Your SlideShare is downloading. ×
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Tutor hema sutul
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Tutor hema sutul

571

Published on

Published in: Health & Medicine, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
571
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. TUTOR HEMATOLOGI
    ASPIRASI SUMSUM TULANG DAN INTERPRETASINYA
    Oleh : dr. EstiRohani
    Pembimbing : dr. SolichulHadi, SpPK
    1
  • 2. Sumsumtulang
    • Tempathemopoiesis (sumsummerahtulang)
    • 3. Sumsummerahditemukanterutamapada :
    - tulangpipih : tulangpinggul, tulang dada,
    tengkorak, tulangrusuktulangpunggung,
    tulangbelikat.
    - tulangpanjang : ujungtulanghumerusdan
    femur
    2
    Pendahuluan
  • 4. Digunakanuntukmenentukankomposisi, selularitasdanmaturasisel-selhemopoietikdisumsumtulang.
    Harusdilakukandenganteknikaseptik
    Sampel yang baikbisadiperolehdariaspirasidi sternum, kristailiaka posterior ataupun anterior
    Aspirasisumsumtulang
    3
  • 5. 1.Diagnosis : penyakit yang belumdiketahui
    penyebabnya
    * anemia, leukopenia, trombositopenia,
    pansitopenia
    * limfadenopati, spenomegali
    * demam yang tidakdiketahuisebabnya
    * penurunanberatbadanterusmenerus
    * reaksileukomoid
    * lesiosteolitik
    Diagnosis penyakit-penyakit yang dicurigai leukemia
    akut anemia megaloblastik, hipersplenisme
    Indikasipemeriksaanaspirasisumsumtulang
    4
  • 6. 2. Mengetahuipenyebaranpenyakit
    * penyakitinfeksi : TBC, infeksijamur
    sarkoidosis, mononukleusinfeksiosa
    * keganasan : sarkoma, limfoma,
    neuroblastoma
    3. Monitoring hasilpengobatan : anemia
    aplastik, leukemia akut, anemia
    megaloblastik
    4. Persiapanpengobatandengansitostatika/
    radiasi.
    5
    Indikasi……
  • 7. A. Persiapanpenderita
    - penjelasantentangprosedurpelaksaan
    daninformed consent
    - obatpenenangkalauperlu
    B. Persiapanalatdanbahan
    - obat-obatan : betadin, alkohol 70%,
    lidokain
    - sarungtangansteril, duksteril
    - spuitdisposible
    - kapas, kasa, plester,bengkok
    - skalpel, jarumaspirasisumsumtulang
    - kacaobyek
    - EDTA
    Persiapanaspirasi
    6
  • 8. 1. Penentuanlokasi
    a. sternum: setinggi ICS II-III
    lokasidekatpermukaan
    tulangtipis, terdapatberbagai
    jenissel
    sedikitlemakdantrabekula
    resikomenembuspembuluh
    darahbesar
    Pelaksanaanaspirasi
    7
  • 9. b. SpinaIliaka Posterior Superior
    - ronggasumsumtulangluas
    - tulangrelatiftipis
    - strukturanatomi vital (-)
    - pasientidakmelihatprosesaspirasi
    - dapatlangsungbiopsibilaterjadidry tap
    8
  • 10. c.SpinaIliaka Anterior Superior (SIAS)
    Tulanglebihkeras
    Cocokuntukpasienobeis
    d. Tibia
    • lokasipilihanuntukbayidananak-anak
    kurang < 2 tahun
    • dibagianproksimal, 1cm dibawah
    tuberositas tibia kearah medial, untuk
    menghindari trauma epifisis
    9
  • 11.
    • Posisi miring atautengkurap, tentukanlokasi SIPS denganpalpasi
    • 12. Lakukansterilisasikulit, pasangduk
    • 13. Infiltrasianestesipadakulit, jaringansubkutan, periosteum
    • 14. Insisikulitsesuai diameter jarumaspirasi
    • 15. Masukkantrokardenganstiletmelaluiinsisihinggamencapaiperiosteum,sambildiputarmasukkanmenembuskortektulang.
    Langkah-langkah (SIPS)
    10
  • 16.
    • Lepaskanstilet, pasangsemprit hisapsumsumtulang 0,2 - 0,5 ml  teteskandigelasobyekuntukdibuathapusan.
    • 17. Stiletdimasukkanlagi, trokarditarikperlahan-lahan
    • 18. Luka ditutupkasasteril+betadin  tekanbeberapasaat  diplester.
    11
  • 19. Aspirasisumsumtulangdispinailiaka posterior superior (SIPS)
    12
  • 20.
    • Teteskan 1 tetesaspiratsumsumtulangdigelasobyekdenganposisi miring 15⁰. Darahakanmengalir fragmensumsumtulang yang tertinggaldibuathapusantipisdantebal.
    • 21. Kering  fiksasidengan methanol  20`  dicatdenganRomanowsky (May-Grunwald-Giemsa, Wright,atauGiemsa)
    Pembuatanpreparat
    13
  • 22. Pewarnaanpreparat
    • Pewarnaandengan Wright
    - preparatkeringfiksasidenganlarutan
    Wright selama 2`- 5`
    - tambahlarutanbufer (1- 1,5 kali volume
    cat) biarkan 20` - 30`
    - cucidengan air/aquades keringkandi
    udara
    14
  • 23. Untukmemeriksacadanganbesi
    Prinsipreaksi : besi yang terionisasiakanbereaksidenganasamferrocyanideakanmenghasilkanwarnabiru - birukehijauan.
    4FeCl₃ + 3K₄Fe(CN)₆ Fe₄[Fe(CN)₆]₃ + 12KCl
    Reagen yang dipakai :
    1.Larutan A : potassium ferrocyanide 2 g
    air suling 100ml
    2. Larutan B : hydrochloric acid con. 2 g
    air suling 100 ml
    Campurlarutan A + larutan B (1:1) sebelumdigunakan
    15
    Pewarnaan Perl’s
  • 24. 16
    ReagenuntukPewarnaan Perl’s
    2 g potasiumferocyanide
    2 g asam hydrochloric
    100 ml air suling
    100 ml air suling
    Larutanreagen
    Larutan B
    Larutan A
  • 25. Metodepewarnaan Perl’s :
    Keringkanapusandanfiksasidengan methanol selama 10 - 20`
    Rendamdalamlarutanreagenselama 10` padasuhu 20⁰
    Bilas slide dalam air mengalirselama 20`
    Bilasdengan air suling
    Cat lagidengan eosin selama 10 - 15 detik
    Besiakantampaksebagaigranulberwarnabiru
    padamakrofag
    17
  • 26. 18
    Besitampaksebagaigranulberwarnabiru
  • 27. 19
  • 28. Pemeriksaanhapusansumsumtulang
    Dilakukandenganpembesarankecildulu (obyektif 10X), tujuannya :
    • Mengujihapusan
    • 29. Memilihbagian yang akandiperiksa
    • 30. Mendapatkankesankepadatanseldanjumlahmegakariosit
    • 31. Mendeteksikeberadaansel-sel abnormal
    20
  • 32.
    • Menentukanselularitas (kepadatansel)
    - normoseluler
    - hiposeluler
    - hiperseluler
    • Mengenalimegakariosit, morfologidanurutanmaturasinya
    • 33. Melihatgumpalansel abnormal  adainfiltrasi tumor metastase
    • 34. Mengenalimakrofag. Padapembesaranlebihbesar (obyektif 40X, 100X denganminyakemersi) memeriksaadanyahemofagositosis, pigmen malaria, infeksijamurataubakteri.
    UrutanpemeriksaansumsumtulangpadapengecatanRomanowsky (pembesaran 100X)
    21
  • 35.
    • Mengenalitahap-tahappematangansel myeloid daneritroid
    • 36. Menentukanrasio myeloid : eritroid
    • 37. Melakukanhitungjenissel
    • 38. Melihatdaerahnekrosisdisumsumtulang
    • 39. Memperkirakankandunganbesidimakrofagdangranul-granulbesidiseleritroidpadapewarnaan Perl’s
    22
  • 40. Table 1.5. Differential Counts of Bone Marrow Aspirates from 12 Healthy Men
  • 41. Pelaporanhasil
    • Laporanmengenaipungsi : tempatnya, tebaldankerasnyatulang, apakahsumsummudahdihisap
    • 42. Kepadatansel, jumlahlemakdanbanyaknyamegakariosit
    • 43. Tiapjenissel yang dipelajari : disebutkandistribusi stadia pematangan, kelainanmorfologi, danperbandingandenganselsel yang lain, terutama M:E ratio
    24
  • 44.
    • Untukpemeriksaanhemosiderin, hasilnyadisebutkandalambentuksemikuantitatif (0 ataunegatif – positif 6).
    • 45. Buatikhtisarsemuakelainandandiberitafsiranhasildenganmempertimbangkan data-data klinikdanpendapat-pendapatdaripemeriksaandarahtepi
    25
  • 46. 26
  • 47. Terimakasih
    Terimakasih
    27
  • 48. Dry tap terjadiapabila:
    • Aktivitashematopoietiksedemikianjarangnyasehinggahampirtidakadaselsumsum yang dapatdiperoleh (hiposelularitasberatatauaplasiasumsumtulang)
    • 49. Sutulmengandungsel-selimatur yang sangatrapat, lengketdantidakdapatdiaspirasi (sebagiankasus leukemia akut)
    • 50. Terdapat fibrosis sutulataukankermetastatik
    Dry tap : tidakdiperolehbahanaspiratwalaupuntekniksudahbenar
    28
  • 51. Perbandinganaspirasidanbiopsi
    29
  • 52. Sitogenetik, biakanmikrobiologi, analisisbiokimia, petandaimunologikdansitokimia, analisisimunoglobulinatau gen reseptor T, analisis DNA atau RNA untukmencarikelainan gen, biakansel progenitor.
    30
    Pemeriksaankhusus yang lain
  • 53.
    • Leishman’s stain
    -masukkan 0,2 gserbuk dye kedalamconical flask yang berkapasitas 200-250 ml.
    • tambahkan 100ml methanol, campurpadasuhu50⁰ selama 15`, sekali2 dikocok.
    • 54. Biarkandingin, lalusaring
    • 55. Larutansiapuntukdigunakan
    • 56. Metode:
    • 57. Cat slide, lalukeringkan.
    • 58. Setelah 2`, tambahkan air + cat selama 5-7`
    • 59. Cuci dg air mengalirataubufersampaimunculwarna pink (2`)
    • 60. Biarkansampaikering
    31
  • 61.
    • Leishman’s stain
    • 62. May-GrunwaldGiemsa stain
    • 63. Jenner-Giemsa stain
    • 64. Giemsa stain
    • 65. Buffered distilled water pH 6.8
    Buffer:
    Buat 50 ml dari 66 mmol/l sorensen’sphosphat buffer, tambah air sampai 1 liter pada pH 6.8
    32
    Cat Romanowsky
  • 66. 1 g serbuk dye dimasukkanke conical flask kapasitas 200-250 ml.
    Tambahkan 100 ml methanol, campurpadasuhu 50⁰.
    Simpanpadasuhuiniselama 15` sambil kadang2 diaduk
    Larutansiapdipakai.
    33
    Giemsa stain
  • 67. Metode:
    • Keringkanapusandiudara
    • 68. Fiksasiselama 3`
    • 69. Cat dg lar.cat ygdiencerkanselama 15`
    • 70. Bilas dg bufer pH 6.8 selama 1`
    • 71. Bilas air  keringkandiudara.
    Larutan cat: sebelumdigunakan, encerkan 1 vol stock solution dg 14 vol.HEPES
    Larutaninistabil 8 jam
    Fiksatif: 1 stock sol. Azure B-eosin Y + 14 methanol
    34
    Romanowsky stain
  • 72. 35
    Jarumsalah, jarumklima & jarum Islam
  • 73. 36
    Change in differential counts of bone marrow with age
  • 74. 37
    Grading of iron storage in bone marrow aspirate material
  • 75. Lebihmudahdimulaidarieritrositmaturatauneutrofilmatur
    Kelainanmaturasi : giant pronormoblas, nuclear cytoplasmic asynchrony  infeksi parvovirus B19, mielodisplastiksindrom, ataumegaloblastik anemia
    Perubahanproporsiselmieloidprimitifterhadap yang maturmenunjukkanrespontreatmenpada leukemia atau recovery dariagranulositosis
    Adanyaselblasbermaknadalamdeferensiasi anemia refrakterdanmenentukan prognosis leukemia
    38
    Interpretasimaturasiselmieloiddaneritroid
  • 76. Menggunakankategoriselmieloid, eritroid, limfoid, sel plasma, dll
    Limfosit normal : 5 – 20%
    peningkatanmoderat : 20-30%  limfoma
    • Proporsisellimfoid  indikatorpentinguntuk prognosis CLL
    • 77. Plasma sel normal : < 2%
    padadiskrasiasel plasma  meningkat, terjadi clump
    39
    Deff.count
  • 78. Selterwarnaitidakteratur, bataskabur, sitoplasmamengkerut, intipiknotik
    Terjadipada sickle cell disease
    Kadangteerjadipadalimfoma, akulimfoblastikdankroniklimfositik leukemia, mieloproliferatif disease, ca metastatik, septikemia, TBC, anorexia nervosa
    40
    Sutulnekrosis
  • 79. 41
    hematopoiesis

×