• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Conduit
 

Conduit

on

  • 2,190 views

Pengantar...

Pengantar
 Perencanaan struktur yang tertanam harus mempertimbangkan karakteristik pembentuknya yaitu Struktur dan tanah dimana struktur tersebut ditanam
 Deformasi struktur besarnya tergantung kepada kekakuan tanah disekeliling struktur, jenis tanah pengisi dan ada tidaknya galian
Pengantar
 Tanah akan memberikan tekanan terhadap struktur. Tanah akan membentuk busur (arc) diatas struktur.
 bentuk busur ini akan mengurangi tekanan pada struktur.
 Gaya busur ini tergantung kepada kekuatan tanah dan koefisien gesekan antara tanah pengisi dan tanah disekitarny

Statistics

Views

Total Views
2,190
Views on SlideShare
1,798
Embed Views
392

Actions

Likes
2
Downloads
0
Comments
0

8 Embeds 392

http://sci-geoteknik.blogspot.com 290
http://www.directrss.co.il 80
http://universitas-ui.blogspot.com 13
http://opewarnet.blogspot.com 3
http://arsitektur-gambar.blogspot.com 3
http://www.sci-geoteknik.blogspot.com 1
http://sci-geoteknik.blogspot.tw 1
http://sci-geoteknik.blogspot.co.uk 1
More...

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Conduit Conduit Presentation Transcript

      • Conduit
    • Pengantar
      • Perencanaan struktur yang tertanam harus mempertimbangkan karakteristik pembentuknya yaitu Struktur dan tanah dimana struktur tersebut ditanam
      • Deformasi struktur besarnya tergantung kepada kekakuan tanah disekeliling struktur, jenis tanah pengisi dan ada tidaknya galian
    • Pengantar
      • Tanah akan memberikan tekanan terhadap struktur. Tanah akan membentuk busur (arc) diatas struktur.
      • bentuk busur ini akan mengurangi tekanan pada struktur.
      • Gaya busur ini tergantung kepada kekuatan tanah dan koefisien gesekan antara tanah pengisi dan tanah disekitarnya.
    • Jenis Konstruksi: Fleksibel vs Kaku
      • Konstruksi fleksibel mengalami perubahan bentuk yang signifikan akibat pembebanan yang kemudian mengalami interaksi dengan tanah (soil structure interaction) yang harus diperhatikan.
      • Contoh counduit yang terbuat dari baja bergelombang, baja tipis ataupun plastik
      • Conduit
    • Jenis Konstruksi: Fleksibel vs Kaku
      • Konstruksi kaku hanya mengalami sedikit perubahan bentuk akibat beban sehingga interaksinya dengan tanah tidak begitu besar.
      • Perbandingan compresibilitas struktur dan tanah cukup tinggi.
      • Contoh conduit yang terbentuk dari beton, besi cetak ataupun tanah liat.
    • Conduit
    • Bentuk Conduit
      • Struktur dengan konstruksi terbuka, bentuk potongannya merupakan kurva terbuka. Contoh berbentuk setengah lingkaran, setengah ellips dan parabola
      • Struktur dengan konstruksi tertutup bentuk potongannya merupakan kurva tetutup. Contoh berbentuk lingkaran, ellips dan persegi
    • Perencanaan dan pelaksanaan konstruksi
      • Interaksi struktur-tanah-konstruksi memegang peranan yang sangat penting.
      • Karena interaksi struktur-tanah-konstruksi sangat mempengaruhi besaran gaya luar yang bekerja.
      • Perencanaan conduit harus memperhitungkan perilaku komposit antara tanah dan struktur.
      • Yang dapat disebutkan sebagai interaksi tanah-struktur.
    •  
    • Arching
      • Peran Compressiible tanah terhadap Arching
      • Tanah akan memberikan tekanan terhadap struktur.
      • jika tanah relatif lebih compressible dibandingkan dengan struktur, maka struktur akan mengalami konsentrasi tekanan (pressure concentration) .
    • Arching
      • Jika struktur lebih kompresibel dibandingkan dengan tanah, maka, pada awalnya sebelum terjadi yielding pada tanah, sebagian tekanan vertikal akibat tanah akan berkurang akibat “perlindungan” yang diberikan oleh tanah dengan adanya “ arching” .
      • Sehingga arching pada tanah akan mengurangi tekanan vertikal yang bekerja pada struktur.
      • Kondisi arching yang memberikan perlindungan tergantung pada kuat geser tanah dan tingkat kompresibilitas struktur.
    • Arching
      • Jika tanah telah mengalami yielding akibat deformasi yang cukup besar pada struktur, maka a rching tidak akan terjadi dan beban akan “bertambah” pada struktur sebaliknya, deformasi struktur tergantung pada besarnya beban.
      • Jelas terlihat bahwa persoalan ini merupakan persoalan yang nonlinier, sehinnga diperlukan beberapa penyederhanaan dalam bentuk linierisasi untuk dapat dioperasionalkan pada tinggkat praktis.
    • Asumsi dalam perencanaan conduit
      • Tanah kompresibel:
      • Yaitu suatu asumsi bahwa tanah mengalami perubahan bentuk akibat pembebanan. Perubahan bentuk pada tanah mengalami dua komponen yaitu:
      • Komponen elastik yang terjadi akibat perubahan bentuk partikel tanah, kondisi ini disebut juga dengan penurunan elastis.
      • Komponen nonelastik akibat terjadi pengurangan ruang kosong dalam tanah.
    • Tanah kompresibel:
      • Pengurangan ruang kosong ini terjadi akibat keluarnya air dalam pori tanah yang kemudian diikuti dengan reorientasi butiran, dikenal sebagai proses konsolidasi.
      • Proses konsolidasi membutuhkan waktu, yang lamanya tergantung pada permeabilitas tanah sedangkan perubahan bentuk elastic terjadi seketika sesaat setelah beban diberikan.
    • Aspek Geoteknik
      • a. Sifat – sifat tanah
      • Tanah adalah media yang “melanjutkan” beban luar pada conduit.
      • Tanah juga menahan deformasi springline pada arah mendatar, dan deformasi invert dan crown pada arah vertical.
    • Aspek Geoteknik
      • Sifat-sifat tanah yang releven dalam perencanaan conduit adalah:
      • Permeabilitas
      • Sifat-sifat mekanis (kekakuan dan kekuatan tanah)
      • Kemudahan penggunaan (constructability)
    • Aspek Geoteknik
      • Permeabilitas:
      • Tanah dengan permeabilitas yang besar dengan cepat akan melepas/mendisipasikan” tekanan akibat air yang akan bekerja menekan air.
      • Penentuan besar nilai koefisient permebilitas tanah dapat di lakukan di lapangan (pumping test)dan di laboraturium (constant head dan falling head).
      • Sifat-sifat mekanis
      • Sifat-sifat mekanis tanah berpengaruh pada cakupan interaksi tanah-struktur-konstruksi.
    • Sifat-sifat mekanis:
      • Umumnya kekakuan dan kekuatan tanah dinyatakan dalam bentuk hubungan tegangan-regangan yang diperoleh dari uji laboratorium.
      • Uji laboratorium yang umum dilaksanakan dalam penentuan hubungan tegangan-regangan tanah adalah:
    • Sifat-sifat mekanis:
      • Tes triaxial (triaxial test) .
      • Hasil yang diperoleh adalah kekakuan dan kekuatan tanah.
      • Hubungan antara tegangan deviator dan regangan aksial adalah modulus tangent Young, E.
    • Sifat-sifat mekanis:
      • Tes uniaxial (uniaxial test) .
      • Tes ini sering digunakan mengetahui sifat-sifat deformasi satu dimensi dengan menggunakan alat konsolidasi.
      • Hasil yang diperoleh adalah constrained modulus , D, yang merupakan kemiringan hubungan antara tegangan aksial dan regangan aksial.
    • Sifat-sifat mekanis:
      • Tes tekanan hidrostatis (hydrostatic compression test) .
      • Hasil yang diperoleh adalah bulk modulus , B.
    • Kemudahan penggunaan:
      • Kemudahan penggunaan (constructability) berkaitan dengan pemadatan tanah.
      • Pemadatan tanah (standard atau modified)
      • Dari ketiga jenis tanah pasir (sand well graded, SW) , lanau (silt, ML) dan lempung (clay, CL) , pasir membutuhkan energi pemadatan yang paling kecil dibandingkan dengan jenis tanah lainnya, untuk tingkat pemadatan yang sama.
      • Karenanya pasir lebih mudah dipadatkan dibandingkan dengan lanau dan lempung.
    • Kemudahan penggunaan:
      • Penggunaan lempung sebagai bahan timbunan akan sulit dipadatkan sehingga memberikan gaya yang cukup besar terhadap conduit.
      • Kekakuan juga meningkatkan dengan nyata, untuk tingkat dengan padat yang sama, pada pasir dibandingkan dengan lempung.
    • Kemudahan penggunaan:
      • Dalam penulisan spesifikasi, jika target kekakuan dan kekuatan telah ditentukan, maka dapat ditentukan persen pemadatan (terhadap standar atau modified proctor), yang mungkin berbeda dengan spesifikasi standar yang menyatakan 95% pemadatan (standar atau modified proctor).
      • Harus diingat, pemadatan mekanis yang dilaksanakan dapat mengakibatkan tekanan yang cukup besar terhadap conduit dan mengakibatkan perubahan bentuk.
    • Tanah Kompresibal dan Tanah Nonkompresibel
      • Tanah tidak kompresibel:
      • Yaitu tanah yang tidak mengalami perubahan bentuk akibat pembebanan. Mengingat struktur komponen pembentuk tanah, sebenarnya tanah tidak kompresibel tidak dapat terjadi (lihat penjelasan tentang tanah kompresibel).
      • Sifat tanah tidak kompresibel sebenarnya terjadi pada tanah tidak berkonsolidasi (proses konsolidasi tidak langsung), yang penyebabnya dapat terjadi dalam dua bentuk yaitu:
      • Tidak cukup waktu untuk berkonsolidasi atau tidak terdapat drainase untuk terjadi konsolidasi (konsolidasi pembebanan yang demikian dalam terminology geoteknik disebut undrained loading ).
      • Tanah jenuh air ( fulyl saturated ).
    • Tanah Kompresibal dan Tanah Nonkompresibel
      • Selanjutnya, untuk tanah perlu dilakukan analisis sebagai batasan untuk tanah yang kompresibel dan tidak kompresibel sebagai suatu batasan ekstrim dan kondisi sebenarnya.
      • Sebenarnya tanah yang nonkompresibel tidak memiliki relevansi praktis karena umumnya tanah adalah kompresibel.
      • Medium yang kompresibel dapat berupa fluida hingga solid yang kaku. Akan tetapi kondisi nonkompresibel mungkin dapat ditemui pada tanah yang unconsolidated dan jenuh air ( saturated soil ).
    • Aspek Pelaksanaan Konstruksi
      • Penempatan dan pemadatan tanah disekitar conduit sangat signifikan pengaruhnya terhadap distribusi tekanan tanah disekitar conduit dan bentuk deformasi conduit.
      • Teknik untuk meramalkan kedua faktor tersebut untuk keperluan perencanaan hingga saat ini belum tersedia untuk dapat digunakan secara rutin dalam perencanaan karena dua hal yaitu:
    • Aspek Pelaksanaan Konstruksi
      • Proses yang akan diberlakukan dilapangan sangat bervariasi sehingga pemodelannya dalam tahap perencanaan menjadi tidak praktis.
      • Model yang komprehensif untuk mengikut sertakan semua proses belum tersedia.
    • Aspek Pelaksanaan Konstruksi
      • Penyelesaian praktis untuk kesulitan tersebut hanyalah dengan melakukan pengawasan selama proses pelaksanaan dengan supervise yang ketat selama pelaksanaan dengan menggunakan material timbun yang cocok.
      • Material timbun yang cocok adalah yang mudah dipadatkan seperti pasir dan kerikil.
      • Perubahan bentuk conduit (terutama yang fleksibel) harus terus menerus diamati selama proses penimbunan.
    • Aspek Pelaksanaan Konstruksi
      • Dalam perencanaan conduit, harus berlanjut dengan spesifikasi yang jelas tentang metode pemasangan, termasuk persyaratan yang harus dipenuhi untuk pemadatan.
      • Pelaksanaan konstruksi conduit dapat dibagi kedalam 3 (tiga) kategori:
      • 1. Tanah parit, yaitu yang menekan (jacked) atau di bor.
      • 2. Dengan parit atau gali dan timbun, dimana tanah asli digali kemudian ditimbun kembali setinggi tanah asli semula (ditch conduit) .Puncak conduit umumnya terletak dibawah permukaan tanah asli
    • Aspek Pelaksanaan Konstruksi
      • 3. Penimbunan, dimana tinggi tanah diatas conduit merupakan tambahan, bukan tinggi awal permukaan tanah.
    •  
    • Aspek Pelaksanaan Konstruksi
      • Ada tiga sub kategori pada cara ketiga (Penimbunan) yaitu:
      • Pertama, disebut dengan “positive projecting” dimana puncak conduit diatas permukaan tanah asli dan di bawah top embankment
      • Kedua, disebut dengan “ negative projecting” dimana dilakukan galian parit dangkal sebelum dilaksanakan penimbunan pada negative projecting.
      • Puncak conduit di bawah permukaan tanah asli dan top embankment
    • Aspek Pelaksanaan Konstruksi
      • karena kekakuan tanah asli lebih besar dari kekakuan tanah timbun maka gaya yang bekerja selalu lebih kecil dari gaya yang bekerja pada kasus “positive projecting”
      • Ketiga, disebut dengan “induced trench” dimana pengaruh pengurangan beban (positive arching) seperti yang diperoleh pada kasus galian dengan parit diperoleh dengan menempatkan “inklusi” lunak diatas conduit.
      • Inklusi lunak yang digunakan dapat berupa jerami padi atau potongan kecil kayu.
      • Inklusi ini mengurangi beban pada struktur
    • Beban yang Bekerja Pada pada Conduit
      • Sistem pemasangan pipa dengan galian biasa
      • Galian biasa dapat didefenisikan sebagai pemasangan conduit pada galian yang relative sempit pada tanah pasif ataupun pada tanah tak terganggu yang kemudian ditutup oleh material pengisi.
      • Struktur conduit yang tertanam pada tanah yang kompresibel akan menerima gaya yang diakibatkan oleh beban luar yang bekerja diatasnya.
    • Karakteristik beban pada galian biasa
      • Beban tanah yang bekerja pada conduit dapat dianggap sebagai beban mati.
      • Konsep dasar dari analisa ini adalah bila tanah yang berada diatas kolom conduit dapat dianggap sebagai gaya busur (Arc), dimana sebagian berat tanah dipindahkan ke sisi-sisi samping maka gaya vertikal yang bekerja pada pipa menjadi berkurang.
      • Pada kasus yang lain gaya vertikal ini dapat bertambah dari tekanan yang diberikan oleh tanah yang berada di sisi-sisi pipa kepada tanah pengisi.
    • Karakteristik beban pada galian biasa
      • Hal yang menentukan dari pada penentuan gaya ini adalah besar dan arah dari resultan gaya yang dibentuk oleh gaya vertikal dan lateral yang bekerja pada sisi-sisi galian.
      • Pada galian biasa, lubang galian diatas akan ditutup oleh material pengisi. Pada peristiwa ini tanah atau material pengisi akan mengalami konsolidasi.
      • Proses konsolidasi yang terjadi pada tanah pengisi akan menimbulkan gaya geser antara tanah pengisi dan tanah yang berada di sisi galian. Gaya geser tersebut tentunya berlawanan arah dengan gaya berat tanah pengisi.
    • Karakteristik beban pada galian biasa
      • Gaya geser tersebut akan berinteraksi dengan gaya lateral yang diberikan oleh sisi-sisi galian terhadap tanah pengisi.
      • Interaksi ini akan memberikan resultan gaya yang akan menambah atau mengurangi beban vertical yang akan bekerja pada conduit.
      • Sebab besar gaya yang akan dipikul oleh conduit adalah berat tanah diatas conduit dikurangi dengan gaya gesekan antara sisi galian dengan bahan timbunan.
      • Perhitungan ini tidak mengikutsertakan pengaruh kohesi tanah timbunan dengan sisi galian. Terdapat dua alasan yaitu :
      • Jika material adalah bahan cohesi, maka akan dibutuhkan waktu agar nilai kohesi ini dapat bekerja sepenuhnya. Sehingga untuk kondisi awal akan membahayakan bagi struktur conduit.
      • Beban maksimum pada conduit dapat terjadi kapan saja selama masa pelayanan conduit.
      • Jika hari hujan dan tanah menjadi jenuh, nilai kohesi tanah dapat berkurang sehingga akan membahayakan bagi struktur conduit.
    • Beban vertical yang bekerja pada Puncak Conduit (Galian Biasa)
      • Notasi :
      • = beban tanah pada crown
      • = berat isi tanah
      • V = Tekanan tanah pada bidang mendatar pada sembarang jarak dari permukaan
      • = lebar ditch conduit
      • = lebar parit (ditch),
      • H = tinggi timbunan diatas crown,
      • h = jarak sembarang dari permukaan timbunan,
      • = koefisient beban untuk ditch conduit,
      • = sudut geser dalam bahan timbunan,
      • = sudut geser antara bahan timbunan dan tanah asli
    • Beban vertical yang bekerja pada Conduit (Galian Biasa)
      • , = tan ( ), koefisient gesekan internal bahan timbunan
      • , = tan ( ) koefisient geser antara bahan timbunan dan tanah asli (sisi galian)
      • Nila koef. Gesekan bahan timbuna dan tanah asli(sisi galian) lebih kecil atau sama dengan koefisient gesekan internal bahan timbunan.
      • K = koefisient tekanan tanah aktif
    • Tekanan vertical tanah diatas Ditch Conduit (Galian Biasa)
      • Persamaan besar gaya vertikal:
      • Besar gaya yang dipikul oleh conduit tergantung kepada kekakuan conduit dibandingkan dengan material timbunan diantara sisi conduit dan sisi galian
      • Untuk conduit yang kaku, sisi timbunan menjadi relatif compresibel, dan conduit akan memikul seluruh beban vertikal
      • Untuk conduit yang fleksibel, kekakuan pada sisi timbunan yang fleksibel dapat mengakibatkan pengurangan beban vertikal terhadap conduit
    • Tekanan Maksimum pada Ditch Conduit yang Kaku (Galian Biasa)
      • Rumusan untuk conduit yang kaku:
      • dimana :
      • Cd = Koefisient beban untuk ditch conduit yang nilainya tergantung kepada perbandingan antara H/Bd, material timbunan dan gesekan antara tanah dengan sisi galian .
      • Gaya geser vertikal = Tekanan Tanah Aktif antara timbunan dengan galian x tgn .
      • Nilai C d dapat dilihat pada Gambar 25.7 hal. 667
      Tekanan Maksimum pada Ditch Conduit yang Kaku (Galian Biasa)
    • Tekanan Maksimum pada Ditch Conduit yang fleksibel (Galian Biasa)
      • Rumus Untuk pipa yang fleksibel :
      • Besar beban untuk yang fleksibel=besar beban kaku dikali dengan Bc/Bd dan nilainya akan lebih kecil
      • Fleksibel dapat berdeformasi pada saat memikuil beban
    • Tekanan Maksimum pada Ditch Conduit yang Kaku (Galian Biasa)
      • Dimana, = diameter luar dari pipa (Ft)
      • kondisi lebar efektif parit, Bd sama dengan lebar bagian permukaan sisi Conduit.
      • Beban fleksibel=(0.7-0.9) beban kaku
    •  
    • Conduit dengan galian miring
      • Untuk kondisi galian miring, nilai Bd diambil sama dengan lebar bagian permukaan sisi conduit
    • Beban yang bekerja pada Positive Projecting Conduit
      • Positive Projecting Conduit adalah conduit yang dipasang diatas tanah asli, selanjutnya ditimbun.
      • Bentuk :lingkaran, segiempat, elips
      • Bahan : beton, tanah liat yang dibakar besi, kayu ataupun plastic
    • Beban yang bekerja pada Positive Projecting Conduit
      • Akibat adanya perbedaan volume dan berat tanah antara bagian yang diatas conduit dan disisi conduit mengakibatkan terjadinya perbedaan tegangan geser yang bekerja.
      • Gaya geser yang terjadi memainkan peran penting terhadap beban yang akan bekerja pada struktur.
      • Pada kondisi ini terjadi perpindahan relative antara satu bidang dengan bidang lainnya.
      • Jarak vertical antara permukaan tanah asli dengan puncak struktur (crown) dinyatakan sebagai pBc dimana p adalah projection ratio .
      • Nilai p=0 jika tinggi permukaan conduit = permukaan tanah asli.
      • Nilai p akan selalu positip
      Beban yang bekerja pada Positive Projecting Conduit
    •  
      • Akibat tidak samanya penurunan antara satu bidang dengan bidang lain pada conduit, maka akan terjadi perbedaan penurunan antara bidang bidang tersebut.
      • Perbedaan teresebut dinyatakan dengan settlement ratio yang besarnya :
      Settlement Ratio :
    • Settlement Ratio :
      • ,
      • dimana
      • = Penurunan tanah pada sisi pBc
      • (elevasi crown),sisi luar conduit
      • = pen.tanah asli dekat conduit, luar
      • = pen. conduit kedalam pondasi,dalam
      • = perpendekan tinggi tegak conduit, dalam.
    • Bidang Kritis
      • Bidang kritis adalah bidang horizontal yang berada pada puncak conduit setelah tanah pengisi ditempatkan diluar daerah conduit.
      • Selama dan sesudah penimbunan, bidang ini akan turun.
      • Jika penurunan lebih besar dari puncak conduit, maka nilai rasio penurunan positif.
    • Kondisi proyeksi
      • Bagian luar blok tanah bergerak turun lebih besar dibandingkan dengan bagian dalam blok tanah (Gbr. 25.10).
      • Gaya geser yang terjadi pada blok tanah bagian dalam akan mengarah kebawah, resultan gaya yang bekerja lebih besar dari blok tanah diatas struktur.
      • Hal ini dinamakan kondisi Kondisi proyeksi.
      • Umumnya terjadi pada struktur conduit yang kaku
    • Bidang Kritis
      • Jika penurunan bidang kritis lebih kecil dari puncak pipa (gbr. 25.11), nilai rasio penurunan adalah negative.
      • Bagian dalam blok tanah bergerak turun lebih cepat dibandingkan dengan bagian luarnya.
      • Gaya geser yang terjadi pada blok tanah bagian dalam akan mengarah keatas
      • Resultan gaya yang bekerja lebih kecil dari blok tanah yang ada diatas struktur. Hal ini dinamakan kondisi galian.
      • Umumnya terjadi pada conduit yang fleksibel
    • Bidang Penurunan Yang Sama
      • Pada conduit proyeksi positif, jika timbunan cukup tinggi, gaya geser (baik arah ke atas maupun ke bawah) akan berakhir di bidang horizontal ditimbunan.
      • Bidang ini dinamakan bidang penurunan yang sama (plane of equal settlement).
      • Diatas bidang penurunan yang sama (plane of equal settlement), penurunan yang terjadi pada bagian dalam blok tanah dan luar adalah sama.
      • Sehingga ditempat ini (H-He) tidak ada pergerakan relatif antar daerah disekeliling blok tanah
      • Tidak ada gaya geser diatas bidang tersebut.
    • Bidang Penurunan Yang Sama
      • Jika tinggi dari bidang persamaan penurunan terhadap puncak pipa yang dinotasikan dengan Hc lebih kecil dari pada H (tinggi timbunan), maka bidang persamaan penurunan ini akan nyata,
      • Kondisi ini dinamakan kondisi incomplete ditch atau kondisi incomplete projection.
      • Hal ini terjadi karena gaya geser tidak disebarkan secara sempurna ke seluruh total timbunan.
    • Bidang Penurunan Yang Sama
      • Jika tinggi dari bidang persamaan penurunan terhadap puncak pipa yang dinotasikan dengan Hc lebih besar dari pada H (tinggi timbunan), maka bidang persamaan penurunan tidak nyata,
      • Kondisi ini dinamakan kondisi complete ditch atau kondisi complete projection.
      • Hal ini terjadi karena gaya geser disebarkan secara sempurna ke seluruh total timbunan.
      • Dari percobaan dilapangan menunjukan bahwa, bidang penurunan yang sama ini berada pada ketinggian 15 Ft pada conduit beton yang berdiameter 44 inchi.
    • Formula untuk beban pada position Projecting Conduit
      • Formula untuk besar beban vertical conduit projecting positive :
      • dimana
      • Tanda positif untuk complet projection condition dan minus dipakai untuk ditch condition.
    • Diagram perhitungan beban pada pipa proyeksi positif
      • Cc yang merupakan factor dari persamaan yang ditentukan dengan diagram (gambar 25-13). Pada gambar diasumsikan nilai
      • =0,19 untuk kondisi proyeksi ,
      • =0,13 untuk kondisi galian biasa,
      • Dari gambar terlihat untuk incomplete projection, untuk kondisi r sd p yang bertambah, maka nilai Cc juga akan bertambah dan beban yang akan dipikul oleh conduit juga akan bertambah
    • Sifat – sifat dasar dari rasio penurunan,
      • Dapat dilihat pada Tabel 25-2. hal. 677
    • Suatu kasus untuk
      • Rasio penurunan akan sama dengan nol pada saat penurunan pada bidang kritis sama besarnya dengan penurunan yang terjadi pada puncak pipa, sehingga dapat dituliskan Sm + Sg = Sf + dc.
      • Rasio proyeksi akan sama dengan nol apabila pipa ditanam pada galian yang sempit dan dangkal sedemikian hingga tinggi timbunan hanya mencapai puncak pipa.
      • Kondisi ini merupakan transisi antara positip dan negatip conduit
      • Conduit dipasang secara positif projection
      • Ditimbun sampai dengan elevasi rencana
      • Dibuatkan galian pada permukaan pipa dan ditimbun dengan material yang lepas dan compresibel
      • Tujuan metode ini untuk memastikan bagian dalam tanah akan turun lebih besar dibandingkan dengan bagian luarnya
      • Sehingga gaya geser akan mengarah ke atas
      • Besar gaya vertikal yang akan dpikul conduit dinyatakan:
      Beban pada Imperfect Dith Conduit akibat timbunan (Gbr.25.16)
    • Beban pada Imperfect Dith Conduit akibat timbunan (Gbr.25.16)
      • , dimana Cn = koef. Beban, fungsi H/Bc, proyeksi ratio, p’ dan setlement ratio, rsd.
      • Proyeksi ratio, p’ = perbandingan kedalaman galian dengan lebar, bernilai positif.
      • Critical plane = bidang horizontal material pengisi dgn permukaan material yang dipadatkan sebelum terjadi penurunan
      • Settlement ratio :
      • selalu bertanda negatif
    • Beban pada Imperfect Dith Conduit akibat timbunan (Gbr.25.16)
      • = penurunan permukaan pada tanah yang dipadatkan
      • = pen.pd. tanah pengisi p’Bc
      • = pen.pada elevasi dasar (invert)
      • = perpendekan tinggi conduit.
      • = Pen.critical plane (bag.luar).
      • Nilai koef. Cn dilihat dari diagram 25-17 s/d 25-20 untuk kondisi r sd , p’, K tertentu.
      • Negatif projection conduit (gbr. 25-3(c)), nilainya sama dengan imperfect ditch conduit, B d =B c
      Beban pada Imperfect Dith Conduit akibat timbunan (Gbr.25.16)
    • Conduit yang tertanam pada galian yang lebar (Gbr. 25.24)
      • galian biasa
      • Semakin lebar galian, semakin besar gaya yang bekerja pada conduit.
      • Batasan mengenai lebar galian dengan penggunaan rumus tersebut. Gbr.(25.24.) perbandingan lebar galian dan diameter pipa (Bd/Bc).
      • Untuk harga Bd/Bc yang lebih kecil dari diagram, perhitungan menggunakan rumus galian biasa.
      • Untuk harga lebih besar, perhitungan dilakukan menggunakan teori proyeksi conduit
    • Beban pada Conduit akibat beban permukaan
      • , dimana :
      • Wt = Beban persatuan panjang conduit akibat roda kenderaan,
      • A = Panjang potongan conduit atau panjang efektif (3 feet atau lebih kecil),
      • Ic = factor Impact (1,5 – 2,0),
      • Ct = Koefisient beban (Gambar 25-25),
      • P = beban terpusat dari kenderaan
    • Beban yang mempengaruhi Bangunan Bawah Tanah
      • Dimana :
      • P = Beban yang bekerja pada crown,
      • = Beban vertical yang bekerja pada elevasi crown ,
      • = koefisient berupa factor konsentrasi jika terjadi soil arching.
      • = beban vertical yang bekerja,
      • dimana dan =beban mati dan beban hidup.
      • Untuk beban hidup biasanya adalah tekanan gandar kenderaan dan mengikutkan faktor dynamik
    • Beban yang mempengaruhi Bangunan Bawah Tanah
      • Untuk tekanan beban hidup adalah tekanan gandar kenderaan dengan factor kejutnya. Tekanan total vertical
      • Cp untuk soil arching = 1, flexible = 1,5 dan untuk kaku/rigit = 2.
    • Beban Hidup
      • Dihitung dengan menggunakan persamaan Boussinesq. Untuk beban terpusat,
      • Dimana Q = beban terpusat, H = tinggi timbunan, dan Cb = koefisient yang dihitung dengan per. Boussinesq.
      • Jika terdapat lebih dari satu gandar yang memberikan beban hidup, maka pengaruh masing-masing dijumlahkan untuk memperoleh beban hidup akibat lebih dari satu gandar,
    • Beban Mati
      • , dimana
      • = berat isi tanah, dan
      • H = tinggi timbunan