05 Teori Organisasi Adm Publik - Presentation Transcript
TEORI ORGANISASI
KONSEP-KONSEP MOTIVASI DASAR
Oleh
Wasis Budiarto
MOTIVASI KARYAWAN Suatu kekuatan pendorong yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai tujuan kepuasan dirinya
MOTIVASI Kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi thd keputusan arah tujuan-tujuan organisasi, yg dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi sesuatu kebutuhan individual
PENGERTIAN
Motivasi merupakan suatu keadaan dlm pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan
Motivasi merupakan kegiatan yg mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia
Faktor-faktor yg mempengaruhi tingkat prestasi seseorang adalah motivasi, kemampuan individu dan persepsi peranan
Motivasi, kemampuan individu dan persepsi peranan saling berhubungan
PANDANGAN TENTANG MOTIVASI Model Tradisional Model Hubungan Manusiawi Model Sumber Daya Manusia
MODEL TRADISIONAL DARI MOTIVASI
Berhubungan dengan F. Taylor dan aliran manajemen ilmiah
Manajer menentukan bagaimana pekerjaan-pekerjaan harus dilakukan dan digunakannya sistem pengupahan insentif untuk memotivasi para pekerja – lebih banyak berproduksi lebih banyak penghasilan
Pandangan didasari pada bahwa para pekerja pada dasarnya malas, dan hanya dapat dimotivasi dg penghargaan berujud uang
PHK menjadi biasa, dan pekerja akan mencari keamanan/ jaminan kerja daripada hanya kenaikan upah kecil dan sementara
MODEL HUBUNGAN MANUSIAWI DARI MOTIVASI
Tokohnya : Elton Mayo
Kontak-kontak sosial karyawan pd pekerjaannya juga penting
Kebosanan dan tugas-tugas yg bersifat pengulangan adalah faktor-faktor pengurang motivasi
Motivasi dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial karyawan dan membuat mereka merasa berguna dan penting
Hasilnya : karywan diminta membuat keputusannya sendiri dalam pekerjaannya
MODEL SUMBERDAYA MANUSIA PADA MOTIVASI
Tokohnya : McGregor, Maslow, Argyris dan Likert
Para karyawan dimotivasi oleh banyak faktor, tidak hanya uang atau keianginan untuk mencapai kepuasan, tetapi juga oleh kebutuhan untuk berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti
Jadi para karyawan dapat diberi tanggung jawab yg lebih besar untuk pembuatan keputusan-keputusan dan pelaksanaan tugas
Manajer menggunakan 2 model : dg bawahan menggunakan model hub manusiawi, bagi dirinya sendiri menggunakan model sumberdaya manusia
POLA UMUM PENDEKATAN-PENDEKATAN MANAJERIAL TERHADAP MOTIVASI
ASPEK ASUMSI Kebutuhan tsb lebih penting dari uang dalam memotivasi orang untuk bekerja Jarang yg ingin atau dpt menangani pekerjaan yg memerlukan kreatifitas, disiplin diri, atau pengendalian diri Sebagian besar orang dpt mengerjakan lbh kreatif, disiplin diri & pengendali an diri, dibanding dg per mintaan jabatan sekarang Orang ingin memiliki dan diakui sebagai individu Apa yg mereka kerjakan adalah kurang penting dibanding apa yg mereka peroleh dari kegiatan tsb Bekerja pada dasarnya bukan tdk menyenangkan Orang ingin menyumbang pd tujuan yg bermanfaat Orang ingin merasa berguna dan penting Bekerja pada dasarnya tidak disenangi banyak orang SUMBERDAYA MANUSIA HUBUNGAN MANUSIAWI TRADISIONAL
ASPEK KEBIJAKSANAAN Dia harus mendorong partisipasi penuh, peningkatan disiplin diri dan pengendalian diri Manajer harus memper bolehkan karyawan untuk melakukan disiplin diri & pengendalian diri atas kegiatan-kegiatan rutin Dia harus menetapkan prosedur dan rutinisasi pekerjaan secara terperinci, serta menjalankannya dengan adil tetapi ketat Dia harus menciptakan lingkungan dimana seluruh anggota dapat menyumbangkan kemampuan mereka Dia harus senantiasa memberi informasi pada bawahan dan mendengar keberatan-keberatan atas rencana-rencananya Dia harus memerinci tugas-tugas menjadi sederhana, bersifat pengulangan, dan operasi mudah dipelajari Manajer harus memanfaatkan potensi sumberdaya manusia Manajer hrs membuat setiap karyawan merasa berguna dan penting Manajer hrs mengawasi dan mengendalikan bawahan SUMBERDAYA MANUSIA HUBUNGAN MANUSIAWI TRADISIONAL
ASPEK HARAPAN Kepuasan kerja akan meningkat sejalan dengan pemanfaatan sumber daya mereka secara penuh Pemuasan kebutuhan- kebutuhan tsb akan meningkatkan semangat kerja dan mengurangi penolakan thd wewenang formal, shg bawahan akan bersedia bekerja sama Bila tugas-tuas cukup sederhana dan orang- orang dikendalikan dg ketat, mereka akan berproduksi memenuhi standar Perluasan pengaruh, disiplin diri dan pengendalian diri akan mengarahkan pencapaian peningkatan efisiensi operasi Pembagian informasi kpd bawahan dan keterlibatan keputusan-keputusan rutin akan memuaskan kebutuhan untuk memiliki dan merasa penting Orang bersedia bekerja bila balas jasanya memadai dan atasannya adil SUMBERDAYA MANUSIA HUBUNGAN MANUSIAWI TRADISIONAL
TEORI-TEORI MOTIVASI
TEORI-TEORI PETUNJUK ( prescriptive theory )
Teori ini mengemukakan bagaimana memotivasi karyawan, yang didasarkan pada pengalaman coba-coba
TEORI-TEORI ISI (content theory)
Disebut juga sebagai teori kebutuhan, dg fokus apa penyebab-penyebab perilaku ( apa ?)
TEORI-TEORI PROSES (process theory)
Berkenaan dengan bagaimana perilaku dimulai dan dilaksanakan (bagaimana ?)
TEORI-TEORI ISI (CONTENT THEORY)
Memusatkan pada pertanyaan :
Apa penyebab-penyebab perilaku terjadi dan berhenti ? Jawabannya :
1. kebutuhan-kebutuhan, motif-motif atau dorongan-dorongan yg mendorong, menekan, memacu dan menguatkan karyawan untuk melakukan kegiatan
2. hubungan-hubungan para karyawan dengan faktor-faktor eksternal (insentif) yang menyarankan, menyebabkan, mendorong, dan mempengaruhi mereka untuk melaksanakan suatu kegiatan
Penganut teori : Maslow, McGregor, Frederick Herzberg, Atkinson dan McClelland
HIRARKI KEBUTUHAN DARI MASLOW (1)
Konsep hirarki kebutuhan Maslow didasarkan pada 2 prinsip :
1. Kebutuhan manusia dapat disusun dalam suatu hirarki dari kebutuhan terendah sampai yang tertinggi
2. Suatu kebutuhan yang telah terpuaskan berhenti menjadi motivator utama dari perilaku
Kebutuhan saling tergantung dan saling menopang, kebutuhan yg telah terpuaskan akan berhenti menjadi motivasi utama dari perilaku, digantikan kebutuhan selanjutnya yang mendominasi
HIRARKI KEBUTUHAN DARI MASLOW (2)
1. Kebutuhan Fisiologis (phisiological needs)
2. Kebutuhan keamanan dan rasa aman (safety and security needs)
3. Kebutuhan sosial (social needs)
4. Kebutuhan harga diri (esteem needs)
5. Kebutuhan aktualisasi diri dan harga diri (self-actualization needs)
HIRARKI KEBUTUHAN Kebutuhan Fisiologis (makan, minum, perumahan, seks, istirahat) Kebutuhan keamanan dan rasa aman (perlindungan dan stabilitas) Kebutuhan sosial (cinta, persaha batan, perasaan memiliki & diteri ma dlm kelompok, kekeluargaan Kebutuhan harga diri (status atau kedudu kan, kepercayaan diri, pengakuan, reputa si dan prestasi, apresiasi, penghargaan Kebutuhan aktualisasi diri (peng- gunaan potensi diri, pertumbuhan, pengembangan diri
TEORI CLAYTON ALDEFER (teori ERG)
Merupakan revisi dari teori kebutuhan Maslow
Terdapat 3 kelompok kebutuhan yaitu Existence, Relatedness (keterhubungan) dan Growth (pertumbuhan)
Kelompok eksistensi memperdulikan pemberian persyaratan eksistensi materiil, yg mencakup butir-butir yangv oleh Maslow dianggap sebagai kebutuhan faali (fisiologis) dan keamanan
Kelompok keterhubungan, hasrat yang kita punya untuk memelihara hubungan antar pribadi yang penting, yang oleh Maslow merupakan kebutuhan sosial (social needs)
TEORI ERG (lanjutan)
Kelompok pertumbuhan, yaitu suatu hasrat intrinsik untuk perkembangan pribadi, yang oleh Maslow termasuk kebutuhan penghargaan (esteem needs) dan aktualisasi diri (self actualizations)
Teori ERG memperagakan bahwa (1) dapat beroperasi sekaligus lebih dari satu kebutuhan (2) jika kepuasan dari suatu kebutuhan tingkat lebih tinggi tertahan, hasrat memenuhi kebutuhan tingkat lebih rendah meningkat
Teori ERG berargumen bhw kebutuhan tingkat lebih rendah yg terpuaskan menghantar ke hasrat untuk memenuhi kebutuhan order lebih tinggi, tetapi kebutuhan ganda dapat beroperasi sekaligus
TEORI MOTIVASI HIGIENE (Frederick Herzberg)
Dilakukan dalam kelompok risetnya dari “Psychological Service Pittsburgh)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja seseorang dlm organisasi :
1. Faktor-faktor penyebab kepuasan kerja (job satisfaction) yang mendorong bagi prestasi dan semangat kerja
(merupakan ‘ motivators’ atau pemuas- ‘ satisfiers ’)
2. Faktor-faktor penyebab ketidakpuasan kerja (job dissatisfaction ) yang mempunyai pengaruh negatif
(merupakan faktor-faktor pemeliharaan atau ‘ hygienic factors ’ atau ‘ dissatisfiers’)
FAKTOR-FAKTOR PEMUAS DAN PEMELIHARAAN DALAM KERJA Kebijaksanaan & administrasi perusahaan Kualitas pengendalian teknik Kondisi kerja Hubungan kerja Status pekerjaan Keamanan kerja Kehidupan pribadi Penggajian Prestasi Penghargaan Pekerjaan kreatif & menantang Tanggungjawab Kemajuan &peningkatan FAKTOR-FAKTOR PEMELIHARAAN FAKTOR-FAKTOR PEMUAS
TEORI HERZBERG
Manajer harus memahami faktor-faktor apa yg dapat digunakan untuk memotivasi karyawan
Faktor-faktor pemeliharaan sbg faktor negatif (ekstrinsik) dapat mengurangi dan menghilangkan ketidakpuasan kerja dan menghindarkan masalah tetapi tidak dapat digunakan untuk memotivasi bawahan
Faktor-faktor ‘motivators’ yang positiflah (intrinsik) yang dapat memotivasi para karyawan untuk melaksanakan keinginan para manajer
TEORI PRESTASI David C. McClelland
Ada korelasi positif antara kebutuhan berprestasi dengan prestasi dan sukses pelaksanaan
Motivasi pengusaha bukan semata-mata ingin mencapai keuntungan, tetapi keinginan yg kuat untuk berprestasi
Keuntungan hanyalah suatu ukuran sederhana yg menunjukkan seberap baik pekerjaan telah dilakukan, tetapi tidak sepenting tujuannya sendiri
Melalui program pengembangan manajemen, para manajer dapat meningkatkan prestasi karyawan
CIRI ORANG YANG BERORIENTASI PRESTASI
Menyukai pengambilan risiko yang layak sebagai fungsi ketrampilan dan bukan kesempatan; menyukai suatu tantangan, dan menginginkan tanggungjawab pribadi bagi hasil-hasil yang dicapai
Mempunyai kecenderungan untuk menetapkan tujuan-tujuan prestasi yg layak dan menghadapi risiko yg sudah diperhitungkan
Mempunyai kebutuhan yg kuat akan umpan balik tentang apa yang telah dikerjakannya
Mempunyai ketrampilan dlm perencanaan jangka panjang dan memiliki kemampuan organisasional
TIGA KEBUTUHAN McClelland
1. Kebutuhan akan prestasi ( achievement ) : dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dg seperangkat standar, bergulat untuk sukses
2. Kebutuhan akan kekuasaan ( power ) : kebutuhan untuk membuat orangt-orang lain berperilaku dalam suatu cara yangv orang-orang itu (tanpa dipaksa) tidak akan berperilaku demikian
3. Kebutuhan akan afiliasi/pertalian ( affiliation ) : hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan karib
TEORI PROSES TEORI PENGHARAPAN (expectancy theory) Teori Pembentukan Perilaku (operant conditioning) Teori Porter-Lawler Teori Keadilan
TEORI PENGHARAPAN
Tokohnya : Victor Vroom, th. 1964
Orang akan berprestasi tinggi bila melihat :
Suatu kemungkinan (probabilitas) tinggi bahwa usaha-usaha mereka akan mengarah ke prestasi tinggi
Suatu probabilitas tinggi bahwa prestasi tinggi akan mengarah ke hasil-hasil yang menguntungkan
Bahwa hasil-hasil tsb akan menjadi, pada keadaan keseimbangan, penarik efektif bagi mereka
TEORI PENGHARAPAN
Teori pengharapan menyatakan bahwa perilaku kerja karyawan dapat dijelaskan dengan kenyataan : karyawan menentukan perilaku apa yg harus dijalankan, dan nilai hasil yang harus dicapainya
Contoh : bila kaaryawan mengharapkan menyelesaikan pekerjaan pada waktunya akan memperoleh penghargaan, maka dia akan termotivasi untuk memenuhi sasaran tsb
TEORI NILAI-PENGHARGAAN VICTOR VROOM
MOTIVASI
Pengharapan bahwa Penilaian individu
peningkatan usaha terhadap balas jasa
akan mengarah ke sbg hasil dari usaha
peningkatan balas jasa usahanya
TEORI PEMBENTUKAN PERILAKU (PENGUATAN) ( B.F. Skinner )
Disebut pula sebagai behavior modification, positive reinforcement, Skinnerian conditioning
Perilaku yg diikuti dg konsekuensi- konsekuensi pemuasan cenderung diulang, sedangkan perilaku yg diikuti konsekuensi-konsekuensi hukuman cenderung tidak diulang
Perilaku (tanggapan) individu thd situasi atau kejadian (stimulus) adalah penyebab konsekuensi tertentu
Bila konsekuensi positif, individu akan memberikan tanggapan yg sama thd situasi yg sama, tetapi bila negatif maka individu akan merubah perilakunya untuk menghindari konsekuensi tsb
TEKNIK MENGUBAH PERILAKU BAWAHAN
Penguatan positif , bisa penguat primer (makanan & minuman), atau penguat sekunder (penghargaan, promosi & uang)
Penguatan negatif , individu akan mempelajari perilaku yang membawa konsekuensi tidak menyenangkan dan kemudian menghindari perilaku tsb dimasa mendatang
Pemadaman , dilakukan dengan peniadaan penguatan
Hukuman , manajer mengubah perilaku bawahan yg tidak tepat dg pemberian konsekuensi negatif
PEDOMAN TEKNIK PEMBENTUKAN PERILAKU ( W.Clay Hammer)
1. Jangan memberikan penghargaan yang sama kepada semua orang
2. Perhatikan bahwa kegagalan untuk memberi tanggapan dapat juga mengubah perilaku
3. Baritahu karyawan tentang apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan penghargaan
4. Beritahu karyawan tentang apa yang dilakukan secara salah
5. Jangan memberi hukuman di depan karyawan lain
6. Bertindaklah adil
TEORI KEADILAN
Teori keadilan menyatakan bahwa karyawan akan mempersepsikan suatu ketidakadilan, maka mereka dapat meramalkan untuk mengambil salah satu dari 6 pilihan, yaitu :
1. Mengubah masukan mereka
2. Mengubah keluaran mereka
3. Mendistorsikan persepsi mengenai diri
4. Memilih suatu acuan yang berlainan
5. Memperbandingkan dengan orang lain
6. Meninggalkan medan
Lanjutan Teori Keadilan
Terdapat 4 dalil teori keadilan yg berkaitan dg upah yg tidak adil:
1. Pembayaran menurut waktu , karyawan yang lewat diganjar menghasilkan lebih dp karyawan yang dibayar dengan adil
2. Pembayaran menurut kuantitas produksi , karyawan yg lewat diganjar menghasilkan lebih sedikit satuan, tetapi dg kualitas lebih tinggi dp karyawan yg dibayar dg adil
3. Pembayaran menurut waktu , karyawan yang kurang diganjar menghasikkan keluaran dg kualitas yg kurang atau lebih buruk
4. Pembayaran menurut kuantitas produksi , karyawan yg kurang diganjar menghasilkan sejumlah besar satuan dengan kualitas rendah dibandingkan dg karyawan yg diupah dg adil
TIDAK ADA KATA TERLAMBAT WE ARE IN THE PROCESS BUILDING THIS COUNTRY
0 comments
Post a comment