TINJAUAN  PUSTAKA  KIMIA  KLINIK<br />Aspek Klinis dan Laboratorium<br />Hipotiroidisme<br />Suluh Widyanarwan,dr/ Dr.Sida...
Pendahuluan<br />2<br />Kelenjar Tiroid<br /><ul><li>Kelenjar dg fungsi endokrin terbesar pd manusia
Mensekresi  2 macam hormon tiroid  yaitu 3,5,3’,5’ tetraiodotironine (T4)   dan 3,5,3” (T3)
Fungsi hormon tiroid mengatur metabolisme, mengatur homeostasis dan membantu proses pertumbuhan</li></li></ul><li>Pendahul...
Insidens hipertiroidisme dan hipotiroidisme 2 dan 1% dr populasi seluruh dunia, wanita : pria = 1: 10
Bisa merupakan penyakit serius bahkan mengancam jiwa
Gejala dan tanda mudah diketahui dan dikenali</li></ul>keadaan subklinis lebih sulit diketahui<br />3<br />
Pendahuluan<br />Kelainan Hormon Tiroid<br /><ul><li>Hipotiroidisme pada kehamilan dpt mengakibatkan kretinisme pd bayi ya...
Evaluasi Px dicurigai hipotiroidisme, mulai ditemukannya tanda hipotiroidisme
Diagnosis didasarkan klinis dan laboratorium</li></ul>4<br />
Produksi dan sekresi hormon tiroid<br />Gambar 2. Folikel kelenjar tiroid (Paulev.2000)<br />Merupakan unit fungsional klj...
Produksi dan sekresi hormon tiroid<br />
Tahapan produksi & sekresi hormon tiroid<br />Iodium dr makanan mengalami reaksi reduksi menjadi I- dlm sal cerna, diabsor...
Tahapan produksi & sekresi hormon tiroid<br />Pada membran apeks sel folikel, Iodium terikat pd unit tirosin (L-tyrosine) ...
Tahapan produksi & sekresi hormon tiroid<br />5. Tiroglobulin kembali masuk sel folikel sbg    Colloid droplets , bergabun...
Regulasi produksi & sekresi hormon tiroid<br />Gambar 3. Aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid <br />
<ul><li>Sebagai respon thd  sekresi TRH  oleh      hipotalamus, hipofisis mengeluarkan TSH yang bekerja pada kelenjar tiro...
Kadar T4 dan T3 disirkulasi meningkat, dikenali reseptor pada hipofisis & hipotalamus  sekresi TSH dan TRH menurun (negat...
Kadar T4 dan T3 disirkulasi rendah, hipofisis meningkatkan sekresi TSH  produksi hormon tiroid meningkat </li></ul>Regula...
Metabolisme hormon tiroid<br /><ul><li> thyroxine binding globulin (TBG) ±10 mg /L, afinitas tinggi terhadap T4 berikatan ...
Albumin memiliki afinitas tinggi dg T3 berikatan lbh lemah
 ± 70% T4 dan 20% T3 terikat dengan TBG , sisanya dengan thyroxine binding albumin (TBA) dan transtiretin. </li></ul>12<br />
<ul><li>Saat metabolisme meningkat,sebagian besar T4 mengalami deiodinasi oleh enzim deiodinase  T3.
Beberapa molekul bergabung dg sulfat & asam glukoronat  diekskresi melalui empedu  dalam usus sebagian besar dihidrolisi...
Waktu paruh T4 :7 hari, T3: 24 jam</li></ul>Metabolisme hormon tiroid<br />13<br />
Sindroma klinis ok. defisiensi hormon tiroid<br />anak : komplikasi serius retardasi mental<br />HIPO<br />TIROIDISME<br /...
Hipotiroidisme<br /><ul><li>Tersering : kelainan pada kelenjar tiroid  penurunan produksi dan sekresi hormon tiroid  (tir...
Lebih jarang : penurunan stimulasi o/ TSH  hipotiroidisme sentral/hipotiroidisme sekunder atau hipotiroidisme hipotropik
Penyebab tersering :
Dibeberapa negara :defisiensi iodium
Daerah dengan asupan  iodium  cukup: tiroiditis autoimun kronis</li></li></ul><li>Penyebab hipotiroidisme<br />
Gambaran klinis hipotiroidisme<br /><ul><li>Manifestasi klinis tidak tergantung penyebabnya dan dapat terjadi pada semua u...
Gambaran klinis hipotiroidisme mempunyai spektrum  sangat luas, beberapa penderita dg gejala & tanda yang jelas, yg lainny...
Gejala dan tanda hipitiroidisme (tabel 2) </li></li></ul><li>Gejala dan tanda hipotiroidisme<br />
Klasifikasi hipotiroidisme<br />Primer<br />Sentral <br />Subklinis<br />TSH meningkat, hormon tiroid normal<br />  Gejala...
Tabel 3. Penyebab hipotiroidisme sentral (Lania. 2008)<br />
Diagnosis hipotiroidisme<br /><ul><li>Diagnosis dan penatalaksanaan  hipotiroidisme memerlukan integrasi  gejala klinis da...
Ketepatan diagnosis  :  perlu ketelitian dari pemeriksaan klinis & laboratorium yang biasa digunakan (TSH dan free thyroxi...
Periksa TSH<br />Normal<br />Meningkat<br />Periksa free T4<br />Ya<br />Rendah<br />Tidak<br />Normal<br />Periksa free T...
Pemeriksaan TSH metode Chemiluminescence<br /><ul><li>Antibodi monoklonal terhadap TSH  dari tikus  pada fase padat (sumur...
TSH dlm sampel bereaksi secara simultan dengan kedua antibodi, molekul TSH  terikat diantara antibodi fase padat dan antib...
Setelah inkubasi selama 60 menit/suhu ruangan, sumuran dicuci 5x  dengan larutan pencuci untuk melepaskan anti-TSH berlabe...
ChemiluminescenceTSH<br /><ul><li>Larutan berisi substrat chemiluminescence ditambahkan, stl inkubasi 20 mnt , relative li...
Intensitas cahaya yang berpendar setara dengan jumlah enzim yang ada dan berkorelasi langsung dengan jumlah TSH pada sampel
Hasil dinyatakan dalam µIU/ml</li></ul>Nilai rujukan : 0,4 – 7,0 µIU/ml<br />Daya lacak minimal : 0,2 µIU/ml<br />25<br />
Chemiluminescence T4<br /><ul><li>Dengan metode  CLIA, antibodi  anti-T4 yang sudah ditentukan jumlahnya dilapiskan  pada ...
ditambahkan serum penderita dan T4  berlabel enzim dengan horseradish peroxidase pada sumuran
Selama inkubasi, T4  pada sampel dan T4 yang berlabel enzim berkompetisi dalam mengikat antibodi anti T4  pada fase padat<...
T4 Chemiliminescence<br /><ul><li>Setelah 60 menit inkubasi pada suhu ruang, sumuran dicuci lima kali untuk menghilangkan ...
Larutan substrat chemiluminescence ditambahkan,  stl inkubasi relative light units(RLU) dibaca dg luminometer.
Intensitas cahaya yang berpendar setara dengan jumlah enzim yang ada dan berkorelasi langsung dengan jumlah T4 pada sampel.
 Hasil dinyatakan dalam µg/dl.</li></ul> Nilai rujukan : 5,0 – 13,0 µg/dl<br />27<br />
fT4 Chemiluminescence<br /><ul><li>Pemeriksaan T4 bebas mengukur fraksi T4 yang tidak terikat  thyroxine binding proteins(...
Hampir semua T4 terikat TBG,±0.03% sebagai T4 yang bebas (fT4) hormon yang aktif.
Kadar fT4
 imunoasai
estimasi dg free thyroxine index (dr total T4 dan T4  yang tidak terikat protein serum)</li></ul>28<br />
fT4 Chemiluminescence<br />Prinsip pemeriksaan T4 bebas adalah dengan  CLIA  kompetitif . Reaksinya sebagai berikut :<br /...
<ul><li>Setelah dicapai keseimbangan, fraksi ikatan antibodi - antigen berlabel enzim dipisahkan dengan antigen yang tidak...
Aktivitas enzim pada fraksi ikatan antibodi –antigen berlabel enzim berbanding terbalik dg kadar antigen bebas.
Dengan  beberapa  serum referens fT4 yang kadarnya berbeda-beda dibuat kurva konsentrasi antigen bebas dapat diketahui.
Hasil dinyatakan dalam ng/dl.
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Rkk26

2,469 views

Published on

Published in: Technology, Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,469
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rkk26

  1. 1. TINJAUAN PUSTAKA KIMIA KLINIK<br />Aspek Klinis dan Laboratorium<br />Hipotiroidisme<br />Suluh Widyanarwan,dr/ Dr.Sidarti Soehita SFHS,M.S,dr.SpPK(K)<br />
  2. 2. Pendahuluan<br />2<br />Kelenjar Tiroid<br /><ul><li>Kelenjar dg fungsi endokrin terbesar pd manusia
  3. 3. Mensekresi 2 macam hormon tiroid yaitu 3,5,3’,5’ tetraiodotironine (T4) dan 3,5,3” (T3)
  4. 4. Fungsi hormon tiroid mengatur metabolisme, mengatur homeostasis dan membantu proses pertumbuhan</li></li></ul><li>Pendahuluan<br />Kelainan Hormon Tiroid<br /><ul><li>Kelainan endokrin tersering kedua setelah DM
  5. 5. Insidens hipertiroidisme dan hipotiroidisme 2 dan 1% dr populasi seluruh dunia, wanita : pria = 1: 10
  6. 6. Bisa merupakan penyakit serius bahkan mengancam jiwa
  7. 7. Gejala dan tanda mudah diketahui dan dikenali</li></ul>keadaan subklinis lebih sulit diketahui<br />3<br />
  8. 8. Pendahuluan<br />Kelainan Hormon Tiroid<br /><ul><li>Hipotiroidisme pada kehamilan dpt mengakibatkan kretinisme pd bayi yang dilahirkan  skrining bayi baru lahir di beberapa negara
  9. 9. Evaluasi Px dicurigai hipotiroidisme, mulai ditemukannya tanda hipotiroidisme
  10. 10. Diagnosis didasarkan klinis dan laboratorium</li></ul>4<br />
  11. 11. Produksi dan sekresi hormon tiroid<br />Gambar 2. Folikel kelenjar tiroid (Paulev.2000)<br />Merupakan unit fungsional klj tiroid<br />Terdiri dr satu lapis epitel kubus<br />Didalamnya berupa koloid yg banyak berisi tiroglobulin (Tg)<br />
  12. 12. Produksi dan sekresi hormon tiroid<br />
  13. 13. Tahapan produksi & sekresi hormon tiroid<br />Iodium dr makanan mengalami reaksi reduksi menjadi I- dlm sal cerna, diabsorbsi masuk sirkulasi<br />2.Iodida msk sel folikel melawan gradien elektrokimia dg Na+-I-simport (NIS) dg energi dr ATP. Dari folikel Iodida masuk kedalam koloid , mengalami oksidasi oleh H2O2 dg katalis TPO menjadi atom/ molekul Iodium (I0 /I2 )<br />
  14. 14. Tahapan produksi & sekresi hormon tiroid<br />Pada membran apeks sel folikel, Iodium terikat pd unit tirosin (L-tyrosine) pd tiroglobulin pd 1 atau 2 posisi membentuk mono-iodotirosin (MIT) atau di-iodotirosin (DIT). <br />MIT dpt bergabung dg DIT membentuk tri iodotironin (3,5,3’-T3), dua molekul DIT bergabung membentuk tetra-iodotironin (T4). <br /> DIT bergabung MIT membentuk reverse T3 (3,3’,5’-T3) yg merupakan hormon inaktif (dlm jumlah kecil). <br />
  15. 15. Tahapan produksi & sekresi hormon tiroid<br />5. Tiroglobulin kembali masuk sel folikel sbg Colloid droplets , bergabung dg lisosome membentuk fagolisosom.<br /> Lisosomal exopeptidase memecah ikatan antara tiroglobulin dg T4 atau T3. T4 dan T3 masuk sirkulasi, Tg kembali masuk kedalm sel folikel<br />Juga dilepaskan MIT dan DIT  deiodinasi oleh enzim deiodinase Iodida dpt digunakan lagi.<br />
  16. 16. Regulasi produksi & sekresi hormon tiroid<br />Gambar 3. Aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid <br />
  17. 17. <ul><li>Sebagai respon thd sekresi TRH oleh hipotalamus, hipofisis mengeluarkan TSH yang bekerja pada kelenjar tiroid diproduksi dan disekresi hormon tiroid (T3 dan T4)
  18. 18. Kadar T4 dan T3 disirkulasi meningkat, dikenali reseptor pada hipofisis & hipotalamus  sekresi TSH dan TRH menurun (negative feedback)
  19. 19. Kadar T4 dan T3 disirkulasi rendah, hipofisis meningkatkan sekresi TSH  produksi hormon tiroid meningkat </li></ul>Regulasi produksi hormon tiroid<br />
  20. 20. Metabolisme hormon tiroid<br /><ul><li> thyroxine binding globulin (TBG) ±10 mg /L, afinitas tinggi terhadap T4 berikatan lbh kuat
  21. 21. Albumin memiliki afinitas tinggi dg T3 berikatan lbh lemah
  22. 22. ± 70% T4 dan 20% T3 terikat dengan TBG , sisanya dengan thyroxine binding albumin (TBA) dan transtiretin. </li></ul>12<br />
  23. 23. <ul><li>Saat metabolisme meningkat,sebagian besar T4 mengalami deiodinasi oleh enzim deiodinase  T3.
  24. 24. Beberapa molekul bergabung dg sulfat & asam glukoronat  diekskresi melalui empedu  dalam usus sebagian besar dihidrolisis & hormon direabsorbsi kedalam sirkulasi masuk sirkulasi enterohepatik
  25. 25. Waktu paruh T4 :7 hari, T3: 24 jam</li></ul>Metabolisme hormon tiroid<br />13<br />
  26. 26. Sindroma klinis ok. defisiensi hormon tiroid<br />anak : komplikasi serius retardasi mental<br />HIPO<br />TIROIDISME<br />Dewasa : miksedema<br />Salah satu kel tiroid tersering<br />Primer , sentral , subklinis<br />
  27. 27. Hipotiroidisme<br /><ul><li>Tersering : kelainan pada kelenjar tiroid  penurunan produksi dan sekresi hormon tiroid (tiroksin/T4 & triiodotironin /T3) hipotiroidisme primer
  28. 28. Lebih jarang : penurunan stimulasi o/ TSH  hipotiroidisme sentral/hipotiroidisme sekunder atau hipotiroidisme hipotropik
  29. 29. Penyebab tersering :
  30. 30. Dibeberapa negara :defisiensi iodium
  31. 31. Daerah dengan asupan iodium cukup: tiroiditis autoimun kronis</li></li></ul><li>Penyebab hipotiroidisme<br />
  32. 32. Gambaran klinis hipotiroidisme<br /><ul><li>Manifestasi klinis tidak tergantung penyebabnya dan dapat terjadi pada semua usia dan jenis kelamin.
  33. 33. Gambaran klinis hipotiroidisme mempunyai spektrum sangat luas, beberapa penderita dg gejala & tanda yang jelas, yg lainnya menunjukkan gejala & tanda sangat sedikit/ tidak tampak sama sekali  hipotiroidisme subklinis.
  34. 34. Gejala dan tanda hipitiroidisme (tabel 2) </li></li></ul><li>Gejala dan tanda hipotiroidisme<br />
  35. 35. Klasifikasi hipotiroidisme<br />Primer<br />Sentral <br />Subklinis<br />TSH meningkat, hormon tiroid normal<br /> Gejala Klinis -<br /> Prevalensi 1-10%<br />Terbanyak pd wanita > 60 tahun<br />Sering ditemukan scr tdk sengaja <br />Kelainan pd klj tiroid<br />Pd populasi defisiensi maupun cukup iodium<br />Penyebab tersering : tiroiditis autoimun kronis, Tx ablasi I131, Tx radiasi eksternal<br />Stimulasi TSH <<br />Kelainan hipofisis / hipotalamus<br />Jarang merupakan kelainan tunggal<br />
  36. 36. Tabel 3. Penyebab hipotiroidisme sentral (Lania. 2008)<br />
  37. 37. Diagnosis hipotiroidisme<br /><ul><li>Diagnosis dan penatalaksanaan hipotiroidisme memerlukan integrasi gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium.
  38. 38. Ketepatan diagnosis : perlu ketelitian dari pemeriksaan klinis & laboratorium yang biasa digunakan (TSH dan free thyroxine ( fT4 )) pd penderita yang beresiko hipotiroidisme</li></li></ul><li>Tabel 4. Gambaran laboratorium hipotiroidisme (Paulev.2000) <br />
  39. 39. Periksa TSH<br />Normal<br />Meningkat<br />Periksa free T4<br />Ya<br />Rendah<br />Tidak<br />Normal<br />Periksa free T4<br />Hipotiroidisme ringan<br />r<br />Stop<br />Hipotiroidisme primer<br />Normal<br />Rendah<br />TPO Ab +<br />TPO Ab -<br />TPO Ab – or Gejala +<br />TPO Ab – or Gejala -<br />Stop<br />Rule out sebab hipotiroidisme lainnya<br />Hipotiroidisme autoimun<br />Rule out pengaruh obat, euthyroid syndrome & evaluasi fungsi hipofisis anterior<br />Follow up <br />tiap tahun<br />Terapi T4<br />Terapi T4<br />Dugaan kelainan hipofisis<br />Gambar 4. Algoritme pemeriksaan penderita diduga hipotiroidisme (Harrison’s.2008)<br />23<br />
  40. 40. Pemeriksaan TSH metode Chemiluminescence<br /><ul><li>Antibodi monoklonal terhadap TSH dari tikus pada fase padat (sumuran) dan antibodi anti-TSH dari domba berlabel enzim peroksidase(antibodi kedua)
  41. 41. TSH dlm sampel bereaksi secara simultan dengan kedua antibodi, molekul TSH terikat diantara antibodi fase padat dan antibodi berlabel enzim membentuk sandwich
  42. 42. Setelah inkubasi selama 60 menit/suhu ruangan, sumuran dicuci 5x dengan larutan pencuci untuk melepaskan anti-TSH berlabel enzim yang tidak terikat </li></ul>24<br />
  43. 43. ChemiluminescenceTSH<br /><ul><li>Larutan berisi substrat chemiluminescence ditambahkan, stl inkubasi 20 mnt , relative light units(RLU) dibaca pada Luminometer
  44. 44. Intensitas cahaya yang berpendar setara dengan jumlah enzim yang ada dan berkorelasi langsung dengan jumlah TSH pada sampel
  45. 45. Hasil dinyatakan dalam µIU/ml</li></ul>Nilai rujukan : 0,4 – 7,0 µIU/ml<br />Daya lacak minimal : 0,2 µIU/ml<br />25<br />
  46. 46. Chemiluminescence T4<br /><ul><li>Dengan metode CLIA, antibodi anti-T4 yang sudah ditentukan jumlahnya dilapiskan pada fase padat
  47. 47. ditambahkan serum penderita dan T4 berlabel enzim dengan horseradish peroxidase pada sumuran
  48. 48. Selama inkubasi, T4 pada sampel dan T4 yang berlabel enzim berkompetisi dalam mengikat antibodi anti T4 pada fase padat</li></ul>26<br />
  49. 49. T4 Chemiliminescence<br /><ul><li>Setelah 60 menit inkubasi pada suhu ruang, sumuran dicuci lima kali untuk menghilangkan T4 beralbel enzim yang tidak terikat antibodi anti T4
  50. 50. Larutan substrat chemiluminescence ditambahkan, stl inkubasi relative light units(RLU) dibaca dg luminometer.
  51. 51. Intensitas cahaya yang berpendar setara dengan jumlah enzim yang ada dan berkorelasi langsung dengan jumlah T4 pada sampel.
  52. 52. Hasil dinyatakan dalam µg/dl.</li></ul> Nilai rujukan : 5,0 – 13,0 µg/dl<br />27<br />
  53. 53. fT4 Chemiluminescence<br /><ul><li>Pemeriksaan T4 bebas mengukur fraksi T4 yang tidak terikat thyroxine binding proteins(TBP).
  54. 54. Hampir semua T4 terikat TBG,±0.03% sebagai T4 yang bebas (fT4) hormon yang aktif.
  55. 55. Kadar fT4
  56. 56. imunoasai
  57. 57. estimasi dg free thyroxine index (dr total T4 dan T4 yang tidak terikat protein serum)</li></ul>28<br />
  58. 58. fT4 Chemiluminescence<br />Prinsip pemeriksaan T4 bebas adalah dengan CLIA kompetitif . Reaksinya sebagai berikut :<br />ka<br /> EnzAg + Ag + AbC.W+ Ag EnzAgAbC.W + AgAbC.W<br /> k-a<br />AbC.W. = Antibodi Monospesifikyang dilapis pada sumuran(dalam jumlah konstan) <br />Ag = Antigen pada serum yang akan diukur<br />EnzAg= antigen yang berlabel enzim ( jumlah konstan )<br />AgAbC.W. = kompleks antigen-antibodi<br />EnzAgAbC.W. = kompleks antigen yang berlabel enzim – antibodi <br />ka = konstanta asosiasi <br />k‑a = konstanta disasosiasi <br />K = ka / k-a = konstanta keseimbangan<br />29<br />
  59. 59. <ul><li>Setelah dicapai keseimbangan, fraksi ikatan antibodi - antigen berlabel enzim dipisahkan dengan antigen yang tidak terikat.
  60. 60. Aktivitas enzim pada fraksi ikatan antibodi –antigen berlabel enzim berbanding terbalik dg kadar antigen bebas.
  61. 61. Dengan beberapa serum referens fT4 yang kadarnya berbeda-beda dibuat kurva konsentrasi antigen bebas dapat diketahui.
  62. 62. Hasil dinyatakan dalam ng/dl.
  63. 63. Nilai rujukan : 0,8 – 2,0 ng/dl
  64. 64. Sensitivitas : 0,05 ng/dl</li></ul>Chemiluminescence fT4<br />
  65. 65. <ul><li>Pada pemeriksaan T3 dengan CLIA, antibodi anti T3 dilapiskan pada sumuran dengan jumlah tertentu.
  66. 66. Kemudian ditambahkan serum penderita yang akan diukur T3 dan T3 berlabel enzim peroksidase.
  67. 67. Selama inkubasi, T3 dalam sampel dan T3 berlabel enzim berkompetisi untuk mengikat antibodi anti T3 pada fase padat.</li></ul>T3 Chemiluminescence<br />
  68. 68. <ul><li>Setelah inkubasi 60 menit/suhu ruangan, sumuran dicuci 5 kali dg washing solution untuk melepaskan T3 berlabel enzim yang tidak terikat.
  69. 69. Larutan chemiluminescence ditambahkan dan setelah inkubasi ,relative light units(RLU) dibaca dengan luminometer.
  70. 70. Hasil dinyatakan dalam ng/ml.
  71. 71. Nilai rujukan : 0,6 – 2,00 ng/ml</li></ul>T3 Chemiluminescence<br />
  72. 72. fT3 Chemiluminescence<br /><ul><li>Reagen yang dibutuhkan :antiboditerhadap T3 yang dilapis pada sumuran, T3 berlabel enzim dan antigen T3 bebas.
  73. 73. T3 berlabel enzim saat berikatan dg protein serum(TBG dan albumin) seharusnya tidak terukur
  74. 74. Selama pencampuran, antibodi pada fase padat, T3 berlabel enzim dan serum yang mengandung antigen T3 bebas, bereaksi kompetitif untuk berrikatan dg antibodi pd fase padat </li></ul>33<br />
  75. 75. fT3 Chemiluminescence<br />Prinsip pemeriksaan T3 bebas adalah dengan CLIA kompetitif . Reaksinya sebagai berikut :<br />ka<br /> EnzAg + Ag + AbC.W+ Ag EnzAgAbC.W + AgAbC.W<br />k-a<br />AbC.W. = Antibodi Monospesifikyang dilapis pada sumuran(dalam jumlah konstan) <br />Ag = Antigen pada serum yang akan diukur<br />EnzAg= antigen yang berlabel enzim (jumlah konstan )<br />AgAbC.W. = kompleks antigen-antibodi<br />EnzAgAbC.W. = kompleks antigen yang berlabel enzim – antibodi <br />ka = konstanta asosiasi <br />k‑a = konstanta disasosiasi <br />K = ka / k-a = konstanta keseimbangan<br />34<br />
  76. 76. <ul><li>Setelah dicapai keseimbangan, fraksi ikatan antibodi dengan antigen berlabel enzim dipisahkan dengan antigen yang tidak terikat.
  77. 77. Aktifitas enzim pada fraksi ikatan antibodi -antigen berlabel enzim berbanding terbalik dengan kadar antigen bebas. Dengan menggunakan beberapa serum referens fT3 yang kadarnya berbeda-beda dibuat kurva  konsentrasi antigen bebas dapat diketahui.
  78. 78. Hasil dinyatakan dalam ng/dl.
  79. 79. Nilai rujukan : 0,8 – 2,0 ng/dl
  80. 80. Sensitivitas : 0,05 ng/dl</li></ul>Chemiluminescence fT3<br />
  81. 81. Metode pemeriksaan Chemiluminescence<br />Langkah pemeriksaan<br />36<br />
  82. 82. Metode pemeriksaan Elisa<br /><ul><li>Pemeriksaan hormon TSH, T4 , fT4 , T3, fT3 metode Elisa prinsipnya hampir sama dg metode Chemiluminescence
  83. 83. Perbedaan</li></ul> Substrat pd Elisa Tetramethyl benzidine (TMB) dan H2O2pd Chemiluminescence Luminoldan H2O2<br /> Pada Elisa setelah penambahan substrat & inkubasi ditambahkan stop solution untuk menghentikan reaksi kimia.<br /><ul><li>Pembacaan hasil reaksi dengan spektrofotometer</li></ul>37<br />
  84. 84. 38<br />Tambahkan enzyme conjugate reagent<br />Masukkan 100µl standar, sampel dan kontrol kedalam sumuran<br />Letakkan sumuran pada tempat yang tersedia<br />Buang isi sumuran dan cuci dengan aquadest<br />Inkubasi suhu kamar , 60 menit<br />Campur selama 30 detik<br />Tambahkan 100 µl TMB pd tiap sumuran <br />Tambahkan 100 µl stop solution pd tiap sumuran <br />Campur (15 dtk) Baca absorban λ = 450nm (stl 45 mnt )<br />Inkubasi suhu kamar , 20menit<br />Metode pemeriksaan Elisa<br />
  85. 85. Ringkasan<br />39<br /><ul><li>Gambaran klinis hipotiroidisme mempunyai spektrum yang luas, beberapa penderita dg gejala dan tanda yang jelas, lainnya sangat sedikit atau tidak tampak sama sekali
  86. 86. Ketepatan diagnosis hipotiroidisme memerlukan pemeriksaan klinis dan tes laboratorium yang biasa digunakan untuk konfirmasi kelainan ini yaitu TSH dan free thyroxine ( fT4 ).
  87. 87. beberapa pemeriksaan untuk mengukur kadar hormon tiroid , umumnya menggunakan metode imunoasai, diantaranya metode Chemiluminescence dan Elisa</li></li></ul><li>Terima kasih<br />Terima kasih<br />
  88. 88. Anti TPO<br /><ul><li>Anti-TPO adalah autoantibodi klas IgG yang patogenik pada beberapa penyakit tiroid
  89. 89. Konsentrasi antibodi anti-TPO serum berhubungan dengan aktifitas dari penyakit tiroiditis autoimun kronis
  90. 90. Anti TPO dapat dijumpai pada pasien dengan tiroiditis Hashimoto (95%), myxedema idiopatik (90%) dan penyakit Graves (80%)</li></li></ul><li>Anti TPO<br /><ul><li>Beberapa metode tersedia untuk mengukur antibodi anti-TPO pada serum.
  91. 91. Metode chemiluminescence dengan sensitifitas yang lebih baik dari EIA, mampu mendeteksi kadar anti-TPO subklinis
  92. 92. Prinsip reksinya adalah sebagai berikut : </li></ul>ka<br />h-Ab(X-TPO) + BtnAg(TPO) Ab(X-TPO)-BtnAg(TPO)<br />k‑a<br />BtnAg(TPO) = antigen yang dilabel dengan biotin (kadar konstan) <br />h-Ab(X-TPO) = Auto-Antibodi manusia (yang akan diukur<br />Ab(X-TPO)-BtnAg(TPO) = kompleks imun<br />ka = konstanta asosiasi <br />k‑a = konstanta disasosiasi <br />
  93. 93. Anti TPO<br />Secara simultan, imun kompleks ini akan terdeposit pada dinding sumuran karena afinitas yang tinggi antara sterptavidin dan biotin. <br />Reaksinya adalah :<br />StreptavidinC.W. = Streptavidin yang dilapispadasumuran<br />Imunkompleks(IC) = komplekssandwich yang terikatpadafasepadat<br />Setelah inkubasi, sumuran dicuci untuk memisahkan komponen yang tidak terikat. Enzyme linked species specific antibody (anti-h-IgG) ditambahkan pada sumuran. Konjugat ini akan mengikat imun kompleks yang sudah terbentuk. <br />
  94. 94. Anti TPO<br />I.C. (h- IgG)= imun kompleks <br />ENZAb(X-h-IgG= antibodi yang berlabel enzim (jumlah konstan) <br />ENZAb(X-h-IgG) - I.C. (h- IgG) = kompleks antigen antibodi <br />Anti-h-IgG berlabel enzim yang mengikat kompleks imun pada inkubasi kedua dipisahkan dari bahan yang tidak bereaksi dengan cara dicuci. <br />Aktivitas enzim pada fraksi ini berkorelasi langsung dengan konsentrasi antibodi pada spesimen. <br />Dengan menggunakan beberapa serum referens dari aktivitas antibodi yang diketahui, kurva referensi dapat dibuat dan dengan menggunakan kurva ini kadar antibodi spesimen dapat diketahui<br />
  95. 95. Struktur hormon tiroid<br />
  96. 96. FT Index<br />T-Uptake (TU) and total T4 are used to estimate the amount ofcirculating free T4. The estimate, or the FTI, is a normalizedmeasurement that remains relatively constant in healthy individualsand compensates for abnormal levels of binding proteins.Hyperthyroidism causes increased FTI and hypothyroidism<br />causes decreased values. <br />T-Uptake results are changed by drugsor physical conditions that alter the patient's thyroxine-bindingglobulin (TBG) levels, or drugs that compete with endogenousT4 and T3 for protein-binding sites. <br />When serum contains highlevels of T3 and T4 as in hyperthyroidism, fewer unoccupied bindingsites are available. Conversely, in hypothyroidism, more binding sitesare available.<br />
  97. 97. FT4I, lab value for T3 uptake combined with total T4; FTI is a clinical parameter measured by RIA, used to evaluate thyroid function, calculated by T4 x %T3RU–resin uptake; <br />the FTI is ↑ in hyperthyroidism and factitious hyperthyroidism and ↓ in hypothyroidism;<br /> it is falsely ↑ in heparin therapy and falsely ↓ in phenytoin and valproic acid therapy, and in the euthyroid sick syndrome<br />free thyroxine index<br />
  98. 98. Thyroid hormone secretion<br />
  99. 99. Io berikatan dg mol. tirosin pd tiroglobulin<br />T4<br />MIT<br />&<br />DIT<br />T3<br />tiroglobulin<br />Tahapan produksi & sekresi hormon tiroid<br />
  100. 100. Hipotalamus<br />Hipofisis<br />Tiroid<br />Tetraiodotirosine(T4)<br />Triiodotironine<br />(T3)<br />Mekanisme negative feedback<br />Thyroid Stimulating Hormone (TSH)<br />aktivasi adenyl cyclase &meningkatkancAMP <br />Thyrotropin Releasing Hormon (TRH)<br />Produksi dan sekresi hormon tiroid<br />50<br />
  101. 101. Pemeriksaan lab pendukung<br />51<br /><ul><li>Beberapa pem. Lab. mungkin menyokong diagnosis hipotiroidisme tetapi tidak spesifik (hiperkolesterolemia, hiperprolaktinemia, anemia, hiponatremia, hiperhomosistenemia , peningkatan isoenzim otot(kreatinfosfokinase& LDH)</li></li></ul><li> Characteristics of Circulating T4 and T3(Harrison’s 2008)<br />
  102. 102. Koma miksedema :<br /> adalah stadium akhir dari hipotiroidisme yang tidak diobati. Ditandai oleh kelemahan progresif, st upor, hipotermia, hipoventilasi, hipoglisemia, hiponatremia, intoksikasi air, syok dan meninggal<br /> Pemeriksaan : bradikardi dari hipotermia berat dengan suhu tubuh mencapai 24°C <br />Patofisiologi koma miksedema menyangkut 3 aspek utama : (1) retensi CO2 dan hipoksia; (2) ketidakseimbangan cairan dan elektrolit; dan (3) hipotermia. <br />
  103. 103. 54<br />Efek dari TSH terhadap Sel Tiroid<br />A. Perubahan Morfologi Sel Tiroid  menimbulkan <br />pseudopod pada batas sel -koloid, mempercepat resorbsitiroglobulin. <br />Kandungan koloid berkurang. Te tesan koloid in traselular dibentuk dan pembentukan lisosom dirangsang, meningkatkan hidrolisis tiroglobulin . <br /> B. Pertumbuhan Sel : Masing-masing sel t iroid bertambah ukurannya; <br />vaskularisasi meningkat; dan setela h beberapa waktu, timbul pembesaran tiroid, atau goiter. <br /> C. Metabolisme Iodin : TSH merangsang semua fase metabolisme <br />iodida, dari peningkatan ambilan dan transpor iodida hingga peningkatan iodinasi tiroglobulin dan peningkatan sekresi hormon tiroid. Peningkatan dari cAMP memperantarai peningkatan transpor iodida, <br />
  104. 104. Peran TSH<br />55<br />D. Peningkatan mRNA untuk tiro globulin dan peroksidase tiroidal, peningkatan pemasukan I ke dalam MIT, DIT.<br /> E. Peningkatan aktivitas lisosomal  peningkatan sekresi T4 dan T3 dari kelenjar tiroid. <br />
  105. 105.
  106. 106. In response to thyrotropin-releasing hormone (TRH) secretion by the hypothalamus, the pituitary gland secretes thyroid-stimulating hormone (TSH), which stimulates iodine trapping, thyroid hormone synthesis, and release of T3 (triiodothyronine) and T4 (thyroxine) by the thyroid gland. When dietary iodine intake is sufficient, the presence of adequate circulating T4 and T3 feeds back at the level of both the hypothalamus and pituitary, decreasing TRH and TSH production. When circulating T4 levels decrease, the pituitary increases its secretion of TSH, resulting in increased iodine trapping as well as increased production and release of both T3 and T4. Dietary iodine deficiency results in inadequate production of T4. In response to decreased blood levels of T4, the pituitary gland increases its output of TSH. Persistently elevated TSH levels may lead to hypertrophy of the thyroid gland, also known as goiter.<br />Respons terhadap defisiensi Iodium<br />
  107. 107. T4 dan T3<br /><ul><li>Afinitas albumin terhadaphormontiroidrendahtetapikadarnyadalam plasma tinggi (~3.5 g/dL), danmengikatsampai 10% T4dan 30% T3.
  108. 108. TTR mengikat 10% T4tetapisedikit T3.
  109. 109. Karena T3kurangmengikat protein daripada T4, fraksi T3 bebaslebihbesardaripada T4 bebas, tetapidisirkulasikadar T3lebihrendahkarenadiproduksidalamjumlahsedikitdandibersihkanlebihcepatdaripada T4. </li></li></ul><li>T4 dan T3<br /><ul><li>T4 disekresi dari kelenjar tiroid sekitar 20 kali lebih banyak daripada T3 . Kedua hormon terikat pada protein plasma, yaitu thyroxine-binding globulin (TBG), transthyretin (TTR), dulu dikenal sebagai thyroxine-binding prealbumin / TBPA)dan albumin.
  110. 110. Kadar TBG relatif rendah(1–2 mg/dL), tetapi karena afinitasnya terhadap hormon tiroid tinggi (T4 > T3), TBG mengikat 80% hormon. </li></li></ul><li>Pengaruh obat thd sekresi & produksi hormon tiroid <br />Obat-obatan dapat berpengaruh terhadap fungsi tiroid melalui metabolisme, produksi dan pelepasan hormon tiroid dan sekresi TSH<br />
  111. 111. Reference range<br />
  112. 112. 62<br />

×