Teori Organisasi Wasis 0

5,777 views
5,578 views

Published on

Published in: Business, Technology
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
  • punten, ini sumbernya ada ga?
    maksudnya, alamat email ato blog gt?
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
5,777
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
18
Actions
Shares
0
Downloads
313
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teori Organisasi Wasis 0

  1. 1. TEORI ORGANISASI Assalaamu'alaikum Wr.Wb
  2. 2. PESAN PARA AHLI (1) <ul><li>Semua mimpi kita dapat menjadi kenyataan jika kita mempunyai keberanian untuk mengejarnya </li></ul><ul><li>(Walt Disney, pendiri Disneyland) </li></ul><ul><li>Banyak orang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan sukses, tapi, sayangnya, mereka kemudian menyerah </li></ul><ul><li>(Thomas A.Edison, pendiri General electric) </li></ul><ul><li>Jangan takut berbuat salah, Lakukanlah terus, Karena, pada ujungnya nanti, kita akan melihat sukses (Thomas J.Watson, pendiri IBM) </li></ul>
  3. 3. PESAN PARA AHLI (2) <ul><li>Mencintai kehidupan dg bekerja, adalah menyelami rahasia hidup yang paling dalam. Jika engkau bekerja dengan rasa cinta, engkau menyatukan dirimu dengan orang lain, atau sebaliknya, serta kau dekatkan dirimu pada Tuhan </li></ul><ul><li>(Kahlil Gibran, penyair kenamaan) </li></ul><ul><li>Kita harus tahu tentang diri kita, kita harus mencari sepercik keunikan yang bisa membedakan kita dengan orang lain, dan kemudian mengembangkan keunikan itu dengan sekuat tenaga </li></ul><ul><li>(Henry Ford, pendiri Ford Motor) </li></ul>
  4. 4. PESAN PARA AHLI (3) <ul><li>Hidup dengan melakukan kesalahan akan tampak lebih terhormat daripada selalu benar karena memang tidak pernah melakukan apa-apa </li></ul><ul><li>(George Bernad Shaw) </li></ul><ul><li>Kemenangan bukanlah sesuatu yang kadang-kadang dapat diraih, namun ini adalah sesuatu yang harus diperjuangkan sepanjang waktu </li></ul><ul><li>(Vince Lombardi) </li></ul><ul><li>Yang terpenting bukanlah bagaimana kamu dijatuhkan, tapi bagaimana kamu dapat bangun. Perbedaan antara seseorang yang sukses dan orang lainnya, bukanlah karena ketiadaan kekuatan, bukan pula karena ketiadaan pengetahuan, tapi lebih karena merupakan suatu ketiadaan kehendak </li></ul>
  5. 5. “ I don’t need to know everything, I just need to know where to find it when I need it”
  6. 6. TEORI ORGANISASI Oleh : Prof. Dr. H. Wasis Budiarto, MS Program Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Wijaya Putra Surabaya
  7. 7. ORGANISASI
  8. 8. ORGANISASI <ul><li>Organisasi merupakan entitas-entitas yang memungkinkan masyarakat mencapai hasil-hasil tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh individu-individu yang bertindak secara sendiri (Gibson, et.al., 1985) </li></ul><ul><li>Organisasi merupakan sebuah sistem yang terdiri dari aneka macam elemen atau sub sistem, diantara mana subsistem manusia mungkin merupakan subsistem terpenting, dan di mana terlihat bahwa masing-masing sub sistem saling berinteraksi dalam upaya mencapai sasaran-sasaran atau tujuan-tujuan organisasi yang bersangkutan (Winardi, 2003) </li></ul>
  9. 9. CIRI UMUM ORGANISASI <ul><li>Sebuah organisasi senantiasa mencakup sejumlah orang </li></ul><ul><li>Orang-orang tersebut terlibat satu sama lain dengan satu atau lain cara, artinya mereka semua berinteraksi </li></ul><ul><li>Interaksi tsb selalu dapat diatur atau diterangkan dengan jenis struktur tertentu </li></ul><ul><li>Masing-masing orang di dalam organisasi memiliki sasaran-sasaran pribadi; beberapa diantaranya merupakan alasan bagi tindakan-tindakan yang dilakukannya </li></ul>
  10. 10. KLASIFIKASI ORGANISASI <ul><li>Organisasi pelayanan ( service organizations ) </li></ul><ul><li>Organisasi ekonomi ( economic organizations ) </li></ul><ul><li>Organisasi religius ( religious organizations ) </li></ul><ul><li>Organisasi perlindungan ( protective organizations) </li></ul><ul><li>Organisasi pemerintah ( government organizations) </li></ul><ul><li>Oganisasi sosial ( social organizations ) </li></ul>
  11. 11. ALASAN MENGAPA ORANG MEMBENTUK ORGANISASI <ul><li>1. Alasan sosial ( social reasons ), manusia berorganisasi karena membutuhkan dan menikmati kepuasan sosial yang diberikan organisasi, misalnya organisasi olahraga </li></ul><ul><li>2. Alasan material ( material reasons ), melalui bantuan organisasi, manusia dapat melakukan 3 macam hal yang tidak mungkin dilakukakannya sendiri, yaitu : </li></ul><ul><li>(a) memperbesar kemampuannya </li></ul><ul><li>(b) menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai </li></ul><ul><li>sesuatu sasaran </li></ul><ul><li>(c) menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi </li></ul><ul><li>sebelumnya yang telah dihimpun </li></ul><ul><li>3. Efek sinergistik organisasi-organisasi </li></ul>
  12. 12. SISTEM KONTROL ORGANISASI <ul><li>Hasil yg diinginkan -Keterlambatan </li></ul><ul><li>Sasaran-sasaran -Gangguan Bias </li></ul><ul><li>Proses Proses Hasil riil yg </li></ul><ul><li>Pengambilan Transformasi dicapai </li></ul><ul><li>Keputusan Keputusan </li></ul><ul><li>Hasil yg Saluran </li></ul><ul><li>Dicapai informasi </li></ul><ul><li>- Keterlambatan </li></ul><ul><li>- Gangguan Bias </li></ul>
  13. 13. PENGORGANISASIAN
  14. 15. HAKEKAT PENGORGANISASIAN Ini ceritera tentang empat orang yang bernama: Everybody , Somebody , Anybody dan Nobody . Ada satu tugas penting yang harus dikerjakan dan Everybody diminta untuk mengerjakannya . Everybo d y yakin bahwa Somebody akan mengerjakannya. Sebetulnya Anybody dapat mengerjakannya, tetapi N obody yang mengerjakannya. Somebody marah sebab itu tugas Everybody . Everybody pikir bahwa Anybody dapat mengerjakannya, tetapi Nobody sadar bahwa Everybody tidak akan mengerjakannya. Akhirnya, Everybody menyalahkan Somebody yang sebetulnya Nobody diminta oleh Anybody .
  15. 16. PENGORGANISASIAN <ul><li>adalah suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien </li></ul>
  16. 17. ELEMEN-ELEMEN ORGANISASI (Reece,et.al., 1987 : 152) <ul><li>1. Manusia </li></ul><ul><li>2. Tujuan tertentu </li></ul><ul><li>3. Pembagian tugas-tugas </li></ul><ul><li>4. Sebuah sistem untuk mengkoordinasi tugas-tugas </li></ul><ul><li>5. Sebuah batas yang dipatok, yang menunjukkan pihak yang berada di luarnya </li></ul>
  17. 18. PROSES PENGORGANISASIAN (Certo, 1994 : 215) <ul><li>Melaksanakan refleksi tentang rencana-rencana dan sasaran-sasaran </li></ul><ul><li>Menetapkan tugas pokok </li></ul><ul><li>Membagi tugas-tugas pokok menjadi tugas-tugas bagian ( subtasks) </li></ul><ul><li>Mengalokasi sumber-sumber daya dan penunjuk-penunjuk untuk tugas-tugas bagian </li></ul><ul><li>Mengevaluasi hasil-hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasikan </li></ul>
  18. 19. JENIS-JENIS ORGANISASI 1. LEADER-ORIENTED ORGANIZATION : - Putusan selalu oleh pemimpin - Pengabdian dan kepatuhan anggota diperlukan 2. PATRIARCHAL (LEADERSHIP) ORGANIZATION : - Hubungan pimpinan-anggota seperti hubungan antara Bapak-Anak ----> perlindungan. - Selalu memerlukan restu / persetujuan pemimpin, meskipun putusan dibuat ol e h anggota. 3. BUREAUCRACY : - Diatur oleh suatu struktur tertentu. - Beroperasi sesuai seperangkat peraturan / ketentuan tertentu. - Tanpa menghubungkan denagn pemimpin atau pemegang kekuasaan tertentu.
  19. 20. 4. DEMOCRATIC ORGANIZATION : - Anggota mempunyai hak bersuara. - Keputusan diambil secara bersama. - Pemimpin tunduk pada keputusan bersama. - Pemimpin memberi arahan, tidak memberi perintah.
  20. 21. TEORI ORGANISASI <ul><li>Organisasi terbentuk/terdiri dari beberapa kelompok. </li></ul><ul><li>Dalam penyuluhan organisasi harus bersifat pendidikan : </li></ul><ul><li>sebagai media pendidikan/belajar. </li></ul><ul><li>Organisasi : orang-2 ---> interaksi ---> tujuan bersama. </li></ul><ul><li>Struktur organisasi selalu formal. </li></ul>STRUKTUR INDIVIDU TAXONOMY (System) PROSES Organisasi
  21. 22. TAXONOMI ORGANISASI <ul><li>Tujuan organisasi </li></ul><ul><li>Filosofi dan TataNilai </li></ul><ul><li>Komposisi Anggota </li></ul><ul><li>Struktur Organisasi </li></ul><ul><li>Teknologi </li></ul><ul><li>Lingkungan Fisik </li></ul><ul><li>Lingkungan Sosial dan Budaya </li></ul><ul><li>Ciri-ciri Waktu </li></ul>
  22. 23. TAXONOMI ORGANISASI Variabel-variabelnya adalah : 1. TUJUAN ( Objectives and Goals ) : a. Tujuan organisasi vs Tujuan individu : konggruen atau konflik b. Tujuan organisasi bisa formal atau informal. c. Tujuan wajib ( mandatory ) vs Tujuan tambahan ( voluntary, optional ) d. Sifat tujuan : Jauh vs Dekat ( Remoteness ) . Masalah persepsi. e. Polarisasi : Apakah ada tertentangan antar tujuan-tujuan yang ada f. Tujuan tunggal vs Tujuan ganda/jamak. Terlalu sedikit atau terlalu banyak dilihat dari jumlah anggota. g. Apakah konflik dengan tujuan organisasi lain. h. Tujuan jangka pendek vs Jangka panjang.
  23. 24. b. Diferensiasi : - Jumlah tingkatan dalam organisasi (Sedikit atau banyak) - Adakah Sub-group dalam setiap tingkatan. 2. FILOSOFI DAN TATA NILAI : a. Pengendalian perilaku. b. Nilai yang dijunjung anggota. 3. KOMPOSISI ANGGOTA : a. Pendidikan b. Kemampuan intelektual c. Ciri kepribadian d. Hubungan sosial : kerjasama, bantu-mambantu, persaingan, permusuhan, klik, dll. e. Keragaman Motivasi f. Status dan jenjang yang dimiliki. 4. STRUKTUR ORGANISASI : a. Jumlah anggota, fasilitas ( Size )
  24. 25. c. Cara Pengendalian anggota : - sesuai perilaku standar - Pengendalian terpusat vs terbagi - Rentang kendali : berapa orang dikendalikan oleh setiap pengawas. - Sanksi apa untuk pengendalian (negatif atau positif) - Fleksibilitas pengendalian. d. Struktur Peranan : Apakah punya peranan-2 yang secara resmi dibagikan. - Partisipasi anggota. 5. TEHNOLOGI : a. Fungsi apa yang harus dilakukan. b. Apa jasa atau produk yang dihasilkan. c. Apa fasilitas yang tersedia. d. Kompleksitas teknologi.
  25. 26. 7. LINGKUNGAN SOSIAL DAN BUDAYA : a. Apakah sesuai atau bertentangan dengan tata nilai dari organisasi. b. Bagaimana nilai-2 dan tujuan-2 disekitarnya. 8. CIRI-CIRI WAKTU : a. Usia organisasi. b. Lama partisipasi dalam organisasi. c. Jangka waktu pencapaian tujuan organisasi. 6. LINGKUNGAN FISIK : a. Kei solasi an sosial. b. Keterbatasan komunikasi. c. Mobilitas anggota. d. Stres yang diakibatkan.
  26. 27. STRUKTUR ORGANISASI <ul><li>adalah mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola </li></ul><ul><li>menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan, diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian, atau posisi-posisi, maupun orang-orang yg menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi </li></ul><ul><li>struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja </li></ul>
  27. 28. STRUKTUR ORGANISASI <ul><li>Struktur suatu Organisasi menggambarkan bagaimana organisasi itu mengatur dirinya sendiri, bagaimana mengatur hubungan antar orang dan antar kelompok. </li></ul><ul><li>Struktur Organisasi adalah suatu keputusan yang diambil oleh organisasi itu sendiri berdasakan situasi, kondisi dan kebutuhan organisasi. </li></ul><ul><li>Struktur suatu Organisasi ada kaitannya dengan tujuan, sebab struktur organisasi itu adalah cara organisasi itu mengatur dirinya untuk bisa mencapai tujuan yang ingin dicapainya. </li></ul><ul><li>Struktur Organisasi adalah unik untuk setiap organisasi. </li></ul>
  28. 29. 2. RENTANG KENDALI : - Jumlah orang yang langsung di bawah pengawasan dan tanggung-jawab seorang pejabat/pemimpin. - Jumlah yang optimum adalah antara 6 - 10. - Kalau terlalu banyak tidak akan bisa diawasi, dan disupervisi secara optimal. VARIABEL STRUKTUR <ul><li>UKURAN (SIZE) : </li></ul><ul><li>- makin besar akan semakin komplek , semakin impersonal, semakin lugas , semakin sulit diarahkan, semakin sulit dipadukan. </li></ul><ul><li>- ukuran menciptakan dilemma : kecil kurang, besar susah. </li></ul><ul><li>- tak ada yang tahu ukuran yang optimum. </li></ul>
  29. 30. 3. JUMLAH TINGKATAN HIRARKHI : - Kalau terlalu banyak bisa timbul kesulitan komunikasi vertikal. - Sebaiknya tak terlalu banyak. - Perhatikan efektivitas komunikasi. 4. STRUKTUR KEWENANGAN : - Orang-orang yang punya kewenangan membuat keputusan bagi organisasi. - Siapa saja yang termasuk dalam struktur ? - Bila hanya satu orang bisa timbul kesulitan. - Pendelegasian wewenang. 5. STRUKTUR KOMUNIKASI : - Variabel yang terpenting. - Dari puncak hirarkhi sampai ke paling bawah. - Juga perlu diperhatikan komunikasi horisontal.
  30. 31. 6. STRUKTUR TUGAS : - Sama dengan struktur peranan. - Cara organisasi membagi-bagi tugas/pekerjaan kepada anggota-anggotanya. - Apakah semua pekerjaan terbagi habis ? - Apakah semua anggota mendapat peranan ? - Apakah hanya orang tertentu saja yang berperan ? 7. STRUKTUR STATUS DAN PRESTIS : - Apa yang diperoleh dari organisasi dengan pengorbanan yang diberikan ? - Apakah prestis (gengsi) seseorang akan naik dengan menjadi anggota organisasi ? - Apakah prestis terbagi secara merata ? - Apakah organisasi memiliki jenjang status yang terbuka bagi semua anggota ? 8. JARAK PSIKOLOGIS : - Antara orang yang di puncak (pengambil keputusan) dan orang-orang di bawah (yang melakukan pekerjaan). - Komunikasi emosi antara orang-orang dalam hirarkhi. - Menunjukkan kemudahan komunikasi vertikal effektif/tidak.
  31. 32. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI <ul><li>1. Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya </li></ul><ul><li>2. Teknologi yang digunakan </li></ul><ul><li>3. Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi </li></ul><ul><li>4. Ukuran organisasi </li></ul>
  32. 33. UNSUR-UNSUR STRUKTUR ORGANISASI (1) <ul><li>1. Spesialisasi kerja </li></ul><ul><li>sejauh mana suatu tugas dibagi menjadi pekerjaan yang terpisah-pisah </li></ul><ul><li>2. Departementalisasi </li></ul><ul><li>dasar yang digunakan untuk mengelompokkan secara bersama pekerjaan-pekerjaan yang sama </li></ul><ul><li>3. Rantai komando </li></ul><ul><li>garis yang menjelaskan siapa yang melapor pada siapa dari seluruh struktur organisasi dari atas sampai bawah </li></ul>
  33. 34. UNSUR-UNSUR STRUKTUR ORGANISASI (2) <ul><li>4. Rentang kendali </li></ul><ul><li>jumlah individu yang menjadi tanggung jawab seorang manajer </li></ul><ul><li>5. Koordinasi kegiatan </li></ul><ul><li>prosedur yang mengintegrasikan fungsi-fungsi satuan kerja dalam organisasi </li></ul><ul><li>6. Sentralisasi dan desentralisasi </li></ul><ul><li>letak wewenang pengambilan keputusan dalam organisasi </li></ul><ul><li>7. Formalisasi </li></ul><ul><li>tingkat penggunaan peraturan dan keputusan untuk mengelola pekerjaan </li></ul>
  34. 35. PERTUMBUHAN ORGANISASI BARU <ul><li>ORGANISASI BARU ORGANISASI BARU DGN </li></ul><ul><li>PERTUMBUHAN </li></ul><ul><li>Pemilik-Pimpinan Pemilik-Pimpinan </li></ul><ul><li>Manufaktur Pemasaran </li></ul><ul><li>Karyawan Karyawan Karyawan </li></ul>
  35. 36. STRUKTUR TINGGI DAN LEBAR DARI ORGANISASI <ul><li>Organisasi tinggi dg 7 tingkatan Organisasi lebar 3 tingkatan </li></ul><ul><li>(tall organization) (flat organization) </li></ul>
  36. 37. BENTUK STRUKTUR ORGANISASI <ul><li>Dalam implementasi strategi maka langkah pertama adalah menyesuaikan struktur organisasi dengan strategi yang dipilih </li></ul><ul><li>Perubahan lingkungan memungkinkan organisasi merubah struktur organisasinya dari waktu ke waktu </li></ul><ul><li>Bentuk struktur organisasi ada 6 yaitu : </li></ul><ul><li>Struktur Fungsional </li></ul><ul><li>Struktur Divisional Produk </li></ul><ul><li>Struktur Divisional Geografis </li></ul><ul><li>Struktur Unit Usaha </li></ul><ul><li>Struktur Matrik </li></ul><ul><li>Struktur Horisontal </li></ul>
  37. 38. STRUKTUR FUNGSIONAL <ul><li>DIREKTUR/PIMPINAN PUNCAK </li></ul><ul><li>Keuangan Operasional SDM Pemasaran Pembelian </li></ul><ul><li>Pabrikase Rekayasa Kontrol Riset Distribusi Promosi </li></ul><ul><li>Kualitas Pasar </li></ul>
  38. 39. STRUKTUR DIVISIONAL PRODUK <ul><li>DIREKTUR UTAMA </li></ul><ul><li>DIR KEUANGAN DIR OPERASI </li></ul><ul><li>DIVISI KULKAS DIVISI POMPA AIR DIVISI TELEVISI </li></ul><ul><li>Personalia </li></ul><ul><li>Akuntansi </li></ul><ul><li>Teknik </li></ul><ul><li>Pemasaran </li></ul><ul><li>Operasi/Produksi </li></ul>
  39. 40. STRUKTUR DIVISIONAL GEOGRAFIS <ul><li>DIREKTUR UTAMA </li></ul><ul><li>MAN UMUM MAN UMUM MAN UMUM MAN UMUM </li></ul><ul><li>JATIM JATENG SUMATERA KALIMANTAN </li></ul><ul><li>TEKNIK PRODUKSI PEMASARAN </li></ul>
  40. 41. STRUKTUR UNIT USAHA <ul><li>DIREKTUR UTAMA </li></ul><ul><li>DIR KEUANGAN DIR OPERASI </li></ul><ul><li>MANAJER MANAJER MANAJER </li></ul><ul><li>SBU-1 SBU-2 SBU-3 </li></ul><ul><li>DIV-A DIV-B DIV-C DIV-A DIV-B DIV-C </li></ul><ul><li>DIV-A DIV-B DIV-C </li></ul>
  41. 42. STRUKTUR ORGANISASI MATRIK <ul><li>PRESIDEN DIREKTUR </li></ul><ul><li>MANAJER MANAJER MANAJER MANAJER MANAJER </li></ul><ul><li>KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D </li></ul><ul><li>MANAJER STAF STAF STAF STAF STAF </li></ul><ul><li>PROYEK-A KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D </li></ul><ul><li>MANAJER STAF STAF STAF STAF STAF </li></ul><ul><li>PROYEK-B KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D </li></ul><ul><li>MANAJER STAF STAF STAF STAF STAF </li></ul><ul><li>PROYEK-C KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D </li></ul>
  42. 43. STRUKTUR HORIZONTAL <ul><li>Manajer </li></ul><ul><li>Proses-C Manajer </li></ul><ul><li>Proses-D </li></ul><ul><li>WAKIL Manajer </li></ul><ul><li>DIREKTUR Proses-E </li></ul><ul><li>Manajer </li></ul><ul><li>Proses-A WAKIL PRESIDEN </li></ul><ul><li>DIREKTUR DIREKTUR </li></ul><ul><li>Manajer Manajer </li></ul><ul><li>Proses-B WAKIL Proses-F </li></ul><ul><li>DIREKTUR </li></ul><ul><li>Manajer </li></ul><ul><li>Proses-G </li></ul>
  43. 44. PROSES ORGANISASI <ul><li>Proses-proses yang ada dalam organisasi menunjukkan adanya “kehidupan” dalam organisasi. </li></ul><ul><li>Proses dalam organisasi ditandai dengan adanya kegiatan individu anggota atau kegiatan bersama. </li></ul><ul><li>Ada enam proses yang perlu ada dalam organisasi : </li></ul><ul><li>1. HUBUNGAN ANTAR PERANAN : </li></ul><ul><li>- Ada saling pengertian ? </li></ul><ul><li>- Hubungan timbal balik. </li></ul><ul><li>- Aktivitas organisasi terjadi atas dasar adanya </li></ul><ul><li>hubungan antar peranan. </li></ul><ul><li>2. KOMUNIKASI : </li></ul><ul><li>- Bagaimana mereka saling berkomunikasi. </li></ul><ul><li>- Seberapa akurat Dan tepat waktu. </li></ul><ul><li>- Seharusnya proses ini effektif. </li></ul><ul><li>- Komunikasi adalah awal interaksi. </li></ul><ul><li>- Komunikasi yang effektif menghasilkan inter- </li></ul><ul><li>aksi yang produktif. </li></ul>
  44. 45. 3. PENGENDALIAN ( CONTROL) : - Bagaimana perilaku anggota dikendalikan. - Effektivitas hubungan pimpinan -- anggota. - Pengendalian meliputi kegiatan pemantauan dan pengenaan sanksi. 4. KOORDINASI : - Perhatian yang diberikan pada berbagai kegiatan diarahkan pada tujuan. - Bertujuan mengurangi salah pengertian dan konflik antara orang-orang yang melakukan berbagai kegiatan. - Pastikan bahwa semua bergerak ke arah tujuan yang sama.
  45. 46. 5. SOSIALISASI : - Bagaimana cara anggota baru diperkenalkan pada sistem ? - Cara-cara yang formal maupun informal. - Apakah proses ini dilakukan dan mencukupi? - Tanpa sosialisasi yang cukup anggota baru akan lama menyesuaikan diri dengan organisasi. 6. SUPERVISI : - Kombinasi pengawasan dan pembinaan. - Orientasinya pada perbaikan, bukan pada pemberian sanksi/penghukuman. - Kepemimpinan seharusnya bersifat membina / membimbing / memperbaiki / melatih, tidak memerintah, reaktif, mempermalukan, menghukum.
  46. 47. INDIVIDU DALAM ORGANISASI <ul><li>Individu merupakan variable organisasi yang terpenting, sebab merekalah yang menentukan dan melakukan segalanya dalam organisasi. </li></ul><ul><li>Variable-variable individu yang perlu diperhatikan : </li></ul><ul><li>MOTIVASI : - intrinsik & ekstrinsik. (Dorongan untuk berbuat sesuatu). </li></ul><ul><li>- Motivasi untuk aktif atau tidak aktif dalam kegiatan organisasi. </li></ul><ul><li> </li></ul><ul><li>2. SIKAP MENTAL (Attitute) : </li></ul><ul><li>- sikap terhadap organisasinya </li></ul><ul><li>- sikap terhadap anggota lain. </li></ul><ul><li>- sikap terhadap pekerjaan/tugas yang didapat </li></ul><ul><li>- sikap terhadap nilai-nilai organisasi, dll. </li></ul>
  47. 48. 3. APTITUTE (Kemampuan, kapasitas) : - Apa yang dapat dilakukan anggota - Kemampuan yang dimiliki anggota yang berkaitan dengan tujuan organisasi. 4. TEMPERAMEN (Perangai) : - Stabilitas emosi - Mempengaruhi interaksi dengan orang lain. 5. PERSEPSI TERHADAP PERANAN (Role perception): - Apakah tahu peranannya dalam organisasi. - Apakah tahu peranan orang lain dalam org. - Apakah tahu peranan organisasi dalam masyarakat.
  48. 49. <ul><li>JENIS-JENIS INDIVIDU </li></ul><ul><li>1.UPWARD MOBILE : </li></ul><ul><li>- The organization man </li></ul><ul><li>- Orang yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi. </li></ul><ul><li>- Orang ini cenderung naik dalam jenjang status organisasi. </li></ul><ul><li>2. AMBIVALENT : </li></ul><ul><li>- Kadang-kadang rajin, kadang-kadang malas. </li></ul><ul><li>- Tergantung pada situasi menguntungkan ? </li></ul><ul><li>3. INDIFFERENT : </li></ul><ul><li>- Tidak/kurang peduli pada organisasi. </li></ul><ul><li>- Hanya sekedar melaksanakan tugas. </li></ul><ul><li>- Tak ada keterlibatan emosi. </li></ul><ul><li>Interaksi kelima variabel menghasilkan jenis-jenis individu itu. </li></ul>
  49. 50. KEPRIBADIAN DAN ORGANISASI <ul><li>Kualitas individu sangat penting dan berarti bagi organisasi. Struktur organisasi tak banyak artinya bila tak ditunjang oleh kualitas individu anggota-anggotanya. Kualitas proses dalam organisasipun sangat bergantung pada kualitas individu. </li></ul><ul><li>Kepribadian adalah keseluruhan sifat-sifat dan kemampuan individu. </li></ul><ul><li>Ada sedikitnya tiga unsur kepribadian yang sangat penting bagi organisasi : </li></ul><ul><li>1. KOGNITIF ( Kemampuan berfikir ) : </li></ul><ul><li>a) Kemampuan/kapasitas “melihat kedua belah s isi ” dari setiap issu. </li></ul><ul><li>b) Fleksibilitas : kemampuan untuk berubah / mengubah bila memang perlu kemampuan melihat segala sesuatu sebagai kontinuum </li></ul><ul><li>(bukan hitam-putih)  kemampuan beradaptasi. </li></ul><ul><li>c) Kemampuan berfikir abstrak : misalnya berfikir tentang teori. </li></ul>
  50. 51. d) Toleran : kemampuan menghargai pendapat orang lain. e) Kemampuan menerima penundaan penghargaan / imbalan (Kemampuan berkorban dalam jangka pendek untuk mendapatkan hasil / imbalan dalam jangka panjang) 2. STRUKTUR NILAI : a) Optimistik kemampuan melihat sisi yang baik, tidak hanya sisi yang jelek. b) Menghargai pencapaian (achieving). c) Berorientasi ke depan. d) Non-fatalistic , tak menyerah sebelum habis berusaha. e) Berani mengambil risiko. f) Universalistik : berfikiran luas.
  51. 52. 3. KEMAMPUAN BERHUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN : a) Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang. b) Kapasitas untuk percaya pada orang lain. c) Bersahabat. d) Demokratis, menghargai pendapat orang. e) Modern : terbuka u/ hal-hal baru yg baik. f) Tidak berprasangka. g) Bertoleransi.
  52. 53. TIPE-TIPE KEPRIBADIAN <ul><li>Sanguinis yang populer ; </li></ul><ul><li>Melankolis yang sempurna ; </li></ul><ul><li>Koleris yang kuat ; </li></ul><ul><li>P h legmatis yang damai. </li></ul><ul><li>Kepribadian setiap individu itu berbeda dengan individu yang lain, sehingga dapat dikatakan kepribadian setiap individu itu bersifat unik. </li></ul><ul><li>Untuk memudahkan kepribadian itu data dikelompokkan menjadi empat, yaitu: </li></ul>
  53. 54. <ul><li>Gambaran sekilas : </li></ul><ul><li>Seorang Sanguinis itu bersifat spontan, lincah, periang, optimistik, ekstrovert, tetapi suka pamer dan suka memerintah. </li></ul><ul><li>Seorang Melankolis bersifat penuh pemikiran, setia, tekun, analitis, tetapi pesimistik dan introvert. </li></ul><ul><li>Seorang Koleris bersifat suka berpetualang, persuasif dan percaya diri, tetapi keras kepala dan kurang simpatik. </li></ul><ul><li>Seorang Phlegmatis bersifat ramah, sabar, puas, dan diplomatis, tetapi kurang bersemangat dan pemurung. </li></ul>
  54. 55. <ul><li>Setiap kepribadian memiliki kekuatan dan kelemahan. </li></ul><ul><li>Semua jenis kepribadian diperlukan adanya dalam setiap sistem sosial / organisasi. </li></ul><ul><li>Kepribadian sebagai totalitas sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang tidak bisa disebut baik atau jelek, komponen-komponennya yang bisa jelek/lemah atai baik/kuat. </li></ul><ul><li>MARI KITA MENGETES DIRI KITA SENDIRI. </li></ul>
  55. 56. TEORI ORGANISASI Tiga Fondasi Utama dari Organisasi 1. TAXONOMI 2. STRUKTUR 3. PROSES 4. INDIVIDU ORGANISASI
  56. 57. BAGAN ORGANISASI
  57. 58. BAGAN ORGANISASI <ul><li>Bagan organisasi menunjukkan susunan fungsi-fungsi, departemen-depertemen, atau posisi-posisi organisasi dan menunjukkan bagaimana hubungan diantaranya </li></ul>
  58. 59. ASPEK-ASPEK DALAM BAGAN ORGANISASI <ul><li>1. PEMBAGIAN KERJA </li></ul><ul><li>2. MANAJER DAN BAWAHAN ATAU RANTAI PERINTAH </li></ul><ul><li>3. TIPE PEKERJAAN YANG DILAKSANAKAN </li></ul><ul><li>4. PENGELOMPOKAN SEGMEN-SEGMEN PEKERJAAN </li></ul><ul><li>5. TINGKATAN MANAJEMEN </li></ul>
  59. 60. RANTAI PERINTAH <ul><li>DIREKTUR </li></ul><ul><li>WAKIL DIREKTUR </li></ul><ul><li>MANAJER DIVISI </li></ul><ul><li>MANAJER DEPARTEMEN </li></ul><ul><li>KEPALA PENYELIA </li></ul><ul><li>PENYELIA </li></ul><ul><li>KARYAWAN </li></ul>
  60. 61. BENTUK-BENTUK BAGAN ORGANISASI (1) <ul><li>1. Bentuk Piramid </li></ul><ul><li>Bentuk ini yg paling banyak digunakan, karena sederhana, jelas, dan mudah dimengerti </li></ul><ul><li>2. Bentuk Veritikal </li></ul><ul><li>Bentuk vertikal agak menyerupai bentuk piramid, yaitu dalam hal pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah, hanya bagan vertikal berwujud tegak sepenuhnya </li></ul>
  61. 62. BENTUK-BENTUK BAGAN ORGANISASI (2) <ul><li>3. Bentuk horizontal </li></ul><ul><li>Bagan ini digambarkan secara mendatar, aliran wewenang dan tanggungjawab digambarkan dari kiri ke kanan </li></ul><ul><li>4. Bentuk lingkaran </li></ul><ul><li>Bagan ini menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain, dan bagan ini jarang digunakan dalam praktek manajemen </li></ul>
  62. 63. DEPARTEMENTASI
  63. 64. DEPARTEMENTASI <ul><li>PENGERTIAN </li></ul><ul><li>Proses penentuan cara bagaimana kegiatan-kegiatan dikelompokkan </li></ul>
  64. 65. LIMA ALTERNATIF PENDEKATAN DEPARTEMENTALISASI <ul><li>Pendekatan Fungsional Vertikal </li></ul><ul><li>Pendekatan Divisional </li></ul><ul><li>Pendekatan Matriks Horizontal </li></ul><ul><li>Pendekatan Berdasarkan Tim </li></ul><ul><li>Pendekatan Jaringan </li></ul>
  65. 66. DEPARTEMENTALISASI FUNGSIONAL VERTIKAL <ul><li>Mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi (misalnya pengelompokan seluruh personalia penjualan, akuntansi dsb </li></ul>
  66. 67. KEUNGGULAN <ul><li>Menjaga kekuatan dan kedudukan fungsi-fungsi utama </li></ul><ul><li>Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi </li></ul><ul><li>Memusatkan keahlian organisasi </li></ul><ul><li>Memungkinkan pengawasan manajer puncak lebih ketat </li></ul><ul><li>Pada kondisi yang stabil memerlukan koordinasi minimal </li></ul><ul><li>Membutuhkan lebih sedikit ketrampilan </li></ul><ul><li>Meminimumkan duplikasi personalia dan peralatan </li></ul><ul><li>Karyawan mempunyai kesempatan untuk menyatukan bahasa yang sama bersama kelompoknya </li></ul>
  67. 68. KELEMAHAN <ul><li>Mudah menciptakan konflik antar fungsi-fungsi </li></ul><ul><li>Menyebabkan kemacetan pekerjaan yang berututan </li></ul><ul><li>Memberikan tanggapan lebih lambat bila ada perubahan </li></ul><ul><li>Menyebabkan anggota berpandangan sempit dan kurang inovatif </li></ul><ul><li>Hanya memusatkan pada kepentingan tugasnya saja </li></ul><ul><li>Pengambilan keputusan membutuhkan waktu lama </li></ul><ul><li>Lamban mengatasi perubahan </li></ul>
  68. 69. PENDEKATAN DIVISIONAL (1) <ul><li>Departementalisasi yang didasarkan pada divisi-divisi semi otonomi, di mana setiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri </li></ul><ul><li>Biasanya terdiri dari divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan dan proses atau peralatan </li></ul><ul><li>Struktur divisional mendorong pada desentralisasi……… mengapa ? </li></ul>
  69. 70. PENDEKATAN DIVISIONAL (2) <ul><li>Struktur organisasi divisional atas dasar produk </li></ul><ul><li>setiap departemen bertanggungjawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yg berhubungan (garis produk) </li></ul><ul><li>misalnya : divisi mesin cuci, lemari es, optik dsb </li></ul><ul><li>Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah </li></ul><ul><li>adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan menurut tempat di mana operasi berlokasi dalam menjalankan tugas-tugasnya </li></ul><ul><li>pertimbangannya biasanya sumber bahan mentah, pasar dan tenaga kerja </li></ul><ul><li>misalnya : DKI Jakarta, Jatim, Bali dsb </li></ul>
  70. 71. PENDEKATAN DIVISIONAL (3) <ul><li>Struktur org divisional atas dasar langganan </li></ul><ul><li>adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu </li></ul><ul><li>dilakukan bila suatu industri ingin menjual produknya kepada langganan kelas tertentu </li></ul><ul><li>misal : penjualan untuk industri, pedagang eceran, instansi pemerintah dsb </li></ul>
  71. 72. PENDEKATAN DIVISIONAL (4) <ul><li>Struktur organisasi divisional atas dasar proses atau peralatan </li></ul><ul><li>adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan atas dasar proses atau peralatan produksi </li></ul><ul><li>digunakan bila mesin dan peralatan memerlukan ketrampilan khusus </li></ul><ul><li>biasanya ditentukan dg pertimbangan ekonomis </li></ul><ul><li>bisal : dep. pemotongan, perakitan, pembungkusan </li></ul>
  72. 73. KEUNGGULAN <ul><li>Koordinasi dan pembagian wewenang menjadi lebih baik </li></ul><ul><li>Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dgn lingkungan divisi yang khas </li></ul><ul><li>Rumusan tanggungjawab menjadi jelas dgn fokus prestasi kerja dan laba </li></ul><ul><li>Mempertahankan spesialisasi fungsional dalam setiap divisi </li></ul><ul><li>Tempat latihan yg baik bagi para manajer strategik </li></ul><ul><li>Memberikan kebebasan pd manajer eksekutif untuk pembuatan keputusan strategik yg lebih luas </li></ul>
  73. 74. KELEMAHAN <ul><li>Menyebabkan persaingan ‘dysfunctional’ potensial antar sumberdaya perusahaan </li></ul><ul><li>Kurang jelasnya ‘seberapa besar’ delegasi wewenang yang diberikan kpd manajer divisi </li></ul><ul><li>Masalah kebijaksanaan dalam alokasi sumberdaya dan distribusi biaya-biaya overhead perusahaan </li></ul><ul><li>Dapat menimbulkan ketidakkonsistenan kebijaksanaan antara divisi-divisi </li></ul><ul><li>Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yg tidak perlu </li></ul>
  74. 75. PENDEKATAN MATRIK HORIZONTAL <ul><li>Dalam struktur matrik, karyawan mempunyai dua atasan, sehingga mereka dibawah dua wewenang </li></ul><ul><li>(a) Rantai perintah pertama adalah fungsional atau divisional, dan wewenang departemen fungsional atau divisional ini mengalir vertikal </li></ul><ul><li>(b) Rantai perintah lateral atau horizontal, di mana aliran wewenang yang melintasi departemen dilaksanakan oleh para manajer proyek </li></ul><ul><li>Dua jalur aliran wewenang ini membentuk struktur organisasi dua arah yg menyerupai matrik </li></ul>
  75. 76. KEUNGGULAN <ul><li>Efisiensi SDM </li></ul><ul><li>Fleksibilitas dan adaptabilitas terhadap lingkungan yang terus berubah </li></ul><ul><li>Pengembangan ketrampilan manajemen </li></ul><ul><li>Kerjasama antar disiplin, ketersediaan tenaga kerja ahli untuk seluruh divisi </li></ul><ul><li>Pelebaran tugas-tugas bagi karyawan, sehingga motivasi dan partisipasi meningkat </li></ul>
  76. 77. KELEMAHAN <ul><li>Frustasi dan kebingungan dari rantai komando ganda </li></ul><ul><li>Rentan konflik </li></ul><ul><li>Banyak diskusi, hasil nol (no action, talk only) </li></ul><ul><li>Memerlukan ketrampilan hubungan antar manusia yang tinggi </li></ul><ul><li>Dominasi kekuasaan oleh salah satu sisi </li></ul><ul><li>Sangat mahal untuk diimplementasikan </li></ul>
  77. 78. PENDEKATAN BERDASARKAN TIM <ul><li>Organisasi mempunyai 3 tipe utama kelompok kerja formal (tim) yaitu kesatuan tugas khusus (task force), panitia tetap (standing committees), dan dewan atau komisi </li></ul><ul><li>Task force dibentuk untuk menangani suatu masalah atau tugas khusus </li></ul><ul><li>Panitia tetap atau Ad hoc adalah bagian tetap dari struktur organisasi untuk menangani tugas yg terus menerus ada dalam organisasi. Fungsi dasar panitia : pengkoordinasian, pemberian saran, pembuatan keputusan </li></ul><ul><li>Dewan (boards) atau komisi, dbentuk dari individu2 yg dipilih atau ditugaskan untuk mengelola suatu organisasi masyarakat atau swasta </li></ul>
  78. 79. KEUNGGULAN <ul><li>Mengurangi hambatan antar departemen, meningkatnya kompromi </li></ul><ul><li>Efisiensi waktu </li></ul><ul><li>Moral karyawan baik, dan keterlibatan karyawan tinggi </li></ul><ul><li>Mengurangi biaya overhead administrasi rutin </li></ul><ul><li>Keputusan-keputusan dgn kualitas yg lebih baik </li></ul><ul><li>Menghindarkan penyalahgunaan kekuasan melalui penugasan-penugasannya </li></ul>
  79. 80. KELEMAHAN <ul><li>Loyalitas ganda, rentan konflik </li></ul><ul><li>Waktu dan sumber daya lebih banyak untuk pertemuan </li></ul><ul><li>Desentralisasi tidak terencana </li></ul><ul><li>Dominasi individu </li></ul><ul><li>Kurangnya tanggungjawab </li></ul>
  80. 81. PERBEDAAN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL <ul><li>1. Hubungan antar pribadi </li></ul><ul><li>2. Kepemimpinan </li></ul><ul><li>3. Pengendalian perilaku </li></ul><ul><li>4. Ketergantungan </li></ul>
  81. 82. LINGKUNGAN KEORGANISASIAN
  82. 83. VARIABEL-VARIABEL LINGKUNGAN <ul><li>LINGKUNGAN EKSTERNAL : </li></ul><ul><li>● Politik dan Hukum ● Sosial budaya </li></ul><ul><li>● Ekonomi ● Teknologi </li></ul><ul><li>LINGKUNGAN INDUSTRI </li></ul><ul><li>● Pemegang saham ● Kreditur </li></ul><ul><li>● Pemasok ● Pelanggan </li></ul><ul><li>● Tenaga kerja/ Serikat Pekerja ● Pemerintah </li></ul><ul><li>● Pesaing ● Masyarakat </li></ul><ul><li>● Asosiasi Dagang </li></ul><ul><li>LINGKUNGAN OPERASI </li></ul><ul><li>● Posisi kompetitif ● reputasi perusahaan </li></ul><ul><li>● Profil pelanggan ● pasar karyawan yg dapat dicapai </li></ul><ul><li>● Kepentingan stakeholders </li></ul>
  83. 84. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL (1) Perubahan gaya hidup Aktivitas konsumen Tingkat pertumbuhan penduduk Kesadaran akan kualitas hidup Aturan pajak Aturan ttg upah minimum Aturan perdagangan asing Stabilitas Pemerintahan Proteksi SOSIAL POLITIK
  84. 85. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL (2) Perkembangan teknologi baru Perbaikan produktivitas melalui otomatisasi Penemuan produk baru Trend GDP Tingkat suku bunga Jumlah uang beredar Tingkat inflasi Tingkat pengangguran TEKNOLOGI EKONOMI
  85. 86. ANALISIS LINGKUNGAN INDUSTRI <ul><li>Analisis industri adalah analisis terhadap kelompok yang terkait (stakeholder), seperti pemasok, pelanggan, pesaing dan pendatang baru </li></ul><ul><li>Terdapat 5 atribut struktur industri yang dapat mengancam kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan di atas normal, yaitu : </li></ul><ul><li>1. pendatang baru (new entrants) </li></ul><ul><li>2. sesama persh dlm satu industri (rivalry among existing firms) </li></ul><ul><li>3. Munculnya produk pengganti (substitute) </li></ul><ul><li>4. Pemasok (supplier) </li></ul><ul><li>5. Pembeli (buyer) </li></ul>
  86. 87. TEKANAN DARI LINGKUNGAN INDUSTRI (Porter, 1980) <ul><li>PENDATANG BARU </li></ul><ul><li>Ancaman munculnya </li></ul><ul><li>perusahaan baru Kekuatan tawar </li></ul><ul><li>menawar pembeli </li></ul><ul><li>RIVAL ANTAR </li></ul><ul><li>PEMASOK PERUSH YG PEMBELI </li></ul><ul><li>Kekuatan tawar menawar TELAH ADA </li></ul><ul><li>pemasok </li></ul><ul><li>Ancaman dari produk/jasa substitusi </li></ul><ul><li>SUBSTITUSI </li></ul>
  87. 88. (1) ANCAMAN DARI PENDATANG BARU <ul><li>Pendatang baru adalah sebuah perusahaan yg baru memulai operasinya di sebuah industri </li></ul><ul><li>Besarnya ancaman dari pendatang baru ini tergantung pada besarnya biaya untuk memasuki industri, yg terkait dg kekuatan halangan untuk memasuki sebuah industri (bariers to entry) </li></ul><ul><li>Ada 5 faktor yg mempengaruhi besar kecilnya halangan untuk memasuki sebuah industri, yaitu : </li></ul><ul><li>1. Skala ekonomi </li></ul><ul><li>2. Diferensiasi produk </li></ul><ul><li>3. Keunggulan biaya </li></ul><ul><li>4. Penciptaan hambatan (contrived deterrence) </li></ul><ul><li>5. Peraturan pemerintah </li></ul>
  88. 89. (2) ANCAMAN DARI SESAMA PERUSAHAAN DLM SATU INDUSTRI <ul><li>Tingkat persaingan yang tinggi dalam satu industri diindikasikan oleh aktivitas-aktivitas seperti potongan harga, pengenalan produk baru, tingginya intensitas kampanye iklan, cepatnya aksi dan reaksi dalam persaingan </li></ul><ul><li>Atribut-atribut industri yg menciptakan persaingan : </li></ul><ul><li>1. Jumlah perusahaan yg berkompetisi banyak </li></ul><ul><li>2. Perusahaan-perusahaan yg berkompetisi berukuran sama dan mempunyai pengaruh yg sama </li></ul><ul><li>3. Pertumbuhan industri lamban </li></ul><ul><li>4. Diferensiasi kurang </li></ul><ul><li>5. Kapsitas produksi meningkat dengan cepat </li></ul>
  89. 90. (3) ANCAMAN DARI PEMASOK <ul><li>Pemasok dpt dipandang sbg ancaman bila mereka bisa menekan perusahaan untuk membayar lebih dari harga yg seharusnya dibayarkan oleh perusahaan </li></ul><ul><li>Beberapa indikasi ancaman pemasok dlm industri: </li></ul><ul><li>Industri pemasok didominasi oleh sejumlah kecil perusahaan </li></ul><ul><li>Pemasok menjual produk yang unik dan berbeda </li></ul><ul><li>Pemasok tidak diancam oleh produk substitusi </li></ul><ul><li>Pemasok mengancam untuk melakukan integrasi vertikal </li></ul><ul><li>Perusahaan bukan merupakan pelanggan yg penting bagi pemasok </li></ul>
  90. 91. (4) ANCAMAN DARI PEMBELI <ul><li>Pembeli dapat meminta kualitas yg lebih tinggi dan pelayanan yg lebih baik, shg akan menurunkan laba </li></ul><ul><li>Pembeli akan mempunyai kekuatan lebih bila : </li></ul><ul><li>1. Jumlah pembeli sedikit </li></ul><ul><li>2. Produk yg dijual kpd pembeli sedikit dan standar </li></ul><ul><li>3. Produk yg dijual kpd pembeli merupakan presentasi dari biaya akhir pembeli </li></ul><ul><li>4. Pembeli tidak mendapatkan laba secara ekonomis </li></ul><ul><li>5. Pembeli mengancam untuk melakukan integrasi kebelakang (backward integration) </li></ul>
  91. 92. (5) ANCAMAN DARI BARANG SUBSTITUSI <ul><li>Barang substitusi adalah produk-produk atau jasa-jasa yg dapat memenuhi kebutuhan konsumen yg sama, namun dg cara yang berbeda </li></ul><ul><li>Misalnya mesin faksimile menggantikan pengiriman surat dg titipan kilat; air mineral menggantikan soft drink </li></ul>
  92. 93. SENTRALISASI & DESENTRALISASI
  93. 94. PENGERTIAN <ul><li>Sentralisasi adalah pemusatan kekuasaan dan wewenang pada tingkatan atas suatu organisasi </li></ul><ul><li>Desentralisasi adalah penyebaran atau pelimpahan secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan ke tingkatan-tingkatan organisasi yang lebih rendah </li></ul>
  94. 95. KEUNTUNGAN DESENTRALISASI <ul><li> Mengurangi beban manajer puncak </li></ul><ul><li> Memperbaiki pembuatan keputusan karena dilakukan dekat dengan permasalahan </li></ul><ul><li> Meningkatkan latihan, moral dan inisiatif manajemen bawah </li></ul><ul><li> Membuat lebih fleksibel dan lebih cepat dalam pengambilan keputusan </li></ul>
  95. 96. FAKTOR YG MEMPENGARUHI DERAJAT DESENTRALISASI <ul><li>Filasafat manajemen </li></ul><ul><li>Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi </li></ul><ul><li>Strategi dan lingkungan organisasi </li></ul><ul><li>Penyebaran geografis organisasi </li></ul><ul><li>Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif </li></ul><ul><li>Kualitas manajer </li></ul><ul><li>Keanekaragaman produk dan jasa </li></ul><ul><li>Karakteristik-karakteristik organisasi lainnya </li></ul>
  96. 97. PERTANYAAN PENTING <ul><li> Bukan apakah organisasi harus didesentralisasi, tetapi sampai seberapa jauh desentralisasi perlu dilakukan </li></ul><ul><li>Delegasi menyangkut seberapa jauh manajer mendelegasikan wewenang dan tanggungjawab kepada bawahan yang secara langsung melapor kepadanya </li></ul><ul><li>Desentralisasi merupakan konsep yang lebih luas yang menyangkut seberapa jauh manajemen puncak mendelegasikan wewenang ke bawah, ke divisi-divisi, cabang-cabang atau satuan-satuan organisasi tingkat lebih bawah lainnya </li></ul>
  97. 98. SENTRALISASI vs DESENTRALISASI <ul><li>SENTRALISASI : wewenang keputusan berada di manajemen puncak </li></ul><ul><li>DESENTRALISASI : wewenang pengambilan keputusan diturunkan kepada level organisasi yang lebih rendah </li></ul><ul><li>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SENTR & DESENTR </li></ul><ul><li>1. Besarnya perubahan dan ketudakpastian </li></ul><ul><li>2. Strategi perusahaan : </li></ul><ul><li>D : jika perusahaan ingin lebih dekat dg konsumen </li></ul><ul><li>atau jika ingin mengoptimalkan pangsa pasar </li></ul><ul><li>S : jika perusahaan melakukan efisiensi biaya </li></ul><ul><li>atau jika ingin pengambilan keputusan cepat </li></ul><ul><li>3. Pada saat krisis/ menghadapi risiko kegagalan </li></ul>
  98. 99. KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
  99. 100. PENGERTIAN <ul><li>Kepemimpinan manajerial adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. </li></ul><ul><li>Kepemimpinan adalah kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran </li></ul>
  100. 101. IMPLIKASI <ul><li>Kepemimpinan menyangkut orang lain </li></ul><ul><li>Kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang di antara para pemimpin dan anggota kelompok </li></ul><ul><li>Pemimpin dapat menggunakan pengaruh </li></ul>
  101. 102. PENDEKATAN STUDI KEPEMIMPINAN <ul><li>1. Pendekatan Sifat Kepemimpinan ( traits approach) </li></ul><ul><li>2. Pendekatan Perilaku Kepemimpinan ( behaviors approach) </li></ul><ul><li>3. Pendekatan Situasional (Situational approach) </li></ul>
  102. 103. Pendekatan Sifat Kepemimpinan ( traits approach) <ul><li>para pemimpin memiliki ciri atau sifat tertentu yang menyebabkan mereka dapat memimpin pengikutnya </li></ul><ul><li>pemimpin itu dilahirkan ( by born) , dan bukan dibuat ( by made) </li></ul><ul><li>ciri/sifat utama pemimpin yang berpengaruh terhadap kesukses an kepemimpinan organisasi : </li></ul><ul><li> kecerdasan </li></ul><ul><li> kedewasaan dan keluasan hubungan sosial </li></ul><ul><li> motivasi diri dan dorongan berprestasi </li></ul><ul><li> sikap-sikap hubungan manusiawi </li></ul>
  103. 104. Pendekatan Perilaku Kepemimpinan ( behaviors approach) <ul><li>menentukan apa yang dilakukan oleh para pemimpin efektif </li></ul><ul><li>memusatkan pd aspek perilaku kepemimpinan : </li></ul><ul><li>(a) fungsi-fungsi kepemimpinan, yang meliputi : </li></ul><ul><li>- fungsi-fungsi yang berhubungan dengan tugas (task related) atau pemecahan masalah </li></ul><ul><li>- fungsi-fungsi pemeliharaan kelompok (group maintenance) atau sosial </li></ul><ul><li>(b) gaya-gaya kepemimpinan yang meliputi : </li></ul><ul><li>- gaya dengan orientasi tugas (task oriented) </li></ul><ul><li>- gaya dengan orientasi karyawan (employee oriented) </li></ul>
  104. 105. Konsep Douglas McGregor <ul><li>bahwa strategi kepemimpinan dipengaruhi anggapan-anggapan seorang pemimpin tentang sifat dasar manusia </li></ul>
  105. 106. ANGGAPAN ‘TEORI X’ <ul><li>Rata-rata pembawaan manusia malas dan tidak menyukai pekerjaan </li></ul><ul><li>Orang harus dipaksa, diawasi, diarahkan atau diancam dengan hukuman agar mereka menjalankan tugas </li></ul><ul><li>Rata-rata manusia lebih suka diarahkan, ingin menghindari tanggung jawab, ingin keamanan dan jaminan hidup </li></ul>
  106. 107. ANGGAPAN ‘TEORI Y’ <ul><li>Penggunaan usaha fisik dan mental manusia adalah kodrat manusia </li></ul><ul><li>Pengawasan dan ancaman hukuman bukanlah satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organisasi </li></ul><ul><li>Keterikatan pada tujuan merupakan fungsi dari penghargaan atas prestasi mereka </li></ul><ul><li>Belajar tdk hanya unt menerima tetapi mencari tanggung jawab </li></ul><ul><li>Adanya kapasitas besar karyawan untuk melakukan imajinasi, kecerdikan dan kreatifitas dalam menyelesaikan masalah </li></ul><ul><li>Potensi intelektual manusia hanya digunakan sebagian saja </li></ul>
  107. 108. SIMPULAN TEORI Mc GREGOR <ul><li>Pemimpin yg menyukai teori X -----  gaya kepemimpinan otokratik </li></ul><ul><li>Pemimpin yg menyukai teori Y -----  gaya kepemimpinan partisipatif atau demokratik </li></ul>
  108. 109. PENDEKATAN ‘SITUASIONAL’ (Contingency approach) <ul><li>gaya yang digunakan tergantung pada faktor-faktor seperti situasi, karyawan, tugas, organisasi dan variabel lingkungan lainnya </li></ul><ul><li>Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku gaya pemimpin : </li></ul><ul><li>- pemimpin </li></ul><ul><li>- pengikut atau bawahan </li></ul><ul><li>- situasi </li></ul>
  109. 110. Organisasi membantu kita melaksanakan hal-hal atau kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik sebagai individu DENGAN BEKERJASAMA, SEMUA PEKERJAAN MENJADI RINGAN
  110. 111. TIDAK ADA KATA TERLAMBAT WE ARE IN THE PROCESS BUILDING THIS COUNTRY
  111. 112. Sampai jumpa & Terima kasih
  112. 113. Wassalaamu'alaikum Wr.Wb Sukses untuk kita semua

×