Dian andriani 2 d

232 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
232
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Dian andriani 2 d

  1. 1. PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK OLEH : PROF. DR NANA SYAODIH SUKMADINATADOSEN:AKHMAD SUDRAJAT,M.Pd.KURIKULUM PEMBELAJARAN
  2. 2. NAMA : DIAN ANDRIANIKELAS : 2D/PENDIDIKAN EKONOMINIM : 2011031030 FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS UNIKU
  3. 3. BAB IKONSEP KURIKULUM
  4. 4. Peta konsep GuruKurikulum Mata Pelajaran Siswa
  5. 5. KONSEP KURIKULUMMenurut pandangan lama,kurikulum merupakankumpulan mata pelajaran yang harus disampaikanguru atau dipelajari oleh siswa.Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulisbagi pengajaran,melainkan sesuatu yang fungsionalyang beroperasi didalam kelas,yang memberikanpedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatanyang berlangsung didalam kelas.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulummeliputi : konsep kurikulum,penentuankurikulum,pengembangan kurikulum,desainkurikulum,implementasi dan evaluasi kurikulum.
  6. 6. Refleksikurikulum dalam dunia pendidikan sangatpenting , karena kurikulum ini merupakansuatu rencana pendidikan yang menberikanpegangan dan pedoman tentang jenis,lingkup, dan urutan isi, serta prosespendidikan .
  7. 7. BAB IITEORI KURIKULUM
  8. 8. Teori Kurikulum• Konsep kurikulum Ada tiga konsep tentang kurikulum, kurikulum sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang studi.• Sumber pengembangan kurikulum bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. Dalam pengembangan selanjutnya, sumber ini menjadi luas meliputi semua unsur kebudayaan. Manusia adalah makhluk yang berbudaya, hidup dalam lingkungan budaya, dan turut menciptakan budaya.• Beberapa pengembangan kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu.
  9. 9. Refleksi• teori kurikulum ini merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/ peristiwa kurikulum atauyang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan.
  10. 10. BAB IIILANDASAN FILOSOFIS DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
  11. 11. Peta Konsep Peserta TujuanFilsafat Bimbingan Didik pendidikan
  12. 12. Landasan FilosofisFilsafat berupaya mengkaji berbagaipermasalahan yang dihadapi manusia, termasukmasalah pendidikan. Filsafat pendidikan padadasarnya adalah penerapan dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah –masalah pendidikan.Filsafat akan menentukan kearah mana perserta didik akan dibawa. Filsafatmerupakan perangkat nilai-nilai yang melandasidan membimbing ke arah pencapaian tujuanpendidikan.
  13. 13. RefleksiDalam perkembangan kurikulum terdapatbeberapa landasan, diantaranya landasanfilosofis Pada landasan filosofis,berintikan pada pembelajaran secarafilsafat. Disini biasanya penerapan daripemikiran-pemikiran filosofis untukmemecahkan masalah – masalahpendidikan.
  14. 14. BAB IV LANDASAN SOSIAL-BUDAYA,PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
  15. 15. Peta konsep Langsung Isi/materi Ilmupengetahuan Pendidikan Pengembangan Tidak Pemecahan langsung masalah Kemampuan Keterampilan
  16. 16. Perkembangan Ilmu dan Teknologidalam Pengembangan Kurikulum• Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan.• Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi /materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan .• Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan, kemapuan, dan keterampilan baru yang dikembangkan dalam pendidikan.
  17. 17. Refleksi• Lingkungan masyarakat mempunyai peranan penting dalam perkembangan kurikulum. Setiap lingkungan masyarakat masing- masing memiliki sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat,antara anggota dan lembaga, serta antar lembaga dan lembaga.• Pada penerapan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh bagi perkembangan kurikulum.
  18. 18. BAB VMACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM
  19. 19. A. Kurikulum Subjek Akademis Kurikulum subjek akademis bersumber pada pendidikan klasik yang berorientasi pada masa lalu. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu sesuai dengan disiplinnya para ahli, masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis, logis, dan solid. Kurikulum sujek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa.
  20. 20. B. Kurikulum Humanistik Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Kurikulum ini berdasarkan pada konsep aliran pendidikan pribadi. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa), dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. Ada beberapa aliran yangtermasuk ke dalam kurikulum humanistik yaitu pendidikan : Kofluen, Kriktikisme Radikal, dan Mestikisme modern.
  21. 21. C. Kurikulum Rekonstruksi sosial• Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian kepada problema- problema yang dihadapinya dalam masyarakat. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan internasional. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri, melainkan kegiatan bersama, interaksi, kerja sama.• Melalui interaksi dan kerjasama ini siswi berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik.
  22. 22. RefleksiDi dalam kurikulum terdapat beberapamacam konsep, kurikulum subjekakademis, kurikulum humanistik, dankurikulum rekonstruksi sosial.
  23. 23. BAB VIANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM
  24. 24. A. Komponen KurikulumKomponen kurikulum terdiri dari : Tujuan Bahan ajar Strategi mengajar Media mengajar Evaluasi pengajaran Penyempurnaan pengajaran
  25. 25. B. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi horizontal dan dimensi vertikal. Dimensi horizontal berkenaan dengan penyusunan dari ruang lingkup isi kurikulum.susunan lingkup ini sering di integrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran.
  26. 26. RefleksiDalam dimensi kurikulum menyangkutpola pengorganisasian unsur-unsur ataukomponen kurikulum. Terdapat dimensivertikal dan dimensi horizontal.
  27. 27. BAB VIIPENGEMBANGAN KURIKULUM
  28. 28. Prinsip-Prinsip PengembanganKurikulumAda beberapa prinsip dalam pengembangankurikulum, yaitu :1. Prinsip-Prinsip Umum Terdapat beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum : - Relevansi - Fleksibilitas - Kontiunitas(kesinambungan) - Praktis - Efektivitas
  29. 29. 2. Prinsip-Prinsip Khusus ada beberapa prinsip yang bertujuan dengan pengembangan kurikulum, yaitu : - Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan - Prinsip yang berkenaan dengan Pemilihan isi pendidikan - Prinsip yang berkenaan dengan Pemilihan proses belajar- mengajar - Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan media alat pengajaran - Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian
  30. 30. RefleksiDalam pengembangan kurikulum initerdapat beberapa prisip yang akan dilaksanakan dalam setiap langkahperkembangan kurikulum, yaitu adaprinsip umum dan khusus
  31. 31. BAB VIII EVALUASIKURIKULUM
  32. 32. Peranan Evaluasi KurikulumEvaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dansebagai institisi sosial.Peranan Evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulumkhususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengantiga hal, yaitu :a. Evaluasi sebagai moral judgement Konsep utama dalam evaluasi ini adalah masalah nilai, hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan berikutnya.b. Evaluasi dan penentu keputusanc. Evaluasi dan konsensus nilai
  33. 33. Evaluasi KurikulumEvaluasi kurikulum memegang perananpenting baik dalam penentuankebijaksanaan pendidikan,maupun padapengambilan keputusan dalam kurikulum.Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapatdigunakan oleh para pemegangkebijaksanaan pendidikandan parapengembangan kurikulum dalam memilihdan menetapkan kebijaksanaanpengembangan sistem pendidikan danpengembangan model kurikulum yangdigunakan.
  34. 34. Refleksi• evaluasi kurikulum memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan, maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum.
  35. 35. BAB IX GURU DANPENGEMBANGAN KURIKULUM
  36. 36. Guru Sebagai Pendidik Profesional• Pendidikan berintikan interaksi antara guru dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi, tetapi tidak dapat digantikan.
  37. 37. Guru Sebagai Pembimbing BelajarTelah jelas bahwa dalam kurikulum dapat dibedakanantara official atau written curriculum dengan actualcurriculum. Official atau written curriculummerupakan kurikulum resmi yang tertulis, yangmerupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalamkelas. Actual curriculum merupakan kurikulum nyatayang diaksanakan oleh guru-guru. Kurikulum nyatamerupakan implementasi dari official curriculum didalam kelas. Beberapa ahli menyatakan bahwabetapapun bagusnya suatu kurikulum (official), haslnyasangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh gurudi dalam kelas (actual). Dengan demikian, gurumemegang peranan penting baik penyusunan maupunpelaksanaan kurikulum.
  38. 38. Refleksi• Setelah mempelajari bab ini saya semakin tau kalau guru mempunyai peranan sangat penting bagi perkembangan kurikulum, guru sebagai pendidik profesional , maksudnya di sini guru tidak hanya sebagai pendidik biasa saja, tetapi guru juga harus mampu menguasai kurikulum yang akan diterapkan.
  39. 39. • Berikutnya adalah guru sebagai pendidik belajar, maksudnya guru merupakan pembimbing belajar bagi siswa nya, tanpa bimbingan yang jelas dari guru, siswa akan sulit untuk memahami pelajaran, dengan demikian guru sangat berperan penting dalam penyusunan maupun dalam pelaksanaan kurikulum.

×