• Email
  • Favorite
  • Download
  • Embed
  • Private Content

Creative Industry Trend 2009

by Andi S. Boediman on Jan 18, 2009

  • 9,767 views

This is my latest review on creative industry in Indonesia. Concentrate more on content industry.

This is my latest review on creative industry in Indonesia. Concentrate more on content industry.

Accessibility

Categories

Tags

distribution game internet music creative indonesia content mobile film industry indonasia ind kreatif industri trend trends 2009

More...

Upload Details

Uploaded via SlideShare as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

Cancel

12 Embeds 307

http://andisboediman.blogspot.com 198
http://www.slideshare.net 53
http://www.widinugroho.com 40
http://maroc-creatives.blogspot.com 5
http://paper.li 3
http://wildfire.gigya.com 2
http://indigo.koen.in 1
http://translate.googleusercontent.com 1
http://feeds2.feedburner.com 1
http://www.retailnetworks.org 1
http://plazaindigo.localhost 1
http://sinauonline.com 1

More...

Statistics

Favorites
19
Downloads
1,307
Comments
2
Embed Views
307
Views on SlideShare
9,460
Total Views
9,767

12 of 2 previous next

  • widiasmoro Widi Asmoro , Music Publicist at home! thanks for sharing this useful information 1 year ago Reply
    Are you sure you want to Yes No
  • agusroche agusroche menurut saya, industri kreatif di indonesia (bisa jadi di berbagai negara lainnya) telah mengalami langkah yang gagal,... tau setidaknya telah bejalan pada tahap yang tidak pada sasarannya.
    apakah itu masalah? saya kira tidak akan menjadi masalah karena disini kita berbicara tentang kreatif, artinya semuanya dapat diselesaikan secara solusi. karena kreatif itu identifikasi dari 'solusi'
    tapi kalau hal ini dibiarkan berjalan pada tahap selanjutnya, bisa jadi industri kreatif itu sendiri akan makin jauh dari sasaran dasarnya,... dan yang sekarang terjadi adalah pembelokan yg semakin jauh dari perencanaan yg seharusnya.
    saya kira banyak sekali poin2 yang bermasalah dalam gerakan kreatif ini, tapi saya coba uraikan yang sangat mendasar, yaitu adanya kesalahan dalam memulai pentahapan,.... planner gerakan kreatif (pemerintah yg utama tentunya, akademisi dan pelaku kreatif) ,.... sepertinya hanya latah terhadap gerakan kota lainnya yg sudah dahulu bergerak (yokohama, inggris,amerika,dsb...) seakan indonesia dengan bergegas harus menyusul ketinggalan tsb bahkan berusaha ngotot untuk menyusul perkembangan itu,... ini ciri khas gerakan global yg dilakukan oleh kaum kapitalis (setidaknya sistemnya yg kapitalis),... sedangkan dalam konsep dasar 'katanya' gerakan kreatif itu adalah untuk mengimbangi perkembangan kapitalis yg terlalu berlebihan.
    seharusnya indonesia membaca peta (data) secara seksama, buka langsung terjun ,seakan latah dengan gerak global, ...itu salah, sangat salah.
    seharusnya membaca kedalam,kemudian mengeluarkan konsep untuk membaca keluar.
    yg terjadi adalah, semua referensi berasal dari british, dari jepang dari negar2 lainnya untuk dijadikan patokan gerakan kreatif di indonesia,... itu bodoh,sangat bodoh. atau sengaja dibuat bodoh.
    argumentasinya adalah,.. buat sumber referensi,... saya pikir tidak juga, silahkan lihat pola yg dilaksanakan di indonesia,.... semuanya serba berpatokan, berpola, bergaris yg sama,.... ketika itu terjadi tolong tanya secara dasar KALAU BEGITU, NGGAK KREATIF LAGI DONK?
    pertanyaan mendasar tersebut itulah yg lupa kita jawab.
    saya analisa, bahwa gerakan kreatif di indonesia telah GAGAL, setidaknya telah dibelokan, untungnya, sangat memungkinkan untuk diluruskan, dan untuk menghindari kegagalan tsb.
    argumen saya kenapa saya beranalisa demikian? karena (ini hanya beberapa contoh); gerakan kreatif di indonesia malah menghasilkan kapitalis2 baru-komunitas kreatif yg mulanya bergerak secara grassroot, lamakelamaan menjadi bagian dari sistem kapitalis ,bahkan menjadi komponen sistem; ironi khan?
    kemudian,... gerakan industri kreatif selalu ditakar oleh ukuran materi (pendapatan negara, dareah,kota,,dsb),... itu salah ,sangat salah, karena yg paling penting adalah takaran non materi ; kemandirian, originalitas, kesejahteraan asli, pemerataan kesempatan dan perkembangan kreasi.
    itu hanya 2 contoh, sedangkan yg lainnya masih banyak.
    apa solusi yg saya tawarkan,? pertama, netralisir konsep gerakan kreatif yg berasal dari luar , selusuri kesejarahan dan budaya lokal, apakah pernah terjadi gerakan kreatif masyarakat di masa dahulu, hal ini akan menjadi referensi yg akurat,karena menyangkut budaya dan alam yg tepat. dan ini dilakukan jangan dengan meng-generalisasi semua daerah,... ingat ,budaya di pulau jawa akan sangat berbeda dgn di pulau sumatra dan lainnya.
    akan sangat beragam?? betul, akan sangat banyak variabel nya, tapi itulah justru kekuatan kita, semakin banyak, semakin susah sistem kapitalis masuk kedalammnya,
    apalagi??? wah tulisan disini terlalu sempit buat menguraikannya,... atau nanti terlalu bosan pembacanya,
    mudah2an melalui media lainnya bisa saya uraikan,... terutama tentang solusi lainnya, diantaranya keandalan penyusunan dasar kreatif yaitu gerakan 'brain factory locally'
    terima kasih, maaf bila ada yg tidak berkenan.
    =roch=
    1 year ago Reply
    Are you sure you want to Yes No
Post Comment
Edit your comment Cancel

Creative Industry Trend 2009 — Presentation Transcript