ANDINO MASELENO      MODUL PELATIHAN           SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS                                        2002
BAB I                   SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)I.1 Pendahuluan       Sistem Informasi Geogarfis adalah sistem komp...
Dalam SIG terdapat berbagai peran dari berbagai unsur baik manusia sebagai ahli dansekaligus operator, perangkat alat baik...
Mengingat sumber data sebagian besar berasal dari data penginderaan jauh baiksatelit maupun terestrial terdigitasi maka te...
I.2 Apa Yang Bisa Dilakukan Dengan SIG?       SIG berkembang dengan cepat dan diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu.Kare...
0     0    0     50      65   0    0     0     0    50    65      0    65   0     0     50   65    0       0    0    0    ...
4. Masukan manual dari koordinat terkomputasi dan perhitungan    5. Transfer dari sumber peta digital        Ketiga metode...
analisis data, karena di sinilah letak fleksibilitas dan keluwesannya. Analisis ini dapatdilakukan dengan beberapa fungsi/...
BAB II                                  DIGITASI DATA       Untuk memperoleh peta tentatif yang berkaitan dengan tema-tema...
-   Klik Program           -   Klik Auto CADII.2 Penyisipan Image       Untuk melakukan digitasi maka citar atua image yan...
II.4 Digitasi       Pada layer yang aktif lakukan digitasi sesuai dengan tema layer tersebut. Digitasidilakuakn dengan mem...
BAB III                                EDITING DATA ARCIII.1 Konversi Data       Hasil digitasi pada tahap terdahulu merup...
Konversi dilakuakn dalam Sistem Arc Info. Proses konversi adalah sebagaiberikut :            -   Masukkan ke sistem Arc In...
Penghapusan garis (arc ) yang bertumpangsusun harus terlebih dahulu dilakuaknpemotongan. Pemotongan dilakukan dengan mengg...
III.4 Hapus Arc        Untuk menghapus Arc harus terlebih dahulu dilakukan pemilihan terhadap arcyang akan dihapus tersebu...
jika pengubahan posisi vertek menyilang atau bertampalan dengan arc lain, makaperlu dilakukan proses clean ulang, yang sel...
label tersebut akan selalu bertambah. Lakukan langkah berikaut untuk mematikan autoincrement :       :Ef label       :Add ...
BAB IV                                       DATA ATRIBUTIV.1 Penambahan Atribut       Sebuah file data arc yang dibuat pa...
Jika data atribut akan dimasukkan dalam file yang sudah ada maka pilih terlebihdahulu file yang akan ditambah dari posisi ...
Untuk menambah item atau membuat item tersebut pada file baru ikuti langkahberikut:        Enter Command: Additem        I...
IV.2 Perubahan Data         Perubahan data sering kali dilakukan. Hal ini terutama jika data dalam itemsebuah file mengala...
BAB V                                 ANALISIS SPASIALV.1 Pendahuluan        Pada prinsipnya pengertian analisis spasial t...
V.2 Konsep Analisis Spasial Digital       Dalam analisis spasial digital dengan operasional menggunakan Sistem InformasiGe...
Aritmatik            : +, - , x, :           Logikal(Boolean )    : AND, OR, NOT, XORB. Reklasifikasi           Reklasifik...
1. Analisis Proximity :       Analisis proximity adalah pengukuran jarak dari titik, garis dan boundary poligon.Salah satu...
Hasil penggabungannya adalah:    AREA           PERIMETER        KLERENG         KLERENG_ID           SKORF. Proses Edgema...
Perintah MAPJOIN jika menggunakan modul PC OverlayC>MAPJOIN Join_Cov POLYAkan muncul…………………………Enter the 1st coverage      ...
Plot dangle node errors (N or Y) ? (tekan Enter)Plot pseudo node errors (N or Y) ? (tekan enter)Window plot (N or Y) ? (te...
BAB VI                                      OVERLAY       Overlay merupakan salah satu teknik pengambilan kesimpulan dalam...
Nama File : PL.PAT       BL_ID         BL_Ket                    BL_Skor       100           Dataran       200           P...
VI.2 Overlay       Setelah skoring dilakukan, dua buah file dapat dioverlaykan. Overlay merupakanproses tumpangnsusun. Sec...
BAB VII                                LAYOUT PETAVII.1 Membuat Sebuah Layout Baru       Untuk membuat sebuah layout baru ...
Gambar 3: Contoh tampilan layout defaultVII.2 Membuat Layout Kosong         Jika kita ingin merancang sendiri isi layout s...
Gambar 4: Contoh tampilan window project untuk membuat layout  Gambar 5: Contoh tampilan layout baru yang masih kosong    ...
judul                gambar                                                                         orientasi        skala...
Gambar 7: Contoh tampilan kotak dialog “Page Setup”VII.4 Menentukan Grid Layout       Secara default sebuah layout yang ba...
VII.5 Menetukan Tampilan View Di Dalam Layout       Sebuah view di dalam layout ditampilkan dalam sebuah view frame. Frame...
pada layar monitor maupub pada hardcopy ketika dicetak. Tetapi ketika layout          yang bersangkutan telah selesai dira...
VII.7 Menambahkan View Ke Dalam Layout          Untuk menambahkan sebuah view ke dalam layout, dapat dilakukan langkah-   ...
VII.8 Menambahkan Simbol Skala Ke Dalam Layout          Skala batang yang biasanya terdapat di dalam layout memperlihatkan...
VII.9 Menambah Legenda Ke Dalam Layout           Seperti skala batang, legenda yang terdapat di dalam layout juga terkait ...
Gambar 15: Contoh tampilan kotak dialog “North Arrow manager”VII.11 Menambah Chart Ke Dalam Layout       Untuk menambahkan...
VII.12 Menambahkan Tabel, Gambar, Dan Teks Ke Dalam Layout       Dengan cara yang hampir sama dengan di atas, kita dapat m...
Gambar 19: Contoh tampilan layout dengan sebuah grafik dan tabel di dalamnya       Sebagai catatan, setelah semua komponen...
Gambar 20: Contoh tampilan kotak dialog “Print (layout)”VII.14 Mengeksport Layout       Sebuah layout dapat juga dikonvers...
VII.15 Menyimpan Layout Sebagai Template       Jika pengguna sangat puas dengan hasil rancangan layout yang telah dilakuka...
Gambar 23: Contoh tampilan kotak dialog “Template Manager (layout)                                                        ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Andino Maseleno - Modul SIG

7,325

Published on

Published in: Technology, Business
2 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
7,325
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
524
Comments
2
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Andino Maseleno - Modul SIG"

  1. 1. ANDINO MASELENO MODUL PELATIHAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS 2002
  2. 2. BAB I SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)I.1 Pendahuluan Sistem Informasi Geogarfis adalah sistem komputer yang digunakan untukmemanipulasi data spasial. Sistem ini diimplementasikan dengan hardware (perangkatkeras), Software (perangkat lunak) dan juga termasuk braiware(sumber daya manusia)yang berfungsi untuk pengumpulan dan verifikasi data, kompilasi data, penyimpanandata, perubahan dan updating data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data,pemanggilan dan presentasi data serta analisis data. Penggunaan Sistem Informasi Geografi (SIG) meningkat tajam sejak tahun 1980-an. Peningkatan pemakaian sistem ini terjadi pada kalangan pemerintah, militer,akademis, maupun bisnis terutama dinegara-negara maju. Perkembangan teknologidigital sangat besar peranannya dalam perkembangan penggunaan SIG didalam berbagaibidang. Hal ini dikarenakan teknologi SIG banyak mendasarkan pada teknologi digital inisebagai alat analisa. Seperti tergambar dari namanya, SIG merukan sebuah sistem yang salingberangkaian satu sama lain. Bakosurtanal menggambarkan SIG sebagai kumpulan yangterorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personilyang didesain untuk memperoleh, menyimpan, memperbaiki, memanipulasi,menganalisis dan menampilkan semua informasi yang berreferensi geografi. Dengandemikian basis analisa dari SIG adalah data spasial dalam bentuk digital yang diperolehmelalui data satelit ataupun data lain terdigitasi. Analisa SIG memerlukan tenaga ahlisebagai interpreter, perangkat keras komputer, dan software pendukung. SIG Real USER Software Tools World Software Tools Database ++=++ + Result 1
  3. 3. Dalam SIG terdapat berbagai peran dari berbagai unsur baik manusia sebagai ahli dansekaligus operator, perangkat alat baik lunak maupun keras, serta objek permasalahan.SIG adalah sebuah sistem yang memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan analisaspasial. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan lunak dari komputer untukmelakukan pengolahan data sebagai berikut: 1. Perolehan dan verifikasi 2. Kompilasi 3. Penyimpanan 4. Pembaharuan dan perubahan 5. Manajemen dan pertukaran 6. Manipulasi 7. Penyajian 8. Analisa (Tor Bernhardsen, 1992: 3) Menurut Projo Danoedoro (1996: 174) menekankan pemanfaatan SIG secaraterpadu dalam sistem penolahan citra digital, untuk memperbaiki hasil klasifikasi.Dengan demikian peranan SIG dapat diterapkan pada operasionalisasi penginderaan jauhsatelit. Pengenbangan teknologi penginderaan jauh satelit dapat digambarkan dalamdiagran sebagai berikut: Satelit Sensor Stasiun penerima Pengolah Citra Ranah SIG Analisa Citra Data Pemakai 2
  4. 4. Mengingat sumber data sebagian besar berasal dari data penginderaan jauh baiksatelit maupun terestrial terdigitasi maka teknologi SIG erat hubungannya denganteknologi penginderaan jauh. Namun demikian penginderaan jauh bukanlah satu-satunyailmu pendukung bagi sistem ini. Sumber data lain berasal dari hasil survei terestrial (uji lapangan) dan data-datasekunder lain seperti sensus, catatan dan laporan yang terpercaya. Secara diagram hal itudapat digambarkan sebagai berikut: Physical Reality Surveys Real World Models Data Models Data Base Ranah SIG Maps/Reports Data spasial dari penginderaan jauh dan survei teristrial tersimpan dalam basisdata yang memanfaatkan teknologi komputer digital untuk pengelolaannya danpengambilan keputusannya. Secara teknis SIG mengorganisasikan dan memanfaatkan data dari peta digitalyang tersimpan dalam basis data. Dalam SIG, dunia nyata dijabarkan dalam bentuk petadigital, yang menggambarkan posisi dari ruang (space) dan klarifikasi, atribut data danhubungan antar item data. Kerincian dalam SIG ditentukan oleh besarnya satuanpemetaan terkecil yang dihimpun dalam basis data. Dalam bahasa pemetaan kerincian itutergantung pada skala peta dan dasar acuan geografis yang disebut sebagai peta dasar(Dr Ir. Paul Suharto, 1999: 4 ) Dari dunia nyata diambil tiga hal penting seperti diuraikan diatas yaitu posisi danklasifikasi, atribut serta hubungan antar item tersebut. Ketiga hal tyersebut diolah sebagaidasar analisa sistem spasial dalam SIG. 3
  5. 5. I.2 Apa Yang Bisa Dilakukan Dengan SIG? SIG berkembang dengan cepat dan diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu.Karena itu untuk membangun suatu aplikasi SIG harus diperhatikan tujuan dan spefikasiyang diinginkan oleh user. Berikut beberapa contoh aplikasi SIG. 1. Menentukan lokasi rawan kecelakaan. 2. Menentukan lokasi bisnis yang potensial. 3. Memprediksikan daerah rawan longsor. 4. Inventarisasi sumber daya (hutan, geothermal, sebaran zeolit, bahan tambang,dll). 5. Manajemen data pertanahan. 6. Manajemen kota. 7. Pengembangan wilayah. 8. Manajemen utilitas dan customer service. 9. Penentuan rute terpendek (misalnya diterapkan untuk pemadam kebakaran). 10. Evaluasi kesesuaian dan kemampuan lahan.I.3 Perolehan Data SIG Data Sistem Informasi Geografi berupa data digital yang berformat raster danvektor. Vektor menyimpan data digital dalam bentuk rangkaian ordinat (x,y). titikdisimpan sebagai sepasang angka koordinat dan poligon sebagai rangkaian koordinatyang membentuk garis tertutup. Resolusi dari data vektor tergantung dari jumlah titikyang membentuk garis. Raster menyatakan data grafis dalam bentuk rangkaian bujursangkar yang disimpan sebagai pasangan angaka yang menyatakan baris dan kolon dalamsuatu matriks. Titik dinyatakan dalam suatu grid-cell, garis dinyatakan sebagairangakaian grid-cell bersambungan disatu sisi, dan poligon dinyatakan sebagai grid-cellyang bersambungan disemua sisi. Resolusi dari data ditentukan oleh ukuran grid-cell. 4
  6. 6. 0 0 0 50 65 0 0 0 0 50 65 0 65 0 0 50 65 0 0 0 0 50 65 0 0 0 0 0 65 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Vektor Raster Visual Sumber data digital dapat berupa citra sateli ataupun foto udara digital serta fotoudara yang terdigitasi (scanning). Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi. Citrasatelit yang berasal dari satelit Landsat TM merupakan contoh data citra digital dalamformat raster. Foto digital dan citra satelit digunakan secara saling melengkapi. Masing-masing sumber data memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangantersebut terutama terletak pada kerincian dan luasan data yang dapat diperoleh. Dengandemikian pemanfaatan kedua jenis data secara saling melengkapi sangatlahmenguntungakan. Metoda digitasi dapat dilakukan secara manual dengan alat digitizer ataupunmenggunakan perangkat lunak dengan teknik digitasi on screen. Perangkat lunak yangdapat digunakan untuk digitasi ini misalnya Auto CAD, R2V dan lain-lain. Perangkat keras lain sebagai alat bantu digitasi adalah scanner. Scanner akanmengubah gambar analog (gambar pada selembar kertas) menjadi data digital elektronikyang dapat direkam pada media magnetik seperti disk, CD, dan lain-lain. Ada sedikitnya lima metode perolehan data digital yang dikenal saat ini: 1. Digitasi peta-peta yang ada dengan menggunakan digitizer 2. scanning peta 3. Produksi peta digital 5
  7. 7. 4. Masukan manual dari koordinat terkomputasi dan perhitungan 5. Transfer dari sumber peta digital Ketiga metode yang pertama, yang menghasilkan data digital dari peta dasar,dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu: 1. Penyiapan 2. Digitasi atau pelarikan (scanning) 3. Editing DataI.4 Pengolahan Data Prinsip Pengolahan Data dalam SIG secara sederhana dapat digambarkan dengansebuah cara overlay beberapa peta bewarna yang tergambar dalam pada kertastransparansi diatas sebuah overhead proyektor (OHP). Dalam pengolahan digital SIG,masing-masing satuan pemetaan memiliki bobot tertentu. Pembobotan ini dilakukandengan scoring. Editing terhadap data raster sering kali diperlukan untuk menyempurnakan hasildan visualisasi. Editing dilakukan seperti pada pelurusan, penghalusan, pemotongan,penambahan, pewarnaan dan lain-lain. Perangkat lunak pengolah data ini bermacam-macam dengan berbagai kelebihandan kekurangannya. Software pengolah citra digital (PCD) seperti ER Mapper, ILWIS,Envi, ERDAS dan lain-lain memiliki fasilitas pengolah digital seperti penajaman,penghalusan, filter, perentangan kontras, dan klasifikasi. Software lain yang sangatberperan dalam editing data digital berformat raster seperti Arc Info dan Arc Viewmemiliki kemampuan pengolahan digital dan editing serta lay out hasil olahan datadigital tersebut.I.5 Bentuk Produk SIG Hasil dari SIG secara umum mirip dengan peta yang merepresentasikan dunianyata (real world). Akan tetapi SIG memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang cukuphandal dari pada peta biasa. Dengan SIG, sebuah peta tematik baru dengan cepat bisadibuat dengan mengolah dan menganalisis data yang telah di-input/dimasukkan ke dalamsistem basis data-nya. Dengan kata lain sebuah SIG harus mampu melakukan fungsi 6
  8. 8. analisis data, karena di sinilah letak fleksibilitas dan keluwesannya. Analisis ini dapatdilakukan dengan beberapa fungsi/cara sesuai dengan tujuan yang diinginkan, misalnyadengan melakukan operasi logika matematika, overlay, networking (analisis jaringan),klasifikasi (penggolongan dengan kriteria tertentu) dan fungsi lainnya. Selain menghasilkan peta tematik dengan cepat informasi yang diperoleh darihasil analisa dapat juga disajikan dalam bentuk tabel (tabularis), laporan dan kombinasidari ketiganya (peta tematik dalam bentuk digital maupaun hardcopy, informasi tabularisdan laporan). Biasanya kombinasi dari ketiga produk di atas sering dilakukan untukmembuat suatu sistem informasi. Misalnya sistem informasi pariwisata, jaringan telepon,listrik, drainase, dan lain-lain. 7
  9. 9. BAB II DIGITASI DATA Untuk memperoleh peta tentatif yang berkaitan dengan tema-tema tertentudidapatkan dengan melakukan interpretasi terhadap citra satelit, foto udara ataupun petadasar lainnya. Peta tentatif ini selanjutnya dijadikan sebagai peta dasar atau acuan untukmemperoleh peta-peta tematik lain dengan nilai-nilai tertentu. Dalam pengolahan data secara digital peta-peta tentatif ini harus diubah ke dalambentuk digital. Dalam pengubahan bentuk dari analog ke bentuk digital dilakukan denganmendigitasi atau scanning. Proses digitasi dilakukan dengan menggunakan alat digitizer.Sedangkan proses scanning masih memerlukan digitasi secara on screen ( digitasi layar ).Masing-masing metode digitasi tersebut memiliki kelebihan ataupun kekurangan masing-masing. Digitasi dengan menggunakan digitizer dapat dilakukan dengan menggunakanbantuan software Arc Info yang nantinya sekaligus digunakan sebagai software pengolahdata digitalnya. Sedangkan digitasi on screen dapat dilakukan dengan mengguanakanbantuan software auto Cad, seperti yang akan dilakukan dalam platihan ini.Selanjutnyapengolahan data dilakukan dengan menggunakan software arc Info dan lay out hasilmenggunakan software Arc View.II.1 Aktifasi Auto CAD Mengingat digitasi yang akan dilakukan melalui layar ( on screen ), maka hal inidibutuhkan software bantu yaitu auto CAD. Sebenarnya tidak terlalu banyak rutin-rutindari Auto CAD yang dibutuhkan untuk melakukan digitasi ini. Pemanfaatan tool yangsederhana sangat membantu, terutama bagi pemakai sistem Auto CAD pemula. Pada dasarnya digitasi on screen sama seperti digitasi pada alat digitizer. Prosesdigitasi sangatlah membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Adanya fasilitas zoom padasistem Auto CAD sangatlah membantu proses digitasi ini. Dengan zoom, yang lebihbesar akan meningkatkan ketelitian digitasi. Untuk melakuakan proses digitasi terlebih dahulu aktifkan program Auto CADsebagai berikut : - Klik Start 8
  10. 10. - Klik Program - Klik Auto CADII.2 Penyisipan Image Untuk melakukan digitasi maka citar atua image yang akan didigitasi tersebut harus disisipkan pada Auto CAD. Penyisipan Image dilakuakn dengan menggunakan menu Insert. Lakuakan langkah di bawah ini : - Klik Insert - Klik raster Image - Pada model tab background akan muncul cross hair - Tarik secara diagonal cross hair tersebut hingga membentuk kotak - Klik satu kali untuk menyisipkan image ke dalam kotak tersebutII.3 Pembuatan Layer Setelah image yang akan didigitasi telah tersisipkan pada lembar model AutoCAD, langkah selanjutnya adalah melakukan digitasi itu sendiri. Hasil digitasi padaakhirnya dimasukkan pada lembar-lembar tersendiri yang transparan ( layer). Buatlahlayer terlebih dahulu dengan langkah berikut : - Klik icon layer - Auto Cad memunculkan window Layer properties manager - Klik New - Auto Cad membentuk sebuah layer baru dengan nama layer 1 - Ganti nama layer tersebut dengan nama yang sesuai dengan etema, misal BL 1 ( bentuk lahan ) - Ganti warna layer dengan meng-klik pada kolom color. - Klik current untuk mengaktifkan layer - Pastikan pada bar Current layer telah menunjukkan layer baru ini aktif - Klik OK 9
  11. 11. II.4 Digitasi Pada layer yang aktif lakukan digitasi sesuai dengan tema layer tersebut. Digitasidilakuakn dengan memanfaatkan mode Paly line . Aktifkan ikon tersebut sehingga padalembar model muncul sebuah cross hair. Buatlah arc dengan mengikuti garis yang adapada image atau sesuaikan dengan interpretasi. Untuk membentuk poligon yang tertutup atau garis ( arc ) gunakan mode nearestuntuk menyambungkan kedua arc tersebut. Untuk memanfaatkan mode nearest gunakantombol shift atau ctrl bersama-sama dengan klik kanan. - Gunakan icon Pan : untuk menggeser gambar - Icon Zoom digunakan untuk memperbesar tampilan image di layar. Dengan fasilitas zooming ini, proses digitasi menjadi lebih rinci. - Untuk mendigitasi tema lain hendaknya terlebih dahulu mengganti layer yang aktif. Sesuaikan tema layer dengan tema digitasi dengan layer yang digunakan.II.5 Penyimpanan Hasil digitasi harus disimpan ke dalam media penyimpan seperti harddisk ataudisket. Penyimpanan hasil digitasi dari Auto CAD secar default akan bertipe .DWG.mengingat proses pengolahan data selanjutnya menggunakan software Arc Info, makapenyimpanan data harus menggunakan tipe yang dapat terbaca pada software tersebut.Data Auto CAD yang dapat terbaca pada Arc info adalah tipe .DXF. Simpanlah datatersebut dalam tipe.DXF.Lakukan langkah berikut untuk menyimpan file - Klik File - Klik Save - Isi baris File Name dengan nama file baru - Ganti tipe file menekan tombol drop down pada File of Type - Klik Save 10
  12. 12. BAB III EDITING DATA ARCIII.1 Konversi Data Hasil digitasi pada tahap terdahulu merupakan sebuah peta tentatif yang nantinyaakan menjadi sumber dat spatial dalam SIG. Peta tentatif hasil digitasi, masih terkumpuldalam satu buah file dengan tipe.DXF. Dalam file tersebut data tersimpan dalam bentuklayer-layer. Dalam proses konversi ke sistem Arc Info, data dalam layer-layer file.DXFakan diubah masing-masing ke dalam satu buah folder Arc Info. Masing-masing folderproyek tersebut berisi beberapa file yang berupa data spasial ataupun atribut. Digitasi DXF File Layer A Layer B Converting Layer C File File File A B C Proses Konversi File Auto CAD – Arc Info 11
  13. 13. Konversi dilakuakn dalam Sistem Arc Info. Proses konversi adalah sebagaiberikut : - Masukkan ke sistem Arc Info dengan pilih shortcut ArcW hingga di layar muncul: ( C:WindowsDesktop)[ARC]_ - Ketik perintah : DXFARC (nama file masukan) (nama file baru ) Contoh : DXFARC Peta 1 BL - Enter the 1st layer and option : Tulis nama layer- enter - Enter the 2nd layer and option : Tekan enter satu kali - Done entering layer names and option (Y/N)? Ketik Y-Enter - Do you wish to use the above layers and ptions ( Y/N )? Ketik Y-Enter - Arc Info membentuk sebuah file baru Setelah proses konversi selesai, tahap selanjutnya adalah melakukan prosespemotongan garis overshoot.III.2 Proses Pemotongan Garis bertumpang susun yang terjadi dalam digitasi dapat merupakan suatu titikkesalahan yang harus dibuang. Kesalahan akibat tumpangsusun atau arc berlebih inidisebut dengan kesalahan Overshoot. Sedangkan kesalahan akibat arc yang tidakberhubungan atau membentuk poligon terbuka disebut dengan kesalahan Undershoot. Overshoot Undershoot 12
  14. 14. Penghapusan garis (arc ) yang bertumpangsusun harus terlebih dahulu dilakuaknpemotongan. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan perintah Clean. Clean (nama file)Contoh : Clean BL Lakukan perintah ini terhadap file baru hasil dari proses konversi sebelm editingselanjutnya dilakuakan.III.3 Menampilkan Arc Editing dilakukan dalam sistem Arcedit. Lakukan langkah-langkah di bawah iniuntuk masuk ke dalam Arcedit dan selanjutnya menampilkan Arc di layar. - Dari posisi [ ARC] tulis ARCEDIT –Enter Contoh : [ARC]Arcedit - Pada layar muncul prompt dua ( :_ ) - Tulis Disp 4 - Monitor berubah ke mode grafis - Tulis Edit (nama file) untuk membuka file yang akan diedit Contoh : : Edit BL - Tulis Drawn all; draw untuk menampilkan arc di layar Beberapa perintah yang dapat dilakukan setelah arc ditampilkan adala sebagaiberikut : - Map def; draw : menampilkan arc dengan ukuran semula - Map *;draw : menampilkan arc pada lokasi yang dipilih - Map Zoom 0.5;draw : melakukan zoom sebesar 0.5 kali besar tampilan semula - Drawen node da;draw : Menampilkan titik kesalahan arc ( dangel) - Drawen arrc ids;draw : Menampilkan arc beserta ID-nya 13
  15. 15. III.4 Hapus Arc Untuk menghapus Arc harus terlebih dahulu dilakukan pemilihan terhadap arcyang akan dihapus tersebut. Pemilihan dilakuakan dengan pengaktifan feature denganperintah edit feature arc. Sintak dari edit feature tersebut adalah : Ef Arc Setelah edit feature diaktifkan atau perintah tersebut dimasukkan, pemilihanterhadap arc dapat dilakuakan. Pemilihan arc dilakuakn dengan perintah : : Sel : Pilih satu arc : Sel Many : Pilih beberapa arc : Sel Box : Pilih arc dalam box / kotak Pilih arc dengan menempatkan titik silang pada arc yang dimaksud, dan tekan /klik kiri mouse. Arc yang etrpilih akan ditampilkan dengan warna yang berbeda denganarc lain ( biasanya berwarna kuning ). Jika perintah yang dimasukkan adalah sel many,beberapa arc dapat sekaligus dipilih. Untuk menghapus arc yang terpilih tulis : Delete Penghapusan arc dilakuakn terhadap kesalahan pada garis berlebih ( overshoot).Jika pada arc yang bertampilan ini belum dilakukan proses clean, pemotongan terhadaparc ini tidak dapat dikerjakan.III.5 Ubah Posisi Arc Pengubahan posisi suatu arc sebenarnya dilakukan dengan mengubah posisi darititik sendi ( vertek ) dalam arc tersebut. node Posisi vertek berada pada tiap ruas garis. Posisi vertek ini dapat dilihat dengancara menampilkan node pada arc tersebut. Node ditandai dengan sebuah titik berwarnaungu. Pemindhan vertek dilakukan dengan perintah : :Ef Arc : aktifkan feature arc :Sel : memilih arc yang akan diubah :V Move : pindah vertek 14
  16. 16. jika pengubahan posisi vertek menyilang atau bertampalan dengan arc lain, makaperlu dilakukan proses clean ulang, yang selanjutnya arc berlebih tersebut perlu dipotong.III.6 Pemberian ID Arc Pada saat digitasi dilakukan, ID tiap Arc selalu berubah. Hal ini terjadi jika padatahap awal digitasi, auto Increment arc tidak dimatikan.Tiap arc memiliki ID berbeda.Arc hendaknya diberi nilai ID yang seragam disesuaikan dengan tema arc tersebut.Sebagai contoh, semua arc batas kecamatan diberi ID 2, senua arc batas kabupaten diberiID 3, dan seterusnya.Pemberian Id ini dimaksudkan untuk memberikan feature yangsama pada saat lay out serta memudahkan editing selanjutnya.Langkah pemberian ID adalah sebgai berikut : :Af Arc : aktifkan feature arc :Sel many : pilih arc yang akan diubah :Calc $ID= (nilai ID ) :mengubah nilai ID arc menjadi ID baruIII.7 Pemberian Label Pada bentukan poligon dari arc perlu diberi label agar tiap poligon dapatdilakukanproses skoring. Pembrian label dilakukan dengan cara sebagai berikut : :Ef Label : aktifkn feature label :Add : tambahkan labeltentukan posisi koordinat cross hair mouse pada suatu poligon dan klik pada tempattersebut hingga pada tempat tersebut terdapat tanda silang berwarna hijau. + Seperti dalam arc, setiap poligon yang memiliki tema sama endaknya diberi IDlabel yang sama. Pada saat pemberian label, jika auto increment tidak dimatikan maka ID 15
  17. 17. label tersebut akan selalu bertambah. Lakukan langkah berikaut untuk mematikan autoincrement : :Ef label :Add :8 ( digitizing option ) :3 ( autoincrement off )Untuk penentuan ID lakukan langkah berikut : :Ef Label :Add :8 ( digitizing option ) :1 ( New User _ID ) :New User_ID : ( ketik nomor ID dimaksud )Penyimpanan data Arc Info dilakukan dengan mengetikan perintah SaveIII.8 Membangun Topologi Saat editing terhadap Arc dan poligon selesai, dilanjutkan pada langkahpemnbangunan topologi. Pembangunan topologi ini menggunakan perintah BUILD yangada diluar dari Arcedit. Untuk itu pemberian perintah ini harus terlebih dahulu keluar dariArcedit dengan mengetikan Q pada Command line arcEdit. Perintah BUILD menghasilkan dua jenis topologi yaitu poligon dan garis. Secardefault perintah BUILD adalah poligon. Secara sintaksis perintah dariBUILD adalahsebagai berikut : [ARC]BUILD (nama file) POLY LINE Pada coverage yang membentuk spasial, seperti wilayah administrasi, bentuklahan, penggunaan lahan, dan lain-lain, harus diberi perintah BUILD dengan akhiranpoly. Sedangkan coverage yang membentuk garis seperti jalan, sungai, dan lain-lainharus diberi perintah dengan akhiran LINE. 16
  18. 18. BAB IV DATA ATRIBUTIV.1 Penambahan Atribut Sebuah file data arc yang dibuat pada tahap terdahulu merupakan kumpulan database yang berupa arc dan poligon. Berbagai keterangan deskriptif perlu ditambahkanpada data tersebut agar dapat dianalisa lebih lanjut. Dengan kemampuan ini SIGmemungkinkan penambahan berbagai data seperti laporan, hasil sensus, dan lain-lain. Atribut ini merupakan hal yang penting dalam metode pembobotan, dimanametode ini banyak digunakan dalam sebuah evaluasi data spasial. Pembobotan ini seringdisebut dengan skoring atau pengharkatan area. Adapun sistem pembobotan ataupengharkatan tersebut disesuaikan dengan aplikasi tertentu yang digunakan. Pemberian atribut ini memanfaatkan perintah TABLES dari Arc Info. Jika filedata deskriptif belum ada maka perlu dibuat terlebih dahulu yang kemudian dihubungkandengan berbagai file data lain. Namun jika data deskriptif akan dijadikan satu dengandata arc atau poligon ysng ada, maka hanya perlu penambahan item saja pada filetersebut. Langakah penambahan atribut tersebut adalah sebagai berikut: - [ARC] Tables : tuliskan perintah ini pada command line Arc info - Enter Command : Jika file data belum ada berikan perintah DEFINE untuk membuat file datatersebut. Sintak dari perintah tersebut adalah: DEFINE (nama file).DAT Contoh: Enter Command : Define Keterangan.DAT Arc Info merespon dengan menanyakan nama item yang akan dibuat. Item name : 17
  19. 19. Jika data atribut akan dimasukkan dalam file yang sudah ada maka pilih terlebihdahulu file yang akan ditambah dari posisi Enter Command :, Perintah pemilihan file tersebut adalah select (nama file . ekstensi). Contoh : Enter Command: Sel pl.dat : Tulis perintah Sel Enter Command: Additem : Tulis perintah Additem untuk menambah item Item name : Setelah Arc Info menanyakan nama item yang akan ditambah langkah selanjutnyaakan sama dengan saat pembuatan file baru diatas. Sebagai contoh sebuah file berisi datasebagai berikut:Nama File : PL.DAT PL_ID PL_Ket PL_Skor 100 Urban 10 200 Lahan Pertanian 20 300 Padang Rumput 30 400 Hutan 40 500 Tubuh Air 50 Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nama file adalah PL.DAT. file tersebutberisi tiga field (item) yaitu PL_ID, PL_Ket, PL_Skor. Dalam setiap item memilikiatribut item yang melingkupi nama item, nama item, jenis item, lebar item dan jumlahdigit/desimal dibelakang koma. Sebagai contoh PL_ID memiliki atribut sebagai berikut: Nama item : PL_ID Lebar item : 3 digit Jenis item : Numerik (angka) Digit belakang koma : Kosong (0) Sedangkan untuk item PL_Ket, atrbut item adalah sebagai berikut: Nama item : PL_Ket Lebar item : 25 Digit Jenis item : C (Karakter) Digit belakang koma : kosong (0) 18
  20. 20. Untuk menambah item atau membuat item tersebut pada file baru ikuti langkahberikut: Enter Command: Additem Item Name : PL_ID Item Width : 3 Item Type : N Item Decimal Place : 0 Start Item (default = last item) : tekan enter Item Name : tekan enter Lanjutkan untuk pembuatan item PL_Ket. Untuk melihat daftar item dari filetersebut tulis : Enter Command : LIST Nampak file tersebut hanya memiliki judul-judul item. File belum memiliki isi. $RECNO PL_ID PL_Ket PL_Skor Untuk mengisi data dari item-item tersebut, tuliskan perintah ADD Enter Command : ADD 1 PL_ID: 100 PL_Ket: Urban PL_Skor: 10 2 PL_ID: 200 PL_Ket: Lahan_Pertanian PL_Skor: 20 Lanjutkan pada atribut yang lain. 19
  21. 21. IV.2 Perubahan Data Perubahan data sering kali dilakukan. Hal ini terutama jika data dalam itemsebuah file mengalami kesalahan pengisian. Perubahan dapat dilakukan terhadap semuadata dalam item. Arc Info akan menanyakan semua record yag akan diubah. Perintahperubahan data tersebut adalah UPDATE dari posisi Enter Command. Enter Command: Update Enter Record Number: Masukkan nomor record yang akan diubah, misal record 1 diubah menjadi PL_ID= 150. 1 PL_ID =1 PL_Ket =Urban PL_Skor = 10 Edit? PL_ID = 150 Enter Record Number: tekan enter Enter Command: ListUntuk keluar dari tabel ini tuliskan:Enter Command: Q 20
  22. 22. BAB V ANALISIS SPASIALV.1 Pendahuluan Pada prinsipnya pengertian analisis spasial telah dikembangkan sebelum adanyapemanfaatan teknologi SIG. bentuk analisis sebelum SIG ini dikatakan masihkonvesional, yakni dengan menggunakan media kenampakan beberapa transparan yangmerupakan salinan berbagai objek peta tematik. Cara analisisnya adalah dengan caramenumpangsusunkan transparan tersebut dan hasilnya dianalisis secara virtual. Adanya teknologi SIG, analisis akan semakin lebih mudah dengan cakupan yanglebih luas serta operasi analisis yang lebih rumit pun dapat dengan cepat diselesaikan.Proses ini dikenal dengan analisis spasial digital. Pengolahan data spasial dan atribut dalam SIG berdasarkan konsep layermemberikan kemudahan pemahaman dan analisis data sesuai dengan tujuan analisis.Modifikasi kandungan informasi dan peninjauan antara tema terkait dapat dilakuaknsecara mudah. Analisis spasial akan menghasilkan peta tematik turunan, dimana dataspasial dan atribut turunan akan dikelola dalam layer-layer tersendiri. Analisis dan manipulasi data spasial dalam SIG dapat dilaksanakan karena adanyahubungan antar feature (kenampakan obyek) yang digambarkan dalam bentuk hubungantopologi. Adanya hubungan topologi dalam basis data spasial SIG, memungkinkan kitauntuk dapat melakukan koreksi dan manajemen data, serta analisis spasial. Prinsip dibangunnya hubungan topologi didalam SIG adlah terbangunnya aturan,seperti : a. Setiap arc (garis) hanya mempunyai satu node awal dan satu node akhir. b. Setiap node merupakan awal atau akhir dari suatu garis atau keduanya, garis-garis terhubung pada node-node (connectivity), node awal dan node akhir menunjukan suatu arah. c. Setiap poligon disusun dari satu atau lebih garis d. Setiap garis mempunyai sisi kanan atau sisi kiri (contiguity), sehingga pligon merupakan luasan kiri atau luasan kanan. 21
  23. 23. V.2 Konsep Analisis Spasial Digital Dalam analisis spasial digital dengan operasional menggunakan Sistem InformasiGeografis, dikenal istilah-istilah sebagai berikut: 1. Query : Pemanggilan data atribut tanpa merubah data yang ada dengan operasi aritmatik dan logical. 2. Reklasifikasi : Pengkelasan kembali data atribut dengan memecah bagian dari boundary dan menyatukannya dalam poligon baru yang telah direklasifikasi. 3. Rebuilding coverage : Pembangunan kembali data spasial dan topologi dengan “update, erase, clips, split, join atau append”. 4. Overlay : Menumpangsusunkan dua layer atau lebih termasuk juga pembentukan kembali topologi dari titik-titik yang digabungkan, garis dan poligon, dan opersi pada atribut yang digabungkan untuk studi kesuaian, prakiraan, dan evaluasi suatu potensi. 5. Analisi connectivity : Analisis connectity antara titik, garis dan poligon dalam istilah jarak, area, waktu tempuh, jalur optimum dan sebagainya. Termasuk didalamnya adalah analisis dengan pendekatan buffering, analisis pencarian dari jalur optimum, analisis jaringan, dan sebagainya.A. Query Query adalah proses penelusuran data untuk memanggil data atribut, tanpamerubah data yang ada berdasarkan spesifikasi yang diberikan operator. Spesifikasi inimeliputi tiga item yang biasanya diberikab dalam Standar Query Language ( SQL ).Beberapa erintah yang lazim digunakan : Select : Nama atribut From : tabel Where : pernyataan kondisi Pernyataan kondisi disajikan oleh tiga jenis operator, berikut : Relational : >, <, =,>=,<= 22
  24. 24. Aritmatik : +, - , x, : Logikal(Boolean ) : AND, OR, NOT, XORB. Reklasifikasi Reklasifikasi digunakan untuk menentukan kembali nilai tema baru atau kodeunit dari feature spasial, yang akan menghasilkan dalam penggabungan poligon.Serangkaian “ atribut yang direklasifakasi, disolve boundary, penggabungan poligon “seringkali digunakan dalam pengumpulan area obyek.C. Rebuilding Coverage Rebuilding Coverageadalah operasi boundary untuk membuat coverage baru yangdiidentifikasi dan dipilih oleh pemakai. Operasi boundary meliputi enam perintah, yaitu :1. Klip : untuk identifikasi dan mempertahankan feature dalam boundary yangdiinginkan yang ditentukan oleh pemakai.2. Erase : untuk menghapus feature dalam boundary, sedangkan feature di luarboundary tetap dipertahankan.3. Update : untuk menggantikan feature dalam boundary dengan membuang poligonyang ada dan digantikan dalam poligon yang diupdate.4. Split : utnuk membuat coverage baru dengan mengklip feature geografikdengna sisi yang dibagi5. Append : untuk menggabungkan kelas feature titik dan garis yang sama daricoverage yang berbatasan.6. MapJoin : untuk menggabungkan feature poligon yangbberbatasan kedalamcoverage tunggal dan pembentukan kembali topologi.D. Analisis Connectivity Analisis connectivity adalah untuk menganalisis hubungan antar titik. Garis danarea dalam istilah jarak, luasan, waktu tempuh, jalur optimum dan sebaginya.Analisis ini terdiri dari unsur : 23
  25. 25. 1. Analisis Proximity : Analisis proximity adalah pengukuran jarak dari titik, garis dan boundary poligon.Salah satu analisis ini yang popular adalah covering, dimana buffer dapat dibuatdisekeliling titik, garis dan luasan dengna jarak yang diberikan.2. Analisis Network : Analisis Network termasuk menentukan jalur yang optimum denganmenggunakan keputusan yang spesifik. Keputusan ini lazimnya menggunakan waktu ataujarak minimum, korelasinya atau kapasitas maksimumnya.E. Penghubungan Data Atribut Ke Tabel Atribut Feature Penghubungan atribut ke atribut feature adalah proses penambahan danmenyatukan data atribut mrngenai feature coverage yang melibatkan penyatuan informasibaru mengenai setiap suatu feature dengan record yang ada di PAT dan AAT. PadaArc/Info perintah ini menggunakan perintah JOINITEM pada modul sistem TABLES. Sebagai contoh adalah menyatukan atribut coverage kelerengan tanah yang berisitabel atribut feature spasialnya dengan tabel atribut hasil skoring dengan menggunakanitem ID yang terdapat pada PAT dan data atribut yang akan digabungkan. Carapenggabungannya adalah:C>[ARC] JOINITEM Klereng.PAT Klereng.PAT Klerend_IDKlereng_IDMisalnya isi tabel 1: Atribut feature Klereng (PAT) AREA PERIMETER KLERENG KLERENG_IDMisal isi tabel 2: Data atributnya KLERENG_ID SKOR 24
  26. 26. Hasil penggabungannya adalah: AREA PERIMETER KLERENG KLERENG_ID SKORF. Proses Edgematching Edgematching adalah proses penyatuan atau penyambungan dua coverage yangbersambungan. Perintahnya adalahC>[ARC]EDGEMATC Cov_kiri Cov_Kanan Setelah proses edgematching dan topologi untuk coverage yang dimacth, makaproses selanjutnya adalah menggabungkan ke dua coverage itu dan membangun danmembangun kembali topologi coverage topolgi yang dibuat. Perintah untukpenggabungan adalah MAPJOIN (pada modul PC Overlay) atau Append (pada modul PCArc/Info Starter Kit).Contoh:Perintah APPEND jika anda menggunakan modul PC Arc/Info Starter Kit dengan pilihanNET serta coverage gabungan tersebut akan diberi nama Join_Cov. Perintahnya:C> APPEND Join_Cov NETAkan muncul…………………………Enter the 1st coverage : Cov_kiriEnter the 2nd coverage : Cov_kananEnter the 3rd coverage : ENDAPPENDING files……………Saat ini coverage baru Join_Cov sudah dibuat, selanjutnya tampilkan hasilnya denganedit plot untuk menggambarkan arc dari Join_Cov dilayar monitor. 25
  27. 27. Perintah MAPJOIN jika menggunakan modul PC OverlayC>MAPJOIN Join_Cov POLYAkan muncul…………………………Enter the 1st coverage : Cov_kiriEnter the 2nd coverage : Cov_kananEnter the 3rd coverage : ENDHasilnya adalah coverage baru Join_Cov, Tampilkan hasilnya dengan ARCPLOT.Contoh perintah menampilkan gambar hasil coverage gabungan dengan EDITPLOTadalah:C>[ARC]EDITPLOTMaka akan muncul permintaan nama coverage yaitu:Enter name of coverage (Push enter to quit) Join_CovEnter Coverage units per inch (1.0 = default, 0.0 =automatic) (tekan enter)Enter legend text : (tekan enter)Plot Tics (N or Y) ? (tekan enter)Plot Only Polygon with label errors (N or Y) ? (tekanenter)Tentukan Bahwa arc digambarkan:Plot Arcs (N or Y) ? YPlot Arc ids (N or Y) ? (tekan enter) 26
  28. 28. Plot dangle node errors (N or Y) ? (tekan Enter)Plot pseudo node errors (N or Y) ? (tekan enter)Window plot (N or Y) ? (tekan enter)Show on screen (N or Y) ? YHasil dari perintah ini akan ditampilkan coverage Join_Cov di layar monitor.G. Pembuatan Zone Buffer Pembuatan zona buffer merupakan operasi spasial yang digunakan untukmengidentifikasikan area di sekeliling feature. Operasi yang dilakukan menggunakanperintah buffer yang akan menghasilkan satu atau lebih poligon. Poligon ini disebut zonebuffer. Contoh perintah buffer dengan menggunakan PC Arc/InfoC> [ARC] BUFFER [in_cover] [out_cover] {buffer_item} {buffer_table} {buffer_distance} {fuzzy_tolerance} {LINE / POLY / POINT}Misalnya anda punya coverage jalan (jenis feature : LINE) akan di buffer dengan jarakbuffer 50 meter dan hasilnya diberi nama jal_buf, maka perintah yang digunakan:C>[ARC]BUFFER jalan jal_buf # # 50 # LINEHasilnya dapat dilihat dengan perintah Edit Plot. 27
  29. 29. BAB VI OVERLAY Overlay merupakan salah satu teknik pengambilan kesimpulan dalam SIG. Teknikpada dasarnya melakukan penilaian digital atas skor atau pengharkatan pada suatupoligon. Setiapa poligon memiliki nilai unik yang sesuai dengan bobot pada kasustertentu. Misal, tanah regosol akan memiliki nilai yang lain sumbangannya terhadapkasus banjir jika dibandingkan dengan kasus kesesuaian lahan untuk pertanian tanaman x. Teknik overlay banyak dimanfaatkan dalam evaluasi spasial. Semua atribut yangterrelasi akan masuk ke dalam file yang baru dan menjadi data baru pada file tersebut.Karena metode overlay menggunakan skor-skor dalam poligon, maka sebelum overlaydilakukan harus terlebih dahulu dilakukan skoring terhadap polligon-poligon tersebut.VI.1 Skoring Poligon Skoring poligon dilakukan dengan cara menambahkan item skor pada file.Langkah pemberian item skor serta isi dari skor tersebut sama dengan langkahpenambahan item pada bab terdahulu. Jika pada file yang akan dioverlay belum memiliki item skor maka tambahkanitem skor pada file tersebut. Enter Command : Sel PL.PAT Enter Command : Additem Item Name : PL_Skor Item Width : 3 Item Type : N Item decimal place : 0 Start Item ( default = last item ): tekan enter Item Name : tekan enter Sebagai contoh tabel PL>PAT akan dijadikan sebagai file pertama, dan sebuahfile baru akan dioverlay. File beru tersebut adalah sebagai berikut : 28
  30. 30. Nama File : PL.PAT BL_ID BL_Ket BL_Skor 100 Dataran 200 Perbukitan 300 PegununganBuat file tersebut dengan CREATE (Nama file) [ARC]CREATE BL [ARC]TABLES Enter Command : Dir Enter Command : Sel BL.PAT Enter Command : Additem Item Name : BL_Skor Item Width : 3 Item Type : N Item decimal places : 0 Start Item ( default = last item ): tekan enter Item Name : tekan enter Enter Command : Resel BL_ID = 100 : Pilih ulang item dengan ID=100 Enter Command : Calc BL_Skor = 10 : BL_Skor diberi nilai 10 Enter Command : Asel : Tutup item dengan ID =100 Enter Command : Resel Bl_ID =200 Enter Command : Calc Skor_ID =20 Enter Command : Asel 29
  31. 31. VI.2 Overlay Setelah skoring dilakukan, dua buah file dapat dioverlaykan. Overlay merupakanproses tumpangnsusun. Secara digital overlay dapat dilakukan dengan penambahan silaidigital dari poligon yang dalam contoh ini adalah PL_Skor dan BL_Skor. Proses overlayini akan menghasilkan sebuah file baru dengan item yang sama dengan kedua buah fileyang dioverlay. Proses overlay dilakukan dengan memberikan perintah IDENTITY. Sintaksis dariperintah IDENTITY adalah : IDENTITY (File 1) (File 2) (File Baru )Poly # Contoh : [ARC]IDENTITY PL BL HASIL POLY 30
  32. 32. BAB VII LAYOUT PETAVII.1 Membuat Sebuah Layout Baru Untuk membuat sebuah layout baru dari sebuah view, dapat dilakukan denganlangkah-langkah berikut:  Tampilkan (aktifkan) view berikut themes yang terdapat di dalamnya yang akan di layout. Gambar 1 : Contoh tampilan view yang akan dibuat layoutnya  Gunakan menu pulldown “View | Layout” hingga muncul kotak dialog “Template Manager”. Kemudian pilih template yang akan digunakan.  Klik OK dan keluar. Gambar 2: Contoh tampilan kotak dialog “Template Manager” 31
  33. 33. Gambar 3: Contoh tampilan layout defaultVII.2 Membuat Layout Kosong Jika kita ingin merancang sendiri isi layout sejak awal, sehingga tampilannyaagak berbeda dengan tampilan defaultnya, maka sebaiknnya terlebih dahulu dibuatkansebuah layout baru yang kosong. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:  Aktifkan window project.  Kemudian klik icon “Layouts” dan tekan button “New” .  Atau jika kurang puas dengan template yang polos ini. Kita dapat memilih salah satu template yang tersedia. Pemilihan template ini dapat dilakukan dengan menggunakan menu pulldown “Layout | Use Template”. 32
  34. 34. Gambar 4: Contoh tampilan window project untuk membuat layout Gambar 5: Contoh tampilan layout baru yang masih kosong 33
  35. 35. judul gambar orientasi skala legendaGambar 6: Contoh tampilan layout baru menggunakan template yang msih kosongVII.3 Menentukan Halaman Layout Sebelum bekerja lebih jauh dengan layout yang baru saja dibuat, sebaiknyaditentukan dulu ukuran kertas dimana layout tersebut akan dicetak kemudian. Langkah-langkah adalah sebagai berikut.  Gunakan menu pulldoen “Layout | Page Setup” hingga muncul kotak dialog “Page Setup”.  Pilih ukuran kertas yang akan digunakan. 34
  36. 36. Gambar 7: Contoh tampilan kotak dialog “Page Setup”VII.4 Menentukan Grid Layout Secara default sebuah layout yang baru selalu ditaburi dengan titik-titik yangmerepresentasikan grid. Titik-titik grid ini akan digunakan secara otomatis untuk men-snapkan (memposisikan) komponen-komponen yang akan ditampilkan dalan layout.Dengan demikian grid-grid ini akan sangat membantu untuk menempatkan, meletakkan,atau meluruskan berbagai komponen yang terdapat dalam layout, yang akan sangatbergantung pada spasi (jarak) antar grid yang bersangkutan. Untuk mengubah spasi grid,dapat digunakan menu pull down “Layout | Properties” kemudian ubahlah parameter-parameter horizontal maupun vertikalnya sesuai dengan keinginan.. Untuk men-disable-kan fungsi snap terhadap grid-gridnya nonaktifkan checkbox “Snap to Grid”. Gambar 8: Contoh tampilan kotak dialog “Layout Properties” 35
  37. 37. VII.5 Menetukan Tampilan View Di Dalam Layout Sebuah view di dalam layout ditampilkan dalam sebuah view frame. Frame inimirip dengan sebuah container yang memuat representasi view tertentu yang terdapat didalam project yang aktif. Pengguna dapat memiliki dan kemudian menempatkanbeberapa view frame dalam sebuah layout. Selain itu pengguna dapat mengubah ukuranframe tersebut dan memindahkan ke tempat yang diinginkan. Untuk mengubah ukurandan mengendalikan bagaimana view akan ditampilkan di dalam frame, dapat dilakukanmelalui properties frame-nya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:  Aktifkan tool pointer.  Double klik kursor mouse di dalam view frame (milik layout) hingga muncul kotak dialognya.  Live Link. Secara default, ArcView akan mempertahankan hubungan live-link antara view frame yang berdangkutan dengan sebuah view yang terkait. Artinya perubahan apapun yang terjadi dalam view-nya akan tercermin di dalam layout,  Scale. ArcView akan menyekalakan komponen yang terdapat di dalam view frame, dengan demikian jika ukuran view frame yang terdapat di dalam suatu layout, maka komponen-komponen yang terdapat dalam view frame yang bersangkutan akan diskalakan secara proporsional.  Extent. Secara defalut, jika isi window view frame-nya lebih kecil dari frame view, maka ArcView akan berusaha mengisi view frame dengan data yang berasal dari view. Hal ini terjadi pada kondisi di mana sebagian data akan muncul di dalam layout, tetapi tidak ditampilkan di dalam Layour.  Display. Secara default, ArcView hanya akan menampilkan isi view frame di dalam layout, ketika layout yang bersangkutan aktif. Ketika layout tersebut non aktif, isi view frame tidak akan digambarkan kembali hingga layout kembali diaktifkan.  Quality. Jika view frame-nya mengandung sejumlah besar unsur-unsur, maka dapat dilakukan efesiensi waktu dan biaya dengan cara menggunakan pilihan “Draft” pada list “Quality” sebagai pengganti pilihan default “Presentation”. Dengan cara ini, isi view frame tidak akan digambarkan secara penuh baik 36
  38. 38. pada layar monitor maupub pada hardcopy ketika dicetak. Tetapi ketika layout yang bersangkutan telah selesai dirancang sebaiknya gunakan kembali pilihan default. Gambar 9: Contoh tampilan kotak dialog “View FrameProperties”VII.6 Menambah Komponen Ke Dalam Layout Setiap komponen yang ditambahkan ke dalam layout akan ditampilkan di dalamframe komponen yang bersangkutan, Untuk menambahkan komponen baru harusdigunakan salah satu tools frame yang tersedia di dalam dropdown palette yang diaksesdengan cara mengklik tool view frame. Gambar 10: Contoh tampilan layout dengan beberapa tool frame 37
  39. 39. VII.7 Menambahkan View Ke Dalam Layout Untuk menambahkan sebuah view ke dalam layout, dapat dilakukan langkah- langkah sebagai berikut.  Klik view frame hingga aktif.  Pindahkan posisi kursor mouse (yang telah berubah mnejadi tanda silang) ke titik sudut di mana view frame akan dimulai. Kemudian drag kursor mouse ke suatu titik sudut yang lain sehingga membentuk kotak dari titik sudut yang pertama. Kemudian lepaskan button mouse hingga muncul kotak dialog “View Frame Properties”.  Pada kotak dialog yang baru muncul ini, kliklah salah satu nama view yang ingin ditampilkan di dalam view yang bersngkutan. Setelah itu, tentukan properties yang lainnya dan pilh button OK. Frame tambahanFrame utama Gambar11: Contoh tampilan layout dengan view frame utama dan tambahan 38
  40. 40. VII.8 Menambahkan Simbol Skala Ke Dalam Layout Skala batang yang biasanya terdapat di dalam layout memperlihatkan skalkomponen view frame yang terkait. Jika skala suatu frame dirubah maka simbol skalasecara otomatis akan menyesuaikan. Untuk menyisipkan skala batang ke dalam layout, hal-hal yang perlu dilakukanadalah:  Klik tool “Scale Bar Frame”.  Gunakan kursor mouse untuk menentukan lokasi skala batang yang diinginkan. Setelah posisinya ditentukan, maka akan muncul kotak dialog “Scale Bar Properties”. Pada kotak dialog ini aturlah beberapa setting yang dinginkan. Gambar 12: Contoh tampilan skala batang Gambar13: Contoh tampilan kotak dialog “Scale Bar Properties” 39
  41. 41. VII.9 Menambah Legenda Ke Dalam Layout Seperti skala batang, legenda yang terdapat di dalam layout juga terkait dengansalah satu view frame yang terdapat di dalam layout yang aktif. Jika isi view yangdipresentasikan oleh view frame-nya berubah, maka keterangan legenda yangbersangkutan secara otomatis akan berubah. Berikut contoh langkah-langkah yangditempuh untuk menyisipkan legenda baru ke dalam layout:  Klik icon legend frame yang terdapat di dalam tools frame.  Gunakan kursor mouse untuk menentukan posisi legenda di dalam layout-nya. Setelah posisi ditentukan maka akan muncul kotak dialog “Legend Frame Properties”. Aturlah setting yang diinginkan dan tekan button OK untuk keluar. Gambar 14: Contoh tampilan kotak dialog “Legend Frame Properties”VII.10 Menambahkan Simbol Arah Utara Ke Dalam LayoutLangkah-langkahnya adalah sebagai berikut:  Klik icon “North Arrow Frame” yang terdapat di dalam tools frame.  Gunakan kursor mouse (klik dan drag) untuk menentukan posisi di mana arah utara akan diletakkan. Setelah itu akan muncul kotak dialog “ North Arrow Manager”. Pilihlah salah satu simbol arah utara yang digunakan. 40
  42. 42. Gambar 15: Contoh tampilan kotak dialog “North Arrow manager”VII.11 Menambah Chart Ke Dalam Layout Untuk menambahkan sebuah chart yang baru ke dalam layout, pengguna dapatmenempuh langkah-langkah berikut:  Aktifkan chart yang akan dimasukkan ke dalam layout.  Pada tool frame, pilihlah (klik) chart frame.  Gunakan kursor mouse (klik dan drag) untuk menentukan poisisi di mana chart frame akan diletakkan. Setelah itu akan muncul kotak dialog “Chart Dialog Properties”. Pilihlah nama chart yang terdapat di dalam project dan tekan button OK. Gambar 16: Contoh tampilan kotak dialog “Chart Frame Properties” 41
  43. 43. VII.12 Menambahkan Tabel, Gambar, Dan Teks Ke Dalam Layout Dengan cara yang hampir sama dengan di atas, kita dapat menampilkan sebauhtabel, gambar, dan teks ke dalam layout dengan menggunakan table frame tool danpicture frame tool. Untuk menyisipkan sebuah tabel ke dalam layout, gunakan kotakdialog “Table frame Properties”. Pilihlah tabel yang akan digunakan dan tekan buttonOK. Untuk menyisipkan sebuah gambar ke dalam layout, gunakan kotak dialog “Pictureframe Properties”. Pilihlah gambar yang akan disisipkan dan tekan button OK. Sementara itu untuk untuk menambahkan teks, berikut elemen-elemen grafikseperti garis tepi, bujur sangkar, segi empat, poligon, lingkaran, tanda panah dansebagainya, gunakanlah drawing tools yang telah tersedia. Gambar 17: Contoh tampilan kotak dialog “Table Frame Properties” Gambar 18: Contoh tampilan kotak dialog “Picture Frame Properties” 42
  44. 44. Gambar 19: Contoh tampilan layout dengan sebuah grafik dan tabel di dalamnya Sebagai catatan, setelah semua komponen layoutnya dianggap sudah selesai dan lengkap, maka sebagai sentuhan akhir perbaikilah ukuran dan posisi-posisi setiap komponen ini dengan mengatur ukuran dan meletakkannya secara akurat di dalam layout-nya. Perbaikan ini dapat dilakukan dengan cara mengklik komponen yang bersangkutan, dan gunakan menu pulldown “Graphics | Size and Positon” hingga muncul kotak dialog “Graphics Size and Position”. Pada kotak dialog ini, editlah parameter-parameter ukuran dan posisi komponen yang bersangkutan.VII.13 Mencetak LayoutUntuk mencetak layout dapat ditempuh langkah-langkah berikut;  Aktifkan layout yang bersangkutan.  Gunakan menu pulldown “File | Print” hingga muncul kotak dialog “Print”.  Pada kotak dialog yang baru muncul pilih nama layout yang akan dicetak. 43
  45. 45. Gambar 20: Contoh tampilan kotak dialog “Print (layout)”VII.14 Mengeksport Layout Sebuah layout dapat juga dikonversikan atau dieksport ke dalam format file grafikyang lain. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:  Aktifkan layout yang bersangkuta.  Gunakan menu pulldown “File | Export” hingga muncul kotak dialog “Export”.  Pada kotak dialog yang baru muncul pilihlah tipe format di mana layout yang bersangkutan akan dieksport, pilih direktori untuk tempat penyimpananya. Klik “Options” untuk mengatur resolusi file hasil eksport. Gambar 21: Contoh tampilan kotak dialog “Eksport (layout)” 44
  46. 46. VII.15 Menyimpan Layout Sebagai Template Jika pengguna sangat puas dengan hasil rancangan layout yang telah dilakukandan ingin membuat beberapa lain yang serupa, maka sebaiknya pengguna menympanlayout ini sebagai template layout. Untuk membuat template layout tersebut, dilakukanlangkah-langkah sebagai berikut:  Aktifkan layout yang bersangkutan.  Gunakan menu puldown “Layout | Store as Template” hingga muncul kotak dialog “Template Properties”.  Pada kotak dialog yang baru mncul, ketikkan nama template yang yang akan dibuat. Gambar 22: Contoh tampilan kotak dialog “Template Properties (layout)” Suatu saat jika template tersebut ingin digunakan kembali, maka:  Aktifkan view yang akan dilayout.  Gunakan menu pulldown “View | Layout” hingga muncul kotak dialog “Template Manager”.  Pada kotak dialog yang baru muncul, pilihlah nama template yang telah dibuat.  Atau pada saat layoutnya aktif, gunakan menu pulldown “Layout | Use Template” hingga muncul kotak dialog “Template Manager”. Dan, pada kotak dialog yang baru muncul ini kliklah icon atau nama template yang telah dibuat dan tekan button OK. 45
  47. 47. Gambar 23: Contoh tampilan kotak dialog “Template Manager (layout) 46

×