PROGRAM PELATIHAN DALAM PERUSAHAAN

19,700 views
19,055 views

Published on

MENAWARKAN JASA KONSULTASI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM/HR)
- Konsultan SOP HR
- Konsultan sistem renumerasi/ penggajian
- Konsultan job analysis
- Konsultan pembuatan sistem HR
- Konsultan pembuatan peraturan perusahaan
- Konsultan pelatihan dan program pengembangan kompetensi
- Konsultan Sistem Manajemen Unjuk Kerja
Hubungi amarylliap@yahoo.com atau hp: 08129369926

Published in: Business
0 Comments
11 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
19,700
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
11
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PROGRAM PELATIHAN DALAM PERUSAHAAN

  1. 1. KONSULTAN SUMBER DAYA MANUSIA/ HUMAN RESOURCES MANAGEMENTSYSTEM/ KOMPETENSI/ PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DANPENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA-----------AMARYLLIA PUSPASARI(amarylliap@yahoo.com, 08129369926) METODE PENYUSUNAN PROGRAM PELATIHAN YANG TEPAT DAN EFEKTIFAPA ITU PELATIHAN? Setiap perusahaan mengalami dilema setiap kali akan melakukan programpengembangan investasi yang berkaitan dengan proses pengembangan pelatihan dalamperusahaan. Selain memakan biaya, program pelatihan itu sendiri perlu dilihat apakahdapat secara tepat dan efektif digunakan untuk memperbaiki kinerja sumber daya manusia.Beberapa client, baik dari perusahaan besar maupun kecil mengeluhkan bahwa efek positifdari pelatihan hanya dapat membantu pengembangan kinerja dari manajemen operasionalyang ada dalam perusahaan. Habis itu bisa-bisa hanya bubar jalan saja. Pemahaman pelatihan itu sebenarnya apa? Apakah hanya dengan duduk di dalamsuatu ruangan yang kemudian dilakukan proses penjelasan secara terus-menerus dandikombinasikan dengan adanya konsep teoritis dan praktek bisa dapat secara tepatmenjelaskan arti dan konsep dari pengembangan dari kompetensi sumber daya manusia?Lalu jenis apakah pelatihan yang efektif. Pengertian terhadap pelatihan yang biasa dipahami adalah seperti itu. Proses yangterjadi secara in class yang digunakan untuk mengembangkan suatu proses terhadapoptimalisasi dan pengembangan kompetensi yang ada dalam organisasi. Konsep yang lebihluas menunjukkan bahwa pada setiap harinya, karyawan dalam suatu organisasi/perusahaan menjalankan kegiatan pengembangan terhadap kompetensi dirinya baik itudisadari ataupun tidak disadari. Berangkat dari sana, terbentuklah konsep yang berkaitan dengan program yangdisebut sebagai on the job training. Kegiatan On The Job Training adalah program dimanalevel supervisor atau manajerial yang menjadi kepala unit dalam suatu business unitmenjadi bagian yang penting dalam konsep pengembangan terhadap manajemen organisasiuntuk berkembang. Hal ini digawangi oleh bisnis manufacturing yang melihat program onthe job training adalah kegiatan yang penting untuk dikembangkan dan dioptimalkan dalamaspek pengembangan mekanisme kinerja perusahaan.
  2. 2. Setelah melihat definisi ini, ada baiknya, setiap kepala unit menjalankan fungsisebagai trainer yang tepat bagi bawahan dimana unit kepala tersebut menjadi pimpinan.TAHAPAN PROSES PENYUSUNAN PELATIHAN YANG EFEKTIF Bagaimana membangun dan menyusu program pelatihan yang efektif. Hal yangterpenting dalam proses pengembangan program pelatihan ini adalah menyusun silabusatau kurikulum pelatihan. Sebelum melakukan proses penyusunan silabus, ditetapkanterlebih dahulu tujuan dari pelatihan, apa yang hendak dicapai. Satu hal yang pasti dalamproses pencapaian tujuan pelatihan tersebut, adalah memastikan bahwa unit kompetensidari program pelatihan akan tercapai melalui pelatihan tersebut.Berikut adalah skema untuk penyusunan silabus untuk kebutuhan pengembangan pelatihanberbasiskan kompetensi. PROSES EVALUASI COMPETENCY KOMPETENSI ASSESSMENT KARYAWAN IDENTIFIKASI NILAI KETIDAKSESUAIAN KETIDAKSESUAIAN PERBAIKAN MELALUI PELATIHAN UNIT KOMPETENSI
  3. 3. Dari gambaran skema ini kita bisa melihat bagaimana pelatihan bisa digunakan sebagaistrategi untuk menutup unit kompetensi yang tidak sesuai dengan standar persyaratanjabatan yang dimiliki seseorang. Seorang Marketing Manager yang tadinya adalah seorang salesman biasa, kemudian harusmenduduki posisi manajerial yang dimana ia dibebani dengan setumpuk tugas administrasiyang hampir memenuhi 80% dari beban dan tanggung jawab pekerjaannya. Tentu saja iamenjadi pusing, bagaimana tidak apabila sebelumnya, ia biasa bertemu dengan pelanggandan lebih menggunakan kemampuan verbal dibandingkan dengan kemampuan administratifmaka sekarang kondisi yang dimilikinya terbalik. Ia mendapati dirinya mendapatkan bebanbagaimana ia menjadi terkena tanggung jawab yang berat untuk proses operasionalpekerjaan administratif. Tentu saja, tidak baik apabila ia membebankan orang lain untuk menjalankan fungsiadministrasi yang ia miliki. Sehingga tidak salah, apabila ia kemudian berminat untukmengikuti pelatihan pengelolaan data dan administrasi, pelatihan pembuatan surat bisnis,filing management dan pelatihan SOP (Standard Operating Procedure). Bagaimana pun jugaia harus mengubah konsep berpikirnya untuk lebih mengembangkan kemampuan dalampenyusunan konsep dan pengembangan sistem manajer yang dimilikinya.Dari proses penyusunan silabus ini kemudian dilakukan proses penyusunan modulpelatihan. Modul pelatihan yang tepat dan efektif harus mengembangkan strategikomunikasi yang dinamis. Terdapat beberapa tips untuk tata cara dalam prosespenyusunan materi pelatihan yang tepat dan efektif. 1. Informasikan dengan Jelas Ide Pemberian ide sebaiknya dijelaskan secara gamblang, hindarkan penggunaan bahasa yang menyerupai bahasa buku. Berikut adalah salah satu contoh sederhana bagaimana, ide bisa diubah dari bahasa buku menjadi bahasa komunikatif. P Trainer adalah fungsi TRAINER E Yang harus menjalankan S Fungsi komunikatif dari proses pelatihan A N TRAINEE BAHASA Bahasa Buku KOMUNIKASI
  4. 4. Melihat dari diagram di atas, dapat kita perhatikan bahwa dalam suatu konsep penyajian pelatihan, sebaiknya sedikit menggunakan bahasa buku dan lebih banyak menggunakan bahasa komunikasi. Dalam Bahasa Komunikasi, informasi yang tersampaikan adalah bahasa yang berbentuk diagram dan dapat dipahami secara tepat oleh audiens, karena bahasa diagram adalah bentuk bahasa universal yang dapat dipahami oleh siapa pun.2. Memberikan pengalaman bukan pengetahuan Suatu pelatihan yang efektif lebih banyak menyampaikan pengalaman yang tepat dan cocok dengan kondisi dari audiens pelatihan. Penggunaan pengalama yang dirangkumkan dan disesuaikan dengan kondisi client akan memberikan nilai lebih. Namun untuk lebih mengoptimalkan nilai dari pesan pelatihan, sebaiknya trainer mengurangi informasi mengenai “Saya”, trainer sebaiknya memahami bahwa proses pelatihan bukanlah promosi pribadi diri sisi positif trainer. Pelatihan Leadership, umumnya adalah jenis pelatihan yang mengkondisikan peserat pelatihan untuk berada dalam kondisi optimal dimana individu tersebut berada dalam situasi role play yang mana ia berada dalam situasi untuk menjadi seorang pemimpin yang sangat optimal dalam memimpin situasi. Buatlah role play yang efektif sehingga peserta pelatihan berada dalam kondisi yang membuat diri trainee tersebut yang mengalami tantangan untuk mengembangkan dirinya sebagai leader bukan di dalam kondisi dimana trainee harus mendengar cerita dari trainer mengenai pengalaman kepemimpinannnya. Jadi meskipun trainer itu sendiri adalah bekas seorang direktur, bukan berarti individu itu harus menceritakan seluruh pengelamannya dalam mengelola aspek kepemimpinan dalam perusahaan. Mengembangkan konsep penggunaan permainan dan role play dapat menjadi nilai positif yang kuat dalam proses pelatihan.3. Mengembangkan Gambaran Umum menjadi spesifik Dalam proses penyusunan tema pelatihan, jenis pelatihan yang memiliki nilai jual yang tinggi adalah pelatihan yang dimana investasi dari pihak perusahaan yang memberikan pelatihan langsung kembali. Beberapa perusahaan sangat mengharapkan adalah pengembangan yang terkait dengan optimalisasi dari tujuan pelatihan. Misalnya, dalam pelatihan salesmanship, pihak perusahaan tentunya berharap dengan program pelatihan yang dijalankan oleh perusahaan tersebut
  5. 5. sehingga karyawan yang dikirimkan untuk pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas dalam proses penjualannya. Hindarkan pemberian informasi dan pelatihan yang terlalu umum, buat spesifik sesuai dengan ruang lingkup dari peserta pelatihan dan tujuan dari program pelatihan yang dibentuk itu sendiri. Pelatihan yang menggunakan determinasi umum dengan contoh-contoh persoalan yang tidak menyentuh secara spesifik ke dalam aplikasi di lapangan dapat menyebabka permasalahan yang terkait dengan bagaimana proses aplikasi pengembangan pelatihan itu menjadi dijalankan. 4. Proses Pembelajaran dengan Teknik Penyegaran Salah satu dari kelemahan beberapa program pelatihan adalah dengan membuat asumsi bahwa peserta pelatihan tidak memahami isi pelatihan tersebut. Hal yang paling penting dari seorang penyusun materi pelatihan adalah dengan mengembangkan dan mengoptimalkan teknik penyegaran kepada audiens nya, yaitu dengan melihat pada sisi lain bagaimana informasi tersebut tersajikan. PEMAHANAN PEMAHAMAN ISO 9001 ISO 9001:2008 DENGAN PEMBERIAN CONTOH INFORMASI KLAUSUL PENJELASAN PENERAPAN PADA TIAP UNIT ORGANISASI TEKNIK DENGAN GAMBARANPENDEKATAN “LAMA” LANGSUNG PADA APLIKASI SISTEM 5. Proses Penyusunan Evaluasi Pelatihan Bagaimana cara menjalankan evaluasi pelatihan yang tepat, sekali lagi lakukan proses penetapan tujuan dari program pelatihan yang dimaksud untuk kemudian dilakukan proses penyusunan terhadap sistematika dan mekanisme pelatihan. Tidak seluruh pelatihan dapat dilakukan proses evaluasi pelatihan langsung setelah program pelatihan tersebut selesai dijalankan. Beberapa program pelatihan membutuhkan waktu evaluasi dengan selang waktu yang cukup panjang untuk memastikan bahwa program pelatihan itu dapat secara tepat dan efektif bermanfaat. Dalam program pelatihan leadership, peserta pelatihan mendapatkan program kerja
  6. 6. yang harus dikerjakan dalam selang waktu tertentu untuk memastikan perbaikan terhadap keahlian leadership seseorang. Setelah melewati selang waktu tertentu, kemudian dijalankan proses evaluasi pelatihan yang dipastikan untuk melihat apakah pelatihan tersebut memang telah efektif untuk dijalankan.Membangun suatu kontruk pelatihan yang efektif adalah suatu proses yang membutuhkankinerja tim dan referensi eksternal yang kuat. Persiapan adalah segalanya dalam menyusunmateri pelatihan yang baik. Kesalahan dalam program pembuatan persiapan pelatihan,justru akan membangun suatu kesalahan dalam pencapaian tujuan pelatihan. Beberapapusat pelatihan membangun tim validasi dan verifikasi yang kuat yang akan menjalankanproses perbaikan secara terus menerus terhadap program pelatihan agar pelatihan tersebutdapat mencapai sasaran yang diinginkan. Dan tentu saja menjadi efektif dan memberi nilaipositif bagi peserta pelatihan itu sendiri.

×