01 Teori Organisasi Adm Publik

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    1 Favorite

    01 Teori Organisasi Adm Publik - Presentation Transcript

    1. TEORI ORGANISASI Assalaamu'alaikum Wr.Wb
    2. TEORI ORGANISASI Oleh : Dr. H. Wasis Budiarto, MS, APU Program Magister Administrasi Publik Program Pasca Sarjana Universitas Wijaya Putra Surabaya
    3. PESAN PARA AHLI (1)
      • Semua mimpi kita dapat menjadi kenyataan jika kita mempunyai keberanian untuk mengejarnya
      • (Walt Disney, pendiri Disneyland)
      • Banyak orang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan sukses, tapi, sayangnya, mereka kemudian menyerah
      • (Thomas A.Edison, pendiri General electric)
      • Jangan takut berbuat salah, Lakukanlah terus, Karena, pada ujungnya nanti, kita akan melihat sukses (Thomas J.Watson, pendiri IBM)
    4. PESAN PARA AHLI (2)
      • Mencintai kehidupan dg bekerja, adalah menyelami rahasia hidup yang paling dalam. Jika engkau bekerja dengan rasa cinta, engkau menyatukan dirimu dengan orang lain, atau sebaliknya, serta kau dekatkan dirimu pada Tuhan
      • (Kahlil Gibran, penyair kenamaan)
      • Kita harus tahu tentang diri kita, kita harus mencari sepercik keunikan yang bisa membedakan kita dengan orang lain, dan kemudian mengembangkan keunikan itu dengan sekuat tenaga
      • (Henry Ford, pendiri Ford Motor)
    5. PESAN PARA AHLI (3)
      • Hidup dengan melakukan kesalahan akan tampak lebih terhormat daripada selalu benar karena memang tidak pernah melakukan apa-apa
      • (George Bernad Shaw)
      • Kemenangan bukanlah sesuatu yang kadang-kadang dapat diraih, namun ini adalah sesuatu yang harus diperjuangkan sepanjang waktu
      • (Vince Lombardi)
      • Yang terpenting bukanlah bagaimana kamu dijatuhkan, tapi bagaimana kamu dapat bangun. Perbedaan antara seseorang yang sukses dan orang lainnya, bukanlah karena ketiadaan kekuatan, bukan pula karena ketiadaan pengetahuan, tapi lebih karena merupakan suatu ketiadaan kehendak
    6. “ I don’t need to know everything, I just need to know where to find it when I need it”
    7. ORGANISASI
    8. ORGANISASI
      • Organisasi merupakan entitas-entitas yang memungkinkan masyarakat mencapai hasil-hasil tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh individu-individu yang bertindak secara sendiri (Gibson, et.al., 1985)
      • Organisasi merupakan sebuah sistem yang terdiri dari aneka macam elemen atau sub sistem, diantara mana subsistem manusia mungkin merupakan subsistem terpenting, dan di mana terlihat bahwa masing-masing sub sistem saling berinteraksi dalam upaya mencapai sasaran-sasaran atau tujuan-tujuan organisasi yang bersangkutan (Winardi, 2003)
    9. CIRI UMUM ORGANISASI
      • Sebuah organisasi senantiasa mencakup sejumlah orang
      • Orang-orang tersebut terlibat satu sama lain dengan satu atau lain cara, artinya mereka semua berinteraksi
      • Interaksi tsb selalu dapat diatur atau diterangkan dengan jenis struktur tertentu
      • Masing-masing orang di dalam organisasi memiliki sasaran-sasaran pribadi; beberapa diantaranya merupakan alasan bagi tindakan-tindakan yang dilakukannya
    10. KLASIFIKASI ORGANISASI
      • Organisasi pelayanan ( service organizations )
      • Organisasi ekonomi ( economic organizations )
      • Organisasi religius ( religious organizations )
      • Organisasi perlindungan ( protective organizations)
      • Organisasi pemerintah ( government organizations)
      • Oganisasi sosial ( social organizations )
    11. ALASAN MENGAPA ORANG MEMBENTUK ORGANISASI
      • 1. Alasan sosial ( social reasons ), manusia berorganisasi karena membutuhkan dan menikmati kepuasan sosial yang diberikan organisasi, misalnya organisasi olahraga
      • 2. Alasan material ( material reasons ), melalui bantuan organisasi, manusia dapat melakukan 3 macam hal yang tidak mungkin dilakukakannya sendiri, yaitu :
      • (a) memperbesar kemampuannya
      • (b) menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai
      • sesuatu sasaran
      • (c) menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi
      • sebelumnya yang telah dihimpun
      • 3. Efek sinergistik organisasi-organisasi
    12. SISTEM KONTROL ORGANISASI
      • Hasil yg diinginkan -Keterlambatan
      • Sasaran-sasaran -Gangguan Bias
      • Proses Proses Hasil riil yg
      • Pengambilan Transformasi dicapai
      • Keputusan Keputusan
      • Hasil yg Saluran
      • Dicapai informasi
      • - Keterlambatan
      • - Gangguan Bias
    13. PENGORGANISASIAN
    14. PENGORGANISASIAN
      • adalah suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien
    15. ELEMEN-ELEMEN ORGANISASI (Reece,et.al., 1987 : 152)
      • 1. Manusia
      • 2. Tujuan tertentu
      • 3. Pembagian tugas-tugas
      • 4. Sebuah sistem untuk mengkoordinasi tugas-tugas
      • 5. Sebuah batas yang dipatok, yang menunjukkan pihak yang berada di luarnya
    16. PROSES PENGORGANISASIAN (Certo, 1994 : 215)
      • Melaksanakan refleksi tentang rencana-rencana dan sasaran-sasaran
      • Menetapkan tugas pokok
      • Membagi tugas-tugas pokok menjadi tugas-tugas bagian ( subtasks)
      • Mengalokasi sumber-sumber daya dan penunjuk-penunjuk untuk tugas-tugas bagian
      • Mengevaluasi hasil-hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasikan
    17. STRUKTUR ORGANISASI
      • adalah mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola
      • menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan, diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian, atau posisi-posisi, maupun orang-orang yg menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi
      • struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja
    18. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI
      • 1. Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya
      • 2. Teknologi yang digunakan
      • 3. Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi
      • 4. Ukuran organisasi
    19. UNSUR-UNSUR STRUKTUR ORGANISASI (1)
      • 1. Spesialisasi kerja
      • sejauh mana suatu tugas dibagi menjadi pekerjaan yang terpisah-pisah
      • 2. Departementalisasi
      • dasar yang digunakan untuk mengelompokkan secara bersama pekerjaan-pekerjaan yang sama
      • 3. Rantai komando
      • garis yang menjelaskan siapa yang melapor pada siapa dari seluruh struktur organisasi dari atas sampai bawah
    20. UNSUR-UNSUR STRUKTUR ORGANISASI (2)
      • 4. Rentang kendali
      • jumlah individu yang menjadi tanggung jawab seorang manajer
      • 5. Koordinasi kegiatan
      • prosedur yang mengintegrasikan fungsi-fungsi satuan kerja dalam organisasi
      • 6. Sentralisasi dan desentralisasi
      • letak wewenang pengambilan keputusan dalam organisasi
      • 7. Formalisasi
      • tingkat penggunaan peraturan dan keputusan untuk mengelola pekerjaan
    21. PERTUMBUHAN ORGANISASI BARU
      • ORGANISASI BARU ORGANISASI BARU DGN
      • PERTUMBUHAN
      • Pemilik-Pimpinan Pemilik-Pimpinan
      • Manufaktur Pemasaran
      • Karyawan Karyawan Karyawan
    22. STRUKTUR TINGGI DAN LEBAR DARI ORGANISASI
      • Organisasi tinggi dg 7 tingkatan Organisasi lebar 3 tingkatan
      • (tall organization) (flat organization)
    23. BENTUK STRUKTUR ORGANISASI
      • Dalam implementasi strategi maka langkah pertama adalah menyesuaikan struktur organisasi dengan strategi yang dipilih
      • Perubahan lingkungan memungkinkan organisasi merubah struktur organisasinya dari waktu ke waktu
      • Bentuk struktur organisasi ada 6 yaitu :
      • Struktur Fungsional
      • Struktur Divisional Produk
      • Struktur Divisional Geografis
      • Struktur Unit Usaha
      • Struktur Matrik
      • Struktur Horisontal
    24. STRUKTUR FUNGSIONAL
      • DIREKTUR/PIMPINAN PUNCAK
      • Keuangan Operasional SDM Pemasaran Pembelian
      • Pabrikase Rekayasa Kontrol Riset Distribusi Promosi
      • Kualitas Pasar
    25. STRUKTUR DIVISIONAL PRODUK
      • DIREKTUR UTAMA
      • DIR KEUANGAN DIR OPERASI
      • DIVISI KULKAS DIVISI POMPA AIR DIVISI TELEVISI
      • Personalia
      • Akuntansi
      • Teknik
      • Pemasaran
      • Operasi/Produksi
    26. STRUKTUR DIVISIONAL GEOGRAFIS
      • DIREKTUR UTAMA
      • MAN UMUM MAN UMUM MAN UMUM MAN UMUM
      • JATIM JATENG SUMATERA KALIMANTAN
      • TEKNIK PRODUKSI PEMASARAN
    27. STRUKTUR UNIT USAHA
      • DIREKTUR UTAMA
      • DIR KEUANGAN DIR OPERASI
      • MANAJER MANAJER MANAJER
      • SBU-1 SBU-2 SBU-3
      • DIV-A DIV-B DIV-C DIV-A DIV-B DIV-C
      • DIV-A DIV-B DIV-C
    28. STRUKTUR ORGANISASI MATRIK
      • PRESIDEN DIREKTUR
      • MANAJER MANAJER MANAJER MANAJER MANAJER
      • KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D
      • MANAJER STAF STAF STAF STAF STAF
      • PROYEK-A KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D
      • MANAJER STAF STAF STAF STAF STAF
      • PROYEK-B KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D
      • MANAJER STAF STAF STAF STAF STAF
      • PROYEK-C KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D
    29. STRUKTUR HORIZONTAL
      • Manajer
      • Proses-C Manajer
      • Proses-D
      • WAKIL Manajer
      • DIREKTUR Proses-E
      • Manajer
      • Proses-A WAKIL PRESIDEN
      • DIREKTUR DIREKTUR
      • Manajer Manajer
      • Proses-B WAKIL Proses-F
      • DIREKTUR
      • Manajer
      • Proses-G
    30. SENTRALISASI vs DESENTRALISASI
      • SENTRALISASI : wewenang keputusan berada di manajemen puncak
      • DESENTRALISASI : wewenang pengambilan keputusan diturunkan kepada level organisasi yang lebih rendah
      • FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SENTR & DESENTR
      • 1. Besarnya perubahan dan ketudakpastian
      • 2. Strategi perusahaan :
      • D : jika perusahaan ingin lebih dekat dg konsumen
      • atau jika ingin mengoptimalkan pangsa pasar
      • S : jika perusahaan melakukan efisiensi biaya
      • atau jika ingin pengambilan keputusan cepat
      • 3. Pada saat krisis/ menghadapi risiko kegagalan
    31. BAGAN ORGANISASI
    32. BAGAN ORGANISASI
      • Bagan organisasi menunjukkan susunan fungsi-fungsi, departemen-depertemen, atau posisi-posisi organisasi dan menunjukkan bagaimana hubungan diantaranya
    33. ASPEK-ASPEK DALAM BAGAN ORGANISASI
      • 1. PEMBAGIAN KERJA
      • 2. MANAJER DAN BAWAHAN ATAU RANTAI PERINTAH
      • 3. TIPE PEKERJAAN YANG DILAKSANAKAN
      • 4. PENGELOMPOKAN SEGMEN-SEGMEN PEKERJAAN
      • 5. TINGKATAN MANAJEMEN
    34. RANTAI PERINTAH
      • DIREKTUR
      • WAKIL DIREKTUR
      • MANAJER DIVISI
      • MANAJER DEPARTEMEN
      • KEPALA PENYELIA
      • PENYELIA
      • KARYAWAN
    35. BENTUK-BENTUK BAGAN ORGANISASI (1)
      • 1. Bentuk Piramid
      • Bentuk ini yg paling banyak digunakan, karena sederhana, jelas, dan mudah dimengerti
      • 2. Bentuk Veritikal
      • Bentuk vertikal agak menyerupai bentuk piramid, yaitu dalam hal pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah, hanya bagan vertikal berwujud tegak sepenuhnya
    36. BENTUK-BENTUK BAGAN ORGANISASI (2)
      • 3. Bentuk horizontal
      • Bagan ini digambarkan secara mendatar, aliran wewenang dan tanggungjawab digambarkan dari kiri ke kanan
      • 4. Bentuk lingkaran
      • Bagan ini menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain, dan bagan ini jarang digunakan dalam praktek manajemen
    37. DEPARTEMENTASI
    38. DEPARTEMENTASI
      • PENGERTIAN
      • Proses penentuan cara bagaimana kegiatan-kegiatan dikelompokkan
    39. LIMA ALTERNATIF PENDEKATAN DEPARTEMENTALISASI
      • Pendekatan Fungsional Vertikal
      • Pendekatan Divisional
      • Pendekatan Matriks Horizontal
      • Pendekatan Berdasarkan Tim
      • Pendekatan Jaringan
    40. DEPARTEMENTALISASI FUNGSIONAL VERTIKAL
      • Mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi (misalnya pengelompokan seluruh personalia penjualan, akuntansi dsb
    41. KEUNGGULAN
      • Menjaga kekuatan dan kedudukan fungsi-fungsi utama
      • Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
      • Memusatkan keahlian organisasi
      • Memungkinkan pengawasan manajer puncak lebih ketat
      • Pada kondisi yang stabil memerlukan koordinasi minimal
      • Membutuhkan lebih sedikit ketrampilan
      • Meminimumkan duplikasi personalia dan peralatan
      • Karyawan mempunyai kesempatan untuk menyatukan bahasa yang sama bersama kelompoknya
    42. KELEMAHAN
      • Mudah menciptakan konflik antar fungsi-fungsi
      • Menyebabkan kemacetan pekerjaan yang berututan
      • Memberikan tanggapan lebih lambat bila ada perubahan
      • Menyebabkan anggota berpandangan sempit dan kurang inovatif
      • Hanya memusatkan pada kepentingan tugasnya saja
      • Pengambilan keputusan membutuhkan waktu lama
      • Lamban mengatasi perubahan
    43. PENDEKATAN DIVISIONAL (1)
      • Departementalisasi yang didasarkan pada divisi-divisi semi otonomi, di mana setiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri
      • Biasanya terdiri dari divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan dan proses atau peralatan
      • Struktur divisional mendorong pada desentralisasi……… mengapa ?
    44. PENDEKATAN DIVISIONAL (2)
      • Struktur organisasi divisional atas dasar produk
      • setiap departemen bertanggungjawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yg berhubungan (garis produk)
      • misalnya : divisi mesin cuci, lemari es, optik dsb
      • Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah
      • adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan menurut tempat di mana operasi berlokasi dalam menjalankan tugas-tugasnya
      • pertimbangannya biasanya sumber bahan mentah, pasar dan tenaga kerja
      • misalnya : DKI Jakarta, Jatim, Bali dsb
    45. PENDEKATAN DIVISIONAL (3)
      • Struktur org divisional atas dasar langganan
      • adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu
      • dilakukan bila suatu industri ingin menjual produknya kepada langganan kelas tertentu
      • misal : penjualan untuk industri, pedagang eceran, instansi pemerintah dsb
    46. PENDEKATAN DIVISIONAL (4)
      • Struktur organisasi divisional atas dasar proses atau peralatan
      • adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan atas dasar proses atau peralatan produksi
      • digunakan bila mesin dan peralatan memerlukan ketrampilan khusus
      • biasanya ditentukan dg pertimbangan ekonomis
      • bisal : dep. pemotongan, perakitan, pembungkusan
    47. KEUNGGULAN
      • Koordinasi dan pembagian wewenang menjadi lebih baik
      • Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dgn lingkungan divisi yang khas
      • Rumusan tanggungjawab menjadi jelas dgn fokus prestasi kerja dan laba
      • Mempertahankan spesialisasi fungsional dalam setiap divisi
      • Tempat latihan yg baik bagi para manajer strategik
      • Memberikan kebebasan pd manajer eksekutif untuk pembuatan keputusan strategik yg lebih luas
    48. KELEMAHAN
      • Menyebabkan persaingan ‘dysfunctional’ potensial antar sumberdaya perusahaan
      • Kurang jelasnya ‘seberapa besar’ delegasi wewenang yang diberikan kpd manajer divisi
      • Masalah kebijaksanaan dalam alokasi sumberdaya dan distribusi biaya-biaya overhead perusahaan
      • Dapat menimbulkan ketidakkonsistenan kebijaksanaan antara divisi-divisi
      • Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yg tidak perlu
    49. PENDEKATAN MATRIK HORIZONTAL
      • Dalam struktur matrik, karyawan mempunyai dua atasan, sehingga mereka dibawah dua wewenang
      • (a) Rantai perintah pertama adalah fungsional atau divisional, dan wewenang departemen fungsional atau divisional ini mengalir vertikal
      • (b) Rantai perintah lateral atau horizontal, di mana aliran wewenang yang melintasi departemen dilaksanakan oleh para manajer proyek
      • Dua jalur aliran wewenang ini membentuk struktur organisasi dua arah yg menyerupai matrik
    50. KEUNGGULAN
      • Efisiensi SDM
      • Fleksibilitas dan adaptabilitas terhadap lingkungan yang terus berubah
      • Pengembangan ketrampilan manajemen
      • Kerjasama antar disiplin, ketersediaan tenaga kerja ahli untuk seluruh divisi
      • Pelebaran tugas-tugas bagi karyawan, sehingga motivasi dan partisipasi meningkat
    51. KELEMAHAN
      • Frustasi dan kebingungan dari rantai komando ganda
      • Rentan konflik
      • Banyak diskusi, hasil nol (no action, talk only)
      • Memerlukan ketrampilan hubungan antar manusia yang tinggi
      • Dominasi kekuasaan oleh salah satu sisi
      • Sangat mahal untuk diimplementasikan
    52. PENDEKATAN BERDASARKAN TIM
      • Organisasi mempunyai 3 tipe utama kelompok kerja formal (tim) yaitu kesatuan tugas khusus (task force), panitia tetap (standing committees), dan dewan atau komisi
      • Task force dibentuk untuk menangani suatu masalah atau tugas khusus
      • Panitia tetap atau Ad hoc adalah bagian tetap dari struktur organisasi untuk menangani tugas yg terus menerus ada dalam organisasi. Fungsi dasar panitia : pengkoordinasian, pemberian saran, pembuatan keputusan
      • Dewan (boards) atau komisi, dbentuk dari individu2 yg dipilih atau ditugaskan untuk mengelola suatu organisasi masyarakat atau swasta
    53. KEUNGGULAN
      • Mengurangi hambatan antar departemen, meningkatnya kompromi
      • Efisiensi waktu
      • Moral karyawan baik, dan keterlibatan karyawan tinggi
      • Mengurangi biaya overhead administrasi rutin
      • Keputusan-keputusan dgn kualitas yg lebih baik
      • Menghindarkan penyalahgunaan kekuasan melalui penugasan-penugasannya
    54. KELEMAHAN
      • Loyalitas ganda, rentan konflik
      • Waktu dan sumber daya lebih banyak untuk pertemuan
      • Desentralisasi tidak terencana
      • Dominasi individu
      • Kurangnya tanggungjawab
    55. PERBEDAAN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
      • 1. Hubungan antar pribadi
      • 2. Kepemimpinan
      • 3. Pengendalian perilaku
      • 4. Ketergantungan
    56. LINGKUNGAN KEORGANISASIAN
    57. VARIABEL-VARIABEL LINGKUNGAN
      • LINGKUNGAN EKSTERNAL :
      • ● Politik dan Hukum ● Sosial budaya
      • ● Ekonomi ● Teknologi
      • LINGKUNGAN INDUSTRI
      • ● Pemegang saham ● Kreditur
      • ● Pemasok ● Pelanggan
      • ● Tenaga kerja/ Serikat Pekerja ● Pemerintah
      • ● Pesaing ● Masyarakat
      • ● Asosiasi Dagang
      • LINGKUNGAN OPERASI
      • ● Posisi kompetitif ● reputasi perusahaan
      • ● Profil pelanggan ● pasar karyawan yg dapat dicapai
      • ● Kepentingan stakeholders
    58. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL (1) Perubahan gaya hidup Aktivitas konsumen Tingkat pertumbuhan penduduk Kesadaran akan kualitas hidup Aturan pajak Aturan ttg upah minimum Aturan perdagangan asing Stabilitas Pemerintahan Proteksi SOSIAL POLITIK
    59. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL (2) Perkembangan teknologi baru Perbaikan produktivitas melalui otomatisasi Penemuan produk baru Trend GDP Tingkat suku bunga Jumlah uang beredar Tingkat inflasi Tingkat pengangguran TEKNOLOGI EKONOMI
    60. ANALISIS LINGKUNGAN INDUSTRI
      • Analisis industri adalah analisis terhadap kelompok yang terkait (stakeholder), seperti pemasok, pelanggan, pesaing dan pendatang baru
      • Terdapat 5 atribut struktur industri yang dapat mengancam kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan di atas normal, yaitu :
      • 1. pendatang baru (new entrants)
      • 2. sesama persh dlm satu industri (rivalry among existing firms)
      • 3. Munculnya produk pengganti (substitute)
      • 4. Pemasok (supplier)
      • 5. Pembeli (buyer)
    61. TEKANAN DARI LINGKUNGAN INDUSTRI (Porter, 1980)
      • PENDATANG BARU
      • Ancaman munculnya
      • perusahaan baru Kekuatan tawar
      • menawar pembeli
      • RIVAL ANTAR
      • PEMASOK PERUSH YG PEMBELI
      • Kekuatan tawar menawar TELAH ADA
      • pemasok
      • Ancaman dari produk/jasa substitusi
      • SUBSTITUSI
    62. (1) ANCAMAN DARI PENDATANG BARU
      • Pendatang baru adalah sebuah perusahaan yg baru memulai operasinya di sebuah industri
      • Besarnya ancaman dari pendatang baru ini tergantung pada besarnya biaya untuk memasuki industri, yg terkait dg kekuatan halangan untuk memasuki sebuah industri (bariers to entry)
      • Ada 5 faktor yg mempengaruhi besar kecilnya halangan untuk memasuki sebuah industri, yaitu :
      • 1. Skala ekonomi
      • 2. Diferensiasi produk
      • 3. Keunggulan biaya
      • 4. Penciptaan hambatan (contrived deterrence)
      • 5. Peraturan pemerintah
    63. (2) ANCAMAN DARI SESAMA PERUSAHAAN DLM SATU INDUSTRI
      • Tingkat persaingan yang tinggi dalam satu industri diindikasikan oleh aktivitas-aktivitas seperti potongan harga, pengenalan produk baru, tingginya intensitas kampanye iklan, cepatnya aksi dan reaksi dalam persaingan
      • Atribut-atribut industri yg menciptakan persaingan :
      • 1. Jumlah perusahaan yg berkompetisi banyak
      • 2. Perusahaan-perusahaan yg berkompetisi berukuran sama dan mempunyai pengaruh yg sama
      • 3. Pertumbuhan industri lamban
      • 4. Diferensiasi kurang
      • 5. Kapsitas produksi meningkat dengan cepat
    64. (3) ANCAMAN DARI PEMASOK
      • Pemasok dpt dipandang sbg ancaman bila mereka bisa menekan perusahaan untuk membayar lebih dari harga yg seharusnya dibayarkan oleh perusahaan
      • Beberapa indikasi ancaman pemasok dlm industri:
      • Industri pemasok didominasi oleh sejumlah kecil perusahaan
      • Pemasok menjual produk yang unik dan berbeda
      • Pemasok tidak diancam oleh produk substitusi
      • Pemasok mengancam untuk melakukan integrasi vertikal
      • Perusahaan bukan merupakan pelanggan yg penting bagi pemasok
    65. (4) ANCAMAN DARI PEMBELI
      • Pembeli dapat meminta kualitas yg lebih tinggi dan pelayanan yg lebih baik, shg akan menurunkan laba
      • Pembeli akan mempunyai kekuatan lebih bila :
      • 1. Jumlah pembeli sedikit
      • 2. Produk yg dijual kpd pembeli sedikit dan standar
      • 3. Produk yg dijual kpd pembeli merupakan presentasi dari biaya akhir pembeli
      • 4. Pembeli tidak mendapatkan laba secara ekonomis
      • 5. Pembeli mengancam untuk melakukan integrasi kebelakang (backward integration)
    66. (5) ANCAMAN DARI BARANG SUBSTITUSI
      • Barang substitusi adalah produk-produk atau jasa-jasa yg dapat memenuhi kebutuhan konsumen yg sama, namun dg cara yang berbeda
      • Misalnya mesin faksimile menggantikan pengiriman surat dg titipan kilat; air mineral menggantikan soft drink
    67. SENTRALISASI & DESENTRALISASI
    68. PENGERTIAN
      • Sentralisasi adalah pemusatan kekuasaan dan wewenang pada tingkatan atas suatu organisasi
      • Desentralisasi adalah penyebaran atau pelimpahan secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan ke tingkatan-tingkatan organisasi yang lebih rendah
    69. KEUNTUNGAN DESENTRALISASI
      •  Mengurangi beban manajer puncak
      •  Memperbaiki pembuatan keputusan karena dilakukan dekat dengan permasalahan
      •  Meningkatkan latihan, moral dan inisiatif manajemen bawah
      •  Membuat lebih fleksibel dan lebih cepat dalam pengambilan keputusan
    70. FAKTOR YG MEMPENGARUHI DERAJAT DESENTRALISASI
      • Filasafat manajemen
      • Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi
      • Strategi dan lingkungan organisasi
      • Penyebaran geografis organisasi
      • Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif
      • Kualitas manajer
      • Keanekaragaman produk dan jasa
      • Karakteristik-karakteristik organisasi lainnya
    71. PERTANYAAN PENTING
      •  Bukan apakah organisasi harus didesentralisasi, tetapi sampai seberapa jauh desentralisasi perlu dilakukan
      • Delegasi menyangkut seberapa jauh manajer mendelegasikan wewenang dan tanggungjawab kepada bawahan yang secara langsung melapor kepadanya
      • Desentralisasi merupakan konsep yang lebih luas yang menyangkut seberapa jauh manajemen puncak mendelegasikan wewenang ke bawah, ke divisi-divisi, cabang-cabang atau satuan-satuan organisasi tingkat lebih bawah lainnya
    72. KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
    73. PENGERTIAN
      • Kepemimpinan manajerial adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.
      • Kepemimpinan adalah kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran
    74. IMPLIKASI
      • Kepemimpinan menyangkut orang lain
      • Kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang di antara para pemimpin dan anggota kelompok
      • Pemimpin dapat menggunakan pengaruh
    75. PENDEKATAN STUDI KEPEMIMPINAN
      • 1. Pendekatan Sifat Kepemimpinan ( traits approach)
      • 2. Pendekatan Perilaku Kepemimpinan ( behaviors approach)
      • 3. Pendekatan Situasional (Situational approach)
    76. Pendekatan Sifat Kepemimpinan ( traits approach)
      • para pemimpin memiliki ciri atau sifat tertentu yang menyebabkan mereka dapat memimpin pengikutnya
      • pemimpin itu dilahirkan ( by born) , dan bukan dibuat ( by made)
      • ciri/sifat utama pemimpin yang berpengaruh terhadap kesukses an kepemimpinan organisasi :
      •  kecerdasan
      •  kedewasaan dan keluasan hubungan sosial
      •  motivasi diri dan dorongan berprestasi
      •  sikap-sikap hubungan manusiawi
    77. Pendekatan Perilaku Kepemimpinan ( behaviors approach)
      • menentukan apa yang dilakukan oleh para pemimpin efektif
      • memusatkan pd aspek perilaku kepemimpinan :
      • (a) fungsi-fungsi kepemimpinan, yang meliputi :
      • - fungsi-fungsi yang berhubungan dengan tugas (task related) atau pemecahan masalah
      • - fungsi-fungsi pemeliharaan kelompok (group maintenance) atau sosial
      • (b) gaya-gaya kepemimpinan yang meliputi :
      • - gaya dengan orientasi tugas (task oriented)
      • - gaya dengan orientasi karyawan (employee oriented)
    78. Konsep Douglas McGregor
      • bahwa strategi kepemimpinan dipengaruhi anggapan-anggapan seorang pemimpin tentang sifat dasar manusia
    79. ANGGAPAN ‘TEORI X’
      • Rata-rata pembawaan manusia malas dan tidak menyukai pekerjaan
      • Orang harus dipaksa, diawasi, diarahkan atau diancam dengan hukuman agar mereka menjalankan tugas
      • Rata-rata manusia lebih suka diarahkan, ingin menghindari tanggung jawab, ingin keamanan dan jaminan hidup
    80. ANGGAPAN ‘TEORI Y’
      • Penggunaan usaha fisik dan mental manusia adalah kodrat manusia
      • Pengawasan dan ancaman hukuman bukanlah satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organisasi
      • Keterikatan pada tujuan merupakan fungsi dari penghargaan atas prestasi mereka
      • Belajar tdk hanya unt menerima tetapi mencari tanggung jawab
      • Adanya kapasitas besar karyawan untuk melakukan imajinasi, kecerdikan dan kreatifitas dalam menyelesaikan masalah
      • Potensi intelektual manusia hanya digunakan sebagian saja
    81. SIMPULAN TEORI Mc GREGOR
      • Pemimpin yg menyukai teori X -----  gaya kepemimpinan otokratik
      • Pemimpin yg menyukai teori Y -----  gaya kepemimpinan partisipatif atau demokratik
    82. PENDEKATAN ‘SITUASIONAL’ (Contingency approach)
      • gaya yang digunakan tergantung pada faktor-faktor seperti situasi, karyawan, tugas, organisasi dan variabel lingkungan lainnya
      • Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku gaya pemimpin :
      • - pemimpin
      • - pengikut atau bawahan
      • - situasi
    83. KITA LANJUT PADA BAB BERIKUTNYA

    + Universitas Wijaya Putra SUrabayaUniversitas Wijaya Putra SUrabaya, 9 months ago

    custom

    5628 views, 1 favs, 0 embeds more stats

    More info about this document

    © All Rights Reserved

    Go to text version

    • Total Views 5628
      • 5628 on SlideShare
      • 0 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 1
    • Downloads 171
    Most viewed embeds

    more

    All embeds

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as inappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel
    File a copyright complaint
    Having problems? Go to our helpdesk?

    Categories