• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Pengembangan Kurikulum Ekonomi Islam di Indonesia
 

Pengembangan Kurikulum Ekonomi Islam di Indonesia

on

  • 690 views

 

Statistics

Views

Total Views
690
Views on SlideShare
688
Embed Views
2

Actions

Likes
0
Downloads
17
Comments
0

2 Embeds 2

https://twimg0-a.akamaihd.net 1
https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pengembangan Kurikulum Ekonomi Islam di Indonesia Pengembangan Kurikulum Ekonomi Islam di Indonesia Presentation Transcript

    •  
    •  Ekonomi Islam menjamin sisi akuntabilitasnya, menjunjung tinggi kejujuran, amanah dan transparansi, serta dikelola secara profesional nilai-nilai moralitas Islam dalam sistem ekonomi Islam merupakan syarat mutlak untuk membangun sistem ekonomi yang lebih kuat dan berkah, dan Inilah yg di adopsi oleh ekonom Non Muslim. Keberadaan ekonomi Islam memberikan pengaruh dan faedah yang besar bagi umat Islam
    •  
    • • Ideal, membangun sistem ekonomi 2 Pola Islam yang lebih komprehensif dan holistik sebagai agenda jangka Kegiatan panjang dan hal yang diupayakanPemikiran secara terus-menerus Ekonomi • pragmatis, yakni mengembangkan sistem yang bersifat parsial dan Islam satu aspek saja, dalam hal ini aspek lembaga keuangan syariah
    •  Pola Kedua, yaitu Pragmatis. Dampaknya? Pengembangan industri keuangan syariah tumbuh lebih cepat daripada pengkajian teoritis dan koseptual dalam pembentukan sistem yang lebih komprehensif
    • tumbuh lebih dari 15%/tahun pasar yang jumlah sekarang institusisudah dicapai keuanganbaru sekitar 10 syariah lebih % dari 300 perkiraan total aset 500 miliar tersebar di 75 dollar, atau negara lebih sekitar Rp. 4.600 triliun
    • customers,’yakni perubahan konsumen dari ‘religion oriented’ ke ‘return oriented cakupan wilayah/network dan tehnologi informasi masih terbatas kesulitan memperoleh debitur yang baik risiko usaha sektor riil masih tinggi, kesulitan mencari debitur yang bankable persaingan pricing yang semakin tajam keterbatasan Rasio Kecukupan Modal (CAR) keterbatasan kompetensi sumber daya insani (man power)
    • Riset di Univ. Indonesia 2003 Outlook Perbankan Syari’ah 2007 90 % SDM bank syariah  kendala percepatan saat ini tidak memiliki market share (5%) latar belakang perbankan syariah adalah pendidikan ekonomi faktor SDM, baik di sisi syariah minimnya jumlah SDM perbankan syariah maupun dari segi kualitasnya yang masih rendah.
    • Latar Belakang SDM latar belakang 0% 0% ekonomi syariah 10%latar belakangilmu ekonomi konvensional 90%
    • Tahun SLTA D3 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2 Ekonomi Hukum Fisip Pertanian Tehnik Syariah2009 6,2% 18,7& 38,0% 6,2% 5,2% 4,9% 7,6% 9,1% 4,1%2008 5,3% 12,1% 39,1% 7,2% 6,8% 6,3% 9,2% 8,6% 5,3%
    • 4540353025201510 5 0 2008 2009
    •  
    •  Pertama, pembentukan jurusan/program studi/konsentrasi yang mengusung secara spesifik nomenklatur ekonomi Islam atau ekonomi syariah Kedua, pembetukan perguruan tinggi yang mengkhususkan diri pada studi ekonomi Islam atau ekonomi syariah.
    • Fakultas SyariahFakultas Syariah dan Hukum atauFakultas Syariah dan Ilmu HukumFakultas Ekonomi atau FakultasEkonomi dan Bisnis.
    • a. Muamalatb. Muamalat (Ekonomi Islam)c. Muamalat (Hukum Ekonomi Islam)d. Ekonomi Islame. Ekonomi Syariahf. Keuangan Islamg. Manajemen Keuangan Syariahh. Hukum Bisnis Syariahi. Muamalah Ekonomi dan Perbankan Islam.
    • PTAI yang • Muamalah (Ekonomi Islam) menggunakan • Muamalat (Hukum Ekonomi nomenklatur Islam)Fakultas Syariah dan • Ekonomi Islam Hukum PTAI yang • Keuangan Islam menggunakan • Perbankan Syariah nomenklatur Fakultas Ekonomi,
    • Fakultas Syariah jumlah Fakultas Syariah danbeban SKS berkisar 146- Hukum, jumlah beban 156 SKS SKS antara 152-157 SKS Fakultas Ekonomi atau Ekonomi dan Bisnis, jumlah beban SKS mencapai 145-157 SKS
    •  SDM Islami yang terpenuhi danterimbangi dengan supply yang memadai banyaknya pakar ilmu ekonomi Islam yang sekaligus mendalami ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh, Fiqh Muamalah, dll. perguruan tinggi harus mempersiapkan output lulusan memiliki kualitas dan memenuhi kualifikasi kebutuhan dan perkembangan industri keuangan Islam
    • “kesamaan kurikulum dan silabusprogram studi ekonomi Islam mutlak diperlukan, sehingga minimal akandiperoleh adanya standar kompetensi dan mutu lulusan”
    •  Tidak hanya di bidang ekonomi, namun meluas ke berbagai bidang, yang mampu menghiasi kurikulum ekonomi Islam. Pembagiannya:1. Bidang usaha bank dan keuangan; meliputi, bank, leasing, anjak piutang, danareksa, dll.2. Bidang usaha Non keuangan; meliputi, lembaga pendiidan, rumah sakit, konsultan.
    • Terbatasnya literatur berupa text books tentang ekonomi Islam Terbatasnya pakar ekonomi dan Unemployment Optimizing Lack of knowledge intelektual yang Rate yang belum domestic market based management memahami ilmu mencapai target potential ekonomi Islam Adanya standar mutuKesenjangan ekonomi (wealth and Lack of implementation of ethics (modul/materi, pengajar, lembaga Optimizing natural resources income disparity) and moral in economic activities pendidikan/training provider, lembaga sertifikasi).
    • Berbagai jenis bank syariah memunculkan kebutuhan kualifikasi SDM yang beragamInvestor, pengembangan Sosialisasi kepada Terbatasnya perguruanlembaga pendidikan dan masyarakat akan Terbatasnya pakar tinggi yang menawarkan penambahan lembaga pilihan alternatif ekonomi Islam yang program studi pendidikan yang program menulis tentang ilmu ekonomi/keuangan/perbank memenuhi kebutuhan pendidikan/karir di ekonomi Islam an/bisnis Islam pada semua bisnis Islam bidang bisnis Islam strata S1/S2/S3 Terbaginya institusi Perbedaan kurikulum Jumlah dosen/pengajar Kurangnya pemahaman induk dalam sistem standar yang yang kompeten dalam pakar ekonomi pada pendidikan di Indonesia menggabungkan bidang nilai-nilai aqidah dan menjadi Departemenpembelajaran operational ekonomi/keuangan/perbank an/bisnis Islam masih akhlak serta hukum Pendidikan Nasional dan financial/business skill terbatas Islam, Kebudayaan dan dan Islamic skill Kementerian Agama,
    •  Terlahir manusia yang beretika, moral yang luhur dan amanah Tercipta good corporate governance Adanya transparansi Terarah kepada real sector development Tahun 2020 pangsa pasar ekonomi Islam mencapai 20% Terbentuk undang-undang dual economic system Bersatunya semua potensi ekonomi Islam dalam satu wadah
    •  
    • Kalah berkompetisi dalam mengikuti seleksi di lingkungan bankUnggul dari segi Fiqh MuamalatBelum tersedianya konsentrasi sesuai kebutuhan dunia kerja/bisnis
    • Unggul dalam muatan keilmuanSangat lemah dalam muatan bisnis Islam, akan tetapi dengan sedikit upaya masih bisa unggul dalam kompetisi seleksi di lingkungan dunia kerja
    • Lebihpercaya diri dalam berkompetisiMemiliki kedalaman dalam muatan ilmu ekonomi dan Fiqh Muamalat
    •  
    •  Kurikulum dengan penekanan lebih kepada Fiqh Muamalat Kedalaman materi yang belum setara dengan program studi ekonomi Islam Kurikulum lebih bersifat umum dan relatif belum tersedianya konsentrasi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja/bisnis
    •  Kurikulum tidak mendukung kemajuan ekonomi/bisnis Islam Kurikulum dan silabus banyak menyesatkan
    •  Kurikulum dan silabus dibangun sebagai perpaduan dari program studi ekonomi pembangunan dan program studi manajemen Kurikulum dan silabus telah dikaji dalam berbagai seminar dan lokakarya.
    • Tenaga PengajarLangkah Strategis Kurikulum dan kompetensi inti. Struktur Akademik Posisi Kajian Ekonomi Islam Sarana Praktikum, Sistem Informasi dan Akses Referensi Kebijakan Pimpinan dan Kultur Akademik
    •  Single kurikulum untuk program studi ekonomi Islam (Kementerian Pendidikan Nasional) Single kurikulum Membuka berbagai Cukup satu kurikulum konsentrasi sesuai dan silabus dengan permintaan pasar
    •  Kurikulum program studi ekonomi syariah (Kementerian Agama) Penekanan kurikulum yang lebih spesifik Kurikulum dibuat lebih spesifik dengan konsetrasi yang spesifik pula untuk memenuhi permintaan pasar. Pembukaan program studi baru di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional sudah merupakan langkah yang baru, akan tetapi masih sangat kental dengan sistem birokrasi yang sulit ditembus Perlu diberlakukan dengan kebijakan khusus untuk mempercepat pendirian program studi yang baru.
    •  Perlu keadilan dalam pemberian kemudahan membuka kelas pararel sebagaimana yang telah dinikmati oleh beberapa perguruan tinggi negeri Memperbanyak riset dan penelitian tentang ekonomi Islam Mengembangkan networking yang lebih luas dengan berbagai institusi pendidikan ekonomi Islam lainnya, lembaga keuangan dan non-keuangan Perlu motivasi untuk akademisi dan praktisi dalam menulis buku teks dengan subsidi khusus.