Your SlideShare is downloading. ×
MATERI PELAJARAN PERUBAHAN MAKNA KATA
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

MATERI PELAJARAN PERUBAHAN MAKNA KATA

97,406
views

Published on

Pelajaran bahasa Indonesia kelas XII SMKN I Plosoklaten Kabupaten Kediri

Pelajaran bahasa Indonesia kelas XII SMKN I Plosoklaten Kabupaten Kediri

Published in: Education

12 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
97,406
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
1,247
Comments
12
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PERUBAHAN MAKNA KATA BAHASA INDONESIA KLAS XIIPowerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN1 Page
  • 2. MACAM-MACAMPERUBAHAN MAKNA KATA 1. Meluas 2. Menyempit 3. Amelioratif 4. Peyoratif 5. Sinestesia 6. Asosiatif Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 2
  • 3. 1. Meluas (generalisasi) : Cakupan makna sekarang (kini) lebih luas daripada makna yang lama. Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 3
  • 4. 1. Meluas (generalisasi) :Contoh :Pelayaran ke negara Perancis itu dipimpin oleh Kapten Sugianto. • Kata pelayaran dulu atau asalnya bermakna mengarungi lautan dengan perahu layar. • Kini kata pelayaran bermakna mengarungi lautan dengan kapal bermesin. Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 4
  • 5. 1. Meluas (generalisasi) :Contoh :• Siapa yang Ibu cari di sini ? • Kata ibu memiliki makna asal orang tua kandung yang wanita. • Kata ibu saat dapat untuk menyebut wanita yang berkedudukan lebih tinggi daripada kita. Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 5
  • 6. 1. Meluas (generalisasi) :Contoh :c. Pak Ari akhirnya menduduki kursi direktur di perusahaan itu.• Kata kursi memiliki makna asal tempat duduk yang berkaki dan bersandaran.• Kata kursi kini juga memiliki makna kedudukan atau jabatan. Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 6
  • 7. 1. Meluas (generalisasi) :Contoh :d. Saat peringatan hari Kartini anak putra dan putri mengenakan pakaian nasional.• Kata putra dan putri semula digunakan hanya untuk menyebut anak-anak raja.• Kata putra-putri pada kalimat tersebut untuk menyebut anak laki- laki dan perempuan pada umumnya. Powerpoint Templates Page 7
  • 8. 2. Menyempit (spesialisasi)Cakupan maknakata yangsekarang lebihsempit atauterbatas daripadamakna yang duluatau maknaasalnya. Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 8
  • 9. 2. Menyempit (spesialisasi) Contoh : a. Saya bercita-cita ingin menjadi sarjana pendidikan. • Kata sarjana dulu dipakai untuk menyebut cendekiawan atau orang pintar atau orang berilmu. • Sekarang kata sarjana dipakai untuk menyebut orang yang telah lulus dari jenjang strata satu di perguruan tinggi Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 9
  • 10. 2. Menyempit (spesialisasi) b. Sekarang ini di kota-kota besar banyak terdapat biro jasa yang menyalurkan para pembantu. • Makna asal kata pembantu adalah orang yang membantu. • Sekarang kata pembantu dipakai untuk menyebut pembantu rumah tangga atau pelayan. Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 10
  • 11. 2. Menyempit (spesialisasi) c. Dari tadi aku mencium bau bangkai di sekitar sini. • Makna asal kata bau adalah semua jenis bau-bauan (wangi dan tidak enak). • Kini kata bau lebih mengarah pada makna bau tidak enak/busuk. Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 11
  • 12. 2. Menyempit (spesialisasi) d. Ustad Harun sedang pergi melakukan ibadah umroh. • Makna asal kata ustad adalah guru. • Makna kata ustad yang sekarang terbatas pada guru mengaji atau guru agama Islam. Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 12
  • 13. 3. Membaik (Amelioratif) Suatu proses perubahan makna yang membuat makna kata baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasa bahasanya daripada makna kata lama. SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 13
  • 14. 3. Membaik (Amelioratif) Contoh : a. Anak-anak penyandang tunarungu pun berhak mengeyam pendidikan. Kata tunarungu dirasakan lebih halus dan sopan nilai rasa bahasanya daripada kata tuli. SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 14
  • 15. 3. Membaik (Amelioratif) b. Dalam acara perpisahan siswa kelas III kepala sekolah hadir bersama istri. Kata istri dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasa bahasanya daripada kata bini. SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 15
  • 16. 3. Membaik (Amelioratif) c. Jenazah para korban kecelakaan itu dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diotopsi. Kata jenazah dirasakan lebih baik nilai rasa bahasanya daripada kata bangkai atau mayat. SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 16
  • 17. 3. Membaik (Amelioratif) d. Pada hari ini kakakku akan menikah. Kata menikah nilai rasa bahasanya lebih halus atau lebih baik daripada digunakan kata kawin. SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 17
  • 18. 4. Memburuk (Peyoratif)Suatu proses perubahan makna yangmembuat makna kata baru dirasakanlebih rendah nilai rasa bahasanya daripadanilai pada makna kata lama. SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 19. Contoh :a. Direktur perusahaan ini ternyata berbini tiga. Kata bini dianggap baik pada masa lampau, tetapi sekarang dirasakan kasar. SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 20. b. Empat narapidana kabur dari lembaga pemasyarakatan itu.Kata kabur dianggap baik pada masa lampau, yaitu lari, tetapi sekarang dirasakan kurang baik, yaitu menghilang. SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 21. c. Orang itu dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja.Kata dipecat untuk pemakaian sekarang nilai rasanya kurang sopan. Sekarang masyarakat lebih senang menggunakan kata di-PHK atau dirumahkan. SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 22. d. Kaki tangan teroris berhasil dibekuk polisi.Kata kaki tangan dulu berarti kaki dan tangan, tetapi sekarang dipakai dalam arti yang kurang baik, yaitu mata-mata atau orang yang diperalat orang lain untuk membantu. SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 23. 5. Sinestesia Perubahan makna kata akibatpertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan. Misalnya: pengecap => pendengaran pendengaran => pengecap penglihatan => pengecap SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 24. 5. SinestesiaContoh :a. Suara penyanyi Erni Johan sampaisaat ini masih empuk.Kata empuk sebenarnya yang merasakanadalah indra peraba (kulit) dengan makna lunakatau tidak keras.Akan tetapi, pada kalimat tersebut kata empukyang merasakan adalah indrapendengar( telinga) dengan makna merdu. SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 25. 5. Sinestesiab. Pidatonya hambar.Kata hambar sebenarnya yang merasakanadalah indra pengecap (lidah) dengan maknatawar atau tidak ada rasanya.Kata hambar dalam kalimat tersebut yangmerasakan indra pendengar (telinga) denganmakna monoton atau kurang menggairahkan. SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 26. 5. Sinestesiac. Model bajunya manis. Kata manis sebenarnya yang merasakanadalah indra pengecap (lidah) dengan maknalegi atau rasa seperti rasa gula. Dalam kalimat tersebut kata manis yangmenangkap adalah indra penglihatan (mata)dengan makna menarik. SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 27. 5. SinestesiaContoh :d. Suara penyanyi Erni Johan sampaisaat ini masih empuk.Kata empuk sebenarnya yang merasakanadalah indra peraba (kulit) dengan makna lunakatau tidak keras.Akan tetapi, pada kalimat tersebut kata empukyang merasakan adalah indrapendengar( telinga) dengan makna merdu. SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 28. 6. AsosiatifPerubahan makna kata yang terjadikarena persamaan sifat. Free Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 28
  • 29. 2. Membaik (Amelioratif) Contoh : b. Janganlah kita membiasakan diri memberi amplop dalam mengurus sesuatu!. Kata amplop berarti alat untuk menyimpan surat. Berdasarkan sifat ini, kata amplop dipakai untuk menyatakan makna memberi uang sogokan atau uang pelicin. Free Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 29
  • 30. 2. Membaik (Amelioratif) c. Menurut kacamata saya, perbuatan Anda tidak benar.  Kata kacamata memiliki makna lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan.  Kata kacamata pada kalimat tersebut berarti pandangan seseorang terhadap suatu hal. Free Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 30
  • 31. 7. Sinonim Adalah kata-kata yang sama atau hampir sama maknanya.Free Powerpoint Templates SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 31
  • 32. Contoh:Tidak ada manusia yang hidup abadi ataukekal di dunia ini. kekal = abadi orisinal = asli makna = arti santai = rileks upaya = usaha wisma = rumah SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 32
  • 33. 8. Antonimadalah kata-kata yang berlawanan maknanya Contoh: Perbuatan baik dan buruk selama hidup di dunia akan kita pertanggungjawabkan kelak di akhirat. cekung x cembung gulita x terang dinamis x statis impor x ekspor feminim x maskulin konkret x abstrak SMKN 1 PLOSOKLATEN Page 33
  • 34. CONTOH SOAL SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 35. CONTOH SOAL SMKN 1 PLOSOKLATEN
  • 36. 1. Kata yang mengalami penyempitan makna terdapat pada kalimat … a. Firdaus mengajar di Madrasah Tsanawiyah Randugunting. b. Saudara kami mohon hadir dalam temu warga di kelurahan. c. Kakakku dikaruniai seorang putra dan seorang putri. d. Sepulang berlayar, Donny membuat rumah.UN ‘06 SMKN 1 PLOSOKLATEN 36
  • 37. 2. Kalimat yang menggunakan kata beramelioratif adalah … a. Dengan wajah dingin Winda menerima kedatanganku. b. Pencopet itu tewas akibat tertabrak bajaj. c. Para narapidana mendapat pembinaan yang intensif. d. Ketika menyanyi, suara Stacia terang sekali.UN ‘06 SMKN 1 PLOSOKLATEN 37
  • 38. Kalimat yang menggunakan kata berpeyoratif ditandai nomor … a. (1) dan (2) b. (2) dan (3) c. (3) dan (4) d. (2) dan (5)UN ‘06 SMKN 1 PLOSOKLATEN 38
  • 39. Ø (1) Para penyandang tunadaksa dari berbagai wilayah DKI mengikuti lomba melukis di aula kantor gubernur. (2) Aku merasa senang sebab ibuku beranak lagi. (3) Kita harus berlapang dada menerima kenyataan ini. (4) Pikiran Citra tajam sehingga ia diterima di SMA favorit tersebut. (5) Dalih yang dikeluarkan hanya siasat untuk mengalihkan perhatian saja.UN ‘06 SMKN 1 PLOSOKLATEN 39
  • 40. 1. (1) Ratna Mahartika, seorang gadis yang memang manis. (2) Hobinya menyanyi, baik lagu pop, barat, bahkan dangdut. (3) Dengan modal suara empuk, ia pernah ditawari untuk rekaman. (4) Namun, ia tidak mau menerima tawaran itu. Kata bersinestesia dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat …. a. (1) dan (2) c. (2) dan (3) b. (1) dan (3) d. (2) dan (4)UN ‘06 SMKN 1 PLOSOKLATEN 40
  • 41. 5. Kalimat yang menggunakan kata berpeyorasi adalah … a. Preman-preman pasar yang bermasalah ditangani polisi. b. Jumlah tunawisma di Jakarta semakin banyak. c. Sudah dua tahun kakakku bekerja sebagai pramugari di Matahari. d. Setelah bekerja selama tiga puluh tahun, kini bapakku menjalani purnabakti.UN ‘06 SMKN 1 PLOSOKLATEN 41
  • 42. 1. Kata yang mengalami penyempitan makna terdapat pada kalimat … a. Kedua orang tuaku tinggal di Surabaya. b. Putra-putri Indonesia mengadakan Kongres Pemuda tahun 1928. c. Para anggota Pramuka Penggalang bersama kakak pembina sedang mengikuti jambore daerah. d. Mohon maaf, Dik, di mana Jalan Raden Saleh itu?UN ‘06 SMKN 1 PLOSOKLATEN 42
  • 43. 7. (1) Kata-katanya sangat pedas. (2) Sebelum pergi ke undangan pernikahan, kami menyiapkan amplop. (3) Pedih sekali luka di tanganku. (4) Coklat ini bukan coklat biasa, tetapi coklat dengan rasa besar. Kalimat yang menggunakan kata bersinestesia ditandai nomor … a. (1) dan (2) c. (3) dan (4) b. (2) dan (3) d. (1) dan (4)UN ‘06 SMKN 1 PLOSOKLATEN 43
  • 44. 8. Tim Penertiban Masyarakat DKI membawa para … yang biasa tidur di bawah jembatan layang ke panti rehabilitasi. Kata berameliorasi untuk melengkapi kalimat tersebut adalah … a. gelandangan b. pengemis c. peminta-minta d. tunawismaUN ‘06 SMKN 1 PLOSOKLATEN 44
  • 45. Terima Kasih SMKN 1 PLOSOKLATEN