Pengalaman Ketubuhan & Tubuh Sebagai Media
Transformasi
Oleh Anna Marsiana
Young Queer Faith & Sexuality Camp
Tubuh, titik berangkat diskursus
sosial
 Berbicara mengenai seksualitas, tidak mungkin tidak
berbicara mengenai tubuh, ka...
Pertanyaan awal...
 Seberapa sering Anda mendengarkan tubuh Anda?
 Seberapa jauh Anda memaksimalkan potensi tubuh
penyam...
Tubuh, pengantar komunikasi yang
paling jujur
a. Pesan untuk dunia luar:
 Bahasa pertama yang kita kenal dalam berkomunik...
Tubuh, pengantar komunikasi yang
paling jujur
b. Pesan untuk diri kita sendiri:
Cenderung spesifik, berbeda untuk setiap ...
Tubuh, bahasa universal yang
dilupakan...
 AI G. Manning, salah seorang penulis buku terkemuka
yang juga pendiri ESP Lab ...
Tubuh Vs pikiran/mental (buku E.S.P (Extra Sensory
Perception) Indera Keenam, Mengasah Kecerdasan Spiritual oleh AI G. Man...
8 Reaksi tubuh atas stress &
depresi
1. Sakit kepala
Sakit kepala menjadi gejala paling umum dari depresi. Jika sebelumnya...
Reaksi tubuh...(lanjutan)
5. Perubahan nafsu makan
 Depresi bisa menghilangkan nafsu makan. Namun sebagian yang lain
hany...
Pertanyaan Mendasar:
 Apa makna tubuh bagi hidup Anda?
 Dimana tempat tubuh dalam hidup Anda?
 Seberapa dekat Anda deng...
Jawaban yang muncul:
 Pendidikan keluarga, agama, adat-istidadat, budaya
melalui norma-norma dan peraturan yang ditetapka...
Agama,Filsafat Dualisme, Budaya Memandang
Tubuh
 Filsafat dualisme:
 Tubuh lebih rendah dari jiwa & roh.
 Jiwa & roh di...
AKIBATNYA......
—muncul FENOMENA:
Seiring bertambahnya usia seseorang, semakin
dijauhkan dia dari tubuhnya sendiri
Semak...
Masyarakat patriarkhis &
heterenormatif
 Konsep gender yang biner hanya mengenal gender laki
& perempuan;
 Tidak ada tem...
Arena perebutan kekuasan sekaligus
instrumen politik
 Tubuh kita menjadi arena perang, dimana agama,
budaya, kapital, pol...
Arena perebutan kekuasan sekaligus
instrumen politik (lanjutan)
- Norma sosial: membuat kotak gender yang
binerjudgementa...
Arena perebutan kekuasan sekaligus
instrumen politik (lanjutan)
 Menjadi instrumen politik:
Contoh:
- alat teror dalam pe...
Constructed Body—Constructed
Self
 Pengalaman ketubuhan kita mendefinisikan SELF
atau KEDIRIAN kita
 Seiring dengan perj...
Pengalaman ketubuhan
mengkonstruksikan tubuh & SELF...
 Broken body == broken Self: kedirian hancur
 Labeled body == lab...
Pengalaman
ketubuhan -- SELF
yang
terkonstruksikan
Otoritas atas tubuh kita
berhadap-hadapan dengan
tekanan-tekanan dari n...
Dari Constructed Self ke LIBERATED
SELF
 Dengan mengklain kembali/ mendapatkan kembali
otoritas kita atas tubuh dan kedir...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tubuh - the power battle field-- by anna marsiana

318 views
219 views

Published on

training material for 2nd Young Queer Youth Camp 2013, Sept 27-Oct4, 2013

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
318
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tubuh - the power battle field-- by anna marsiana

  1. 1. Pengalaman Ketubuhan & Tubuh Sebagai Media Transformasi Oleh Anna Marsiana Young Queer Faith & Sexuality Camp
  2. 2. Tubuh, titik berangkat diskursus sosial  Berbicara mengenai seksualitas, tidak mungkin tidak berbicara mengenai tubuh, karena seks dan seksualitas tidak ada tanpa tubuh.  Isu tubuh melampaui isu gender dan seksualitas...  Tubuh & pengalaman ketubuhan adalah sumber material yang sahih untuk menjadi titik berangkat diskursus sosial
  3. 3. Pertanyaan awal...  Seberapa sering Anda mendengarkan tubuh Anda?  Seberapa jauh Anda memaksimalkan potensi tubuh penyampai komunikasi yang paling jujur?
  4. 4. Tubuh, pengantar komunikasi yang paling jujur a. Pesan untuk dunia luar:  Bahasa pertama yang kita kenal dalam berkomunikasi dengan dunia luar. Contoh: ketika kita belum belajar bahasa verbal (bayi), maka kita hanya berkomunikasi dengan tubuh kita. Contoh: waktu kita sedang periksa gigi, dimana kita tidak bisa berkomunikasi secara verbal, ternyata dokter gigi tahu kapan kita kesakitan, dst, karena tubuh kita (ekspresi wajah, gerakan mata, gerakan tangan, dst) mengirim sinyal.  Cenderung universal, lintas bangsa, budaya, dan agama.  Seiring dengan bertambahnya usia, bahasa verbal menggantikan bahasa tubuh dilupakan/ tidak diberdayakana secara maksimal
  5. 5. Tubuh, pengantar komunikasi yang paling jujur b. Pesan untuk diri kita sendiri: Cenderung spesifik, berbeda untuk setiap individu, sehingga harus dikenali dengan baik oleh individu itu sendiri. Cenderung kita abaikan, dan ketika kita mendengarkannya, biasanya sudah terlambat (kita sudah sakit parah, atau sudah burn-out)
  6. 6. Tubuh, bahasa universal yang dilupakan...  AI G. Manning, salah seorang penulis buku terkemuka yang juga pendiri ESP Lab di Texas (www.esplabs.com), dalam salah satu bukunya menuliskan hasil penelitiannya. tabel penyakit mental dan gejala umumnya
  7. 7. Tubuh Vs pikiran/mental (buku E.S.P (Extra Sensory Perception) Indera Keenam, Mengasah Kecerdasan Spiritual oleh AI G. Manning, D. D) Kondisi/Persoalan Mental Gejala fisik yang sering muncul 1. Kemarahan, kepahitan, kebencian 2. Kebingungan, frustasi dan kemarahan 3. Kecemasan, ketidaksabaran, dan ketamakan 4. Perubahan perasaan yang mendadak, ketakutan, perasaan bersalah 5. Antagonis, perasaan rendah diri, tertutup 1. Ruam pada kulit, bisul, alergi, masalah jantung, kaku pada tulang sendi, gangguan pada darah. 2. Flu, pneunomia, TBC, gangguan pernafasan, mata, hidung, kerongkongan, dan asma 3. Tekanan darah tinggi, migren, bisul, rabun ayam, kurang pendengaran, serangan jantung 4. Kecelakaan, kanker, kegagalan, kemiskinan, seks yang buruk, “darah kotor” 5. Alergi, sakit kepala, kurang teman, kecelakaan, deg-degan
  8. 8. 8 Reaksi tubuh atas stress & depresi 1. Sakit kepala Sakit kepala menjadi gejala paling umum dari depresi. Jika sebelumnya telah menderita migren, kondisi ini akan semakin menjadi saat mengalami depresi. 2. Nyeri otot  Depresi dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Daya tahan tubuh yang menurun dapat menyebabkan berbagai reaksi termasuk nyeri otot. 3. Nyeri dada  Nyeri dada umumnya identik dengan gejala penyakit jantung. Namun, depresi juga bisa menyebabkan dada terasa nyeri atau sakit. 4. Nyeri punggung  Depresi bisa menyebabkan nyeri punggung. Jadi jika punggung terasa nyeri, mungkin ini berhubungan dengan depresi.
  9. 9. Reaksi tubuh...(lanjutan) 5. Perubahan nafsu makan  Depresi bisa menghilangkan nafsu makan. Namun sebagian yang lain hanya mau mengkonsums jenis makanan tertentu seperti karbohidrat. Kelebihan karbohidrat ujungnya akan memicu kegemukan. 6. Kelelahan  Depresi menyebkan fisik terasa lelah. Meski sudah tidur dengan cukup, seringkali tubuh masih merasa kelelahan. 7. Sulit tidur  Depresi bisa membuat orang suit tidur. Pun bisa tertidur, tidur tidak nyenyak dan mudah terbangun di malam hari dan sulit kembali tertidur. 8. Gangguan perut  Orang yang mengalami depresilebih rentan terkena gangguan perut. Gangguan ini termasuk mual, lebih sering sembelit atau menderita diare.
  10. 10. Pertanyaan Mendasar:  Apa makna tubuh bagi hidup Anda?  Dimana tempat tubuh dalam hidup Anda?  Seberapa dekat Anda dengan tubuh Anda?  Bagaimana pendidikan keluarga, sekolah, masyarakat, agama mengajari tentang apa dan dimana posisi tubuh Anda bagi Anda?  Bagaimana pengalaman Anda dengan tubuh Anda telah membentuk Anda yang sekarang?
  11. 11. Jawaban yang muncul:  Pendidikan keluarga, agama, adat-istidadat, budaya melalui norma-norma dan peraturan yang ditetapkan ternyata lebih banyak membentuk cara pandang kita atas tubuh kita sendiri maupun tubuh orang lain.  Aspek-aspek di atas (pendidikan, keluarga, agama, budaya) seringkali disadari atau tidak merampas hak dan otoritas kita atas tubuh kita sendiri.  Kita menjadi tidak nyaman dengan tubuh dan diri sendiri, kita dikonstruksikan dan “dipaksa” menjadi orang lain.  Kita dipaksa menyangkali pengalaman ketubuhan kita  Mendikusikan pengalaman ketubuhan adalah hal yang membingungkan karena tidak terbiasakan
  12. 12. Agama,Filsafat Dualisme, Budaya Memandang Tubuh  Filsafat dualisme:  Tubuh lebih rendah dari jiwa & roh.  Jiwa & roh dilihat sebagai sesuatu yang positif, tubuh dilihat sebagai sesuatu yang negatif.  Agama - agama:  Tubuh adalah gerbang dosa,  Aktifitas ketubuhan adalah aktifitas “duniawi” artinya= dosa  Nirwana antara lain adalah ketika kita mampu meninggalkan kelekatan pada hal yang bersifat ketubuhan  Norma Sosial-Budaya: wilayah tabu Bicara tubuh & seksualitas adalah tabu.
  13. 13. AKIBATNYA...... —muncul FENOMENA: Seiring bertambahnya usia seseorang, semakin dijauhkan dia dari tubuhnya sendiri Semakin tinggi pendidikan formal seseorang, semakin dijauhkan dia dari tubuhnya Semakin religius/ taat agama seseorang semakin dijauhkan dia dari tubuhnya
  14. 14. Masyarakat patriarkhis & heterenormatif  Konsep gender yang biner hanya mengenal gender laki & perempuan;  Tidak ada tempat bagi gender di luar laki & perempuan  Perempuan menjadi warga kelas dua, namun mereka yang tidak termasuk dalam 2 kategori ini menjadi warga kelas 3 atau bahkan tidak diberi tempat sama sekali.  Homofobia  Heteronormatif: hetero menjadi norma, ukuran, dan rujuan tatanan
  15. 15. Arena perebutan kekuasan sekaligus instrumen politik  Tubuh kita menjadi arena perang, dimana agama, budaya, kapital, politik saling berebut pengaruh, menancapkan tonggak2 kekuasannya.  Contoh: - Politik & Hukum: UU anti pornografi, perda-perda yang membatasi ruang dan waktu gerak perempuan dg alasan untuk melindungi perempuan, dst. - Agama: yang mencoba mengatur bagaimana kita, khususnya perempuan, harus berpakaian ataupun berdandan & mengatur rambut (ada di semua agama); membatasi orientasi seksual hanya pada hetero, mengatur bagaimana perempuan harus bersikap di dalam rumah ibadah, dst.
  16. 16. Arena perebutan kekuasan sekaligus instrumen politik (lanjutan) - Norma sosial: membuat kotak gender yang binerjudgemental, stigma negatif perempuan dan atau transgender, dari cara berpakaian dan dandanan, atau pun laki-laki dari cara dia membawakan tubuhnya (misal: “melambai”) - Media masa-berkolaborasi dengan pasar: hanya melihat tubuh sebagai pasar yang harus diperebutkan, dengan menciptakan image ttn: ttg gambaran perempuan & laki- laki ideal menggiring perempuan dan laki-laki fitting ke dalam gambaran tsb, dan memaksa mereka yang ada di luar kategori untuk merasa bersalah dengan tubuh dan kedirian mereka.
  17. 17. Arena perebutan kekuasan sekaligus instrumen politik (lanjutan)  Menjadi instrumen politik: Contoh: - alat teror dalam perang & konflik, misal para perempuan diperkosa untuk menteror komunitas pihak lawan. - alat penyemangat dalam perang, misal para prajurit disuply dengan gambar dan video porno dan wanita penyedia seks (baik secara paksa maupun secara bayaran) - Komoditas & assesories bagi kampanye-kampanye politik - Instrumen utk mencapai tujuan pembangunan, misal kebijakan KB membuat negara berhak ngobok2 reproduksi perempuan Sebaliknya, kita juga bisa mengambil balik otoritas atas tubuh kita, dan menjadikannya sebagai instrumen politik untuk perjuangan hak dan transformasi sosial. Risiko: dihakimi sebagai “bukan orang baik-baik” (terutama jika dia perempuan dan atau transgender), padahal kita menggunakan dengan otoritas kita sendiri. (KONTRADIKSI MASYARAKAT)
  18. 18. Constructed Body—Constructed Self  Pengalaman ketubuhan kita mendefinisikan SELF atau KEDIRIAN kita  Seiring dengan perjalan waktu, tubuh kita makin terkonstruksikan, begitu pula dengan SELF/ kedirian kita.  Kita menjadi the constructed SELF, self yang tidak bebas, yang dalam bertindak lebih memakai pertimbangan yang ada di luar kita daripada pertimbangan merdeka kita.
  19. 19. Pengalaman ketubuhan mengkonstruksikan tubuh & SELF...  Broken body == broken Self: kedirian hancur  Labeled body == labeled Self: tubuh dari diri kita dilabli macam- macam  Coded body == coded Self: kita membiarkan tubuh kita bergerak semata-mata berdasar aturan-aturan yang ada, kita membatasi wilayah gerak kita sendiri berdasarkan aturan-aturan yang kita dengar, lihat, dan terima.  Imprisoned body == imprisoned Self: tubuh kita ditawan oleh berbagai aturan agama, normal sosial, sehingga menimbulkan rasa takut untuk melangkah dan mengambil keputusan terhadap tubuh dan diri sendiri.  Split body == Split Self: kita mengalami keterbelahan, antara keinginan hakiki menjadi diri sendiri, atau harus memenuhi ekspetasi keluarga/masyarakat/agama.
  20. 20. Pengalaman ketubuhan -- SELF yang terkonstruksikan Otoritas atas tubuh kita berhadap-hadapan dengan tekanan-tekanan dari norma- norma agama, sosiakl, budaya, politik, hukum, pendidikan, gender, dst---mengkonstruksikan kedirian kita. Untuk membebaskan diri kembali, maka kita dituntut selalu berada dalam kesadaran kritis dan negosiasi2 dalam relasi kekuasaan yang hieraskhis.
  21. 21. Dari Constructed Self ke LIBERATED SELF  Dengan mengklain kembali/ mendapatkan kembali otoritas kita atas tubuh dan kedirian kita, diharapkan kita membebaskan tubuh kita dari konstruksi- konstruksi yang sudah terakumulasi dalam diri kita.  Dengan pembebasan yang kita lakukan terhadap tubuh kita, diharapkan kita juga berjalan menjadi menuju pembebasan diri.  Menjadi Diri (SELF) yang merdeka, yang memutuskan batas-batas ruang mana yang dia ijinkan untuk dimasuki oleh otoritas-otoritas yang ada di luar dirinya.

×