MAKALAH Bayi tabung dan sistem imun
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

MAKALAH Bayi tabung dan sistem imun

on

  • 2,621 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,621
Slideshare-icon Views on SlideShare
2,621
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
36
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    MAKALAH Bayi tabung dan sistem imun MAKALAH Bayi tabung dan sistem imun Document Transcript

    • BAB I PENDAHULUAN Genetika disebut juga dengan ilmu keturunan, berasal dari kata genos(bahasa latin) yang artinya bersuku – suku bangsa atau asal usul. Secara“etimologi” artinya asal mula kejadian. Namun, genetika bukan merupakan ilmutentang asal mula kejadian meskipun pada batas – batas tertentu memang adakaitannya dengan hal itu. Genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang selukbeluk alih informasi hayati dari generasi ke generasi. Oleh karena caraberlangsungnya alih informasi hayati tersebut mendasari adanya perbedaan danpersamaan sifat diantara individu organism, maka dengan singkat dapat puladikatakan bahwa genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat.Dalam ilmu ini dipelajari tentang bagaimana sifat keturunan itu diwariskan padaanak cucunya, serta kemungkinan variasi yang timbul didalamnya.
    • BAB II GENETIKA DAN SISTEM IMUNSEJARAH GENETIKA A. Sejarah Rekayasa Genetika Rasa ingin tahu manusia dan keinginan untuk selalu mendapatkan yang terbaik dalam memecahkan semua masalah kehidupan membawa manusia untuk berfantasi dan mengembangkan imajinasinya. Hal inilah yang dialami oleh para ilmuwan di bidang biologi ketika mereka dihadapkan pada masalah kesehatan dan biologi. Mereka berimajinasi dan berandai-andai adanya suatu makhluk hidup yang merupakan perpaduan dari sifat-sifat positif makhluk hidup yang sudah ada. Pada awalnya, proses rekayasa genetika ditemukan oleh Crick dan Watson pada tahun 1953. Rekayasa genetika merupakan suatu rangkaian metode yang canggih dalam perincian akan tetapi sederhana dalam hal prinsip yang memungkinkan untuk dilakukan pengambilan gen atau sekelompok gen dari sebuah sel dan mencangkokkan gen atau sekelompok gen tersebut pada sel lain dimana gen atau sekelompok gen tersebut mengikat diri mereka dengan gen atau sekelompok gen yang sudah ada dan bersama-sama menaggung reaksi biokimia penerima. Secara sederhana, proses rekayasa genetika tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Setiap makhluk hidup terdiri atas jutaan sel individu yang masing- masing sel tersebut mengandung satu set gen yang identik. Gen-gen tersebut berfungsi memberikan perintah-perintah biologi yang hanya mengeluarkan satu dari ribuan perintah yang diperlukan untuk membangun dan menjaga kelangsungan suatu makhluk hidup serta menentukan penampakan yang dimunculkan dalam bentuk fisik suatu makhluk hidup. Setiap gen mengandung ribuan rantai basa yang tersusun menjadi sebuah rangkaian dimana gen tersebut berada dalam kromosom sebuah sel. DNA mudah diekstraksi dari sel-sel, dan kemajuan biologi molekuler
    • sekarang memungkinkan ilmuwan untuk mengambil DNA suatu spesies dan kemudian menyusun konstruksi molekuler yang dapat disimpan di dalam laboratorium. DNA rekombinan ini dapat dipindahkan ke makhluk hidup lain bahkan yang berbeda jenisnya. Hasil dari perpaduan tersebut menghasilkan makhluk hidup rekombinan yang memiliki kemampuan baru dalam melangsungkan proses hidup dan bersaing dengan makhluk hidup lainnya. Dengan kata lain makhluk hidup rekombinan memiliki sifat unggul bila dibandingkan dengan makhluk asalnya. Perkembangan rekayasa genetika sebagai bagian dari perkembangan bioteknologi. Bioteknologi ini semakin mencapai puncaknya ketika diciptakannya „rekayasa genetika‟ sekitar tahun 70-an, dengan ditemukannya cara pencangkokan sepotong „informasi‟ genetika asing ke dalam mikroba. Penemuan ini memberikan sentuhan baru terhadap pandangan Haldane yaitu; apabila tidak dapat menemukan mikroorganisme yang dapat membuat apa yang Anda inginkan maka ciptakanlah makhluk tersebut dengan cara perekayasaan genetika. Teknologi rekayasa genetika merupakan transplantasi atau pencangkokan satu gen ke gen lainnya dimana dapat bersifat antar gen dan dapat pula lintas gen. Rakayasa genetika juga diartikan sebagai perpindahan gen. Misalnya gen pankreas babi ditransplantasikan ke bakteri Escheria coli sehingga dapat menghasilkan insulin dalam jumlah yang besar.B. REKAYASA GENETIKA Secara tradisional, pemuliaan tanaman, dan rekayasa genetika sebenarnya telah dilakukan oleh para petani melalui proses penyilangan dan perbaikan tanaman. Misalnya melalui tahap penyilangan dan seleksi tanaman dengan tujuan tanaman tersebut menjadi lebih besar, kuat, dan lebih tahan terhadap penyakit. Selama puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu, para petani dan para pemulia tanaman telah berhasil memuliakan tanaman padi, jagung, dan tebu, sehingga tanaman-tanaman tersebut mempunyai daya hasil tinggi dan memiliki kualitas panen yang lebih baik.
    • Rekayasa genetika merupakan salah satu teknik yang dilakukan untuk mengkombinasikan gen yang sudah ada dalam suatu makhluk hidup sehingga susunan gennya menjadi berubah. Gen yang telah direkayasa susunannya tersebut dapat menyebabkan suatu makhluk hidup menghasilkan suatu senyawa/produk tertentu yang diinginkan kita. Melalui rekayasa genetika manusia “menciptakan” tanaman, hewan dan mikroorganisme baru. Para ilmuwan telah berhasil mengungkapkan kode genetis yang menentukan sifat-sifat khusus semua makhluk hidup dan kini telah mampu mengkombinasikan gen-gen yang kalau secara alami, tidak akan pernah berkombinasi. Perubahan genetis bukan sesuatu yang baru, karena secara alami dapat terjadi melalui peristiwa yang disebut mutasi. Teknik yang paling dikenal untuk mengubah makhluk hidup secara genetic adalah DNA rekombinan (rDNA). DNA adalah singkatan dari Deoksiribonukleat Acid, suatu molekul yang mengkoda intruksi biologis. Pada tahun 1978 beberapa ahli seperti Werner Arber, Hamilton Smith, dan Daniel mendapatkan hadiah nobel untuk penemuannya tentang Endonuklease restriksi, yaitu enzim yang dapat memotong DNA. Paul Berg untuk hybrid SU-40-I (Simin Virus-40 bakteriofage I) dalam teknik DNA rekombinan. Dengan enzim tersebut, kini manusia dapat memotong-motong dan mengeluarkan gen dari tempatnya pada kromosom, dan memindahkannya ke sel individu lain atau jenis makhluk lain, dan dapat bekerja normal dalam tubuh penerima atau yang mengalami rekayasa itu. C. MANFAAT REKAYASA GENETIKA Obyek rekayasa genetika mencakup hampir semua golongan organisme,mulai dari bakteri, fungi, hewan tingkat rendah, hewan tingkat tinggi, hinggatumbuh-tumbuhan. Bidang kedokteran dan farmasi paling banyak berinvestasi dibidang yang relatif baru ini. Sementara itu bidang lain, seperti ilmu pangan,kedokteran hewan, pertanian (termasuk peternakan dan perikanan), serta teknik
    • lingkungan juga telah melibatkan ilmu ini untuk mengembangkan bidang masing-masing. Rekayasa genetika ini memiliki manfaat bagi kehidupan yaitu: a. Meningkatnya derajat kesehatan manusia, dengan diproduksinyaberbagai hormone manusia seperti insulin dan hormone pertumbuhan. b. Tresedianya bahan makanan yang lebih melimpah. c. Tersedianya sumber energy yang terbaharui. d. Proses industry yang lebih murah. e. Berkurangnya polusi. Manfaat dari rekayasa genetika ini terdapat dalam bidang tertentu seperti : E. REKAYASA GENETIK DIBIDANG PERTANIAN Pada tumbuhan/tanaman Teknologi produksi tanaman transgenic. Ahli rekayasa genetik tanaman melakukan transformasi gen dengan tujuan untuk memindahkan gen yang mengatur sifat-sifat yang diinginkan dari satu organisme ke organisme lainnya. Beberapa sifat yang banyak dikembangkan untuk pembuatan tanaman transgenik misalnya (1) gen resistensi terhadap hama, penyakit dan herbisisda, (2) gen kandungan protein tinggi, (3) gen resistensi terhadap stres lingkungan seperti kadar alumium tinggi ataupun kekeringan dan (4) gen yang mengekspresikan suatu ciri fenotipe yang sangat menarik seperti warna dan bentuk bunga, bentuk daun dan pohon yang eksotik. Dalam hubungannya dengan pembuatan tanaman transgenik terdapat tiga komponen penting yaitu: 1. Isolasi gen target. Gen target yang kita inginkan misalnya gen Bt (gen tahan terhadap penggerek yang diisolasi dari bakteri Bacillus thurigenensis) diekstrak kemudian dipotong dengan enzim restriksi. Gen yang sudah terpotong-potong kemudian diseleksi bagian gen mana yang menyandikan gen Bt dan diisolasi. Potongan gen Bt kemudian disisipkan ke dalam DNA sirkular (plasmid) sebagai vektor menghasilkan molekul DNA rekombinan gen Bt. Vektor yang sudah mengandung molekul DNA rekombinan gen Bt dimasukkan kembali
    • ke dalam sel inang yaitu bakteri untuk diperbanyak. Sel inang akan membelah membentuk progeni baru yang sudah merupakan sel DNA rekombinan gen Bt .2. Proses transfer gen ke tanaman target. Agar sel DNA rekombinan get Bt dapat terintegrasi pada inti sel tanaman maka diperlukan vektor yang lain lagi untuk memindahkan gen Bt ke dalam inti sel tanaman. Vektor tersebut adalah bakteri Agrobacterium tumefaciens. Bakteri ini menyebabkan penyakit tumor pada tanaman. Penyakit ini akan terjadi bila terdapat luka pada batang tanaman sehingga memungkinkan bakteri menyerang tanaman tersebut. Luka pada tanaman mengakibatkan tanaman mengeluarkan senyawa opine yang merangsang bakteri untuk menyerang tanaman dimana senyawa ini merupakan sumber carbon dan nitrogen dari bakteri. Akibat masuknya bakteri menyebabkan terjadinya proliferasi sel yang berlebihan sehingga menimbulkan penyakit tumor pada tanaman. Kemampuan untuk menyebabkan penyakit ini pada tanaman ternyata ada hubungannya dengan DNA sirkular (plasmid) Ti (Tumor inducing plasmid) dalam sel bakteri A. tumefaciens. Sifat yang menyolok pada plasmid Ti ialah bahwa setelah infeksi oleh A. tumefaciens, sebagian dari molekul DNAnya berintegrasi dalam DNA kromosom tanaman. Segmen ini dikenal dengan nama T-DNA (transfer DNA) Metode kerjasama antara tanaman dan A. tumefaciens ini digunakan oleh ahli rekayasa genetika tanaman untuk memindahkan gen Bt agar dapat terintegrasi dalam sel tanaman. Oleh karena itu langkah selanjutnya adalah menyisipkan DNA rekombinan yang sudah membawa gen Bt ke dalam plasmid Ti dari A. tumefaciens. Setelah itu A. tumefaciens yang membawa gen Bt diinokulasikan pada tanaman. Proses inokulasi tersebut dilakukan pada tanaman target yang sedang diregenerasikan dalam kultur jaringan. Hal ini memudahkan bagi proses transfer gen Bt ke dalam inti jaringan tanaman dimana tanaman masih dalam proses pembelahan sel yang sangat aktif . 3. Expresi gen pada tanaman transgenik. Gen yang sudah dimasukkan ke dalam tanaman target dalam hal ini adalah gen Bt yang mengekspresikan tanaman transgenik tahan terhadap
    • hama penggerek harus dapat diexpresikan. Untuk mengetahui apakah gentersebut terekspresi atau tidak digunakan penanda yaitu selectable andscoreable marker, dimana apabila tanaman target dapat tumbuh pada mediayang mengandung antibiotika atau tanaman target menampakan warna khusus(warna biru untuk penanda gen gus) maka tanaman target itu adalah tanamantransgenic sehingga setiap tanaman dapat dibuat menjadi varietas unggulyang membuat hasil tanaman tersebut meningkat, juga ketahanan terhadaphama penyakit. Kekhawatiran Dampak Organisme atau Pangan ProdukTransgenik Penerapan bioteknologi seperti manipulasi gen pada tanamanbudidaya telah memberikan manfaat yang tidak terbatas. Secara alamiahtumbuhan mengalami perubahan secara lambat sesuai dengan keberhasilanadaptasi sebagai hasil interaksi antara tekanan lingkungan dengan variabilitasgenetika. Campur tangan manusia melalui rekayasa genetik telahmengakibatkan “revolusi” dalam tatanan gen. Perubahan drastis ini telahmenimbulkan kekhawatiran akan munculnya dampak produk transgenik baikterhadap lingkungan, kesehatan maupun keselamatan keanekaragaman.Dalam banyak hal bahaya produk transgenik yang diduga akan muncul terlaludibesar-besarkan. Tidak ada teknologi yang tanpa resiko, demikian puladengan produk rekayasa genetik. Resiko dari produk transgenik tidak akanlebih besar dari produk hasil persilangan alamiah. Beberapa resiko pangantransgenik yang mungkin terjadi antara lain resiko alergi, keracunan dantahan antibiotik. Pangan transgenik berpotensi menimbulkan alergi padakonsumen yang memiliki sensitivitas alergi tinggi. Keadaan itu dipengaruhisumber gen yang ditransformasikan. Kasus ini pernah terjadi pada kedelaitransgenik dengan kandungan methionin tinggi, sehingga produknya tidakdiedarkan setelah penelitian menunjukkan adanya unsur alergi. Kekhawatirankeracunan didasarkan pada sifat racun dari gen Bt terhadap serangga.Kecemasan tersebut tidak beralasan karena gen Bt hanya aktif bekerja danbersifat racun bila bertemu sinyal penerima dalam usus serangga yang sesuaidengan kelas virulensinya. Gen tersebut tidak stabil dan tidak aktif lagi padapH di bawah 5 dan suhu 65° C , artinya manusia tidak akan keracunan gen Btterutama untuk bahan yang harus dimasak terlebih dahulu. Kemungkinan lain
    • adalah resistensi mikroorganisme dalam tubuh menjadi lebih “kuat”. Kejadian ini peluangnya kecil karena gen yang ditranfer melalui rekayasa genetik akan terinkorporasi ke dalam genom tanaman. Kekhawatiran bahaya terhadap keselamatan sumber daya hayati diduga terjadi melalui beberapa cara seperti 1) terlepasnya organisme transgenik ke alam bebas, dan 2) tranfer gen asing dari produk transgenik ke tanaman lain sehingga terbentuk gulma yang dapat merusak ekosistem yang ada sehingga mengancam keberadaan sumber daya hayati. Perubahan tatanan gen dapat mengakibatkan perubahan perimbangan ekosistem hayati dengan perubahan yang tidak dapat diramalkan . Prinsip dasar biologi molekuler menunjukkan 2 sumber utama resiko yang mungkin timbul. F. BAYI TABUNG Bayi tabung adalah bayi yang merupakan hasil pembuahan yang berlangsung di dalam tabung. Teknologi ini sebenarnya kelanjutan dari teknologi inseminasi buatan, hanya proses pembuahan pada bayi tabung terjadi di luar sedangkan inseminasi terjadi di dalam tubuh. Kedua-duanya sama-sama merupakan perkembangbiakan generatif. Kita biasanya sering mendengar istilah bayi tabung bagi pasangan yang kesulitan untuk mendapatkan keturunan. Hal ini merupakan jalan pintas bagi mereka untuk segera mendapatkan keturunan. Proses pembuatan bayi tabung adalah sebagai berikut.· Sel telur yang mengalami ovulasi pada induk atau wanita diambil dengan suatu alat dan disimpan di dalam tabung yang berisi medium seperti kondisi yang ada pada rahim wanita hamil. Sel telur dipertemukan dengan sperma di bawah mikroskop dan diamati sehingga terjadi fertilisasi. Sel telur yang sudah dibuahi tersebut dikembalikan kedalam tabung. Jika sel telur yang sudah dibuahi disebut zigot. Zigot berkembang dengan baik dan menjadi embrio, maka embrio tersebut akan disuntikkan kembali ke dalam rahim induknya semula.
    • G. DAMPAK REKAYASA GENETIKA TERHADAP KEHIDUPAN Rekayasa teknologi tidak semuanya berdampak positif bagi kehidupan manusia maupun bagi makhluk hidup lain dan lingkungan. Teknologi yang diciptakan dengan tujuan untuk memakmurkan umat manusia bisa saja menghancurkan manusia itu sendiri jika tidak diikuti dengan keimanan dan ketaqwaan. Dampak positif rekayasa genetik sebagai berikut. Menciptakan bibit unggul Meningkatkan gizi masyarakat. Melestarikan plasma nutfah. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sesuai dengan keinginan manusia. Membantu pasangan yang kesulitan mendapatkan anak dengan jalan pintas yaitu bayi tabung. Dampak negatif rekayasa reproduksi sebagai berikut: Pada perbanyakan keturunan dengan kultur jaringan yang memiliki materi genetis yang sama akan mudah terkena penyakit. Merugikan petani dan peternak lokal yang mengandalkan reproduksi secara alami. Dikhawatirkan adanya penyalahgunaan teknologi reproduksi untuk kepentingan pribadi yang merugikan orang lain. Misalnya misi sebuah negara yang hendak menguasai dunia dengan menciptakan prajurit tangguh dengan teknik pengkloningan.· Mengganggu proses seleksi alam.Berdasarkan kajian ilmiah ISIS (GM Food Nightmare Unfolding in the Regulatory Sham) menyampaikan tentang bagaimana pengambil kebijakan dan lembaga penasihat seperti European Food Safety Authority telah mengabaikan prinsip kehati-hatian (precautionary principle), menyalahgunakan ilmu, tidak mematuhi hukum, dan membantu mempromosikan teknologi rekayasa genetik dengan fakta yang berlawanan dengan keamanan pangan dan pakan rekayasa genetik.
    • Setelah 30 tahun Organisme Hasil Rekayasa Genetik (OHRG) atau GeneticallyModified Organism (GMO), lebih dari cukup kerusakan yang ditimbulkannyaterdokumentasikan dalam laporan ISP. Di antaranya: 1) Tidak ada perluasan lahan, sebaliknya lahan kedelai rekayasa genetic menurun sampai 20 persen dibandingkan dengan kedelai non-rekayasa genetik. Bahkan kapas Bt di India gagal sampai 100 persen. 2) Tidak ada pengurangan pengunaan pestisida, sebaliknya penggunaan pestisida tanaman rekayasa genetik meningkat 50 juta pound dari 1996 sampai 2003 di Amerika Serikat. 3) Tanaman rekayasa genetik merusak hidupan liar, sebagaimana hasil evaluasi pertanian Kerajaan Inggris. 4) Bt tahan pestisida dan roundup tahan herbisida yang merupakan dua tanaman rekayasa genetik terbesar praktis tidak bermanfaat. 5. Area hutan yang luas hilang menjadi kedelai rekayasa genetik di Amerika Latin, sekitar 15 hektar di Argentina sendiri, mungkin memperburuk kondisi karena adanya permintaan untuk biofuel. Meluasnya kasus bunuh diri di daerah India, meliputi 100.000 petani antara 1993-2003 dan selanjutnya 16.000 petani telah meninggal dalam waktu setahun. 5) Pangan dan pakan rekayasa genetik berkaitan dengan adanya kematian dan penyakit di lapangan dan di dalam tes laboratorium. 6) Herbisida roundup mematikan katak, meracuni plasenta manusia dan sel embrio. Roundup digunakan lebih dari 80 persen semua tanaman rekayasa genetik yang ditanam di seluruh dunia. 7) Kontaminasi transgen tidak dapat dihindarkan. Ilmuwan menemukan penyerbukan tanaman rekayasa genetik pada non-rekayasa genetik sejauh 21 kilometer.
    • SISTEM IMUN Rumusan masalah o Membedakan antigen dan antibodi! o Menjelaskan fungsi antigen dan antibodi pada mekanisme pertahanan tubuh! o Menjelaskan proses mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing! o Menjelaskan akibat yang terjadi jika pertahanan tubuh lemah! Antigen= Semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh dapat berupa sel asing/kanker dan kuman penyakit khususnya protein asing. Antibodi= merupakan suatu senyawa protein sederhana (globulin) di produksi oleh oleh limfosit B tersusun atas 2 tipe rantai (rantai ringan dan berat) yang masuk ke plasma darah dan bertindak sebagai mekanisme pertahanan.Fungsi Antibodi :  Berikatan dengan molekul antigen membentuk rangkaian seperti jaring.  Dapat menghambat partikel-partikel virus.  Dapat menutupi protein dari virus agar virus tersebut tidak bias menginfeksi sel.  Bagian yang berperan dalam di dalam pertahanan tubuh (sebagai mekanisme pertahanan tubuh).  Menghasilkan respon kebal yang dihasilkan sel darah putih apabila tubuh terinfeksi suatu antigen.  Melawan antigen dengan cara mengikatnya.  Melindungi tubuh dari bermacam-macam penyakit.
    • Fungsi Antigen: 1) Dapat merangsang tubuh untuk untuk membentuk antibodi. 2) Berikatan dengan molekul antibodi membentuk rangkaian seperti jaring. 3) Dapat menginfeksi tubuh dengan begitu akan menghasilkan respon kebal dengan memproduksizat antibodi.3. Proses mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing :Respon imun tersebut dilakukan oleh sel hidup yang terjadi melalui duamekanisme yang berlainan, yaitu dengan daya fagositis dan pembentukan zatantibodi.1. Daya fagositosis, dilakukan oleh sel-sel fagosit dan sel makrofag, leukosit,monosit, dan sebagainya; sel-sel tersebut dapat menghancurkan kuman penyakityang masuk ke dalam tubuh.2. Pembentukan zat antibody yang dilakukan oleh sistem limfosid. Organ ataujaringan yang merupakan sistem imun ini tersebar di dalan tubuh. Pada manusiadan mamalia organ-organ pusat sistem tersebut sum-sum tulang dan timus.4. Akibat yang terjadi bila pertahanan tubuh lemah:Daya pertahanan tubuh pada tiap-tiap orang tidak sama dan dapat merendah(melemah). Di antara penyebabnya; merendahnya nilai makanan, penyakit-penyakit infeksi, kekurang vitamin A, pilek-pilek, dan penyakit bocor madu. Biladaya pertahanan tubuh lemah/ rendah, maka orang mudah mendapat infeksi olehantigen. Dengan cara hidup yang teratur, adanya keseimbangan antara 3 hal yaitunilai makanan, istirahat, dan kerja, maka daya pertahanan tubuh dapat menjadisetinggi