Ilmu sharafuntukpemula

4,957 views

Published on

0 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,957
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
765
Comments
0
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ilmu sharafuntukpemula

  1. 1. Judul Buku : Ilmu Sharaf Untuk PemulaPenulis : Abu Razin & Ummu RazinEditor : Ahmad ZawawiPenerbit : Maktabah www.arabic.web.idDesain Sampul & Layout : Abu RazinJumlah Halaman : 114 HalamanBidang Ilmu : Ilmu Bahasa Arab - PemulaIlmu Sharaf Untuk Pemula, Maktabah www.arabic.web.idCetakan I.Oktober 2010. Diperbolehkan bahkan dianjurkan memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun dengan atau tanpa izin penerbit dengan tetap mencantumkan sumber. Mohon koreksi jika ditemukan kesalahan dalam karya kami. Koreksi dan saran atas karya kami silahkan buka www.arabic.web.id
  2. 2. “Teruntuk putera pertama kami tercinta, RazinAbdilbarr.. Semoga Allah memberkahi hidup mu dan senantiasa menaungi hari mu denganrahmat-Nya agar kau tumbuh dewasa dan kelakmenjadi anak yang shalih dan bermanfaat untuk Islam dan muslimin“Abu Razin Al Batawy & Ummu Razin Al Jawiyah
  3. 3. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Kata PengantarSegala puji hanya bagi Allah, Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah atas Rasulullah, parakeluarga nya, dan para pengikut nya yang setia sampai akhir zaman.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:”Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamumemahaminya.” (Yusuf : 2)Al Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, maka untuk memahaminya tentu diperlukan kemampuanbahasa Arab. Dalam hal ini, mempelajari bahasa Arab adalah sesuatu yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena tidak mungkin kita bisa memahami al-Qur’an dengan baik tanpa pemahaman bahasaArab yang baik pula. Belum lagi mutiara sunnah Rasulullah Shallaallahu ’alaihi wasallam serta ribuankarya ulama islam disusun dengan bahasa Arab. Maka patutlah bagi kita kaum muslimin untukbersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Arab di tengah fitnah dunia yang begitu melenakan.Betapa banyak kaum muslimin yang lebih ridha menyisihkan waktunya, menghabiskan uangnya untukbiaya kursus, membeli bukunya, mengikuti tes-tesnya untuk bahasa Inggris tetapi di saat yang sama takada waktu, tak punya uang, tak ada buku, tak ada tempat belajar yang dekat, sudah terlalu tua, untukbahasa Arab.Buku yang berjudul ”Ilmu Sharaf Untuk Pemula” ini sesuai judulnya memberikan penjelasan dasarseputar ilmu sharaf; salah satu ilmu yang sangat penting untuk dikuasai untuk memahami bahasa Arab.Dengan ilmu ini, kita dapat mengetahui aturan perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya.Buku ini diharapkan menjadi pegangan awal sebagai batu loncatan untuk menempuh tingkatanselanjutnya.Buku ini disusun dengan bahasa serta materi yang disederhanakan dengan harapan dapatmempermudah orang-orang yang baru belajar bahasa arab dalam memahaminya. Buku ini jugadilengkapi dengan ”rumus sakti”; sebuah cara cepat memahami ilmu sharaf dalam waktu yang relatif i
  4. 4. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAsingkat. Tidak lupa pula kami tambahkan contoh penerapan yang aplikatif disertai latihan yang kamiambil langsung dari Al Qur’an.Dalam proses penyusunan buku ini, kami telah menguji coba metode yang kami terapkan dalam buku inikepada beberapa orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda; mahasiswa, pegawai kantoran,sampai dosen yang umumnya lulusan sekolah umum. Hasilnya, alhamdulillah mereka dapat menguasaimateri dasar ilmu sharaf ini rata-rata hanya dalam delapan pertemuan (masing-masing 90 menit). Tidakpercaya? Silahkan dibuktikan. Namun, perlu disadari ini hanyalah awal dari perjalanan panjang antumdalam menguasai bahasa Arab. Karena selain ilmu sharaf, antum juga harus menguasai ilmu nahwu.Sehingga dibutuhkan komiten dan kesabaran sampai antum betul-betul menguasainya. Metode secepatapapun yang diberikan tak kan ada gunanya jika tidak dibarengi dengan komitmen dan niat tulus antum.Kebanyakan orang-orang yang ”gugur” dalam belajar bahasa arab adalah orang-orang yang tidakkonsisten dan memiliki niat yang setengah-setengah. Maka jauhilah sifat yang seperti itu. Terakhir,namun tidak kalah pentingnya, antum membutuhkan bimbingan guru dalam mempelajari ilmu bahasa,termasuk bahasa Arab.Ucapan terima kasih untuk yayah Syahrudin dan emak Maemunah yang terus mendoakan kebaaikankepada kami berdua. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada mas Andy Abu Thalib dan BangAthoilah, serta Akhy Ahmad Zawawi yang sudah bersedia mengkoreksi materi buku ini. Kemudiankepada ukhti Awis yang mengoreksi penggunaan tata bahasa dalam buku ini. Tidak lupa pula untukikhwan dan akhowat halaqah bahasa Arab Madrasah 78: fian, ijul, ibad, fadhli, ibnu, madi, wawan,manda, leonny, marianah, nana, siti, serta ikhwah yang lain yang begitu semangat dalam mempelajaribahasa Arab. Sungguh semangat antum sangat mendorong kami untuk menyelesaikan buku ini.Kami menyadari bahwa tulisan kami ini jauh dari sempurna. Kami sangat terbuka dan mengharapkansaran dan kritik dari pembaca sekalian. Akhir kata, kami berharap agar buku ini dapat bermanfaat bagikaum muslimin dan semoga Allah menerima amal kami ini di sisi-Nya. Diselesaikan pada hari Jum’at yang penuh barakah, Jakarta, 22 Oktober 2010. Khairul Umam, ST & Lailatul Hidayah ii
  5. 5. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Daftar IsiKATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………. iDAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………… iiiBAB I PENGANTAR ILMU BAHASA ARAB .................................................................................. 1 1.1 Mengenal Ilmu Bahasa Arab ...................................................................................................... 1 1.2 Unsur Penyusun Kalimat ............................................................................................................ 3BAB II ILMU SHARAF...................................................................................................................... 15 2.1 Mengenal Ilmu Sharaf ................................................................................................................ 15 2.2 Istilah Dasar Ilmu Sharaf............................................................................................................ 16 2.3 Makna Dasar Setiap Bentuk Kata ............................................................................................... 18 2.4 Jenis Tashrif............................................................................................................................... 19 2.5 Wazan-wazan Tashrif................................................................................................................ 21 2.6 Bagan Ilmu Sharaf .................................................................................................................... 22 2.7 Tabel Wazan Tashrif .................................................................................................................. 23BAB III TSULATSY MUJARRAD .................................................................................................... 25 3.1 Mengenal Tsulatsy Mujarrod ..................................................................................................... 25 3.2 Perbandingan Wazan Tashrif Tsulatsy Mujarrod ........................................................................ 27 3.3 Tashrif Ishtilahy Tsulatsy Mujarrad............................................................................................ 33BAB IV TSULATSY MAZID ............................................................................................................. 38 4.1 Mengenal Tsulatsy Mazid ......................................................................................................... 38 4.2 Tashrif Ishtilahy Tsulasy Mazid ................................................................................................ 40BAB V TASHRIF LUGHAWI ............................................................................................................ 49 5.1 Mengenal Tashrif Lughawi ........................................................................................................ 49 5.2 Wazan Tashrif Lughawy ............................................................................................................ 49BAB VI CONTOH TASHRIF LENGKAP .......................................................................................... 65 6.1 Contoh Tashrif Lengkap Tsulatsy Mujarrad ............................................................................... 65 6.2 Contoh Tashrif Lengkap Tsulatsy Mazid .................................................................................... 71BAB VII Latihan Tashrif dari Al Quran............................................................................................... 79 7.1 Latihan Tashrif Tsulatsy Mujarrod ............................................................................................. 79 7.2 Latihan Tashrif Tsulatsy Mazid .................................................................................................. 87REFERENSI……………………………………………………………………………………………. 99LAMPIRAN……………………………………………………………………………………………. 100 iii
  6. 6. Bab IPengantar Ilmu Bahas Arab
  7. 7. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA BAB I PENGANTAR ILMU BAHASA ARAB1.1 Mengenal Ilmu Bahasa ArabIlmu Bahasa Arab adalah:“Kaidah-kaidah untuk mengetahui bentuk kata-kata bahasa arab serta keadaannya baik dalam bentuktunggal maupun dalam susunan kalimat.”1Ini adalah pengertian bahasa arab secara umum yang telah mencakup definisi ilmu nahwu dan ilmusharaf. Terkadang ilmu sharaf dianggap bagian dari ilmu nahwu. Namun dengan melihat fokus utamapembahasan nya, ilmu nahwu dan ilmu sharaf dianggap dua ilmu yang terpisah; dimana ilmu nahwumembahas susunan dan kondisi kalimat, adapun ilmu sharaf membahas perubahan kata dari satubentuk ke bentuk yang lain.Ilmu nahwu lebih fokus kepada bagaimana suatu kalimat itu disusun serta aturan-aturan yang terkaitdengannya seperti harakat, letak kata, dan bentuk kata yang tepat sehingga suatu kalimat dapatdipahami dengan mudah. Contohnya kalimat: (Zaid telah duduk)Kata “ٌ ” memiliki harakat dhammatain. Pemberian harakat ini tidak dilakukan dengan sembaranganmelainkan ada aturan yang baku mengenai hal tersebut. Seseorang tidak bisa serta merta memberikanharakat dhammah, kasrah, kasratain tanpa melihat kondisi kalimat yang ada. Kemudian kata “ٌ ” yangmerupakan subjek lebih diakhirkan ketimbang kata kerja “ ” padahal dalam tata bahasa Indonesia,1 Qawaidul Lughatil ‘Arabiyyah (hal. 6) 1
  8. 8. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAsubjek lebih didahulukan daripada predikat (kata kerja). Kemudian dari sisi pemilihan kata kerja sendiri,ada aturan khusus tentang hal tersebut. Contohnya ketika yang duduk seorang wanita, maka kata kerjayang digunakan menjadi: (Hindun telah duduk)Semua hal di atas dibahas secara terperinci dalam ilmu nahwu. Adapun ilmu sharaf tidak membahas haltersebut, melainkan lebih fokus kepada aturan perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk yang lain.Ilmu sharaf membahas bagaimana kata “ ” berubah menjadi “ ” dan bentuk yang lainnya.Contohnya jika yang duduk adalah “kami” maka kata kerjanya berubah menjadi “ ”. Perubahankata ini beserta rumus-rumus perubahannya dibahas secara mendalam di ilmu sharaf.Ilmu nahwu dan sharaf sangat penting untuk dikuasai bagi orang-orang yang ingin memahami bahasaarab. Oleh karena itu lah ilmu nahwu dan ilmu sharaf disebut dengan ilmu alat; yakni alat untukmemahami kalimat bahasa arab. Ilmu nahwu dan sharaf adalah kunci untuk membuka gudang ilmuIslam. Benarlah perkataan seorang penyair: Ilmu Nahwu adalah hal pertama yang paling utama untuk dipelajari …. Karena kalimat tanpanya, tak dapat dipahami 2
  9. 9. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA1.2 Unsur Penyusun KalimatPerhatikan contoh kalimat berikut ini: (Zaid sedang pergi ke sekolah)Kalimat di atas memiliki tiga unsur penyusun: 1. Fi’il (kata kerja) 2. Isim (kata benda) 3. Huruf Arab yang memiliki maknaUntuk kasus di atas, “ ”adalah fi’il, “ ”dan “ ” adalah isim, dan “ ”(ke) adalah huruf.Sekarang, mari kita bahas secara singkat istilah-istilah yang telah disebutkan di atas.1.2.1 Fi’il ( )1.2.1.1 Mengenal Fi’ilAl Fi’lu atau biasa disebut fi’il secara bahasa memiliki makna perbuatan atau kata kerja. Sedangkandalam ilmu nahwu, fi’il adalah kata yang menunjukkan suatu makna yang ada pada zatnya serta terkaitdengan waktu. Fi’il itu ada tiga: 1. Fi’il Madhy ( ) 2. Fi’il Mudhori’ ( ) 3. Fi’il Amar ( ) 3
  10. 10. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Contoh:Penjelasan:  Fi’il Madhy adalah kata kerja untuk masa lampau yang memiliki arti telah melakukan sesuatu. Contohnya: (telah berdiri) atau (telah duduk).  Fi’il Mudhari’ adalah kata kerja yang memiliki arti sedang melakukan. Contohnya: (sedang berdiri) atau (sedang duduk). Bentuk kata kerja lain seperti kata kerja akan datang, kata kerja yang sedang terjadi pada masa lampau, dan bentuk kata kerja lain didapat dari bentuk fi’il mudhari’ yang ditambahkan huruf atau kata tertentu.  Fi’il Amar adalah kata kerja untuk perintah. Contohnya: (bangunlah!) atau (duduklah!).1.2.1.2 Pengelompokan Fi’ilKata kerja dalam bahasa arab bisa dikelompokkan sesuai dengan beberapa tinjauan pengelompokannya.Berikut ini beberapa pengelompokan fi’il yang harus diketahui:1. Fi’il Lazim ( ) dan Fi’il Mutaaddy ( )Ditinjau pada kebutuhannya akan objek, fi’il dibagi menjadi yang butuh objek yaitu fi’il mutaaddy(transitif) dan tidak butuh objek yaitu fi’il lazim (intransitif). Contoh fi’il mutaaddy adalah menolong( ), melihat ( ) dan contoh fi’il lazim adalah pergi ( ) dan duduk ( ). 4
  11. 11. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA2. Fi’il Bina Shahih dan Fiil Bina MutalDitinjau dari huruf penyusunnya, fi’il dibagi menjadi dua yaitu; fi’il shahih dan fi’il mutal. Fiil Shahihadalah fi’il yang huruf penyusunnya terbebas dari huruf ‘illat. Sebaliknya fi’il mu’tal adalah fi’il yanghururf penyususnnya mengandung minimal salah satu dari tiga huruf illat yaitu alif, waw, dan ya baikpada awal, tengah dan akhir kata. Contoh fi’il mutal adalah menjadi ( ), melempar ( ), takut( ), menjauhi ( ). Fi’il mutal ini memiliki tashrif yang sedikit lebih rumit karena susunanhurufnya seakan tidak mengikuti wazan . Silahkan bandingkan dengan maka kita dapatibahwa dari segi susunan hurufnya seperti tidak sama. Lain halnya dengan fi’il shahih semisal danbandingkanlah dengan dimana kedua kata ini sama-sama tersusun dari tiga huruf yang berbarisfathah ketiganya. Oleh karena fi’il mutal amat beraneka ragam jenisnya dan lebih rumit tashrifnya,maka penulis hanya akan membahas tashrif untuk fi’il yang shahih saja, insya Allah. 5
  12. 12. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA1.2.2 Isim ( )Isim secara bahasa memiliki arti “yang dinamakan” atau “nama” atau “kata benda”. Sedangkan menurutulama nahwu, isim adalah kata yang menunjukkan suatu makna yang ada pada zatnya akan tetapi tidakberkaitan dengan waktu.Isim terbagi dalam beberapa jenis yang bisa dikelompokkan sesuai dengan kelompoknya. Misalnya isimberdasarkan jenis, jumlah, bentuk, dan sebagainya. Karena isim banyak sekali, maka kita tidakmembahasnya secara lengkap disini. Hanya beberapa jenis isim yang berkaitan erat dengan ilmu sharafyang akan dibahas di buku ini. Beberapa contoh kata yang termasuk jenis isim:  artinya Zaid (isim ‘alam: nama orang)  artinya ini (isim isyarah: kata tunjuk),  artinya saya (isim dhamir: kata ganti) dan contoh-contoh yang lain.Perlu diperhatikan pula bahwa sebagian ciri-ciri isim adalah:  dilekati alif lam:  Bertanwin:  Bertemu dengan huruf jar:Ketika sebuah kata memiliki ciri-ciri seperti di atas maka kata tersebut termasuk jenis isim. Huruf-hurufjar selengkapnya akan dibahas di pembahasan berikutnya. 6
  13. 13. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA1.2.2.1 Isim Berdasarkan JenisIsim berdasarkan jenisnya dibedakan menjadi dua:1. Isim Mudzakkar ( )Mudzakkar secara bahasa memiliki arti laki-laki. Secara istilah, isim mudzakkar adalah istilah atauterminologi untuk kata-kata yang masuk ke dalam jenis laki-laki. Semua nama manusia untuk laki-lakidan nama benda yang tidak mengandung huruf ta marbuthah ( ) termasuk isim mudzakkar. Contohisim mudzakkar:  Nama orang: (dan semua nama laki-laki)  Nama benda: buku ( ), pulpen ( ), baju( ) dan semua nama benda yang tidak mengandung huruf ta marbuthah.2. Isim Muannats ( )Muannats secara bahasa memiliki arti wanita. Jadi, isim muannats adalah istilah untuk semua isim yangmasuk ke dalam jenis wanita. Semua nama wanita dan isim-isim yang mengandung huruf ta marbuthahadalah isim muannats.Contohnya:  Nama wanita: , , dan semua nama wanita.  Nama benda: sekolah ( ٌ ), universitas ( ), kipas angin ( ) dan semua nama benda yang mengandung ta marbuthah. 7
  14. 14. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA1.2.2.2 Isim Berdasarkan JumlahBerdasarkan jumlah, isim dibedakan menjadi tiga, yaitu:1. Isim Mufrad ( )Isim mufrad adalah kata tunggal. Contohnya: (seorang muslim, seorang muslimah) dan (sebuah kitab, sebuah pulpen).2. Isim Tatsniyah ( )Ini adalah suatu istilah yang agak sulit untuk ditemukan padanannya dalam bahasa Indonesia. Karenadalam bahasa kita, hanya didapati istilah tunggal dan jamak. Tunggal adalah satu dan setiap yang lebihdari satu adalah jamak. Namun tidak demikian dengan bahasa Arab. Pada bahasa Arab, ada istilah untukyang bermakna dua. Barangkali istilah Indonesia yang mendekati maksud istilah tastniyah adalah ganda.Jadi istilah jamak dalam bahasa arab bukan sesuatu yang lebih dari satu, akan tetapi lebih dari dua.Sesuatu yang bermakna dua atau ganda disebut dengan tatsniyah atau mutsanna ( ). Contohnya: (dua orang muslim, dua orang muslimah) atau (dua orang muslim dan dua orang muslimah) dan (dua kitab, dua pulpen) atau (sama, dua kitab, dua pulpen) 8
  15. 15. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA3. Jamak ( )Jamak dalam bahasa Arab ada tuga jenis, yaitu:  Jamak Mudzakkar Salim ( ) Yaitu bentuk jamak bagi isim-isim yang mudzakkar. Contohnya: atau (keduanya memiliki arti orang-orang muslim)  Jamak Muannats Salim ( ) Yaitu bentuk jamak bagi isim-isim yang muannats. Contohnya: (orang-orang muslimah)  Jamak Taksir ( ) Ini adalah jamak yang tidak memiliki aturan baku. Jamak ini biasanya digunakan untuk kata benda mati seperti pulpen, buku, pintu dan sebagainya. Contohnya: (kitab-kitab, pulpen- pulpen). Akan tetapi ada juga jamak taksir yang bukan dari kata benda karena jamak taksir ada dua jenis:  Jamak Taksir Lil Aqil: Jamak taksir untuk yang berakal. Contohnya untuk kata laki-laki ( ), nabi ( ) rasul ( ), ustadz ( ), orang kaya ( ).  Jamak Taksir Lighairil Aqil: Jamak taksir untuk kata benda. Contohnya: buku ( ), pulpen ( ), pintu ( ).Catatan:Jamak mudzakkar salim berlaku hanya untuk isim-isim mudzakkar sedangkan jamak muannats salimberlaku hanya untuk isim-isim muannats. 9
  16. 16. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA1.2.2.3 Aturan Perubahan IsimBentuk perubahan dari mufrad ke tatsniyah dan ke jamak mudzakkar salim dan jamak muannats salimadalah perubahan yang teratur. Artinya, telah memiliki perubahan dengan rumus tertentu. Adapunjamak taksir tidak memiliki aturan yang baku. Agar mudah memahaminya, bisa dilihat aturan rumusperubahan dari mufrad:1. Rumus TatsniyahRumus perubahan mufrad ke tatsniyah ada dua:- Mufrad + - (aani) untuk keadaan rafa’2 َ- Mufrad + - (aini) untuk keadaan nashab dan jar2. Rumus Jamak Mudzakkar SalimRumus perubahan mufrad ke jamak mudzakkar salim ada dua:- Mufrad + - (uuna) untuk keadaan rafa’ ُ- Mufrad + - (iina) untuk keadaan nashab atau jar ِ3. Rumus Jamak Muannats SalimRumus perubahan mufrad ke jamak muannats salim: - Mufrad mudzakkar + - َ (aatun)Agar lebih mudah untuk memahaminya, mari kita terapkan rumus di atas ke beberapa kata dalam tabelberikut:2 Istilah untuk rafa, nashab, dan jar adalah dalam ruang lingkup ilmu nahwu. Pada tahapan ini, penulis hanyamenampilkan kedua bentuk yang berlaku untuk tatsniyah dan jamak mudzakkar salim tanpa menjelaskan lebihlanjut tentang rafa dan lainnya karena bukan di sini tempatnya. 10
  17. 17. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Tabel 1.1 Aturan Perubahan Isim No. Mufrad Tatsniyah Jamak Mudzakkar Salim Muannats Salim Taksir 1 - - 2 - - 3 - - 4 - -Keterangan:Pada contoh 1 dan 2 kita hendak membandingkan perbedaan perubahan antara bentuk mudzakkar danmuannats. Contoh 1 merupakan bentuk mudzakkar, sehingga tidak didapati bentuk jamak muannatssalim-nya. Contoh 2 merupakan bentuk muannats sehingga tidak didapati jamak mudzakkar salim-nya.Pada contoh 3 dan 4 kita hendak membandingkan tentang kedua jenis perubahan dari dua kata bendayang berbeda. Ini menunjukkan bahwa jamak taksir tidak memiliki rumus perubahan, dengan kata laintidak teratur. 11
  18. 18. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA1.2.2.4 Isim DhamirIsim dhamir ( ) adalah kata ganti. Kita mengenal dalam bahasa Indonesia ada beberapa kataganti:- Kata ganti orang pertama (mutakallim) yaitu aku dan kami.- Kata ganti orang kedua (mukhatab) yaitu kamu dan kalian.- Kata ganti orang ketiga (ghaib) yaitu dia dan mereka.Dalam bahasa Arab, kata ganti akan lebih kompleks, karena akan ada istilah kata ganti untuk laki-laki,kata ganti untuk perempuan, kata ganti tunggal, jamak dan dua orang. Untuk lebih jelasnya, pelajaritabel 1.2 berikut: Tabel 1.2 Isim Dhamir Arti Isim Dhamir Jumlah Jenis Dhamir Dia Mufrad Mereka berdua Tatsniyah Mudzakkar Mereka Jamak (Laki-laki) Dia Mufrad Ghaib Mereka berdua Tatsniyah Muannats Mereka Jamak ( ) (wanita) Kamu Mufrad Kalian berdua Tatsniyah Mudzakkar Mukhatab Kalian Jamak (Laki-laki) ( ) Kamu Mufrad Kalian berdua Tatsniyah Muannats Kalian Jamak (wanita) Saya Mufrad Mudzakkar & Mutakallim Muannats Kamu Jamak ( ) 12
  19. 19. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAUntuk dan sama saja untuk laki-laki dan perempuan, yang membedakan hanyalah padapemakaiannya saja sesuai dengan kata yang mengiringinya pada kalimat. Untuk dhamir mutakallim(saya dan kami) dapat digunakan baik untuk mudzakkar dan muannats. 13
  20. 20. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA1.2.3 Huruf Arab yang Memiliki ArtiHuruf ( ) secara bahasa memilki arti huruf seperti yang kita kenal dalam bahasa Indonesia yangada 26 huruf. Sedangkan dalam bahasa Arab kita mengenal ada 28 huruf yang kita kenal dengan hurufhijaiyah. Akan tetapi, huruf yang dimaksud disini bukan setiap huruf hijaiyah melainkan huruf hijaiyahyang memiliki arti seperti: (dan) (maka) (dengan) (untuk) (akan) (seperti)Huruf yang dimaksud di sini tidak berarti harus huruf yang disusun dari satu huruf saja, tetapi jugadisusun dari dua atau lebih huruf yang memiliki makna, contohnya: (dari), (ke), (dari) , (di atas), (di dalam)Diantara huruf-huruf di atas ada yang termasuk huruf jar, yaitu huruf yang menyebabkan isim yang adasetelahnya wajib dibaca kasroh3 (jar) yaitu: (dari), (ke), (dari) , (di atas), (di dalam), (dengan) (untuk) (seperti)Contohnya: َ َْ ّ َ ُ ْ ْ (٢ : ‫ا َﻤﺪ ﷲِ رب اﻟﻌﺎ ﻤ َ )اﻟﻔﺎ ﺔ‬ ِ ِ ِ ّ َ ُ ُ َ ُْ ( ١ :‫ﻗﻞ أﻋﻮذ ﺑِﺮب ا ﺎس )ا ﺎس‬ ِ ِ ُ ُ ُ ْ َُ (٥: ‫ا ِي ﻳﻮﺳﻮس ِ ﺻﺪور ا ﺎس )ا ﺎس‬ ِ ِ ِ (٥: ‫ى )ﻃﻪ‬َ‫ا ﺮ ْ َﻦ َ َ اﻟْﻌﺮش اﺳﺘﻮ‬ َْ ِْ َ ُPerhatikanlah ayat-ayat di atas. Setiap kata yang didahului oleh huruf jar memiliki harokat kasrah.3 Kasrah adalah tanda asal dari jar. Pada beberapa kondisi, jar bisa juga dengan fathah atau huruf ya. 14
  21. 21. Bab IIIlmu Sharaf
  22. 22. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA BAB II ILMU SHARAF2.1 Mengenal Ilmu SharafIlmu sharaf adalah salah satu cabang ilmu penting yang harus dikuasai dalam mempelajari bahasa Arab.Dengan ilmu ini, kita dapat mengetahui bentuk perubahan dari suatu kata. Contohnya untuk kata“melakukan” atau “berbuat” ( ): Dari kanan ke kiri: telah melakukan – sedang melakukan – perbuatan – orang yang melakukan – yang dilakukan – lakukanlah! – jangan kamu lakukan!Ilmu sharaf atau dikenal dengan tashrif secara bahasa memiliki arti perubahan. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman: َ َ ِ ِّ ِ ْ َ (164 : ‫وﺗ ِ ﻒ ا ﺮ ﺎح )ا ﻘﺮة‬….dan pengisaran angin (Al Baqarah : 164)Tashrif disini memiliki makna perubahan angin dari satu kondisi ke kondisi lain dan dari satu arah kearah lain.Adapun secara istilah, ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan keadaan beberapa bentukkata (bina’) yang meliputi jumlah huruf, harakat dan sukunnya seperti bentuk kata fi’il madhy (katakerja lampau), fi’il mudhori’ (kata kerja sekarang) , mashdar (kata benda), , isim fa’il (yang melakukanperbuatan), isim maf’ul (yang dikenai perbuatan) , fi’il amar (kata perintah), fi’il nahy (kata larangan)dan bentuk kata yang lain. 44 Ash Sharfu I (hal. 9) 15
  23. 23. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAIlmu Sharaf adalah ilmu yang menerangkan tata cara merubah suatu kata dari satu bentuk ke bentukyang lain untuk menghasilkan makna yang berbeda-beda5. Contohnya merubah kata (telahmenulis) menjadi (sedang menulis), dan (penulis).2.2 Istilah Dasar Ilmu SharafSebelum kita memulai mempelajari ilmu sharaf, ada baiknya kita mengenal istilah-istilah dasar yangperlu diketahui. Antara lain:1. WazanWazan memiliki makna timbangan, acuan, atau rumus. Wazan adalah suatu rumus baku, dimana setiapkata kerja nantinya akan masuk ke salah satu dari wazan yang ada. Perlu diketahui bahwa dalam ilmusharaf ada 35 bab, dimana setiap bab memiliki wazan yang spesifik . Misalkan bab , bab , bab , dan sebagainya. Namun beberapa diantara wazan bab-bab inisangat jarang dijumpai dalam kalimat bahaasa Arab sehingga pada buku ini, penulis hanyamenampilkan wazan bab-bab yang penting dan sering digunakan oleh orang Arab.Wazan ilmu sharaf menggunakan kata fa, ain dan lam ( ) dengan segala bentuknya. Semua katakerja bahasa Arab pastinya akan masuk ke salah satu dari 35 wazan bab ini.2. MauzunJika wazan adalah rumusnya, maka mauzun adalah kata yang dibandingkan dan disandingkan denganwazan. Misalnya adalah mauzun dari wazan dan adalah mauzun dari wazan .3. TashrifTashrif adalah perubahan kata dari bentuk asal (kata kerja) menjadi bentuk-bentuk yang lain. Ilmusharaf juga sering disebut dengan ilmu tashrif karena inti ilmu sharaf adalah mempelajari tashrif. Secaraumum, suatu kata kerja berubah menjadi jenis perubahan kata sebagai berikut:  Fiil Madhy (kata kerja lampau)  Fiil Mudhari (kata kerja sekarang)5 Kitab At Tashrif (hal. 2) 16
  24. 24. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA  Mashdar (kata benda, kata dasar)  Isim Faail (subjek, pelaku)  Isim Maful (objek)  Fiil Amar (kata kerja perintah)  Fiil Nahiy (kata kerja larangan)  Isim Zaman (kata penunjuk waktu), Isim Makan (kata penunjuk tempat), Isim Alat (nama alat). Untuk yang kedelapan ini adalah bentuk tashrif yang jarang ditemui karena penggunaannya pada umumnya adalah simai, artinya dipakai tergantung dari penggunaannya di kalangan orang Arab, dan ini tidak akan dibahas di buku ini. 17
  25. 25. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA2.3 Makna Dasar Setiap Bentuk KataSetiap bentuk kata memiliki makna dasar tersendiri. Bentuk kata fiil madhy, fiil mudhari dan yang laindari setiap bab meskipun ada yang berbeda baris dan penyusunnya, namun memiliki kesamaan maknadasar. Artinya, makna dasar ini berlaku untuk setiap wazan, baik dari kelompok tsulatsy6, rubaiy7, danlainnya.Secara umum, makna dari fi’il madhy, mudhari sampai fi’il nahiy terwakili oleh makna berikut:  Fiil Madhy (telah melakukan)  Fiil Mudhari’ (sedang melakukan)  Mashdar (kata benda)  Isim Faail (pelaku (yang melakukan))  Isim Maful (objek (yang dikenai perbuatan))  Fiil Amar (lakukanlah!)  Fiil Nahiy (Jangan kamu lakukan!)Untuk lebih mudah memahami makna dasar dari fiil madhy, mudhari, mashdar sampai fiilnahiy,perhatikanlah tashrif untuk kata berikut: Tabel 2.1 Tashrif dan Jangan kamu Yang Sedang Telah Bunuhlah! Pembunuh Pembunuhan bunuh! dibunuh Membunuh Membunuh Jangan kamu Tulislah! Yang Penulis Tulisan Sedang menulis Telah menulis tulis! ditulisPerhatikanlah Tabel 2.1 di atas. Kita bisa mengetahui bahwa makna untuk setiap bentuk kata di atasmeskipun dari dua contoh kata yang berbeda tetapi memiliki makna dasar yang sama untuk bentuk katayang sama.6 Tsulatsy adalah kata kerja yang tersusun dari 3 huruf asli contohnya7 Ruba’iy adalah kata kerja yang tersusun dari 4 huruf asli. Contohnya 18
  26. 26. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA2.4 Jenis TashrifDi dalam ilmu sharaf, tashrif ada dua jenis: 1. Tashrif Ishtilahy ( ) 2. Tashrif Lughawi ( )Tashrif lughawi adalah perubahan kata yang didasarkan pada perubahan jumlah dan jenis pelakunya,sedangkan tashrif ishthilahy adalah perubahan kata yang didasarkan pada perbedaan bentuk katanya.Perubahan bentuk dari bentuk asli8 (fi’il madhy) ke bentuk mashdar, isim fa’il hingga fi’il amar adalahyang dimaksud dengan tashrif ishthilahy. Untuk lebih memahami tashrif ishthilahy. Perhatikanlahcontoh tashrif ishthilahy untuk kata ”menulis” : Dari kanan ke kiri: telah menulis (dia laki-laki) – sedang menulis (dia laki-laki) – tulisan – penulis – yang ditulis – tulislah! – jangan kau tulis!Adapun tashrif lughawi adalah perubahan suatu bentuk kata ke jenis-jenis yang berbeda berdasarkanjumlah (mufrod, tatsniyah, jamak) dan jenis (mudzakkar, muannats) pelakunya. Setiap bentuk kata (fi’ilmadhy hingga fi’il amar) memiliki tashrif lughawi tersendiri. Contohnya, tashrif lughawi untuk ”penulis” ditunjukkan oleh tabel berikut:8 Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama sharaf tentang bentuk asal dari suatu kata. Meski pada akhirnya pendapatyang dikuatkan adalah bentuk mashdar, namun yang masyhur digunakan adalah fi’il madhy. 19
  27. 27. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Tabel 2.2 Tashrif Lughawi Tashrif lughawi Arti Penulis laki-laki (tunggal) Penulis laki-laki (ganda) Penulis wanita (tunggal) Penulis wanita (ganda) Penulis wanita (jamak)Begitupun dengan fiil madhy, fiil mudhari, dan lainnya juga memiliki tashrif lughawi yang didasarkanpada perubahan jenis dan pelakunya. Insya Allah dalam buku ini kita akan membahas kedua jenis tashrifini. 20
  28. 28. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA2.5 Wazan-wazan TashrifPada pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa tashrif memiliki 35 wazan (bab). Dari 35 bab iniyang berlaku umum hanya 22 wazan bab; 6 wazan untuk kelompok tsulatsy mujarrad; 12 wazan untuktsulatsy mazid, 1 wazan untuk ruba’iy mujarrad dan 3 wazan untuk ruba’iy mazid9. 13 wazan sisanyamemilik rumus yang sangat rumit dan jarang sekali ditemukan penggunaannya dalam kalimat sehari-hari. Keduapuluh dua wazan yang umum digunakan ini terbagi menjadi empat kelompok: 1. Kelompok Tsulatsy Mujarrod , contohnya (telah mulia), (telah mengetahui) 2. Kelompok Tsulatsy Mazid, contohnya (telah memuliakan), (telah mengajarkan) 3. Kelompok Rubaiy Mujarrod , contohnya (telah menggelincirkan) 4. Kelompok Rubaiy Mazid, contohnya (telah menggelincirkan)Keterangan: - Kata tsulatsy merujuk pada kelompok kata kerja yang tersusun dari tiga huruf asli. - Kata rubaiy merujuk pada kelompok kata kerja yang tersusun dari empat huruf asli. - Kata mujarrod merujuk pada kelompok kata kerja tanpa adanya huruf tambahan apapun selain huruf aslinya. - Kata mazid merujuk pada kelompok kata kerja yang memiliki huruf tambahan selain huruf aslinya.Dari keempat kelompok kata kerja yang disebutkan, kelompok tsulatsy mujarrod dan tsulatsy mazidadalah yang paling banyak digunakan dalam bahasa Arab. Oleh karena itu, penulis hanyamemfokuskan pembahasan untuk dua kelompok wazan tersebut pada buku ini, insya Allah.9 Lihat Matan Al Bina wal Asas, Kitab At Tashrif (hal. 41) 21
  29. 29. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA2.6 Bagan Ilmu Sharaf Tashrif Tsulatsy Ruba’iy Mujarrad Mazid Mujarrad Mazid Bi Harfin Bi Harfain Bi Harfin Bi Talatsati Ahrufin Bi Harfain 22
  30. 30. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA2.7 Tabel Wazan Tashrif2.7.1 Wazan Tashrif Tsulatsy Mujarrad Bab 1 2 3 4 5 62.7.2 Wazan Tashrif Tsulatsy Mazid 23
  31. 31. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA2.7.3 Wazan Tashrif Ruba’iy Mujarrad2.7.4 Wazan Tashrif Ruba’iy Mazid 24
  32. 32. Bab IIITsulatsy Mujarrad
  33. 33. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA BAB III TSULATSY MUJARRAD3.1 Mengenal Tsulatsy MujarrodTelah disebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwa 22 wazan bab ilmu sharaf terbagi menjadiempat kelompok kata kerja. Salah satunya adalah tsulatsy mujarrod. Tsulatsy Mujarrod adalah katadasar (fi’il madhy) yang tersusun dari tiga huruf saja.Tsulatsy mujarrod memiliki enam bab dengan wazan yang berbeda-beda untuk setiap babnya. Setiap fiilmadhy yang tersusun dari tiga huruf pasti akan masuk ke salah satu dari enam bab ini, dimana antarabab yang satu dengan yang lain memiliki perubahan bentuk yang spesifik. Berikut ini adalah tabel wazantsulatsy mujarrod dari bab 1 hingga bab 6. Tabel 3.1 Wazan tashrif tsulatsy mujarrod Bab 1 2 3 4 5 6Catatan: - Penulis sengaja tidak mencantumkan tashrif isim zaman, isim makan, dan isim alat karena sifatnya yang simaiy dan jarang dipergunakan meskipun ada beberapa yang mengikuti tashrif- nya. - Bab 5 tidak memiliki isim maf’ul, fi’il amar, dan fi’il nahiy dan juga tidak memiliki isim fa’il, akan tetapi memiliki bentuk tersendiri yang akan dibahas kemudian. 25
  34. 34. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA - Pada kenyataannya, tidak semua bentuk mashdar mengikuti wazan “ ”. Namun penulis sengaja memilih bentuk ini supaya memudahkan orang yang baru belajar dalam menghafal rumus ini. Ini juga menunjukkan bahwa kebanyakan bentuk mashdar mengikuti wazan ini.Perhatikan tabel 3.1 di atas! Warna yang sama menunjukkan kesamaan bentuk. Karena adakalanyabentuk kata dari bab tertentu ada pada bab lainnya dan bahkan ada bentuk kata yang sama di setiapbabnya. Perhatikan baik-baik! 26
  35. 35. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA3.2 Perbandingan Wazan Tashrif Tsulatsy MujarrodKelompok Tsulatsy Mujarrod memiliki enam bab dengan wazan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebutdapat dilihat pada Tabel 3.1. Keenam wazan ini harus dihafal dengan baik. Untuk lebih memudahkancara memahami dan menghafal wazan tsulatsy mujarrod, perhatikanlah penjelasan berikut:1. Fi’il Madhy dan Fi’il MudhariAda rumus “sakti” yang akan membantu kita memahami dan menghafal keenam bab ini yang terangkaidalam kalimat: “bAtU kAlI mAnA bIsA tUrUn sendIrI”10. Setiap kata secara berurutan mengandungrumus untuk bab 1, 2, sampai bab 6. Wazan untuk Tsulatsy Mujarrod adalah: ‫ـﻞ‬ َ ‫ﻓَﻌ‬ adalah wazan untuk fiil madhy ‫ﻞ‬ ُ ‫ﯾـَﻔـْﻌ‬ adalah wazan untuk fiil mudhariPada wazan di atas yang harus diperhatikan adalah pada huruf ain. Setiap bab tsulatsy mujarrodhanya memiliki perbedaan pada harokat (baris) ain fiil-nya. baik ain pada fi’il madhy ataupun pada fi’ilmudhari. Selebihnya, yaitu baris pada huruf fa fiil dan lam fiil-nya adalah sama untuk setiap bab.Bahasa matematisnya, huruf fa dan lam beserta barisnya adalah suatu konstanta yang tidak akanpernah berubah baik untuk bab 1 sampai bab 6, adapun huruf ‘ain adalah variabel yang berubahtergantung bab nya. Rumus “bAtU kAlI mAnA bIsA tUrUn sendIrI”akan kita terapkan di sini. Yang akan10 Penulis tidak dapat menelusuri siapa yang pertama kali membuat rumus ini. Semoga Allah merahmati danmemberi keberkahan untuk nya. 27
  36. 36. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAdiambil dari kata-kata itu adalah huruf vokalnya yang menandakan baris. Huruf “a” untuk fathah, “i”untuk kasrah, dan “u” untuk dhammah. Untuk bab 1 “bAtU” (A-U) menjadi:Baris ain pertama untuk fi’il madhy yaitu fathah dan baris ain kedua untuk fiil mudhari’ yaitudhammah (A-U). Untuk bab 2 “kAlI” (A-I) menjadi:Baris ain pertama untuk fi’il madhy yaitu fathah dan baris ain kedua untuk fiil mudhari’ yaitu kasrah(A-I). Untuk bab 3 “mAnA” (A-A) menjadi: 28
  37. 37. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULABaris ain pertama untuk fi’il madhy yaitu fathah dan baris ain kedua untuk fiil mudhari’ yaitu fathah(A-A). Untuk bab 4 “bIsA” (I-A) menjadi:Baris ain pertama untuk fi’il madhy yaitu kasrah dan baris ain kedua utk fiil mudhari’ yaitu fathah (I-A). Untuk bab 5 “tUrUn (U-U) menjadi:Baris ain pertama untuk fi’il madhy yaitu dhammah dan baris ain kedua untuk fiil mudhari’ yaitudhammah (U-U). Untuk bab 6 “sendIrI” (I-I) menjadi: 29
  38. 38. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULABaris ain pertama untuk fi’il madhy yaitu kasrah dan baris ain kedua utk fiil mudhari’ yaitu kasrah (I-I).Nah, seperti itulah rumus fiil madhy dan fiil mudhari untuk setiap babnya. Ada yang sama pada fiilmadhy-nya, juga ada yang sama pada fiil mudhari-nya. Kita juga bisa mmembuat rumus lain yangsejenis seperti “kAUm fAqIr mAnA bIsA UjUb dIrI”. Mudah bukan? Insya Allah.2. Isim Mashdar (kata benda)Isim mashdar tidak termasuk dalam jenis qiyasiy11 akan tetapi simaiy12. Artinya, mashdar tidak memilikiwazan yang baku. Adapun alasan kami gunakan wazan karena wazan ini merupakan bentukmashdar yang paling umum. Sebagai contoh untuk fiil madhy (telah menulis), isim mashdar-nyaadalah (tulisan). Padahal harusnya jika mengikuti wazan menjadi . Ini karena pengambilan isimmashdar adalah dengan sima’iy (mengikuti pemakaian orang Arab pada umumnya). Karena mashdartidak memiliki wazan yang baku maka satu-satunya cara untuk mengetahui bentuk mashdar dari suatukata adalah dengan menghafalnya.3. Isim FailWazan isim fail untuk setiap bab tsulatsy mujarrod adalah sama yaitu mengikuti bentuk dari namanya( ). Contoh untuk isim fail-nya dan untuk isim failnya . Begitu juga untuk isimfail yang lain mengikuti wazan .Khusus untuk bab 5, tidak memiliki bentuk isim fail akan tetapi memiliki bentuk yang disebut dengansifat musyabbahah yang akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.11 Qiyasi : bentuknya memiliki rumus (wazan) yang baku seperti selain bentuk mashdar12 Simaiy : tidak memiliki wazan yang baku. Hanya dapat diketahui dari apa yang bangsa Arab gunakan dalambahasa mereka sehari-hari. 30
  39. 39. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA4. Isim MafulSama dengan isim fail, wazan isim maful untuk setiap bab adalah sama, yaitu mengikuti bentuk darinamanya ( ). Contohnya untuk isim maf’ul-nya adalah dan untuk isim maf’ul-nya adalah .Semua fi’il yang tergolong ke dalam fi’il lazim13 itu tidak memiliki bentuk isim maf’ul. Kerena tidak sesuaisecara makna. Namun, untuk memudahkan belajar tashrif, semua bentuk isim maf’ul diberikanmeskipun untuk fi’il-fi’il lazim.Dikarenakan semua fi’il bab 5 adalah fi’il lazim14, maka fi’il-fi’il bab 5 tidak memiliki bentuk isim maf’ul.Bab 5 terdiri dari kumpulan kata kerja yang memiliki makna seperti kata sifat. Misalkan(baik/bagus). Secara makna seperi kata sifat tetapi secara kedudukan adalah kata kerja. Dikarenakanisim maful memiliki makna dasar sebagai objek atau yang dikenakan perbuatan, maka fiil-fiil bab 5secara makna tidak mungkin memiliki bentuk isim maful. Sebagai gambaran, bentuk isim maful dari yang memiliki makna telah menulis adalah yang ditulis ( ). Tetapi untuk kata yangmemiliki makna baik atau bagus, adakah bentuk isim mafulnya? Apakah ”yang dibaiki” atau ”yangdibagusi”? Tentu ini tidak sesuai secara makna.5. Fi’il AmrWazan fi’il amar bisa dilihat pada Tabel 3.1 yang memiliki tiga wazan yaitu:Untuk lebih memudahkan, Tabel 3.2 berikut ini ditunjukkan cara untuk mendapatkan fiil amar.13 Kata kerja intransitif: tidak butuh objek14 Lihat Matan Al Bina wal Asas (hal. 3) 31
  40. 40. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Tabel 3.2 Cara membentuk fiil amar Langkah Contoh 1. Ambil bentuk fi’il mudhari nya 2. Sukunkan Akhirnya 3. Ganti huruf ya dengan hamzah 4. Beri hamzah dengan harokat yang sesuai dengan harokat yang tersisa (selain sukun)Pengecualian:Ketentuan dasarnya adalah harokat hamzah sesuai dengan harokat yang tersisa (selain sukun). Jikaharokat tersebut adalah dhammah, maka harokat hamzah adalah dhammah, begitupun dengan yanglain. Kecuali jika harokat yang tersisa adalah fathah, maka hamzahnya wajib diberi harokat kasroh.Karena tidak ada fi’il amar bab tsulatsy mujarrod yang diawali dengan huruf fathah. Agar lebih paham,silahkan bandingkan fi’il mudhari’ dengan fi’il amar dari setiap bab (lihat Tabel 3.1) dan terapkan rumusini.6. Fi’il NahyJika kita perhatikan dengan seksama, bentuk dari fi’il nahy ini hampir sama dengan fi’il mudhari’.Sebagaimana kita ketahui bahwa fi’il dalam bahasa Arab hanya tiga yaitu madhy, mudhari’ dan amar.Adapun fi’il nahy adalah fi’il mudhari’ yang di tambahkan laa naahiyah (larangan). Tabel 3.3 berikut inimenunjukkan cara membentuk fiil nahy dari fiil mudhari: 32
  41. 41. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Tabel 3.3 Cara membentuk fiil nahy dari fiil mudhari Langkah Contoh 1. Ambil bentuk fi’il mudhari nya 2. Sukunkan Akhirnya 3. Ganti huruf ya dengan huruf ta 4. Tambahkan laa nahiyahAgar lebih paham, silahkan bandingkan fi’il mudhari’ dengan fi’il nahy dari setiap bab (lihat Tabel 3.1)dan terapkan rumus ini.3.3 Tashrif Ishtilahy Tsulatsy MujarradPada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari wazan tashrif ishtilahy untuk fiil tsulatsymujarrod, maka pada pembahasan ini kita akan mulai mempelajari fiil-fiil yang masuk tsulatsy mujarroddari bab 1 hingga bab 63.3.1 Fi’il-Fi’il Bab 1Bab satu memiliki wazan bisa diingat dengan menggunakan rumus ”bAtU”. Fathah untuk’ain fi’il madhy dan dhammah untuk ’ain fi’il mudhari’. Tabel 3.4 berikut ini menunjukkan tashrif darisebagian fi’il yang masuk bab 1: 33
  42. 42. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA ArtiMenolongDiamBersyukur3.3.2 Fi’il-Fi’il Bab 2 ُ ِ ْ‫ﻓَﻌَﻞَ – ﯾَﻔ‬ ‫ﻌﻞ‬Bab dua memiliki wazan ‫ﻌﻞ‬ ُ ِ ْ‫ ﻓَ َ َ – ﯾَﻔ‬bisa diingat dengan menggunakan rumus “kAlI”. Fathah untuk ‫ﻌﻞ‬‘ain fi’il madhy dan kasroh untuk ‘ain fi’il mudhari’. Arti memukul membuang menurunkan 34
  43. 43. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA3.3.3 Fi’il-Fi’il Bab 3 ُ َ ْ‫ﻓَﻌَﻞَ – ﯾَﻔ‬ ‫ﻌﻞ‬Bab tiga memiliki wazan ُ َ ْ َ ‫ﯾ ﻔﻌ ﻞ‬ – َ‫َ َ ﻞ‬ ‫ﻓﻌ‬ yang bisa diingat dengan menggunakan rumus “mAnA”. Fathahuntuk ‘ain fi’il madhy dan fi’il mudhari’-nya. Arti membuka Mencegah mengumpulkan3.3.4 Fi’il-Fi’il Bab 4Bab empat memiliki wazan , diingat dengan menggunakan rumus “bIsA”. Kasrah untuk ‘ainfi’il madhy dan fathah untuk ‘ain fi’il mudhari’. Arti memuji mendengar mengetahui 35
  44. 44. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA3.3.5 Fi’il-Fi’il Bab 5Bab lima memiliki wazan yang bisa diingat dengan menggunakan rumus “tUrUn”. Dhammahuntuk ‘ain fi’il madhy dan fi’il mudhari’-nya. Arti Baik Pelit BagusSemua Fi’il yang masuk pada kelompok bab lima adalah fi’il lazim (intransitive) dan memiliki makna sifat.Dikarenakan maknanya kata sifat, maka bab lima ini tidak memiliki isim fa’il hingga fi’il amar. Khususuntuk isim fa’il-nya, bab lima memiliki istilah lain yang disebut dengan sifat musyabbahah. Bentuk sifatmusyabbahah ini memiliki arti kata sifat. Misalkan untuk kata yang memiliki arti telah baik, makabentuk sifat musyabbahah-nya adalah yang artinya “baik”. Kata ini digunakan untukmemberikan sifat bagi sesuatu contohnya pada kalimat. (Zaid itu baik) 36
  45. 45. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA3.3.6 Fi’il-Fi’il Bab 6Bab enam memiliki wazan bisa diingat dengan menggunakan rumus "sendIrI". Kasrahuntuk ain fiil madhy dan fiil mudhari-nya. Arti mengukur 37
  46. 46. Bab IVTsulatsy Mazid
  47. 47. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA BAB IV TSULATSY MAZID4.1 Mengenal Tsulatsy MazidTsulatsy mazid adalah kelompok kata kerja yang pada asalnya tersusun dari tiga huruf akan tetapiditambahkan dengan satu, dua, sampai tiga huruf tambahan (ziyadah). Tsulatsy mazid ada tiga jenis: 1. Ziyadah bi harfin (tambahan 1 huruf) 2. Ziyadah bi harfain (tambahan 2 huruf) 3. Ziyadah bi tsalatsati ahrufin (tambahan 3 huruf)Tidak seperti bab-bab tsulatsy mujarrod yang memiliki bentuk yang hampir sama antara bab-babnya,tsulatsy mazid memiliki wazan yang jauh berbeda untuk setiap babnya, sehingga tidak bisadiformulasikan seperti "batu kali mana bisa turun sendiri" untuk tsulatsy mujarrod. Namun demikianpenulis berusaha untuk mengelompokkan wazan-wazan tsulatsy mazid agar lebih mudah untuk dihafaldan difahami. Catatan yang harus diperhatikan, mashdar untuk tsulatsy mazid bersifat qiyasiy, artinyamengikuti rumus baku yang berlaku untuk babnya.Contoh perubahan beberapa fiil dari bentuk tsulatsy mujarrod ke tsulatsy mazid:Tidak semua fiil tsulatsy mujarrad serta merta dapat dirubah ke bentuk tsulatsy mazid denganmengikuti wazan tsulatsy mazid. Karena perubahan ini bersifat simaiy, yaitu berdasarkan penggunaanoleh bangsa Arab. Dengan kata lain, tidak semua kata yang memiliki bentuk tsulatsy mazid memilikibentuk tsulatsy mujarrad dan sebaliknya. Seperti contoh di atas, kata memiliki dua bentuk tsulatsy 38
  48. 48. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAmazid yang digunakan oleh bangsa Arab. Sedangkan kata memiliki lebih dari dua. Kesamaan unsurhuruf penyusun ini menunjukkan kesamaaan pada akar makna. Seperti fiil yang tersusun dari memiliki makna yang tak jauh dari ilmu atau pengetahuan yaitu mengetahui ( ),mempelajari ( ), dan mengajarkan ( ). 39
  49. 49. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA4.2 Tashrif Ishtilahy Tsulasy MazidAda 12 wazan yang masuk bab tsulatsy mazid. Namun penulis sengaja hanya membahas 8 wazan yangpaling sering digunakan dalam kalimat sehari-hari. Ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagiorang-orang yang baru belajar ilmu sharaf. Di lain sisi, 8 wazan ini dirasa cukup untuk menggambarkanwazan tsulatsy mazid.4.2.1 Ziyadah biharfinIni adalah kelompok tsulatsy mazid dengan tambahan satu huruf ziyadah. Tabel 4.1 menunjukkan wazanuntuk tsulatsy mazid dengan tambahan satu huruf. Tabel 4.1 Wazan tsulatsy mazid 1 huruf TambahanTambahan untuk jenis ini berupa hamzah, alif dan tasydid. Perhatikan bahwa wazan untuk masing-masing fiilnya benar-benar tidak memiliki kesamaan antara yang satu dengan yang lainnya.4.2.1.1 wazan TambahanWazan memiliki tambahan tasydid. Secara lahiriyah, wazan ini seperti tiga huruf. Namun padahakikatnya, wazan bentuk asalnya adalah: 40
  50. 50. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAAdanya dua huruf yang sama ini disederhanakan dengan menjadikannya ber-tasydid ke bentuk .Tabel berikut ini menunjukkan contoh tashrif untuk sebagian fiil yang masuk ke bab ini. Contoh fi’il wazan Arti Mempelajari BerbicaraTabel berikut ini menunjukkan beberapa fiil yang masuk ke bab ini. Untuk lebih memahami tashrif babini, silahkan tashrif fiil-fiil berikut! Terjemah Mauzun Bertauhid Mengulangi Menyetujui Membaguskan BertasbihPerhatikan bahwa mashdar untuk fiil-fiil tersebut mengikuti wazan karena bersifat qiyasiy.4.2.1.2 wazan 41
  51. 51. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAWazan memiliki tambahan huruf alif setelah fa fiil. Berikut ini adalah contoh tashrif dari sebagianfiil-fiil yang masuk bab ini: Contoh fi’il wazan Arti Berjuang mendebatTabel berikut ini menunjukkan beberapa fiil yang masuk ke bab ini. Untuk lebih memahami tashrif babini, silahkan tashrif fiil-fiil berikut! Terjemah Mauzun Bersegera Berhijrah Memerangi Berpindah Bertemu4.2.1.3 wazanWazan memiliki tambahan huruf hamzah berharokat fathah sebelum fa fiil. Berikut ini adalahcontoh tashrif dari sebagian fiil-fiil yang masuk bab ini: 42
  52. 52. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Contoh fi’il wazan Arti Berserah diri MemuliakanTabel berikut ini menunjukkan beberapa fiil yang masuk ke bab ini. Untuk lebih memahami tashrif babini, silahkan tashrif fiil-fiil berikut. Terjemah Mauzun mengeluarkan mengutus menurunkan menikahkan mewajibkan4.2.2. Ziyadah biharfainIni adalah kelompok tsulatsy mazid dengan tambahan dua huruf ziyadah. Tabel 4.2 menunjukkan wazanuntuk tsulatsy mazid dengan tambahan dua huruf. Tabel 4.2 Wazan Tsulatsy Mazid 2 Huruf Tambahan - 43
  53. 53. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA4.2.21 wazanWazan memiliki tambahan huruf ta dan ‘ain fi’il yang bertemu ‘ain fi’il sehingga menjadi ‘ain fi’ilbertasydid . Berikut ini adalah contoh tashrif dari sebagian fiil-fiil yang masuk bab ini: Contoh fi’il wazan Arti Mempelajari TersenyumTabel berikut ini menunjukkan beberapa fiil yang masuk ke bab ini. Untuk lebih memahami tashrif babini, silahkan tashrif fiil-fiil berikut! Terjemah Mauzun Berbicara Memata-matai Menyerupai Berfikir bertadabbur4.2.2.2 wazan 44
  54. 54. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAWazan memiliki tambahan huruf ta sebelum fa f’il dan alif setelah fa f’il . Berikut ini adalahcontoh tashrif dari sebagian fiil-fiil yang masuk bab ini: Contoh fi’il wazan arti Maha suci memperbanyakTabel berikut ini menunjukkan beberapa fiil yang masuk ke bab ini. Untuk lebih memahami tashrif babini, silahkan tashrif fiil-fiil berikut! Terjemah Mauzun Bertawadhu Saling mengenal Saling menolong Seimbang Pura-pura bodoh4.2.2.3 wazanWazan memiliki tambahan huruf hamzah yang berharakat kasrah sebelum fa’ fi’il dan huruf taberharakat fathah setelahnya. Berikut ini adalah contoh tashrif dari sebagian fiil-fiil yang masuk bab ini: Contoh fi’il wazan 45
  55. 55. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Arti Bersungguh- sungguh BerkumpulTabel berikut ini menunjukkan beberapa fiil yang masuk ke bab ini. Untuk lebih memahami tashrif babini, silahkan tashrif fiil-fiil berikut! Terjemah Mauzun menang mendengarkan Jadi dekat memulai Berbuat bid’ah4.2.2.4 wazanWazan memiliki tambahan huruf hamzah yang berharakat kasrah dan huruf nun sukun sebelum faf’il. Berikut ini adalah contoh tashrif dari sebagian fiil-fiil yang masuk bab ini: Contoh fi’il wazan arti Pecah terbagiTabel berikut ini menunjukkan beberapa fiil yang masuk ke bab ini. Untuk lebih memahami tashrif babini, silahkan tashrif fiil-fiil berikut! 46
  56. 56. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Terjemah Mauzun Tertutup Terpancar Tertolak Roboh Terbalik4.2.3 Ziyadah Bitsalatsati AhrufinIni adalah kelompok tsulatsy mazid dengan tambahan tiga huruf ziyadah. Tabel 4.1 menunjukkan wazanuntuk tsulatsy mazid dengan tambahan satu huruf. Tambahan --4.2.3.1 wazanWazan memiliki tambahan huruf hamzah berharakat kasrah, huruf sin sukun, dan huruf taberharakat fathah sebelum fa fi’il. Berikut ini adalah contoh tashrif dari sebagian fiil-fiil yang masuk babini: 47
  57. 57. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Contoh fi’il wazan arti Memohon ampun menggunakanTabel berikut ini menunjukkan beberapa fiil yang masuk ke bab ini. Untuk lebih memahami tashrif babini, silahkan tashrif fiil-fiil berikut! Terjemah Mauzun Meminta keluar Tergesa-gesa Meminta tolong Sombong menyempurnakan 48
  58. 58. Bab VTashrif Lughawi
  59. 59. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA BAB V TASHRIF LUGHAWI5.1 Mengenal Tashrif Lughawi Di dalam kalimat bahasa Arab, setiap kata kerja untuk kata ganti orang tertentu, memiliki bentukyang berbeda-beda. Dalam bahasa Arab kata “dia (laki-laki) berbuat” dan “dia (perempuan) berbuat”memiliki bentuk yang berbeda. Fi’il madhy dan fi’il mudhari’ yang sudah kita pelajari pada babsebelumnya semuanya adalah untuk kata ganti orang ketiga tunggal laki-laki (َ ُ /dia laki-laki ). Bentuk ‫ھﻮ‬fi’il madhy dan fi’il mudhari’ untuk dia perempuan, kamu, kami, mereka, dan sebagainya tidak samadengan bentuk “dia laki-laki”. Begitu pun dengan bentuk fi’il amar yang sudah kita pelajari pada babsebelumnya adalah untuk kata ganti orang kedua tunggal laki-laki ( ). Bentuk untuk kamu(perempuan), kalian, dan sebagainya juga berbeda, karena pada kalimat bahasa Arab, sifat jenis(mudzakkar dan muannats) dan sifat jumlah (mufrad, tatsniyah, dan jamak) merupakan hal yangpenting. Jika pada tashrif ishtilahy, kita belajar merubah suatu kata dari bentuk asalnya ke bentuk yang lain.Maka pada tashrif lughawi kita mempelajari perubahan setiap bentuk kata itu berdasarkan jenis danjumlah subjek atau pelakunya. Kita akan mempelajari bentuk fi’il madhy untuk kata ganti kalian, kamu,dan sebagainya, insya Allah.5.2 Wazan Tashrif Lughawy Wazan tashrif lughawi berlaku umum untuk setiap bab dalam tashrif. Tidak ada perbedaan wazantashrif lughawi untuk tsulaatsy mujarrod, tsulaty mazid, rubaiy mujarrod, dan sebagainya. Padapembahasan kali ini kita akan mempelajari tashrif lughawi dari fiil madhy, fiil mudhari, sampai fiilamar. Kemudian untuk memudahkan dalam mengaplikasikan wazan tashrif lughawi diberikan beberapakata yang mewakili perubahan tashrif yaitu (telah menolong) ، (telah memukul), (telahmembuka) (telah mengetahui) , (telah baik), (telah menghitung) yang mewakili enam 49
  60. 60. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAbab tsulatsy mujarrod dan kata (telah memohon ampun) untuk wazan yang mewakilibab-bab tsulatsy mazid.Perlu diketahui, secara umum kita bisa membagi tashrif lughawi menjadi dua jenis: 1. Tashrif lughawi bentuk fi’il 2. Tashrif lughawi bentuk isim1. Tashrif Lughawi Bentuk Fi’ilTashrif fi’il ini melingkupi fi’il madhy, fi’il mudhari’, fi’il amar, dan fi’il nahy. Tashrif lughawi bentuk fi’ilberubah berdasarkan perbedaan isim dhamir dari َ ُ sampai ُ ْ‫ . َﺤ‬Artinya, setiap kata ganti, akan ‫ھﻮ‬ ‫ﻧ ﻦ‬memiliki wazan fi’il yang spesifik. Sebagai contoh tashrif lughawi untuk fi’il madhy menulis untukbeberapa kata ganti:Bentuk asal: Bentuk lain:   Karena isim dhamir ada 14, maka wazan tashrif ishtilahy untuk fi’il madhy dan fi’il mudhari’ juga ada 14wazan. Adapun untuk fi’il amar dan fi’il nahy memiliki enam wazan. Secara makna, kata perintah dankata larangan hanya berlaku untuk kata ganti orang kedua ( ).2. Tashrif Lughawi Bentuk IsimTashrif isim ini melingkupi isim fa’il dan isim maf’ul. Adapun isim mashdar, karena bentuknya adalahsima’iy, maka kami tidak menjelaskan tashrif lughawinya. Sedikit berbeda dengan fi’il yang memilikisatu wazan untuk setiap isim dhamir-nya, tashrif isim hanya ditinjau dari jumlah dan jenis nya. Tashrifisim tidak berbeda untuk setiap jenis isim dhamir. Wazan tashrif isim berjumlah enam wazan. Setiap 50
  61. 61. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAwazan dari enam wazan isim ini bisa digunakan untuk lebih dari satu isim dhamir dengan syarat isimdhamir tersebut sesuai jumlah dan jenisnya. Perhatikanlah contoh berikut:Isim fail untuk adalah ini adalah wazan untuk mufrad mudzakkar. Sehingga kata inidapat digunakan untuk dhamir saya, kamu (laki-laki), dan dia (laki-laki) karena semua dhamir initermasuk jenis mufrad mudzakkar. 51
  62. 62. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA5.2.1 Tashrif Lughawi Fiil MadhyWazan tashrif fiil madhy identik dengan perubahan bentuk pada huruf terakhir (lam fiil). Berikut iniwazan tashrif lughawi fiil madhy: Tabel 5.1 Rumus Tashrif Lughawi Fi’il Madhy Makna Dasar Huruf Tashrif Fiil Isim Dhamir tambahan Madhy Dia (lk) telah berbuat Mereka berdua (lk) telah berbuat Mereka (lk) telah berbuat -ُ Dia (pr) telah berbuat Mereka berdua (pr) telah berbuat Mereka (pr) telah berbuat -ْ Kamu (lk) telah berbuat -ْ Kalian berdua (lk) telah berbuat -ْ Kalian (lk) telah berbuat -ْ Kamu (pr) telah berbuat -ْ Kalian berdua (pr) telah berbuat -ْ Kalian (pr) telah berbuat -ْ Saya telah berbuat -ْ Kami telah berbuat -ْKarena wazan tashrif lughawi berlaku umum, maka wazan ini berlaku tidak hanya untuk tsulatsymujarrod tetapi juga berlaku untuk tsulatsy mazid dan yang lainnya. Agar lebih memahami keseragamanwazan ini untuk setiap bab tashrif, perhatikan contoh tabel perbandingan berikut: 52
  63. 63. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Tabel 5.2 Wazan Tashrif Fi’il Madhy Mazid Bab 6 Bab 5 Bab 4 Bab 3 Bab 2 Bab 1 DhamirCatatan:Kesamaan warna menunjukkan kesamaan bentuk.Perhatikanlah bahwa yang berubah dari setiap fi’il di atas adalah hanya bentuk terakhirnya saja, yaitupada huruf lam fi’il. Huruf fa fi’il dan ‘ain fi’il dari setiap bab tetap mengikuti wazan utama. Ini jugaberlaku untuk tsulatsy mazid dan yang lainnya. Sebagai gambaran perhatikan tashrif lughawi untukbeberapa fi’il madhy. 53
  64. 64. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Tabel 5.3 Contoh Tashrif Lughawi Mauzun Fi’il Madhy Bab 1 Bab 6 Bab 5 Bab 4 Bab 3 Bab 2 Bab 1 Dhamir MazidDari tabel di atas kita bisa menyimpulkan bahwa wazan tashrif lughawi fi’il madhy adalah seragamuntuk bab-bab tsulatsy mujarrod dan begitupun dengan tsulatsy mazid dan kelompok bab lainnya.Kemudian untuk membuat kalimat kamu (laki-laki) telah memukul maka kata fi’il madhy yang tepatadalah bukan bentuk yang lain. Begitupun dengan yang lainnya setiap kata ganti memilikibentuk fi’il madhy yang spesifik. 54
  65. 65. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA5.2.2 Tashrif Lughawi Fi’il Mudhari’Wazan tashrif fi’il mudhari’ seperti fi’il madhy dimana perubahannya berdasarkan kata gantinya.Namun yang perlu dicermati adalah wazan tashrif fi’il mudhari’ lebih rumit karena yang berubah tidakhanya huruf terakhir saja (seperti fi’il madhy) akan tetapi juga pada huruf pertamanya. Wazan tashrif fi’ilmudhari’ adalah: Tabel 5.4 Rumus Tashrif Lughawi Fi’il Mudhari’ Makna Dasar Akhir Tahrif Awal Dhamir Dia (lk) sedang berbuat - Mereka berdua (lk) sedang berbuat +- Mereka (lk) sedang berbuat + -ُ Dia (pr) sedang berbuat - Mereka berdua (pr) sedang berbuat +- Mereka (pr) sedang berbuat + Kamu (lk) sedang berbuat - Kalian berdua (lk) sedang berbuat +- Kalian (lk) sedang berbuat + -ُ Kamu (pr) sedang berbuat + -ِ Kalian berdua (pr) sedang berbuat +- Kalian (pr) sedang berbuat + Saya sedang berbuat - Kami sedang berbuat -Salah satu ciri fi’il mudhari adalah huruf pertamanya salah satu dari empat huruf ( )yang bisa diingat dengan atau 55
  66. 66. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULATabel berikut menampilkan wazan tashrif fiil mudhari: Tabel 5.5 Wazan Tashrif Lughawi Fi’il Mudhari’ Mazid Bab 6 Bab 5 Bab 4 Bab 3 Bab 2 Bab 1 56
  67. 67. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAUntuk lebih memahami wazan tashrif lughawi fiil mudahri, berikut ini ditampilkan tabel yangmenyajikan contoh beberapa fiil mudhari tsulatsy mujarrod: Tabel 5.6 Contoh Tashrif Lughawi Mauzun Fi’il Mudhari’ Mazid Bab 6 Bab 5 Bab 4 Bab 3 Bab 2 Bab 1 ‫ن‬ َ ْ‫و‬Apabila kita perhatikan tabel di atas, maka kita akan mendapati wazan tashrif lughawi-nya yangseragam bagaimanapun bentuknya baik untuk bab-bab tsulatsy mujarrod dan begitu juga dengantsulatsy mazid dan kelompok bab lainnya. Kemudian untuk membuat kalimat kalian (laki-laki) sedangmemohon ampun maka kata fi’il mudhari’ yang tepat adalah bukan bentuk yang lain.Begitupun dengan yang lainnya setiap kata ganti memiliki bentuk fi’il mudhari’ yang spesifik. 57
  68. 68. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA5.2.3 Tashrif Lughawi Isim Fa’ilBerbeda dengan bentuk fi’il yang berubah berdasarkan isim dhamir-nya, tashrif isim berubahberdasarkan ‘adad atau jumlah dan jenisnya. Ada enam wazan isim fail, dimana keenam wazan inidapat digunakan untuk lebih dari satu dhamir. Wazan tashrif isim fa’il ditunjukkan oleh tabel berikut: Tabel 5.7 Rumus Tashrif Lughawi Isim Fa’il Makna dasar Isim Dhamir Tashrif Bentuk Seorang yang berbuat Mufrad Mudzakkar (lk Dua orang yang berbuat Tatsniyah Mudzakkar (lk Orang-orang yang Jama’ Mudzakar Salim berbuat (lk Seorang yang berbuat Mufrad Muannats (pr Dua orang yang berbuat Tatsniyah Muannats (pr Orang-orang yang Jama’ Muannats Salim berbuat (prPerhatikan tabel di atas! Setiap wazan isim fail tersebut dapat digunakan lebih dari satu isim dhamir.Karena perubahannya didasarkan pada jenis dan adadnya. Misalkan merupakan bentuk mufradmudzakkar, maka semua isim dhamir mufrad mudzakkar dapat menggunakan wazan ini yaitu tanpa melihat apakah isim dhamir tersebut adalah dhamir mukhathab, ghaib, atau mutakallim.Aturan ini juga berlaku untuk isim maful. Tabel berikut menampilkan beberapa contoh tashrif lughawiisim fail: 58
  69. 69. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Tabel 5.8 Contoh Tashrif Lughawi Mauzun Isim Fa’il Mazid Bab 6 Bab 4 Bab 3 Bab 2 Bab 1Tashrif untuk isim fa’il dan isim maf’ul berdasarkan tashrif dari mufrad ke jamak. Silahkan lihat aturanperubahannya pada bab satu dari buku ini. 59
  70. 70. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA5.2.4 Tashrif Lughawi Isim Maf’ulWazan tashrif lughawi isim maf’ul sama dengan isim fa’il. Tabel berikut menyajikan wazan tashrif isimmaf’ul ditunjukkan oleh Tabel 5.9 berikut: Tabel 5.9 Rumus Tashrif Lughawi Isim Maf’ul Makna dasar Isim Dhamir Tashrif Bentuk Seorang / hal yang dikenai Mufrad Mudzakkar perbuatan (lk Dua orang/hal yang dikenai Tatsniyah Mudzakkar perbuatan (lk Orang-orang / hal-hal yang Jama’ Mudzakar dikenai perbuatan (lk Salim Seorang / hal yang dikenai Mufrad Muannats perbuatan (pr Dua orang / hal yang dikenai Tatsniyah Muannats perbuatan (pr Orang-orang / hal-hal yang Jama’ Muannats dikenai perbuatan (pr SalimCatatan :Isim maf’ul tidak harus untuk manusia sehingga dapat diterjemahkan menjadi “orang” atau “hal”misalkan untuk ungkapan yang dimakan, yang dimasak, maka lebih tepat untuk benda dibandingkanuntuk manusia.Tabel 5.10 berikut ini menampilkan beberapa contoh tashrif lughawi isim maf’ul: 60
  71. 71. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA Tabel 5.10 Contoh Tashrif Lughawi Mauzun Isim Maf’ulMazid Bab 6 Bab 4 Bab 3 Bab 2 Bab 1 61
  72. 72. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA5.2.5 Tashrif Lughawi Fi’il AmarFi’il amar dan fi’il nahy sama seperti dua bentuk fi’il sebelumnya, juga berubah berdasarkan isim dhamir.Hanya saja, seperti kita ketahui bersama bahawa bentuk kata perintah dan kata larangan itu hanyaberlaku untuk kata ganti orang kedua (kamu, kalian) sehingga tashrif-nya hanya perubahan dari anta(kamu laki-laki) hingga antunna (kalian perempuan).Tashrif fi’il amar ini hanya berubah pada huruf terakhir dari fi’il amar. Wazan untuk fi’il amar tsulatsymujarrod ditunjukkan oleh tabel berikut: Tabel 5.11 Rumus Tashrif Lughawi Fi’il Amar Makna dasar Mazid Bab Bab Bab Bab Bab Dhamir 6 4 3 2 1 Kamu (lk) perbuatlah! Kalian (lk) berdua perbuatlah! Kalian (lk)perbuatlah! Kamu (pr) perbuatlah! Kalian (pr) berdua perbuatlah! Kalian (pr)perbuatlah! 62
  73. 73. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULAContoh tashrif mauzun fi’il amar ditunjukkan oleh Tabel 5.12 : Tabel 5.12 Contoh Tashrif Lughawi Mauzun Fi’il Amar Mazid Bab 6 Bab 4 Bab 3 Bab 2 Bab 1 DhamirFi’il amar adalah kata perintah oleh karena itu hanya berlaku untuk dhamir mukhathab (kata ganti orangkedua). Ketika ingin membuat kata perintah “tulislah!” untuk tiga orang wanita maka digunakan kata . Begitupun jika ingin membuat kata perintah yang lain maka perhatikanlah dhamir-nya. 63
  74. 74. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA5.2.6 Tashrif Lughawi Fi’il NahyTashrif fi’il nahy tidak jauh berbeda dengan fi’il amar. Ditunjukkan oleh tabel berikut: Tabel 5.13 Rumus Tahrif Lughawi Fi’il Nahy Makna dasar Mazid Bab 6 Bab 4 Bab 3 Bab 2 Bab 1 Dhamir Jangan Kamu (lk) perbuat!Jangan Kalian (lk) berdua perbuat! Jangan Kalian (lk)perbuat! Jangan Kamu (pr) perbuat!Jangan Kalian (pr) berdua perbuat! Jangan Kalian (pr) perbuat!Contoh tashrif mauzun fi’il nahy ditunjukkan oleh Tabel 5.14: Tabel 5.14 Contoh Tashrif Mauzun Fi’il Nahy Mazid Bab 6 Bab 4 Bab 3 Bab 2 Bab 1 Dhamir. 64
  75. 75. Bab VIContoh Tashrif Lengkap
  76. 76. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA BAB VI CONTOH TASHRIF LENGKAPPada bab ini ditampilkan contoh tashrif lengkap beberapa mauzun fi’il-fi’il baik dari tsulatsy mujarradmaupun tsulatsy mazid.6.1 Contoh Tashrif Lengkap Tsulatsy Mujarrad1. Tashrif (telah menulis) 65
  77. 77. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA2. Tashrif (telah memukul) 66
  78. 78. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA3. Tashrif (telah membuka) 67
  79. 79. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA4. Tashrif (telah mengetahui) 68
  80. 80. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA5. Tashrif (telah baik) 69
  81. 81. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA6. Tashrif (telah menghitung) 70
  82. 82. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA6.2 Contoh Tashrif Lengkap Tsulatsy Mazid1. Tashrif (telah mengajarkan) 71
  83. 83. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA2. Tashrif (telah berjuang) 72
  84. 84. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA3. Tashrif (telah berislam) 73
  85. 85. www.arabic.web.id ILMU SHARAF UNTUK PEMULA4. Tashrif (telah mempelajari) 74

×