Perkembangan interaksi sosial

16,857 views
16,637 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,857
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
191
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perkembangan interaksi sosial

  1. 1. PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK<br />“PERKEMBANGAN INTERAKSI SOSIAL”<br /><ul><li>Tujuan Penulisan
  2. 2. Tujuan penulisan dari makalah ini, yaitu untuk memberikan pengetahuan serat pemahaman yang lebih bagi kita semua, khususnya yang sedang kuliah PPD sebagai bekal untuk menghadapi era perkembangan yang lebih kompetitif saat kita menjadi seorang pendidik. Sehingga ilmu yang akan kita salurka diterima dan bisa mengembangkan kemampuan dari para peserta didik.
  3. 3. Uraian Teori
  4. 4. Pendahuluan</li></ul>Pendidikan pada zaman ini memegang peran yang sentral dalam kehidupan manusia. Karena dengan pendidikan, dalam hal ini pendidikan formal, mampu membantu seseorang untuk dengan mudah memperoleh pengetahuan yang logis dan sistematis. Oleh sebab itu banyak pakar pendidikan melakukan penelitian dan pengembangan sosiologi pendidikan melakukan proses sosialisasi anak. Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan anak.<br />Proses sosialisasi merupakan proses penyesuaian diri. Dalam hubungan sehari-hari manusia tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain, ia selalu menyesuaikan diri dengan lingkugannya, sehingga kepribadian individu, kecakapannya, ciri-ciri kegiatannya baru menjadi kepribadian individu yang sebenarnya. <br />Dalam ilmu Biologi ada satu teori yang dikenal dengan istilah adaptasi. Menurut teori tersebut, hanya organisme yang paling berhasil menyesuaikan diri terhadap lingkungan fisiknya yang dapat tetap hidup. Ini merupakan suatu konsep penyesuaian diri manusia/seseorang.<br /><ul><li>Perkembangan Sosial</li></ul>Perkembangan sosial manusia mempunyai dua aspek, yaitu proses belajar sosial atau proses sosialisasi,dan proses pembentukan kesetiaan sosial. Ada dua dasar proses balajar sosial atau proses sosialisasi, yaitu sifat ketergantungan manusia terhadap manusia lain, dan sifat adaptabilita dan intelegensi manusia. Proses sosialisasi ini berlangsung secara terus menerus (sepanjang hidup).<br />Sedangkan perkembangan kesetiaan sosial berlangsung secara stimulant dan saling pengaruh dengan proses sosilisasi. Dalam proses sosialisasi akab berkembang kesetiaan seseorang terhadap keluarga maupun kelompok atau organisasi tertentu.<br />Berikut adalah proses perkembangan sosial sehingga kedua aspek di atas bisa terjadi.<br /><ul><li>Tahapan Perkembangan Sosial</li></ul>Perkembangan sosial anak terjadi melalui interaksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya. Ada beberapa fase yang akan dilewati seseorang dalam proses menjadi seorang individu sosial. Fase atau tahap ini tidak selamanya terjadi secara berurutan, tetapi juga bisa dengan berbarengan.<br /><ul><li>Tahap permainan soliter. Pada tahap ini anak-anak bermain sendiri atau memperlakukan teman sebayanya bagaikan sebuah benda.
  5. 5. Tahap permainan pararel. Pada tahap ini, anak-anak akan bermain sendiri walaupun ada teman-teman di sekitarnya.
  6. 6. Tahap permainan kooperatif. Tahap inilah permulaan kegiatan berkelompok kecil (mulai bersosialisasi).
  7. 7. Tahap permainan khayal. Pada tahap ini anak-anak akan mulai meniru kebiasaan atau kegiatan seseorang yang lebih tua darinya dan bermain secara bersama-sama.
  8. 8. Tahap permainan kelompok yang lebih teratur. Ini merupakan perkembangan dari tahap selanjutnya. Dimana sudah ada kepatuhan terhadap otoritas atau kepemimpinan terhadap pemimpin pada permainan atau kelompok.
  9. 9. Tahap tim terorganisir. Tahap ini, merek telah berkelompok dengan baik dan mempunyai aturan-aturan.
  10. 10. Tahap pubertas. Pada tahap ini, kegiatan kelompok berubah sifatnya. Kelompok sudah menjadi kecil dan bersifat homogin yang berdasarkan atas persamaan minat.
  11. 11. Penyesuaian Diri</li></ul>Manusia hidup dalam bermasyarakat, sehingga tingkah lakunya tidak saja merupakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan fisik lingkuannya, melainkan juga dengan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan dan tekanan sosial orang lain atau dikenal dengan istilah situasi sosial. Situasi ini dibedakan menjadi dua :<br />a.Togetherness Situation atau situasi kebersamaan yaitu suatu situasi dimana sejumlah individu berkumpul.<br />b.Group Situation disebut juga situasi kelompok atau kelompok sosial.<br />Proses penyesuaian diri yang merupakan reaksi terhadap tuntutan-tuntutan dapat digolongkan menjadi internal dan eksternal. Tuntutan internal adalah tuntutan yang berupa dorongan atau kebutuhan yang timbuk dari dalam, baik yang bersifat fisik maupun sosial. Sedangkan tuntutan eksternal adalah tuntutan-tuntutan yang berasal dari luar individu, baik bersifat fisik maupun sosial.<br />Kedua tuntutan tersebut tidak selamanya berjalan selaras. Terkadang akan muncul konflik antara tuntutan internal yang atu dengan yang lain, konflik antara tuntutan eksternal yang satu dengan yang lain, atau konflik antara tuntutan internal dengan tuntutan eksternal.<br /><ul><li>Kematangan Sosial</li></ul>Dalam perkembangan menuju kematangan sosial, anak mewujudkan dalam bentuk-bentuk interkasi sosial diantarannya :<br /><ul><li>Pembangkangan (Negativisme) atau bentuk tingkah laku melawan. Tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin atau tuntutan orang tua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak anak. Tingkah laku ini mulai muncul pada usia 18 bulan dan mencapai puncaknya pada usia tiga tahun dan mulai menurun pada usia empat hingga enam tahun. Sikap orang tua terhadap anak seyogyanya tidak memandang pertanda mereka anak yang nakal, keras kepala, tolol atau sebutan negatif lainnya, sebaiknya orang tua mau memahami sebagai proses perkembangan anak dari sikap dependent menuju kearah independent.
  12. 12. Agresi (Agression), yaitu perilaku menyerang balik secara fisik (nonverbal) maupun kata-kata (verbal). Agresi merupakan salah bentuk reaksi terhadap rasa frustasi ( rasa kecewa karena tidak terpenuhi kebutuhan atau keinginannya). Biasanya bentuk ini diwujudkan dengan menyerang seperti ; mencubut, menggigit, menendang dan lain sebagainya. Sebaiknya orang tua berusaha mereduksi, mengurangi agresifitas anak dengan cara mengalihkan perhatian atau keinginan anak. Jika orang tua menghukum anak yang agresif maka egretifitas anak akan semakin memingkat.
  13. 13. Berselisih (Bertengkar). Sikap ini terjadi jika anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap atau perilaku anak lain.
  14. 14. Menggoda (Teasing), merupakan bentuk lain dari sikap agresif, menggoda merupakan serangan mental terhadap orang lain dalam bentuk verbal (kata-kata ejekan atau cemoohan) yang menimbulkan marah pada orang yang digodanya.
  15. 15. Persaingan (Rivaly), yaitu keinginan untuk melebihi orang lain dan selalu didorong oleh orang lain. Sikap ini mulai terlihat pada usia empat tahun, yaitu persaingan prestice dan pada usia enam tahun semangat bersaing ini akan semakin baik.
  16. 16. Kerja sama (Cooperation), yaitu sikap mau bekerja sama dengan orang lain. Sikap ini mulai nampak pada usia tiga tahun atau awal empat tahun, pada usia enam hingga tujuh tahun sikap ini semakin berkembang dengan baik.
  17. 17. Tingkah laku berkuasa (Ascendant behavior), yaitu tingkah laku untuk menguasai situasi sosial, mendominasi atau bersikap bossiness. Wujud dari sikap ini adalah ; memaksa, meminta, menyuruh, mengancam dan sebagainya.
  18. 18. Mementingkan diri sendiri (selffishness), yaitu sikap egosentris dalam memenuhi interest atau keinginannya.
  19. 19. Simpati (Sympaty), yaitu sikap emosional yang mendorong individu untuk menaruh perhatian terhadap orang lain mau mendekati atau bekerjasama dengan dirinya.
  20. 20. Faktor yang Memepengaruhi Perkembangan Sosial</li></ul>Dalam hal perkembangan sosial banyak faktor yang mempengaruhi sehingga proses sosialisasi harus terjadi. Menurut F.G. Robbins ada lima faktor yang menjadi dasar, yaitu:<br /><ul><li>Sifat dasar, merupakan keseluruhan potensi-potensi yang diwariskan oleh ayah dan ibu yang terbentuk saat momen bertemunya sel jantan dan sel betina waktu pembuahan. Sifat dasar ini masih akan berkembang menjadi aktualitas karena pengaruh faktor-faktor lain.
  21. 21. Lingkungan prenatal, lingkungan dalam kandungan ibu. Dalam periode prenatal, individu secara tak langsung medapat pengaruh dari ibunya.
  22. 22. Perbedaan individu, merupakan salah atu faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi. Sejak lahir seorang individu dilahirkan dengan keunikan dan cirri khas yang berbeda dengan individu lainnya. Sehingga ia akan bersikap selektif terhadap pengaruh-pengaruh lingkungan.
  23. 23. Lingkungan, kondisi-kondisi di sekitar individu yang mempengaruhi proses sosialisasinya. Peranan kondisi lingkungan dalam proses sosialisasi tidak menentukan, tapi hanya member batasan dan member pengaruh.
  24. 24. Motivasi, merupakan kekuatan-kekuatan dari dalam diri individu yang menggerakkan individu untuk berbuat. Motivasi dibedakan menjadi dorongan dan kebutuhan. Dorongan ialah keadaan ketidakseimbangan dalam diri individ, karena pengaruh dari dalam maupun dari luar dirinya. Sedangkan kebutuhan ialah dorongan yang telah ditentukan secara personal, sosial, dan kultur.</li></ul>Namun, peranan keluarga merupakan faktir yang sangat penting dalam proses sosialisasi. Kita ketahui bersama bahwa keluarga merupakan institusi yang paling terkecil dan paling penting. Kondisi-kondisi yang menyebabkan pentingnya peranan keluarga dalam proses sosialisasi anak, antara lain adalah:<br /><ul><li>Keluarga merupakan kelompok kecil yang angota-angotanya berinteraksi secara langsung dan tetap. Dengan demikian, perkembangan anak dapat diikuti secara berkala dan secara saksama.
  25. 25. Orang tua mempunyai motivasi yang kuat untuk mendidik anak karena merupakan buah cinta kasih hubungan suami-istri sehingga melahirkan emosional antara anak dengan kedua orang tuanya.
  26. 26. Hubungan sosial dalam keluarga bersifat relative dan tetap.</li></ul>Dalam keluarga, tujuan sosialisasinya, yaitu orang tua mengajarkan kepada anak-anak tentang penguasaan diri, nilai-nilai, dan peranan-peranan sosial<br /><ul><li>Implikasi
  27. 27. Setelah mempelajari dan mendiskusikan pembahasan makalah ini, kita dapat lihat bahwa perkembangan sosial suatu anak sebagai peserta didik sangat berpengaruh terhadap hasil proses belajar. Begitu juga dengan pendidik, apabila pendidik tak dapat menguasai lingkungan pembelajaran, maka ilmu yang akan ia bagikan tak akan tersalurkan dengan baik.
  28. 28. Sebagai pendidik, kita harus memahami kondisi dan karakter dari peserta didik. Setiap orang dilahirkan dengan berbagai ciri khas dan kemampuan (talenta) yang berbeda-beda. Tanpa berinteraksi atau mendekatkan diri kepada mereka, kita tak akan bisa menjadi seorang pendidik yang baik.
  29. 29. Kepustakaan
  30. 30. Ahmadi, Abu. 2004. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
  31. 31. Saputra, Iming. 2010. http://edukasi.kompasiana.com/2010/04/12/pengaruh-lingkungan-keluarga-terhadap-perkembangan-sosial-pada-seorang-anak/
  32. 32. (Diakses pada tanggal 12 Maret 2011)
  33. 33. Sunny. 2009. http://ilmu-psikologi.blogspot.com/2009/05/interaksi-sosial.html. (Diakses pada tanggal 12 Maret 2011)
  34. 34. http://www.naluma.info/perkembangan-hubungan-sosial-remaja
  35. 35. (Diakses pada tanggal 12 Maret 2011)
  36. 36. Notulen</li></ul>Pertanyaan-pertanyaan saat diskusi:<br />Kelompok 2<br />Soal:Jelaskan dua aspek pada perkembangan sosial manusia serta berikan contoh!<br />Jawaban:Dua aspek perkembangan sosial manusia, yaitu proses belajar sosial/proses sosialisasi, yang terdiri atas sifat ketergantungan dan sifat adaptabilitas dan inteligensi manusia. Aspek yang kedua adalah perkembangan kesetiaan sosial. Aspek ini berlangsung secara stimulant dan berpengaruh dengan proses sosialisasi.<br />Contoh pada aspek belajar sosial yang sifat ketergantungan, yaitu seorang bayi dilahirkan sangat bergantung pada orang tuanya baik secara biologis maupun sosial.<br />Kelompok 3<br />Soal:Kebanyakan anak yang disebut indigo lebih cenderung bargaul dengan orang yang lebih dewasa. Apakah interaksi sosial anak tersebut sudah baik/sesuai atau tidak?<br />Jawaban:Interaksi anak tersebut, menurut kami kurang baik. Apa yang akan ia dapat dari interaksi sosialnya tidak akan seimbang dengan kebutuhan interaksi pada usianya. Sehingga anak tersebut bisa tersisih dari teman-teman sebayanya.<br />Kelompok 4<br />Soal:Bagaimana cara kita bila menjadi guru dalam menghadapi dua siswa yang tidak bisa bekerja sama karena adanya pertengkaran yang terjadi antara mereka berdua?<br />Jawaban:Sebagai guru, kita harus memahami dahulu karakter kedua siswa tersebut. Dan cara untuk dapat memahami karakter dari keduanya, yaitu dengan mendekatkan diri dengan berinteraksi lalu mencari titik permasalahannya.<br />Kelompok 11<br />Soal:Jelaskan proses perkembangan anak dari sikap dependent kea rah independent!<br />Jawaban:Sikap perkembangan anak dari dependent ke independent, artinya dari sikap ketergantungan terhadap orang lain menuju ke sikap kemandirian. Ia mulai menemukan jati dirinya dalam hal interaksi sosial dan mampu menempatkan diri.<br />Soal Pembahasan<br /><ul><li>Diantara pengertian dibawah ini manakah jawaban yang benar mengenai Lingkungan Prenatal?
  37. 37. Lingkungan dalam kandungan ibu
  38. 38. Lingkungan dalam pergaulan
  39. 39. Lingkungan dalam masyarakat
  40. 40. Lingkungan dalam keluarga</li></ul>Jawaban: Lingkungan dalam kandungan ibu (a)<br /><ul><li>Proses penyesuaian diri yang merupakan reaksi terhadap tuntutan-tuntutan dapat digolongkan menjadi 2 bagian, yaitu ...
  41. 41. Keluarga dan Diri sendiri
  42. 42. Diri sendiri dan Orang lain
  43. 43. Internal dan eksternal
  44. 44. Masyarakat dan Keluarga
  45. 45. Jawaban: Internal dan eksternal (c)
  46. 46. Manakah jawaban yang benar dari “dorongan yang telah ditentukan secara personal, sosial, dan kultur”?
  47. 47. Motivasi
  48. 48. Inspirasi
  49. 49. Keinginan
  50. 50. Kebutuhan</li></ul>Jawaban: Kebutuhan (d)<br /><ul><li>Keseluruhan potensi-potensi yang diwariskan oleh ayah dan ibu yang terbentuk saat momen bertemunya sel jantan dan sel betina waktu pembuahan adalah pengertian dari ……
  51. 51. Sifat Fisik
  52. 52. Sifat Dasar
  53. 53. Sifat Internal
  54. 54. Sifat Eksternal</li></ul>Jawaban: Sifat Dasar (b)<br /><ul><li>Disebut hubungan apakah antar manusia yang saling membutuhkan?
  55. 55. Hubungan Sosialisasi
  56. 56. Hubungan Kekeluargaan
  57. 57. Hubungan Mayarakat
  58. 58. Hubungan Pergaulan</li></ul>Jawaban: Hubungan Sosialisasi (a)<br />

×