (Berat konsetrat/Berat asal) x 100% Next
  15. 15. SEKIAN, TERIMA KASIH. END

×