“ MENJAGA CITRA KEPERAWATAN PROFESSIONAL DALAM MELAYANI                 PELAYANAN KEPERAWATAN ”                          O...
Puji dan Syukur penulis ucapkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkatlimpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penul...
KATA PENGANTAR .................................................................DAFTAR ISI ..................................
PENDAHULUANA.   MENJAGA CITRA KEPERAWATAN PROFESSIONAL                          DALAM     MELAYANI PELAYANAN KEPERAWATAN  ...
ramah, genit, tidak pintar seperti dokter dan sebagainya. Seperti itulah kira-kira citra perawat di mata masyarakat yang b...
menekankan peran yang menurut saya paling penting dalam membanguncitra perawat ideal di mata masyarakat. Peran–peran terse...
KONSEP ROLE MODEL DALAM PASIEN     Hasil penelitian menunjukkan kekuatan peran perawat merupakanmodel sosial dari rentang ...
pasien dan tanggung jawab sosial. Pilihan etik bertanggung jawab dalammenentukan   pertanggungjawaban,    resiko,   komitm...
KONSEP KEPUTUSAN MORAL DAN TEORI MORAL DALAM                     KEPERAWATAN            Peningkatan pengetahuan dan teknol...
 Kondisi mental yang mempengaruhi seseorang menjadi tetap       bersemangat, berani, disiplin, dll.2.   Ensiklopedia Pend...
melaksanakan suatu proyek termasuk didalamnya mengidentifikasimoral/etika esensial dalam praktek keperawatan profesional.P...
menyebabkan dia perlu dirawat di rumah sakit. Selain itu diajuga perokok berat sebelumnya. Ketika kondisinya telah mulaipu...
KONSEP TENTANG TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL      Tanggung jawab merupakan kewajiban, ini mengarah kepadakewajiban yang harus...
Pada tingkat pelaksana sebagai perawat harus memiliki kewenangandan otonomi (kemandirian) dalam pengambilan keputusan untu...
BAB V                                  PENUTUPA.     KESIMPULAN       Sebagai kesimpulan keperawatan adalah profesi yang t...
DAFTAR PUSTAKA      Anomin, Konsep Tentang Citra Keperawatan Dalam Memberi PelayananKesehatan, Nuansa Aulia, Bandung, 2006...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah menjaga citra keperawatan profesional dalam melayani pelayanan keperawatan

11,907 views
11,388 views

Published on

2 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,907
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
141
Comments
2
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah menjaga citra keperawatan profesional dalam melayani pelayanan keperawatan

  1. 1. “ MENJAGA CITRA KEPERAWATAN PROFESSIONAL DALAM MELAYANI PELAYANAN KEPERAWATAN ” Oleh : BARY PRIMA MUHAMMAD ZAKY NAILAL KHARMI SYAF NOVA YARLLINDA SEPNUL ARIF DOSEM PEMBIMBING : SANDRA DEWI AKADEMI KEPERAWATAN PADANG PARIAMAN 2012/2013 KATA PENGANTAR
  2. 2. Puji dan Syukur penulis ucapkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkatlimpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah iniyang berjudul “ Menjaga Citra Keperawatan Professional Dalam Melayani PelayananKeperawatan ” Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuandan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak,untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat danterimakasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen Pembimbing dan semua pihakyang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada parapembaca. penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaanbaik dari bentuk penyusunan maupun materinya, untuk itu kami mengharapkankritik dan saran dari pembaca, atas kritik dan sarannya, penulis mengucapkanterimakasih. Pariaman. September 2102 Penyusun DAFTAR ISI
  3. 3. KATA PENGANTAR .................................................................DAFTAR ISI ................................................................................BAB I PENDAHULUAN ......................................................... A. Menjaga citra keperawatan professional dalam melayani pelayanan keperawatan .........................................................BAB II KONSEP ROLE MODEL DALAM PASIEN ............BAB III KONSEP KEPUTUSAN MORAL DAN TEORIMORAL DALAM KEPERAWATAN ...................................... A. KONSEP ROLE MODEL DALAM PASIEN ..............BAB IV KONSEP TENTANG TANGGUNG JAWABPROFESIONAL ..........................................................................BAB V PENUTUP ....................................................................... A. KESIMPULAN ................................................................DAFTAR PUSTAKA .................................................................. BAB I
  4. 4. PENDAHULUANA. MENJAGA CITRA KEPERAWATAN PROFESSIONAL DALAM MELAYANI PELAYANAN KEPERAWATAN Konsep tentang citra keperawatan profesional dalam Memberi pelayanan kesehatan Menjadi seorang perawat merupakan suatu pilihan hidup bahkan merupakan suatu cita-cita bagi sebagian orang. Namun adapula orang yang menjadi perawat karena suatu keterpaksaan atau kebetulan, bahkan menjadikan profesi perawat sebagai alternatif terakhir dalam menentukan pilihan hidupnya. Terlepas dari semua itu, perawat merupakan suatu profesi yang mulia. Seorang perawat mengabdikan dirinya untuk menjaga dan merawat klien tanpa membeda-bedakan mereka dari segi apapun. Setiap tindakan dan intervensi yang tepat yang dilakukan oleh seorang perawat, akan sangat berharga bagi nyawa orang lain. Seorang perawat juga mengembang fungsi dan peran yang sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan secara holistik kepada klien. Namun, sudahkah perawat di Indonesia melakukan tugas mulianya tersebut dengan baik! Bagaimanakah citra perawat ideal di mata masyarakat! Perkembangan dunia kesehatan yang semakin pesat kian membuka pengetahuan masyarakat mengenai dunia kesehatan dan keperawatan. Hal ini ditandai dengan banyaknya masyarakat yang mulai menyoroti kinerja tenaga-tenaga kesehatan dan mengkritisi berbagai aspek yang terdapat dalam pelayanan kesehatan. Pengetahuan masyarakat yang semakin meningkat, berpengaruh terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, citra seorang perawat kian menjadi sorotan. Hal ini tentu saja merupakan tantangan bagi profesi keperawatan dalam mengembangkan profesionalisme selama memberikan pelayanan yang berkualitas agar citra perawat senantiasa baik di mata masyarakat. Menjadi seorang perawat ideal bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi untuk membangun citra perawat ideal di mata masyarakat. Hal ini dikarenakan kebanyakan masyarakat telah didekatkan dengan citra perawat yang identik dengan sombong, tidak
  5. 5. ramah, genit, tidak pintar seperti dokter dan sebagainya. Seperti itulah kira-kira citra perawat di mata masyarakat yang banyak digambarkan di televisimelalui sinetron-sinetron tidak mendidik. Untuk mengubah citra perawatseperti yang banyak digambarkan masyarakat memang tidak mudah, tapi itumerupakan suatu keharusan bagi semua perawat, terutama seorang perawatprofesional. Seorang perawat profesional seharusnya dapat menjadi sosokperawat ideal yang senantiasa menjadi role model bagi perawat vokasionaldalam memberikan asuhan keperawatan. Hal ini dikarenakan perawatprofesional memiliki pendidikan yang lebih tinggi sehingga ia lebih matangdari segi konsep, teori, dan aplikasi. Namun, hal itu belum menjadi jaminanbagi perawat untuk dapat menjadi perawat yang ideal karena begitu banyakaspek yang harus dimiliki oleh seorang perawat ideal di mata masyarakat.Perawat yang ideal adalah perawat yang baik. Begitulah kebanyakan orangmenjawab ketika ditanya mengenai bagaimana sosok perawat ideal di matamereka. Mungkin kedengarannya sangat sederhana. Namun, di balik semuaitu, pernyataan tersebut memiliki makna yang besar. Masyarakat ternyatasangat mengharapkan perawat dapat bersikap baik dalam arti lembut, sabar,penyayang, ramah, sopan dan santun saat memberikan asuhan keperawatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang masih menemukanperilaku kurang baik yang dilakukan oleh seorang perawat terhadap kliensaat menjalankan tugasnya di rumah sakit. Hal itu memang sangatdisayangkan karena bisa membuat citra perawat menjadi tidak baik di matamasyarakat. Ternyata memang hal-hal seperti itulah yang memunculkanjawaban demikian dari masyarakat. Untuk menjadi perawat ideal di mata masyarakat, diperlukankompetensi yang baik dalam hal menjalankan peran dan fungsi sebagaiperawat. Seorang perawat profesional haruslah mampu menjalankan perandan fungsinya dengan baik. Adapun peran perawat diantaranya ialahpemberi perawatan, pemberi keputusan klinis, pelindung dan advokat klien,manajer kasus, rehabilitator, pemberi kenyamanan, komunikator, penyuluh,dan peran karier. Semua peran tersebut sangatlah berpengaruh dalammembangun citra perawat di masyarakat. Namun, disini saya akan
  6. 6. menekankan peran yang menurut saya paling penting dalam membanguncitra perawat ideal di mata masyarakat. Peran–peran tersebut diantaranyaialah peran sebagai pemberi perawatan, peran sebagai pemberi kenyamandan peran sebagai komunikator BAB II
  7. 7. KONSEP ROLE MODEL DALAM PASIEN Hasil penelitian menunjukkan kekuatan peran perawat merupakanmodel sosial dari rentang perilaku adaptif sampai dengan maladaptif.Perawat menggunakan diri untuk menjadi model yang adaptif danperkembangan perilaku. Role model tidak berhubungan dengan kemampuantotal dari norma lokal masyarakat atau kebahagiaan hidup, isi sepenuhnyadalam kehidupan. Efektifnya peran perawat dapat dilakukan dengan penuhdan kepuasan kehidupan diri yang tidak didominasi oleh konflik, distresatau pengingkaran dan juga pendekatan perawat terhadap pasien dalamkehidupannya dalam mengembangkan kemampuan, harapan dan adaptasi. Perawat harus dapat menjawab, mengapa kamu ingin menolong oranglain? helper yang baik harus interes dengan orang lain dan siap menolongdengan cara mencintai dari manusia tersebut. Secara benar bahwa seseorangselama hidupnya membutuhkan kepuasan dan penyelesaian dari kerja yangdilakukan. Tujuannya mempertahankan keseimbangan antara keduakebutuhan tersebut. Altruisme lebih menitikkan pada kesejahteraan oranglain. Tidak diartikan secara altruistik diri juga tidak menampilkankompensasi yang adekuat dan pengulangan atau pengingkaran secara praktisatau pengorbanan diri. Akhirnya, altruisme juga dapat diasumsikan sebagaibentuk perubahan sosial yang dibuat untuk manusia dalam bentukkebutuhan akan kesejahteraan. Salah satu tujuannya adalah semuaprofesional harus dapat membantu orang lain dalam pemberian pelayanandan mengembangkan kemampuan sosial. Secara legitimasi diperlukan peranperawat dalam melakukan pekerjaannya untuk mengadakan perubahanstruktur yang besar dan proses perubahan sosial dalam meningkatkankesehatan individu dan kemampuan dirinya. Keyakinan diri pada seseorang dan masyarakat dapat memberikanberupa kesadaran akan petunjuk untuk melakukan tindakan. Kode untukperawat umumnya menampilkan penguatan nilai hubungan perawat-kliendan tanggung jawab dan pemberian pelayanan yang merupakan rujukanuntuk semua perawat dalam memberikan penguatan untuk kesejahteraan
  8. 8. pasien dan tanggung jawab sosial. Pilihan etik bertanggung jawab dalammenentukan pertanggungjawaban, resiko, komitmen dan keadilan.Hubungan perawat dengan etik adalah kebutuhan akan tanggung jawabuntuk merubah perilaku. Dimana harus diketahui batasan dan kekuatan dankemampuan yang dimiliki. Juga dilakukan oleh anggota tim kesehatan,perawat yang setiap waktu siap untuk menggali pengetahuan dankemampuan dalam menolong orang lain sumber-sumber yang digunakanguna dipertanggungjawabkan. BAB III
  9. 9. KONSEP KEPUTUSAN MORAL DAN TEORI MORAL DALAM KEPERAWATAN Peningkatan pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat dalam segala bidang serta meningkatnya pengetahuan masyarakat berpengaruh pula terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan. Hal ini merupakan tantangan bagi profesi keperawatan dan dalam mengembangkan profesionalisme selama memberi pelayanan yang berkualitas. Kualitas pelayanan yang tinggi memerlukan landasan komitmen yang kuat dengan basis pada etik dan moral yang tinggi. Sikap etis profesional yang kokoh dari setiap perawat akan tercermin dalam setiap langkahnya, termasuk penampilan diri serta keputusan yang diambil dalam merespon situasi yang muncul. Oleh karena itu pemahaman yang mendalam tentang etika dan moral serta penerapannya menjadi bagian yang sangat penting dan mendasar dalam memberikan asuhan keperawatan dimana nilai-nilai pasien selalu menjadi pertimbangan dan dihormati.A. MORAL DALAM KEPERAWATAN Moral merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah, kebajikan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku. Teori moral merupakan aplikasi atau penerapan tentang filosofi moral kedalam situasi nyata dan berfokus pada prinsip-prinsip dan konsep yang membimbing manusia berpikir dan bertindak dalam kehidupannya yang dilandasi oleh nilai-nilai.B. TEORI MORAL DALAM KEPERAWATAN Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik. Adapun beberapa pendapat yang dimaksud dengan moral 1. Menurut kamus lengkap Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena).  Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai akhlak.  Akhlak dan budi pekerti
  10. 10.  Kondisi mental yang mempengaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat, berani, disiplin, dll.2. Ensiklopedia Pendidikan (Prof. Dr. Soeganda Poerbacaraka).  Suatu istilah untuk menentukan batas-batas dari sifat-sifat, corak- corak, maksud-¬maksud, pertimbangan-pertimbangan, atau perbuatan-perbuatan yang layak dapat dinyatakan baik/buruk, benar/salah.  Lawannya moral  Suatu istilah untuk menyatakan bahwa baik/benar itu lebih daripada yang buruk/salah.  Bila dilihat dari sumber dan sifatnya, ada moral keagamaan dan moral sekuler. Moral keagamaan kiranya telah jelas bagi semua orang, sebab untuk hal ini orang tinggal mempelajari ajaran-ajaran agama yang dikehendaki di bidang moral.  Moral sekuler merupakan moral yang tidak berdasarkan pada ajaran agama dan hanya bersifat duniawi semata-mata. Bagi kits umat beragama, tentu moral keagamaan yang harus dianut dan bukannya moral sekuler.  Karma etik berkaitan dengan filsafat moral maka sebagai filsafat moral, etik mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlaku tentang apa yang benar atau salah, baik atau buruk, yang secara umum dapat dipakai sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tindakan manusia. Dan moral diartikan mengenai apa yang dinialinya seharusnya oleh masyarakat dan etik dapat diartikan pula sebagai moral yang ditujukan kepada profesi. Oleh karma itu etik profesi sebaiknya jugs berbentuk normative yang dianutnya. Moral hampir sama dengan etika, biasanya merujuk pada standar personal tentang benar atau salah. Hal ini sangat penting untuk mengenal antara etika dalam agama, hukum adat dan profesional. Pada tahun 1985, “The American Association Colleges of Nursing”
  11. 11. melaksanakan suatu proyek termasuk didalamnya mengidentifikasimoral/etika esensial dalam praktek keperawatan profesional.Perkumpulan ini mengidentifikasikan 5 nilai-nilai moral dalamkeperawatan, yaitu:1) Suatu peristiwa atau kejadian, seorang perawat memberikan kepuasan termasuk pelayanan, dan kepedulian.2) Equality (kesetaraan): Memiliki hak atau status yang sama termasuk penerimaan dengan sikap asertif, kejujuran, harga diri dan toleransi3) Freedom (Kebebasan): memiliki kapasitas untuk memilih kegiatan termasuk percaya diri, harapan, disiplin serta kebebasan dalam pengarahan diri sendiri.4) Human dignity (Martabat manusia): Berhubungan dengan penghargaan yang lekat terhadap martabat manusia sebagai individu termasuk pelayanan kesehatan, kebaikan, penuh terhadap kepercayaan.5) Justice (Keadilan): Menjunjung tinggi moral dan prinsip- prinsip legal termasuk objektifitas, moralitas, integritas, dorongan dan keadilan serta kewajaran. Di dalam keperawatan diperlukan nilai-nilai dan perilaku kesehatan pada posisinya. Perawat bisa menjadi sangat frustrasi bila membimbing atau memberikan konsultasi kepada pasien yang mempunyai nilai-nilai dan perilaku kesehatan yang sangat rendah. Hal ini disebabkan karena pasien kurang memperhatikan status kesehatannya. Pertama-tama yang dilakukan oleh perawat adalah berusaha membantu pasien untuk mengidentifikasi nilai-nilai dasar kehidupannya sendiri. Sebagai ilustrasi dapat dicontohkan kasus sebagai berikut: Seorang pengusaha yang sangat sukses dan mempunyai akses di luar dan dalam negeri sehingga dia menjadi sibuk sekali dalam mengelola usahanya. Akibat kesibukannya dia sering lupa makan sehingga terjadi perdarahan lambung yang
  12. 12. menyebabkan dia perlu dirawat di rumah sakit. Selain itu diajuga perokok berat sebelumnya. Ketika kondisinya telah mulaipulih perawat berusaha mengadakan pendekatan untukmempersiapkannya untuk pulang. Namun perawat menjadikecewa, karena pembicaraan akhirnya mengarah padakeberhasilan serta kesuksesannya dalam bisnis. BAB IV
  13. 13. KONSEP TENTANG TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL Tanggung jawab merupakan kewajiban, ini mengarah kepadakewajiban yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan secaraprofessional. Manajer dan para staf harus memahami dengan jelas tentangfungsi tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing perawat sertahasil yang ingin dicapai dan bagaimana mengukur kualitas kinerja stafnya.Perawat yang professional akan bertanggung jawab atas semua bentuktindakan klinis keperawatan yang dilakukan dalam lingkup tugasnya.Tanggung jawab diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan kinerja yangditampilkan guna memperoleh hasil pelayanan keperawatan yangberkualitas tinggi. Yang perlu diperhatikan dari pelaksanaan tanggungjawab adalah memahami secara jelas tentang “uraian tugas danspesifikasinya” serta dapat dicapai berdasarkan standar yang berlaku atauyang disepakati. Hal ini berarti perawat mempunyai tanggung jawab yangdilandasi oleh komitmen, dimana mereka harus bekerja sesuai fungsi tugasyang dibebankan kepadanya. Untuk mempertahankannya, perawat hendaknya mampu dan selalumelakukan introspeksi serta arahan pada dirinya sendiri (self-directed),merencanakan pengembangan diri secara kreatif dan senantiasa berusahameningkatkan kualitas kinerjanya. Hal ini diperlukan agar mereka dapatmengidentifikasi elemen-elemen kritis untuk meningkatkan danmengembangkan kinerja klinis mereka, guna memenuhi kepuasan pasiendan dirinya sendiri dalam pekerjaannya. Mencatat respon danperkembangan pasien dengan lengkap dan benar merupakan salah satutanggung jawab perawat dalam melaksanakan tugasnya. Adapun tanggungjawab perawat dalam menjalankan tugas adalah, Akontabilitas adalahmempertanggung jawabkan hasil pekerjaan, dimana “tindakan” yangdilakukan merupakan satu aturan profesional. Oleh karena itu pertanggungjawaban atas hasil asuhan keperawatan mengarah langsung kepada praktisiitu sendiri.
  14. 14. Pada tingkat pelaksana sebagai perawat harus memiliki kewenangandan otonomi (kemandirian) dalam pengambilan keputusan untuk tindakanyang akan mereka lakukan. Manajer ruangan bertanggung jawab ataskeputusannya terhadap pelaksanaan tugas-tugasnya, termasuk menyeleksistaf, terutama mengarah pada kemampuan kinerja mereka masing-masing.Selanjutnya, setiap perawat sebagai anggota tim bertanggung jawabterhadap penugasan yang dilimpahkan kepadanya. Oleh karena itu, setiap perawat harus paham terhadap pertanggungjawaban atas tugas yang dibebankan kepadanya. Kepala ruangan wajibmelakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dari stafnya. Perawatprofessional harus dapat mempertanggung jawabkan tindakan yangdilakukan dalam pencapaian tujuan asuhan keperawatan atau kebidanankepada pasien. Kepekaan diperlukan terhadap hasil setiap tindakan yangdilakukannya, karena berhubungan dengan tanggung jawab, pendelegasian,kewajiban dan kredibilitas profesinya
  15. 15. BAB V PENUTUPA. KESIMPULAN Sebagai kesimpulan keperawatan adalah profesi yang terus mengalamiperubahan, fungsinya lebih luas, baik sebagai pelaksana asuhan, pengelola, ahli,pendidik, maupun peneliti keperawatan. Melihat fungsinya yang luas sebagaimanatersebut di atas, maka perawat profesional harus dipersiapkan denganmendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kepemimpinan. Pemimpinkeperawatan dibutuhkan baik sebagai pelaksana asuhan keperawatan, pendidik,manajer, ahli, dan bidang riset keperawatan. Dengan model kepemimpinan yangefektif ini, diharapkan di masa yang akan datang profesi keperawatan bisaditerima dengan citra yang baik di masyarakat luas sebagai suatu profesi yangdikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedangberkembang.
  16. 16. DAFTAR PUSTAKA Anomin, Konsep Tentang Citra Keperawatan Dalam Memberi PelayananKesehatan, Nuansa Aulia, Bandung, 2006 C.S.T Kansil, Konsep Role Model Dalam Pasien, Jakarta, Pradnya Paramita,2003, cet.2,

×