Your SlideShare is downloading. ×
Tutor hematologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Tutor hematologi

5,594
views

Published on

Published in: Technology, Business

0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,594
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. TUTOR HEMATOLOGI PEMERIKSAAN COMPLETE BLOOD COUNT DENGAN ALAT OTOMATIS Oleh : Alberthina S Pembimbing : Dr.Juli Soemarsono SpPk
  • 2. Pendahuluan(1)
    • Sebelum dekade 1950-an pemeriksaan hematologi dilaksanakan secara manual dengan menggunakan peralatan seperti :
    • - sentrifus dipakai untuk mengukur hematokrit.
    • - spektrofotometer untuk mengukur hemoglobin.
    • - kamar hitung untuk menghitung eritrosit,lekosit,
    • dan trombosit.
    • - hapusan darah tepi untuk hitung jenis.
  • 3. Pendahuluan(2)
    • Dengan ditemukannya alat yang mampu menghitung eritrosit dan lekosit secara bersamaan pada pertengahan dekade 1960-an oleh Coulter Electronics maka pemeriksaan hematologi secara manual sudah mulai ditinggalkan.
    • Alat hitung ototmatis mempunyai akurasi,presisi yang lebih baik serta lebih cepat dibanding dengan cara manual.
  • 4. Ada 2 macam metode pemeriksaan hematologi dengan alat hitung otomatis,yaitu :
    • 1. Electrical
      • - electrical impedance
      • - electrical capasitance
    • 2. Optical
    • - flow cytometry method
    • - ensamble method
    • - automatic microscopy
  • 5. Pada tutor ini akan dibahas alat Sysmex XE-2100 sebagai alat otomatis untuk pemeriksaan CBC
    • Alat ini menggunakan metode gabungan (metode electrical impedance dan metode flow cytometry)
  • 6. Sysmex XE-2100 menggunakan tehnologi :
    • RBC/PLT : hydro-dinamic focusing
    • WBC/Baso : fluorescence flowcytometry
    • Diff : fluorescence flowcytometry
    • Ret/PLT-O : fluorescence flowcytometry
    • NRBC : fluorescence flowcytometry
    • IMI : DC/RF
  • 7. PeralatanSysmex XE-2100 terdiri dari 4 unit utama dan 3 printer
    • 3 printer :
    • Printer color graphic :
    • Utk mencetak salinan data hasil analisis atau layar. histogram,scattergram dan lain2.
    • Printer data :
    • Utk mencetak data analisis dalam format tabel.
    • Printer page :
    • utk mencetak daftar informasi atau hasil analisis.
    • 4 unit utama :
    • Main unit :
    • utk analisis dan kontrol sampel.
    • - Sampel main unit :
    • utk memasukkan sampel ke main unit secara otomatis.
    • IPU :
    • utk mengolah data yg berasal dari main unit.
    • Pneumatik unit :
    • menyediakan tekanan dan vakum yg digunakan oleh main unit.
  • 8. Gambar dari alat ini :
  • 9. Sysmex XE-2100 menganalisis 32 parameter dan 4 parameter riset :
  • 10. Reagen :
    • Diluent terdiri dari :
    • - Cell pack
    • - Cell sheath
    • - RET SEARCH (II) diluent
    • Lysing terdiri dari :
    • - Sulfolyser
    • - Stromatolyser-FB
    • - Stromatolyser- 4DL danStromatolyser- 4DS
    • - Stromatolyser- NR lyse dan Stromatolyser- NR dye
    • - Stromatolyser- IM
    • - RET SEARCH (II) dye solution
    • Detergent terdiri dari :
    • - Cell clean
  • 11. Channel sysmex XE-2100 terdiri dari :
    • Diff Channel  untuk penentuan dari jumlah 4diff.
    • WBC/BASO Channel  untuk penentuan dari jumlah
    • WBC dan Basofil.
    • NRBC Channel  untuk penentuan dari jumlah dari
    • NRBC.
    • IMI Channel  untuk mendeteksi WBCs yang immature
    • dan HPC.
    • RET Channel  untuk menghitung jumlah retikulosit atau
    • penentuan jumlah platelet dgn metode
    • optical flourescent(PLT-O).
  • 12. Perhitungan RBC/Platelet/HCT
    • Prinsip analisis : Hydro-dinamic focusing
    • Deteksi RBC/Platelet terjadi selama menganalisis RBC/platelet pada saat sampel dianalisis dgn menggunakan detector counts
    • Secara bersamaan hematokrit(HCT) diukur melalui metode RBC pulse hieght detection  HCT dihitung dari volume RBC pada sampel yg diperiksa, satuannya (%).
    • hasil RBC ditulis sbg nx10 6 /  l dan PLT ditulis sbg nx10 3 /  l.
  • 13.  
  • 14. Perhitungan dari HGB
    • Prinsip analisis :metode SLS-HGB detection(sodium lauryl sulfate).
    • Jumlah dari HGB diukur pada sampel darah yang diperiksa.
    • Surfactan melisis membran RBC shg keluar HGB,globin dari HGB diubah oleh hidrofilik alkil grup dari SLS  menginduksi perubahan Fe 2+  Fe 3 + untuk membentuk methemoglobin.
    • Methemoglobin + SLS-HGB  SLS-HGB hemichrome.
    • Konsentrasi dari SLS-HGB diukur sebagai light absorbance.
    • Satuannya g/dL.
  • 15.  
  • 16. Konstanta RBC( Indeks eritrosit) terdiri dari MCV,MCH dan MCHC yang dapat dihitung dari jumlah RBC,HGB dan HCT
    • MCV(Mean corpuscular volume) dihitung dari RBC dan HCT dalam satuan femtoliter(fl):
    • MCV : HCT(%)x10
    • RBC(x10 6 /  l)
    • MCH(mean corpuscular haemoglobin) dihitung dari RBC dan HGB dalam satuan pikogram(pg):
    • MCH : HGB(g/dL)x10
    • RBC(x10 6 /  l)
    • MCHC(Mean corpuscular haemoglobin concentration) dihitung dari HCT dan HGB dalam satuan g/dL
    • MCHC : HBG(g/dl)x100
    • HCT(%)
  • 17. Perhitungan dari WBCs(4diff) dan WBC/Baso
    • Prinsip analisis : untuk WBCs 4diff(mono,limp.eo dan neu) WBC/Baso dgn metode flow cytometry menggunakan laser semikonduktor.
    • Presentase dari WBCs(4diff) dan Baso dalam satuan (%), sedangkan jumlah sel hitung ditulis dalam nx10 3 /  L.
    • WBC Total diukur dari seluruh jumlah WBCs 4diff + Baso
    • satuannya 10 3 /  L.
  • 18.  
  • 19.  
  • 20.  
  • 21.  
  • 22. Perhitungan dari Retikulosit
    • Prinsip analisis dari retikulosit : dengan metode flow cytometry menggunakan laser semikonduktor.
    • Ret digunakan untuk mengklasifikasikan dan menganalisa grup dari retikulosit dan platelet didalam sampel darah.
    • Satuannya : 10 6 /  L.
  • 23.  
  • 24.  
  • 25.  
  • 26.  
  • 27.  
  • 28. Perhitungan dari IMI(immature information)
    • Prinsip analisis dariIMI : dengan metode RF/DC detection.
    • IMI mengindikasikan adanya informasi pada sel2 yang immature (granulosit) dan HPC.
  • 29.  
  • 30. IMI SCATTERGRAM
  • 31. Prinsip analisis dari NRBC
    • Prinsip analisis dari NRBC : dengan metode flow cytometry menggunakan laser semikonduktor.
    • NRBC digunakan untuk mengklasifikasi dan menganalisis kelompok dari nucleated RBC didalam sampel darah.
    • Satuannya : (10 3 /  L) atau (/100WBC).
  • 32.  
  • 33.  
  • 34.  
  • 35. Distribusi ukuran partikel RBC/PLT
    • RBC adalah jumlah partikel yang ditemukan diantara 2 diskriminator yaitu : LD (lower discriminator) dan UD (upper discriminator),yang berurutan ditetapkan secara otomatis antara 25-75fL dan 200-250fL .
    • RBC distribution width (RDW) ditentukan dengan 2 metode ,yaitu: - RDW-SD
    • - RDW-CV
  • 36.
    • RDW-SD  Dengan tinggi puncak diasumsikan 100%, luas distribusi di tingkat frekuensi 20% adalah RDW-SD. Satuan dinyatakan dalam fL
    • Gambar distribusi ukuran partikel RDW-SD
  • 37.  
  • 38. Distribusi Ukuran Partikel PLT
    • Distribusi ukuran partikel platelet dianalisis dengan menggunakan tiga diskriminator :
    • - lower discriminator (LD) dan upper discriminator (UD), yang secara otomatis ditetapkan antara
    • 2-6 fL dan 12-30 fL.
    • - fixed discriminator (diskriminator tetap) yang ditetapkan 12 fL.
  • 39.
    • 1. PDW (PLT Distribution Width)
    • Dengan tinggi puncak diasumsikan 100%, luas distribusi pada tingkat frekuensi 20% adalah PDW, s atuan dinyatakan dalam fL.
    • 2. P-LCR (Platelet Large Cell Ratio)
    • P-LCR adalah rasio pletelet besar dari diskriminator 12 fL atau lebih besar. P-LCR dihitung sebagai rasio yang membandingkan jumlah partikel antara diskriminator tetap dan UD, dengan jumlah partikel antara LD dan UD.
  • 40.
    • Gambar : Distribusi Ukuran Partikel P-LCR
    • 3. MPV (Mean Platelet Volume)
    • - dihitung dari persamaan berikut ini:
    • MPV (fL) = PCT (%) X 10000
    • PLT (x10 3 /  L)
    • - PCT : disebut dengan hematokrit platelet atau rasio volume
    • platelet, dan diberatkan kearah frekuensi PLT.
  • 41.  
  • 42. sekian
  • 43. Pernyataan distribusi ukuran partikel
    • Luas suatu distribusi ukuran partikel membutuhkan perhatian khusus, karena distribusi tersebut dapat terlihat sama sekali berbeda tergantung pada pernyataan yang digunakan untuk distribusi tersebut.
    • Sysmex XE-2100 menggunakan pernyataan distribusi ukuran partikel konvensional (pernyataan normal) dan suatu metode pernyataan distribusi ukuran partikel yang memungkinkan pengguna untuk memperoleh banyak informasi dari distribusi ukuran partikel secara intuitif (pernyataan kisaran ukuran sel normal).
  • 44. 1. Pernyataan Normal
      • Dengan puncak distribusi ukuran partikel ditetapkan
      • “ berskala penuh” (tinggi maksimum ketika distribusi
      • ukuran partikel ditampilkan), metode pernyataan ini
      • menormalisasikan dan menyatakan distribusi .
    • * ciri-ciri : pola distribusi ukuran partikel yang jumlahnya
    • berbeda dapat dilihat pada skala yang sama.
    • * tampilan yang didukung : distribusi ukuran partikel RBC
    • dan PLT.
  • 45.
    • Gambar : Pernyataan Distribusi Ukuran Partikel
  • 46.
    • Dengan puncak kisaran ukuran sel yang ditemukan dalam eksperimen ditetapkan berskala penuh daripada puncakdari distribusi ukuran partikel (tinggi maksimum ketika distribusi ukuran partikel ditampilkan), metode pernyataan ini menormalisasikan dan menyatakan distribusi.Pada
    • Kisaran ukuran sel normal dapat diperoleh dengan menumpangkan(superposing) distribusi ukuran partikel dari sejumlah besar orang-orang biasa dan kemudian memakai daerah dari persentil ke-10 hingga persentil ke-90.
    2.Pernyataan Kisaran Ukuran Sel Normal
  • 47.
    • * ciri-ciri : pemeriksa secara intuitif melihat ukuran jumlah partikel dari distribusi ukuran partikel.
    • * tampilan yang didukung : distribusi ukuran partikel RBC dan PLT jika setting ditetapkan sebelumnya pada kisaran normal.
  • 48.
    • Gambar : Pernyataan Kisaran Ukuran Sel
    • Normal
  • 49. Sample Interference :
    • WBC : cold agglutinins, platelet aggregation, NRBC, cryoglobulin, severe liver disease, neonatus.
    • RBC : cold agglutinins, severe microcytosis, fragmenented RBCs, large number of giant platelets, in vitro hemolysis.
    • HGB : lipemia, abnormal proteins in blood plasma, severe leukocytosis(  100,000/  L).
    • HCT : cold agglutinins, leukocytosis, abnormal red cell fragility, sperocytosis.
    • PLT : pseudothrombocytopenia, platelet aggregation, increase microcytosis, megalocytic platelets.
    • RET# : cold agglutinins, giant or clumped platelets, malaria.
    • RET% : giant or clumped platelets, malaria.
  • 50.