makalah Komunikasi dalam keperawatan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

makalah Komunikasi dalam keperawatan

on

  • 3,488 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,488
Views on SlideShare
3,488
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
47
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

makalah Komunikasi dalam keperawatan makalah Komunikasi dalam keperawatan Document Transcript

  • MAKALAH MANAJEMEN KEPERAWATAN tentang “ Komunikasi Organisasi “ Oleh kelompok : 9 Asri Ashar Rahma Syarif Vadyla Maysyna Yossa Wulandari Yulia Intan Permata Sari Dosen pembimbing : AKADEMI KEPERAWATAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN 2012 1
  • KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikanrahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikanMakalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ komuniasiorganisasi” Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karenaitu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kamiharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telahberperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. SemogaAllah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. 2
  • DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ........................................................................... iDAFTA R ISI ......................................................................................... iiBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................... 1 B. Tujuan ................................................................................. 1BAB II KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI A. Pengertian ........................................................................... 2 B. Definisi Fungsional Komunikasi Organisasi ................... 3 C. Unit Komunikasi ................................................................ 3 D. Proses Komunikasi Organisasi ......................................... 4 E. Hambatan Komunikasi ...................................................... 7BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ......................................................................... 9DAFTAR PUSTAKA 3
  • BAB I PENDAHULUANC. Latar Belakang Pentingnya komunikasi dengan manusia adalah suatu hal yang tidak bisa dipungkiri manusia, begitu juga halnya dengan organisasi. Tidak hanya pengetahuan dasar tentang komunikasi, pengetahuan dasar tentang organisasi sebagai suatu lingkungan tertentu yang berstruktur, berkarakteristik, serta memiliki fungsi tertentu adalah suatu hal yang mendukung kelancaran komunikasi organisasi Orang yang tertarik untuk bergabung dalam suatu organisasi memilki alasan yang beragam. Ada yang karena alasan profit, tuntutan profesi, penyebaran ideologi maupun pemenuhan kebutuhan sosial. Para psikolog berpendapat bahwa kebutuhan utama manusia dan untuk menjadi manusia yang sehat secara rohani adalah kebutuhan akan hubungan sosial yang baik dengan orang- orang lain. Maslow menyebutkan bahwa salah satu dari empat kebutuhan utama manusia adalah terfasilitasinya kebutuhan sosial untuk memperoleh rasa aman lewat rasa memiliki dan dimiliki, pergaulan, rasa diterima, memberi dan menerima persahabatan )D. Tujuan 1) Ingin mengetagui apa itu komunikasi oarganisasi keperawatan ? 2) Ingin mengetagui Definisi Fungsional Komunikasi Organisasi ? 3) Ingin mengetagui UNIT KOMUNIKASI ? 4) Ingin mengetagui Hambatan Komunikasi ? 4
  • BAB II KOMUNIKASI DALAM ORGANISASIF. Pengertian Komunikasi Organisasi adalah penafsiran pesan diantara unit – unit komunikasi yang merupakan bagian dari organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hirarki antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Unit komunikasi adalah dalam sistem komunikasi keadaan tersebut adalah hubungan antara orang – orang dalam jabatan-jabatan (posisi-posisi). Unit mendasar komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama jabatan itu dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan keadaan orang tersebut. Proses Komunikasi Organisasi : Terdiri dari komunikasi internal dan komunikasi eksternal. a. Komunikasi internal terdiri dari 3 dimensi : a) Komunikasi vertikal : ada hubungan timbal balik antara pimpinan dan staff maupun sebaliknya. (Two Way Traffic Communication).Bersifat Formal. b) Komunikasi Horisontal : komunikasi mendatar,komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja. Bersifat tidak formal : Employee relation dan sering timbul rumours (pembicaraan yang lebih banyak faktanya), grapevine (komunikasi acak- acakan),gossip. c) Komunikasi Diagonal (Cross Comunication) : komunikasi antara pimpinan seksi atau bagian lain dengan pegawai seksi atau bagian lain. 5
  • b. Komunikasi Eksternal : komunikasi dari organisasi kepada khalayak yang bersifat informatif. Wujudnya berupa majalah,press release atau media release,artikel,surat kabar atau majalah,pidato,brosur,poster.G. Definisi Fungsional Komunikasi Organisasi Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berf ungsi dalaam suatu lingkungan. Garis yang putus- putus melukiskan gagasan bahwa hubungan- hubungan ditentukan secara alami; hubungan- hubungan itu juga menunjukkan bahwa struktur suatu organisasi er sifat luwes dan mungkin berubah sebagai respons terhadap kekuatan- kekuatan lingkungan yang internal dan eksternal. Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota- anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.H. Unit Komunikasi Suatu sistem didefinisikan oleh Pool [1973] sebagai “setiap entitas berkelanjutan yang mampu berada dalam dua keadaan atau lebih” . Dalam suatu sistem komunikasi, keadaan itu adalah hubungan antara orang-orang. Dalam suatu system komunikasi organisasi keadaan tsb adalah hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan [posisi-posisi] . Unit mendasar komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa diso sialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama 6
  • jabatan tsb dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gam bar yang sesuai dengan keadaan orang tsb. Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang terlibat dalam komunikasi, kita menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi : 1) Penciptaan pesan atau, lebih tepatnya, penciptaan pertunjukkan [to display menurut Random House Dictionary of The English Language 1987 : anda membawa sesuatu untuk diperhatikan seseorang atau orang lain; menyebarkan seseuatu sehingga sesuatu tsb dapat terlihat secara lengkap dan menyenangkan] . 2) Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukkan [to intepret : m enguraikan atau memahami sesuatu dengan suatu cara tertentu].I. Proses Komunikasi Organisasi a) Komunikasi Internal Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan oper asi dan manajemen Dua dimensi komunikasi internal : b) Komunikasi Vertikal Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari staf ke pimpinan dengan cara timbal balik [two way traffic communication] " Downward Communication ! komunikasi atas ke bawah. Contoh pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat, majalah intern. 7
  • " Upward communication ! dari bawah ke atas. Contoh staf memberikan laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan. Hambatannya adalah apabila saluran komunikasi dalam organisasi tidak berjalan atau digunakan sebagaimana mestinya, karena hal ini berpengaruh terhadap operasional organisasi perusahaan Organisasi terdiri atas sejumlah orang; melibatkan keadaan saling bergantung; kebergantungan memerlukan koordinasi; koordinasi mensyaratkan komunikasi. Interkasi antara pimpinan organisasi top manajer dengan middle manager] dengan audience di luar organisasi. Manajer = pemimpin organisasi [swasta, BUMN atau pemerintah] peranannya dapat berpengaruh terhadap internal public [karyawan] dan external public [di luar organisasi, tetapi ada pengaruhnya]1) Peranan Antarpersona [Interpersonal Role]" Peranan Tokoh [figurhead role]" Peranan Pemimpin [leader role]" Peranan Penghubung [liaison role]2) Peranan Informasional [Informational Role]" Peranan Monitor [monitor role]" Peranan Penyebar [disseminator role]" Peranan Jurubicara [spokesman role]3) Peranan Memutuskan [Decisional Role]" Peranan Wiraswasta [enterpreneur role]" Peranan Pengendali Gangguan [distrurbance handler role]" Peranan Penentu Sumber [resource allocator role]" Peranan Perunding [negotiator role] 8
  • MODEL PROSES KOMUNIKASI ANTAR-PRIBADIJOHARIS WINDOW I II OPEN AREA BLIND AREA Known by ourselves and (blindspot) known by others Known by other, not known by ourselves III IV HIDDEN AREA (tidak diketahui) (Tedeng aling-aling /façade) Not known by ourselves and Known by ourselves but not not known by other known by other Diketahui disri sendiri tidak diketahui diri sendiri Prof . Harry Ingham and Joseph Luft ., Of Human Interaction, National Press Books, Palo Alto California, 1969. c) Komunikasi Horisontal = komunikasi mendatar, antara anggota staf. dengan anggota staf. Berlangsung tidak formal, lain dengan ko munikasi vertikal yang formal. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja ! employee relation dan sering timbul rumours, grapevine, gossip. d) Komunikasi Diagonal [Cross Communication] Komunikasi antara pimpinan seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain. KOMUNIKASI EKSTERNAL Komunikasi antara pimpinan organisasi [perusahaan] dengan khalayak audience di luar organisasi. 9
  • " Komunikasi dari organisasi kepada khalayak ! bersifat informatif Majalah, Press release/ media release, Artikel surat kab ar atau majalah, Pidato, Brosur, Poster, Konferensi pers, dll " Komunikasi dari khalayak kepada organisasi Komunikasi Kolaboratif dalam Organisasi Bisnis To meet the challenge in the workplace today requires. Setiap staf pada bagian manapun seharusnya : 1) Relationship Oriented ! Networking ! sinergi 2) Service Focused ! berpikir pada pelayanan 3) Customer Commited ! mempunyai komitmen pd pelanggan 4) Facilitative [media saluran/pendukung] 5) Forward Thinking ! berpikir kedepan 6) Value Added [nilai tambah ! selalu berusaha mengupdate kemampuan komunikasi] 7) Team Driven [serba tim] and leaders [mampu tampil sebagai pemimpin]J. Hambatan Komunikasi 1) Hambatan Teknis Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi, semakin berkurang dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, sehingga saluran komunikasi dapat diand alkan dan efesien sebagai media komunikasi. Menurut Cruden dan Sherman dalam bukunya Personel Management, 1976, jenis hambatan teknis dari komunikasi : 1. Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas 2. Kurangnya informasi atau penjelasan 3. Kurangnya ketrampilan membaca 4. Pemilihan media [saluran] yang kurang tepat. 2) Hambatan Semantik 10
  • Gangguan semantic menjadi hambatan dalam proses penyampaianpengertian atau idea secara secara efektif.Definisi semantik sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan lewatbahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertiankomunikator dan komunikan, tetapi seringkali proses penafsirannya keliru.TIDAK ADANYA hubungan antara Simbol [kata] dan apa yang disimbolkan[arti atau penafsiran], dapatmengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apayang dimaksudkan sebenarnya.Untuk menghindari mis komunikasi semacam ini, seorang komunikatorHARUS memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristikkomunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yangdipakainya.3) Hambatan Manusiawi Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat- alat pancaindera seseorang, dll. Menurut Cruden dan Sherman :(a) Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia. Perbedaan persepsi, perbedaan umur, perbedaan keadaan emosi, k etrampilan mendengarkan, perbedaan status, pencairan informasi, penyaringan informasi.(b) Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi. Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf dan efektifitas komunikasi organisasi. 11
  • BAB III PENUTUPB. Kesimpulan 1. Proses Komunikasi Organisasi : Terdiri dari komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Komunikasi internal terdiri dari 3 dimensi : o Komunikasi vertikal : ada hubungan timbal balik antara pimpinan dan staff maupun sebaliknya. (Two Way Traffic Communication).Bersifat Formal. o Komunikasi Horisontal : komunikasi mendatar,komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja. Bersifat tidak formal : Employee relation dan sering timbul rumours (pembicaraan yang lebih banyak faktanya), grapevine (komunikasi acak-acakan),gossip. o Komunikasi Diagonal (Cross Comunication) : komunikasi antara pimpinan seksi atau bagian lain dengan pegawai seksi atau bagian lain. 2. Komunikasi Eksternal : komunikasi dari organisasi kepada khalayak yang bersifat informatif. Wujudnya berupa majalah,press release atau media release,artikel,surat kabar atau majalah,pidato,brosur,poster. 12
  • DAFTAR PUSTAKA Pace R. Wayne and Faules, Don F, Komunikasi Organisasi, ROSDA,Bandung 2007 Uchjana Effendi, Onong., Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek, RemajaRosdakarya, Bandung 2008 Jiwanto, Gunawan., Komunikasi dalam Organisasi, Pusat PengembanganManajemen & Andi Offset, Yogyakrta 1985 13