Marketing Plan dan Kode Etik yang sesuai Regulasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Marketing Plan dan Kode Etik yang sesuai Regulasi

on

  • 603 views

 

Statistics

Views

Total Views
603
Views on SlideShare
603
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
10
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Marketing Plan dan Kode Etik yang sesuai Regulasi Marketing Plan dan Kode Etik yang sesuai Regulasi Presentation Transcript

    • Pemahaman MARKETING PLAN danPemahaman MARKETING PLAN dan KODE ETIK sesuaiKODE ETIK sesuai PERMENDAG RIPERMENDAG RI no.32/M-DAG/PER/8/2008no.32/M-DAG/PER/8/2008
    • PengertianPengertian MARKETING PLANMARKETING PLAN Bab I; Pasal 1.8:Bab I; Pasal 1.8: Program pemasaran (Marketing Plan)Program pemasaran (Marketing Plan) adalah program perusahaan dalamadalah program perusahaan dalam memasarkan barang dan/atau jasamemasarkan barang dan/atau jasa yang akan dilaksanakan danyang akan dilaksanakan dan dikembangkan oleh mitra usahadikembangkan oleh mitra usaha melalui jaringan pemasaran denganmelalui jaringan pemasaran dengan bentuk pemasaran satu tingkat ataubentuk pemasaran satu tingkat atau pemasaran multi tingkatpemasaran multi tingkat
    • Jaringan PemasaranJaringan Pemasaran TERLARANGTERLARANG Bab I; Pasal 1.12:Bab I; Pasal 1.12: Jaringan Pemasaran Terlarang adalahJaringan Pemasaran Terlarang adalah kegiatan usaha dengan nama ataukegiatan usaha dengan nama atau istilah apapun dimana keikutsertaanistilah apapun dimana keikutsertaan mitra usaha berdasarkan pertimbanganmitra usaha berdasarkan pertimbangan adanya peluang untuk memperolehadanya peluang untuk memperoleh imbalan yang berasal atau didapatkanimbalan yang berasal atau didapatkan terutama dari hasil partisipasi orang lainterutama dari hasil partisipasi orang lain yang bergabung kemudian atau sesudahyang bergabung kemudian atau sesudah bergabungnya mitra usaha tersebut, danbergabungnya mitra usaha tersebut, dan bukan dari hasil kegiatan penjualanbukan dari hasil kegiatan penjualan barang dan/atau jasabarang dan/atau jasa
    • LARANGANLARANGAN Bab VIII; Pasal 21.e:Bab VIII; Pasal 21.e: menarik dan/ataumenarik dan/atau mendapatkan keuntunganmendapatkan keuntungan melalui iuran keanggotaanmelalui iuran keanggotaan atau pendaftaran sebagaiatau pendaftaran sebagai mitra usaha secara tidakmitra usaha secara tidak wajarwajar
    • LARANGANLARANGAN Bab VIII; Pasal 21.f:Bab VIII; Pasal 21.f: Menerima pendaftaranMenerima pendaftaran keanggotaan sebagaikeanggotaan sebagai mitra usaha denganmitra usaha dengan nama yang sama lebihnama yang sama lebih dari 1 (satu) kali;dari 1 (satu) kali;
    • Persyaratan KegiatanPersyaratan Kegiatan Perdagangan dengan sistemPerdagangan dengan sistem Penjualan LangsungPenjualan Langsung Bab 2; Pasal 2.b:Bab 2; Pasal 2.b: Memiliki program pemasaranMemiliki program pemasaran yang jelas, transparan,yang jelas, transparan, rasional dan tidak berbentukrasional dan tidak berbentuk skema jaringan pemasaranskema jaringan pemasaran terlarangterlarang
    • Persyaratan KegiatanPersyaratan Kegiatan Perdagangan dengan sistemPerdagangan dengan sistem Penjualan LangsungPenjualan Langsung Bab 2; Pasal 2.i:Bab 2; Pasal 2.i: Memiliki ketentuan tentangMemiliki ketentuan tentang harga barang dan/atau jasaharga barang dan/atau jasa yang dijual dalam mata uangyang dijual dalam mata uang rupiah (Rp) dan berlakurupiah (Rp) dan berlaku untuk mitra usaha danuntuk mitra usaha dan konsumen;konsumen;
    • Persyaratan KegiatanPersyaratan Kegiatan Perdagangan dengan sistemPerdagangan dengan sistem Penjualan LangsungPenjualan Langsung Bab 2; Pasal 2.r:Bab 2; Pasal 2.r: Memberikan kesempatan yangMemberikan kesempatan yang sama kepada semua mitrasama kepada semua mitra usaha untuk berprestasiusaha untuk berprestasi dalam memasarkan barangdalam memasarkan barang dan/atau jasa;dan/atau jasa;
    • Persyaratan KegiatanPersyaratan Kegiatan Perdagangan dengan sistemPerdagangan dengan sistem Penjualan LangsungPenjualan Langsung Bab 2; Pasal 3.b:Bab 2; Pasal 3.b: Jumlah komisi dan/atau bonus atasJumlah komisi dan/atau bonus atas hasil penjualan yang diberikanhasil penjualan yang diberikan kepada seluruh mitra usaha dankepada seluruh mitra usaha dan jaringan pemasaran dijaringan pemasaran di bawahnya paling banyak 40%bawahnya paling banyak 40% dari jumlah nilai penjualandari jumlah nilai penjualan barang dan/atau jasabarang dan/atau jasa perusahaan kepada mitra usaha.perusahaan kepada mitra usaha.
    • Cara menghitungCara menghitung Total PayoutTotal Payout Tiga Elemen Penentu Payout:Tiga Elemen Penentu Payout: A.A. Nilai bonus/point per produkNilai bonus/point per produk B.B. Harga produk bagi mitra usahaHarga produk bagi mitra usaha C.C. Total prosentase payout skemaTotal prosentase payout skema marketing planmarketing plan AA BB RumusRumus X C = Total PayoutX C = Total Payout
    • Contoh PerhitunganContoh Perhitungan Perusahaan XYZ:Perusahaan XYZ: A.A. Nilai point bonus produk = 200.000BVNilai point bonus produk = 200.000BV B.B. Harga produk Rp.400.000Harga produk Rp.400.000 C.C. Total prosentase payout skemaTotal prosentase payout skema marketing plan = 78%marketing plan = 78% 200.000200.000 400.000400.000 X 78 = 39 %X 78 = 39 %RumusRumus
    • KODE ETIKKODE ETIK Merupakan persyaratan berMerupakan persyaratan ber kegiatan dengan sistem PLkegiatan dengan sistem PL Bab II; Pasal 2.e:Bab II; Pasal 2.e: memiliki kode etik danmemiliki kode etik dan peraturan perusahaanperaturan perusahaan yang lazim berlaku diyang lazim berlaku di bidang usaha penjualanbidang usaha penjualan langsunglangsung
    • STARTER KITSTARTER KIT Merupakan persyaratan berMerupakan persyaratan ber kegiatan dengan sistem PLkegiatan dengan sistem PL Bab II; Pasal 2.k:Bab II; Pasal 2.k: Memberikan alat bantuMemberikan alat bantu penjualan (starter kit) kepadapenjualan (starter kit) kepada setiap mitra usaha yang palingsetiap mitra usaha yang paling sedikit berisikan keterangansedikit berisikan keterangan mengenai barang dan/ataumengenai barang dan/atau jasa, program pemasaran,jasa, program pemasaran, kode etik dan/atau peraturankode etik dan/atau peraturan perusahaanperusahaan
    • KODE ETIK Bab II; Pasal 4.(2):Bab II; Pasal 4.(2): Kode etik dan peraturan perusahaanKode etik dan peraturan perusahaan harus memuat ketentuan paling sedikit,harus memuat ketentuan paling sedikit, sbb:sbb: a.a. Persyaratan menjadi mitra usaha;Persyaratan menjadi mitra usaha; b.b. Hak dan kewajiban para pihak;Hak dan kewajiban para pihak; c.c. Program pembinaan, bantuan pelatihanProgram pembinaan, bantuan pelatihan dan fasilitas yang diberikan perusahaan,dan fasilitas yang diberikan perusahaan, dan/atau jaringan pemasaran kepadadan/atau jaringan pemasaran kepada mitra usaha;mitra usaha; d.d. Pemutusan dan perpanjangan perjanjian;Pemutusan dan perpanjangan perjanjian; e.e. Jaminan pembelian kembali;Jaminan pembelian kembali;
    • COOLING OF PERIODCOOLING OF PERIOD Bab II; Pasal 2.l:Bab II; Pasal 2.l: Memberikan tenggang waktu selamaMemberikan tenggang waktu selama 10 hari kerja kepada calon mitra10 hari kerja kepada calon mitra usaha untuk memutuskan menjadiusaha untuk memutuskan menjadi mitra usaha atau membatalkanmitra usaha atau membatalkan pendaftaran denganpendaftaran dengan mengembalikan alat usaha (startermengembalikan alat usaha (starter kit) yang telah diperoleh dalamkit) yang telah diperoleh dalam keadaan seperti semulakeadaan seperti semula
    • SATISFACTIONSATISFACTION GUARANTEEGUARANTEE Bab II; Pasal 2.m:Bab II; Pasal 2.m: Memberikan tenggang waktuMemberikan tenggang waktu selama 7 hari kerja kepada mitraselama 7 hari kerja kepada mitra usaha dan konsumen untukusaha dan konsumen untuk mengembalikan barang, apabilamengembalikan barang, apabila barang tersebut tidak sesuaibarang tersebut tidak sesuai dengan yang diperjanjikandengan yang diperjanjikan
    • BUY BACKBUY BACK GUARANTEEGUARANTEE Bab II; Pasal 2.n:Bab II; Pasal 2.n: Membeli kembali barang, bahan promosiMembeli kembali barang, bahan promosi (brosur, katalog atau leaflet), dan alat(brosur, katalog atau leaflet), dan alat bantu penjualan yang dalam kondisi layakbantu penjualan yang dalam kondisi layak jual dari harga pembelian awal mitrajual dari harga pembelian awal mitra usaha ke perusahaan dengan dikurangiusaha ke perusahaan dengan dikurangi biaya administrasi paling banyak 10% danbiaya administrasi paling banyak 10% dan nilai setiap manfaat yang telah diterimanilai setiap manfaat yang telah diterima oleh mitra usaha berkaitan denganoleh mitra usaha berkaitan dengan pembelian barang tersebut, apabila mitrapembelian barang tersebut, apabila mitra usaha mengundurkan diri atauusaha mengundurkan diri atau diberhentikan oleh perusahaan;diberhentikan oleh perusahaan;
    • Perjuangan UU Anti Skema Piramida APLI mengusulkan pada Penambahan poin ayat pada “Rancangan Undang-Undang RI tentang Perdagangan”, pada pasal 6 ayat (4) huruf “h. Melindungi masyarakat dari praktek skema piramida.” Pasal 6 ayat (5) Setiap Pelaku Usaha dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa yang ditetapkan sebagai barang dan/atau jasa yang dilarang untuk diperdagangkan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (4) Pasal 65: Setiap pelaku usaha yang tidak mematuhi ketentuan larangan memperdagangkan barang dan/atau jasa yang dilarang diperdagangkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)
    • Perjuangan UU Anti Skema Piramida • Kemudian diikuti penambahan pada “Penjelasan atas Rancangan Undang-Undang RI tentang Perdagangan” • Pasal 6 • Ayat (4) • Yang dimaksud dengan “Skema Piramida” adalah kegiatan usaha dengan nama atau istilah apapun dimana keikutsertaan mitra usaha berdasarkan pertimbangan adanya peluang untuk memperoleh imbalan yang berasal atau didapatkan terutama dari biaya partisipasi orang lain yang bergabung kemudian atau sesudah bergabungnya mitra usaha tersebut, dan bukan dari hasil kegiatan penjualan barang dan/atau jasa. • Definisi skema piramida ini telah digunakan dengan efektif, yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI No.32/M- DAG/PER/8/2008 pada pasal 1 ayat (12)