TUTOR HEMATOLOGI PEMERIKSAAN  HITUNG JENIS LEKOSIT ( LEUCOCYTE DIFFERENTIAL COUNT) Oleh dr. Faizah Yunianti dr Yetty Herna...
PENDAHULUAN(1) <ul><li>Hitung jenis  lekosit : </li></ul><ul><li>Persentase distribusi dari bermacam-macam </li></ul><ul><...
PENDAHULUAN(2) <ul><li>Kegunaan klinis   : </li></ul><ul><li>Membantu diagnosis beberapa kelainan darah. </li></ul><ul><li...
Harga Normal (persentase rata-rata)
PEMERIKSAAN HITUNG JENIS LEKOSIT manual otomatik <ul><li>Pembuatan hapusan darah </li></ul><ul><li>Pewarnaan </li></ul><ul...
PEMERIKSAAN  OTOMATIK Metode  resistensi elektronik/  impedan/ tahanan listrik Metode Optikal Light scatter Light Scatter ...
Otomatis Metode Alat Impedans Coulter (DC)  Sysmex NE-8000 (DC&RF) Light scatter Cell-Dyn 3200 Light Scatter  & Absorbsi S...
Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/Tahanan Listrik
Metode Resistensi Elektronik/  Impedans/Tahanan Listrik <ul><li>Sampel darah diencerkan dengan larutan elektrolit seperti ...
Metode Resistensi Elektronik/  Impedansi/Tahanan Listrik <ul><li>Tiap sel yang dialirkan melalui apertura )   meningkatka...
<ul><li>Coincidence error  dikurangi dengan  - mengurangi ukuran apertura,  </li></ul><ul><li>- mengurangi konsentrasi sel...
Metode Resistensi Elektronik/   Impedans/Tahanan Listrik <ul><li>Digunakan reagen pelisis    mengerutkan plasma membran &...
Direct Current & Radio Frequency <ul><li>DC  : ukuran/volume sel </li></ul><ul><li>RF   : ukuran inti & kepadatan sel </li...
Direct Current & Radio Frequency
Direct Current & Radio Frequensi
Scattergram  Sysmex NE 8000
Metode Optikal <ul><li>Light Scatter </li></ul><ul><li>Light Scatter  & Absorbsi </li></ul><ul><li>- fluoresensi </li></ul...
Light Scatter
Light Scatter <ul><li>Sel-sel darah melewati suatu  flow cell, dimana sinar difokuskan.  </li></ul><ul><li>Sinar    dipen...
OPTICAL FLOW CELL
Pengukuran  scatter light   4 sudut  ( multi angle polarized scatter separation/MAPPS) <ul><li>Forward angle light scatter...
WBC LIGHT SCATTER
MONONUCLEAR-POLYMORPHONUCLEAR SCATTER <ul><li>90 º pada sumbu Y & 10º pada sumbu X </li></ul><ul><li>Sel-sel MN : sudut ki...
NEUTROPHIL-EOSINOPHIL SCATTER <ul><li>90 ºD : sumbu Y, 90º : sumbu X </li></ul><ul><li>Netrofil : di bagian bawah  </li></...
MONONUCLEAR SCATTER <ul><li>0 º : sumbu Y, 10º : sumbu X </li></ul><ul><li>Limfosit : paling bawah & besar </li></ul><ul><...
Fluoresensi ( Light Scatter & Absorbsi) <ul><li>Prinsip : </li></ul><ul><li>- absorbsi sinar  λ  tertentu  </li></ul><ul><...
Fluoresensi <ul><li>Prinsip  : lekosit diwarnai dengan pewarnaan asam </li></ul><ul><li>nukleat spesifik (mewarnai DNA/RNA...
<ul><li>Polymethine  mengandung reagen pelisis  ( STROMATOLYSER-4DL & 4DS)     masuk ke dalam sel & mewarnai asam nukleat...
Scattergram leukosit
Memisahkan Lekosit dari NRBC <ul><li>Sulit untuk membedakan NRBC dari lekosit </li></ul><ul><li>NRBC mempengaruhi perhitun...
Memisahkan Lekosit dari NRBC <ul><li>STROMATOLYZER NR   mempengaruhi  </li></ul><ul><li>membran lipid    terbentuk luban...
Memisahkan Lekosit dari NRBC
Scattergram NRBC <ul><li>Sumbu X : intensitas  lateral fluorecent light </li></ul><ul><li>Sumbu Y : intensitas  forward sc...
Memisahkan Lekosit dari NRBC
Channel  Basofil  (WBC/BASO Scattergram) <ul><li>Sumbu X : intensitas  lateral scatter light </li></ul><ul><li>Sumbu Y : i...
Immatur Granulosit Netrofil <ul><li>Menggunakan reagen pelisis khusus immatur granulosit (co. : Stromatolyser IM pada Sysm...
IMI Channel <ul><li>Memisahkan immatur & matur lekosit </li></ul>
IMI Scattergram <ul><li>Sumbu Y : RF, Sumbu X : DC </li></ul><ul><li>Sel immatur : merah </li></ul><ul><li>Sel matur : bir...
Scattergram  Lekosit
Sitokimia <ul><li>Intensitas pewarnaan : membedakan sel.  </li></ul><ul><li>Limfosit & sel-sel besar  peroksidase (-)    ...
Sitokimia <ul><li>Eritrosit lisis, lekosit bentuknya  tetap (menggunakan formaldehid).  </li></ul><ul><li>Zat kromogen & s...
Lyse RBC Fix WBC Stain peroxidase = positive WBC <ul><li>anionic surfactant </li></ul><ul><li>Formaldehyde </li></ul><ul><...
Sitokimia <ul><li>Detektor  darkfield  sensitif terhadap cahaya yang dipencarkan,  </li></ul><ul><li>detektor  brightfield...
Sitogram WBC/  Peroxidase Channel Intensitas pewarnaan U K U R A N
Sitokimia Basofil <ul><li>Basofil : basofil tidak lisis    dihitung ukuran sel  </li></ul><ul><li>Menggunakan sinar Heliu...
Sitokimia Basofil <ul><li>Lyse RBC, platelets </li></ul><ul><li>Strip cytoplasma from </li></ul><ul><li>WBC,  </li></ul><u...
Large unstained  Cell (LUC) <ul><li>Tidak mengandung peroksidase sehingga tidak terwarnai </li></ul><ul><li>Yang termasuk ...
terima kasih terima kasih
PERBANDINGAN HITUNG JENIS LEKOSIT SECARA MANUAL DAN OTOMATIK CARA KEUNTUNGAN KERUGIAN MANUAL <ul><li>Dapat melihat morfolo...
Scattergram  Coulter STKS (DC)
Scatergram  metode impedans
Scattergram Sysmex NE 8000
<ul><li>Sheath fluid  berfungsi  : </li></ul><ul><li>- mencegah  flow cell  terlapisi oleh bahan  </li></ul><ul><li>yang a...
Fluoresensi <ul><li>Aktifitas antibodi Limfosit B mengandung konsentrasi tinggi dari ribosomal RNA dan memisahkan limfosit...
Fluoresensi <ul><li>Channel  pengukuran yang lain adalah  IMI channel  : eritrosit lisis,  </li></ul><ul><li>semua bentuk ...
Manual <ul><li>Pembuatan hapusan darah </li></ul><ul><li>Pewarnaan </li></ul><ul><li>Pemeriksaan hapusan darah </li></ul><...
Gambar 1. Prosedur (a-d) pembuatan hapusan darah tepi untuk  hitung jenis lekosit
a. Pembuatan hapusan darah   <ul><li>METODE WEDGE </li></ul><ul><li>1. Teteskan darah pada slide  </li></ul><ul><li>2. Sli...
b. Pewarnaan <ul><li>Pewarnaan Romanowsky : </li></ul><ul><li>Leishman’s, Wright’s, Giemsa’s, May-Grunwald’s dan Jenner’s ...
c. Pemeriksaan hapusan darah <ul><li>Pertama : memakai pembesaran kecil  yaitu lensa objektif 10x untuk skrining   lihat ...
d. Perhitungan jenis lekosit <ul><li>Lekosit yang dilihat, mula-mula dicatat pada kolom 1 hingga berjumlah 10, kemudian pi...
NRBC FLAG
Perbedaan Pewarnaan WBC
Metode Peroksidase
Metode Analisis Basofil/ Lobularitas Inti
Reaksi Basofil
IG : WBC/NRBC screen
Atipikal Limfosit  Flag
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

12

1,451

Published on

Published in: Business, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,451
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "12"

  1. 1. TUTOR HEMATOLOGI PEMERIKSAAN HITUNG JENIS LEKOSIT ( LEUCOCYTE DIFFERENTIAL COUNT) Oleh dr. Faizah Yunianti dr Yetty Hernaningsih, Sp.PK
  2. 2. PENDAHULUAN(1) <ul><li>Hitung jenis lekosit : </li></ul><ul><li>Persentase distribusi dari bermacam-macam </li></ul><ul><li>lekosit di dalam darah tepi </li></ul><ul><li>Di darah tepi, sel darah putih dibedakan </li></ul><ul><li>dari sel darah merah dari adanya inti sel. </li></ul>
  3. 3. PENDAHULUAN(2) <ul><li>Kegunaan klinis : </li></ul><ul><li>Membantu diagnosis beberapa kelainan darah. </li></ul><ul><li>Mengetahui perubahan distribusi lekosit berkaitan dengan kelainan yang khas seperti infeksi,leukemia </li></ul>
  4. 4. Harga Normal (persentase rata-rata)
  5. 5. PEMERIKSAAN HITUNG JENIS LEKOSIT manual otomatik <ul><li>Pembuatan hapusan darah </li></ul><ul><li>Pewarnaan </li></ul><ul><li>Pemeriksaan hapusan darah </li></ul><ul><li>Perhitungan jenis lekosit </li></ul>Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/ Metode Optikal Kombinasi metode impedans & optikal
  6. 6. PEMERIKSAAN OTOMATIK Metode resistensi elektronik/ impedan/ tahanan listrik Metode Optikal Light scatter Light Scatter & Absorbsi Kombinasi impedan & Metode optikal Direct Current & Radio Frequensi Direct Current (DC ) sitokimia fluoresensi
  7. 7. Otomatis Metode Alat Impedans Coulter (DC) Sysmex NE-8000 (DC&RF) Light scatter Cell-Dyn 3200 Light Scatter & Absorbsi Sysmex XE 2100 Tehnicon H1 Advia 2120 Kombinasi Impedans & Light Scatering Cobas Helios 5 Diff
  8. 8. Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/Tahanan Listrik
  9. 9.
  10. 10. Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/Tahanan Listrik <ul><li>Sampel darah diencerkan dengan larutan elektrolit seperti salin </li></ul><ul><li>Suspensi sel-sel  dialirkan melalui suatu celah (apertura) ke tabung yang vakum. </li></ul><ul><li>Arus listrik dihasilkan oleh: </li></ul><ul><li>- elektroda eksternal (suspensi sel darah) </li></ul><ul><li>- elektroda internal (tabung gelas mempunyai </li></ul><ul><li>celah/apertura). </li></ul>
  11. 11. Metode Resistensi Elektronik/ Impedansi/Tahanan Listrik <ul><li>Tiap sel yang dialirkan melalui apertura )  meningkatkan tahanan listrik dan menghasilkan pulsasi untuk dihitung. </li></ul><ul><li>Setiap puncak pulsasi sebanding dengan ukuran partikel </li></ul><ul><li>Dapat terjadi coincidence error : </li></ul><ul><li>>1 sel melewati apertura bersamaan, </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Coincidence error dikurangi dengan - mengurangi ukuran apertura, </li></ul><ul><li>- mengurangi konsentrasi sel </li></ul><ul><li>- menggunakan cairan selubung (sheath </li></ul><ul><li>fluid). </li></ul><ul><li>Metode lain untuk mengurangi coincidence error yaitu hydrodynamic focusing system , </li></ul><ul><li> sel digerakkan dalam satu garis aliran  sel </li></ul><ul><li>tersebut satu persatu masuk apertura. </li></ul>
  13. 13.
  14. 14.
  15. 15. Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/Tahanan Listrik <ul><li>Digunakan reagen pelisis  mengerutkan plasma membran & sitoplasma sel  inti yang diselubungi sitoplasma dlm jumlah minimal & membran sel </li></ul><ul><li>Jenis lekosit diukur berdasarkan ukuran inti yang telanjang tersebut. </li></ul><ul><li>Dikelompokkan menjadi 3 bagian </li></ul><ul><li>- Limfosit (35-90 fl) </li></ul><ul><li>- Monosit ( 90-160 fl) </li></ul><ul><li>- Granulosit netrofil ( 160-450 fl) </li></ul>
  16. 16. Direct Current & Radio Frequency <ul><li>DC : ukuran/volume sel </li></ul><ul><li>RF : ukuran inti & kepadatan sel </li></ul><ul><li>Dibuat scatter gram : </li></ul><ul><li>RF : ordinat </li></ul><ul><li>DC : aksis </li></ul>
  17. 17. Direct Current & Radio Frequency
  18. 18. Direct Current & Radio Frequensi
  19. 19. Scattergram Sysmex NE 8000
  20. 20. Metode Optikal <ul><li>Light Scatter </li></ul><ul><li>Light Scatter & Absorbsi </li></ul><ul><li>- fluoresensi </li></ul><ul><li>- sitokimia </li></ul>
  21. 21. Light Scatter
  22. 22. Light Scatter <ul><li>Sel-sel darah melewati suatu flow cell, dimana sinar difokuskan. </li></ul><ul><li>Sinar  dipencarkan ke segala arah karena sel </li></ul><ul><li>menghalangi jalannya sinar. </li></ul><ul><li>Sumber sinar : laser </li></ul><ul><li>Sinar-sinar yang dipencarkan ditangkap photodetector & dianalisis  dikonversikan </li></ul>
  23. 23. OPTICAL FLOW CELL
  24. 24. Pengukuran scatter light 4 sudut ( multi angle polarized scatter separation/MAPPS) <ul><li>Forward angle light scatter  ukuran sel </li></ul><ul><li>1 º - 3º  0º </li></ul><ul><li>7º-11º  10º </li></ul><ul><li>Orthogonal(side) light scatter  permukaan sel, </li></ul><ul><li>struktur internal sel & </li></ul><ul><li>granularitas </li></ul><ul><li>70 º - 110º  90º </li></ul><ul><li>70º - 110º  90º Depolarisasi </li></ul>
  25. 25. WBC LIGHT SCATTER
  26. 26. MONONUCLEAR-POLYMORPHONUCLEAR SCATTER <ul><li>90 º pada sumbu Y & 10º pada sumbu X </li></ul><ul><li>Sel-sel MN : sudut kiri bawah </li></ul><ul><li>Sel-sel PMN : sebelah kanan atas dari sel </li></ul><ul><li>MN </li></ul>
  27. 27. NEUTROPHIL-EOSINOPHIL SCATTER <ul><li>90 ºD : sumbu Y, 90º : sumbu X </li></ul><ul><li>Netrofil : di bagian bawah </li></ul><ul><li>Eosinofil : di bagian atas </li></ul>
  28. 28. MONONUCLEAR SCATTER <ul><li>0 º : sumbu Y, 10º : sumbu X </li></ul><ul><li>Limfosit : paling bawah & besar </li></ul><ul><li>Basofil : sebelah kanan atas limfosit (kecil) </li></ul><ul><li>Monosit : di atas limfosit & basofil </li></ul>
  29. 29. Fluoresensi ( Light Scatter & Absorbsi) <ul><li>Prinsip : </li></ul><ul><li>- absorbsi sinar λ tertentu </li></ul><ul><li>(sumber sinar yang digunakan) </li></ul><ul><li>- eksitasi </li></ul><ul><li>- kembali ke ground state  emisi </li></ul><ul><li>(fluoresensi) </li></ul><ul><li>- λ fluoresensi > λ sumber sinar </li></ul>
  30. 30.
  31. 31. Fluoresensi <ul><li>Prinsip : lekosit diwarnai dengan pewarnaan asam </li></ul><ul><li>nukleat spesifik (mewarnai DNA/RNA) </li></ul><ul><li>Intensitas fluoresensi sebanding dengan kandungan DNA/RNA dalam inti </li></ul><ul><li>Sifat pewarna polymethine </li></ul><ul><li>- tereksitasi oleh semikonduktor laser warna merah </li></ul><ul><li>( λ 633nm) </li></ul><ul><li>- mengemisikan fluoresensi merah ( λ 660nm atau lebih) </li></ul>
  32. 32. <ul><li>Polymethine mengandung reagen pelisis ( STROMATOLYSER-4DL & 4DS)  masuk ke dalam sel & mewarnai asam nukleat & organel sitoplasma seperti retikulum endoplasmik. </li></ul><ul><li>Pewarna polymethine : 4 jenis lekosit, retikulosit dan eritroblas. </li></ul><ul><li>Intensitas fluoresensi : </li></ul><ul><li>- Granulosit immatur > netrofil </li></ul><ul><li>- Limfosit atifikal > limfosit & monosit </li></ul>
  33. 33. Scattergram leukosit
  34. 34. Memisahkan Lekosit dari NRBC <ul><li>Sulit untuk membedakan NRBC dari lekosit </li></ul><ul><li>NRBC mempengaruhi perhitungan lekosit </li></ul><ul><li>Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan pewarnaan polymethine & suatu diluent bersifat asam-hipoosmotk yang mengandung surface active agent (STROMATOLYSER NR) </li></ul>
  35. 35. Memisahkan Lekosit dari NRBC <ul><li>STROMATOLYZER NR  mempengaruhi </li></ul><ul><li>membran lipid  terbentuk lubang pada </li></ul><ul><li>sel NRBC  meningkatkan permiabilitas </li></ul><ul><li>pewarnaan </li></ul><ul><li>Kurang mewarnai asam nukleat, organel </li></ul><ul><li>& inti </li></ul>
  36. 36. Memisahkan Lekosit dari NRBC
  37. 37. Scattergram NRBC <ul><li>Sumbu X : intensitas lateral fluorecent light </li></ul><ul><li>Sumbu Y : intensitas forward scatter light </li></ul>
  38. 38. Memisahkan Lekosit dari NRBC
  39. 39. Channel Basofil (WBC/BASO Scattergram) <ul><li>Sumbu X : intensitas lateral scatter light </li></ul><ul><li>Sumbu Y : intensitas forward scatter light </li></ul><ul><li>Memisahkan basofil dari lekosit lainnya </li></ul><ul><li>Menggunakan reagen pelisis (Stromatolyser FB) </li></ul>
  40. 40. Immatur Granulosit Netrofil <ul><li>Menggunakan reagen pelisis khusus immatur granulosit (co. : Stromatolyser IM pada Sysmex XE 2100). </li></ul><ul><li>Immatur granulosit dilindungi dari proses lisis oleh asam amino yang melawan…….. </li></ul>
  41. 41. IMI Channel <ul><li>Memisahkan immatur & matur lekosit </li></ul>
  42. 42. IMI Scattergram <ul><li>Sumbu Y : RF, Sumbu X : DC </li></ul><ul><li>Sel immatur : merah </li></ul><ul><li>Sel matur : biru </li></ul>
  43. 43. Scattergram Lekosit
  44. 44.
  45. 45.
  46. 46. Sitokimia <ul><li>Intensitas pewarnaan : membedakan sel. </li></ul><ul><li>Limfosit & sel-sel besar peroksidase (-)  tidak terwarnai. </li></ul><ul><li>Netrofil, eosinofil & monosit mengandung sejumlah peroksidase yang bervariasi. </li></ul><ul><li>(Netrofil > eosinofil > monosit) </li></ul>
  47. 47. Sitokimia <ul><li>Eritrosit lisis, lekosit bentuknya tetap (menggunakan formaldehid). </li></ul><ul><li>Zat kromogen & substrat hidrogen peroksida ditambahkan  presipitat gelap(coklat) bila peroksidase ada di dalam granula lekosit. </li></ul>
  48. 48. Lyse RBC Fix WBC Stain peroxidase = positive WBC <ul><li>anionic surfactant </li></ul><ul><li>Formaldehyde </li></ul><ul><li>Buffer pH 7,2 </li></ul>Chromogen (4-chloro-1naphtol) Substrat (H 2 O 2 ) Blood 12 μ L H 2 O 2 + 4-chloro-1-napthol --------------------  presipitat warna gelap dalam sel Peroksidase seluler
  49. 49.
  50. 50. Sitokimia <ul><li>Detektor darkfield sensitif terhadap cahaya yang dipencarkan, </li></ul><ul><li>detektor brightfield sensitif terhadap derajat pewarnaan. </li></ul><ul><li>Masing-masing sel digambarkan pada suatu sitogram sebagai suatu titik tertentu dengan kadar sinar yang dipencarkan dan di absorpsi. </li></ul><ul><li>Dikelompokan menjadi 6 jenis sel yaitu neutrofil, eosinofil, monosit, limfosit dan basofil dan LUC(Large Unstained Cell) . </li></ul>
  51. 51. Sitogram WBC/ Peroxidase Channel Intensitas pewarnaan U K U R A N
  52. 52. Sitokimia Basofil <ul><li>Basofil : basofil tidak lisis  dihitung ukuran sel </li></ul><ul><li>Menggunakan sinar Helium-Neon Laser </li></ul><ul><li>Low Angle scatter (2-3 º) : ukuran </li></ul><ul><li>High Angle Scatter (5-15º):bentuk inti & </li></ul><ul><li>densitas </li></ul>
  53. 53.
  54. 54. Sitokimia Basofil <ul><li>Lyse RBC, platelets </li></ul><ul><li>Strip cytoplasma from </li></ul><ul><li>WBC, </li></ul><ul><li>Except basophils </li></ul><ul><li>Non ionic surfactant </li></ul><ul><li>Buffer (pH 1,9) </li></ul>Blood 12 μ L
  55. 55. Large unstained Cell (LUC) <ul><li>Tidak mengandung peroksidase sehingga tidak terwarnai </li></ul><ul><li>Yang termasuk LUC  Atipikal Limfosit </li></ul><ul><li> Blast </li></ul>
  56. 56.
  57. 57.
  58. 58. terima kasih terima kasih
  59. 59. PERBANDINGAN HITUNG JENIS LEKOSIT SECARA MANUAL DAN OTOMATIK CARA KEUNTUNGAN KERUGIAN MANUAL <ul><li>Dapat melihat morfologi </li></ul><ul><li>sel-sel dgn lebih jelas </li></ul><ul><li>Dapat membedakan 6 </li></ul><ul><li>populasi </li></ul><ul><li>memakan waktu </li></ul><ul><li>kurang realibilitas </li></ul><ul><li>tergantung kemampu- </li></ul><ul><li>an pemeriksa </li></ul>OTOMATIK <ul><li>Lebih cepat & ekonomis </li></ul><ul><li>jumlah sampel besar, </li></ul><ul><li>realibilitas dan akurasi </li></ul><ul><li>lebih tinggi </li></ul><ul><li>digunakan sebagai </li></ul><ul><li>skrining </li></ul><ul><li>belum bisa meng- </li></ul><ul><li>gambarkan morfologi </li></ul><ul><li>sel </li></ul><ul><li>perlu konfirmasi </li></ul><ul><li>manual </li></ul><ul><li>belum bisa meng- </li></ul><ul><li>gambarkan stab & </li></ul><ul><li>segmen netrofil </li></ul>
  60. 60. Scattergram Coulter STKS (DC)
  61. 61. Scatergram metode impedans
  62. 62. Scattergram Sysmex NE 8000
  63. 63.
  64. 64.
  65. 65. <ul><li>Sheath fluid berfungsi : </li></ul><ul><li>- mencegah flow cell terlapisi oleh bahan </li></ul><ul><li>yang akan membelokkan sinar, </li></ul><ul><li>- membuat aliran yang laminar, </li></ul><ul><li>- membuat hydrodinamic focusing </li></ul>
  66. 66. Fluoresensi <ul><li>Aktifitas antibodi Limfosit B mengandung konsentrasi tinggi dari ribosomal RNA dan memisahkan limfosit ( high fluorescence lymphocyte count =HPLC ). </li></ul><ul><li>Pembedaan secara kuantitatif dari granulosit immatur dan perbandingan dari HPLC  implamasi & sepsis </li></ul><ul><li>memperkirakan stadium penyakit </li></ul>
  67. 67. Fluoresensi <ul><li>Channel pengukuran yang lain adalah IMI channel : eritrosit lisis, </li></ul><ul><li>semua bentuk lekosit matur lisis  spesifik untuk kandungan fosfolipid </li></ul><ul><li>yang tinggi. </li></ul><ul><li>Mieloid immatur diukur dengan dibantu oleh sinyal elektronik High Frequency (HF) dan Dirrect Current (DC) . </li></ul>
  68. 68. Manual <ul><li>Pembuatan hapusan darah </li></ul><ul><li>Pewarnaan </li></ul><ul><li>Pemeriksaan hapusan darah </li></ul><ul><li>Perhitungan jenis lekosit </li></ul>
  69. 69. Gambar 1. Prosedur (a-d) pembuatan hapusan darah tepi untuk hitung jenis lekosit
  70. 70. a. Pembuatan hapusan darah <ul><li>METODE WEDGE </li></ul><ul><li>1. Teteskan darah pada slide </li></ul><ul><li>2. Slide diletakan pada meja datar(tetesan darah di </li></ul><ul><li>kanan). </li></ul><ul><li>3. Buat hapusan </li></ul><ul><li>4. Keringkan hapusan, </li></ul><ul><li>5. Identifikasi hapusan darah, </li></ul>
  71. 71. b. Pewarnaan <ul><li>Pewarnaan Romanowsky : </li></ul><ul><li>Leishman’s, Wright’s, Giemsa’s, May-Grunwald’s dan Jenner’s </li></ul><ul><li>Hapusan idealnya diwarnai segera </li></ul><ul><li>Karakteristik pewarnaan Romanowsky (Methilen B & Eosin) </li></ul><ul><li>Hasil pewarnaan : waktu, konsentrasi pewarna </li></ul><ul><li>Cara </li></ul>
  72. 72. c. Pemeriksaan hapusan darah <ul><li>Pertama : memakai pembesaran kecil yaitu lensa objektif 10x untuk skrining  lihat keseluruhan hapusan. </li></ul><ul><li>Hapusan ideal akan tampak 3 zona yaitu : </li></ul><ul><li>- zona tebal(kepala) </li></ul><ul><li>- badan </li></ul><ul><li>- ujung tipis(ekor) </li></ul>
  73. 73.
  74. 74. d. Perhitungan jenis lekosit <ul><li>Lekosit yang dilihat, mula-mula dicatat pada kolom 1 hingga berjumlah 10, kemudian pindah ke kolom 2 dst. </li></ul><ul><li>Bila 10 kolom sudah terisi  sudah mendapat 100 sel, masing-masing sel dihitung dan dijumlahkan. </li></ul>
  75. 75.
  76. 76.
  77. 77.
  78. 78.
  79. 79.
  80. 80.
  81. 81.
  82. 82. NRBC FLAG
  83. 83.
  84. 84.
  85. 85.
  86. 86.
  87. 87. Perbedaan Pewarnaan WBC
  88. 88. Metode Peroksidase
  89. 89. Metode Analisis Basofil/ Lobularitas Inti
  90. 90. Reaksi Basofil
  91. 91.
  92. 92.
  93. 93.
  94. 94. IG : WBC/NRBC screen
  95. 95.
  96. 96.
  97. 97. Atipikal Limfosit Flag

×