Pendahuluan  Helicobacter pylori <ul><li>Ditemukan th 1982,    perubahan pengobatan    gangguan gastroduodenal </li></ul><...
Pendahuluan  Helicobacter pylori <ul><li>Bakteri gram -,Bentuk spiral / batang bengkok, panjang  3µm,  Ǿ 0.5 µm, flagela 4...
Pemeriksaan Invasif <ul><li>Merupakan pemeriksaan yg paling ideal </li></ul><ul><li>Kelemahan  </li></ul><ul><ul><li>Dapat...
Pemeriksaan Invasif Kultur / Biakan  <ul><li>Merupakan metode rujukan  </li></ul><ul><li>Memiliki sensitivitas 95 % spesif...
Pemeriksaan Invasif Kultur / Biakan  <ul><li>Penanganan Spesimen </li></ul><ul><ul><li>Persiapan Pasien (stop antibiotika ...
Jaringan biopsi dihancurkan  ( electric   tissue homogeniser   selama 15 menit pada 1000 rpm) media agar  inkubasi 37˚C (3...
Pemeriksaan Invasif Histologi <ul><li>Bahan dari jaringan biopsi </li></ul><ul><li>Lokasi pengambilan pada antrum dan korp...
Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan Urea <ul><li>Disenangi, OK: murah, mudah, cepat. </li></ul><ul><li>Prinsipnya </li></ul><u...
Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan Urea <ul><li>Terkenal adalah  CLO test.  </li></ul><ul><li>Terbaru  Strip base test,  rapi...
Masukkan 5 ml larutan Urea 8 % Masukkan 1 tetes phenol red 1% Masukkan Jaringan biopsi ±2 mg Rapid Urease Test (RUT)
Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan PCR <ul><li>Dikembangkan sejak 1980 </li></ul><ul><li>Mendeteksi DNA Polimerase, gen spesi...
Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan PCR <ul><li>Target utama : gen  Urea-A&Glm-M(Urea-C)  dan 16sRNA </li></ul><ul><li>Dapat m...
Pemeriksaan Non Invasif Pemeriksaan UBT <ul><li>Prinsip pemeriksaan </li></ul><ul><ul><li>Mengukur kemampuan urease H pylo...
Pemeriksaan Non Invasif Pemeriksaan UBT <ul><li>Langkah pemeriksaan </li></ul><ul><ul><li>Persiapan pasien </li></ul></ul>...
Pemeriksaan Non Invasif Pemeriksaan feses  <ul><li>Pemeriksaan Biakan / kultur feses </li></ul><ul><li>Pemeriksaan PCR fes...
Pemeriksaan Feses Pemeriksaan Kultur / Biakan <ul><li>Sebagai metode awal  </li></ul><ul><li>Pasien diberikan natrium fosf...
Pemeriksaan Feses Pemeriksaan antigen  <ul><li>Dipengaruhi oleh pemberian obat mukolitik, kondisi  BAB  pasien </li></ul><...
Pemeriksaan Feses Pemeriksaan antigen  <ul><li>Imunokromatografi </li></ul><ul><ul><li>Sandwich Solid Fase Immunochromatog...
Pemeriksaan Feses Pemeriksaan PCR  <ul><li>Hampir sama dengan pemeriksaan PCR jaringan biopsi </li></ul><ul><li>Menggunaka...
Pemilihan Pemeriksaan  <ul><li>Berbeda untuk setiap kasus </li></ul><ul><li>Dari segi pasien dipengaruhi oleh kondisi pasi...
Nama Obat Dosis  Nama Obat  Dosis Lanoprazole  2 X 30 mg Bismut 2 X 2 tablet Amoxicillin 2 X 1000 mg Tetracyclin 2 X 500 m...
Kombinasi obat  Lama pengobatan Bismut, Amoxicillin, metronidazole 7 hari Bismut, tetracyclin, timidazole 4 hari Omeprazol...
Gambar 1. pengecatan accredine orange
Pemeriksaan HpSA <ul><li>Sebanyak 1 ml feses dilarutkan dalam 2 ml pelarut dan dicampur dengan vortek pengaduk </li></ul><...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tpibaru4

947

Published on

Published in: Health & Medicine, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
947
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Tpibaru4"

  1. 1.
  2. 2. Pendahuluan Helicobacter pylori <ul><li>Ditemukan th 1982, perubahan pengobatan gangguan gastroduodenal </li></ul><ul><li>Menyebabkan radang & tukak lambung, duodenum, dan karsinoma lambung </li></ul><ul><li>Ditemukan pada >1/2 penduduk dunia </li></ul><ul><li>Insiden pada negara berkembang > negara maju </li></ul>
  3. 3. Pendahuluan Helicobacter pylori <ul><li>Bakteri gram -,Bentuk spiral / batang bengkok, panjang 3µm, Ǿ 0.5 µm, flagela 4 – 7 buah / bentuk kokoid. </li></ul><ul><li>Hidup pada suasana mikroaerofilik, viskositas tinggi, pH rendah, </li></ul><ul><li>Bergerak seperti screw dgn bantuan flagela </li></ul><ul><li>Menghasilkan urease untuk meningkatkan pH </li></ul><ul><li>Menghasilkan katalase untuk mencegah fagositas netrofil </li></ul>
  4. 4.
  5. 5.
  6. 6. Pemeriksaan Invasif <ul><li>Merupakan pemeriksaan yg paling ideal </li></ul><ul><li>Kelemahan </li></ul><ul><ul><li>Dapat menularkan HIV &HCV </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya lebih mahal </li></ul></ul><ul><ul><li>Waktu lebih lama </li></ul></ul><ul><ul><li>Perlu persiapan yg rumit </li></ul></ul><ul><ul><li>Lokasi pengambilan yang terlalu sedikit dibandingkan luas lambung. ( 1 mm² : 800Cm² ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Sering ditolak pasien. </li></ul></ul>
  7. 7. Pemeriksaan Invasif Kultur / Biakan <ul><li>Merupakan metode rujukan </li></ul><ul><li>Memiliki sensitivitas 95 % spesifisitas 100 % </li></ul><ul><li>Spesimen dari jaringan biopsi </li></ul><ul><li>Hasil tergantung pada </li></ul><ul><ul><li>Penanganan spesimen </li></ul></ul><ul><ul><li>Media biakan </li></ul></ul><ul><li>Hasil yg positif, tes Katalase, Urease, Oxidase, pengecatan Gram </li></ul>
  8. 8. Pemeriksaan Invasif Kultur / Biakan <ul><li>Penanganan Spesimen </li></ul><ul><ul><li>Persiapan Pasien (stop antibiotika & PPI 2mgg) </li></ul></ul><ul><ul><li>Lokasi pengambilan spesimen (antrum & Corpus) </li></ul></ul><ul><ul><li>Alat steril (cegah kontaminasi) </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyimpanan & pengiriman Sampel </li></ul></ul><ul><li>Media Biakan </li></ul><ul><ul><li>Agar Base ( BH agar, Colombia agar) </li></ul></ul><ul><ul><li>Suplemen pertumbuhan (darah,serum albumin) </li></ul></ul><ul><ul><li>Suplemen selektif (anti mikroba) </li></ul></ul>
  9. 9. Jaringan biopsi dihancurkan ( electric tissue homogeniser selama 15 menit pada 1000 rpm) media agar inkubasi 37˚C (3-4 hr) urease katalase lanjutkan slm 10 hr oksidase Gram’s ±5 mg Langkah Pemeriksaan Helicobacter pylori sub Kultur
  10. 10. Pemeriksaan Invasif Histologi <ul><li>Bahan dari jaringan biopsi </li></ul><ul><li>Lokasi pengambilan pada antrum dan korpus lambung </li></ul><ul><li>Pengiriman spesimen dengan Formaldehid (< 7 hari) </li></ul><ul><li>Pemeriksaan secara sitologi dengan Frossen Section </li></ul><ul><li>Pewarnaan dengan H-E , Giemsa , Warthin Starry </li></ul><ul><li>Sensitif dan spesifik </li></ul><ul><li>Dengan kultur sebagai dasar diagnosis pada negara maju </li></ul>
  11. 11.
  12. 12. Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan Urea <ul><li>Disenangi, OK: murah, mudah, cepat. </li></ul><ul><li>Prinsipnya </li></ul><ul><ul><li>Urea + Urease NH4 + CO2 </li></ul></ul><ul><ul><li>NH4 + Phenol Komplek ungu </li></ul></ul><ul><li>Spesimen Biopsi jaringan OK tidak terkontaminasi urease lain (Streptokokus dan stafilokokus) </li></ul><ul><li>Waktu Paling baik < 2 jam. Jika >5 jam +bufer pada media inkubasi 24 jam pada 37˚C </li></ul><ul><li>Gunakan media kaya urea ( > 10 %) spt Media Christencen </li></ul>
  13. 13. Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan Urea <ul><li>Terkenal adalah CLO test. </li></ul><ul><li>Terbaru Strip base test, rapid urease test. </li></ul><ul><li>Sensitifitas : CLO setelah 24 jam 90-95 % </li></ul><ul><ul><li> Strip base test 99 % setelah 2jam </li></ul></ul><ul><li>Sensitivitas & spesifisitas hasil dipengaruhi : </li></ul><ul><ul><li>Pasien mengkonsumsi obat PPI </li></ul></ul><ul><ul><li>Pasien yang aklorhidria </li></ul></ul><ul><ul><li>Kontaminasi bakteri penghasil urease </li></ul></ul><ul><ul><li>Jumlah bakteri < 100.000/ µg jaringan </li></ul></ul>
  14. 14. Masukkan 5 ml larutan Urea 8 % Masukkan 1 tetes phenol red 1% Masukkan Jaringan biopsi ±2 mg Rapid Urease Test (RUT)
  15. 15. Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan PCR <ul><li>Dikembangkan sejak 1980 </li></ul><ul><li>Mendeteksi DNA Polimerase, gen spesifik, mutasi bakteri </li></ul><ul><li>Pemilihan target DNA harus dapat membedakan dengan bakteri lain </li></ul>
  16. 16. Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan PCR <ul><li>Target utama : gen Urea-A&Glm-M(Urea-C) dan 16sRNA </li></ul><ul><li>Dapat mengetahui strain Hp yg menginfeksi (Coag-A, Vac-A, Ice-A, Bab-A) virulensi bakteri </li></ul><ul><li>Sensitivitas 91,5%, spesifisitas 96,4% </li></ul><ul><li>Terbaru : DNA-EIA dan LiPA </li></ul>
  17. 17.
  18. 18. Pemeriksaan Non Invasif Pemeriksaan UBT <ul><li>Prinsip pemeriksaan </li></ul><ul><ul><li>Mengukur kemampuan urease H pylori menguraikan urea menjadi CO2 </li></ul></ul><ul><ul><li>Menggunakan CO2 yg dilabel Radioisotop </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengukur 12C sebelum dan sesudah pemberian urea berlabel </li></ul></ul><ul><li>Persiapan pasien </li></ul><ul><ul><li>Pasien makan terakhir 2 jam sebelum pemeriksaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pasien diberikan mengkonsumsi lipid atau Urea dicampur dengan asam sitrat. </li></ul></ul>
  19. 19. Pemeriksaan Non Invasif Pemeriksaan UBT <ul><li>Langkah pemeriksaan </li></ul><ul><ul><li>Persiapan pasien </li></ul></ul><ul><ul><li>Pasien mengkonsumsi urea berlabel 75 gram </li></ul></ul><ul><ul><li>Ukur kadar C berlabel pada udara ekspirasi setiap 5 menit selama 30 menit </li></ul></ul><ul><ul><li>Bandingkan kadar C sebelum dan sesudah tes </li></ul></ul><ul><ul><li>Bandingkan dengan nilai batas </li></ul></ul><ul><li>Interpretasi </li></ul><ul><ul><li>Negatif: < 3/1000 SI, positif: ≥ 3/ 1000 SI </li></ul></ul><ul><li>Sensitivitas 95% </li></ul>
  20. 20.
  21. 21. Pemeriksaan Non Invasif Pemeriksaan feses <ul><li>Pemeriksaan Biakan / kultur feses </li></ul><ul><li>Pemeriksaan PCR feses </li></ul><ul><li>Pemeriksaan Antigen pada feses </li></ul><ul><ul><li>Pemeriksaan ELISA </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemeriksaan Imunokromatografi </li></ul></ul>
  22. 22. Pemeriksaan Feses Pemeriksaan Kultur / Biakan <ul><li>Sebagai metode awal </li></ul><ul><li>Pasien diberikan natrium fosfat untuk menimbulkan diare </li></ul><ul><li>Sama dengan pemeriksaan kultur jaringan biopsi </li></ul><ul><li>Feses ditanam pada media dgn beberapa antibiotika </li></ul><ul><li>Kultur diamati 5 – 7 hari </li></ul><ul><li>Sensitvitas 49 – 50 % </li></ul>
  23. 23. Pemeriksaan Feses Pemeriksaan antigen <ul><li>Dipengaruhi oleh pemberian obat mukolitik, kondisi BAB pasien </li></ul><ul><li>ELISA (pemeriksaan HpSA) </li></ul><ul><ul><li>Microwells dilapisi poliklonal anti Hp , akan berikatan dgn Ag- Hp </li></ul></ul><ul><ul><li>Ditambahkan peroxidase–conjugate policlonal antibodi </li></ul></ul><ul><ul><li>Sensitivitas : 88.8%, spesifisitas: 94,5% </li></ul></ul><ul><ul><li>Positif: jika >160 Helicobacter protein /ml feses </li></ul></ul><ul><ul><li>Negatif: jika<140 Helicobacter protein /ml feses </li></ul></ul>
  24. 24. Pemeriksaan Feses Pemeriksaan antigen <ul><li>Imunokromatografi </li></ul><ul><ul><li>Sandwich Solid Fase Immunochromatographic Assay </li></ul></ul><ul><ul><li>Menggunakan membran selulosa yang dilapisi koloid emas yang mengandung antibodi Hp </li></ul></ul><ul><ul><li>Dengan antigen feses akan membentuk antigen – antibodi – koloid emas komplek yang berwarna merah </li></ul></ul><ul><ul><li>Sensitivitas 94 % </li></ul></ul><ul><ul><li>Spesifisitas 96,7% </li></ul></ul><ul><ul><li>Dipakai untuk memantau hasil pengobatan </li></ul></ul>
  25. 25. Pemeriksaan Feses Pemeriksaan PCR <ul><li>Hampir sama dengan pemeriksaan PCR jaringan biopsi </li></ul><ul><li>Menggunakan skuens antigen spesifik Hp </li></ul><ul><li>Lebih sulit dikerjakan karena banyak kontaminasi bakteri lain </li></ul>
  26. 26. Pemilihan Pemeriksaan <ul><li>Berbeda untuk setiap kasus </li></ul><ul><li>Dari segi pasien dipengaruhi oleh kondisi pasien, beratnya penyakit, maupun pengobatan sebelumnya. </li></ul><ul><li>Dari segi metode pemeriksaan dipengaruhi oleh </li></ul><ul><ul><li>Sensitivitas dan spesifisitas </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya pemeriksaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Nilai ramal </li></ul></ul><ul><ul><li>Hasil pemeriksaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Tujuan pemeriksaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kecepatan hasil </li></ul></ul>
  27. 27. Nama Obat Dosis Nama Obat Dosis Lanoprazole 2 X 30 mg Bismut 2 X 2 tablet Amoxicillin 2 X 1000 mg Tetracyclin 2 X 500 mg Claritromicin 2 X 500 mg Omeprazole 2 X 20 mg Timidazole 2 X 500 mg
  28. 28. Kombinasi obat Lama pengobatan Bismut, Amoxicillin, metronidazole 7 hari Bismut, tetracyclin, timidazole 4 hari Omeprazole, claritromycin, metronidazole 7 hari Lanoprazole claritromycin, metronidazole 7 hari Omeprazole, Amoxicillin, metronidazole 14 hari
  29. 29.
  30. 30. Gambar 1. pengecatan accredine orange
  31. 31.
  32. 32.
  33. 33.
  34. 34. Pemeriksaan HpSA <ul><li>Sebanyak 1 ml feses dilarutkan dalam 2 ml pelarut dan dicampur dengan vortek pengaduk </li></ul><ul><li>Ambil sebanyak 50 µL larutan feses dan tambahkan 1 tetes antibodi Helicobacter pylori dan tambahkan 1 tetes peroxidase – conjugate policlonal antibodi </li></ul><ul><li>Inkubasikan pada suhu ruangan selama 1 jam </li></ul><ul><li>Cuci dengan larutan bufer provide dan perhatikan adanya perubahan warna. </li></ul><ul><li>Baca perubahan warna dengan spektofotometer pada panjang gelombang 450 nm atau 630 nm. </li></ul>

×