• Save
Tpibaru4
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,646
On Slideshare
1,637
From Embeds
9
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 9

http://pdspatklinsby.com 8
http://www.pdspatklinsby.com 1

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1.
  • 2. Pendahuluan Helicobacter pylori
    • Ditemukan th 1982, perubahan pengobatan gangguan gastroduodenal
    • Menyebabkan radang & tukak lambung, duodenum, dan karsinoma lambung
    • Ditemukan pada >1/2 penduduk dunia
    • Insiden pada negara berkembang > negara maju
  • 3. Pendahuluan Helicobacter pylori
    • Bakteri gram -,Bentuk spiral / batang bengkok, panjang 3µm, Ǿ 0.5 µm, flagela 4 – 7 buah / bentuk kokoid.
    • Hidup pada suasana mikroaerofilik, viskositas tinggi, pH rendah,
    • Bergerak seperti screw dgn bantuan flagela
    • Menghasilkan urease untuk meningkatkan pH
    • Menghasilkan katalase untuk mencegah fagositas netrofil
  • 4.
  • 5.
  • 6. Pemeriksaan Invasif
    • Merupakan pemeriksaan yg paling ideal
    • Kelemahan
      • Dapat menularkan HIV &HCV
      • Biaya lebih mahal
      • Waktu lebih lama
      • Perlu persiapan yg rumit
      • Lokasi pengambilan yang terlalu sedikit dibandingkan luas lambung. ( 1 mm² : 800Cm² )
      • Sering ditolak pasien.
  • 7. Pemeriksaan Invasif Kultur / Biakan
    • Merupakan metode rujukan
    • Memiliki sensitivitas 95 % spesifisitas 100 %
    • Spesimen dari jaringan biopsi
    • Hasil tergantung pada
      • Penanganan spesimen
      • Media biakan
    • Hasil yg positif, tes Katalase, Urease, Oxidase, pengecatan Gram
  • 8. Pemeriksaan Invasif Kultur / Biakan
    • Penanganan Spesimen
      • Persiapan Pasien (stop antibiotika & PPI 2mgg)
      • Lokasi pengambilan spesimen (antrum & Corpus)
      • Alat steril (cegah kontaminasi)
      • Penyimpanan & pengiriman Sampel
    • Media Biakan
      • Agar Base ( BH agar, Colombia agar)
      • Suplemen pertumbuhan (darah,serum albumin)
      • Suplemen selektif (anti mikroba)
  • 9. Jaringan biopsi dihancurkan ( electric tissue homogeniser selama 15 menit pada 1000 rpm) media agar inkubasi 37˚C (3-4 hr) urease katalase lanjutkan slm 10 hr oksidase Gram’s ±5 mg Langkah Pemeriksaan Helicobacter pylori sub Kultur
  • 10. Pemeriksaan Invasif Histologi
    • Bahan dari jaringan biopsi
    • Lokasi pengambilan pada antrum dan korpus lambung
    • Pengiriman spesimen dengan Formaldehid (< 7 hari)
    • Pemeriksaan secara sitologi dengan Frossen Section
    • Pewarnaan dengan H-E , Giemsa , Warthin Starry
    • Sensitif dan spesifik
    • Dengan kultur sebagai dasar diagnosis pada negara maju
  • 11.
  • 12. Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan Urea
    • Disenangi, OK: murah, mudah, cepat.
    • Prinsipnya
      • Urea + Urease NH4 + CO2
      • NH4 + Phenol Komplek ungu
    • Spesimen Biopsi jaringan OK tidak terkontaminasi urease lain (Streptokokus dan stafilokokus)
    • Waktu Paling baik < 2 jam. Jika >5 jam +bufer pada media inkubasi 24 jam pada 37˚C
    • Gunakan media kaya urea ( > 10 %) spt Media Christencen
  • 13. Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan Urea
    • Terkenal adalah CLO test.
    • Terbaru Strip base test, rapid urease test.
    • Sensitifitas : CLO setelah 24 jam 90-95 %
      • Strip base test 99 % setelah 2jam
    • Sensitivitas & spesifisitas hasil dipengaruhi :
      • Pasien mengkonsumsi obat PPI
      • Pasien yang aklorhidria
      • Kontaminasi bakteri penghasil urease
      • Jumlah bakteri < 100.000/ µg jaringan
  • 14. Masukkan 5 ml larutan Urea 8 % Masukkan 1 tetes phenol red 1% Masukkan Jaringan biopsi ±2 mg Rapid Urease Test (RUT)
  • 15. Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan PCR
    • Dikembangkan sejak 1980
    • Mendeteksi DNA Polimerase, gen spesifik, mutasi bakteri
    • Pemilihan target DNA harus dapat membedakan dengan bakteri lain
  • 16. Pemeriksaan Invasif Pemeriksaan PCR
    • Target utama : gen Urea-A&Glm-M(Urea-C) dan 16sRNA
    • Dapat mengetahui strain Hp yg menginfeksi (Coag-A, Vac-A, Ice-A, Bab-A) virulensi bakteri
    • Sensitivitas 91,5%, spesifisitas 96,4%
    • Terbaru : DNA-EIA dan LiPA
  • 17.
  • 18. Pemeriksaan Non Invasif Pemeriksaan UBT
    • Prinsip pemeriksaan
      • Mengukur kemampuan urease H pylori menguraikan urea menjadi CO2
      • Menggunakan CO2 yg dilabel Radioisotop
      • Mengukur 12C sebelum dan sesudah pemberian urea berlabel
    • Persiapan pasien
      • Pasien makan terakhir 2 jam sebelum pemeriksaan
      • Pasien diberikan mengkonsumsi lipid atau Urea dicampur dengan asam sitrat.
  • 19. Pemeriksaan Non Invasif Pemeriksaan UBT
    • Langkah pemeriksaan
      • Persiapan pasien
      • Pasien mengkonsumsi urea berlabel 75 gram
      • Ukur kadar C berlabel pada udara ekspirasi setiap 5 menit selama 30 menit
      • Bandingkan kadar C sebelum dan sesudah tes
      • Bandingkan dengan nilai batas
    • Interpretasi
      • Negatif: < 3/1000 SI, positif: ≥ 3/ 1000 SI
    • Sensitivitas 95%
  • 20.
  • 21. Pemeriksaan Non Invasif Pemeriksaan feses
    • Pemeriksaan Biakan / kultur feses
    • Pemeriksaan PCR feses
    • Pemeriksaan Antigen pada feses
      • Pemeriksaan ELISA
      • Pemeriksaan Imunokromatografi
  • 22. Pemeriksaan Feses Pemeriksaan Kultur / Biakan
    • Sebagai metode awal
    • Pasien diberikan natrium fosfat untuk menimbulkan diare
    • Sama dengan pemeriksaan kultur jaringan biopsi
    • Feses ditanam pada media dgn beberapa antibiotika
    • Kultur diamati 5 – 7 hari
    • Sensitvitas 49 – 50 %
  • 23. Pemeriksaan Feses Pemeriksaan antigen
    • Dipengaruhi oleh pemberian obat mukolitik, kondisi BAB pasien
    • ELISA (pemeriksaan HpSA)
      • Microwells dilapisi poliklonal anti Hp , akan berikatan dgn Ag- Hp
      • Ditambahkan peroxidase–conjugate policlonal antibodi
      • Sensitivitas : 88.8%, spesifisitas: 94,5%
      • Positif: jika >160 Helicobacter protein /ml feses
      • Negatif: jika<140 Helicobacter protein /ml feses
  • 24. Pemeriksaan Feses Pemeriksaan antigen
    • Imunokromatografi
      • Sandwich Solid Fase Immunochromatographic Assay
      • Menggunakan membran selulosa yang dilapisi koloid emas yang mengandung antibodi Hp
      • Dengan antigen feses akan membentuk antigen – antibodi – koloid emas komplek yang berwarna merah
      • Sensitivitas 94 %
      • Spesifisitas 96,7%
      • Dipakai untuk memantau hasil pengobatan
  • 25. Pemeriksaan Feses Pemeriksaan PCR
    • Hampir sama dengan pemeriksaan PCR jaringan biopsi
    • Menggunakan skuens antigen spesifik Hp
    • Lebih sulit dikerjakan karena banyak kontaminasi bakteri lain
  • 26. Pemilihan Pemeriksaan
    • Berbeda untuk setiap kasus
    • Dari segi pasien dipengaruhi oleh kondisi pasien, beratnya penyakit, maupun pengobatan sebelumnya.
    • Dari segi metode pemeriksaan dipengaruhi oleh
      • Sensitivitas dan spesifisitas
      • Biaya pemeriksaan
      • Nilai ramal
      • Hasil pemeriksaan
      • Tujuan pemeriksaan
      • Kecepatan hasil
  • 27. Nama Obat Dosis Nama Obat Dosis Lanoprazole 2 X 30 mg Bismut 2 X 2 tablet Amoxicillin 2 X 1000 mg Tetracyclin 2 X 500 mg Claritromicin 2 X 500 mg Omeprazole 2 X 20 mg Timidazole 2 X 500 mg
  • 28. Kombinasi obat Lama pengobatan Bismut, Amoxicillin, metronidazole 7 hari Bismut, tetracyclin, timidazole 4 hari Omeprazole, claritromycin, metronidazole 7 hari Lanoprazole claritromycin, metronidazole 7 hari Omeprazole, Amoxicillin, metronidazole 14 hari
  • 29.
  • 30. Gambar 1. pengecatan accredine orange
  • 31.
  • 32.
  • 33.
  • 34. Pemeriksaan HpSA
    • Sebanyak 1 ml feses dilarutkan dalam 2 ml pelarut dan dicampur dengan vortek pengaduk
    • Ambil sebanyak 50 µL larutan feses dan tambahkan 1 tetes antibodi Helicobacter pylori dan tambahkan 1 tetes peroxidase – conjugate policlonal antibodi
    • Inkubasikan pada suhu ruangan selama 1 jam
    • Cuci dengan larutan bufer provide dan perhatikan adanya perubahan warna.
    • Baca perubahan warna dengan spektofotometer pada panjang gelombang 450 nm atau 630 nm.