• Save
Rkk12
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Rkk12

on

  • 1,875 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,875
Views on SlideShare
1,875
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Rkk12 Presentation Transcript

  • 1. Uji banding Penggunaan Serum Separator Tube (SST) dan Plus Plastic Tube (PPT) terhadap Stabilitas Glukosa Serum (Penelitian Pendahuluan) Oleh: I Nyoman Wande, dr Pembimbing: Dr. Sidarti Soehita SFHS, dr,MS.,SpPK(K) 1
  • 2. I. PendahuluanLatar Belakang Pemeriksaan Glukosa merupakan pemeriksaan yang sering di lakukan. Bisa diperiksa pada darah utuh, serum atau plasma. World Health Organization (WHO)  pemakaian sampel plasma untuk diagnosis diabetes melitus 2
  • 3.  Penurunan glukosa serum 5-7%/jam (5-10 mg/dl) jika didiamkan membeku tanpa di sentrifuse pada suhu kamar. Penurunan glukosa serum 2 mg/dl/jam jika didiamkan pada suhu 4 C. Boyanton BL dan Blick: serum/ plasma yang lama kontak dengan sel pada suhu kamar  konsentrasi glukosa menurun cepat sampai jam ke 24. 3
  • 4.  Serum yang tidak hemolisis dan bebas dari kontaminasi bakteri  glukosa stabil sampai 8 jam (suhu kamar) dan 72 jam (suhu 4 C). Leukositosis atau kontaminasi bakteri  Glikolisis invitro lebih tinggi Pemisahan serum dari sel  dilakukan dalam 30 menit sesudah pengambilan darah. 4
  • 5.  Di RSU Dr. Soetomo: transpor spesimen berkisar antara 2-4 jam setelah sampling dari ruangan. Lamanya pemisahan serum dengan sel setelah di sentrifuse (rata-rata 60 menit). Serum yang diperiksa  masuk alat pemeriksaan akan tertunda ( 1,5 jam setelah disentrifus). 5
  • 6.  Serum Separator Tube (SST) terdiri dari:  Aktivator bekuan  Gel separator (gel polimer) dengan BJ: 1,04 SST diperkirakan dapat mengurangi perubahan metabolik akibat kontak dengan sel darah. Tabung ini belum lazim digunakan di Laboratorium Klinik. 6
  • 7.  Plus Plastic Tube (PPT): tabung yang sering digunakan pada laboratorium klinik Mengandung aktivator pembekuan. Masih ada kontak antara sel darah dengan serum. Serum perlu dilakukan pemindahan ke tabung lain. 7
  • 8. Rumusan Masalah Apakah kadar glukosa serum dalam tabung SST lebih stabil dibandingkan dalam tabung PPT? 8
  • 9. Tujuan Penelitian Umum: mengetahui stabilitas glukosa serum dalam tabung SST dan tabung PPT. Khusus. a. Stabilitas glukosa serum dalam tabung SST dan PPT pada jam ke-1,2,3, dan ke-4 yang disentrifus 30 menit setelah pengambilan darah. b. Stabilitas glukosa serum pada tabung SST dan PPT yang disentrifus 3 jam setelah pengambilan darah. 9
  • 10. Manfaat Penelitian Dapat memberi asupan mengenai stabilitas glukosa serum dalam SST dan PPT, sehubungan dengan usaha mengatasi masalah penurunan kadar glukosa darah dalam sampel yang mengalami penundaan pemeriksaan pasca pengambilan darah. 10
  • 11. II. TINJAUAN PUSTAKA Glukosa dan Metabolisme Glukosa  Glukosa merupakan sumber energi primer untuk tubuh.  Glukosa berasal dari asupan karbohidrat dan konversi glikogen menjadi glukosa oleh hati.  Hormon yang meningkatkan glukosa darah:Insulin  Hormon yang menurunkan glukosa darah: Glukagon, ACTH, cortisol, epinefrin, dan tiroksin. 11
  • 12.  Jenispemeriksaan glukosa darah  waktu pemeriksaan:  Glukosa darah puasa (fasting blood glucose)  Glukosa darah acak (random blood glucose)  Glukosa darah 2 jam setelah makan (2 hour postprandial blood glucose) 12
  • 13.  Lokasi pengambilan sampel darah: vena mediana cubiti, kapiler jari tangan. Jenis sampel: Plasma, serum dan whole blood (darah utuh). 13
  • 14.  Pengolahan sampel  Proses sebelum sampel dianalisis  Plasma/ serum segera dipisahkan sebelum 1 jam (30 menit)  Jika sampel tidak segera dapat diperiksa  disimpan pada suhu 4 C.  Penggunaan sodium fluoride (NaF) sampel darah dapat mencegah glikolisis dan bersifat antikoagulan lemah. 14
  • 15.  Penambahan NaF pada sampel darah  glukosa bisa stabil selama 3 hari pada suhu kamar. 2 mg potasium oxalate (K2C2O4) + 2 mg NaF per ml darah antiglikolisis dan antikoagulan. NaF  antikoagulan: dosis 3-4 kali lebih besar. 15
  • 16.  Whole blood: penuruna glukosa 5-10% ( 0,6 mmol/L; 10 mg/dl) Glukosa serum yang dipisahkan dari sel stabil: suhu kamar (8 jam) suhu 2-4 C (48 jam) Setelah 48 jam sebaiknya serum ditaruh pada suhu -20 C dalam tabung aliquot. 16
  • 17.  Cara lain untuk menjaga stabilitas glukosa/ mencegah glikolisis  mencegah kontak antara serum dengan sel darah. Hal ini dapat dilakukan: Segera memisahkan serum dengan sel darah. Menggunakan tabung Serum Separator Tube (SST) 17
  • 18.  SST mengandung gel separator dan aktivator pembekuan (partikel silika). Tabung plastik (PPT)  hanya mengandung aktivator pembekuan (micronized silica particles). Kedua tabung terbuat dari PET (polyethylene terephthalate) 18
  • 19. Jenis tabung untuk memperoleh serumNo. Jenis tabung Warna tutup Kandungan Kegunaan tabung1 Serum Gold Gel Chemistry, serologi Separator Tube separator, (HIV, hepatitis, (SST) aktivator antibody testing) pembekuan2 Plain Plastic Red Aktivator Hepatitis, HIV, blood tube = pembekuan drug screens, Plus Plastic therapeutic drug Tube (PPT) monitoring3 Plain Glass Red Tanpa Jika penggunaan SST Tube (PGT) aditive tidak memungkinkan atau sering digunakan untuk blood banking. 19
  • 20. III. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIANKerangka konseptual Penggunaan PPT Penggunaan SST Barier mekanis (-) Barier mekanis (+) Kontak antara sel darah Serum terpisah dari dengan serum seiring sel darah dengan lamanya kontak Konsumsi glukosa Glikolisis dan pemakaian oleh sel dihambat glukosa serum Penurunan kadar Glukosa serum stabil glukosa serum 20
  • 21. Hipotesis Penelitian1. Terdapat penurunan stabilitas glukosa pada PPT yang serumnya tidak dipindahkan  diamati pada jam ke 1,2,3 dan ke 4 setelah disentrifus.2. Tidak terdapat penurunan stabilitas glukosa pada SST yang serumnya tidak dipindahkan diamati pada jam ke 1,2,3 dan ke 4 setelah disentrifus. 21
  • 22. 3. Terdapat penurunan kadar glukosa pada SST yang disentrifus setelah 3 jam pengambilan darah.4. Terdapat penurunan kadar glukosa pada PPT yang disentrifus setelah 3 jam pengambilan darah. 22
  • 23.  Bahan dan alat:  BD vacutainer®SSTTM dan BD vacutainer® Plus Plastic Tube (PPT)  Multi sampling needle dan standart tube holder  Sentrifus, rak tabung, waterbath  Photometer 5010 Robert Riele KG  Reagen Human® Glucose Liquicolor. Catalog no. 10260.  Glukosa standar 100 mg/dl. Catalog no. 10123.  Pipet otomatik 10µl dan 1000 µl beserta tips  Tabung reaksi ukuran 75x12 mm 23
  • 24.  Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Patologi Klinik RSU Dr. Soetomo Surabaya. Dilaksanakan selama bulan November sampai Desember 2006. 24
  • 25.  Prosedur pengambilan dan pengolahan sampel:1. Sukarelawan diberikan penjelasan  darah diambil pada vena mediana cubiti,2. Darah dimasukkan  2 tabung SST dan 2 tabung PPT  bolak balik 5x,3. Biarkan selama 30 menit ( SST1 dan PPT1) dan 3 jam (SST2 dan PPT2),4. Disentrifus dengan kecepatan maksimal (1100 RCF) 15 menit,5. Biarkan serum pada masing-masing tabung,6. Diperiksa sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. 25
  • 26. Prosedur pemeriksaan glukosa dengan metode GOD- PAP tanpa deproteinisasi (Reagen Human®) 10µl serum sampel + 1000µl reagen Glucose liquicolor Masukkan kedalam tabung reaksi Campur dengan menggoyang tabung reaksi, Inkubasi pada waterbath selama 5 menit (suhu 370C) Baca absorbance dengan alat photometer 5010 Hasil dalam bentuk print out dengan satuan mg/dl 26
  • 27. Kerangka alur penelitian 20 sampel darah SST2 SST1 PPT1 PPT2(disentrifus 3 (disentrifus 30 (disentrifus 30 (disentrifus 3 jam pasca menit pasca menit pasca jam pascapengambilan) pengambilan) pengambilan) pengambilan)Glukosa 0 Glukosa 0 Glukosa 0 Glukosa 0jam setelah jam, 1 jam, 2 jam, 1 jam, 2 jam setelahdisentrifus jam, 3 jam jam, 3 jam disentrifus dan 4 jam dan 4 jam setelah setelah disentrifus disentrifus 27
  • 28. IV. METODE PENELITIAN Penelitian observasional longitudinal. Populasi  PPDS, karyawan, pasien yang datang ke Laboratorium PK RSU. Dr. Soetomo. Sukarelawan yang mengkonsumsi antikoagulan dikeluarkan dari penelitian Sampel: spesimen darah dari 20 orang yang bersedia mengikuti penelitian. Sampel ditolak Bila:  Hemolisis.  Gel tidak dapat memisahkan serum dengan sel darah (pada tabung SST). 28
  • 29.  Presisi dan Akurasi pemeriksaan glukosa dengan alat photometer 5010  Presisi: memeriksa secara duplikat 20 sampel serum pasien.  Akurasi: memeriksa secara replikat assayed sera dari Precinorm U sebanyak 10 kali. 29
  • 30.  Analisis data  Data dianalisis dengan uji normalitas  tes non parametrik Kolmoskov- Smirnov (KS)  Dilanjutkan dengan uji Anova diikuti LSD (Least Square Different)  Tingkat kemaknaan  P<0,05  Dikerjakan dengan SPSS versi 10 30
  • 31. V. HASIL Presisi pemeriksaan glukosa dengan alat fotometer 5010 Robert Riele KG: Mean: 113 mg/dl; SD= 2,34 mg/dl; CV= 2,07% Akurasi pemeriksaan glukosa dengan alat fotometer 5010 Robert Riele KG : Range precinorm U : 77,3-104,9 mg/dl Mean precinorm U : 91,1 mg/dl Mean hasil Pemeriksaan: 93.9 mg/dl Inakurasi : 3,07% Presisi dan akurasi alat: baik 31
  • 32. Hasil Penelitian Dua sampel darah tidak memenuhi syarat:  Hemolisis (2 PPT)  Serum tidak dapat dipisahkan oleh gel (2 SST) 20 sampel darah diperiksa kadar glukosa serum:  SST1 dan PPT1  jam ke-0,1,2,3 dan jam ke-4  SST2 dan PPT2  jam ke-0 32
  • 33. Tabel 3. Distribusi hasil penelitian stabilitas glukosa pada tabung SST dan tabung PPT Kelompok N Mean Standar Standart (mg/dl) deviasi error (SD)SST2, jam ke 0 20 80,60 21,93 4,90SST1, jam ke 0 20 95,70 24,05 5,38SST1, jam ke 1 20 93,95 23,97 5,36SST1, jam ke 2 20 93,05 25,22 5,64SST1, jam ke 3 20 93,70 25,70 5,75SST1, jam ke 4 20 94,05 24,61 5,50PPT2, jam ke 0 20 79,60 22,26 4,98PPT1, jam ke 0 20 94,60 24,25 5,42PPT1, jam ke 1 20 88,60 24,85 5,56PPT1, jam ke 2 20 86,25 22,55 5,04PPT1, jam ke 3 20 83,65 21,90 4,89PPT1, jam ke 4 20 78,95 20,47 4,58 33
  • 34.  Ujinormalitas dengan tes non parametrik KS  semua kelompok tes berdistribusi normal. Kadar glukosa pada SST1: tidak ada perbedaan bermakna dengan nilai baseline jam ke-4 pemeriksaan (P>0,05). Kadar glukosa pada SST2 menurun bermakna terhadap SST1 jam ke-0 (P=0,044). 34
  • 35.  Kadar glukosa pada PPT1 penurunan yang tidak bermakna:  Jam ke-1 (P=0,421)  Jam ke-2 (P=0,263)  Jam ke 3 (P=0,143) Pada jam ke-4 menurun secara bermakna (P=0,037). Kadar glukosa pada PPT2 menurun bermakna terhadap PPT1 jam ke-0 (P=0,045). 35
  • 36.  Kadar glukosa pada PPT2 dan SST2  perbedaan tidak bermakna (P=0,893). Kadar glukosa pada PPT1 dan SST1 jam ke-0  perbedaan tidak bermakna (P=0,883). 36
  • 37. Tabel 4. Perbandingan stabilitas glukosa serumantar kelompok penelitian. Kelompok A Kelompok B Mean of Difference P (A-B) SST1, jam ke 0 SST2, jam ke 0 15,10 0,044 SST1, jam ke 0 SST1, jam ke 1 1,75 0,814 SST1, jam ke 0 SST1, jam ke 2 2,65 0,722 SST1, jam ke 0 SST1, jam ke 3 2,00 0,788 SST1, jam ke 0 SST1, jam ke 4 1,65 0,825 PPT1, jam ke 0 PPT2, jam ke 0 15,00 0,045 PPT1, jam ke 0 PPT1, jam ke 1 6,00 0,421 PPT1, jam ke 0 PPT1, jam ke 2 8,35 0,263 PPT1, jam ke 0 PPT1, jam ke 3 10,95 0,143 PPT1, jam ke 0 PPT1, jam ke 4 15,65 0,037 PPT2, jam ke 0 SST2, jam ke 0 -1,00 0,893 PPT1, jam ke 0 SST1, jam ke 0 -1,10 0,883 * Mean of Difference bermakna jika P<0,05 37
  • 38. 100 90Mean of glukosa 80 70 Kelompok pemeriksaan Grafik 1. Mean plots pemeriksaan glukosa serum 38
  • 39. VI. PEMBAHASAN Masalah umum  tertundanya setrifugasi sampel pemeriksaan. Plasma/ serum lama kontak dengan sel darah Terjadinya konsumsi/glikolisis oleh sel darah. Glukosa dalam serum/plasma  stabilitasnya menurun. 39
  • 40.  Serum Separator Tube (SST):  Gel polimer (berat jenis 1,04),  Berfungsi sebagai barier mekanis antara serum dengan sel darah,  Glikolisis oleh sel darah dihambat.  Dilapisi dengan partikel silika  berfungsi sebagai aktivator pembekuan. 40
  • 41.  Plus Plastic Tube (PPT):  Sering digunakan di laboratorium klinik,  Mengandung aktivator pembekuan,  Masih ada kontak antara serum dengan sel darah. 41
  • 42.  Boyanton BL dan Blick KE, 2002:  Serum dibiarkan kontak lama dengan sel darah pada suhu kamar, kadar glukosa menurun cepat  jam ke-24,  Kemudian penurunan lebih lambat sampai jam ke-56.  Selama 56 jam, total penurunan 3,6 mmol/l (serum) dan 5,6 mmol/l (plasma).  Lamanya kontak  terjadinya peningkatan glikolisis oleh sel darah tersebut. 42
  • 43. Miles RR dkk, 2004:  Pemisahan komponen serum/plasma dengan sel sebaiknya dalam waktu 60 menit,  Stabilitas analit khususnya glukosa dapat dijaga.  Kadar glukosa pada plasma lebih rendah daripada serum,  Disebabkan adanya perpindahan cairan dari eritrosit ke cairan plasma yang diakibatkan oleh antikoagulan. 43
  • 44.  Graham P dkk, 2003:  Kadar glukosa  SST stabilitasnya lebih baik dibandingkan dengan tabung tanpa gel separator.  Kadar glukosa stabil selama 3 hari pada SST yang disimpan pada suhu kamar.  Plasma separator tube: kadar glukosa stabil hanya 1 hari.  Penggunaan tabung dengan gel separator tidak diperbolehkan disentrifus ulang. 44
  • 45.  Magee LS, 2005:  Sentrifus dilakukan segera setelah darah membeku  Pemisahan serum maksimal 2 jam setelah darah diambil  Glukosa serum stabil: 8 jam (suhu kamar) 48 jam (suhu 2-4 C) 45
  • 46.  Hasil penelitian ini: Setrifuse 30 menit setelah pengambilan darah:  Kadar glukosa pada SST stabil  jam ke-4 pemeriksaan (P>0,05).  Kadar glukosa pada PPT  penurunan tidak bermakna sampai jam ke-3 (P>0,05),  Penurunan bermakna pada jam ke-4 pemeriksaan (P=0,037). 46
  • 47. Sentrifus 3 jam setelah pengambilan darah:  Kadar glukosa pada SST maupun PPT menunjukkan penurunan yang bermakna terhadap nilai baseline  SST (P=0,044) dan PPT (P=0,045)  Semakin lama kontak antara serum dengan sel darah glikolisis akan semakin meningkat. 47
  • 48. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan: 1. Kadar glukosa pada SST yang disentrifus setelah 30 menit  stabilitas baik sampai jam ke-4. 2. Kadar glukosa pada PPT yang disentifus setelah 30 menit  penurunan tidak bermakna sampai jam ke-3 dan menurun bermakna pada jam ke 4 pemeriksaan. 48
  • 49. 3. SST maupun PPT yang disentrifus setelah 3 jam penurunan kadar glukosa yang bermakna.4. SST dapat direkomendasikan untuk mengatasi pemeriksaan glukosa di RSU Dr. Soetomo  sentrifugasi 30 menit setelah pengambilan darah. 49
  • 50.  Saran: 1. Dilakukan penelitian lanjutan stabilitas glukosa pada SST maupun PPT disentrifus setelah 1 jam dan 2 jam pengambilan darah. 50
  • 51. 51
  • 52. Faktor yang dapat meningkatkan ataumenurunkan kadar glukosa darah:a. Peningkatan glukosa darah: Steroid dan diuretik Kehamilan Tindakan pembedahan dan anestesi Obesitas Mendapatkan glukosa parenteral Perokok beratb. Penurunan Glukosa darah: Hematokrit >55% latihan berat Dosis toksik aspirin dan acetaminofen obat: etanol, quinine dan haloperidol 52
  • 53. Tahap pemeriksaan glukosa darahAda 3 tahap:1. Tahap preanalitik2. Tahap analitik3. Tahap pasca analitik 53
  • 54. 1. Tahap Pre analitikPersiapan pasien faktor fisiologik dan patofisiologik yang mempengaruhi: makanan keadaan klinis demam kopi puasa merokok kerja/ latihan jasmani alkohol stress mental obat-obatan ketaatan pasien 54
  • 55. 2. Tahap AnalitikMetode yang digunakan dalam mengukurkonsentrasi glukosa dalam darah:  Benedict’s (copper reduction)  Glucose Oxidase (oxigen consumption)  Glucose oxidase coupled with enzymatic reaction (“Trinder”)  Hexokinase coupled with enzymatic reaction  Glucose dehydrogenase 3. Tahap pasca analitik mencakup pencatatan dan pelaporan suatu hasil pemeriksaan laboratorium. 55
  • 56. Cara memperoleh serum dengan menggunakantabung SST 1.Darah dimasukkan kedalam tabung  bolak- balik tabung 5x 2.Biarkan membeku minimal 30 menit dalam posisi vertikal 3.Sentrifus pada kecepatan maksimal (antara 1100 dan 1300 RCF) 10 menit (swing head) atau 15 menit (fixed angle) dengan tabung balance dalam sentrifus. 4.Transport tabung yang sudah disentrifus ke laboratorium. 56
  • 57. Cara memperoleh serum dengan menggunakan tabung PPT1.Darah dimasukkan kedalam tabung  bolak- balik tabung 5x2.Biarkan membeku minimal 30 menit dalam posisi vertikal3.Sentrifuse pada kecepatan maksimal (1000 RCF)  10 menit (swing head) atau 15 menit (fixed angle) dengan tabung balance dalam sentrifus.4.Serum harus segera dipindahkan kedalam tabung yang lain. 57
  • 58. Gambar 1. Cara memperoleh serum dengan tabung SST. 58
  • 59. Disentrifus setelah 3 jam Disentrifus setelah 30 menitNo sampel SST PPT SST PPT 0 1 2 3 4 0 1 2 3 4 jam jam jam jam jam jam jam jam jam jam 1 83 75 90 90 82 81 85 100 85 77 77 79 2 35 33 71 64 51 58 52 60 60 46 44 49 3 68 66 95 94 94 92 93 99 79 83 82 89 4 54 49 71 72 72 70 72 67 40 56 48 50 5 120 119 165 163 165 164 154 156 148 126 117 81 6 80 85 102 113 104 111 104 105 102 102 104 97 7 109 108 128 115 120 129 129 123 121 120 114 121 8 65 66 82 81 83 82 89 82 80 80 83 80 9 129 125 138 134 136 134 137 142 134 136 133 131 10 65 60 71 68 70 67 68 73 71 70 69 70 11 95 92 102 99 98 98 96 101 94 96 94 92 12 72 70 85 82 83 83 82 81 78 75 74 68 13 78 76 81 81 80 81 80 81 78 73 75 68 14 81 81 90 89 94 87 89 90 88 83 79 77 15 74 78 84 81 82 82 82 88 85 79 72 65 16 61 61 71 66 68 67 66 63 60 63 62 56 17 84 93 94 91 89 86 98 88 86 88 84 83 18 94 94 105 104 106 112 110 104 100 101 96 94 19 89 87 98 102 95 96 105 95 93 91 89 77 20 76 74 91 90 89 94 90 94 90 80 77 5976
  • 60. 60
  • 61. 61
  • 62. 62
  • 63. 63
  • 64. 64
  • 65. 65
  • 66. 66
  • 67. 67
  • 68. 68
  • 69. 69