• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Pteridophyte ( Tumbuhan  Paku)
 

Pteridophyte ( Tumbuhan Paku)

on

  • 42,224 views

 

Statistics

Views

Total Views
42,224
Views on SlideShare
42,142
Embed Views
82

Actions

Likes
3
Downloads
378
Comments
1

3 Embeds 82

http://www.slideshare.net 74
http://amilbusthon5.blogspot.com 6
http://wildfire.gigya.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pteridophyte ( Tumbuhan  Paku) Pteridophyte ( Tumbuhan Paku) Presentation Transcript

    • Pteridophyte (Tumbuhan Paku)
      • Autotrof
      • Kelompok kormophyta
      • Habitat darat di tempat lembab dan basah
      • Sebagai saprofit, epifit, dan higrofit
      • Pernah menjadi vegetasi terbesar di bumi (zaman paku)
      • Fosilnya merupakan batu bara
      • Reproduksi dengan metagenesis
      • Sporofit merupakan fase dominan
      • Lapisan pelindung sel di sekeliling organ reproduksi
      • Embrio terdapat di arkegonium
      • Sistem transportasi internal sebagai pengangkut air dan zat mineral
      • Lapisan kutikula pada bagian luar tubuh
    • Metagenesis
    • Metagenesis
    • Macam – macam Paku berdasarkan jenis Spora
      • Paku homospora (iosfor), yaitu paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora. Contoh: Lycopodium sternum
      • Paku heterospora, yaitu paku yang dapat menghasilkan dua jenis spora yang ber lainan (mikrospora dan makrospora). Contoh: Marsilea crenata dan Slaginella sp.
      • Paku peralihan, yaitu paku yang dapat menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama, tetapi berbeda jenis kelaminnya. Contoh: Equisetum debile
    • Subdivisi Psilopsida
      • Memiliki 2 genus
      • Habitat daerah tropis dan subtropis
      • Fase sporofitnya mempunyai ranting bercabang – cabang, tidak mempunyai akar dan daun
      • Belum memiliki jaringan angkut
      • Contoh: Psilotum nudum
    • Subdivisi Lycopsida
      • Tergolong paku homospora
      • Sebagai Epifit di daerah tropis atau hutan subtropis
      • Spora yang dihasilkan dapat hidup di dalam tanah selama 9 tahun
      • Contoh: Lycopidium sp. dan Selaginella sp.
      Lycopidium cernuum Slaginella serpens
    • Subdivisi Pteropsida
      • Tergolong paku heterospora
      • Habitat hutan tropis dan subtropis
      • Daunnya dibedakan menjadi dua yaitu Megafil (dengan sistem percabangan pembuluh) dan Mikrofil (daun yang tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggla jaringan pengangkut).
      • Contoh: Marsilea crenata dan Asplenium nidus
    • Subdivisi Sphenopsida
      • Disebut Paku Ekor Kuda (horsetail)
      • Tergolong paku peralihan
      • Lapisan terluar sel mengandung silika (pembuat tekstur berpasir)
      • Contoh: Equisetum debile
      Equisetum arvense