Materi presentasi mangrove oleh El Kail

4,991 views
4,726 views

Published on

Materi ini disampaikan oleh El Kail atau Lembaga Kajian Advokasi & Informasi Lingkungan Hidup dalam acara Amprokan Blogger Bekasi 2011, tanggal 17 September 2011

1 Comment
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
4,991
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
132
Actions
Shares
0
Downloads
681
Comments
1
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Materi presentasi mangrove oleh El Kail

  1. 1. SELAMATKAN LINGKUNGAN PESISIR DENGAN MELESTARIKAN HUTAN MANGROVE AMPROKAN BLOGGER 2011 eL K A I L Lembaga Kajian Advokasi dan Informasi Lingkungan Hidup
  2. 2. KLH CANANGKAN PROGRAM SABUK HIJAU PESISIR PULAU JAWA Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau sekitar 17.508 dengan panjang garis pantai ± 81.000 km. Mangrove merupakan vegetasi pantai yang memiliki peran penting dalam mempertahankan keseimbangan antara ekosistem laut dan ekosistem darat. sehingga fungsi mangrove dinyatakan sebagai sabuk hijau yang dapat mengikatkan keduanya.
  3. 3. FUNGSI EKOLOGI HUTAN MANGROVE <ul><li>Tempat pemijahan ikan dan burung serta pengendali plasa nutfah </li></ul><ul><li>Penyerap carbon dan menstabilisasi iklim pantai </li></ul><ul><li>Filter bagi sedimentasi dari daratan yg mengganggu habitat laut dan terumbu karang dan penyeimbang ekosistem estuaria </li></ul><ul><li>Pelindung habitat daratan dan penekan dari intrusi air laut </li></ul>
  4. 4. NILAI MANFAAT MANGROVE <ul><li>Pelindung pemukiman dari abrasi, angin dan tsunami </li></ul><ul><li>Penyedia sumber perikanan pesisir, bahan bangunan serta bahan bakar. </li></ul><ul><li>Sumber bahan pangan alternatif dari buah bakau (karbohidrat) dan obat. </li></ul><ul><li>Sumber pewarna alami bagi industri. </li></ul>
  5. 5. KAWASAN PENTING PENYIMPAN CARBON Sumber: Mudiyarso et al. CIFOR 2009
  6. 6. “ MANGROVE TAK HANYA BERFUNGSI DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT INDONESIA YANG TINGGAL DI DEKAT PESISIR, SAJA. TAPI, JUGA BERGUNA BAGI MEREKA YANG MEMILIKI RUMAH SANGAT JAUH DARI PESISIR PANTAI INDONESIA.” <ul><li>Apakah Anda sadar, bahwa: </li></ul><ul><li>Asap motor dan mobil Anda yang beracun itu , telah diserap dengan baik oleh dedaunan mangrove sehingga udara di kota kita menjadi bersih dan sehat? </li></ul><ul><li>Lalu, apakah Anda juga tidak ingat bahwa daun-daun mangrove yang lebat, berguna sekali dalam menyerap karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang saat ini menjadi ancaman serius bagi umat manusia, yaitu pemanasan global. </li></ul><ul><li>Tak hanya itu, bahkan bagi Anda yang seringkali melancong ke daerah-daerah wisata lalu menginap di hotelnya, air hotel yang tawar dan dingin itu , tak akan mungkin bisa seperti itu, apabila tidak dilindungi oleh akar-akar mangrove dari intrusi air laut yang asin. </li></ul><ul><li>Satu hal lagi, setiap kali Anda membuang sampah apapun bentuknya, maka saat sampah Anda mencapai pesisir, maka mangrove yang baik, telah menetralisirnya sehingga laut kita menjadi sangat bersih dan tak tercemar lagi. </li></ul><ul><li>Intinya , masih banyak lagi manfaat mangrove lainnya, bagi Anda yang tinggal jauh dari wilayah pesisir, yang “tentu saja” tak Anda sadari. </li></ul>
  7. 7. KONDISI HUTAN MANGROVE (SUMBER DATA SUBDIT PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE RLPS DEPHUT)
  8. 8. KONVERSI HUTAN MANGROVE <ul><li>Pembukaan lahan tambak dalam skala besar </li></ul><ul><li>Konversi lahan menjadi areal perumahan elite pinggir pantai, lapangan golf </li></ul><ul><li>Perluasan lahan publik dengan reklamasi dan pengurukan untuk pelabuhan, bandara dan jalan Tol. </li></ul>
  9. 9. DAMPAK KONVERSI LAHAN <ul><li>Hilangnya sumberdaya perikanan pesisir. </li></ul><ul><li>Abrasi dan kerusakan pemukiman nelayan. </li></ul><ul><li>Intrusi air laut dan pencemaran sumber air sumur nelayan, rusaknya lahan pertanian, </li></ul><ul><li>Perubahan iklim mikro kawasan pesisir </li></ul><ul><li>Wabah penyakit karena kualitas kesehatan dan kehidupan menurun. </li></ul><ul><li>Rusaknya infrastruktur yang dibangun </li></ul>
  10. 10. ABRASI (MUARA GEMBONG, 2011)
  11. 11. ProgramPenyelamatan Hutan Mangrove
  12. 12. PEMBIBITAN 1. Penyiapan buah (Propagul) Propagul mangrove diusahakan berasal dari lokasi setempat atau lokasi terdekat. Buah dapat diperoleh dengan cara mengambil buah-buah yang telah jatuh atau memetik langsung dari pohonnya. 2. Pembuatan bedeng persemaian Tempat yang akan digunakan untuk persemaian bibit dipilih lahan yang lapang dan datar. 3. Pembuatan APO Di sebuah lokasi yang memiliki gelombang tinggi, pemecah gelombang (baca: Apo-apo), bila diperlukan, wajib dibangun sebelum penanaman mangrove dilaksanakan, untuk melindungi bibit mangrove dari gerusan akibat gelombang laut.
  13. 13. PENDEKATAN PROGRAM <ul><li>Menjadikan masyarakat sebagai aktor utama </li></ul><ul><li>Pendekatan Multistakeholder (Pemerintah, Swasta dan NGO) </li></ul><ul><li>Menekankan pendekatan programatik ( Continuous Program ) </li></ul><ul><li>Memcarikan dana hibah stimulan dan mendorong kemandirian masyarakat </li></ul><ul><li>Terus mengawal dan membangun program dengan masyarakat </li></ul>
  14. 14. PENANAMAN Penancapan ajir Kegiatan penancapan ajir dilakukan dengan dua tujuan yaitu: (1) penanda lokasi penanaman sehingga akan mempermudah proses penanaman; (2) agar bibit-bibit mangrove yang ditanam bisa berjajar secara rapi sehingga mempermudah dalam monitoring; (3) ajir berguna menjaga bibit mangrove tidak roboh pada saat terjadi air pasang. Penanaman Pada tahap penanaman, mangrove dikelompokkan berdasarkan spesiesnya. Jarak tanam adalah ± 1m x 1m. Penanaman mangrove diatur sedemikian rupa sehingga kelompok mangrove tidak tercampur supaya tidak merubah sifat alami mangrove Cara Penanaman Mangrove ditanam di lahan yang telah disediakan dan dengan kedalaman dua kali lipat dari panjang polibek. Bibit diikat dengan tali rafia ke ajir.
  15. 15. WASPADAI HAMA <ul><li>3W </li></ul><ul><li>Wideng (Kepiting). </li></ul><ul><li>Wedhus (Kambing). </li></ul><ul><li>Wong (Orang). </li></ul><ul><li>Hama Lain </li></ul><ul><li>Lumut, ganggang laut, serangga, gastropoda, teritip, scale insect, dan ulat daun. </li></ul><ul><li>Gangguan lain </li></ul><ul><li>Bencana alam, gelombang besar, tumpahan minyak, tsunami, dan sebagainya. </li></ul>
  16. 16. PEMELIHARAAN Penyiangan dan Penyulaman Penyiangan dilakukan apabila kelulushidupan bibit - bibit mangrove yang telah ditanam, terus menerus mengalami penurunan. Penyiangan dilakukan dengan penyulaman yaitu mengganti bibit-bibit mangrove yang telah mati dengan bibit-bibit mangrove yang baru. Selain itu, juga dilakukan penebasan terhadap tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar mangrove untuk mengurangi persaingan sehingga bibit-bibit mangrove yang telah ditanam bisa tumbuh dengan baik. Penyiraman dengan air laut dua kali sehari pagi dan sore dilakukan juga untuk mencegah serangan hama.
  17. 17. Penjarangan Kegiatan penjarangan diperlukan untuk memberi ruang tumbuh yang ideal bagi tanaman yaitu agar pertumbuhan tanaman dapat meningkat dan pohon-pohon yang tumbuh bisa sehat dan baik. Perlindungan Tanaman Mangrove dalam pertumbuhannya mempunyai masa-masa kritis. Oleh karena itu perlindungan tanaman mangrove dan hama yang merusak, mulai dari pembibitan hingga mencapai anakan, perlu dilakukan agar pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik.
  18. 18. S atu bibit mangrove yang kita tanam, jika hidup, berarti kita telah memberi kesempatan kepada ribuan bahkan jutaan nyawa bagi flora dan fauna mangrove, untuk hidup. Menjaga hutan mangrove berarti menyelamatkan hak hidup dan tempat tinggal tumbuhan dan binatang-binatang mangrove. Melestarikan mangrove, berarti menjaga kelangsungan kehidupan kita (manusia) di masa mendatang. Marilah bersama-sama menyelamatkan hutan mangrove kita. Sekarang! KAMPANYE MANGROVE
  19. 19. TERIMA KASIH SALAM PELESTARIAN ! SEKARANG AYO KITA SELAMATKAN PESISIR !! KANTOR eL KAIL Jl. Setia Budi No 88 Cikarang Utara Bekasi Jawa Barat INDONESIA 17530 P. +622185391002 E. el.kail @yahoo.co.id www.elkail.org

×