• Save
Jh6
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Jh6

on

  • 899 views

 

Statistics

Views

Total Views
899
Views on SlideShare
696
Embed Views
203

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

2 Embeds 203

http://pdspatklinsby.com 171
http://www.pdspatklinsby.com 32

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Jh6 Presentation Transcript

  • 1. Jurnal Hematologi
    Serum Erythropoietin Levels in Pediatric Hematologic Disorders and Impact of Recombinant Human Erythropoietin Use
    Turk J Hematol 2009; 26: 72-6
    Mualla Çetin, Şule Ünal, Fatma Gümrük, Aytemiz Gürgey, Çiğdem Altay
    Hacettepe University, Division of Pediatric Hematology, Ankara, Turkey
    Robiul Fuadi dr/ Fery H Soedewo dr. MS. SpPK (K)
    1
  • 2. Pendahuluan
    Eritropoetin
    • Dihasilkan sel endotel kapiler peritubulus ginjal dan sel hepatosit (lebih sedikit)
    • 3. Proliferasi dan diferensiasi progenitor erythroid
    • 4. Pengukuran dengan enzyme immunoassay
    2
  • 5. Recombinant Human Erythropoietin (rHuEpo)
    3
    (rHuEpo)
    terapipasien anemia dengangagalginjalend-stage
    terapi anemia dengankankerdanpenyakit lain,
    meningkatkankualitashidup
    indikasi yang lain
  • 6. Tujuan Penelitian
    4
    - anemia defisiensibesi,
    -leukemia limfoblastikakut (ALL),
    - anemia Fanconi (FA),
    - talasemiaintermedia(TI),
    - kontrolsehat
    Mengevaluasiperbedaankadareritropoetinpasienpediatri
    Tujuanpenelitian
    peranterapirHuEpopadaberbagaikelompok anemia, jikaterdapatdefisiensieritropoetin
  • 7. Metode
    31 pasien defisiensi besi
    3 ginjal ektopik
    15 pasien ALL
    2 renal agenesis unilateral
    Subyek penelitian
    7 anak kelainan ginjal
    26 pasien FA
    1 horseshoe kidney
    21 pasien TI
    1 dilatasi ureter kanan
    12 kontrol
    5
  • 8. Subyek penelitian
    Renal function test dan urinalisis normal
    Tidak terdapat kelainan klinis hipoksia akut atau kronis
    Tidak pernah menerima tranfusi selama 6 bulan
    6
  • 9. Sampel diambil pada jam 10-12 pagi
    Pasien ALL, sampel darah diambil sebelum kemoterapi
    Pasien anemia defisiensi besi, sampel diambil sebelum terapi, minggu II dan IV masa terapi
    7
  • 10. 8
    - hemoglobin(Hb),
    - hematokrit,
    - serum iron,
    - serum iron binding capacity,
    - feritin, dan
    - sEpo
    pengukuran
  • 11. sEpo
    Serum disimpan pada suhu -20o C.
    sEpo diukur dengan ELISA (Medac Diagnostica ,Jerman) 2 kali untuk tiap pasien
    9
  • 12. Analisis Statistik
    Analisis statistik dengan SPSS versi 11, Chicago, IL, USA
    Empat kelompok anemia dibandingkan kontrol dengan ANOVA test, bila signifikan, dilakukan analisis dengan Tukey pairwise test
    Nilai log kadar sEpo tiap kelompok anemia dikorelasikan dengan kadar Hb menggunakan Pearson correlation test.
    10
  • 13. Hasil
    11
    7.7
    6.7
  • 14. Pada kelompok penderita, memiliki korelasi linear terbalik antara Hb dan log sEpo
    Koefisien korelasi:
    - anemia defisiensi besi –0,75
    - ALL –0,6
    - FA -0,83
    - TI -0,76
    12
  • 15. 13
  • 16. 14
    Tidak ada perbedaan antara androgen (+) dengan androgen (-)
  • 17. 15
    Tidak ada perbedaan antara talasemia βo dan β+
  • 18. Diskusi
    Sesuai penelitian sebelumnya, pada studi ini, kadar eritropoetin tertinggi pada FA, terendah pada anemia defisiensi besi.
    Etiologi respon sEpo yang berbeda, pada kelompok anemia yang berbeda dengan kadar Hb sama masih samar.
    Kadar sEpo ditentukan tidak hanya oleh produksinya, tetapi juga clearence, inhibitor, dan konsumsinya.
    16
  • 19. Sebagian besar pasien FA yang kekurangan atau defectiveeritroid progenitor dan 50% pasien FA responsif terhadap terapi androgen.
    17
  • 20. Efek androgen
    18
    Hbprialebihtinggi
    langsungterhadapselhematopoetik
    menstimulasieritropoetinin vitromaupunin vivo
    androgen
    sekresihematopoetin
  • 21. Sesuai penelitian sebelumnya, pada studi ini, tidak ada efek signifikan androgen terhadap kadar sEpo pada pasien FA
    Hal ini mendukung efek langsung androgen terhadap eritropoesis.
    Apalagi ada pasien FA, memiliki sEpo tinggi, dengan kadar Hb yang normal
    Adanya faktor lain yang mempengaruhi kadar sEpo
    19
  • 22. Piedras melaporkan, androgen pada dosis farmakologi tidak mempengaruhi kadar sEpo pasien non anemic anemia aplastik
    Tetapi meningkatkan kadar sEpo pada pasien anemic
    20
  • 23. Studi in vitro dan in vivo menunjukkan rHuEpo tidak berefek pada koreksi anemia pada FA atau acquired aplastic anemia
    Penelitian lain menunjukkan, pasien anemia aplastik non severe memiliki respon terhadap rHuEpo
    Hal ini mengindikasikan pentingnya status sumsum tulang pada respon terapi rHuEpo
    21
  • 24. Rata-rata sEpo, dilaporkan penelitian sebelumnya lebih tinggi pada pasien talasemia mayor dan TI dibanding kelompok kontrol
    Pada studi ini, pasien TI memiliki kadar sEpo yang lebih tinggi dibanding penelitian sebelumnya
    22
  • 25. Peneliti tidak menemukan adanya perbedaan antara βo dan β+
    Meskipun HbF dan HbA memiliki afinitas terhadap oksigen berbeda, hal ini tidak mempengaruhi hipoksia jaringan
    Sebab lain, kadar sEpo mungkin dipengaruhi faktor lain selain hipoksia pada pasien TI
    23
  • 26. Pada anemia defisiensi besi, sEpo kembali ke kadar normal lebih cepat dibanding recovery anemia.
    Hal ini menggambarkan mekanisme feedback antara selularitas sumsum tulang dan kadar sEpo
    24
  • 27. Tetapi, ada peningkatan kadar sEpo pada kelompok lain dengan Hb sama dengan anemia defisiensi besi yang telah diterapi 2 minggu
    Eritropoetin tidak hanya dipengaruhi oleh kadar Hb, tetapi juga aktifitas erythroid di sumsum tulang
    25
  • 28. Pada pasien leukemia akut, penyebab utama anemia adalah infiltrasi sumsum tulang oleh sel leukemia
    Pada studi ini, kadar sEpo konsisten tinggi dengan kadar Hb konsisten rendah
    26
  • 29. rHuEpo:
    - efektif untuk anemia pada pasien gagal ginjal kronik, kanker
    - penting untuk memperbaiki kualitas hidup
    Pada studi ini, kadar tinggi sEpo pada pasien FA, TI, dan ALL menunjukkan rHuEpo mungkin kurang bermanfaat
    27
  • 30. Thank You !
    www.themegallery.com
  • 31. Nilai normal
    Anak-anak : 9.1-27.6 miu/ml
    Dewasa : 11.2-23.3 miu/ml
    (Br J Haematol. 1988 Oct;70(2):247-50)
    29
  • 32. TEST PRINCIPLE
    In this sandwich type assay erythropoietin is first bound by a rabbit anti-EPO- antiserum immobilized on the solid phase of a microtiterplate.
    After a washing step a second antibody to erythropoietin from rabbit conjugated to biotin forms a sandwich complex with EPO.
    After another incubation with an anti-biotin antibody conjugated to alkaline phosphatase and addition of a substrate (PNPP) a yellow colour is formed which is proportional to the concentration of erythropoietin
    30
  • 33. Indirect ELISA (Sandwich ELISA)
    Untuk mendeteksi adanya antigen (Ag)
  • 34. 32
  • 35. Indikasi pemeriksaan Epo
    Terlau sedikit erythropoietin mungkin bertanggung jawab untuk terlalu sedikit sel-sel darah merah (seperti dalam mengevaluasi anemia, terutama anemia yang berhubungan dengan penyakit ginjal).
    Terlalu banyak erythropoietin mungkin menyebabkan terlalu banyak sel-sel darah merah (polycythemia).
    Terlalu banyak erythropoietin mungkin adalah bukti untuk suatu tumor ginjal.
    Terlalu banyak erythropoietin pada seorang olahragawan (athlete) mungkin menyarankan penyalahgunaan erythropoietin.
    33
  • 36. 34
  • 37. 35