konfigurasi web server
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

konfigurasi web server

on

  • 303 views

konfigurasi WEB SERVER di debian 5

konfigurasi WEB SERVER di debian 5

Statistics

Views

Total Views
303
Views on SlideShare
303
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

konfigurasi web server konfigurasi web server Document Transcript

  • BAB X Konfigurasi Debian 4 (Etch) Web Server Tujuan : Melakukan instalasi konfigurasi serta membuat Web Server pada server Debian
  • BAB X Web Server A. Pendahuluan Web atau World Wide Web (www) merupakan salah satu layanan internet yang paling populer. Bisa dikatakan, web adalah “wajahnya internet”. Berbagai hal dapat ditampilkan di halaman web. Mulai dari text, gambar, video, music dan sebagainya. Protokol bernama HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) bertanggung jawab menangani proses komunikasi antara client web dan server web. Web Server adalah software server yang menjadi tulang belakang dari World Wide Web (WWW). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti netscape navigator, Internet Explorer, modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu dan kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data ini mempunyai format yang standar disebut dengan format SGML ( Standard General Markup Language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser itu. Contohnya ialah bila data yang dikirim berupa data gambar, browser yang hanya mampu menampilkan text (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkannya dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja. Web Server, untuk berkomunikasi dengan clientnya (web browser) mempunyai protokol sendiri yaitu HTTP (HyperText Transfer Protocol). Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan clientnya (browser) dapat saling dimengerti dan lebih mudah. Seperti telah dijelaskan diatas, Standar format data pada World Wide Web adalah SGML. Tapi sudah menjadi hal yang umum bahwa para pengguna internet lebih banyak menggunakan format HTML (HyperText Markup Language) karena penggunaannya yang lebih sederhana dan mudah dipelajari. Kata HyperText mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet dengan web browsernya dapat membuka dan mambaca dokumen-dokumen yang ada dalam komputernya atau bahkan komputer yang jauh tempatnya sekalipun. Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web 78
  • BAB X Web Server server ke webclient lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya. Untuk membuat sebuah web server, maka kita akan menemukan berbagai macam persoalan, dimulai dari pemilihan software web browser yang manayang paling sesuai kebutuhan, apa spesifikasi hardware yang dibutuhkan, bagaimana kondisi interkoneksi jaringan internet yang ada, dan lain sebagainya. Belum lagi termasuk bagian pembuatan halaman-halaman webnya, mau menggunakan format apa (HTML, SGML, PHP, PHP3, CGI, dan lain-lain). Hal yang paling utama dalam proses pembuatan Web Server adalah memilih software mana yang akan digunakan sebagai web server kita.Untuk itu, perlu adanya beberapa pertimbangan sebagai berikut : 1. Komersial lawan Freeware (software gratis). 2. Kemudahan instalasi 3. Kemudahan mengonfigurasi 4. Kemudahan untuk menambah atau mengubah periferalnya. 5. Kemampuan software. 6. Besar ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan file-file minimal yang dibutuhkan agar software berfungsi dengan baik 7. Prospek software tersebut dimasa yang akan datang 8. Performasi dan konsumsi sumber daya yang digunakan software itu. 9. Fasilitas apa yang mampu didukung software itu. 10. Dukungan Teknis (mempunyai site-site atau mailis untuk bertanya bila terjadi masalah). 11. Dukungan Platform (jenis sistem operasi apa saja yang dapat menjalankan software tersebut) 12. Dukungan terhadap third party (Apakah software ini dapat ditambahkan software tambahan sebagai pelengkap) Kita akan belajar membangun web server menggunakan Apache (http://apache.org). Apache memerlukan DNS server. Proses resolve (konversi) hostname menjadi IP Address dilakukan oleh DNS server. Banyak sekali software web server yang berada di internet. Dengan berdasarkan pada beberapa macam pertimbangan, maka dapat dipilih software mana saja yang cocok dengan kebutuhan kita.Misalnya : Kita memasang web server untuk keperluan suatu perusahaan jasa internet (ISP ), maka pertimbangan yang harus diambil adalah apakah mereka menginginkan software yang gratis atau komersial. Keuntungan dari software komersial adalah mereka punya dukungan teknis dan 79
  • BAB X Web Server dokumentasi yang lengkap, sedang pada kebanyakan software gratis tidak punya. Namun ada juga software gratisan yang mempunyai dukungan teknis dari pembuatnya dan dengan dokumentasi yang lengkap. Salah satu software web server gratisan seperti itu adalah Web server Apache. Apache web server mendukung penambahan modul-modul. Diantara modul yang sering dipakai adalah modul PHP. PHP (Personal Homep Page Tool) adalah salah satu jenis aalat yang digunakan untk membuat halaman web anda menjadi lebih menarik, lebih aman, dan lebih dinamik. Pada dasrnya PHP miirip dengan bahsa script yang lainnya seperti asp, Javascript , Visual BASic atau yang lainnya, namun keuntungannya adalah pada PHP tidak diperlukan tambahan pada sisi webclient seperti halnya Javascript dan Visual Basic script, sehingga lebih luas penggunaannya. B. Instalasi Untuk melakukan instalasi apache2 lakukan dengan perintah: zhanzz:/home/nanda# apt-get install apache2 C. Konfigurasi Beberapa file konfigurasi yang harus kita perhatikan adalah: 1. file /etc/apache2/sites-available/default 2. file /etc/apache2/apache2.conf D. Redirect Link Defaultnya ketika kita memanggil alamat http://localhost di web server, maka Apache akan me-redirect http://localhost tersebut ke direktori /var/www/apache2-default/ dan menampilkan halaman yang ada di direktori tersebut. Sebaiknya fungsi redirect tersebut harus kita non-aktif- kan. Untuk me-non-aktif-kan fungsi redirect tersebut, edit file /etc/apache2/sites-available/default dengan perintah : zhanzz:/home/nanda# nano /etc/apache2/sites-available/default dan berikan tanda komentar (#) pada baris yang berisi: # RedirectMatch ^/$ /apache2-default/ atau konfigurasi di sesuaikan dengan gambar di bawah ini 80
  • BAB X Web Server E. Buat Website Sebelum melakukan pengujian. Sebaiknya kita membuat sebuah website sederhana. Untuk kemudian memastikan bahwa konfigurasi web server yang dilakukan sebelumnya sudah benar. Secara default webserver mempunyai directory tersendiri untuk menyimpan file – file web yang akan di tampilkan. Untuk kesempatan kali ini, directory yang dipakai ialah “/var/www/”. Dan untuk melakukan pembuatan website, ikuti langkah – langkah berikut ini : Buat suatu file di direktori /var/www bernama index.html Buatlah file tersebut dengan perintah berikut : zhanzz:/home/nanda# nano /var/www/index.html Pada halaman kosong tersebut isilah file tersebut dengan script HTML sederhana berikut <HTML> <TITLE> Web Saya Di Debian </TITLE> <BODY bgcolor=”blue”> <marquee> <font face=”verdana” size=30px> Selamat Datang Di Website Ini </font> </marquee> </BODY> </HTML> 81
  • BAB X Web Server F. Pengujian Setiap kali anda melakukan proses editing terhadap file konfigurasi, pastikan anda selalu melakukan restart terhadap setiap service yang bersesuian. Sebagai catatan, sebaiknya lakukan konfigurasi sedikit-demi-sedikit kemudian lakukan proses restart. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kegagalan service akibat kesalahan konfigurasi.lakukan pengujian dapat dilakukan dengan browsing ke DNS yang telah dibuat dengan Web Browser. 82