Mis2013 chapter 9 sistem informasi dalam organisasi (1)

8,598 views
8,312 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
8,598
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
186
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mis2013 chapter 9 sistem informasi dalam organisasi (1)

  1. 1. SISTEM INFORMASI DALAM ORGANISASI MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PRTOGRAM STUDI AKUNTANSI
  2. 2. PENGANTAR • STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL Perusahaan bisnis secara tradisional telah di atur dalam hal tugas-tugas, atau fungsi-fungsi yang dilaksanakan. Semua jenis organisasi memiliki fungsi pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, dan jasa informasi, walaupun nama-nama itu tidak selalu tampak dalam bagan organisasi. Perusahaan yang mempunyai fungsi manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi produk yang dijualnya. • SISTEM INFORMASI FUNGSIONAL Pengaruh organisasi funsional sangat luas sehingga sistem informasi juga dapat di organisasikan secara fungsional seperti pada gambar di bawah ini, sistem konseptual merupakan pencerminan sistem fisik yang diwakilinya.
  3. 3. Sistem Informasi Fungsional SISTEM INFORMASI PEMASARAN SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR SISTEM INFORMASI KEUANGAN SISTEM INFORMASI SDM FUNGSI PEMASARAN FUNGSI MANUFAKTUR FUNGSI KEUANGAN FUNGSI SUMBERDAYA MANUSIA Sistem Organisasi Fungsional SISTEM INFORMASI SUMBERDAYA INFORMASI FUNGSI JASA INFORMATION
  4. 4. SISTEM INFO FUNGSIO NAL SISTEM INFORMASI SDM SISTEM INFO KEUANGAN SISTEM INFO PEMASARAN SISTEM INFO AKUNTANSI SISTEM INFO MANUFAK TUR
  5. 5. SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA CHAPTER 9 – SISTEM INFORMASI DALAM ORGANISASI
  6. 6. SISDM / HRIS • Setiap organisasi khususnya perusahaan memerlukan data yang bersifat riil dari setiap tingkatan manajemennya. Data tersebut disusun dan dikelola dalam sebuah sistem informasi. • Salah satu sistem informasi terpenting pada perusahaan adalah mengenai Sistem Informasi Sumber Daya Manusia/Human Resources Information System (SISDM/HRIS).
  7. 7. Definisi • Human Resources Information System (HRIS) adalah program aplikasi komputer yang mengorganisir tatakelola dan tatalaksana manajemen SDM di perusahaan guna mendukung proses pengambilan keputusan atau biasa disebut dengan Decision Support System dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan.
  8. 8. Definisi • Pengertian menurut wikipedia.com, yang dimaksud HRIS adalah sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. • Sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktivitas-aktivitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan / enterprise resource planning (ERP).
  9. 9. ERP • Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal. • Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basisdata yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya.
  10. 10. ERP SYSTEM FRM Finance Resources Management SCM Supply Chain Management MRP Manufacturing Resources Management CRM Customer Relationship Management HRM Human Resources Management
  11. 11. Karakteristik HRIS • Karakteristik informasi yang dipersiapakan dalam Sistem Informasi Sumberdaya Manusia adalah: 1. Timely (tepat waktu) 2. Accurate (akurat) 3. Concise (ringkas) 4. Relevant (relevan) 5. Complete (lengkap) • Manajer dalam suatu perusahaan memerlukan informasi yang memiliki karakteritik di atas dalam rangka mengambil suatu keputusan (a decision making).
  12. 12. Fungsi HRIS 1. Perekrutan dan Penerimaan (Recruiting and Hiring). SDM membantu menerima pegawai baru ke dalam perusahaan. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaiandan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai. 2. Pendidikan dan Pelatihan. Selama periode kepegawaian seseorang, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.
  13. 13. Fungsi HRIS 3. Manajemen Data. SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai dan memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai. 4. Penghentian dan Admistrasi Tunjangan. Selama seseorang diperkerjakan oleh perusahaan mereka menerima paket tunjangan. Setelah penghentian, SDM mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.
  14. 14. Model HRIS • Model HRIS dapat dilihat dari Input, Process dan Output. • Input HRIS terdiri atas 3 subsistem yaitu : 1. Sub Sistem SIA (Sistem Informasi Akuntansi). SIA menyediakan data akuntansi bagi HRIS sehingga database berisi gambaran yang lengkap dari sumber daya personil bail keuangan maupun non keuangan.
  15. 15. Model HRIS (Input) 2. Sub Sistem Penelitian Sumber Daya Manusia. Bergungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus. Contoh: Penelitian Suksesi (succession Study), Analisis dan Evaluasi Jabatan (Job Analysis and Evaluation), Penelitian Keluhan (Grievance Studies). 3. Sub Sistem Intelijen Sumber Daya Manusia. Berfungsi engumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan yang meliputi:
  16. 16. Model HRIS (Input) (Sub Sistem Intelijen Sumber Daya Manusia) • Intelijen Pemerintah. Pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan. • Intelijen Pemasok. Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan peneriamaan.
  17. 17. Model HRIS (Input) (Sub Sistem Intelijen Sumber Daya Manusia) • Intelijen Serikat Pekerja. Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan. • Intelijen Masyarakat Global. Masyarakat global menyediakan informasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti perumahan, pendidikan, dan rekreasi. Informasi ini digunakan untuk merekrut pegawai dalam skala lokal, nasional dan internasional, dan untuk mengintegrasikan pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya.
  18. 18. Model HRIS (Input) (Sub Sistem Intelijen Sumber Daya Manusia) • Intelijen Masyarakat Keuangan. Masyarakat keuangan memberikan data dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perncanaan personil. • Intelijen Pesaing. Dalam industri tertentu yang memerlukan pengetahuan dan keahlian yang sangat khusus, seperti industri komputer, sering terjadi perpindahan pegawai dari satu perusahaan ke perusahaan lain.
  19. 19. Model HRIS (Output) 1. Subsistem Perencanaan Kerja. Merupakan informasi yang dibutuhkan oleh manajer atas untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek dan jangka panjang. Informasi ini meliputi informasi untuk analisis perputaran tenaga kerja (turnover), anggaran biaya tenaga kerja dan perencanaan tenaga kerja itu sendiri. 2. Subsistem Perekrutan. Merupakan informasi- informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan tenaga kerja secara eksternal maupun internal. Informasi- informasi ini diantaranya adalah informasi pasar tenaga kerja, penjadwalan wawamcara, perekrutan dan analisis rekruitmen.
  20. 20. Model HRIS (Output) 3. Subsistem Manajemen Angkatan Kerja. Merupakan informasi informasi yang dibutuhkan untuk mengelola sumber daya manusia di dalam organisasi. Informasi informasi ini meliputi informasi pelatihan, penilaian atau evaluasi kerja, evaluasi keahlian, karir, realokasi jabatan, suksesi, dan kedisiplinan. 4. Subsistem Tunjangan. Merupakan informasi tentang penggajian dan kompensasinya yang meliputi kehadiran dan jam kerja, perhitungan gaji dan bonus, analisis kompensasi dan perencanaan kompensasi.
  21. 21. Model HRIS (Output) 5. Subsistem Benefit. Meliputi benefit yang diterima oleh karyawan. Benefit berbeda dengan kompensasi. Kompensasi lebih ke insentif yang dihubungkan dengan kinerja karyawannya, sedang benefit lebih ke manfaat tambahan yang diterima karyawan sepeti dana pensiun. 6. Subsistem Pelapor Lingkungan. Informasi informasi ini berhubungan dengankeluhan keluhan, kecelakaan selam kerja, kesehatan karyawan dan lingkungan kerjanya.
  22. 22. HRD (Human Resource Department) • Human Resources Department bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. • Pengelolaan dari SDM yang ideal dalam organisasi memiliki 8 aspek yaitu:
  23. 23. 1. Seleksi dan Rekrutmen • Bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi- posisi yang tepat. • Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center.
  24. 24. 2. Pelatihan dan Pengembangan • Training and Development yaitu fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
  25. 25. 3. Compensation and Benefit • Berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada kondisi pasar.
  26. 26. 4. Manajemen Kinerja • Performance Management merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan. • Pilar performance management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga laras dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi.
  27. 27. 5. Perencanaan Karir (Career Planning) • Bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki. • Mengacu kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan ditentukan oleh kelompok kerja di mana masing-masing pegawai bekerja (vertical path), namun dengan mempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing, penyeberangan karir dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan (cross functhin career path) atau bahkan berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya (horizontal carreer path).
  28. 28. 6. Hubungan Karyawan • Employee Relations berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. • Fungsi ini juga penting untuk menggali input- input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi.
  29. 29. 7. Separation Management • Yaitu fungsi yang mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena : – normal separation (pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal), – forced separation (indisipliner, dll), atau – early retirement (pensiun sebelum masanya).
  30. 30. 8. Personnel Administration and HRIS • Biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. • Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.
  31. 31. Kesimpulan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) adalah sebuah sistem berbasis komputer yang berfungsi mengatur, menganalisa dan mengelola sumber daya manusia sehingga diperoleh informasi yang tepat guna pengambilan keputusan. Dalam kegiatannya, HRIS mengelola dan menjalankan sistem administrasi SDM mulai dari perekrutan dan penerimaan, pendidikan dan pelatihan, manajemen data sampai dengan pemberhentian dan administrasi tunjangan. Sedangkan dalam penerapannya, terdapat model HRIS yang didalamnya meliputi subsistem input (berupa SIA, Penelitian SDM dan Intelijen SDM), serta Output (berupa Subsistem Perencanaan Kerja, Perekrutan, Manajemen Angkatan Kerja, Tunjangan, Benefit dan Pelapor Lingkungan. Dalam pelaksanaanya, kegiatan HRIS dilakukan oleh HRD (Human Resources Departement) yaitu mengelola tentang Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan, Compensation and Benefit, Manajemen Kinerja, Perencanaan Karir, Hubungan Karyawan, Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS.
  32. 32. Referensi • Jogiyanto. Sistem Teknologi Informasi. Andi, Yogyakarta : 249 257. • Cornelius, Nelarine. 2005: 253-5. Information Technology in support of HRM. • Raymond Mc Leod,Jr. Sistem Informasi Manajemen. PT Prenhallindo, Jakarta: 523 543. • http://vellyajah.blogspot.com/2008/09/sistem-informasi- sumber-dayamanusia.html • http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_sumber_ daya_manusia • http://yodisetyawan.wordpress.com/2008/05/02/sistem- informasi-sumber-dayamanusia.html • http://www.scribd.com/doc/7260344/kuliah-11
  33. 33. SISTEM INFORMASI PEMASARAN CHAPTER 9 – SISTEM INFORMASI DALAM ORGANISASI
  34. 34. Pendahuluan • Pemasaram merupakan area fungsional pertama yang menunjukkan minat pada SIM. Setelah konsep SIM muncul, para pemasar menyesuaikannya ke area aplikasi mereka dan menyebutkan sistem informasi pemasaran (marketing information system-MKIS). • Struktur model yang akan digunakan disini dan tiga bab berikutnya terdiri dari subsistem input yang mengumpulkan data dan informasi dari dalam perusahaan dan dari lingkungannya, database tempat data disimpan , dan subsistem output yang mengubah data menjadi informasi. • MKIS terdiri dari tiga subsistem input: sitem informasi akuntansi, penelitian pemasaran, dan intelijen pemasaran. • Subsistem output mengarahkan kebutuhan informasi dari empat unsur bauran pemasaran (produk, tempat, promosi, dan harga), ditambah intregrasi keempatnya
  35. 35. Prinsip-Prinsip Pemasaran • Bauran Pemasaran – Product, apa yang dibeli oleh pelanggan untuk memuaskan keinginannnya atau kebutuhannya – Promotion, berhubungan dengan semua cara yang mendorong penjualan produk,termasuk periklanan dan penjualan langsung – Place, berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui saluran distribusi – Price, terdiri dari semua elemen yang berhubungan dengan apa yang di bayar oleh pelanggan untuk produk itu
  36. 36. Sistem Informasi Pemasaran (MKIS) • Pusat saraf pemasaran Kotler, Pada tahun 1966 profesor phillip Kotler dari Northwestern Univers ity menggunakan istilah pusat saraf pemasaran untuk menggambarkan suatu unit baru di dalam pemasaran yang mengumpulkan dan mengolah informasi pemasaran. Ia mendefinisikan tiga jenis informasi pemasaran yang mengumpulkan dan mengolah informasi pemasaran pada gambar di bawah ini.
  37. 37. Aliran Informasi Kotler Perusa- haan Ling- kungan Intelijen pemasaran Komunikasi pemasaran Informasi pemasaran internal • Internal, dikumpulkan di perusahaan • Intelijen, dari lingkungan • Komunikasi, ke lingkungan
  38. 38. Pengertian MKIS • Sistem berbasis komputer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam memecahkan masalah- masalah yang berhubungan dengan pemasaran porduk-produk perusahaan.
  39. 39. Model MKIS • Output – Produk – Tempat – Promosi – Harga – Bauran terintegrasi • Database • Input – SIA – Riset pemasaran – Intelijen pemasaran
  40. 40. Subsistem Input Subsistem Output D A T A B A S E Sistem informasi akuntansi Subsistem riset pemasaran Subsistem intelijen pemasaran Sumber internal Sumber lingkungan Subsistem produk Subsistem tempat Subsistem promosi Subsistem harga Subsistem bauran- terpadu Pemakai Data Informasi
  41. 41. Sistem Informasi Akuntansi Pemasaran berperan penting dalam SIA perusahaan dengan menyediakan data pesanan penjualan. Data itu digunakan untuk menyiapkan informasi dalam bentuk laporan periodik dan khusus. • Data untuk persiapan laporan periodik Contoh laporan periodik meliputi laporan penjualan produk sampingan. Menejer dapat menggunakan laporan itu untuk mengidentifikasi produk yang laku dan yang tidak laku.
  42. 42. Sistem Informasi Akuntansi • Data untuk persiapan laporan khusus Sebagian data yang digunakan untuk menjawab database queries menejer berasal dari data yang disediakan oleh SIA. Contohnya adalah laporan analisis penjualan mengikhtisarkan penjualan produk menurut daerah penjualan. • Data untuk model matematika dan sistem pakar Semua informasi output dari pricing model dihasilkan dari data yang di sediakan oleh SIA. Kuncinya adalah jika perusahaan tidak memiliki SIA yang baik, perusahaan tidak dapat berharap untuk menyediakan informasi yang baik untuk para pemecah masalah.
  43. 43. Subsistem Riset Pemasaran • Manajer menggunakan riset pemasaran untuk mengumpulkan informasi – Dikumpulkan dari pelanggan dan prospek – Dibeli atau diusahakan dari organisasi lain • Diolah menggunakan subsistem riset pemasaran
  44. 44. Data Primer dan Sekunder • Digunakan oleh subsistem riset pemasaran • Data primer dikumpulkan oleh perusahaan • Contoh-contoh data primer – Survey – Wawancara mendalam – Observasi – Percobaan terkendali • Data sekunder – Mailing lists – Statistik penjual ritel – Sistem pencarian keterangan video • Beberapa sekunder harus dibeli dan beberapa gratis
  45. 45. Software Riset Pemasaran • Paket grafik (print maps) • Menjadikan riset pemasaran market sebuah relita utk semua perusahaan • Analisis statistik • Keahlian untuk menafsirkan output software adalah kunci penggunaan yang berhasil
  46. 46. Subsistem Intelijen Pemasaran • Aktivitas etis ditujukan pada pengumpulan informasi tentang pesaing • Jangan dicampuradukkan dengan spionase industrial • Tiap sistem informasi fungsional memiliki tanggungjawab intelijen
  47. 47. Subsistem Intelijen Pemasaran • Mengumpulkan data: perusahaan mungkin mendapatkan data primer atau sekunder • Mengavaluasi data: baik data primer maupun sekunder, data tersebut harus di periksa untuk memastikan akurasinya. • Menganalisis data: jarang data dapat menjelaskan secara menyeluruh. Untuk itu perlu mengisi kesenjangan. • Menyimpanan intelijen: setelah data di dapatkan maka harus di masukan baik dengan mengenal karakter secara optik atau dengan di ketik. Kemudian data harus di simpan dengan sedemikian rupa sehingga memudahkan pengambilan kembali. • Menyebarkan intelijen: setelah dalam penyimpanan sekunder,teks dokumen atau ringkasannya diambil dengan cara yang sama seperti catatan data apapun.
  48. 48. Subsistem Produk • Siklus hidup produk (PLC) mendukung melalui: 1) Pengenalan 2) Pertumbuhan 3) Kedewasaan 4) Penurunan • Informasi menjawab 3 pertanyaan kunci: 1) Mengenalkan? 2) Mengubah strategi? 3) Menghapus?
  49. 49. Volume Penjualan TAHAP Pengenalan Pertumbuhan Dewasa Penurunan Haruskah produk dikenalkan Haruskah strategi produk diubah Haruskah produk dihapus
  50. 50. Model Evaluasi Produk • Bagian lain dari subsistem produk • Komisi produk baru • Secara explisit mempertimbangkan produksi seperti pemasaran • Mendaftar kriteria keputusan dan bobotnya
  51. 51. Subsistem Tempat • Saluran distribusi dapat pendek atau panjang • Arus material, uang, dan informas melalui saluran distribusi – Aliran sumberdaya – Umpan balik • Mengalir dalam arah berlawanan dari arus material – Informasi feedforward • Arus informasi ke pelanggan – EDI
  52. 52. Arus Material, Uang dan Informasi Arus informasi dua-arah Pemasok Produsen Grosir Pengecer PelangganMaterial MaterialMaterialMaterial Uang UangUangUang
  53. 53. Subsistem Promosi 1. Periklanan 2. Penjualan personal 3. Promosi penjualan
  54. 54. Subsistem Harga Dua pedekatan: 1. Berdasarkan biaya (SIA menyediakan dasarnya) 2. Berdasarkan permintaan (menggunakan model what-if)
  55. 55. Subsistem Bauran-Terintegrasi • Model BRANDAID – Anak panah solid: pengaruh – Anak panah putus-putus: tanggapan • Pengaruh lingkungan dan pengecer pada pelanggan – Pengaruh individual – Pengaruh kombinasi • Pengaruh tak diharapkan
  56. 56. Produk Harga Periklanan Promosi Kupon potong harga Hadiah Sampel Paket: Grafis & fungsi Aneka koleksi Penjualan Ketersediaan Harga Promosi Periklanan Produk Harga Periklanan Promosi Kupon potong harga Hadiah Sampel Paket: Grafis & fungsi Aneka koleksi Trend musiman Produsen Pengecer Pesaing Lingkungan Konsumen Distribusi Penjualan Harga Promosi dagang Tenaga penjual Paket aneka koleksi Harga Promosi Dagang Tenaga penjual Paket aneka koleksi Distribusi Penjualan
  57. 57. Sistem Informasi Pemasaran digunakan oleh Manajer • Industri besar menggunakan komputer sebagai alat pemasaran – Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen – Untuk memformulasikan bauran pemasaran – Untuk menindaklanjuti seberapa baik bauran tersebut diterima konsumen • Output informasi digunakan dalam perusahaan
  58. 58. Kesimpulan • Sistem Informasi Pemasaran (MKIS) – Subsistem input • SIA, Riset Pemasaran, Intelijen Pemasaran – Subsistem Output • Product, Place, Promotion, Price, Integrated Mix • Pemberlakuan atau operasional MKIS membutuhkan konsep manajemen dan pemasaran – Kuncinya adalah perencanaan.
  59. 59. Pertemuan berikutnya … Chapter 8 E-commerce Chapter 9 Supply Chain Management
  60. 60. • Jika 1 apel dan 3 pasang ceri beratnya sama dengan 3 pisang; 2 pasang ceri dan 1 pisang beratnya sama dengan 1 apel; maka 1 pisang dan 1 apel beratnya sama dengan ... pasang ceri?

×