KEUANGAN PUBLIK ISLAM                                       Oleh :                                  Anas Alhifni, SEI     ...
Sumber Utama Keuangan Negara                  Pada Masa Rasulullah SAW     Jizyah     pajak yang dibayarkan oleh orang no...
Sumber Utama Keuangan Negara                   Pada Masa Rasulullah SAW     Kharaj     Pajak tanah yang dipungut dari non...
Sumber Utama Keuangan Negara                   Pada Masa Rasulullah SAW     Ushr     bea impor yang dikenakan kepada semu...
Sumber Utama Keuangan Negara                             Pada Masa Rasulullah SAW    Pada Masa Rasulullah SAW, Zakat diken...
Sumber Sekunder Keuangan Negara                            Pada Masa Rasulullah SAW    1. Uang tebusan untuk para tawanan ...
Sumber Sekunder Keuangan Negara                            Pada Masa Rasulullah SAW    6. Nawaib, yaitu pajak yang jumlahn...
Klasifikasi Pendapatan Negara                               Pada Masa Khulafaurrasyidin    Pada periode awal Islam, para k...
Klasifikasi Pendapatan Negara                              Pada Masa Khulafaurrasyidin    b) Khums dan sedekah       Dana ...
Klasifikasi Pendapatan Negara                               Pada Masa Khulafaurrasyidin     d) Berbagai macam pendapatan y...
Pengeluaran Negara                                Pada Masa Khulafaurrasyidin     Bagian pengeluaran paling penting dari p...
Karakteristik Keuangan Publik dalam Islam     Dalam perjalanan sejarah, penerimaan negara Islam     bukan hanya dari zakat...
Karakteristik Keuangan Publik dalam Islam     Dharibah lahir dengan landasan hukum bahwa Allah     juga telah mewajibkan n...
Karakteristik Keuangan Publik dalam Islam     Dharibah ini diutamakan diperuntukan sebagai :     1. Pembiayaan jihad dan s...
Karakteristik Keuangan Publik dalam Islam     5. Pembiayaan yang harus dikeluarkan untuk        kemashlatan dan kemanfaata...
Karakteristik Dharibah     1. Dharibah bisa dikenakan untuk berbagai tujuan:        a. Untuk menghindari terjadinya pengan...
Karakteristik Dharibah     3. Besarnya tarif Dharibah mempertimbangkan        beberapa aspek yaitu:        a. Volume dan n...
Prinsip-Prinsip Penerimaan Keuangan Publik dalam Islam     1. Sistem pungutan wajib (dharibah) harus menjamin        bahwa...
Prinsip-Prinsip Penerimaan Keuangan Publik dalam Islam     4. Islam memperlakukan kaum muslimin dan non        muslimin se...
Prinsip-Prinsip Penerimaan Keuangan Publik dalam Islam            c. Dharibah yaitu pungutan wajib yang nilainya          ...
Prinsip-Prinsip Pengeluaran Keuangan Publik dalam Islam     Secara umum, belanja negara dapat dikategorikan     menjadi em...
Prinsip-Prinsip Pengeluaran Keuangan Publik dalam Islam     Prinsip-prinsip Pengeluaran Keuangan Publik :     1. Alokasi z...
Prinsip-Prinsip Pengeluaran Keuangan Publik dalam Islam            c. Mudharat individu dapat dijadikan alasan demi       ...
KESEIMBANGAN SEKTOR PUBLIK DAN ANGGARAN          SUMBER PENERIMAAN PUBLIK :          Zakat + Dharibah + Aset + Sedekah    ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Materi 2

1,680

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,680
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
75
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Materi 2

  1. 1. KEUANGAN PUBLIK ISLAM Oleh : Anas Alhifni, SEI Program Studi Ekonomi Islam Universitas Djuanda Bogor 20121 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam/ 19/01/2013
  2. 2. Sumber Utama Keuangan Negara Pada Masa Rasulullah SAW  Jizyah pajak yang dibayarkan oleh orang non muslim khususnya ahli kitab, untuk jaminan perlindungan jiwa, harta atau kekayaan, ibadah, bebas dari nilai-nilai dan bebas dari wajib militer. Pada masa ini besarnya jizyah adalah satu dinar per tahun untuk orang dewasa yang mampu membayarnya. Pembayaran tidak harus dalam bentuk uang tunai tetapi dapat pula dalam bentuk barang atau jasa.2 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  3. 3. Sumber Utama Keuangan Negara Pada Masa Rasulullah SAW  Kharaj Pajak tanah yang dipungut dari non muslim ketika khaibar ditaklukan. Tanahnya diambil alih orang muslim dan pemilik lamanya menawarkan untuk mengolah tanah tersebut sebagai pengganti sewa tanah dan bersedia memberikan sebagian hasil produksi kepada negara. Jumlah kharaj dari tanah ini tetap yaitu setengah dari hasil produksi.3 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  4. 4. Sumber Utama Keuangan Negara Pada Masa Rasulullah SAW  Ushr bea impor yang dikenakan kepada semua pedagang, dibayar hanya sekali dalam setahun dan hanya berlaku terhadap barang yang nilainya lebih dari 200 dirham.  Zakat Catatan : Pada masa Rasulullah SAW, Zakat dan Usr merupakan pendapatan yang paling utama bagi negara4 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  5. 5. Sumber Utama Keuangan Negara Pada Masa Rasulullah SAW Pada Masa Rasulullah SAW, Zakat dikenakan pada :  Benda logam yang terbuat dari emas, seperti koin, perkakas, ornamen atau bentuk lainnya.  Benda logam yang terbuat dari perak.  Binatang ternak :: unta, sapi, domba dan kambing  Berbagai jenis barang dagangan termasuk budak dan hewan  Hasil pertanian termasuk buah-buahan  Luqatah, harta benda yang ditinggalkan musuh  Barang temuan.5 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  6. 6. Sumber Sekunder Keuangan Negara Pada Masa Rasulullah SAW 1. Uang tebusan untuk para tawanan perang 2. Pinjaman-pinjaman 3. Khumus atau rikaz, harta karun temuan pada periode sebelum Islam 4. Amwal Fadhla, berasal dari harta benda kaum muslimin yang meninggal tanpa waris, atau berasal dari barang-barang seorang muslim yang meninggalkan negerinya. 5. Wakaf, harta benda yang didedikasikan kepada umat Islam karena Allah dan pendapatannya akan didepositokan di Baitul maal.6 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  7. 7. Sumber Sekunder Keuangan Negara Pada Masa Rasulullah SAW 6. Nawaib, yaitu pajak yang jumlahnya cukup besar yang dibebankan pada kaum muslimin yang kaya dalam rangka menutupi pengeluaran negara pada masa darurat dan ini pernah terjadi pada masa perang tabuk 7. Zakat fitrah 8. Bentuk lain sedekah seperti qurban dan kaffarat.7 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  8. 8. Klasifikasi Pendapatan Negara Pada Masa Khulafaurrasyidin Pada periode awal Islam, para khalifah mendistribusikan semua pendapatan yang diterima. Kebijakan tersebut berubah pada masa Umar r.a. Pendapatan yang diterima di Baitul Maal dibagi dalam empat jenis yaitu : a) Zakat dan ushr Dana ini dipungut secara wajib diperoleh dari kaum muslimin dan didistribusikan kepada delapan asnaf dalam tingkat lokal. Kelebihan disimpan di Baitul Maal dan akan dibagikan kembali.8 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  9. 9. Klasifikasi Pendapatan Negara Pada Masa Khulafaurrasyidin b) Khums dan sedekah Dana ini dibagikan kepada orang yang sangat membutuhkan dan fakir miskin atau untuk membiayai kegiatan mereka dalam mencari kesejahteraan tanpa diskriminasi. c) Kaharaj, Fay, jizyah, ushr dan sewa tetap tahunan tanah. Dana ini diperoleh dari non muslim/ non warga, dan didistribusikan untuk membayar dana pensiun, serta menutupi pengeluaran operasional, militer dsb.9 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam/ RLY/EI 19/01/2013
  10. 10. Klasifikasi Pendapatan Negara Pada Masa Khulafaurrasyidin d) Berbagai macam pendapatan yang diterima dari semua macam sumber. Dana ini dikeluarkan untuk para pekerja, pemeliharaan anak-anak terlantar dan dana sosial lainnya.10 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam/ RLY/EI 19/01/2013
  11. 11. Pengeluaran Negara Pada Masa Khulafaurrasyidin Bagian pengeluaran paling penting dari pendapatan keseluruhan adalah : 1) Dana pensiun 2) Dana Pertahanan Negara 3) Dana Pembangunan Pada masa Umar, pengeluaran negara yang mendapat prioritas utama adalah pengeluaran dana pensiun bagi mereka yang tergabung dalam kemiliteran, baik muslim maupun non muslim11 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  12. 12. Karakteristik Keuangan Publik dalam Islam Dalam perjalanan sejarah, penerimaan negara Islam bukan hanya dari zakat, namun berasal dari sumber lain, baik primer maupun sekunder. Dalam sejarah Islam, pungutan yang diwajibkan oleh pemerintah selain zakat dan kharaj disebut dharibah. Dharibah yang lebih dikenal dengan istilah pajak adalah harta yang diwajibkan dibayar oleh kaum muslim untuk membiayai berbagai kebutuhan dan pos-pos pengeluaran yang memang diwajibkan atas mereka.12 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  13. 13. Karakteristik Keuangan Publik dalam Islam Dharibah lahir dengan landasan hukum bahwa Allah juga telah mewajibkan negara dan umat untuk menghilangkan kemudharatan yang menimpa kaum muslimin yaitu jika tidak ada harta sama sekali, dan kaum muslim tidak ada yang mendermakan. Allah memberikan hak kepada negara untuk mendapatkan harta dalam rangka menutupi berbagai kebutuhan dan kemashlahatan tersebut dari kaum muslim. Namun kewajiban membayar dharibah tersebut hanya dibebankan atas mereka yang mempunyai kelebihan dalam memenuhi kebutuhan pokok dan pelengkap dengan cara yang ma’ruf.13 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  14. 14. Karakteristik Keuangan Publik dalam Islam Dharibah ini diutamakan diperuntukan sebagai : 1. Pembiayaan jihad dan segala hal yang harus dipenuhi terkait dengan jihad. 2. Pembiayaan industri militer dan industri penunjangnya, yang memungkinkan negara memiliki industri senjata 3. Pembiayaan para fuqara, orang miskin dan ibnu sabil 4. Pembiayaan untuk gaji tentara, para pegawai, para hakim, para guru dan lain –lain yang melaksanakan pekerjaan untuk kemashlahatan umat. Keuangan Publik Islam/ Makro Islam14 19/01/2013
  15. 15. Karakteristik Keuangan Publik dalam Islam 5. Pembiayaan yang harus dikeluarkan untuk kemashlatan dan kemanfaatan umat, yang keberadaannya sangat dibutuhkan dan jika tidak dibiayai maka bahaya akan menimpa umat. 6. Pembiayaan untuk keadaan darurat seperti bencana alam, dan mengusir musuh.15 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  16. 16. Karakteristik Dharibah 1. Dharibah bisa dikenakan untuk berbagai tujuan: a. Untuk menghindari terjadinya pengangguran b. untuk mewjudkan perdagangan yang adil, dan efisien. 2. Dharibah dikenakan berdasarkan asas : a. Kebutuhan keuangan negara, tidak bersifat permanen. b. keadilan, dalam makna : - pembayar dharibah mendapat manfaat dari jasa yang diberikan pemerintah. - proporsional, sesuai dengan kemampuan material individu.16 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  17. 17. Karakteristik Dharibah 3. Besarnya tarif Dharibah mempertimbangkan beberapa aspek yaitu: a. Volume dan nilai produksi, bukan nilai input dan modal yang digunakan. b. Peran SDM dalam pengelolaan sumber daya, semakin tinggi peran SDM, semakin rendah tarif dharibah. c. Berprinsipkan tidak menghambat perkembangan usaha. d. Berprinsipkan kemampuan membayar.17 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  18. 18. Prinsip-Prinsip Penerimaan Keuangan Publik dalam Islam 1. Sistem pungutan wajib (dharibah) harus menjamin bahwa golongan kaya dan yang mempunyai kelebihanlah yang memikul beban utama dharibah. 2. Berbagai pungutan dharibah tidak dipungut atasdasar besarnya input/sumber daya yang digunakan, melainkan atas hasil usaha ataupun tabungan yang terkumpul. 3. Islam tidak mengarahkan pemerintah mengambil sebagian harta milik masyarakat secara paksa, meskipun kepada orang kaya. Sesulit apapun kehidupan Rasul SAW di Madinah, beliau tidak pernah menentukan kebijakan pungutan pajak.18 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  19. 19. Prinsip-Prinsip Penerimaan Keuangan Publik dalam Islam 4. Islam memperlakukan kaum muslimin dan non muslimin secara adil. Pungutan dikenakan proporsional terhadap manfaat yang diterima pembayar. 5. Islam telah menentukan sektor-sektor penerimaan negara menjadi empat jenis yaitu : a. Zakat b. Aset atau kekayaan non keuangan, yang diperoleh dari ghanimah, fa’i ataupun amwal fadhila. Aset ini memungkinkan negara memiliki perusahaan dan menciptakan penerimaan sendiri dengan mengelola SDA yang dikuasakan kepada Pemerintah.19 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  20. 20. Prinsip-Prinsip Penerimaan Keuangan Publik dalam Islam c. Dharibah yaitu pungutan wajib yang nilainya ditentukan oleh Pemerintah. Dharibah meliputi jizyah, kharaj, ushr, nawaib dsb. d. Penerimaan sukarela, yaitu yang objek dan besarnya diserahkan kepada pembayar Jenis ini meliputi, infaq, sedekah, waqf, hadiah, utang dsb.20 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  21. 21. Prinsip-Prinsip Pengeluaran Keuangan Publik dalam Islam Secara umum, belanja negara dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu : 1. Pemberdayaan fakir miskin dan muallaf. Dana ini pada umumnya diambilkan dari zakat dan ushr. 2. Biaya rutin pemerintahan. Dana ini umumnya diambilkan dari kharaj, fa’i, jizya dan ushr. 3. Biaya pembangunan dan kesejahteraan sosial. Dana ini pada umumnya diambilkan dari dana lainnya, khums dan sedekah. 4. Biaya lainnya, seperti biaya emergency, pengurusan anak terlantar dsb. Biasanya dana ini diambil dari waqf, utang publik dsb.21 19/01/2013
  22. 22. Prinsip-Prinsip Pengeluaran Keuangan Publik dalam Islam Prinsip-prinsip Pengeluaran Keuangan Publik : 1. Alokasi zakat merupakan kewenangan Allah, bukan kewenangan amil atau pemerintah. Amil hanya berfungsi menjalankan manajemen zakat sehingga dapat dicapai pendistribusian yang sesuai ajaran Islam. 2. Penerimaan selain zakat dialokasikan mengikuti beberapa prinsip pokok, diantaranya : a. Belanja negara harus diarahkan untuk mewujudkan semaksimal mungkin mashlahah. b. Menghindari masyaqqah kesulitan dan mudharat harus didahulukan daripada melakukan perbaikan.22 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  23. 23. Prinsip-Prinsip Pengeluaran Keuangan Publik dalam Islam c. Mudharat individu dapat dijadikan alasan demi menghindari mudharat dalam skala yang lebih luas. d. Pengorbanan individu dapat dilakukan dan kepentingan individu dapat dikorbankan demi menghindari kerugian dan pengorbanan dalam skala umum. e. Manfaat publik yang didistribusikan adalah seimbang dengan penderitaan atau kerugian yang ditanggung. f. Jika suatu belanja merupakan syarat untuk ditegakkannya syariah Islam, maka belanja itu harus diwujudkan.23 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  24. 24. KESEIMBANGAN SEKTOR PUBLIK DAN ANGGARAN SUMBER PENERIMAAN PUBLIK : Zakat + Dharibah + Aset + Sedekah ALOKASI SEKTOR PUBLIK : Miskin + Rutin + Pembangunan + Emergency24 Keuangan Publik Islam/ Makro Islam 19/01/2013
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×