Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
  • Save
Tpibaru3
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply
Published

 

Published in Business , Technology
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
445
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TUTOR DIVISI PENYAKIT INFEKSI IDENTIFIKASI DAN TES KEPEKAAN ANTIBIOTIKA DENGANAUTOMATED MICROBIOLOGY SYSTEM PHOENIX TM 100 Yuni Setyowati/I.G.A.A. Putri Sri Rejeki Surabaya, 17 Maret 2011
  • 2. PENDAHULUAN• Identifikasi(ID) dan Tes Kepekaan Antibiotika (AST) dengan automated microbiology system bertujuan untuk mendapatkan hasil ID/AST dengan lengkap dan lebih cepat.• Sistem otomatisasi dalam bidang mikrobiologi muncul setelah ditemukannya identifikasi biokimia dengan metode mikro dan tes kepekaan antibiotika dengan Broth mikrodilusi. AST = Antimicrobial Susceptibility Test 2
  • 3. PHOENIX TM 100• Sistem otomatisasi dalam bidang mikrobiologi untuk melakukan identifikasi (ID) bakteri dan tes kepekaan antibiotika (AST) secara kuantitatif dengan Minimal Inhibitory Concentration (MIC). 3
  • 4. SPESIMEN• Spesimen bisa berasal dari darah, pus, urine, faeces dan cairan tubuh lainnya.• Spesimen dikultur terlebih dahulu dengan media yang sesuai untuk mendapatkan koloni• Prinsip : isolat yang akan di tes berasal dari koloni murni• Isolat harus berumur antara 18 – 24 jam 4
  • 5. Perlakuan Spesimen Pus Darah Urine Faeces Wadah Media BACTEC/ Steril Media Transport BACT ALERT Transport Positif Kultur : Kultur : Kultur : Kultur : Blood Agar Blood Agar Blood Agar SS agarMacKonkey Agar MacKonkey Agar MacKonkey Agar TCBS Agar MacKonkey Agar Koloni 5 Pengecatan Gram
  • 6. Instrumen Phoenix• Kapasitas 100 panel• Panel bisa dimasukkan setiap saat• Random entry• Fungsi : - Inkubasi panel pada suhu 35oC - Melakukan pembacaan dan perhitungan setiap 20 menit sampai 16 jam (kinetik). 6
  • 7. PANEL ID/AST PHOENIX• Ada 3 panel ID/AST Phoenix :1. Panel Gram Positif2. Panel Gram Negatif ID3. Panel Streptokokus (Strep Panel) AST Panel Gram Positif 7
  • 8. Panel Phoenix • Panel ID Phoenix terdiri darI 51 sumuran : 45-46 substrat kering dan 2 kontrol fluoresen • Panel AST Phoenix menggunakan 14-21 jenis antibiotika yang mengisi 84 sumuran (Satu jenis antibiotika minimal 3 sumuran untuk mengetahui MIC nya). Satu sumuran berisi kontrol pertumbuhan. • Panel tidak bisa dibaca secara manual 8
  • 9. IDENTIFIKASI (ID) PHOENIXMerupakan modifikasi dari metode klasik yaitu fermentasi, oksidasi, degradasi serta hidrolisis berbagai substrat.Menggunakan substrat kromogenik dan florogenik maupun substrat sumber karbon tunggal.Bisa mengidentifikasi : 200 spesies bakteri Gram Negatif, 150 spesies bakteri Gram Positif, 40 spesies Streptokokus 9
  • 10. TES KEPEKAAN ANTIBIOTIKA (AST ) PHOENIX• AST ditentukan dari MIC menggunakan metode 2,0 two fold dilution 4,0• MIC (Konsentrasi MIC 8,0 Inhibisi Minimum) : 16,0 Konsentrasi antibiotika 32,0 terendah yang menghambat pertumbuhan bakteri 10
  • 11. TES KEPEKAAN ANTIBIOTIKA (AST ) PHOENIX• Adanya pertumbuhan bakteri ditentukan dari : – Turbiditas: pembelahan sel dan peningkatan jumlah sel – Indikator Redox: Pengurangan indikator warna pada AST mengindikasikan adanya metabolisme bakteri 11
  • 12. PROSEDUR PHOENIX1. Pembuatan inokulum ID2. Pembuatan inokulum AST3. Menyiapkan Panel4. Inokulasi Panel5. Memasukkan Panel ke instrumen 12
  • 13. Daftar komponen/alat yang dibutuhkan:1. Instrumen Phoenix2. Panel Phoenix3. Phoenix ID Broth4. Phoenix AST Broth5. Larutan indikator AST Phoenix6. Tempat inokulasi Phoenix7. BD Phoenix Spec Nephelometer8. 25µL pipet dan tip steril9. Alat yang lain 13
  • 14. I. PEMBUATAN INOKULUM ID• Konfirmasi hasil pewarnaan Gram untuk memilih panel yang sesuai.• Beri label pada tabung Phoenix TM ID Broth. Ambil koloni murni dengan ujung lidi kapas steril dan suspensikan pada ID Broth. 14
  • 15. Lanjutan PEMBUATAN INOKULUM ID• Tutup tabung dan vortex selama 5 detik.• Sesuaikan densitas inokulum 0,5 McFarland dengan menggunakan BD Vortex 5” PhoenixSpec Nephelometer (Panel Gram Positif dan Gram Negatif boleh menggunakan 0,25 McFarland) 0,5-0,6 McFarland 15
  • 16. II. PEMBUATAN INOKULUM AST• Beri label pada tabung Phoenix AST Broth.• Tambahkan satu tetes Indikator AST. Tutup tabung dan bolak-balik beberapa kali.• Pipet 25 µL dari tabung ID Broth ke tabung AST Broth. Tutup tabung dan bolak-balik beberapa kali. 16
  • 17. III. MENYIAPKAN PANEL• Buka panel dari bungkusnya, kemudian lepaskan desiccant (pengawet).• Tulis data pasien pada bagian bawah panel.• Letakkan panel pada tempat inokulasi dengan lubang diatas dan bantalan di bawah. 17
  • 18. IV. INOKULASI PANEL• Masukkan inokulum ID ke Panel bagian ID. Biarkan cairan melintasi jalurnya sebelum menggerakkan panel.• Masukkan inokulum AST ke Panel bagian AST. Biarkan cairan melintasi jalurnya sebelum menggerakkan panel. 18
  • 19. IV. MEMASUKKAN PANEL KE INSTRUMEN• Panel disimpan di tempat inokulasi hingga kelebihan cairan benar- benar terserap. Panel harus dalam posisi vertikal sampai dimasukkan ke instrumen.• Panel dimasukkan dalam instrumen Phoenix 19
  • 20. Pembacaan dalam Instrumen• ID : menggunakan sumber cahaya merah, hijau, biru, dan UV AST : diukur turbiditas dan perubahan warna menggunakan sumber cahaya merah, hijau, dan biru Sinar UV (367 nm), sinar tampak (426 -623 nm)• Waktu pembacaan instrumen untuk identifikasi yaitu 2-12 jam• Waktu pembacaan instrumen untuk AST maksimal 16 jam 20
  • 21. HASIL IDENTIFIKASI PHOENIX• Hasil identifikasi organisme akan muncul pada Formulir Laporan Phoenix dengan persentase peluang dari basis data Phoenix berdasarkan profil reaksi substrat.• Hasil dari masing-masing substrat akan tampak sebagai +, -, V atau X untuk masing-masing reaksi. ID dikeluarkan jika confidence value sebesar >90% 21
  • 22. HASIL AST PHOENIX• Hasil MIC dan Hasil Kategori Interpretif (Sensitif, Intermediate dan Resisten) ditunjukkan pada masing-masing antibiotika.• Pesan khusus akan ditunjukkan ketika BDXPertTM System mendeteksi hasil yang memiliki pola resistensi tertentu. 22
  • 23. Contoh print out hasil AST 23
  • 24. Contoh print out hasil ID 24
  • 25. Quality Control• Quality control dilakukan 1 bulan sekali• Minimal menggunakan 2 reference strain: satu strain Gram Positif dan satu strain Gram Negatif• Hasil dari QC ada 2: 1. Fail 2. Pass• Apabila hasil fail > 10 %, maka harus dilakukan checking. 25
  • 26. Reference strains yang digunakan untuk Quality Control PANEL GRAM POSITIF: Staphylococccus aureus ATCC 29213 Enterococcus faecalis ATCC 29212 PANEL GRAM NEGATIF : Escherichia coli ATCC 25922 Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 26
  • 27. Reference strains yang digunakan untuk Quality Control PANEL STREPTOKOKUS: Streptococcus pneumoniae ATCC 49619 (ID & AST) Streptococcus agalactiae ATCC 13813 (Khusus ID) 27
  • 28. • Escherichia coli ATCC 25922 (beta-lactamase negative)• Escherichia coli ATCC 35218 (beta-lactamase positive)• Staphylococccus aureus ATCC 25923 (beta-lactmase negative, oxacillin susceptible)• Staphylococccus aureus ATCC 38591 (beta-lactmase positive)• Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 (untuk aminoglycosides)• Enterococcus faecalis ATCC 29212 (untuk memeriksa level thymidine atau thymine pada MHA)• Haemophilus influenzae ATCC 49766 (untuk cephalosporins)• Haemophilus influenzae ATCC 10211 (untuk kontrol media)• Neissseria gonorrheae ATCC 49226 28
  • 29. Kelebihan dan Kekurangan Phoenix KELEBIHAN1. Bisa melakukan pemeriksaan ID/AST untuk 100 spesimen dalam sekali waktu.2. Tidak perlu proses vakum.3. Minimal maintenance KEKURANGAN1. Tidak bisa dipakai untuk jamur dan anaerob.2. Untuk beberapa antibiotika yang tidak ada dalam panel dilakukan TKA manual dengan disc difusi3. Kesulitan dalam mendeteksi mikroorganisme yang memiliki pola resistensi baru 29
  • 30. BAGAIMANA PHOENIX MENDETEKSI RESISTENSI BAKTERI?BD XPERT SYSTEM : Mendeteksi pola resistensi bakteri dan merubah hasil AST sesuai aturan yang dipakai.Phoenix BD Xpert bisa disetting menggunakan :1. CLSI = Clinical and Laboratory Standards Institute2. DIN = Deutsches Institut Fur Normung3. lainnya 30
  • 31. 31
  • 32. 32
  • 33. Surabaya, 17 Maret 2011
  • 34. 34
  • 35. Media yang mengandung Esculin• Listeria Agar Base Oxford Cat 1133• Listeria Chromogenic Agar Base Cat 1345• Bile Esculin Agar : Bile Esculin Agar is used primarily to differentiate Enterococcus from Streptococcus. Members of the genus Enterococcus are capable of growing in the presence of 4% bile (oxgall) and hydrolyzing esculin to glucose and esculetin. Esculetin combines with ferric ions to produce a black complex. 35
  • 36. MEDIA KULTUR YANG DISARANKANID/AST Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif1. Chocolate agar2. Chocolate agar with 5% Sheep Blood3. Cystine – Lactose- Electrolyte Deficient (CLED)4. Mac Conkey Agar (Khusus Gram Negatif)5. Eosin Methylene Blue (EMB) Agar (Khusus Gram Negatif)6. Trypticase Soy Agar with 5% Sheep Blood 36
  • 37. MEDIA KULTUR YANG DISARANKANUntuk ID/AST Streptokokkus :1. Chocolate agar2. Columbia Agar with 5% Sheep Blood3. Columbia Agar with 5% Horse Blood4. Columbia CNA Agar with 5% Sheep Blood5. Phenylethanol (PEA) Agar (Gram positif)6. Trypticase Soy Agar with 5% Sheep Blood 37
  • 38. Substrat ID Gram Positif4MU-BD- 4MU-AD- 4MU-BD- 3-METHYLADIPIC BETA-GENTIOBIOSECELLOBIOSIDE GLUCOSIDE GALACTOSIDE ACIDL-ALANINE-AMC ARGININE- COLISTIN THYMIDINE D-SUCROSE ARGININE-AMC4MU-BD- GLYCINE-PROLINE- POLYMYXIN B FLOURESCENT MALTOTRIOSEGLUCOSIDE AMC POSTIVE CONTROLL-PROLINE-AMC 4MU-BD- D-GLUCONIC ACID FLUORESCENT N-ACETYL- GLUCURONIDE POSITIVE CONTROL GLUCOSAMINEL-PYROGLUTAMIC L-LEUCINE-AMC 3-METHYL ALANINE-ALANINE- D-TREHALOSEACID-AMC GLUTARIC ACID PNAL-PHENYLALANINE- 4MU-N-ACETYL-BD - D-FRUCTOSE L-PROLINE-PNA D-TAGATOSEAMC GLUCOSAMINIDEL-TRYPTOPHAN- L-ARGININE-AMC IMINODIACETIC VALINE-ALANINE- MALTOSEAMC ACID PNA4MU-PHOSPHATE 4MU-PHOSPHATE ALPHA- PNP-AD-GLUCOSIDE DEXTROSE (with Trehalose) KETOGLUTARIC ACIDMETHIONINE-AMC L-HISTIDINE-AMC D-MANNITOL PNP-PHOSPHATE UREAESCULIN NITROCEFIN L-ISOLEUCINE-AMC 38
  • 39. Substrat ID Gram NegatifL-PHENYLALANINE- LYSINE-ALANINE- MALONATE N-ACETYL- D-FRUCTOSEAMC AMC GALACTOSAMINE4MU-N-ACETYL-BD- GLUTARYL-GLYCINE- ALPHA- N-ACETYL- D-GLUCONIC ACIDGLUCOSAMINIDE ARGININE-AMC KETOGLUTARIC ACID GLUCOSAMINEL-GLUTAMIC ACID- ARGININE- TIGLIC ACID SORBITOL D-MELIBIOSEAMC ARGININE-AMCL-TRYPTOPHAN- GLYCINE-PROLINE- FLUORESCENT SUCROSE L-ARABINOSEAMC AMC POSITIVE CONTROLL-PYROGLUTAMIC COLISTIN FLUORESENT GALACTURONIC METHYL-B-ACID-AMC POSTIVE CONTROL ACID GLUCOSIDEL-PROLINE-AMC POLYMYXIN B L-PROLINE-NA MALTULOSE ORNITHINEL-ARGININE-AMC D-MANNITOL GAMMA-L- L-RHAMNOSE UREA GLUTAMYL-NAARGININE- CITRATE BIS (PNP) BETA-GENTIOBIOSE ESCULINARGININE-AMC PHOSPHATEGLYCINE-AMC ACETATE PNP-BD-GLUCOSIDE DEXTROSEL-LEUCINE-AMC ADONITOL BETA-ALLOSE D-GALACTOSE 39
  • 40. Substrat ID StreptokokusAMYGDALIN ONP-BD-GLUOSIDE FLUORESCENT L-TRYPTOPHAN- 4MU-PHOSPHATE POSITIVE AMC CONTROLD-GALACTOSE PNP-AD- THYMIDINE L-VALINE-AMC 4MU-AD- GALACTOSIDE GLUCOSIDED-MANNITOL PNP-BD- PULLULAN ARGININE- 4MU-BD- CELLOBIOSIDE ARGININE-AMC GLUCURONIDED-RAFFINOSE PNP-BD- D-TRAHALOSE LYSINE-ALANINE- 4MU-N-ACETYL-BD- GALACTOSIDE AMC GLUCOSAMINED-SORBITOL PNP-AD- D-LACTOSE ASPARAGINE-AMC 4MU-PHOSPHATE GLUCOSIDE (with trehalose)D-TREHALOSE PNP-PHOSPHATE LYSINE-AMC L-ARGININE-AMC 4MU-BD- GALACTOSIDEDEXTRIN ALANINE-ALANINE- SERINE-TRYOSINE- L-HISTIDINE-AMC ESCULIN PNA AMCN-ACETYL- VALINE-ALANINE- L-CITRULLINE-AMC ALANINE-AFCGLUCOSAMINE PNAPHENYL L-LYSINE-PNA L-PYROGLUTAMIC 4MU-BD-GLUCOSIDE ACID-AMC CELLOBIOSIDESALICIN FLOURESCENT ISOLEUCINE-AMC 4MU-BD- POSTIVE CONTROL GLUCOSIDE 40
  • 41. Substrat ID Gram Negatif Nama Substrat Kode PrinsipL-PHENYLALANINE-AMC A_LPHET Enzymatic hydrolysis of the amide or glycosidic bond results in the release of a4MU-N-ACETYL-BD-GLUCOSAMINIDE A_NAG fluorescent coumarin or 4-L-GLUTAMIC ACID-AMC A_LGTA methylumbelliferone derivative.L-TRYPTOPHAN-AMC A_LTRYL-PYROGLUTAMIC ACID-AMC A_LPYRL-PROLINE-AMC A_LPROBL-ARGININE-AMC A_LARGHARGININE-ARGININE-AMC A_ARARRGLYCINE-AMC A_GLYBL-LEUCINE-AMC A_LLEUHLYSINE-ALANINE-AMC A_LYALDGLUTARYL-GLYCINE-ARGININE-AMC A_GUGAHARGININE-ARGININE-AMC A_ARARRGLYCINE-PROLINE-AMC A_GLPRB 41
  • 42. Substrat ID Gram NegatifCOLISTIN C_CLST Resistance to the antimicrobial agentsPOLYMYXIN B C_PXB results in a reduction of resazurin based indicator.D-MANNITOL C_DMNTCITRATE C_CITACETATE C_ACTADONITOL C_ADOMALONATE C_MLOALPHA-KETOGLUTARIC ACID C-KGATIGLIC ACID C_TIGFLUORESCENT POSITIVE CONTROL FLR_CTL Control to standardize fluorescent substrateFLUORESENT POSTIVE CONTROL FLR_CTL results.L-PROLINE-NA N_LPROT Enzymatic hydrolysis of the colorless amideGAMMA-L-GLUTAMYL-NA N_LGGH substrate releases yellow p-nitroaniline. 42
  • 43. Substrat ID Gram NegatifBIS (PNP) PHOSPHATE P_BPHO nzymatic hydrolysis of the colorless arylPNP-BD-GLUCOSIDE P_BDGLU substituted glycoside releases yellow p- nitrophenol.BETA-ALLOSE R_BALLN-ACETYL-GALACTOSAMINE R_NGA Utilization of carbohydrate results in lower pH and change in indicator (phenol red).N-ACETYL-GLUCOSAMINE R_NGUSORBITOL R_DSBTSUCROSE R_DSUCGALACTURONIC ACID R_GRAMALTULOSE R_MTUL-RHAMNOSE R_LRHABETA-GENTIOBIOSE R_BGENDEXTROSE R_DEXD-GALACTOSE R_DGALD-FRUCTOSE R_DFRU 43
  • 44. Substrat ID Gram NegatifNama Substrat Kode PrinsipD-GLUCONIC ACID R_DGUAD-MELIBIOSE R_DMLBL-ARABINOSE R_LARAMETHYL-B-GLUCOSIDE R_MBGUORNITHINE S_ORN Utilization of ornithine results in pH rise and change in fluorescent indicator.UREA S_URE Hydrolysis of urea and the resulting ammonia change results in pH rise and change in fluorescent indicator.ESCULIN T_ESC Hydrolysis of esculin results in a black precipitate in the presence of ferric ion. 44
  • 45. Substrat ID Gram PositifNama Substrat Kode Prinsip4MU-BD-CELLOBIOSIDE M_BDCELL Hidrolisis enzimatik dari ikatan glikosida dan amin menghasilkan pelepasan sebuahL-ALANINE-AMC A_LALT fluorescent coumarin atau derivat 4-4MU-BD-GLUCOSIDE M_BDGLU methylumbelliferone.L-PROLINE-AMC A_LPROBL-PYROGLUTAMIC ACID-AMC A_LPYRL-PHENYLALANINE-AMC A_LPHETL-TRYPTOPHAN-AMC A_LTRY4MU-PHOSPHATE M_PHOSMETHIONINE-AMC A_META4MU-AD-GLUCOSIDE M_ADGLUARGININE-ARGININE-AMC A_LARGHGLYCINE-PROLINE-AMC A_GLPRB4MU-BD-GLUCURONIDE M_BDGLCL-LEUCINE-AMC A_LLEUH4MU-N-ACETYL-BD-GLUCOSAMINIDE M_NAGL-ARGININE-AMC A_LARGH4MU-PHOSPHATE (with Trehalose) M_PHOTL-HISTIDINE-AMC A_LHIST 45
  • 46. Substrat ID Gram PositifCOLISTIN C_CLST Resistense pada antimikroba tersebutPOLYMYXIN B C_PXB menghasilkan reduksi dari indikator berbasis resazurin.D-GLUCONIC ACID C_DGUA Penggunaan sumber kabon menghasilkan reduksi3-METHYL GLUTARIC ACID C_3MGA dari indikator berbasis resazurin.D-FRUCTOSE C_DFRUIMINODIACETIC ACID C_IMNALPHA-KETOGLUTARIC ACID C_KGAD-MANNITOL C_DMNT3-METHYLADIPIC ACID C_MAATHYMIDINE C_THYFLOURESCENT POSTIVE CONTROL FLR_CTL Kontrol untuk menstandarkan hasil fluoresen dariFLUORESCENT POSITIVE CONTROL FLR_CTL substrate.ALANINE-ALANINE-PNA N_ALALH Hidrolisis enzimatik dari substrat amin yang tidakL-PROLINE-PNA N_LPROT berwarna melepaskan p-nitroaniline yang berwarna kuning.VALINE-ALANINE-PNA N_VAALA 46
  • 47. Substrat ID Gram PositifPNP-AD-GLUCOSIDE P_PAGLU Hidrolisis enzimatik dari glikosida tersubstitusi aryl melepaskan p-nitrophenol yang berwarna kuning.PNP-PHOSPHATE P_PHOLBETA-GENTIOBIOSE R_BGEN Penggunaan dari Karbohidrat menghasilkan pH yang lebih rendah dan perubahan dalam indikatorD-SUCROSE R_DSUC (phenol red).MALTOTRIOSE R_MTTN-ACETYL-GLUCOSAMINE R_NGUD-TREHALOSE R_DTRE 47
  • 48. Substrat ID Gram PositifNama Substrat Kode PrinsipD-TAGATOSE R_DTAGMALTOSE R_MALDEXTROSE R_DEXUREA S_URE Hidrolisis dari urea dan amonia sebagai hasilnya menyebabkan peningkatan pH dan perubahan dalam indikator fluoresen.ESCULIN T_ESC Hidrolisis dari esculin menghasilkan presipitat berwarna hitam karena adanya ion ferry.NITROCEFIN L_NCF Hidrolisis enzimatik dari cincin β-lactam menghasilkan perubahan warna. 48
  • 49. Substrat ID StreptokokusNama Substrat Kode PrinsipAMYGDALIN R_AMY Utilization of carbohydrate results in lower pHD-GALACTOSE R_DGAL and change in indicator (Phenol red).D-MANNITOL R_DMTLD-RAFFINOSE R_DRAFD-SORBITOL R_DSBTD-TREHALOSE R_TREDEXTRIN R_DXNN-ACETYL-GLUCOSAMINE R_NGUPHENYL GLUCOSIDE R_PHGSALICIN R_SALONP-BD-GLUOSIDE O_BOGLU Enzymatic hydrolysis of the colorless arylPNP-AD-GALACTOSIDE P_ADGAL substituted glycoside releases yellow p- nitrophenol.PNP-BD-CELLOBIOSIDE P_CELBPNP-BD-GALACTOSIDE P-GALBPNP-AD-GLUCOSIDE P_-PAGLUPNP-PHOSPHATE P_PHOL 49
  • 50. Substrat ID StreptokokusALANINE-ALANINE-PNA N_ALALH Enzymatic hydrolysis of the colorless amide substrate releases yellow p-nitroanilide.VALINE-ALANINE-PNA V-VAALAL-LYSINE-PNA N-LLYSBFLOURESCENT POSTIVE CONTROL FLR_CTL Control to standardize fluorescent substrate results.FLUORESCENT POSITIVE CONTROL FLR_CTLTHYMIDINE C_THY Utilization of a carbon source resulting in a reduction of the indicator (Resazurin based).PULLULAN C_PULD-TRAHALOSE C_TRLD-LACTOSE C_DLAC 50
  • 51. Substrat ID StreptokokusLYSINE-AMC M_LYSA Enzymatic hydrolysis of the amide or glycosidicSERINE-TRYOSINE-AMC M_SETY bond results in the release of a fluorescentL-CITRULLINE-AMC M_LCTU coumarin or 4-methylumbelliferone derivative.L-PYROGLUTAMIC ACID-AMC M_LPYRISOLEUCINE-AMC M_LISOL-TRYPTOPHAN-AMC M_LTRYL-VALINE-AMC M_LVALARGININE-ARGININE-AMC M_ARARRLYSINE-ALANINE-AMC M_LYALDASPARAGINE-AMC M_APGTL-ARGININE-AMC M_LARGHL-HISTIDINE-AMC M_LHISTALANINE-AFC M_ALFT4MU-BD-CELLOBIOSIDE M_BDCEL4MU-BD-GLUCOSIDE M_BDGLU4MU-PHOSPHATE M_PHOS4MU-AD-GLUCOSIDE M_ADGLU4MU-BD-GLUCURONIDE M-BDGLUC4MU-N-ACETYL-BD-GLUCOSAMINE M_NAG 51
  • 52. Substrat ID StreptokokusNama Substrat Kode Prinsip4MU-PHOSPHATE (with trehalose) M_PHOT4MU-BD-GALACTOSIDE M_BDGALESCULIN T_ESC Hydrolysis of esculin results in a black precipitate in the presence of ferric ion. 52
  • 53. Daftar Antibiotik Panel Gram PositifAntibiotika Kode Rasio Konsentrasi (µg/mL)Ampicilin AM 0.125-32Chloramphenicol C 1-16Clindamycin CC 0.25-4Erythromycin E 0.25-4Gatifloxacin GAT 1-4Gentamicin GM 4-16Gentamicin Synergy GMS 500Levofloxacin LVX 1-4Linezolid LZD 1-4Moxifloxacin MXF 0.5-4Nitrocefin NCF N/ANitrofurantoin FM 16-64Norfloxacin NOR 1-8Oxacillin OX 0.125-4Penicillin P 0.125-16Quinupristin/Dalfopristin SYN 1-4Rifampin RA 0.5-2Streptomycin Synergy STS 1000Tetracycline TE 0.5-8Trimethoprim/Sulfamethoxazole SXT 0.5/9.5-2/38Vancomycin VA 1-16 53
  • 54. Daftar Antibiotik Panel Gram NegatifAntibiotika Kode Rasio Konsentrasi (µg/mL)Amikacin AN 8-32Amoxicillin/Clavulanate AMC 4/2 – 16/8Ampicillin AM 4-16Aztreonam ATM 1-16Cefotaxime CTX 2-32Cefoxitin FOX 4-16Ceftazidime CAZ 0.5-16Ceftriaxone CRO 2-32Cefuroxime CXM 4-16Cephalothin CF 2-16Ciprofloxacin CIP 0.5-2Confirmatory ESBL ESBL -Gentamicin GM 2-8Imipenem IPM 1-8Levofloxacin LVX 1-4Nalidixic Acid NA 8-32Nitrofurantoin FM 16-64Ticarcilin TIC 4-64Ticarcilin/Clavulanate TIM 2/2 – 64/2Tobramycin NN 2-8Trimethoprim/Sulfamethoxazole SXT 0.5/9.5 – 2/38 54
  • 55. Daftar Antibiotik Panel StreptokokusAntimcrobia Rasio Konsentrasi (µg/mL)Amoxicillin 0.25 – 4Cefepime 0.063 - 2Cefotaxime 0.063 – 2Ceftriaxone 0.063 – 2Clindamycin 0.031 - 2Erythromycin 0.031 - 4Levofloxacin 0.5 - 4Linezolid 0.5 - 4Meropenem 0.063 - 2Moxifloxacin 0.25 - 2Penicillin 0.031 - 8Tetracyclin 0.25 - 8Trimethoprim/Sulfamethoxazole 0.25/4.75 – 2/38Vancomycin 0.25 - 16 55
  • 56. Antibiotika yang tidak ada di Phoenix1. Gram Negatif : a. Meropenem b. Doripenem c. Piperacillin/Taxobactam d. Sulbactam/Cefoperazone e. Teicoplanin f. Ampicilin Sulbactam2. Gram Positif : a. Cefoxitin b. NovobiosinUntuk antibiotika yang tidak ada dalam Phoenix dilakukanTes Kepekaan Antibiotika manual dan pelaporan hasilnyadigabungkan dengan hasil dari Phoenix 56
  • 57. Amikacin PassGentamicin PassTobramycin PassImipenem PassCephalothin PassCefuroxime PassCefoxitin PassCeftazidime PassCefotaxime PassCeftriaxone FailAztreonam FailAmpicillin PassTicarcilin PassAmoxicillin-Clavulanate PassTicarcilin-Clavulanate PassTicarcilin-Sulfamethoxazole PassNitrofurantoin PassCiprofloxacin PassLevofloxacin PassNalidixic Acid Pass 57
  • 58. BD Phoenix™ Resistance Markers• Staph ß-Lactamase (Nitrocefin test)• Methicillin Resistance Staphylococcus (based on Oxacillin Interpretation)• mecA detection in S. aureus• VRSA• Vancomycin Resistant Enterococcus (based on Vancomycin MIC)• High Level Aminoglycoside Resistant Enterococcus (Gentamicin 500 mcg/ml and Streptomycin 1000 mcg/ml)
  • 59. ESBL• ESBLs are detected via:• ESR Confirmatory test (result similar to CLSI confirmatory test for ESBL)• ESR confirmatory test is on every Gram Negative Panel• ESBL Phenotype test – Any MIC for Cefotaxime, Ceftriaxone, Ceftazidime, Aztreonam, or Ceftizoxime >=2, Any MIC Cefpodoxime >=8
  • 60. ESR Test (Confirmatory ESBL) Cefpodoxime Ceftazidime Cefepime Cefotaxime Ceftriaxone Ceftazidime Clavulanate Clavulanate Clavulanate Negative Positive not ESBL ESBL
  • 61. ESBL Screening VITEK VITEK2 PHOENIXSensitivitas 93,1 % 79,3 % 98,3 %Spesifisitas 95,8 % 95,8 % 95,8 %Diambil dari The importance of ESBL Screening Test in Rapid AutomatedAntimicrobial Susceptibility Testing (AST) ,http://www.bd.com/ds/technicalCenter/whitepapers/LR704.pdf 61
  • 62. BD Phoenix™ ESR (ESBL) Test• Positive Percent Agreement (183/189) 96.8%• Negative Percent Agreement (780/812) 96.1%• Overall Percent Agreement (963/1001) 96.2%
  • 63. SCREENING ESBL PHOENIX 63
  • 64. Kultur Darah Darah Hasil Positif BACTEC : KULTUR, ID Positif screening Pengecatan AST Phoenix Negatif Hasil NegatifNegatif: Tidak ada pertumbuhan kuman 64
  • 65. 65
  • 66. 66
  • 67. Swabs• Sterile cotton swabs or wooden applicator sticks• Do not use polyester and calcium alginate swabs• In an R&D study, cotton fragments (from some brands of cotton swabs) produced false readings• To evaluate swabs by mimicking inoculation using a few test swabs (no organisms) in ID broth and see if a false reading should occur
  • 68. Langkah-langkah untuk mengencerkan broth.a. Gunakan spidol, tandai level Broth di tabung Phoenix ID Broth yang sudah diinokulasib. Gunakan pipet steril, secara aseptis tambahkan Phoenix ID Broth segar ke inokulum Hanya Phoenix ID Broth yang boleh digunakan untuk mengencerkan inokulumc. Putar tabung dan biarkan 10 detikd. Letakkan tabung di nephelometer dan ukurlah kembali turbiditas (kekeruhan) suspensie. jika pembacaan lebih besar dari 0,6, ulangi Langkah b-d 68
  • 69. Langkah-langkah untuk mengencerkan broth.f. jika pembacaan 0,5 – 0,6, lanjutkan ke Langkah eg. Dengan pipet steril, secara aseptis angkatlah (buang) kelebihan Broth hingga level orisinal yang ditunjukkan dengan tanda di tabung yang dibuat dengan spidol (Langkah a)h. Buanglah kelebihan Broth untuk menghindari tumpah di panel. Dan jangan pula terlalu banyak membuangnya karena panel harus diisi secukupnyai. Broth kini dapat digunakan untuk menginokulasi Phoenix AST Broth dan/atau Phoenix Panel 69
  • 70. INTERPRETASI HASIL1. Jika Identifikasi tidak terbaca : a. Bakteri tidak ada dalam daftar phoenix b. Kesalahan teknik c. Panel rusak d. Keliru panel2. Jika Tes Kepekaan Antibiotik tidak terbaca : a. Kesalahan teknik b. Panel rusak c. Keliru panel 70
  • 71. Inoculum Fluid• Buffered Saline• 4.5 mL/tube• 0.5-0.6 McFarland organism concentration 71
  • 72. Tempat Inokulasi Phoenix• Sudut 24o 72
  • 73. Barcode ScannerFront of Instrument 73
  • 74. Bacterial Growth Curve• All microorganisms undergo similar growth patterns.• Each growth Curve has 4 Phases – 1 Lag Phase • occurs immediately after inoculation • cells do not grow; cells per volume do not increase 74
  • 75. Microbial Growth Curve# cells / ml Lag Time 75
  • 76. Microbial Growth Curve# cells / ml Log Lag Time 76
  • 77. Microbial Growth Curve• 2.) Growth Phase – Exponential Phase – Log Phase – During this phase the microbe is growing at the maximum rate possible. – Cells per volume increases dramatically – Most research is performed on cells during log phase 77
  • 78. Microbial Growth Curve Stationary# cells / ml Log Lag Time 78
  • 79. Microbial Growth Curve• 3.) Stationary Phase – Growth levels off. – Cells per volume does not increase or decrease – Growth Rate = Death Rate – Due to • Depletion of Nutrients • Increase in Waste Products 79
  • 80. Microbial Growth Curve Stationary# cells / ml Log Death Lag Time 80
  • 81. Microbial Growth Curve• 4.) Death Phase – Death Rate exceeds Growth Rate – Cells per volume decreases – Due to: • Very low concentrations of Nutrients • Very high concentrations of Waste Products 81
  • 82. Bacterial Growth Curve 82 Figure 6.14
  • 83. Phases of Growth 83 Figure 6.15
  • 84. Turbidity 84 Figure 6.21
  • 85. Turbidity 85 Figure 6.21
  • 86. KOMPONEN NEPHELOMETRI 86
  • 87. PRINSIP NEPHELOMETRI 87
  • 88. Broth Dilution Method Day 1128 64 32 16 8 4 2 C1 C2 Add 1 ml of test bacteria (1*106 CFU/ml) to tubes containing 1 ml broth and concentration of antibiotic (mg/l)64 32 16 8 4 2 1 C1 C2 Controls: C1 = No antibiotic, check Bacterial conc.= 5*105 CFU/ml viability on agar plates immediately Incubate 35 oC, o/n C2 = No test bacteria 88
  • 89. Broth Dilution Method Day 2 64 32 16 8 4 2 1 C1 C2 Record visual turbidity Subculture non-turbid tubes to agar plates (use 0.01 ml standard loop)0.01 ml (spread plate), Incubate 35 oC, o/n MIC = 16 mg/l Day 3 Determine CFU on plates: At 16 mg/ = 700 CFU/ml > 0.1% of 5*105 CFU/ml 64 32 16 MBC = 32 mg/l 89
  • 90. • Antimicrobial Susceptibility testing can be down by three ways: 1. Minimum Inhibitory Concentration (MIC) 2. Disk Diffusion Method 3. Minimum Bactericidal Concentration (MBC) 90
  • 91. 1. Minimum Inhibitory Concentration (MIC) :Principle: The tube dilution test is the standard method for determining levels of resistance to an antibiotic. Serial dilutions of the antibiotic are made in a liquid medium which is inoculated with a standardized number of organisms and incubated for a prescribed time. The lowest concentration of antibiotic preventing appearance of turbidity is considered to be the minimal inhibitory concentration (MIC). 91
  • 92.  Different concentrations of Gentamycin in Nutrient broth: Conc. in mcg/ml 0.1 0.2 0.4 0.8 1.6 3.1Gentamicin, generally considered a bacteriocidal antibiotic, for thisbacterium, has an MIC of 0.8 mcg/ml 92
  • 93.  Different concentrations of Tetracycline in Nutrient broth: Conc. in mcg/ml 0.1 0.2 0.4 0.8 1.6 3.1 6.3 12.5 Tetracycline, generally considered a bacteriostatic antibiotic, for this bacterium, has an MIC of 1.6 mcg/ml 93
  • 94. 2. Disk-diffusion Method (Kirby-Bauer Method): The disk-diffusion method (Kirby-Bauer) is more suitable for routine testing in a clinical laboratory where a large number of isolates are tested for susceptibility to numerous antibiotics. An agar plate is uniformly inoculated with the test organism A paper disk impregnated with a fixed concentration of an antibiotic is placed on the agar surface. Growth of the organism and diffusion of the antibiotic commence simultaneously resulting in a circular zone of inhibition in which the amount of antibiotic exceeds inhibitory concentrations. The diameter of the inhibition zone is a function of the amount of drug in the disk and susceptibility of the microorganism. 94
  • 95.  This test must be rigorously standardized since zone size is also dependent on:  inoculum size,  medium composition,  temperature of incubation,  excess moisture and  thickness of the agar. Zone diameter can be correlated with susceptibility as measured by the dilution method. Further correlations using zone diameter allow the designation of an organism as "susceptible", "intermediate", or "resistant" to concentrations of an antibiotic which can be attained in the blood or other body fluids of patients requiring chemotherapy.95
  • 96.  Using a dispenser, antibiotic-impregnated disks are placed onto the agar surface. As the bacteria on the lawn grow, they are inhibited to varying degrees by the antibiotic diffusing from the disk. 96
  • 97. Antibiotic/Antimicrobial• Antibiotic: Chemical produced by a microorganism that kills or inhibits the growth of another microorganism• Antimicrobial agent: Chemical that kills or inhibits the growth of microorganisms 97
  • 98. MicrobialSources ofAntibiotics 98
  • 99. Mechanisms of Antimicrobial Action• Bacteria have their own enzymes for – Cell wall formation – Protein synthesis – DNA replication – RNA synthesis – Synthesis of essential metabolites 99
  • 100. Modes of Antimicrobial Action 100
  • 101. Prokaryotic Cell Walls 101
  • 102. JENIS RESISTENSI AB YANG BERKEMBANG SEKARANG1. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA): – Dikode oleh gen mecA  perubahan pada PBP2. – Mencegah ikatan AB (gol. Beta lactam) secara efektif. – Prosedur lab. Untuk mendeteksi MRSA: • Kultur: direct plating/ broth enrichment. • Oxacillin/methicillin susceptibility tests 102
  • 103. JENIS RESISTENSI AB YANG BERKEMBANG SEKARANG2. Extended-Spectrum -Lactamase Producing Organisms (ESBL):• Sering oleh E.coli dan K.pneumoniae.• Faktor resiko: 1. penggunaan kateter idwelling dengan terapi antibiotika (seperti ceftazidime), 2. pembedahan intra-abdominal 3. ventilasi mekanis.• ESBLs menghidrolisa sebagian besar antibiotika - lactam kecuali carbapenems dan cephamycins (cefoxitin, cefotetan, dan cefmandole) 103
  • 104. JENIS RESISTENSI AB YANG BERKEMBANG SEKARANG3. Resisten terhadap Fluoroquinolone• Mekanisme: melalui salah satu mekanisme utama yaitu: perubahan dari target antibiotika dan perubahan penembusan antibiotika untuk mencapai target 104
  • 105. 105
  • 106. 106
  • 107. 107
  • 108. ISTILAH• Inoculation is the placement of something that will grow or reproduce, and is most commonly used in respect of the introduction of a serum, vaccine, or antigenic substance into the body of a human or animal, especially to produce or boost immunity to a specific disease.• The microorganism used in an inoculation is called the inoculant or inoculum.• Primary isolate, a pure microbial or viral sample that has been obtained from an infected individual• Broth is a liquid preparation 108
  • 109. SPESIMEN PUS 109
  • 110. KONDISI KLINIS & PENYEBAB TERSERINGTabel 1. Kondisi klinis dan mikroorganisme yang ditemukandari spesimen (WHO, 2003)NO SPESIMEN MIKROORGANISME YG DITEMUKAN1 R. peritoneum Enterokokus, Bacteroides fragilis & Clostridia2 Abses Kokus Gram (+) & Batang Gram (-)3 Kelenjar limfe Stafilokokus, Streptokokus & Enterokokus (Khusus anak : M. tuberkulosis)4 Kulit & Abses & luka infeksi : Stafilokokus, bila luka terbuka dpt subkutan Streptokokus β-hemolitikus5 Luka bakar Derajat 2 & 3 : Stafilokokus & Pseudomonas aeruginosa6 Eksudat Bakteri, jamur atau virus. Dapat infeksi campuran aerob & anaerob. Dari rongga pleura: Pneumokokus, Streptokokus, H. influenza & Streptokokus anaerob, batang Gram (-) anaerob/ M. tuberkulosis. 110
  • 111. Tabel 2. Mikroorganisme yg tdp pd luka infeksi & absesKokus Gram (+) Mikroba anaerob Batang Gram (-) Mikroba aerobFakultatif fakultatifStaphylococcus Bacteroides sp Proteus sp Pseudomonas spaureus Clostridium sp Enterobacteriaceae Candida spStreptococcus Peptococcus sp lain Mycobacterium sppyogenes Peptostreptococcus sp Eschericia coli Actinomyces spEnterococcus B. anthracisNeisseria spp Nocardia sp (Prihatini, 2006) 111
  • 112. PENGAMBILAN & PENGIRIMAN Spesimen PusRS dg Lab1. Dgn tehnik steril, aspirasi 5 ml pus2. Kirim dlm wadah steril atau Swab kapas3. Celupkan dalam Amies transport medium, segera kirim. Puskesmas ke Lab. 1. Kumpulkan pd swab kapas, 2. Masukkan dlm Amies transport medium. 3. Buat hapusan. 4. Kirim ke lab seblm 6 jam. Chessbrough, 1994 112
  • 113. Tabel 3. Penanganan spesimen untuk analisis bakteriSpesimen Persiapan Jenis & jumlah Wadah Informasi klinik KeteranganLuka Bersihkan Pus, biopsi Semprit atau Gigitan hewan,superfisial permukaan luka swab dg media trauma, waktu dg alkohol 70% transpor (MT) pengirimanLuka bakar, Bersihkan Untuk kultur Wadah steril Debridementulkus permukaan luka kuantitatif & Punchdekubitus dg alkohol 70% dibuat lubang biopsy utk luka 3-4 mm evaluasi dekubitusLuka dalam, Bersihkan dan Bila mungkin Semprit atau Waktuabses tertutup dekontaminasi pus diambil > 1 wadah anaerob pengiriman, ml lokasiJaringan, Pembedahan 5-10 mm3 atau Wadah steril dgpembedahan / aspirat MTbiopsi (Isenberg, 1998) 113
  • 114. 2. Kultur Spesimen• Rutin : Blood Agar Plate(BAP), neomycin blood agar (NBA), MacConkey (MC) dan cooked meat medium (CM).• Inokulasi spesimen pd 2 BAP, NBA, MC & CM : – Inkubasi-I pd BAP& MC sec. aerob pd 35-37oC semalam. – Inkubasi-II pd BAP&NBA sec.anaerob pd 35-37oC,48 jam. – Inkubasi pd CM pd 35-37oC , 72 jam.• Jk diduga tuberkulosis : Lowenstein Jensen medium. (Chessbrough, 1994) 114
  • 115. 4. Pemeriksaan dan Pelaporan KulturRutin : BAP, NBA, MCKoloni yang mungkin tumbuh : – Staphylococcus aureus – Streptococcus pyogenes – Clostridium perfingens – Pseudomonas aeruginosa – Proteus spp. – E. coli – Enterococcus – Bacterioides – Anaerobic cocci (Chessbrough, 1994) 115
  • 116. Gambar 1. Blood Agar Plate (Bailey& Scott’s, 2007) 116
  • 117. Gambar 4.Pertumbuhan batang Gram negatif pada Mac Conkey. (Bailey& Scott’s, 2007) 117
  • 118. SKEMA KULTUR SPESIMEN PUS MEDIA PEMISAH (CLED,MC,BA) inkubasi 37oC 18-24 jam PENGECATAN GRAM GRAM POSITIF GRAM NEGATIF BATANGBATANG : KOKUS KOKUSTak UJI OKSIDASE UJI OKSIDASEberspora UJI KATALASE UJI KATALASE POSITIF : NEGATIF :: Listeria POSITIF : NEGATIF : Pseudomonas EnterikBerspora STAFILOKOKUS BLOOD AGAR, UJI OKSIDASE Plasma Koagulase inkubasi 37oC,18-24 j POSITIF : Gula-gula: Gula-gula:: Bacillus (+): S. aureus STREPTOKOKUS Neisseria TSI, LIM, SC. TSI, LIM, SC. Plasma Koagulase HEMOLITIK Inkubasi 37oC, Inkubasi (-) S. epidermidis α hemolisis sebagian 18-24 j 37oC, 18-24 j (-) Mikrokokus β lisis sempurna  tidak hemolisis Lihat tabel TKA reaksi bakteri TKA TKA TKA 118
  • 119. BahanPemeriksaanSKEMA Botol Media TPBKULTUR DARAH Inkubasi 37oC 24 jam Ada pertumbuhan kuman Tak ada pertumbuhan kuman Media pemisah (CLED, MC, BA, NA, Inkubasi lagi ENDO) Inkubasi 37oC 18-24 jam sampai hari ke-5 Pewarnaan Gram Gram Positif Gram Negatif Batang Coccus Coccus BatangTak berspora Berspora Uji katalase Uji katalase Uji oksidase Uji oksidase Uji oksidase Uji oksidase listeria bacillus positif negatif negatif positif positif negatif Manitol agar Inkubasi Blood agar Inkubasi Neisseria Pseudomonas Enterik 37oC 18-24 jam 37oC 18-24 jam Gula Gula-gula Media Streptococcus Optochin (+)/S TSI, LIM, SC Staphylococcus Warna koloni -gula differensial (streptococcus kuning emas: pneumonia) Inkubasi Staph, Aurius Hemolitik Optochin (-)/R 37oC 18-24 TKA Gula-gula Koagulase positif Kuning jeruk: a Hemolisis (steptococcus yang lain) jam TSI, LIM, SC Koagulase negatif Staph, Citrus sebagian Bacitrachin (+)/S b Lisis sempurna (steptococcus bhemolitic) Inkubasi Putih: Staph, Albus g Tidak hemolisis Grup A - Bacitrachin (-)/R Lihat tabel rx bakteri 37oC 18-24 TKA (steptococcus bhemolitic jam selain grup A) TKA TKA 119
  • 120. BahanPemeriksaan SKEMA Botol Media TPB KULTUR DARAH Inkubasi 37oC 24 jam Ada pertumbuhan kuman Tak ada pertumbuhan kuman Media pemisah (CLED, MC, BA) Inkubasi lagi Inkubasi 37oC 18-24 jam sampai hari ke-5 Pewarnaan Gram Gram Positif Gram Negatif Batang Coccus Coccus Batang Tak berspora Berspora Uji katalase Uji katalase Uji oksidase Uji oksidase Uji oksidase Uji oksidase listeria bacillus positif negatif negatif positif positif negatif Katalase Katalase -if staphylococcus Neisseria: N.meningitidis Fermentasi streptococcus Enterobacte positif N.gonorrhoeae glukosa riaceae Lactobacillus, (E.coli, Erysipelothrix •Hemolitik a Shigella, motility (S. Pneumonia-sensitif optosin, Positif Negatif dll.) Hemolitik S. Viridan- resisten optosin) Koagulase a Hemolisis •Hemolitik b Koagulase +if negatif sebagian (S. Pyogenes-sensitif bactracinPositif b Lisis sempurna S. Agalactiae-resisten Bactracin) Pseudomonaslisteria g Tidak hemolisis •Non hemolitik Compylobacter S. aureus (enterococcus)=S. Non hemolitik Vibrio Aeromonas Negatif s. Epidermidiscorynebacterium s. saprophyticus 120
  • 121. Vitek 2 compact• Instrumen otomatis untuk identifikasi bakteri,yeast, tes sensitivitas antibiotik.• Memiliki kapasitas 30 tes ( masing-masing 30 tes untuk identifikasi dan atau sensitivitasantibiotic) dalam satu waktu. 121
  • 122. Prosedur kerja kultur darah dengan vitek 2 :Masukkan sampel darah secaraaseptik ke dalam botol media,kocok dengan pelan Masukkan dalam inkubator pada suhu 35 -37⁰C,6-10 jam, alat akan memberikan tanda jika ada pertumbuhan kuman. Bila sampai waktu tersebut tak ada pertumbuhan kuman, tunggu sampai 3 hari. 122
  • 123. Gambar. Inkubator Bact/ Alert 123
  • 124. Prosedur kerja kultur darah dengan vitek 2 :Bila didapatkan pertumbuhan kuman,lakukan sub kultur dengan media blood agar,Mac Conkey dan CLED, kemudian inkubasi Setelah 24 jam, lihat hasilnya, lakukan pengecatan Gram untuk menentukan jenis kuman Gram negatif atau Gram positif. Setelah itu kita identifikasi dan lakukan TKA ( tes kepekaan antimikroba) dengan alat vitek 2 124
  • 125. Persiapan sampel :• Siapkan 2 tabung untuk membuat isolate bakteri catatan : 2 tabung untuk setiap isolate• Tiap tabung diisi dengan 3 ml larutan NaCl 0,45%, pH 5,0• Ambil koloni bakteri, buat suspensi larutan NaCl sampai homogen pada tabung 1• Ukur kekeruhan dengan menggunakan alat Densichek, dengan cara: – Tabung yang akan diukur dibersihkan terlebih dahulu bagian luarnya dengan tissue – Masukkan tabung ke lubang pengukuran pada densichek putar 360⁰ selama 2 detik – Angka hasil pengukuran akan muncul dalam satuan Mc Farland 125
  • 126. Tabel. 2. KEKERUHAN SUSPENSI YANG DIGUNAKAN UNTUK INOKULASI KARTUPRODUK Mc Farland Turbidity RangeGN 0,50 -0,63GP 0,50 -0,63YST 1,80 -2,20BCL 1,80 -2,20 126
  • 127. Persiapan sampel :• Jika kekeruhan kurang maka tambahkan koloni bakteri• Jika kekeruhan berlebih, maka ambil sejumlah volume inokulum dan encerkan dengan menambahkan larutan NaCl• Untuk tes sensitivitas antibiotik, ambil inokulum dari tabung pertama ke tabung kedua. – Kuman Gram negative ambil 145 µL – Kuman Gram positif ambil 280 µL 127
  • 128. Persiapan sampel :• Letakkan kartu vitek 2 sesuai dengan urutan identifikasi dan sensitivitas• Untuk kuman Gram negatif, kartu identifikasi kuman menggunakan GN• Untuk kuman Gram negatif , kartu sensitivitas kuman menggunakan : – AST N 13 – AST N 14 – AST N045 – AST N048 128
  • 129. Persiapan sampel :• Untuk kuman Gram positif, kartu identifikasi kuman menggunakan GP• Untuk kuman Gram positif, kartu sensitivitas kuman menggunakan AST P-536• INGAT : -Kartu vitek untuk identifikasi berpipa warna biru -Kartu vitek untuk tes sensitivitas antibiotik berpipa warna abu-abu• Masukkan ke dalam alat vitek, tunggu hasilnya 129
  • 130. 130
  • 131. IDENTIFIKASI dan TKA• Identifikasi dengan VITEK 2 COMPACT ini paling cepat 3 jam.• Perlu waktu kira-kira 5-7 jam untuk organisme yang tumbuhnya lambat.• Untuk tes kepekaan antimikroba (TKA), perlu waktu sampai 15 jam, dengan rata-rata waktu 9 jam. 131
  • 132. PHOENIX vs VITEK2 PHOENIX VITEK2 Waktu untuk 3 – 12 jam 2-6 jam IdentifikasiWaktu untuk AST 5.5-15.5 jam 3-16 jam Proses -Tidak perlu pemvakuman -Butuh pemvakuman -AST memakai indikator -AST tidak memakai indikator Jumlah panel 100 30,60,120 Panel ID & AST jadi satu panel ID & AST Panel terpisah Memasukkan Random Entry Tidak bisa random Panel entry Jamur dan Tidak bisa Bisa anaerob 132
  • 133. PHOENIX PERFORMANCE CORRECT ID CORRECT ID N SPECIES LEVEL GENUS LEVELBATANG GRAM NEGATIF 96.9% 98.4 % 12246KOKUS GRAM POSITIF 93,6 % 12899 133
  • 134. REDOX INDICATORA redox indicator (also called an oxidation-reduction indicator) isan indicator that undergoes a definite color change at a specificelectrode potential.There are two common type of redox indicators:1.metal-organic complexes (Ex. phenanthroline)2.true organic redox systems (Ex. Methylene blue) 134
  • 135. 135
  • 136. 136
  • 137. Custom Breakpoint Set-up DTG Code 137
  • 138. Phoenix BDXpert• Manual: panels invoking the rule go to Needs Attention – user must make decision to use or not use the rule on the panel• Automatic: rule used without user intervention 138
  • 139. BDXpert Rule Configuration 139
  • 140. Needs Attention 140
  • 141. BDXpert Rule Review 141
  • 142. AST Results0.5 142
  • 143. Special Messages 143
  • 144. Phoenix ID Taxa ..ComparisonPhoenix Vitek Microscan 140 8279 70 65 40 50 46 40Enterobacteriaceae Non Enterobacteriaceae Gram Positives 144
  • 145. TCBS AGAR• Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose Agar (TCBS Agar) is used for the selective isolation of cholera vibrios and Vibrio parahaemolyticus from a variety of clinical and nonclinical specimen. 145
  • 146. STREPTOKOKUS• Gram positif, non motile, katalase negatif• Kelompok bakteri ini heterogen• Kebanyakan fakultatif anaerob, tapi bisa tumbuh secara fermentatif walaupun dengan adanya oksigen.• Karena kebutuhan nutrisinya yang kompleks, Blood agar sering digunakan untuk mendapatkan isolat.Microbiology by Strohl, WA 2001 hal 145 146
  • 147. McFarland standard• Standar 0.5 McFarland dibuat dengan cara mencampur 0.05 mL 1.175% barium chloride dihydrate (BaCl2•2H2O) dengan 9.95 mL of 1% sulfuric acid (H2SO4).• Pencampuran tersebut menghasilkan barium sulfate precipitate  kekeruhan pada larutan• 0,5 McFarland =1,5 x 108 CFU/mL. 147
  • 148. 0,25 McFarland Jika menggunakan inokulum 0,25 McFarland, Sumuran A17 dihitamkanDiambil dari http://www.bd.com/ds/technicalCenter/whitepapers/lr884.pdf 148
  • 149. BARCODE 149
  • 150. BARCODE 150
  • 151. BARCODE 151
  • 152. DAFTAR PUSTAKA1. Instrumen Icon BD Phoenix User’s Training Manual2. Panel Inoculation BD Phoenix User’s Training Manual3. BD PhoenixTM System : Quick Reference Guide, USA4. Laboratory Procedure BD Phoenix TM NMIC/ID Panels5. Laboratory Procedure BD Phoenix TM NMIC/ID Panels6. Laboratory Procedure BD Phoenix TM NMIC/ID Panels 152