TUTOR HEMATOLOGI <br />PEMERIKSAAN SEL LUPUS ERITEMATOSUSNUZULUL QURIYAH / PAULUS BUDIONO N.<br />1<br />
PENDAHULUAN (1)<br />SLE<br />.<br />SLE<br />SLE<br />Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) adalahpenyakit yang penyebabnyati...
.<br />SLE<br />SLE<br />Etiopatogenesisdanpenatalaksanaanmasihdiperdebatkandanberbagaipenelitiandarisegalaaspektelahdilak...
PERMASALAHAN<br />Manifestasi klinis SLE sangat bervariasi,<br />gambaran klinis terutama keluhan penderita<br /> juga ber...
Pembentukan Sel LE<br />1<br />2<br />3<br />Depolimerisasi DNA inti sel lekosit yang rusak, diikuti pelepasan bagian-bagi...
1<br />2<br />Metode Pemeriksaan Sel LE<br />Defibrinated Blood<br />(Metode Zinkham dan Conley)<br />Dipakai di RSU dr. S...
Metode Menggunakan Defibrinated Blood<br />1<br />3<br />2<br />Darah vena10 ml dimasukkan <br />dalamErlenmeyer yang <br ...
Metode Menggunakan Darah Heparin<br />Darah vena 10 ml dimasukkandalamtabungberisi heparin <br />60 unit danglass beads 3 ...
Metode Menggunakan Clotted Blood<br />Darah vena 10 ml dibiarkan beku pada suhu kamar <br />kemudian diinkubasi pada suhu ...
Metode Mereaksikan Serum Pasien dengan Lekosit Orang Normal (1)<br />Serum : darah vena10 ml dibiarkan beku pada suhu kama...
Metode Mereaksikan Serum Pasien dengan Lekosit Orang Normal (2)<br />Campur 1 volume serum dan 1 volume suspensi dan diink...
Metode Mereaksikan Serum Pasien dengan Lekositnya Sendiri(1)<br />1<br />Persiapan spesimen <br />dan merusak <br />dindin...
Metode Mereaksikan Serum Pasien dengan Lekositnya Sendiri (Lanjutan...)<br />Spesimen darah dipindahkan ke beberapa tabung...
Metode di RSU Dr. Soetomo(1)<br />Darah vena 5 ml dibiarkanbekupadasuhuruangan 1 – 2 jam<br />Serum dibuang dan bekuannya ...
Metode di RSU Dr. Soetomo(2)<br />Syarat pembacaan :<br />1<br />Dibuat 3 buah hapusan buffy coat<br />Diperiksa dengan mi...
INTERPRETASI<br />Positif<br />Negatif<br />False negatif<br />False positif<br /> rheumatoid arthritis, <br />  anemia   ...
Membedakan Sel LE dengan Sel Tart (1)<br />Perbedaan<br />Sel LE :<br />-sel netrofil yang memfagosit inti sel lekosit lai...
Membedakan Sel LE dengan Sel Tart (2)<br />Sel LE<br />Sel Tart<br />18<br />
PENUTUP<br />Di daerah penggunaan pemeriksaan sel LE masih dipertimbangkan, meski dari penderita SLE yang diperiksa hanya ...
Atas Perhatiannya<br />Terima Kasih<br />20<br />
KEPUSTAKAAN<br />Brown, Barbara A. Hematology : Principles and Procedures. 3rd ed. Philadelphia : Lea & Febiger, <br />198...
Buffy Coat<br />22<br />
Buffy Coat<br />
Pewarnaan Giemsa<br />Komposisi :<br />Bubuk warna Giemsa	0,75 g<br />Methanol				65 ml<br />Glycerol				35 ml<br />Buffer...
Tehnik Pengecatan Giemsa<br />Fiksasimetanol 1 – 2 menit<br />Tuangihapusandenganlarutankerja cat giemsa 20 – 30 menit<br ...
Pewarnaan Wright<br />Komposisi :<br />Eosin & Methylene blue dg pelarut methanol<br />Buffer :<br />       KH2PO4			6,63 ...
Tehnik Pengecatan Wright<br />Hapusandarahkeringdifiksasidenganmeneteskan cat wrightmenutupi rata hapusandarah, selama 2 m...
Pewarnaan Leishman<br />Komposisi :<br />Bubuk warna Leishman	                  0,2 g<br />Methanol    			               1...
Teknik Pengecatan Leishman<br />Fiksasidenganmetanol 2-3 menit<br />PengenceranLeishmanstainningdenganlarutan buffer ( 1: ...
Kriteria ARA (American Rheumatology Association) 1982<br />Ruamkupu-kupu<br />Lupus diskoid<br />Fotosensitivitas<br />Ulk...
Kriteria ARA (2)<br />7.    b. Silinderselular; mungkinseldarahmerah, <br />hemoglobin, granular tubular ataucampuran<br /...
Kriteria ARA (3)<br />Kelainanimunologis<br />a. Sel LE positifpadasediaan, atau<br />b. Anti DNA  : adanyaantiboditerhada...
PEMERIKSAAN ANA(ANTINUCLEAR ANTIBODY)<br />POSITIF PADA BEBERAPA PENYAKIT AUTOIMUN:<br />     - SLE, SJOGRENS SYNDROMES<br...
DETEKSI ANA<br />Beberapa otoantibodi dapat merupakan suatu petanda (marker) pada penyakit tertentu, seperti anti ds-DNA, ...
Substrat antigen : sel kultur HEp2(human carcinoma larynx)<br />Bahan   : serum, pengenceran 1:25 / 1:40<br />Tehnik  : IM...
     1.3 Rim	 	                SLE<br />     1.4 Nucleolar	                PSS, SLE<br />     1.5 Centromere  	       CRES...
Spektrum penyakit autoimun<br />Organ spesifik<br />Hashimotos thyroiditis<br />Thyrotoxicosis<br />Insulin dependent diab...
Spektrum penyakit autoimun<br />Non organ spesifik<br />Sjogrens syndrome<br />Rheumatoid arthritis<br />Dermatomyositis<b...
Pembentukan sel LE menurut Dacie (1993)<br />Lekosit ——> Diberikan trauma : -mekanis<br />- kimiawi<br />Kerusakan membran...
Prinsip Pemeriksaan<br />Serum pasien ---->gamma globulin yang secara langsung menuju ke inti lekosit. <br />Inti sesudah ...
Sensitivitas Diagnostik =     TP       x100%<br />                                            TP+FN<br />Jumlah penderita ...
Nilai Ramal Positif =     TP      x   100%    (~ Sp)<br />                                      TP+FP <br />Jumlah penderi...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Th6

1,565

Published on

Published in: Technology, Health & Medicine
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,565
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Th6

  1. 1. TUTOR HEMATOLOGI <br />PEMERIKSAAN SEL LUPUS ERITEMATOSUSNUZULUL QURIYAH / PAULUS BUDIONO N.<br />1<br />
  2. 2. PENDAHULUAN (1)<br />SLE<br />.<br />SLE<br />SLE<br />Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) adalahpenyakit yang penyebabnyatidakdiketahui<br />Terjadikerusakanjaringandanselolehotoantibodidankompleks-imunpatogenik<br />Merupakan penyakit otoimun yang melibatkan banyak organ dan memberikan gejala-gejala klinik yang beragam<br />2<br />
  3. 3. .<br />SLE<br />SLE<br />Etiopatogenesisdanpenatalaksanaanmasihdiperdebatkandanberbagaipenelitiandarisegalaaspektelahdilakukan, namunbelummenjawabsejumlahpertanyaan<br />Sel Lupus Eritematosus (sel LE) merupakansalahsatutemuan yang memberikankeyakinanbahwa SLE merupakanpenyakitotoimun<br />PENDAHULUAN (2)<br />3<br />
  4. 4. PERMASALAHAN<br />Manifestasi klinis SLE sangat bervariasi,<br />gambaran klinis terutama keluhan penderita<br /> juga beragam<br />Kelambatan diagnosis SLE<br />Pemeriksaan sel LE masih digunakan atau dipertimbangkandi daerah<br />Pemeriksaan serologis awal yang sering<br /> digunakan untuk menegakkan <br />diagnosis SLE adalah <br />pemeriksaan ANA (Antinuclear Antibody)<br />cukup mahal<br />www.themegallery.com<br />4<br />
  5. 5. Pembentukan Sel LE<br />1<br />2<br />3<br />Depolimerisasi DNA inti sel lekosit yang rusak, diikuti pelepasan bagian-bagian dari inti sel, sehingga terbentuk masa globular yang homogen, kemudiandifagositoleh sel<br />netrofil sel LE<br />Tubuh akan membentuk antibodi (otoantibodi) <br />faktorLE <br />Kerusakan pada jaringan penyambung menyebabkan pelepasan protein ke dalam aliran darah(antigen)<br />www.themegallery.com<br />5<br />
  6. 6. 1<br />2<br />Metode Pemeriksaan Sel LE<br />Defibrinated Blood<br />(Metode Zinkham dan Conley)<br />Dipakai di RSU dr. Soetomo<br />6<br />MereaksikanSerum<br /> Pasien dengan <br />Lekositnya Sendiri<br />Metode<br />5<br />Darah Heparin<br />3<br />4<br />Mereaksikan Serum Pasien<br /> denganLekosit Orang Normal<br />Clotted Blood<br />(Metode Zimmer dan Hargraves)<br />www.themegallery.com<br />6<br />
  7. 7. Metode Menggunakan Defibrinated Blood<br />1<br />3<br />2<br />Darah vena10 ml dimasukkan <br />dalamErlenmeyer yang <br />berisi glass beads. Digoyang <br />dengangerakan memutar <br />selama 5 menit atausampai<br />tidakterdengar suara gelas lagi, <br />untukmendapatkan defribinated<br />blood. Kemudian dimasukkan <br />dalam inkubator pada<br />suhu 37ºC selama 3 - 4 jam<br />Lapisan buffy coat diambil dengan pipet Pasteur dan dibuat sediaan hapus, dipulas dengan pewarnaan Romanowsky<br />Darah dimasukkan ke dalam tabung Wintrobe, disentrifus pada kecepatan 3000 rpm selama 10 menit<br />www.themegallery.com<br />7<br />
  8. 8. Metode Menggunakan Darah Heparin<br />Darah vena 10 ml dimasukkandalamtabungberisi heparin <br />60 unit danglass beads 3 mm sebanyak 10 buah. <br />Tabungdibolak-balikkansupayadarahdan heparin tercampur<br />Darah diinkubasi pada suhu kamar 30 menit dan<br /> diletakkan pada rotator selama 30 menit<br />Metode <br />Menggunakan<br /> Darah Heparin<br />Dibiarkan lagi selama 30 menit.Kemudian disentrifus <br />pada kecepatan 1500 rpm selama 5 menit<br />Plasmanya dibuang dan lapisan buffy coat diambil dengan<br /> menggunakan pipet Pasteur, <br />dimasukkan ke dalam tabung Wintrobe<br />Disentrifus pada kecepatan 1500 rpm selama 5 menit<br />Lapisan buffy coat diambil dan dibuat sediaan hapus dan dipulas<br />www.themegallery.com<br />8<br />
  9. 9. Metode Menggunakan Clotted Blood<br />Darah vena 10 ml dibiarkan beku pada suhu kamar <br />kemudian diinkubasi pada suhu 37°C selama 2 jam<br />Bekuan darah diambil dan ditempatkan di atas saringan <br />yang terbuat dari kawat. Serum dan sel yang keluar <br />dari saringan dimasukkan dalam tabung<br />Metode <br />Menggunakan <br />Clotted Blood<br />Disentrifus pada kecepatan 2000 rpm selama 5 menit<br />Diambil 1 ml lapisan yang teratas dari sel,<br /> dimasukkan ke dalam tabung Wintrobe <br />dan disentrifus lagi pada kecepatan 2000 rpm selama 5 menit<br /> untuk mendapatkan lapisan buffy coat<br />Dibuat sediaan hapus dari buffy coat dan dipulas <br />dengan pewarnaan Romanowsky<br />www.themegallery.com<br />9<br />
  10. 10. Metode Mereaksikan Serum Pasien dengan Lekosit Orang Normal (1)<br />Serum : darah vena10 ml dibiarkan beku pada suhu kamar, kemudian disimpan pada suhu -20°C sampai digunakan.<br />1<br />2<br />Normal Leucocyte Suspension : darah golongan O, jumlah 5 ml <br />dimasukkan dalam tabung yana berisi heparin 1 ml.Disentrifus <br />pada kecepatan 1500 rpm selama 15 menit. Setengah bagian <br />bawah dari sel dibuang dengan memakai pipet Pasteur,sisanya dicampur dan dibiarkan mengendap pada suhu 37°C sampai didapat 1 – 2 ml plasma.Supernatan plasma ini disentrifus pada kecepatan 1000 rpm dan dicuci 3 kali dengan normal salin. Kemudian salin dibuang dan suspensi lekosit ditampung (0,5 ml)<br />www.themegallery.com<br />10<br />
  11. 11. Metode Mereaksikan Serum Pasien dengan Lekosit Orang Normal (2)<br />Campur 1 volume serum dan 1 volume suspensi dan diinkubasi 37°C selama 3 – 4 jam<br />3<br />Disentrifus pada 1000 rpm selama 5 menit, lapisan buffy coat dibuat sediaan hapus dan dipulas dengan pewarnaan Romanowsky <br />4<br />www.themegallery.com<br />11<br />
  12. 12. Metode Mereaksikan Serum Pasien dengan Lekositnya Sendiri(1)<br />1<br />Persiapan spesimen <br />dan merusak <br />dinding lekosit<br />a. Darah vena 10 ml diletakkan pada waterbath dengan suhu 37°C selama 1 – 2 jam sampai terjadi bekuan. Kemudian bekuan dengan kawat saringan diletakkan pada mortir dan dihaluskan dengan alat penumbuk<br />b. Darah heparin 5 ml dalam tabung 15 ml yang berisi glass bead, disentrifus pada kecepatan 50 rpm selama 30 menit pada suhu 37°C. Kemudian diletakkan pada suhu 37°C selama 15 menit<br />www.themegallery.com<br />12<br />
  13. 13. Metode Mereaksikan Serum Pasien dengan Lekositnya Sendiri (Lanjutan...)<br />Spesimen darah dipindahkan ke beberapa tabung Wintrobe dengan pipet Pasteur, disentrifus pada kecepatan 2500 rpm selama 20 menit. Serum yang hemolisis dipindahkan, <br />buffy coat disimpan<br />2<br />3<br />4<br />Diperiksa dengan mikroskop pada pembesaran 1000x<br />Bagian buffy coat dipindahkan dengan pipet Pasteur yang bersih, diteteskan ke 3 slide mikroskop, dibuat hapusan dan dipulas dengan pengecatan Leishman atau Wright<br />www.themegallery.com<br />13<br />
  14. 14. Metode di RSU Dr. Soetomo(1)<br />Darah vena 5 ml dibiarkanbekupadasuhuruangan 1 – 2 jam<br />Serum dibuang dan bekuannya dihaluskan dalam mortir. <br />Setelah halus, diambil dengan pipet kapiler<br />Metode <br />di <br />RSU Dr. Soetomo<br />Dibiarkanselama 10 – 15 menit agar terjadifagositosis<br />Kemudian disentrifus pada kecepatan 2000 rpm selama 5 menit<br />Lapisanbuffy coatdiambildandibuathapusan<br />Pewarnaan dengan giemsa selama 3 – 4 menit. Dibilas air <br />dan dilihat dengan mikroskop dengan pembesaran 1000x<br />www.themegallery.com<br />14<br />
  15. 15. Metode di RSU Dr. Soetomo(2)<br />Syarat pembacaan :<br />1<br />Dibuat 3 buah hapusan buffy coat<br />Diperiksa dengan mikroskop pembesaran 1000x selama minimal 10 menit<br />2<br />www.themegallery.com<br />15<br />
  16. 16. INTERPRETASI<br />Positif<br />Negatif<br />False negatif<br />False positif<br /> rheumatoid arthritis, <br /> anemia <br /> hemolitik, interaksi obat (penisilin, hidralazin, obat antikonvulsi, metildopa)<br />didapatkan kurang dari <br />2 sel LE<br />didapatkan minimal<br /> 2 sel LE<br />pemakaian adenokortiko-steroid,<br />severe leucopenia,<br /> remisi spontan<br />www.themegallery.com<br />16<br />
  17. 17. Membedakan Sel LE dengan Sel Tart (1)<br />Perbedaan<br />Sel LE :<br />-sel netrofil yang memfagosit inti sel lekosit lain yang sudah rusak dan membentuk masa globular yang homogen<br />- masa inti nampak homogen<br />Sel Tart :<br /><ul><li>monosit yang memfagosit </li></ul> sel monosit yang lain/ sel yang lain<br />- inti masih nampak benang-benang kromatin<br />www.themegallery.com<br />17<br />
  18. 18. Membedakan Sel LE dengan Sel Tart (2)<br />Sel LE<br />Sel Tart<br />18<br />
  19. 19. PENUTUP<br />Di daerah penggunaan pemeriksaan sel LE masih dipertimbangkan, meski dari penderita SLE yang diperiksa hanya 75% yang ditemukan sel LE-nya, karena relatif lebih murah dibanding pemeriksaan ANA <br />www.themegallery.com<br />19<br />
  20. 20. Atas Perhatiannya<br />Terima Kasih<br />20<br />
  21. 21. KEPUSTAKAAN<br />Brown, Barbara A. Hematology : Principles and Procedures. 3rd ed. Philadelphia : Lea & Febiger, <br />1980, pp. 184 - 187 <br />Dacie, S.J.V. et al. Practical Haematology. 7th ed. Singapore : Churchill-Livingstone, Medical Division <br />of Longman Group UK Ltd, 1991, pp. 530 – 532<br />Dacie, S.J.V. et al. Practical Haematology. 8th ed. Singapore : Churchill-Livingstone, Medical Division <br />of Longman Group UK Ltd,1998, pp. 569 – 571<br />Harrison. Prinsip-PrinsipIlmuPenyakitDalam. 13th ed. Volume 4. Jakarta : EGC, 2000, pp. 1834<br /> – 1839<br />Mukherjee, Kanai L. Medical Laboratory Technology. 1st ed. Volume I,New Delhi : Tata Mc. Graw Hill <br />Publishing Company Limited, 1988, pp. 337 – 341<br />Seiverd, Charles E. Hematology for Medical Technology. 5th ed. Philadelphia : Lea & Febiger, 1983,<br /> pp. 522 – 527<br />Simmons, Arthur. Technical Hematology. 3rd ed. Philadelphia : J.B. Lippincott Company, 1980,<br /> pp. 126 – 129, 145<br />SimposiumNasional I Systemic Lupus ErythematosusdanPembentukanPerhimpunan SLE<br /> Indonesia. Jakarta, 1995<br />21<br />
  22. 22. Buffy Coat<br />22<br />
  23. 23. Buffy Coat<br />
  24. 24. Pewarnaan Giemsa<br />Komposisi :<br />Bubuk warna Giemsa 0,75 g<br />Methanol 65 ml<br />Glycerol 35 ml<br />Buffer :<br /> KH2PO4 6,63 g<br /> Na2HPO4 3,20 g<br /> Aquades ad 1000 ml<br />Panaskan 50° /15 menit lalu saring<br />Sebagai stok cat Giemsa<br />Larutan cat Giemsa kerja:<br />Encerkan dengan buffer dengan perbandingan 1 : 4-5<br />24<br />
  25. 25. Tehnik Pengecatan Giemsa<br />Fiksasimetanol 1 – 2 menit<br />Tuangihapusandenganlarutankerja cat giemsa 20 – 30 menit<br />Cucidengan buffer <br />Keringkandanlihatdibawahmikroskopdenganpembesaran 1000 x<br />25<br />
  26. 26. Pewarnaan Wright<br />Komposisi :<br />Eosin & Methylene blue dg pelarut methanol<br />Buffer :<br /> KH2PO4 6,63 g<br /> Na2HPO4 3,20 g<br /> Aquades ad 1000 ml<br />26<br />
  27. 27. Tehnik Pengecatan Wright<br />Hapusandarahkeringdifiksasidenganmeneteskan cat wrightmenutupi rata hapusandarah, selama 2 menit<br />Meneteskanlarutan buffer samaatau 1,5 kalinya. Tiupsampaitimbulwarnametalikdantunggusampai 20 menit<br />Cucihapusandengan air, sampaiseluruhlapisan cat tercuci<br />Keringkandanlihatdenganpembesaran 1000 x<br />27<br />
  28. 28. Pewarnaan Leishman<br />Komposisi :<br />Bubuk warna Leishman 0,2 g<br />Methanol 100 ml<br />Buffer : <br /> Disodium hydrogen phosphate 3,76 g<br /> (Na2HPO4-2H2O)<br /> Potassium dihydrogen phosphate anhydrous<br /> (KH2PO4) 2,10 g<br /> Aquades ad 1000 ml<br />Bilas botol bersih dengan metanol tambah beberapa glass beads, tambahkan bubuk warna dan metanol ,kocok agar larut.<br />28<br />
  29. 29. Teknik Pengecatan Leishman<br />Fiksasidenganmetanol 2-3 menit<br />PengenceranLeishmanstainningdenganlarutan buffer ( 1: 2 ). Biarkanselama 7 – 10 menit<br />Bilasdenganlarutan buffer. Biarkan 2 - 3 menit<br />Buangsisalarutan buffer dankeringkan<br />Lihatdenganmikroskoppembesaran 1000X<br />29<br />
  30. 30. Kriteria ARA (American Rheumatology Association) 1982<br />Ruamkupu-kupu<br />Lupus diskoid<br />Fotosensitivitas<br />Ulkusronggamulut<br />Artritis<br />Serositis<br />a. Pleuritis : terdengar “gesekan” olehdokteratauefusipleura atau<br />b. Perikarditis : tampakpada EKG atau “gesekan” atauadanyaefusi pericardial<br />KelainanGinjal<br />a. Proteinuriapersisten > 0,5 g/dl per hari<br />30<br />
  31. 31. Kriteria ARA (2)<br />7. b. Silinderselular; mungkinseldarahmerah, <br />hemoglobin, granular tubular ataucampuran<br />Kelainanneurologis<br />a. Seizures (serangantiba-tiba); tanparangsanganobatataukekacauanmetaboliktertentu<br />b. Psikosistanparangsanganobat<br />Kelainanhematologis<br />a. Anemiahemolitik; denganretikulosis, atau<br />b. Lekopenia : 4.000 sel/µL padaduaataulebihpemeriksaan, atau<br />c. Limfopenia : 1.500 sel/µL padaduaataulebihpemeriksaan, atau<br />d.Trombositopenia : 100.000 /µL tanpaadanyagangguanobat<br />31<br />
  32. 32. Kriteria ARA (3)<br />Kelainanimunologis<br />a. Sel LE positifpadasediaan, atau<br />b. Anti DNA : adanyaantiboditerhadap DNA asli<br />dengantiter abnormal, atau<br />c.Anti-SM : adanyaantiboditerhadap antigen-<br />nuklear-SM (Smooth Muscle)<br />d.STS (Serologis test for syphilis) positifpalsu paling sedikit 6 bulantesTPI (TreponemaPallidumImmobilization) atau FTA (Fluorescence TreponemalAntibody).<br />11. Antibodi-antinuklear : suatutiterabnormal antibodi- antinukleardengancaraimunofluoresen<br />32<br />
  33. 33. PEMERIKSAAN ANA(ANTINUCLEAR ANTIBODY)<br />POSITIF PADA BEBERAPA PENYAKIT AUTOIMUN:<br /> - SLE, SJOGRENS SYNDROMES<br />33<br />
  34. 34. DETEKSI ANA<br />Beberapa otoantibodi dapat merupakan suatu petanda (marker) pada penyakit tertentu, seperti anti ds-DNA, anti-SM, anti PCNA untuk SLE<br />Anti Sc 170 dan anti centromer (ACA) untuk Sklerosis Sistemik<br />34<br />
  35. 35. Substrat antigen : sel kultur HEp2(human carcinoma larynx)<br />Bahan : serum, pengenceran 1:25 / 1:40<br />Tehnik : IMUNOFLUORESEN yang memberi fluoresensi khas (memakai mikroskop fluoresen)<br />1. Fluoresensi Nuklear :<br /> 5 pola Cenderung pada penyakit : (tidak spesifik)<br /> 1.1 Homogen SLE<br /> 1.2 Speckled UCTD, PSS, SLE<br />35<br />
  36. 36. 1.3 Rim SLE<br /> 1.4 Nucleolar PSS, SLE<br /> 1.5 Centromere CREST<br />2. Fluoresensi Cytoplasmic : dijumpai pada penyakit :<br /> 2.1 Fine Speckled (JO-1) SLE<br /> 2.2 Ribosomal-p UCTD, PSS, SLE<br />36<br />
  37. 37. Spektrum penyakit autoimun<br />Organ spesifik<br />Hashimotos thyroiditis<br />Thyrotoxicosis<br />Insulin dependent diabetes mellitus<br />Autoimun haemolytic anaemia<br />Idiopathic thrombocytopenic purpura<br />Primary billiary cirrhosis<br />Ulcerative colitis<br />37<br />
  38. 38. Spektrum penyakit autoimun<br />Non organ spesifik<br />Sjogrens syndrome<br />Rheumatoid arthritis<br />Dermatomyositis<br />Scleroderma<br />Mixed connective tissue disease<br />Discoid lupus erythematosus<br />Systemic lupus erythematosus (SLE)<br />38<br />
  39. 39. Pembentukan sel LE menurut Dacie (1993)<br />Lekosit ——> Diberikan trauma : -mekanis<br />- kimiawi<br />Kerusakan membran sel lekosit <br />  <br />Inkubasi : inti sel lekosit kontak dengan <br /> faktor LE yang ada dalam serum (gama globulin)<br />Depolimerisasi inti, struktur kromatis hilang, massa homogen<br /> komplemen<br />Difagosit netrofil yang aktif<br />Sel LE<br />39<br />
  40. 40. Prinsip Pemeriksaan<br />Serum pasien ---->gamma globulin yang secara langsung menuju ke inti lekosit. <br />Inti sesudah bereaksi dengan faktor LE---->badan LE dengan ciri-ciri : bulat, homogen, inti yang terbentuk yang menarik netrofil dan ditelan oleh satu netrofil disebut sel LE.<br />Sel LE mengambil pewarnaan dan dapat dikenali di bawah mikroskop ketika membuat hapusan buffy coat<br />Memerlukan lekosit yang mengalami trauma.<br />Sel LE sering hampir sama dengan Tart Cell ---->monosit memfagosit sel lain biasanya lekosit atau sel nukleus yang lain. <br />40<br />
  41. 41. Sensitivitas Diagnostik = TP x100%<br /> TP+FN<br />Jumlah penderita yang memberikan hasil positif dari semua penderita yang diperiksa dengan dugaan menderita penyakit tsb<br />Spesifisitas Diagnostik = TN x 100%<br /> TN+FP <br />Jumlah penderita yang memberikan hasil negatif dari semua penderita yang diperiksa dengan dugaan tidak menderita penyakit tsb<br />41<br />
  42. 42. Nilai Ramal Positif = TP x 100% (~ Sp)<br /> TP+FP <br />Jumlah penderita dengan hasil benar2 positif dari semua penderita yang memberi hasil positif <br />Nilai Ramal Negatif = TN x 100% (~ Sn)<br /> TN+FN <br />Jumlah penderita dengan hasil yang benar2 negatif dari semua penderita yang memberi hasil negatif<br />42<br />

×