Ss12

671 views

Published on

Published in: Technology, Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
671
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
16
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ss12

  1. 1. Ati Rastini Retno Indrati
  2. 2.  Anggauta famili herpesvirus Subfamili betaherpesvirus Virus terbesar yang menginfeksi manusia Infeksi bersifat laten dan persisten
  3. 3.  Genome : ds-DNA (230 Kbp) terbungkus di dalam nukleokapsid Diliputi protein (pp 65)  tegumen Terlindung oleh envelope
  4. 4. • Sel yang terinfeksi ukurannya menjadi besar• Membentuk inclusion body intra nuklear atau sitoplasmik, dengan area terang disekitarnya menyerupai mata burung hantu (owl’s eye)• Dapat menginfeksi semua jenis sel• Ditemukan di dalam cairan tubuh manapun
  5. 5.  Infeksi primer : gejala menyerupai mononukleosis pada individu yang imunokompeten Infeksi laten : virus tidak bereplikasi aktif di dalam sel mononuklear, endotel dan sel-2 organ lainnya Reaktivasi Reinfeksi oleh CMV strain lain
  6. 6. ENVELOPE ATTACHES TO BREAKS UP AND CELL SURFACE VIRUS DNA ENTERS RECEPTOR NUCLEUSNK- CD8+ IMMEDIATEcell EARLY GENE Interferon CODES VIRAL PROTEIN VIRAL DNA VIRAL PROGENY TRANSCRIPTION AND ASSEMBLED STRUCTURAL PROTEIN SYNTHESIS
  7. 7. VIRION SHEDDINGVirion dikeluarkan dari sel inang melalui : Proses budding Lisis sel inangVirus dapat ditemukan di dalam :• Saliva• Urin• Sekret cervix• Semen• ASI
  8. 8.  Horisontal Seksual  berasal dari cairan cervix dan semen Saliva, urin  penularan pada balita Vertikal Prenatal  ibu hamil dengan infeksi primer Perinatal  sekret cervix Neonatus  virus di dalam ASI Memerlukan waktu, kontak intim, yang terjadi berulang
  9. 9. CMV VERTICAL TRANSMISSION IMMUNE NON IMMUNE0.5 – 1.5% foetuses 1 - 5% pregnantare infected through women are infectedrecurrence 40% these foetuses areLess than 1% of new born infectedbabies display clinicallesions, impaired hearing,retarded psychomotor 10% of the infected foetus aredevelopment affected by severe disease : hepatosplenomegaly, thrombocytopenia, CNS damage
  10. 10.  Negara maju : 40 – 60% seropositif Negara berkembang : >90% seropositif, tertular sejak usia dini Afrika dan Filipina : 100% Hongkong : 94% Indonesia : ?
  11. 11.  Immunocompetent host  tidak menunjukkan gejala samasekali atau gejala ringan / tidak khas Immunocompromised host (resipien transplantasi organ, pasien HIV)  gejala diseminasi virus : pneumonitis, chorioretinitis Neonatus : dari tanpa gejala s/d gejala CNS, tuli Congenital infection : gejala CNS, keterbelakangan mental, hepatocellular injury
  12. 12. Klinis : sulit ditegakkan karena gejala sangat bervariasi dan tidak khas. Pasien imunokompeten : febris, fatigue, malaise, mialgia, sakit kepala, splenomegali, limfositosis dengan limfosit atipik. Pasien HIV : kelainan organ : paru, ulkus di saluran pencernaan  perdarahan sampai perforasi, hepatitis. CNS : dlm bentuk ensefalitis dengan dementia, ventriculoencephalitis; CMV retinitis mengakibatkan kebutaan.
  13. 13.  CMV kongenital, 5% dari fetus yang tertular intra uterin, menderita cytomegalic inclusion disease, dengan gejala ptechiae, ikterus dan hepatosplenomegali. Penemuan lainnya : mikrosefali, dengan / tanpa kalsifikasi serebral, keterlambatan pertumbuhan intrauterin (IUGR) 40%, prematuritas (34%) dan chorioretinitis 14% Perinatal CMV, biasanya asimtomatik, bisa terjadi hepatosplenomegali, netropenia, limfositosis dan trombositopenia. Bayi prematur beresiko mengalami pneumonitis.
  14. 14. Congenital CMV infection : Ptechiae,microcephaly, jaundice
  15. 15.  Imaging : melihat adanya ascites, kalsifikasi hemisfer otak, atropi otak, hidrosefalus Pemeriksaan mata dan retina Pemeriksaan fungsi pendengaran setiap tahun
  16. 16. Laboratorium : Serologis – deteksi IgG dan IgM spesifik thd CMV - menentukan aviditas IgG - metode : ELISA Deteksi antigen – pp 65 antigenemia  rapid test untuk pasien imunocompromised PCR : Deteksi sekuens DNA virus – kualitatif - kuantitatif Kultur : - Konvensional - shell vial culture menggunakan monolayer fibroblas
  17. 17. KULTUR KONVENSIONAL SAMPEL : BIOPSI JARINGAN, PLASMA, URIN, FECES, SEKRET SALURAN NAFAS INKUBASI PADA FIBROBLAS t 36˚C, 1 – 3 MGG LIHAT EFEK CYTOPATHIC SECARA MIKROSKOPIK GOLD STANDARD : INCLUSION BODIES SITOPLASMIK / INTRA NUKLEAR (OWL’S EYE)
  18. 18. Cytopathic effect on fibroblast
  19. 19. Owl’s eye look
  20. 20. CMV SEROLOGY STATUS OF PREGNANT MOTHER Seropositive before Seronegative before Unknown status conception conception before conception Lowrisk pregnancy At risk for primary Serologic IgG & IgMFollowup as indicated infection. Serologic screening 0–12,12–18, IgG screening 0–12, > 30 weeks 12–18, > 30 weeks IgM&IgG (-) or Seroconversion IgM+IgG (+) IgM (+) IgG (-) Primary infection CMV IgG Redraw 2-3 High risk pregnancy. avidity weeks later Follow up neededAlgorythm forpregnant Low avidity, primary High avidity,mother infection likely, high recurrent/pastproposed by risk pregnancy, close infection likely, lowLandini & follow up needed risk pregnancy, followLazzaroto up as indicated
  21. 21.  Pemeriksaan cairan amnion : PCR, kultur Pemeriksaan darah fetus : IgM spesifik terhadap CMV, kultur, PCR USG : ascites dan hydrops, mikrosefali, ventrikulomegali, kalsifikasi serebral
  22. 22. Cerebral (hemisphere)calcification
  23. 23.  Vaksin yang efektif (-) Menjaga higiena terutama kebiasaan mencuci tangan Edukasi mengenai CMV dan higiene saat hamil Imunisasi pasif : CMV IVIG diindikasikan untuk wanita hamil yang terbukti baru mengalami serokonversi guna mencegah terjadinya infeksi CMV kongenital
  24. 24.  Mengasumsikan bahwa anak usia < 3 tahun dilingkungan ibu hamil mensekresikan CMV di dalam saliva dan urin mereka Membiasakan mencuci tangan setelah : Mengganti popok dan mencuci pakaian kotor Menyuapi atau memandikan Membuang ingus anak Memegang mainan atau peralatan anak lainnya Jangan : Berbagi alat makan / minum Mencium anak disekitar mulut Berbagi handuk / saputangan Tidur di tempat tidur yang sama

×