Your SlideShare is downloading. ×

Pelaksanaan KBK

4,356

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
4,356
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
154
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI<br />By : Anan Nur<br />PENDAHULUAN<br />Dalam percaturan global, terutama perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi” Indonesia sebagai bagian kehidupan bangsa di dunia harus senantiasa berupaya mengimbangi kemajuan tersebut. Bila tidak demikian bangsa Indonesia akan tertinggal dan bahkan terkucil dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia. Salah satu contoh adalah hasil penelitian di Asia tentang penyelenggaraan pendidikan di setiap negara. Ternyata hasil cukup mengharukan bahwa Indonesia berada pada peringkat ke tigabelas setelah Vietnam (Mendikbud, 2002). Bangsa Indonesia harus membangun diri untuk bisa bersaing dalam banyak hal, karena itu peningkatan mutu sumber daya manusia harus menjadi perioritas pertama.<br />Pembangunan yang dimaksud tentunya adalah pembangunan pendidikan yang terencana dan berorientasi kepada kebutuhan generasi muda di masa depan. Tantangan kehidupan di masa depan pada hakekatnya adalah tantangan terhadap kompetensi yang dimiliki manusia. Karena itu arah pengembangan kurikulum harus berbasis pada pengembangan potensi manusia yang beragam. Perlu disadari bahwa manusia dilahirkan unik dengan segala keberagaman dan kecepatannya. Karena itu kurikulum sebagai acuan dan fasilitator penyelenggaraan pendidikan, sayogianya memberi peluang adanya kemerdekaan dan pemerataan dalam pendidikan.<br />Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan yang cukup berperan menentukan kualitas lulusan. Namun guru itu sendiri juga dalam dilemma permasalahan baik dari sudut kualitas maupun kesejahteraan. Karena itu impelementasi kurikulum harus dapat menjembatani itu semua dalam rangka menggapai kemajuan yang berbudaya tanpa ada yang dikorbankan, Perangkat Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan resep instan terhadap masa depan bangsa Indonesia di mata dunia, kondisi bangsa saat ini, kondisi sekolah, kondisi guru, serta keberagaman anak didik dengan segala kecepatan dan kelambanannya. Ini berarti bahwa implementasi kurikulum akan membawa angin segar serta kegairahan bekerja kepada para pelaksanaan pendidikan di sekolah.<br />URAIAN SINGKAT KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI<br />
    • Dasar perubahan
    • 2. Peraturan perundang-undangan yang baru tentang otonomi daerah telah membawa implikasi terhadap paradigma pengembangan kurikulum antara lain pembaharuan dan diversifikasi kurikulum, antisipasi keadaan masa datang dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi yang multidimensional. Juga terjadinya perkembangan dan perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada masa ini perlu segera ditanggapi dan dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum baru pada setiap jenjang dan satuan pendidikan.
    • 3. Kurikulum Berbasis Kompetensi dikembangkan untuk memberikan keterampilan dan keahlian bertahan hidup dalam perubahan, pertentangan, ketidakpastian, dan kerumitan-kerumitan dalam kehidupan. Kurikulum Berbasis Kompetensi ditujukan untuk menciptakan tamatan yang kompeten dan cerdas dalam membangun identitas budaya bangsanya. Kurikulum ini dapat memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, pengalaman belajar yang membangun integritas sosial serta mewujudkan karakter nasional.
    • 4. Kurikulum Berbasis Kompetensi memudahkan guru dalam menyajikan pengalaman belajar yang sejalan dengan prinsip belajar sepanjang hayat yang mengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu belajar mengetahui, belajar melakukan, belajar menjadi diri sendiri, dan belajar hidup dalam kebersamaan.
    • 5. Mengenal kurikulum berbasis kompetensi
    • 6. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah.
    • 7. Kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada:
    • 8. Hasil dan implikasi yang diharapkan muncul pada peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar, dan
    • 9. Keberagaman yang dapat diwujudkan sesuai dengn kebutuhannya.
    • 10. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan satuan pendidikan dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
    • 11. Ciri-ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai berikut:
    • 12. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa, baik secara individual maupun klasikal
    • 13. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
    • 14. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervareasi
    • 15. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar yang lainnya yang emenuhi unsur edukatif
    • 16. Penilaian menekankan pada proses dan hasil dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
    • 17. Dalam perkembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi dipertimbangkan prinsip-prinsp sebagai berikut:
    • 18. Keimanan, nilai dan budi pekerti luhur
    • 19. Penguatan integritas nasional
    • 20. Keseimbangan etika, logika, estetika dan kinestetika
    • 21. Kesamaan memperoleh kesempatan
    • 22. Abad pengetahuan dan teknologi informasi
    • 23. Kesamaan memperoleh kesempatan
    • 24. Pengembangan keterampilan hidup
    • 25. Belajar sepanjang hayat
    • 26. Berpusat pada siswa dengan penilaian yang berkelanjutan dan komprehensif
    C. Hal-hal Baru dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi<br />
    • Kurikulum sebelumnya bertujuan memberitahukan kepada para pelaksana pendidikan, terutama guru tentang apa yang harus mereka ajarkan. Kurikulum berbasis kompetensi juga membertahukan kepada para guru tentang apa yang harus mereka ajarkan, namun hal itu terfokus pada penggambaran tentang apa yang harus dilakukan siswa sebagai hasil belajarnya. Dengan perkataan lain, kurikulum sekarang memberithukan kepada guru tentang kompetensi-kompetensi apa yang harus dikembangkan oleh siswa, melalui proses pembelajarannya.
    • 27. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, fokus program pembelajaran di sekolah sudah bergeser dari guru dan apa yang harus mereka ajarkan kepada siswa dan apa yang akan mereka capai sebagai hasil belajarnya.
    • 28. Salah satu perangkat dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi yang pada kurikulum sebelumnya belum pernah dikembangkan adalah Kurikulum dan Hasil Beljar(KHB). KHB ini dikembangkan melalui 11 rumpun pelajaran dan pendidikan anak usia dini. Dalam KHB ini disajikan pernyataan-pernyataan kompetensi yang seharusnya dipahami, diketahui, dan dilakukan siswa sebagai hasil pembelajarannya. KHB menetapkan tingkat pencapaian prestasi siswa untuk setiap aspek rumpun pelajaran. Peningkatan (gradasi) pecapaian ini disebut level.
    • 29. Terdapat delapan level prestasi siswa yang bersekolah selama 14 tahun, termasuk TK dan RA atau tujuh level bagi siswa yang bersekolah selama 12 tahun tanp melalui TK dan RA.
    Level 0Selesai TK dan RALevel 1Selesai kelas II SD dan MI (akhir tahun ke-2)Level 2Selesai kelas IV SD dan MI (akhir tahun ke-4)Level 3Selesai kelas VI SD dan MI (akhir tahun ke-6)Level 4Selesai kelas II SMP dan MTs (akhir tahun ke-8)Level 4ASelesai kelas III SMP dan MTs (akhir tahun ke-9)Level 5Selesai kelas I SMA dan MA (akhir tahun ke-10)Level 6Selesai kelas III SMA dan MA (akhir tahun ke-12)<br />
    • Rentang waktu dalam level-level di atas adalah 2 tahun. Rentang waktu ini lebih pendek dari kompetensi tamatan jenjang TK & RA 2 tahun, jenjang SD & MI 6 tahun, jenjang SMP & MTs 3 tahun, serta jenjang SMA & MA 3 tahun. Rentang waktu yang lebih pendek ini bertujuan untuk memudahkan guru atau sekolah dalam mengetahui tingkat pencapaian siswa pada level tersebut.
    • 30. Dengan memahami kompetensi siswa lebih dini dalam rentang waktu yang lebih pendek, guru, orang tua, dan staf sekolah lainnya diharapkan dapat memberikan perbaikan-perbaikan sejak dini sebelum terlambat ketika siswa berada pada kelas terakhir untuk mencapai kompetensi tamatan dari suatu jenjang tertentu. Selain itu, penentuan level-level ini juga bermanfaat bagi kepala sekolah dalam menentukan guru-guru strategis pada setiap level.
    • 31. hal-hal yang tetap sama dengan kurikulum sebelumnya
    • 32. Dalam setiap reformasi pendidikan selalu terjadi perubahan-perubahan kecil di dalam materi pembelajaran. Perubahannya bisa terjadi dalam hal urutan, bisa juga terjadi penambahan atau pengurangan materi. Dalam kurikulum berbasis kompetensi, perubahan ini terjadi didalam beberapa mata pelajaran. Namun, dalam kurikulum berbasis kompetensi guru-guru umumnya akan menemukan bahwa mereka masih mengajarkan hal-hal yang sama. Materi pada hakikatnya sama walaupun beberapa usaha dilakukan untuk mengurangi jumlah materi dalam kurikulum yang selama ini dianggap terlalu padat.
    • 33. implikasi kurikulum berbasis kompetensi terhadap pembelajaran di kelas
    • 34. Hakikat kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dan hakikat penilaian kelas akan berubah karena tujuan dasar program pembelajaran telah berubah. Di masa lalu tujuan program pembelajaran adalah untuk mendapatkan hasil-hasil yang baik pada akhir semester, akhir tahun, dan atau pada ujian akhir. Sedangkan tujuan program pembelajaran sekarang adalah mengembangkan kompetensi-kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum sepanjang waktu persekolahan.
    • 35. penyesuaian dengan lingkungan setempat
    • 36. Semua pelaksana pendidikan yang bertanggung jawab untuk peningkatan mutu sekolah pada tingkat propinsi dan kabupaten atau kota dengan segala tugas dan kewenangan masing-masing harus dapat menjamin bahwa para siswa mencapai kompetensi-kompetensi yang telah di tetapkan dalam kurikulum berbasis kompetensi.
    • 37. Walau demikian, rincian program pembelajaran yang digunakan untuk meraih hal ini mungkin beragam antara sekolah satu dengan sekolah lainnya, antara propinsi satu dengan propinsi lainnya, dan antara kabupaten/kota satu dengan kabupaten/kota lainnya. Jumlah jam yang digunakan untuk setiap mata pelajaran, pendekatan pembelajaran, dan tugas-tugas penilaian dalam satu mata pelajaran juga dapat beragam.
    • 38. komponen kurikulum berbasis kompetensi
    Kerangka dasar kurikulum berbasis kompetensi terdiri atas lima komponen, yaitu:<br />1. kurikulum berbasis kompetensi<br />2. kurikulum dan hasil belajar<br />3. penilaian berbasis kelas<br />4. kegiatan belajar mengajar<br />5. pengelolaan kurikulum berbasis sekolah<br />Kelima komponen diatas diuraikan secara rinci dalam dokumen kurikulum berbasis kompetensi.<br />
    • pengertian istilah
    1. komponen lintas kurikulum<br />
    • Kompetensi lintas kurikulum merupakan kompetensi antar rumpun pelajaran dari kurikulum berbasis kompetensi dan merupakan pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan keterampilan hidup yang harus dimiliki. Kompetensi lintas kurikulum ini dikembangkan melalui 11 rumpun pelajaran dan rumpun pendidikan anak usia dini.
    2. kompetensi tamatan<br />
    • Merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu jenjang pendidikan tertentu.
    3. kompetensi rumpun pelajaran<br />
    • Kompetensi rumpun pelajaran merupakan pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang seharusnya dicapai setelah siswa menyelesaikan rumpun pelajaran tertentu.
    4. kompetensi dasar<br />
    • Kompetensi dasar merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran tertentu. Kompetensi adalah gambaran umum tentang apa yang dapat dilakukan siswa.
    5. hasil belajar<br />
    • Merupakan uraian untuk menjawab pertanyaan “apa yang harus digali, dipahami, dan dikerjakan siswa”. Hasil belajar ini merefleksikan keluasan, kedamaian, dan kompleksitas (secara bergradasi) dan digambarkan secara jelas serta dapat diukur dengan teknik-teknik penialain tertentu.
    6. indikator hasil belajar<br />
    • Indicator menjawab pertanyaan, “bagaimana kita dapat mengetahui bahwa siswa sudah dapat mencapai hasil pembelajarannya”. Indikator hasil belajar merupakan uraian kemampuan yang harus dikuasai siswa dalam berkomunikasi secara spesifik serta dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran.
    7. silabus<br />
    • Silabus merupakan uraian yang lebih rinci mengenai kompetensi dasar, hasil belajar, dan indicator hasil belajar. Uraian ini dijabarkan dalam bentuk langkah pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar, hasil belajar, dan indicator hasil belajar.
    • 39. Silabus berisikan komponen dasar yang dapat menjawab permasalahan mengenai:
    a. apa yang akan diajarkan<br />b. bagaimana cara mengajarkannya<br />c. bagaimana cara memenuhi target pencapaian hasil belajarnya<br />KRITERIA SEKOLAH PELAKSANA KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI<br />A. Kriteria sekolah<br />1. Taman kanak-kanak dan raudhatul athfal<br />
    • Jumlah siswa dalam satu kelas tidak lebih dari 25 orang
    • 40. Mendapat dukungan dari BP3/yayasan secara lisan atau tertulis
    • 41. Menggunakan berbagai buku referensi dalam kegiatan belajar mengajar
    • 42. Mendapat dukungan dari dinas pendidikan propinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota
    • 43. Kepala sekolah guru mempunyai keinginan untuk memahami dan menguasai kurikulum berbasis kompetensi
    • 44. Memiliki 1 orang guru yang berijazah SPGTK/DII PGTK/S1 PAUD
    2. Sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah<br />
    • Jumlah siswa dalam satu kelas tidak lebih dari 40 orang
    • 45. Mendapat dukungan dari BP3/komite sekolah/dewan sekolah/yayasan secara lisan atau tertulis
    • 46. Menggunakan berbagai buku referensi dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk buku paket
    • 47. Mendapat dukungan dari dinas pendidikan propinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota
    • 48. Kepala sekolah guru mempunyai keinginan untuk memahami dan menguasai kurikulum berbasis kompetensi
    • 49. Memiliki guru-guru yang aktif dikelompok kerja guru (KKG)
    • 50. Memiliki lebih dari 2 orang guru yang berijazah S1
    • 51. Memiliki seorang tenaga administrasi yang mampu membantu pengelolahan pelaksanaan kurikulum
    3. Sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah<br />
    • Jumlah siswa dalam satu kelas tidak lebih dari 40 orang
    • 52. Mendapat dukungan dari BP3/komite sekolah/dewan sekolah/yayasan secara lisan atau tertulis
    • 53. Menggunakan berbagai buku referensi dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk buku paket
    • 54. Mendapat dukungan dari dinas pendidikan propinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota
    • 55. Kepala sekolah guru mempunyai keinginan untuk memahami dan menguasai kurikulum berbasis kompetensi
    • 56. Memiliki sekurang-kurangnya 1 orang guru setiap bidang studi yang bekerja secara penuh dan memiliki kualifikasi (latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kemampuan) yang sesuai dengan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya
    • 57. Memiliki guru-guru yang aktif di musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
    • 58. Memiliki lebih dari 3 orang guru yang berijazah S1
    • 59. Memiliki sekurang-kurangnya 2 orang tenaga administrasi yang membantu pengelolaan administrative pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi
    4. sekolah menengah atas dan madrasah aliyah<br />
    • Jumlah siswa dalam satu kelas tidak lebih dari 40 orang
    • 60. Mendapat dukungan dari BP3/komite sekolah/dewan sekolah/yayasan secara lisan atau tertulis
    • 61. Menggunakan berbagai buku referensi dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk buku paket
    • 62. Mendapat dukungan dari dinas pendidikan propinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota
    • 63. Kepala sekolah guru mempunyai keinginan untuk memahami dan menguasai kurikulum berbasis kompetensi
    • 64. Memiliki lebih banyak guru yang berijazah S1
    • 65. Memiliki sekurang-kurangnya 1 orang guru setiap bidang studi untuk setiap jenjang kelas yang bekerja secara penuh dan memiliki kualifikasi (latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kemampuan) yang sesuai dengan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya
    • 66. Memiliki guru-guru yang aktif di musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
    • 67. Memiliki sekurang-kurangnya 3 orang tenaga administrasi yang membantu pengelolaan administrative pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi
    B. Kriteria Kepala Sekolah<br />
    • Kepemimpinan
    • 68. Memiliki wawancara dan tujuan yang jelas untuk perbaikan pendidikan.
    • 69. Memiliki gagasan pembaruan dan mampu mengakomodasi gagasan pembaruan lainnya.
    • 70. Memilki kemampuan dan memimpin dan mengelola sekolah.
    • 71. Memahami manajemen pengelolaan mutu berbasis sekolah untuk melaksanakan kurikulum berbasis kopetensi.
    • 72. Memiliki kemampuan mengelola penyelenggaraan pendidikan secara efektif dan efisien dengan adanya pembaruan kurikulum.
    • 73. Memiliki program,perencanaan,pengelola, dan penilaian secara jelas dalam melaksanakan kurikulum berbasis kopetensi.
    • 74. Memilki kemampuan untuk berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan kurikulum.
    • 75. Teknis Akademis
    • 76. Memenuhi criteria sesuai dengan standart pelayanan minimal (SPM)
    • 77. Memiliki kualifikasi pendidikan,pengalaman, dan kemampuan yang sesuai dengan jabatan.
    • 78. Memiliki tenaga pendidikan yang mampu menjabarkan kopetensi dasar menjadi silbus mata pelajaran.
    • 79. Mampu menjabarkan kopetensi dasar menjadi indicator dan criteria keberhasilan belajar.
    • 80. Mampu menyesuaikan kopetensi dasar dalam kurikulum dengan kebutuhan dan kondisi daerah sehingga terwujud pembelajaran yang berdiversifikasi.
    • 81. Mampu melakukan penilain kurikulum yang sedang dilaksanakan (penilaian berbasis kelas)
    • 82. PERAN TENAGA KEPENDIDIKAN
    • 83. Organisasi Pelaksanaan
    • 84. Tingkat Pusat
    • 85. Unsur manajemen
    • 86. Unsur manajemen terdiri atas Balitbang Diknas dan Ditjen Dikdsmen.
    • 87. Peran dan Tugas:
    • 88. Menyediaan perangkat dokumen kurikulum
    • 89. Menanggapi lapooran laporan dari dinas propinsi dan kabupaten/kota
    • 90. Menyelenggarakan pelatihan di tingkat pusat dan propinsi
    • 91. Mengembangkan Dokumen dan Kurikulum
    • 92. Mengadakan evaluasi terhadap keterlaksanaan kurikulum
    • 93. Memberikan saran dan kebijakan terhadap pengembangan dan pelaksanaan krikulum
    • 94. Unsur Akademis
    • 95. Unsur akademis terdiri atas : ahli materi dan ahli metedologi dari perguruan tinggi, penanggung jawab mata pelajaran ( Pusat Kurikulum ), dan guru.
    • 96. Unsur akademis bertugas :
    • 97. Mensosialisasikan kurikulum berbasis kompetensi sesuai ruang lingkup keahlian dan tugas masing-masing
    • 98. Memberikan pelayanan kepada Tim Perekayasa Kurikulum dan sekolah
    • 99. Menyelenggarakan workshop dan seminar
    • 100. Tingkat Propinsi
    • 101. Pelaksanaan dilakukan oleh tim propinsi yang terdiri atas : Kepala Dinas Pendidikan Propinsi (penanggung jawab), Kasubdin/Kepala Bidang (koordinator), ahli materi dan metodologi dari perguruan tinggi, dan Tim Perekayasa Kurikulum (TPK) yang bertugas membantu pembentukan dan pemberdayaan TPK kabupaten/kota.
    • 102. Tugas tim propinsi ini mendukung pelaksanaan di tingkat kabupaten/kota yang mencakup aspek manajemen dan akademis yaitu :
    • 103. Mengembangkan dan menjabarkan kompetensi dasar sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerah
    • 104. Menyusun silabus berdasarkan kompetensi dasar
    • 105. Memberikan pelayanan akademis kepada guru
    • 106. Melakukan pemantauan dan penilaian pelaksanaan kurikulum
    • 107. Tingkat Kabupaten/Kota
    • 108. Pelaksanaan dilakukan oleh Tim Kabupaten / Kota yang terdiri atas : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (penanggung jawab), Pengawas Sekolah, dan Komite Sekolah.
    • 109. Tugas Tim Kabupaten/Kota ini medukung pelaksanaan di tingkat kabupaten/kota, menjamin pembentukan tim pengembang kurikulum (TPK) tingkat kabupaten/kota, pengelolaan fasilitas (peralatan dan perlengkapan), keuangan, dan ketenagaan, mengkomunikasikan ke Dinas Pendidikan Propinsi, Balitbang, dan Ditjen Dikdasmen.
    • 110. Tingkat Sekolah
    • 111. Pelaksanaan dilakukan oleh Tim Sekolah yang terdiri atas : kepala sekolah (penanggung jawab), guru, orang tua siswa/BP3.
    • 112. Tim sekolah bertugas :
    • 113. Melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi
    • 114. Menjaga lingkungan sekolah yang mendukung terciptanya kegiatan belajar yang efektif
    • 115. Membuat laporan berkala tentang pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
    • 116. Dalam melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi, sekolah dapat meminta bantuan tenaga ahli kepada Tim Kabupaten/Kota, Tim Propinsi, atau Pergururan Tinggi setempat.
    Kepala Sekolah :<br />
    • Menjamin ketersediaan dokumen kurikulum yang dibutuhkan.
    • 117. Memberikan nasihat tentang kurikulum, umpamanya dalam menafsirkan.
    • 118. Mengatur jadwal pertemuan guru di sekolah.
    • 119. Mengatur jadwal pertemuan dengan orang tua siswa.
    • 120. Mengumpulkan, mencatat, dan memberikan umpan balik kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Propinsi dan Pusat.
    • 121. Mengadakan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
    Guru :<br />
    • Mempelajari dokumen kurikulum
    • 122. Menyusun program pembelajaran (termasuk silabus)
    • 123. Melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi di kelas
    • 124. Mengumpulkan dan berbagi gagasan dengan sesama guru
    • 125. Berbagi gagasan mengenai penilaian berbasis
    • 126. Mengumpulkan contoh-contoh pekerjaan siswa
    • 127. Menghadiri pertemuan di tingkat sekolah, Kota atau Kabupaten dan Propinsi
    • 128. Menyelesaikan tugas-tugas pemantauan dan penilaian yang diperlukan
    • 129. Orang Tua Siswa/ BP3/ Komite Sekolah
    • 130. Menghadiri pertemuan-pertemuan tingkat sekolah, Kabupaten/ Kota dan Propinsi
    • 131. Memberikan umpan balik lisan atau tertulis tentang proses pelaksanaan Kurikulum berbasis Kompetensi
    RINTISAN PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI<br />
    • Rintisan Pelaksanaan
    • 132. Rintisan Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dapat dilihat pada tabel berikut :
    • 133. Tahun KegiatanKe-1Juli 01 – Juni 02Ke-2Juli 02- Juni 03Ke-3Juli 03-Juni 04Rintisan Pelaksanaan (Pilot Mini)SD kelas I dan IV SMP kls 1SD Kls I,II,III dan IVSMP Kls I dan IISMA Kls ISD Kls I s.d VISMP Kls I s.d IIISMA Kls I dan IIPerluasan Rintisan Pelaksanaan Sekolah Pilot MiniSekolah SukarelaSekolah Perwakilan RegionalSD Kls I dan IVSMP Kls ISMA Kls ISD Kls I s.d VISMP Kls I s.d IISMA Kls I dan II
    • 134. Pemantauan dan Penilaian
    • 135. Pemantauan dan penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan kurikulum, apakah pelaksanaannya sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan, atau terjadi hambatan sehingga memerlukan perbaikan, dan juga untuk mengetahui apakah pelaksanaan sudah mencapai sasaran yang diharapkan.
    • 136. Hasil pemantauan dan penilaian berupa informasi sebagai bahan pengambilan keputusan. Informasi hasil pemantauan dan penilaian dari setiap tahapan ini dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi setempat dan dikirim ke pusat sebagai bahan untuk pengambilan keputusan tentang apa yang perlu dilakukan untuk menyempurnakan pelaksanaan kurikulum tahap berikutnya.
    • 137. Penyempurnaan Kurikulum dan Pelaksanaannya
    • 138. Informasi yang didapat dari hasil pemantauan dan penilaian di setiap propinsi selanjutnya diolah oleh Tim Pusat. Informasi yang berkaitan dengan teknis pengelolaan dan pelaksanaan ditindaklanjuti oleh Unsur Manajemen Pusat untuk dijadikan bahan kebijakan pelaksanaan tahap selanjutnya. Sedangkan informasi yang berkenaan dengan materi kurikulum akan ditindaklanjuti oleh Unsur Penyempurnaan Kurikulum sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan tahap berikutnya.
    PENUTUP<br />Kurikulum Berbasis Kompetensi ditujukan untuk menciptakan lulusan yang kompeten untuk membangun kehidupan diri, masyarakat, bangsa, dan negara. Kurikulum ini merupakan suatu sistem kurikulum nasional yang mengakomodasikan berbagai kebutuhan tingkat nasional, daerah, dan sekolah, serta dapat diperkaya untuk kepentingan global. Sebagai suatu sistem, Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan standar kompetensi nasional. Daerah dan sekolah menjabarkan standar tersebut ke dalam seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan, pengalaman belajar, materi pembelajaran, alokasi waktu, pengelolaan kelas, media dan sumber belajar, serta penilaian hasil belajar.<br />Keberhasilan pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi ditandai dengan perwujudan kebiasan berpikir dan bertindak peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah, dan di masyarakat. Kurikulum perlu dinilai secara berencana dan berkala untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi dalam pelaksanaannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, penilaian kurikulum dilakukan oleh berbagai komponen yang relevan.<br />

×