• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Rkik2
 

Rkik2

on

  • 1,672 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,672
Views on SlideShare
1,644
Embed Views
28

Actions

Likes
2
Downloads
0
Comments
0

2 Embeds 28

http://pdspatklinsby.com 25
http://www.pdspatklinsby.com 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Rkik2 Rkik2 Presentation Transcript

    • GESTATIONAL DIABETES MELLITUS Kadek Mulyantari Sidarti Soehita SFHS
    • PENDAHULUAN
      • Gestational Diabetes Mellitus (GDM) : intoleransi glukosa yang dimulai selama kehamilan
      • Gejala utama: poliuria, polidipsia, polifagia
      • Penemuan kasus GDM sebagian besar karena kebetulan
    • PENDAHULUAN
      • Insiden : 7 % dari seluruh kehamilan pertahun
      • Berpengaruh pada 4 – 12% kehamilan dan 90% akan hilang setelah kehamilan berakhir.
      • GDM memberikan efek yang buruk terhadap janin dan ibu.
    • PROSES METABOLISME PADA KEHAMILAN
      • Pada kehamilan normal terjadi perubahan anatomi, fisiologi dan biokimia
      • Basal metabolisme rate ↑15-20 % ( trimester III), kalori terutama dari metabolisme karbohidrat
      • Protein untuk perkembangan tubuh, alat genitalia, payudara serta disimpan untuk laktasi.
    • Proses metabolisme pada kehamilan....lanjutan Efek insulin terhadap ambilan glukosa dan metabolismenya
    • Proses metabolisme pada kehamilan....lanjutan Tahap awal kehamilan
      • Toleransi glukosa normal atau sedikit ↑ dibandingkan sebelum hamil.
      • Respon insulin terhadap produksi glukosa basal hepar normal, respon insulin terhadap glukosa oral lebih tinggi dibanding sebelum hamil
      • Peningkatan respon insulin terhadap glukosa mencapai 120% pada umur kehamilan 12-14 minggu.
    • Proses metabolisme pada kehamilan....lanjutan
      • Perubahan hormon selama kehamilan diyakini bertanggung jawab terhadap penurunan sensitivitas insulin
      • Terutama berasal dari hormon plasenta
      • (Human chorionic somatomammotropin/ HCS/ human placental lactogen ), kortisol, progesteron, prolaktin.
    • Proses metabolisme pada kehamilan....lanjutan Tahap lanjut kehamilan
      • Kemampuan plasenta untuk menghasilkan hormon ↑
      • Sifat hormon plasenta
      • Sensitivitas insulin 50-70% lebih rendah dibandingkan pada keadaan tidak hamil
      Anti insulinogenic Efek lipolytic ↓ sensitivitas insulin / ↑resistensi insulin jaringan ↑ penggunaan energi alternatif ( asam lemak ) ↑ sekresi insulin Hiper insulinemia
    • Proses metabolisme pada kehamilan....lanjutan LAKTOGEN PLASENTA
      • Muncul pada kehamilan minggu VI
      • Konsentrasi ↑ selama kehamilan ( ± 36 minggu )
      • Terutama disekresi ke sirkulasi ibu (sedikit pada darah tali pusat )
    • Proses metabolisme pada kehamilan....lanjutan PERAN LAKTOGEN PLASENTA
      • Proses lipolisis & ↑ kadar asam lemak bebas dalam sirkulasi  menyediakan sumber energi untuk metabolisme ibu dan nutrisi janin
      • Menghambat penggunaan glukosa dan glukoneogenesis.
      • Peningkatan insulin ibu yang mendukung sintesis protein
    • Proses metabolisme pada kehamilan....lanjutan
      • Laktogen plasenta  lipolisis dan ↑ pembebasan asam-asam lemak bebas. Konsentrasi asam lemak bebas ke sirkulasi ↑  resistensi jaringan terhadap insulin
    • Proses metabolisme pada kehamilan....lanjutan
      • resistensi insulin  gangguan metabolisme lemak  Asam lemak terakumulasi di hepar  menurunkan jumlah reseptor insulin di hepar  hiperinsulinemia.
      meringankan fungsi sel β pankreas dalam mengimbangi keadaan resistensi insulin
    • RESISTENSI INSULIN PADA KEHAMILAN
      • Penderita obesitas
      • Riwayat diabetes
      • dalam keluarga,
      • Menderita glukosuria,
      • GDM atau intoleransi glukosa
      • pada kehamilan sebelumnya,
      • Pernah melahirkan
      • bayi makrosomia
      • Umur < 25 tahun,
      • Tidak termasuk dalam kelompok
      • ROB
      • Termasuk dalam kelompok etnis
      • beresiko rendah
      • Berat badan normal sebelum hamil
      • dan meningkat selama kehamilan
      • Tidak ada riwayat toleransi
      • glukosa abnormal
      FAKTOR RESIKO Tinggi Sedang Rendah
    • Resistensi insulin pada kehamilan.... Lanjutan PATOFISIOLOGI
      • Kehamilan merupakan suatu keadaan diabetogenik
      • Dua hal pokok yang berkontribusi terhadap resistensi insulin
      • Peningkatan jaringan adiposa maternal
      • Efek desensitisasi insulin oleh hormon plasenta  peran utama
    • Resistensi insulin pada kehamilan.... Lanjutan PATOFISIOLOGI
      • Hormon-hormon yang diproduksi plasenta
      • Human chorionic somatomammotropin (HCS/ human placental lactogen ),
      • Kortisol,
      • Estrogen,
      • Progesteron.
      • dll
      • HCG berperan utama pada kejadian resistensi
      • insulin selama kehamilan
    • Resistensi insulin pada kehamilan.... Lanjutan Perkembangan plasenta dan pengaruh keadaan diabetes pada struktur dan fungsi plasenta
    • Resistensi insulin pada kehamilan.... Lanjutan Efek langsung dan efek tidak langsung insulin fetus terhadap plasenta
    • Resistensi insulin pada kehamilan.... Lanjutan PLASENTA PADA GDM
      • Peningkatan berat diikuti oleh pelebaran area permukaan
      • Penyediaan nutrisi maternal secara berlebihan, peningkatan permukaan plasenta, berkontribusi dalam menambah transpor nutrisi maternal ke fetus
    • Resistensi insulin pada kehamilan.... Lanjutan PLASENTA PADA GDM
      • Umur Kehamilan ↑  ukuran plasenta ↑, produksi HCS plasenta meningkat  status resistensi insulin ↑  sekresi insulin oleh sel β pankreas ↑
      • (kompensasi)
    • Resistensi insulin pada kehamilan.... Lanjutan
      • NonGDM
      • Kompensasi sekresi
      • insulin
      • tidak tergangu
      • Tingkat resistensi
      • Insulin lebih ringan
      GDM Gangguan Kompensasi ↑ sekresi insulin (67% lebih rendah) Tingkat resistensi insulin berat
    • Resistensi insulin pada kehamilan.... Lanjutan
      • Disfungsi sel β pankreas pada wanita yang terdiagnosis GDM dapat manifes pada tiga katagori berikut, yaitu:
        • autoimun,
        • monogenik,
        • resistensi insulin (paling sering).
    • Resistensi insulin pada kehamilan.... Lanjutan
      • Karena insulin tidak bisa melewati plasenta, janin akan terpapar dengan keadaan hiperglikemia maternal.
      • Pada kehamilan 11 atau 12 minggu, pankreas janin mampu merespon keadaan hiperglikemia  Janin mengalamai hiperinsulinemia  memacu pertumbuhan  makrosomia
    • KOMPLIKASI GDM
        • MATERNAL
      • Preeklamsia.
      • Diabetes nongestasional
      • pasca melahirkan
      • ( 17-63 %, 5 -16 th pasca kehamilan)
      • GDM pada kehamilan
      • berikutnya (30 – 84%)
    • KOMPLIKASI GDM
              • FETAL
      • Makrosomia(tersering 15-45%)
      • Hipoglikemia
      • Hiperbilirubinemia
      • Respiratory distress syndrome
      • Polisitemia
      • Kardiomiopati
      • Hipokalsemia
      • Peningkatan resiko diabetes& obesitas pada masa anak-anak dan dewasa
    • DIAGNOSIS
      • Skrining
      • Tahun 1973, Mahan dan O’Sullivan menggunakan tes toleransi glukosa oral dengan glukosa 50 gram (1 jam) sebagai tes skrining GDM
    • Skrining pada Gestational Diabetes Mellitus RISK CATEGORY AND CLINICAL CHARACTERISTICS ↑ High risk (one or more of the following) Marked obesity Diabetes in first-degree relative History of glucose intolerance Previous infant with macrosomia Current glycosuria Average risk The patients fits neither the low- nor the high-risk profile Low risk (all of the following) Age < 25 yr Belongs to low-risk race or ethnic group No diabetes in first-degree relatives Normal prepregnancy weight and weight gain during pregnancy No history of abnormal blood glucose concentrations No prior poor obstetrical outcomes RECOMMENDATION FOR SERUM OR PLASMA GLUCOSE SCREENING At initial antepartum visit or as soon as possible there after, repeat at 24-28 weeks if no diagnosis of gestational diabetes mellitus by that time Between 24 and 28 weeks of gestation Not required
    • Skrining pada Gestational Diabetes Mellitus
      • Gejala hiperglikemia +, glukosa darah acak >200 mg/dl  DM tipe 1 dan DM tipe 2.
      • Skrining glukosuria memiliki sensitivitas &spesifisitas rendah  tidak direkomendasikan sebagai tes skrining
    • Skrining GDM dengan 50-g TTGO (1 jam)
      • Serum glucose Proportion with Sensitivity for GDM
      • cutoff point positive test
      • >140 mg/dl 14-18 % ~80%
      • >130 mg/dl 20-25% ~90%
      • * Recommendations as adapted by Metzger et al.
    • Diagnosis GDM
      • Pertimbangkan keadaan berikut:
        • Bukan DM tipe 2,
        • Gangguan toleransi glukosa ringan sebelum kehamilan dan bertambah berat selama kehamilan
        • Toleransi glukosa normal sebelum kehamilan dan abnormal dengan ↑ umur kehamilan
        • Tidak terdiagnosis menderita DM tipe 1 pada saat kehamilan
    • Diagnosis GDM....lanjutan
      • Hasil positif pada 50-g TTGO dilanjutkan dengan test diagnostik (75-g atau 100-g TTGO )
      • 100-g TTGO sebagai gold standard untuk diagnosis GDM.
      • Puasa semalam ( 8 jam, tidak lebih dari 14 jam), 3 hari terakhir konsumsi karbohidrat ≥150 gram/hari
    • Diagnosis GDM....lanjutan
      • Enam minggu pasca melahirkan ,klasifikasi ulang penderita masuk dalam katagori
      • DM
      • IFG (Impaired Fasting Glucose)
      • IGT ( Impaired Glucose Tolerance )
      • Normoglikemia
    • Diagnosis GDM selama kehamilan Procedure Glucose cut points Time (h) mg/dl mmol/l 100-g, 3-h OGTT Fasting 90 5.3 1 180 10.0 2 155 8.6 3 140 7.8 75-g, 2-h OGTT Fasting 95 5.3 1 180 10.0 2 155 8.6
    • PENATALAKSANAAN
      • Terapi konvensional gagal, perlu terapi farmakologi
      Terapi konvensional (Diet& latihan) Terapi Farmakologi
    • PENATALAKSANAAN…..(lanjutan) MONITORING GLUKOSA DARAH
      • Bisa dilakukan di rumah
      • Menentukan jenis terapi &penyesuaian diet
      • Monitoring glukosa darah 4 kali per hari
      • Sebelum makan &2 jam sesudah makan
      • Kontrol glikemia yang baik
      glukosa darah <95 mg/dl sebelum makan <140 mg/dl 1 jam setelah makan <120 mg/dl 2 jam setelah makan
    • PENATALAKSANAAN…..(lanjutan) DIET DAN LATIHAN
      • Tidak mengalami hiperglikemia berat.
      • BB normal pada trimester II( 30-32 Kcal/ Kg BB)
      • Jumlah Karbohidrat 40% dari total kalori, dari sumber dengan index glikemia rendah
      • Over weight ( 25 Kcal/ Kg BB)
      • Kelebihan kalori  ketonuria puasa
    • PENATALAKSANAAN…..(lanjutan) TERAPI FARMAKOLOGI
      • Insulin
      • Analog lispro dan aspart
      • Dapat menurunkan fetal macrosomia
      • Diberikan 5-10 menit sebelum makan
      • Baik dalam mengontrol postprandial glycemia
      • Tidak melewati plasenta
    • PENATALAKSANAAN…..(lanjutan) TERAPI FARMAKOLOGI
      • Glyburide
      • Golongan sulfonylurea
      • Terapi alternatif pengganti insulin
      • Meningkatkan sekresi insulin
      • Tidak melewati plasenta
      • Efek sama seperti insulin dalam mencegah komplikasi GDM
    •  
    • T e r i m a K a s i h
    • DIABETES MELLITUS DALAM KEHAMILAN DI RS DR. SUTOMO TAHUN 2006
    • CARA PERSALINAN
    • DIABETES MELLITUS DALAM KEHAMILAN DI RS DR. SUTOMO TAHUN 2006
    • KOMPLIKASI KOMPLIKASI MATERNAL KOMPLIKASI FETAL * PERSENTASE DARI 55 SAMPEL DIABETES MELLITUS DALAM KEHAMILAN DI RS DR.SUTOMO TAHUN 2006 *TOTAL SAMPEL YANG MENGALAMI KOMPLIKASI SEBANYAK 63.64% 9.10 5 OLIGOHIDRAMNION 5.45 3 HIDRAMNION 5.45 3 HIPERTENSI KRONIS 3.63 2 PREEKLAMSIA BERAT 14.55 8 PREEKLAMSIA RINGAN %* JUMLAH KOMPLIKASI 1.82 1 ATRESIA NARES, MICROTIA 1.82 1 ANENCEPHAL 14.55 8 PERSALINAN PRETERM 7.27 4 MAKROSOMIA (BAYI BESAR) %* JUMLAH KOMPLIKASI
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •