• Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
19,482
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
307
Comments
0
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PEMERIKSAAN FISIKABDOMENBy : Ns Anang Satrianto, S.KepProgram Studi D-3 KebidananSekolah Tinggi Ilmu KesehatanBanyuwangi2011
  • 2. TUJUAN PEMERIKSAAN ABDOMENMendapatkan atau mengidentifikasi tanda penyakitatau kelainan pada daerah abdomenDengan kata lain tujuan pemeriksaan abdomenadalah menjawab pertanyaan apakah terdapatkelainan organ yang terdapat pada daerah abdomen.
  • 3. ABDOMENSuatu rongga dalam badan di bawah diafragmasampai dasar pelvis. Namun demikian yangdimaksud dengan pemeriksaan fisis abdomenadalah pemeriksaan abdomen di bawah arkuskosta kanan kiri sampai daerah inguinal.
  • 4. PEMBAGIAN REGIONALAda berbagai cara untuk membagi permukaan dinding perutdalam beberapa regio : Dengan menarik garis tegak lurus terhadap garis medianmelalui umbilikus. dinding depan abdomen terbagi atas 4 daerah atau lazimdisebut : kuadran kanan atas, kuadran kiri atas, kuadran kiribawah, kuadran kanan bawah.
  • 5. Pembagian yang lebih rinci atau lebih spesifik yaitudengan menarik dua garis sejajar dengan garismedian dan dua garis transversal yaitu yangmenghubungkan dua titik paling bawah dari arkuskosta dan satu lagi yang menghubungkan kedua spinailiaka anterior superior (SIAS).Terbagi menjadi : Garis medium, Antara SIAS kanandan garis median, Antara SIAS kiri dan garis median,Pinggir dinding abdomen kanan, Pinggir dindingabdomen kiri, Antara 2 titik paling bawah arkuskosta, Antara SIAS kanan dan kiri
  • 6. BERDASARKAN PEMBAGIAN YANG LEBIHRINCI TERSEBUT PERMUKAAN DEPANABDOMEN TERBAGI ATAS 9 REGIO :1. Regio epigastrium2. Regio hipokondrium kanan3. Regio hipokondrium kiri4. Regio umbilikus5. Regio lumbal kanan6. Regio lumbal kiri7. Regio hipogastrium atau regio suprapubik8. Regio iliaka kanan9. Regio iliaka kiri
  • 7. 9 REGIO ABDOMEN
  • 8. SELAIN PETA REGIONAL TERSEBUTTERDAPAT BEBERAPA TITIK DAN GARISYANG SUDAH DISEPAKATI.Titik Mc Burney : titik pada dinding perut kuadrankanan bawah yang terletak pada 1/3 lateral dari garisyang menghubungakan SIAS dengan umbilikus. TitikMc Burney tersebut dianggap lokasi apendiks yangakan terasa nyeri tekan bila terdapat apendisitis.Garis Schuffner : garis yang menghubungkan titikpada arkus kosta kiri dengan umbilikus (dibagi 4) dangaris ini diteruskan sampai SIAS kanan yangmerupakan titik VIII. Garis ini digunakan untukmenyatakan pembesaran limpa.
  • 9. APPENDICULAR POINT
  • 10. PEMERIKSAAN ABDOMENInspeksiPalpasiPerkusiAuskultasi
  • 11. INSPEKSIINSPEKSI ABDOMEN ADALAH MELIHAT PERUT BAIK PERUTBAGIAN DEPAN MAUPUN BAGIAN BELAKANG (PINGGANG).INSPEKSI DILAKUKAN DENGAN PENERANGAN YANGCUKUP. INFORMASI YANG PERLU DIDAPATKAN ADALAH :1. Simetris2. Bentuk atau kontur3. Ukuran4. Kondisi dinding perut : kelainan kulit, vena,umbilikus, stria alba5. Pergerakan dinding perut
  • 12. SIMETRISDalam situasi normal dinding perut terlihat simetrisdalam posisi terlentang.Adanya tumor atau abses atau pelebaran setempatlumen usus membuat bentuk perut tidak simetris.Bila terlihat adanya gerakan peristaltik usus dapatdipastikan adanya hiperperistaltik dan dilatasisebagai akibat obstruksi lumen usus baik oleh tumor,perlengketan, strangulasi maupun hiperperistaltiksementara akibat skibala. 
  • 13. BENTUK DAN UKURANBentuk dan ukuran perut tergantung dari habitus,jaringan lemak subkutan atau intraabdomen danakibat kondisi otot dinding perut.Perut seorang atlet terlihat rata, kencang, simetris,terlihat kontur otot rektus abdominalis dengan sangatjelas.Pada keadaan starvasi bentuk dinding perut cekungdan tipis, disebut bentuk skopoid. Dalam situasi inibisa terlihat gerakan peristaltik usus. Abdomen yang membuncit dalam keadaan normaldapat terjadi pada pasien yang gemuk, perutmembuncit juga ditemukan pada keadaan patologis.
  • 14. ASCITES
  • 15. UMBILICAL HERNIA
  • 16. KELAINAN KULIT Perlu diperhatikan sikatriks akibat ulserasi pada kulit,operasi, luka tusuk. Pada tempat insisi operasi sering terdapat herniainsisialis. Kadang-kadang hernia insisialis begitu besardan menonjol sampai terlihat peristaltik usus. Garis-garis putih sering disebut striae alba yang dapatterjadi setelah kehamilan, pasien yang mulanya gemuk,bekas asites, dan sindrom Cushing. Pulsasi arteri dinding perut terlihat pada aneurisma aortaatau kadang pada pasien yang kurus, Pulsasi pada epigastrium pada pasien insufisiensi katuptrikuspidalis.
  • 17.  Pelebaran vena terjadi pada hipertensi portal. Pelebarandi sekitar umbilikus disebut kaput medusae yang terdapatpada sindrom Banti. Pelebaran vena akibat obstruksi vena kava inferiorterlihat sebagai pelebaran vena dari daerah inguinal keumbilikus, sedang akibat obstruksi vena kava superioraliran vena ke distal. Pada keadaan normal, aliran vena dinding perut di atasumbilikus ke kranial sedang di bawah umbilikus alirannyake distal.
  • 18. CAPUT MEDUSA
  • 19. PALPASI
  • 20. PALPASIPalpasi dinding perut sangat penting untukmenentukan ada tidaknya kelainan dalam ronggaabdomen.Perlu ditekankan di sini bahwa palpasimerupakan lanjutan dari anamnesis dan inspeksi.Perlu sekali diperhatikan apakah pasien adakeluhan nyeri atau rasa tidak enak pada daerahabdomen.
  • 21. BEBERAPA PERSYARATAN YANG HARUSDIPENUHI SEBELUM MELAKSANAKANPALPASI :1. Beritahu pasien bahwa dikter akan meraba danmenekan dinding perut2. Minta pasien memberitahukan apabila terdapat rasanyeri akibat penekanan tersebut. Bila mungkintanyalah seperti apa nyerinya3. Perhatikan mimik pasien selama palpasi dilakukan
  • 22. 1. Hindarkan pasien melihat perutnya sendiripada waktu dilakukan palpasi, bila perlu kakiditekuk sedikit sejak awal palpasi,2. Palpasi dilakukan secara sistematis dansedapat mungkin seluruh dinding perutterpalpasi. Sering terjadi daerah tengahdilupakan pada palpasi sehingga aneurismaatau tumor di daerah tersebut tidak terdeteksi,3. Ingatlah akan lokasi nyeri yang dikeluhkanoleh pasien, sehingga kita akan lebih hati-hatidalam melakukan palpasi,
  • 23. 1. Palpasi dilakukan dalam 2 tahap yaitu palpasipermukaan (superfisial) dan palpasi dalam(deep palpation),2. Palpasi dapat dilakukan dengan satu tangandapat pula dua tangan (bimanual) terutamapada pasien gemuk,3. Biasakanlah palpasi yang seksama meskipuntidak ada keluhan yang bersangkutan denganpenyakit traktus gastrointestinal,4. Pasien dalam posisi supine / telentang danganbantal secukupnya, kecuali bila pasien sesaknapas. Pemeriksa berdiri pada sebelah kananpasien, kecuali pada dokter yang kidal (lefthanded),
  • 24. PALPASI SUPERFISIALPalpasi tangan menonjol pada dinding perut.Umumnya penekanan dilakukan oleh ruasterakhir dan ruas tengah jari-jari, bukan denganujung jari.
  • 25. PALPASI SUPERFICIALBegin with lightpalpation. At this pointyou are mostly looking forareas of tenderness. Themost sensitive indicator oftenderness is the patientsfacial expression.
  • 26. Sangat berguna untuk menemukan nyeri tekan,tahanan otot, suatu massa dan organ superficialTindakan ini juga berguna untukmerelaksasikan pasienBila ada tahanan coba dibedakan apakahtahanan itu disengaja atau spasme otot yanginvolunter
  • 27. CARA UNTUK MEMBEDAKANPasien dalam keadaan relaksasiLakukan palpasi umum pada waktu ototrelaksasi, yakni saat ekspirasiPasien diminta untuk bernapas lewat mulut, bilatahanan perut disengaja oleh pasien makabiasanya tahanan akan berkurang.
  • 28. PALPASI DALAM Palpasi dalam dipakai untuk identifikasi kelainan / rasanyeri yang tidak didapatkan pada palpasi superfisial danuntuk lebih menegaskan kelainan yang didapat padapalpasi superfisial Yang terpenting adalah untuk palpasi organ secaraspesifik misalnya palpasi hati, limpa, ginjal. Palpasi dalamjuga penting pada pasien yang gemuk atau pasien denganotot dinding yang tebal.
  • 29. PALPASI DALAMProceed to deeppalpation aftersurveying theabdomenlightly.Try to identifyabdominal masses orareas of deeptenderness.
  • 30. Bertujuan menemukan massa dalam abdomenBila ditemukan suatu massa perhatikanlokasinya, ukuran, bentuk, konsistensi, nyeriatau tidak, mobilitas dan pulsasinyaMassa di abdomen dapat dikategorikan sebagaiinflamasi (divertikulitis kolon), fisiologis (uterushamil), vaskuler ( aneurisma aorta abdominalis),neoplasma (kanker kolon), obstruktif ( retensiurin atau usus yang berdilatasi), kelenjar getahbening para aorta.
  • 31. Bila palpasi dalam sukar dilakukan makalakukan palpasi dengan kedua tangan, tangankanan di permukaan perut, tangan kiri dipinggang kanan pasienTangan kiri menekan pinggang ke atas, tangankanan mencari dan merasakan massa heparPalpasi dengan satu tangan disebut cara manual,palpasi dengan dua tangan disebut carabimanual.
  • 32. REBOUND TENDERNESSThis is a test forperitonealirritation.Palpate deeply andthen quicklyreleasepressure.If it hurts morewhen you release,the patient hasreboundtenderness.
  • 33. PALPATION OF THE AORTAThe aorta is easilypalpable on mostindividuals.You should feel itpulsating with deeppalpation of thecentral abdomen.An enlarged aortamay be a sign of anaortic aneurysm.
  • 34. ANEURISMA AORTA
  • 35. PERKUSI
  • 36. PERKUSIPerkusi abdomen dilakukan dengan cara taklangsung, sama seperti pada perkusi di ronggatoraks tetapi dengan penekanan yang lebihringan dan ketokan yang lebih perlahan.
  • 37. BUNYI PERKUSI PADA ABDOMENBunyi Deskripsi LokasiTimpani Bunyi bernada lebih tinggidaripada resonanDi atas viscera yangterisi oleh udaraHiperresonan Nada antara timpanidengan resonanPada basal paru-parukiriResonan Nada moderat yang sama Di atas jaringan parudan kadang-kadangdi abdomen di atasorgan padatDullness Nada yang tinggi dansingkat dan sedikit resonan
  • 38. TUJUAN PERKUSI ABDOMEN1. Untuk konfirmasi pembesaran hati dan limpa,2. Untuk menentukan ada tidaknya nyeri ketok,3. Untuk diagnosis adanya cairan atau massapadat.
  • 39.  Membantu dalam menentukan apakah rongga abdomenberisi lebih banyak cairan atau udara. Keadaan normal suara perkusi abdomen adalah timpani,kecuali di daerah hati suara perkusinya adalah pekak. Hilangnya sama sekali daerah pekak hati danbertambahnya bunyi timpani di seluruh abdomen harusdipikirkan kemungkinan adanya udara bebas di dalamrongga perut, misalnya pada perforasi usus.
  • 40.  Dalam keadaan adanya cairan bebas di dalam ronggaabdomen, perkusi di atas dinding perut mungkin timpanidan di sampingnya pekak. Dengan memiringkan pasien ke satu sisi, suara pekak iniakan berpindah-pindah (shifting dullness). Suatu keadaan yang disebut fenomena papan catur(chessboard phenomenon) di mana pada perkusi dindingperut ditemukan bunyi timpani dan redup yang berpindah-pindah, sering ditemukan pada pasien peritonitistuberkulosa.
  • 41. SHIFTING DULLNESS
  • 42. AUSKULTASI
  • 43. AUSKULTASI ABDOMEN BERTUJUANUNTUK MENDENGARKAN :1. Suara peristaltik2. Suara pembuluh darah
  • 44. SUARA PERISTALTIK Dalam keadaan normal, suara peristaltik usus kadang-kadang dapat didengar walaupun tanpa menggunakanstetoskop, biasanya setelah makan atau dalam keadaanlapar. Jika terdapat obstruksi usus, suara peristaltik usus iniakan meningkat, lebih lagi pada saat timbul rasa sakityang bersifat kolik. Peningkatan suara usus ini disebutborborigmi.
  • 45.  Pada keadaan kelumpuhan usus (paralisis) misalnya padapasien pascaoperasi atau pada keadaan peritonitis umum,suara ini sangat melemah dan jarang bahkan kadang-kadang menghilang. Pada tahap lanjut dari obstruksi usus di mana usus sangatmelebar dan atoni. Dalam keadaan ini kadang-kadangterdengar suara peristaltik dengan nada yang tinggi.
  • 46. SUARA PEMBULUH DARAH Suara sistolik atau diastolik atau murmur mungkin dapatdidengar pada auskultasi abdomen. Bruit Sistolik dapat didengar pada aneurisma aorta ataupada pembesaran hati karena hepatoma. Bising vena (venous hum) yang kadang-kadang disertaidengan terabanya getaran (thrill), dapat didengar diantara umbilikus dan epigastrium. Pada keadaan fistula arteriovenosa intraabdominalkadang-kadang dapat didengar suara murmur.
  • 47. BRUITSIn addition to bowelsounds, abdominal bruitsare sometimes heard.Listen over the aorta,renal, and iliac arteries.Bruits confined to systoledo not necessarily indicatedisease. Dont be fooled bya heart murmurtransmitted to theabdomen.
  • 48. PEMERIKSAAN HATI
  • 49. PEMERIKSAAN HATI Pada inspeksi harus diperhatikan apakah terdapatpenonjolan pada regio hipokondrium kanan. Pada keadaanpembesaran hati yang ekstrim (misalnya pada tumor hati)akan terlihat permukaan abdomen yang asimetris antaradaerah hipokondrium kanan dan kiri. Secara anatomis organ hati yang terletak di bawahdiafragma kanan dan lengkung iga kanan akan bergerakke bawah sesuai inspirasi, sehingga bila uJung tepi hatimelewati batas lengkung iga akan dapat diraba.Dikatakan hati teraba bila ada sensasi sentuhan antarajari pemeriksa dengan pinggir hati.
  • 50. AGAR MEMUDAHKAN PERABAANDIPERLUKAN :1. Dinding usus yang lemas dengan cara kaki ditekuksehingga membentuk sudut 45 - 60º.2. Pasien diminta untuk menarik napas panjang3. Pada saat ekspirasi maksimal jari ditekan ke bawah,kemudian pada waktu inspirasi jari bergerak kekranial dalam arah parabolik.4. Diharapkan bila hati membesar akan terjadisentuhan antara jari pemeriksa dengan hati padasaat inspirasi maksimal.
  • 51.  Posisi pasien berbaring terlentang dengan kedua tungkaikanan dilipat agar dinding abdomen lebih lentur. Palpasi dikerjakan dengan menggunakan sisi palmarradial jari tangan kanan (bukan ujung jari) dengan posisiibu jari terlipat di bawah palmar manus. Lebih tegas lagi bila arah jari membentuk sudut 45 dengangaris median, ujung jari terletak pada bagian lateralmuskulus rektus abdominalis dan kemudian pada garismedian untuk memeriksa hati lobus kiri. Gerakan ini dilakukan berulang dan posisinya digeser 1 –2 jari ke arah lengkung iga. Penekanan dilakukan padasaat pasien sedang inspirasi.
  • 52. BILA ADA PALPASI KITA DAPAT MERABA ADANYAPEMBESARAN HATI, MAKA HARUS DILAKUKAN DESKRIPSISEBAGAI BERIKUT :1. Berapa lebar jari tangan di bawah lengkung iga kanan?2. Bagaimana keadaan tepi hati. Misalnya tajam pada hepatitisakut atau tumpul pada tumor hati?3. Bagaimana konsistensinya? Apakah kenyal (konsistensinormal) atau keras (pada tumor hati)?4. Bagaimana permukaannya? Pada tumor hati permukaannyateraba berbenjol.5. Apakah terdapat nyeri tekan. Hal ini dapat terjadi pada antaralain abses hati dan tumor hati. Selain itu pada abses hati dapatdirasakan adanya fluktuasi.
  • 53.  Pada keadaan normal hati tidak akan teraba pada palpasikecuali pada beberapa pada kasus dengan tubuh yangkurus (sekitar 1 jari). Terabanya hati 1 – 2 jari di bawah lengkung iga harusdikonfirmasi apakah hal tesebut memang suatupembesaran hati atau karena adanya perubahan bentukdiafragma (misalnya emfisema paru). Untuk menilai adanya pembesaran lobus kiri hati dapatdilakukan palpasi pada daerah garis tengah abdomen kearah epigastrium. Bentuk tepi hati yang teraba pada palpasi dapat ditelusurimulai dari sisi lateral lengkung iga kanan sampai denganepigastrium, sehingga bentuk proyeksinya pada dindingabdomen dapat digambar.
  • 54.  Batas atas hati sesuai dengan pemeriksaan perkusi batasparu hati (normal pada sela iga 6). Pada beberapa keadaanpatologis misalnya emfisema paru, batas ini akan lebihrendah sehingga besar hati yang normal dapat terabatepinya pada waktu palpasi. Perkusi batas atas dan batas bawah hati (perubahan suaradari redup ke timpani) berguna untuk menilai adanyapengecilan hati (misalnya pada sirosis hati). Suara bruit dapat terdengar pada pembesaran hati akibattumor hati yang besar.
  • 55. PALPASI HATI DILAKUKAN DENGANTIGA CARA
  • 56. TEKNIK MANUALMula-mula dilakukan pada daerah terjauh darihati (setinggi SIAS kanan)Jari-jari tangan pemeriksa dirapatkan,diletakkan sejajar terhadap arkus kostarum ( sisiradial jari menghadap arkus kostarum)Palpasi dilakukan dengan seluruh permukaanjari dan telapak tanganGerakan tangan disesuaikan dengan gerakanerut sewaktu inspirasi dan ekspirasi, makinlama makin ke atasSaat ekspirasi, tangan pemeriksa mengikutigerakan dinding abdomen yang bergerak kebawah
  • 57. Pada saat inspirasi dalam, hati akan terdorongke bawah oleh gerakan diafragmaPada saat itu tangan pemeriksa mendorong keatas, dan merasakan sentuhan dengan tepibawah hatiBila tepi hati tidak teraba, tangan digeser sedikitke arah kranial dan dilakukan palpasi sepertiyang dijelaskanDilakukan terus sampai akhirnya jari pemeriksamenyentuh arkus kostarum
  • 58. TEKNIK BIMANUALTangan kiri di bawah pinggang kanan pasien,sejajar iga XI dan XIITelapak tangan kanan pasien diletakkan di atasperut kanan pasien.Selanjutnya, tangan kiri pemeriksa mengangkatpinggang kanan pasien, sementara tangan kananpemeriksa meraba hati dengan cara yang samaseperti pada pemeriksaan manualPalpasi sebaiknya dilakukan dari distal abdomenmenuju proksimal, mendekati arkus kostarum.
  • 59. HOOKING TECHNIQUEBermanfaat terutama untuk memeriksa pasiengemukPemeriksa berdiri sebelah kanan dada pasiendengan posisi menghadap arah kaki pasienTempatkan kedua tangan pemeriksa di abdomenkanan bawah dibagian bawah redup hatiJari-jari tangan pemeriksa menekan ke dalamdan kemudian menarik ke arah arkus kostarum(seperti gerakan mengait) sewaktu pasienbernapas dalamBila hepar membesar, jari pemeriksa akan‘mengait’ saat pasien inspirasi dalam
  • 60. PEMERIKSAAN LIMPA Teknik palpasi limpa tidak berbeda dengan palpasi hati. Padakeadaan normal limpa tidak teraba. Limpa membesar mulai daribawah lengkung iga kiri, melewati umbilikus sampai regio iliakakanan. Seperti halnya hati, limpa juga bergerak sesuai inspirasi. Palpasi dimulai dari regio iliaka kanan, melewati umbilikus digaris tengah abdomen, menuu ke lengkung iga kiri. Pembesaranlimpa diukur dengan menggunakan garis Schuffner, yaitu garisyang dimulai dan diteruskan sampai di spina iliaka anteriorsuperior (SIAS) kanan. Garis tersebut dibagi menjadi 8 bagianyang sama. Palpasi limpa juga dapat dipermudah dengan memiringkanpasien 45 ke arah kanan (ke arah pemeriksa).
  • 61. Setelah tepi bawah limpa teraba, makadilakukan deskripsi sebagai berikut :Berapa jauh dari lengkung iga kiri pada garisSchuffner (S-I sampai dengan S-VIII)?Bagaimana konsistensinya? Apakah kenyal(splenomegali karena hipertensi portal) atau kerasseperti pada malaria?Untuk meyakinkan bahwa yang teraba adalahlimpa, harus diusahakan meraba insisuranya.
  • 62. BERBAGAI CARA PALPASI LIENManualBimanualModifikasi bimanualTeknik berdiri dengan manualTeknik middleton
  • 63. CARA MANUAL Pemeriksa berdiri sebelah kanan pasien Tangan kanan pemeriksa diletakkan di RLQ dekat denganSIAS, palpasi dengan sisi radial jari Ketika pasien ekspirasi, tangan pemeriksa menekan mulaidari daerah RLQ secara ringan Palpasi dilakukan dengan gerakan bertahap menuju arkuskostarum kiri Waktu inspirasi, lien akan terdorong ke bawah olehdiafragma, pada saat itu tangan pemeriksa mendorong kearah kranial sambil mencoba merasakan apakah terabaujung dari lien Bila tidak teraba, tangan pemeriksa sedikit digeser kekranial, mulai lagi pemeriksaan sesuai langkahsebelumnya
  • 64. BIMANUALtangan kiri pemeriksa diletakkan di punggungkiri bawah, dengan sedikitn mengangkatpunggung pasien tersebut. Tangan kanan padaRLQ. Selanjutnya pemeriksaan dilakukan samaseperti cara manual.Modifikasi Bimanualmiringkan pasien pada sisi kanan badannya,pemeriksaan dilakukan seperti teknik bimanualTeknik berdiri dengan manualpasien diminta agar berdiri. Pemeriksaandilakukan sama seperti cara manual
  • 65. TEKNIK MIDDLETON
  • 66. PEMERIKSAAN GINJAL Ginjal terletak pada daerah retroperitoneal sehinggapemeriksaan harus dengan cara bimanual. Tangan kiri diletakkan pada pinggang bagian belakangdan tangan kanan pada dinding abdomen di ventralnya. Pembesaran ginjal (akibat tumor atau hidronefrosis) akanteraba di antara kedua tangan tersebut, dan bila salahsatu tangan digerakkan akan teraba benturannya ditangan lain. Fenomena ini dinamakan ballotement positif.Pada keadaan normal ballotement negatif.
  • 67. DIKENAL 2 TEKNIK PALPASIGINJAL DENGAN TUJUAN MENCARIBALLOTEMENTCara manualPemeriksa melakukan gerakan menekan berulang-ulang pada daerah lokasi ginjalPrinsipnya yakni massa yang dapat bergerak bebasakan terangkat naik, sehingga dapat terabapemeriksa
  • 68. CARA BIMANUALUmum dilakukanUntuk menentukan ginjal kiri, tangan kiripemeriksa ada dibawah pinggang kiri pasien,tangan kanan pemeriksa pada LUQ, sedikit dibawah arkus kostarumJari-jari tangan kiri mendorong ke atas,sedangkan jari-jari tangan kanan sudah siapmenerima impulsBila menerima impuls, disebut ballotementpositif, sugestif adanya ginjalHal yang sama dilakukan juga pada ginjaltangan ( tangan kiri di bawah, kanan di atas)
  • 69. PEMERIKSAAN ABDOMEN BAGIANBAWAH Adanya akumulasi gas pada saluran cerna dapat terlihatdalam bentuk perut yang membuncit di mana padaperkusi terdengar timpani. Kolon yang terisi feses dapat teraba pada palpasi. Yangrelatif mudah teraba pada palpasi adalah kolon asendendan desenden pada regio lumbal kanan dan kiri dan lebihmudah bila diperiksa secara bimanual. Tumor kolon dapat teraba sebagai massa yang dapatdigerakkan relatif secara bebas.
  • 70.  Pada auskultasi harus dinilai bising usus yangditimbulkan oleh gerakan udara dan air dalam lumenakibat peristaltik. Dalam keadaan normal bising usus terdengat lebihkurang 3 kali / menit. Pada keadaan inflamasi usus, bisingusus akan lebih sering terdengar. Pada keadaan ileus obstruktif, bising usus mempunyainada yang tinggi seperti bunyi metal. Sedangkan padaileus paralitik, bising usus menjadi jarang, lemah dandapat menghilang sama sekali. Borborgmi adalah bising usus yang sering dan tidakjarang dapat langsung didengar tanpa stetoskop.
  • 71. PEMERIKSAAN PERINEUM Pemeriksaan abdomen akan lengkap dengan pemeriksaanperineum dan colok dubur. Untuk pemeriksaan ini pentingdijelaskan terlebih dahulu pada pasien tentang tujuan danmanfaatnya. Pasien berbaring dalam posisi lateral dekubitus kiridengan kedua lutut terlipat ke arah dada. Pemeriksaanmemakai sarung tangan. Dengan penerangan cahaya yang adekuat, bokong kananpasien ditarik ke atas dengan menggunakan tangan kiripemeriksa sehingga kita dapat melakukan inspeksiperineum dengan baik. Adanya hemoroid eksterna atau interna yang prolaps,fisura ani, ataupun tumor dapat dinilai dengan baik.
  • 72. PEMERIKSAAN COLOK DUBUR
  • 73. PEMERIKSAAN COLOK DUBUR Pasien dalam posisi berbaring miring ke kiri (lateraldekubitus kiri) dengan fleksi pada kedua tungkainya padadaerah lutut. Pemeriksaan dilakukan dengan memakai sarung tangan.Oleskan jari telunjuk tangan kanan yang telah memakaisarung tangan dengan jeli atau vaselin. Oleskan pula padaanus pasien. Beritahu pasien bahwa kita akanmemasukkan jari ke dalam anus. Letakkan bagian palmar ujung jari telunjuk kanan padatepi anus dan secara perlahan tekan agak memutarsehingga jari tangan masuk ke dalam lumen anus.Tentukan tonus sfingter ani.
  • 74.  Masukkan lebih dalam secara perlahan-lahan sambilmenilai apakah terdapat spasme anus (misalnya padafisura ani), massa tumor, rasa nyeri, mukosa yang terabaireguler, hemoroid, pembesaran prostat pada laki-laki ataupenekanan dinding anterior oleh vagina / rahim padawanita. Kelainan yang ditemukan di daerah rektum ditentukanlokasinya dengan membandingkan terhadap angka sebuahjam, yaitu titik yang paling ventral terhadap pasien adalahtepat angka 12, yang paling dorsal adalah angka 6, angka3 dan 9 masing-masing untuk titik yang paling lateral dikiri dan kanan pasien. Pada perabaan prostat pinggir ataskanan dan kiri, tentukan konsistensi dan kesan nyeri padaperabaan.
  • 75.  Pada waktu jari telunjuk sudah dikeluarkan dari anus,perhatikan pada sarung tangan apakah terdapat darah,lendir, ataupun bentuk feses yang menempel. Pada akhirpemeriksaan colok dubur jangan lupa membersihkandubur pasien dari sisa jeli / kotoran dengan menggunakankertas toilet.
  • 76. POSITION OF THE FINGER
  • 77. END OF SESSIONTHANX FOR YOUR ATTENTION